cover
Contact Name
Elindra Ambar Pambudi
Contact Email
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences
ISSN : -     EISSN : 28087046     DOI : https://doi.org/10.30595/pspfs.v2i.164
Core Subject : Engineering,
The Proceedings Series on Physical & Formal Sciences aims to publish proceedings from conferences on the scope: 1. Chemistry 2. Computer Science & Artificial Intelligence 3. Engineering & Energy 4. Materials Science 5. Physics & Astronomy 6. Agricultural & Biological Sciences
Articles 301 Documents
Pengaruh Karakteristik Petani Terhadap Pendapatan Petani Padi Varietas Inpari 32 di Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali Pramesti, Ni Luh Putu Dila; Sambodo, Reo; Purwani, Tyastuti
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1519

Abstract

Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan dikenal sebagai salah satu pusat penghasil padi di Bali. Petani di dusun ini memiliki keragaman tingkat pendidikan, pengalaman bertani dan luas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usahatani serta pengaruh usia, luas lahan, pengalaman bertani dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan petani padi di Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2024. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengambilan data menggunakan metode sampling acak. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian diproses dengan alat bantu SPSS versi 30. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif (survei). Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, uji F (simultan), uji T (parsial), dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha tani tersebut layak untuk dijalankan. Usia, luas lahan, pengalaman bertani dan tingkat pendidikan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani padi di Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Luas lahan, pengalaman bertani dan tingkat pendidikan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani padi di Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Usia secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani padi di Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Nilai koefisien determinasi (R2) menunjukan bahwa variabel independen berpengaruh sebanyak 61,6% terhadap variabel dependen.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar Sambung Pucuk yang Ditanam pada Dua Sistem Tanam Supeno, Bambang; Ngawit, I Ketut; Haryanto, Hery; Muthahanas, Irwan; Jihadi, Amrul
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1565

Abstract

Penyambungan (grafting) tanaman merupakan salah satu cara meningkatkan hasil tanaman, sebagaimana pada tanaman ubi kayu sambung (muhibat). Beberapa hasil riset menunjukkan bahwa bertanam ubi jalar dalam karung mampu meningkatkan hasil. Bagaimana untuk ubi jalar sambung pucuk (Apical grafting) dengan dikombinasikan sistem tanam apakah mampu meningkatkan hasil, belum banyak informasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat hasil ubi jalar sambung pucuk pada dua sistem tanam. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekperimental dengan percobaan lapangan yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah sambung pucuk yang terdiri atas dua perlakuan, yaitu ubi jalar sambung pucuk kangkung hutan, Ipomoea fistulosa, (S1) dan non sambung (S0). Faktor kedua adalah sistem tanam terdiri dari dua perlakuan, yaitu sistem dalam Karung (K) dan sistem non karung atau bedengan (NK). Masing-masing perlakuan dikombinasikan sehingga diperoleh 4 kambinasi perlakuan dengan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Secara keseluruhan diperoleh 24 unit perlakuan dan data dianalisis dengan analisi sidik ragam taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil ubi jalar sambung pucuk menunjukkan perbedaan yang nyata dengan kontrol baik yang ditanam dalam karung maupun dalam bedengan. Berat Ubi jalar sambung pucuk yang ditanam dalam karung (594,43 g/batang) dan bedengan (582,33 g/batang) menunjukkan tidak berbeda yang nyata, Hasil ubi jalar tanpa sambung yang ditanam dalam karung (1.258,58 g/batang) dan bedengan (749,55 g/batang) menunjukkan hasil terbaik (sangat nyata).
asdf Aflah Dwi Oktoriando; Miftahul Fauziah
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): Seminar Nasional Teknik (SENATEK)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v9i1.2155

