cover
Contact Name
Elindra Ambar Pambudi
Contact Email
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences
ISSN : -     EISSN : 28087046     DOI : https://doi.org/10.30595/pspfs.v2i.164
Core Subject : Engineering,
The Proceedings Series on Physical & Formal Sciences aims to publish proceedings from conferences on the scope: 1. Chemistry 2. Computer Science & Artificial Intelligence 3. Engineering & Energy 4. Materials Science 5. Physics & Astronomy 6. Agricultural & Biological Sciences
Articles 282 Documents
Teknik Pemijahan Tradisional Ikan Cupang (Betta Sp.) Shindid Nabil Arif; Defi Sefianingsih; Muhammad Azharul Rijal
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.527

Abstract

Kajian Ilmiah dengan judul “Teknik Pemijahan Tradisional Ikan Cupang (Betta sp.) dibalai penelitian dan pengembangan budidaya Ikan Hias Depok Jawa Barat”, telah dilaksanakan. Kajian Ilmiah bertujuan untuk mengetahui teknik pemijahan ikan cupang (Betta sp.), teknik pembenihan ikan cupang (Betta sp.), fekunditas, hatching rate, survival rate dan perkembangan larva ikan selama tiga minggu pemeliharaan pada Balai Penelitian dan pengembangan Budidaya Ikan Hias, Depok Jawa Barat. Parameter utama yaitu fekunditas daya tetas, sintasan hidup, perumbuhan larva, dan parameter tambahan yaitu kualitas air. Hasil kerja praktek menunjukan bahwa indukan jantan ikan cupang memiliki panjang total 5,3 cm dan panjang standar 4,6 cm. indukan betina memiliki panjang total 5,1 cm dan panjang standar 4,3 cm. berat indukan antan sebesar 1,9 gram, sedangkan untuk indukan betina sebesar 1,3 gram. fekunditas indukan betina ikan cupang sebesar 525 butir telur untuk sekali pemijahan. Daya tetas telur ikan pada wadah pertama sebesar 90%, sedangkan pada wadah kedua 92% dan pada wadah ketiga sebesar 100%. Sintasan hidup ikan cupang pada wadah pertama sebesar 43%, sedangkan pada wadah kedua sebesar 30%, dan pada wadah ketiga sebesar 42%. Pertumbuhan mutlak larva ikan cupang panjang sebesar 2 mm dan pada bobot sebesar 11,84 mg. Kualitas air pada saat pemijahan maupun pada saat pemeliharaan larva ikan didalam kisaran yang baik untuk proses budidaya dan pembenihan ikan cupang. Suhu ada pada kisaran 24 – 28 0C, sedangkan oksigen terlarut ada pada kisaran 3 – 5 ppm, pH pada kesemua wadah pemeliharaan ada pada kisaran 7. Hal tersebut merupakan indikator yang baik untuk proses pemeliharaan larva ikan cupang.
Perilaku Wirausaha Terhadaap Pendapatan Usaha Pedagang Sayur Dikecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Pada Pedagang Sayur Di Pasar Baru) Sintha Anabokai; Umbu Joka; Dira Asri Pramita
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.528

Abstract

Pelaku usaha di Indonesia sebagian besar didominasi oleh UMKM. Perilaku kewirausahaan pedagang Pasar, disamping dilihat dari kebutuhan dana mereka juga sikap-sikap kewirausahaan sehingga dapat muncul untuk mengembangkan perilaku wirausahawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku wirausaha terhadap faktor eksternal dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan. Analisis data yang digunakan berupa Analisis Jalur Path (Path Analysisi) untuk perilaku wirausaha, faktor internal dan faktor eksternal terhadap pendapatan di pasar baru kefamenanu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial perilaku wirausaha berpengaruh terhadap faktor eksternal dengan nilai signifikan terhadapan faktor eksternal dengan koefisien regresi X1 sebesar 0,004 dan X2 sebesar 0,010 berarah positif. untuk nilai pengaruh standardized coefficient X1 sebesar 0,351 atau 35,1% dan X2 sebesar 0,311 atau 31,1%, Sedangkan R Square sebesar 0,275 dan nilai Pe1 sebesar 0,851. Dan secara simultan perilaku wirausaha berpengaruh terhadap pendapatan dengan nilai signifikaan terhadap pendapatan dengan nilai koefisien regresi 0,32 dan 0,22 berarah positif dengan nilai standardized coefficient X1 sebesar 0,279 atau 27,9% dan X2 sebesar 0,046 atau 04,6% sedangkan faktor internal tidak berpengaruh terhadap pendapatan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,717 dengan nilai standardized coefficient Y sebesar 0,314 atau 31,4%. Dan nilai R Square secara simultan sebesar 0,272 atau 27,2% untuk nilai Pe2 sebesar 0,8532.
Karakteristik Minuman Sinbiotik Soyghurt Kedelai Kuning (Glycine max ) dan Kedelai Hitam (Glycine soja L.) dengan Penambahan Inulin pada Konsentrasi yang Berbeda Subhi Nur Faiz; Arif Prashadi Santosa; Dini Nur Afifah; Agus Mulyadi Purnawanto
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.529

