cover
Contact Name
Totok Haryanto
Contact Email
proceedingssocial.ump@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
proceedingssocial.ump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities
ISSN : -     EISSN : 2808103X     DOI : https://doi.org/10.30595/pssh.v2i.92
Core Subject : Social,
The Proceedings Series on Social Sciences & Humanities aims to publish proceedings from conferences on the scope: 1. Business, Management & Accounting 2. Social Sciences (General)
Articles 1,156 Documents
Kesejahteraan Psikologis pada Ibu Rumah Tangga Berpendidikan Tinggi: Studi Fenomenologi pada IRT yang Melek Kompetensi Digital Arthadi Fitria Utami; Rr. Setyawati
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transisi peran menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) bagi wanita berpendidikan tinggi sering kali memicu ketegangan identitas dan tantangan dalam menemukan makna diri di luar ranah profesional. Di Era Society 5.0, teknologi digital bertransformasi dari sekadar alat bantu domestik menjadi arena strategis untuk aktualisasi diri dan konektivitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kompetensi digital bertindak sebagai katalisator dalam membentuk kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada IRT berpendidikan tinggi. Menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat partisipan dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama: (1) Reframing Identitas dan Penerimaan Diri, di mana literasi digital memvalidasi peran domestik sebagai profesi bermartabat; (2) Ketahanan Mental Menghadapi Stigma Sosial melalui mekanisme koping adaptif dan dukungan sosial hibrida; serta (3) Pemberdayaan Diri dan Self-Improvement yang memenuhi dimensi Personal Growth dan Environmental Mastery. Temuan kunci menunjukkan bahwa kompetensi digital mampu mengubah potensi isolasi sosial menjadi konektivitas yang bermakna, serta mengubah potensi stagnasi karir menjadi pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan. Studi ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan intervensi psikoedukasi berbasis digital yang ramah gender untuk meningkatkan kesehatan mental IRT.
Kedaulatan Identitas Digital Anak sebagai Respons terhadap Dilema Sharenting di Era Society 5.0 Arindy Sekar Pramitha
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara anak tumbuh, belajar, dan membangun identitas dirinya. Salah satu fenomena yang berkembang dalam era digital adalah sharenting, yaitu praktik orang tua membagikan informasi dan aktivitas anak melalui media sosial. Meskipun dapat menjadi sarana dokumentasi dan pengembangan potensi anak, praktik ini juga menimbulkan dilema terkait hak anak atas identitas digital yang terbentuk sebelum mereka mampu memahami konsekuensinya. Di era Society 5.0, identitas digital tidak lagi sekadar jejak aktivitas daring, melainkan bagian dari modal sosial yang dapat memengaruhi kehidupan individu di masa depan. Namun, diskursus digital parenting masih cenderung berfokus pada perlindungan anak dari risiko teknologi dan belum banyak membahas keterlibatan anak dalam pembentukan identitas digitalnya sendiri. Essay ini menganalisis dilema sharenting dalam perspektif pengembangan sumber daya manusia serta menawarkan konsep Digital Consent Charter for Children (DCCC) sebagai paradigma baru digital parenting. Melalui pendekatan ini, anak diposisikan sebagai subjek yang memiliki hak untuk mengetahui, berpartisipasi, dan memperoleh kendali atas identitas digitalnya sesuai dengan tahap perkembangannya. Gagasan tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi Society 5.0 yang berdaya dan berdaulat secara digital.
Kesejahteraan Subjektif Guru di Era Digital Ardhinto Bagus Prakoso
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan telah mengubah berbagai aspek pekerjaan guru, mulai dari pembelajaran, administrasi, komunikasi, hingga pengelolaan informasi. Perubahan ini membuka peluang bagi inovasi pembelajaran, fleksibilitas kerja, dan akses pengetahuan yang lebih luas. Namun, digitalisasi juga menghadirkan tantangan berupa technostress, kelebihan informasi, kelelahan kerja, dan tekanan profesional yang dapat memengaruhi kesejahteraan subjektif guru. Kajian ini bertujuan mengkaji konsep kesejahteraan subjektif guru di era digital, tantangan yang dihadapi, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta strategi peningkatannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif guru dipengaruhi oleh faktor individual, organisasi, sosial, dan teknologi yang saling berinteraksi. Oleh karena itu, transformasi digital pendidikan perlu disertai upaya sistematis untuk menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis guru.