Abstract

Public transportation is essential in reducing congestion, pollution, and dependence on private vehicles. To support sustainable mobility, the Yogyakarta Regional Government has operated the Trans Jogja electric bus since 2023 on the Ngabean–Malioboro corridor, which serves as a strategic urban route. This study aims to evaluate operational performance and passenger satisfaction in order to provide recommendations for service improvement. The research method refers to the Directorate General of Land Transportation Decree No. SK.687/AJ.206/DRJD/2002, focusing on operational indicators such as load factor, travel speed, cycle time, and headway. Passenger satisfaction was measured using the Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA), based on both primary and secondary data analyzed quantitatively. The results show that operational performance still needs improvement. The load factor was relatively low, at 17% on Thursday and 32% on Sunday. In addition, the average headway reached 31.23 minutes, the cycle time was 0.70 hours, and the average travel speed was only 14.25 km/h. On the other hand, IPA results demonstrated that key service attributes—such as safety equipment, air conditioning, driver behavior, and zero emissions—were well implemented. The CSI score of 91.39% indicates high passenger satisfaction. In conclusion, despite operational shortcomings, the service quality of the Trans Jogja electric bus is perceived positively. Ensuring continuous improvements in efficiency while maintaining service quality is crucial for the long-term success and sustainability of electric bus operations in Yogyakarta.
Analisis Perilaku Strukur Gedung Ditinjau Dari Jarak Dilatasi (Studi Kasus : Gedung Kejaksaan Purwokerto) Dennis Ramadhani; Mukti Agung Wibowo; Amris Azizi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): Seminar Nasional Teknik (SENATEK)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v9i1.2157

Abstract

Dilation is a joint or separator in a building because it has different or irregular structural systems. This research aims to analyze the safe dilation distance to be used. The research uses a quantitative method with the aid of ETABS V.22 software to analyze building behavior in relation to expansion joint spacing. Based on the analysis, the inter-story drift values for Building 1 are X = 38.020 mm and Y = 49.910 mm; for Building 2, X = 35.977 mm and Y = 49.457 mm; and for Building 3, X = 39.629 mm and Y = 46.015 mm. These inter-story drifts for the three structures indicate compliance with the drift limits stipulated by SNI 1726-2019, as all values are well below the maximum allowable limit of 80 mm. The required expansion joint distances to accommodate seismic loads are calculated as follows: 87.930 mm for Building 1, 85.434 mm for Building 2, and 85.644 mm for Building 3. As all calculated distances remain below the 100 mm safety threshold, the planned expansion joints are deemed safe, with no anticipated collision between separated structures during seismic activity.
Analisis Volume Material Dalam Upaya Meningkatkan Keakuratan Perhitungan Dengan Building Information Modeling (BIM) Bagas Dwi Prasetyo; Arif Kurniawan Suksmono; Dewi Laras Sulastri Ningsih
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): Seminar Nasional Teknik (SENATEK)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v9i1.2158

Abstract

The continuous growth of Indonesian population has directly led to an increased demand for infrastructure and public facilities, particularly in the construction sector. This development necessitates the adoption of effective and efficient construction technologies, one of which is Building Information Modeling (BIM). Within the BIM framework, the 3D modeling software Revit 2021 can be utilized to assess and analyze the accuracy of structural volume calculations compared to manual estimations made during the initial planning stage (Bill of Quantities/BOQ). Following the modeling process, the material quantity take-off results generated using Revit 2021 revealed a total concrete volume of 606.96 m, a total plain reinforcing steel weight of 48,004.41 kg, and a total deformed reinforcing steel weight of 57,749.20 kg. These findings indicate that the manually prepared BOQ showed a greater discrepancy compared to actual field implementation data (MC-100), with a percentage difference of +4.27% for concrete volume, -1.84% for plain steel volume, and +16.54% for deformed steel volume. In contrast, the calculations performed using Revit 2021 demonstrated a higher degree of accuracy. They were more closely aligned with field implementation results (MC-100), showing only +0.75% for concrete, +1.24% for plain steel, and -0.84% for deformed steel. Therefore, the use of Revit software can be considered a valuable tool in building modeling processes, offering more accurate volume calculations that better reflect real-world conditions.
Analisis Tingkat Pelayanan Jalur Khusus Sepeda Pada Kawasan Pandanaran-Simpang Lima Terhadap Pariwisata Kota Semarang Fadhlian Aditya; Juanita
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): Seminar Nasional Teknik (SENATEK)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v9i1.2159