Abstract

Minuman sinbiotik merupakan minuman yang mengandung bakteri probiotik sekaligus prebiotik sebagai substrat bakteri probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kedelai, konsentrasi inulin dan interaksi yang berpengaruh terhadap karakteristik proksimat dan organoleptik sinbiotik soyghurt. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroteknologi dasar Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto mulai bulan april hingga juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama jenis kedelai: Kedelai kuning (Glycine max) tidak dikupas (K1), kedelai kuning (Glycine max) dikupas (K2), kedelai hitam (Glycine Soja L.) dikupas (K3) dan kedelai hitam (Glycine Soja L.) tidak dikupas K4. Faktor kedua konsentrasi Inulin: 0% (I0), 3% (I1), 5% (I2), dan 7% (I3). Variabel pengamatan pengukuran pH, kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar karbohidrat, kadar lemak, kadar serat, uji viabilitas bakteri asam laktat, aktivitas antioksidan dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan jenis kedelai hitam tidak dikupas (K4) memiliki karakteristik proksimat dan organoleptik yang paling baik dan memiliki nilai berturut-turut yaitu pH 4,48, kadar air 86,35, protein 7,03, karbohidrat 5,44, lemak 1,01, serat 9,44, antioksidan 47,71, warna 4,15 (Netral) dan keseluruhan 4,45 (Netral). konsentrasi inulin 7% memiliki karakteristik proksimat dan organoleptik yang paling baik memiliki nilai berturut-turut yaitu pH 4,32, kadar air 83,54, protein 4,58, karbohidrat 10,87, lemak 0,84, serat 8,38, BAL 23,50x108 CFU/ml dan rasa 4,36 (Netral). Interaksi K4I3 (kedelai hitam tidak dikupas) antara jenis kedelai dan konsentrasi inulin berpengaruh terhadap karakteristik proksimat dan organoleptic memiliki nilai berturut-turut yaitu pH 4,30, kadar air 84,29, protein 6,29, kadar abu 0,21, karbohidrat 8,32, lemak 0,89, serat 12,39, BAL 25x108 CFU/ml, antioksidan 50,93, warna 3,95 (Netral), aroma 4,5 (Netral), rasa 4,4 (Netral), Kelembutan 4,3 (Netral) dan keseluruhan 4,25 (Netral).
Kajian Potensi Pengembangan Agrowisata di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas Suwarsito Suwarsito; Aman Suyadi; Astika Nurul Hidayah; Ikhsan Mujahid
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.530

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi pengembangan agrowisata di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode observasi digunakan untuk mengamati potensi agrowisata di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan potensi internal dan eksternal agrowisata di Desa Sambirata. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh langsung dari pengamatan di lapangan, meliputi data potensi internal dan eksternal agrowisata di Desa Sambirata. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi dan studi pustaka Analisis data menggunakan matching data untuk menilai potensi internal dan eksternal agrowisata berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA). Potensi internal meliputi data daya tarik wisata (attraction) dan fasilitas wisata (amenities), sedangkan potensi eksternal meliputi aksesibilitas wisata (accesability) dan pelayanan tambahan (ancilliary). Selanjutnya dari hasil matching data dikategorikan menjadi tiga kriteria yaitu rendah, sedang dan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi agrowisata di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas secara keseluruhan termasuk dalam kategori rendah. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya potensi agrowisata Desa Sambirata adalah fasilitas wisata (amenities), aksesibilitas (accesability) dan pelayanan penunjang wisata (ancillary).
Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas Dalam Pengembangan Pertanian Organik Suwarsito Suwarsito; Aman Suyadi; Hindayati Mustafidah
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.531