Urgensi harapan dalam belajar di Era Digital Adinuringtyas Herfi Rahmawati
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran konvensional yang beralih ke pembelajaran dengan menggunakan akses teknologi informasi secara mudah memberikan pertanyaan praktis bagaimana pendidik dan peserta didik dalam mencari informasi di era digital serta mempertahankan tujuan pembelajaran yang sudah dirancang dari kurikulum pembelajaran. Permasalahan dan tantangan belajar di era digital yang dihadapi peserta didik saat ini misalnya adanya beban kognitif dan dapat cenderung membuat peserta didik merasa perlu menemukan jalan pintas terhadap kecenderungan perilaku yang menyimpang. Untuk menghindari kecenderungan mengambil jalan pintas dari adanya beban kognitif yang membebani peserta didik, penulis menawarkan solusi bahwa ada kekuatan karakter berupa harapan yang perlu dimiliki oleh peserta didik. Penulis menggagas bahwa adanya urgensi harapan dalam belajar di era digital dapat menjadi solusi sebagai kekuatan karakter yang perlu dimiliki oleh peserta didik. Pendidik dapat mengupayakan peserta didik mendidik peserta didik dapat memahami apa itu harapan dan mengupayakan mendapatkan kekuatan karakter tersebut, memahami makna pembelajaran di era digital, serta menegaskan kembali urgensi memiliki harapan dalam belajar di era digital.
Urgensi Profesional Kesehatan Mental dalam Menangani Stres Kerja di Micro-Startup Akibat Limitasi Wewenang HR Adeline Hega Puspa; Anwar Iqbal
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak peneliti sejak 2022 mengakui kebutuhan percepatan pertumbuhan bisnis micro-startup dengan minimnya sumber daya perusahaan seringkali diiringi dengan meningkatnya tuntutan kerja melalui peran ganda dan tugas dadakan di luar kontrak kerja yang berujung beban kerja berlebih. Beban kerja berlebihan di perusahaan mana pun apalagi di micro-startup yang notabene bertekanan kerja tinggi berimplikasi pada tingginya stres kerja karyawan. Esai ilmiah ini bertujuan mengkritisi limitasi wewenang Departemen HR dalam menangani kesehatan mental pekerja micro-startup akibat konflik kepentingan. 46,4% kebijakan serupa bagi HR telah berlaku sejak 2021. Sintesis dari berbagai penelitian mutakhir lima tahun terakhir sejak 2021 menemukan bahwa budaya kerja bertekanan tinggi di micro-startup berkontribusi meningkatkan masalah kesehatan mental. Di sisi lain, HR cenderung memprioritaskan target bisnis dan efisiensi organisasi dibandingkan intervensi kesehatan mental. Kondisi tersebut diperparah oleh stigma, kekhawatiran kerahasiaan data pribadi, privasi psikologis, serta minimnya literasi kesehatan mental pada jajaran pimpinan perusahaan. Esai ilmiah ini merekomendasikan micro-startup untuk meperkejakan profesional kesehatan mental independen untuk menjaga objektivitas layanan psikologis. Gagasan ilmiah ini diharapkan menjadi kontribusi konseptual dalam literatur Psikologi Industri dan Organisasi (PIO), khususnya terkait pengelolaan kesehatan mental kerja pada perusahaan rintisan skala mikro.
Transformasi Digital dalam Pendidikan: Implikasi Psikologis, Pengembangan Modal Manusia, dan Urgensi Kesehatan Mental Aldita Aldita
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan telah mengubah secara fundamental cara belajar, mengajar, dan berinteraksi di lingkungan akademik. Meskipun menjanjikan efisiensi dan aksesibilitas yang lebih luas, pergeseran cepat ini membawa sejumlah tantangan psikologis yang belum sepenuhnya terpetakan. Esai ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implikasi psikologis dari transformasi digital terhadap peserta didik dan pendidik, mengeksplorasi bagaimana transformasi ini memengaruhi pengembangan modal manusia, serta menegaskan urgensi integrasi kesehatan mental dalam kebijakan pendidikan digital. Berdasarkan sintesis berbagai studi terkini, esai ini berargumen bahwa tanpa intervensi sistemik yang berpusat pada kesejahteraan psikologis, transformasi digital berisiko menciptakan generasi yang terampil secara teknis namun rentan secara mental. Pendekatan holistik yang menyeimbangkan literasi digital dengan ketahanan psikologis menjadi keniscayaan.