Abstract

Jalur khusus sepeda merupakan salah satu fasilitas transportasi ramah lingkungan yang mendukung mobilitas berkelanjutan di kawasan perkotaan dan berpotensi meningkatkan daya tarik pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan jalur khusus sepeda pada kawasan Pandanaran–Simpang Lima Kota Semarang serta menilai pengaruhnya terhadap pengembangan pariwisata kota. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan Bicycle Level of Service (BLOS). Parameter yang dianalisis meliputi lebar jalur sepeda, kondisi permukaan perkerasan (PC), faktor volume lalu lintas (Fv), faktor kecepatan kendaraan (Fs), dan faktor potongan melintang (Fw). Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, dokumentasi, serta data sekunder dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata BLOS pada ruas Jalan Pandanaran–Simpang Lima sebesar 3,39, yang termasuk dalam kategori C. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat pelayanan jalur sepeda tergolong kurang efektif dan kurang aman untuk pesepeda, baik pada hari kerja maupun akhir pekan. Kondisi tersebut disebabkan oleh tingginya volume kendaraan bermotor, minimnya pembatas fisik antara jalur sepeda dan kendaraan umum, serta kurangnya fasilitas pendukung seperti penerangan, rambu, dan area istirahat. Meskipun demikian, keberadaan jalur sepeda tetap memiliki potensi besar untuk mendukung aktivitas wisata perkotaan apabila dilakukan perbaikan infrastruktur dan manajemen lalu lintas secara menyeluruh. Dengan demikian, peningkatan kualitas jalur sepeda di kawasan Pandanaran–Simpang Lima perlu menjadi perhatian utama pemerintah daerah sebagai bagian dari strategi pengembangan transportasi berkelanjutan dan promosi pariwisata ramah lingkungan di Kota Semarang.
Evaluasi Kelayakan Kapasitas Drainase Pada Jalan Perumahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas Raditya Rahadian Anggara; Iskahar
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): Seminar Nasional Teknik (SENATEK)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v9i1.2160

Abstract

Drainage on Arcawinangun Housing Road, East Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency often experiences flooding caused by sedimentation. This study aims to determine the drainage capacity on Arcawinangun Housing Road, East Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency, whether it is still capable of accommodating and draining the total flow of rainwater runoff and household waste. The results of the study and calculations show that the total flow (Qtotal) ranges from 0.00361 m³/sec to 0.01086 m³/sec and the existing drainage channel flow after sedimentation (Qsed) ranges from 0.065 m³/sec to 2.488 m³/sec. The conclusion of this study is that the discharge of existing drainage channels after sedimentation is greater than the total flow discharge (Qsed > Qtotal), meaning that each existing drainage channel after sedimentation is still capable of accommodating and draining the total flow discharge of both rainwater runoff and household waste. .
Analisis Prediksi Kinerja Bundaran Bancar Purbalingga 5 Tahun Mendatang Rizal Afian Nurhidayat; Cremona Ayu Novita Sari; M. Agus Salim Al Fathoni
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): Seminar Nasional Teknik (SENATEK)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v9i1.2161