Abstract

Kegiatan budidaya pertanian masyarakat di Desa Sambirata belum menerapkan teknologi pertanian organik. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Sambirata mengenai teknologi budidaya pertanian organik di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kelompok mitra sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anggota kelompok tani di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan metode aktif interaktif melalui kegiatan penyuluhan. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat meliputi sosialisasi program, penyuluhan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan anggota kelompok tani di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas mengenai teknologi budidaya pertanian organik yang ramah lingkungan.
Pertanian Kota Berbasis Siklus Organik di Kabupaten Karanganyar Tri Purwani; Retna Dewi Lestari
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.532

Abstract

Salah satu masalah perkotaan yang sangat krusial adalah sampah. Timbunan sampah di Kabupaten Karanganyar terhitung tinggi .Salah satu cara pengelolaan terhadap banyaknya sampah di perkotaan dengan menggunakan Siklus organik. Siklus organik perkotaan merupakan suatu rangkaian dari limbah-limbah perkotaan berupa bahan-bahan organik yang berasal dari pemukiman (rumah tangga) dan pasar yang diubah menjadi pupuk organik dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber hara dalam budidaya tanaman yang mampu menghasilkan produk-produk pertanian yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat kota itu sendiri. Bedasarkan latar belakang dapat disimpulkan masalah yang terjadi di perkotaan yaitu kurangnya kesadaran masyarakat tentang sampah dan bahayanya ketergantungan bahan pangan yang mengandung bahan berpestisida. Metode yang digunakan merupakan hasil telaah pustaka yang bersumber dari publikasi instansi pemerintah, hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan kependudukan Kabupaten Karanganyar, sampah kota dan pengelolaannya, serta aplikasi budidaya sayuran pemanfaatan lahan sempit dapat berupa pot, polybag, vertikultur. Hasil yang di peroleh adalah produktivitas sampah organik kota menurun dan meningkatkan produktivitas sayuran organik serta peningkatan bahan pangan yang tidak berbahaya jika masyarakat Kabupaten Karanganyar mau menerapkannya.
Induksi Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman Cabai Terhadap Penyakit Antraknosa dengan Aplikasi Cendawan Endofit Tunjung Pamekas; Hartal Hartal; Sapnah Holiza
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.533

Abstract

Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh patogen Colletotrichum sp. menyebabkan gejala mati pucuk pada tanaman cabai dan selanjutnya pucuk menjadi kering berwarna coklat kehitam-hitaman. Patogenisitas Colletotrichum sangat kuat sehingga dapat menurunkan produksi cabai. Kehilangan hasil akibat penyakit antraknosa mencapai lebih dari 50% di seluruh dunia, terutama di wilayah tropis dan sub tropis. Penyakit ini juga ditemukan pada buah cabai pascapanen yang kerusakannnya dapat mencapai 50%, karena nilai estetika dari buah cabai menjadi rusak. Colletotrichum merupakan cendawan tular udara yang dapat menginfeksi bagian duan, batang dan buah. Pada saat serangan berat, seluruh bagian buah cabai akan mengering dan keriput. Tindakan budi daya yang tepat dibutuhkan untuk menjaga produksi hasil cabai tetap stabil bahkan meningkat, salah satunya dengan pemberian mikroba pemacu pertumbuhan tanaman salah satunya yaitu menggunakan cendawan endofit. Tujuan penelitian adalah untuk mengevalusi induksi pertumbuhan dan ketahanan tanaman cabai dengan aplikasi cendawan endofit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Juli 2021 di Laboratorium Proteksi Tanaman dan greenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan empat jenis cendawan endofit, yaitu A= belum teridentifikasi, B= Rhizoctonia sp. 1, C= Curvularia sp. dan D=Rhizoctonia sp. 2 serta E=tanpa cendawan endofit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi cendawan endofit memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai, namun aplikasi cendawan endofit mampu menurunkan keparahan penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Aplikasi cendawan endofit mampu memacu pembentukan senyawa asam salisilat pada tanaman cabai.
Implementasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari di Kota Samarinda Wawan Banu Prasetyo; Afrilia Tri Widyawati
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.534