Digital Internship Experience sebagai Gerbang Awal Pilihan dan Pengembangan Karier Generasi Z Vidya Nindhita; Mery Atika
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital internship program diyakini membuka pandangan baru untuk generasi muda dalam mengembangkan karier di awal tangga kariernya. Kemudahan akses program pemagangan digital yang dapat diperoleh untuk Generasi Z menyebabkan program ini banyak diminati oleh kalangan Gen Z. Pilihan karier yang awalnya terasa sulit, menjadi lebih mudah dengan pengalaman pemagangan yang sudah dilalui. Perusahaan bersaing untuk mulai merubah nilai dan prinsip pemagangan menuju basis digital untuk menyesuaikan dengan karakteristik Gen Z sebagai generasi yang pada tahun 2026 ini menjadi angkatan awal pekerja baru yang banyak menempati posisi-posisi lini pertama di perusahaan. Digital internship program juga dilakukan oleh perusahaan guna meminimalisir fenomena job hopping yang juga kerap terjadi pada generasi Z dalam bekerja. Pelaksanaan program yang cukup tepat, waktu yang sesuai, dan kemudahan akses secara mobile¸ serta kompensasi yang menarik, menyebabkan program ini cukup popular bagi para pekerja yang sedang melakukan penjajakan terhadap perusahaan impiannya. Digital internship program tentunya membawa hawa yang positif baik bagi perusahaan dalam meminimalisir turnover¸ maupun bagi generasi Z dalam penjajakan awal tangga kariernya
Pengelolaan Kinerja dan Kolaborasi Tim dalam Sistem Kerja Jarak Jauh di Era Digital Verica Sofie Putibungsu
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penerapan sistem kerja jarak jauh (remote working) dan hybrid working di berbagai organisasi. Perubahan ini memberikan fleksibilitas kerja yang lebih besar, namun juga menghadirkan tantangan dalam pengelolaan kinerja dan kolaborasi tim virtual. Artikel ini bertujuan membahas pengelolaan kinerja dan kolaborasi tim dalam sistem kerja jarak jauh di era digital. Penulisan artikel menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan kerja jarak jauh, manajemen kinerja, dan kolaborasi tim virtual. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keberhasilan kerja jarak jauh dipengaruhi oleh penerapan kepemimpinan digital, pengukuran kinerja berbasis output, pemanfaatan platform kolaborasi digital, budaya kerja berbasis kepercayaan, serta pengembangan kompetensi digital karyawan. Di samping itu, organisasi juga perlu menghadapi berbagai tantangan seperti technostress, burnout digital, keterbatasan interaksi sosial, dan kesulitan pengawasan kinerja. Meskipun demikian, sistem kerja jarak jauh tetap menawarkan peluang berupa fleksibilitas kerja, efisiensi operasional, perluasan akses talenta, dan percepatan transformasi digital organisasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan yang adaptif agar produktivitas dan efektivitas kolaborasi tim dapat tetap terjaga dalam lingkungan kerja digital.
Fear of Falling Behind dan Dampak Kesehatan Mental Akibat Standar Kesuksesan Digital pada Mahasiswa: Menelaah Fenomena Highlight Reel di Media Sosial Pauline Hapsari
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era transformasi digital, media sosial tidak hanya mengubah pola komunikasi mahasiswa, tetapi juga membentuk persepsi mengenai pencapaian dan kesuksesan. Paparan berulang terhadap konten yang menampilkan prestasi akademik, karier, dan gaya hidup yang telah dikurasi menciptakan standar kesuksesan digital baru yang mendorong terjadinya perbandingan sosial. Essay ini mengkaji fenomena Fear of Falling Behind (FoFB) sebagai respons psikologis mahasiswa terhadap representasi kesuksesan di media sosial. Analisis menunjukkan bahwa presentasi selektif pencapaian pada platform digital mendorong perbandingan sosial ke atas yang dapat memicu perasaan tertinggal, keraguan diri, kecemasan, dan rasa tidak cukup. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kelelahan akademik, rendahnya harga diri, serta gangguan kesejahteraan psikologis. Untuk mengurangi dampak tersebut, diperlukan penguatan literasi digital, pengembangan self-compassion, pembentukan pola penggunaan media sosial yang sehat, serta optimalisasi layanan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi. Upaya ini penting untuk membantu mahasiswa beradaptasi secara kritis terhadap lingkungan digital sekaligus menjaga kesejahteraan psikologis di era Society 5.0.
HR 5.0: Arsitektur Manusia di Era Digital Nugroho Heri Pramono
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akselerasi disrupsi teknologi kognitif dan otomatisasi radikal telah meredefinisikan lanskap dunia kerja global secara total. Fenomena ini memicu pergeseran krusial dari pemenuhan aspek teknis industri menuju restrukturisasi peran strategis manusia. Artikel konseptual ini bertujuan untuk merumuskan arah arsitektur strategis transformasi fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dari pendekatan mekanistik konvensional menuju paradigma HR 5.0 yang berpusat pada manusia (human-centric), berorientasi pada keberlanjutan, serta memiliki resiliensi tinggi. Melalui tinjauan literatur mendalam, kajian ini menyoroti kesenjangan (gap) utama di lapangan, yakni maraknya digitalisasi kosmetik yang mengadopsi sistem digital mutakhir tanpa dibarengi kematangan budaya dan kesiapan kapasitas mental karyawan. Pembahasan artikel ini difokuskan pada tiga pilar pembaruan: integrasi kecerdasan buatan (AI) pada efisiensi rekrutmen online yang etis, sinkronisasi adaptasi budaya lintas generasi untuk meminimalkan friksi demografis, serta mitigasi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui program penguatan kompetensi berkelanjutan (up-skilling). Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan transisi menuju era HR 5.0 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan instrumen digital seperti HR Analytics atau otomatisasi proses, melainkan oleh kapabilitas dinamis kepemimpinan SDM dalam menjaga harmoni antara kepatuhan hukum ITE, etika moral spiritual universal, serta kesejahteraan fisik dan psikologis tenaga kerja. Implikasi dari rumusan arsitektur ini memberikan rujukan strategis bagi organisasi dalam membangun kebijakan tata kelola talenta digital yang kompetitif namun tetap memanusiakan manusia.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi Vol. 30 (2026): The 1st Proceedings of the International Conference on Transformative Education and Vol. 31 (2026): UMP Progressive Youth Conference (UPYC) Vol. 22 (2025): The 1st UNSIQ International Symposium on Economics and Bussines (UISEB 2024) Vol. 21 (2025): Proceedings of the 4th 2024 UMP Progressive Youth Conference (UPYC) Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025 Vol. 29 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ketenagakerjaan "Hukum Ketenagakerjaan dan Agenda Pemb Vol. 28 (2025): Proceedings of International Conference of Local Wisdom and Community Engagement (IC Vol. 25 (2025): Proceedings of International Conference on Social Science (ICONESS) Vol. 23 (2025): Proceedings of Seminar Nasional Kebaharuan KUHP Nasional dan Urgensi Pembaharuan KUH Vol. 18 (2024): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2024 Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm Vol. 19 (2024): Proceedings of Webinar International Globalizing Local Wisdom: Integrating Cultural Vol. 17 (2024): Proceedings of Seminar International Legal Development in Twenty-First Century Era Vol. 16 (2024): Proceedings of Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol. 15 (2024): Proceedings of International Conference on Management, Accounting, Economics, and Bu Vol. 14 (2023): Proceedings of International Conference on Legal Studies (ICOLAS 2023) Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023 Vol. 8 (2023): Proceeding International Seminar 2022 E-Learning Implementation in Malaysia and Indon Vol. 12 (2023): Proceedings of International Conference on Social Science (ICONESS) Vol. 11 (2023): Proceedings of Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Vol. 10 (2023): Proceedings of Seminar Kebangkitan Nasional dan Call for Paper Universitas Muhammadi Vol. 9 (2023): Proceedings of Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Vol. 3 (2022): Proceedings of Social Studies Learning Challenges in the 21st Century Vol. 7 (2022): Proceedings of the 3rd International Conference of Business, Accounting & Economics ( Vol. 6 (2022): Proceedings of Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol. 5 (2022): Proceedings of Sharia Economic Law Faculty of Islamic Religion Universitas Muhammadiy Vol. 4 (2022): Proceedings of Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Vol. 2 (2021): Proceedings of Psychology in Individual and Community Empowerment to Build New Normal Vol. 1 (2021): Proceedings of the Integration of Disaster Mitigation Learning in School More Issue