Abstract

The growth in population and vehicle numbers in Purbalingga Regency has a direct impact on increasing traffic volume, particularly at unsignalized intersections such as the Bancar Roundabout. This study aims to analyze the current performance and predict the performance of the Bancar Roundabout over the next five years using the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI) 2023 method. The parameters analyzed include capacity, degree of saturation, delay, and queue probability. Primary data were obtained through traffic surveys conducted over two days, representing weekdays and weekends, while secondary data were collected from relevant agencies. The analysis results indicate that under current conditions, the Bancar Roundabout has the highest degree of saturation of 0.263, an average traffic delay of 5 seconds/PCU, and a maximum queue probability of 5%, which is classified as Level of Service B. The five-year projection shows an increase in traffic volume; however, the roundabouts performance remains stable with the highest degree of saturation at 0.325, an average delay of 6 seconds/PCU, and a maximum queue probability of 7%. This suggests that the roundabout can still function efficiently without the need for geometric modifications in the near future. Regular evaluations are recommended as a precautionary measure against future traffic condition changes.
Analisis Kinerja Fasilitas Trotoar Bagi Pejalan Kaki Di Kota Banjarnegara Anindya Lukita; Sulfah Anjarwati
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): Seminar Nasional Teknik (SENATEK)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v9i1.2162

Abstract

This study aims to analyze the performance of pedestrian facilities along Let. Jend. Suprapto Street in Banjarnegara City using the Level of Service (LOS) method, which emphasizes pedestrian volume, flow rate, speed, density, and available walking space to ensure comfort and safety. A descriptive quantitative method was employed to identify the types of sidewalk facilities and evaluate their performance. The findings revealed physical damage in the northern and southern segments of the sidewalk, including broken tiles and landslides caused by fallen trees. These damages compromise pedestrian comfort and safety. The overall condition of the sidewalk is still inadequate, particularly in terms of supporting infrastructure such as speed control devices, guardrails, seating areas, bicycle parking, surveillance cameras, emergency boxes, and signage. Existing facilitiesincluding traffic signs, road markings, street lighting, shelters, green lanes, and bus stops (particularly in the southern segment) require maintenance and repair. Based on performance analysis, the Level of Service (LOS) for pedestrian speed, average speed, density, and effective walking space was categorized as "LOS A." However, pedestrian flow rate in southern segment 1 and segment 2 was categorized as "LOS B," with values of 16.99 ped/m/min and 17.15 ped/m/min, respectively. Although pedestrian flow remains smooth, existing damage and insufficient supporting facilities may degrade service levels in the future. Therefore, repair and enhancement of sidewalk infrastructure are urgently needed to maintain optimal pedestrian facility performance
Studi Eksperimental Daya Dukung Pondasi Rakit Bambu dan Tiang Pancang Kayu Galam Pada Tanah Gambut Samarinda Kalimantan Timur Yoyok Kristiyono
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): Seminar Nasional Teknik (SENATEK)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v9i1.2163

Abstract

Tanah gambut memiliki permasalahan karakteristik kompresibilitas tinggi dan daya dukung rendah sehingga menjadikannya tantangan signifikan dalam konstruksi bangunan. Kayu galam (Melaleuca leucadendra) dan bambu (Bambusa Vulgaris) yang banyak tumbuh di Indonesia, khususnya Kalimantan, telah lama digunakan sebagai material tiang pancang dan rakit pada tanah gambut karena ketahanannya terhadap kondisi basah dan serangan rayap, sehingga dapat diharapkan dapat menjadi solusi sebagai material untuk menahan daya dukung tanah pada area gambut. Karakteristik dan kekuatan kayu galam, bamboo diuji di laboratorium untuk selanjutnya hasilnya akan digunakan sebagai data pendukung dalam penelitian ini. Pondasi pile raft adalah sistem pondasi kombinasi yang menggabungkan pondasi rakit (raft foundation) dengan tiang pancang (pile). Dengan metode PDR (Pile-Raft Coefficient) adalah metode analisis yang digunakan dalam teknik fondasi untuk mengevaluasi dan mendesain fondasi tiang-rakit (pile-raft foundation). Metode ini secara khusus menganalisis interaksi antara rakit (raft), tiang (pile), dan tanah di bawahnya. Sehingga dapat dihasilkan dari metode PDR adalah distribusi beban antara tiang dan rakit sebagai satu kesatuan sistem fondasi yang mampu mendukung beban yang ada diatasnya.