Abstract

Penelitian yang mengambil lokasi di Kota Samarinda ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana implementasi program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kota Samarinda, dengan fokus untuk melihat karakteristik pelaksanaan program dan menganalisis sejauh mana kontribusi program bagi perekonomian keluarga penerima manfaat program. Penelitian ini menggunakan metode analisis campuran yang mengelaborasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan melalui metode survey dengan menyebarkan kuesioner terhadap seluruh anggota kelompok penerima manfaat program KRPL bersumber dari dana APBN 2021 yang berjumlah 120 orang. Analisis kualitatif digunakan untuk memperkuat analisis kuantitatif, melalui metode wawancara mendalam terhadap aparat Dinas Ketahanan Pangan Kota Samarinda dan pendamping kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik kelompok penerima manfaat program KRPL sebagian besar adalah ibu rumah tangga usia produktif dengan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Implementasi program KRPL memiliki potensi yang perlu ditumbuhkan untuk meningkatkan manfaat ekonomi program. Walaupun saat ini, program KRPL masih sebatas untuk konsumsi sendiri dan berkontribusi mengurangi pengeluaran domestik untuk pangan, namun jika digarap dengan serius dan berkelanjutan dengan skala yang lebih luas, progam ini dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan di perkotaan.
Penyebaran Informasi Inovasi Teknologi Hasil Penelitian Pertanian Melalui Pameran di Kalimantan Timur Wawan Banu Prasetyo; Nunik Wahyu L
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.535

Abstract

Penyebaran Informasi Inovasi Teknologi Pertanian merupakan kegiatan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian kepada pengguna. Pengkajian penyebaran inovasi teknologi pertanian melalui pameran dilaksanakan pada tanggal 25-28 April 2019 pada Pameran Kaltim Fair di Samarinda Kalimantan imur. Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap materi pameran, bahan pendukung pameran, penjaga stan, serta untuk menggali umpan balik yang berkaitan dengan informasi/inovasi teknologi pertanian yang dibutuhkan dan saran perbaikan bagi pelaksanaan pameran di masa mendatang. Berdasarkan hasil pengkajian terhadap 60 pengunjung, 84,12% responden menyatakan materi yang disajikan telah sesuai dengan tema pameran dan 73,83% menyatakan sesuai dengan kebutuhan. Hampir seluruh responden menyatakan materi yang ditampilkan cukup menarik, penyajian alat bantu peraga menarik, dan pemandu pameran mampu memberikan informasi dengan baik kepada pengunjung. Hampir seluruh responden menyatakan cukup puas, puas, dan sangat puas terhadap materi pameran yang ditampilkan. Penggunaan alat peraga dalam format teknologi informasi dan demontrasi, peningkatan kualitas dan kuantitas pemandu, serta sosialisasi/promosi yang lebih gencar perlu dilakukan agar penyebaran inovasi teknologi melalui pameran dapat lebih diketahui oleh masyarakat luas.
Efektivitas Campuran Herbisida Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l Terhadap Gulma Pada Pertanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Yayan Sumekar
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.536

Abstract

Salah satu hal penting pada budidaya kelapa sawit adalah pengendalian gulma. Gulma di perkebunan kelapa sawit selain menimbulkan persaingan dengan tanaman juga mengganggu kelancaran kegiatan kebun, sehingga perlu dilakukan pengendalian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efikasi dari herbisida dengan bahan aktif Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l dalam mengendalikan gulma berdaun lebar pada pertanaman kelapa sawit fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Percobaan ini dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit di Kampung Karangsari Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut dengan ketinggian tempat 400 mdpl pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu berbagai dosis herbisida bahan aktif Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh herbisida campuran bahan aktif Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l terhadap pengendalian gulma berdaun lebar pada pertanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM). Herbisida Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l dosis 150 ml/ha yang paling efektif untuk mengendalikan gulma berdaun lebar pada pertanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM).