cover
Contact Name
Elindra Ambar Pambudi
Contact Email
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
proceedingsphysical.ump@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences
ISSN : -     EISSN : 28087046     DOI : https://doi.org/10.30595/pspfs.v2i.164
Core Subject : Engineering,
The Proceedings Series on Physical & Formal Sciences aims to publish proceedings from conferences on the scope: 1. Chemistry 2. Computer Science & Artificial Intelligence 3. Engineering & Energy 4. Materials Science 5. Physics & Astronomy 6. Agricultural & Biological Sciences
Articles 282 Documents
Analisis Kelayakan Usaha Pembenihan Ikan Nila (Orecrhromis niloticus) dan Ikan Gurami (Ospronemus gourami) di Desa Kutasari Kabupaten Purbalingga Dharma Atmaja; Tresia Dwi Nesmita; Muhammad Azharul Rijal
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.505

Abstract

Budidaya ikan merupakan bagian dari penyuplai utama ketersediaan ikan bagi masyarakat selain dari hasil tangkapan alam. Budidaya ikan meliputi dari pembenihan, pembesaran dan panen. Pembenihan adalah proses dimana penyediaan benih ikan, pembesaran merupakan Proses pemeliharaan benih ikan sampai ukuran siap konsumsi. Dalam usaha pembesaran ikan, petani harus memilih jenis ikan yang menguntungkan untuk dibesarkan berdasarkan parameter penunjangnnya. Kajian Ilmiah bertujuan untuk: 1. Mengetahui proses pembenihan ikan gurameh dan ikan nila pada balai benih ikan air tawar Kutasari, Purbalingga; 2. Mengetahui kelayakan usaha dari pembeniha ikan nila dan pembenihan ikan gurami, dan 3. Mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam proses pembenihan ikan. Manfaatnya Memberikan wawasan dalam proses pembenihan ikan air tawar ikan air tawar desa kutasari kabupaten purbalingga. Metode kajian ilmiah ini menggunakan metode partisipasi aktif dan Observasi. Partisipasi aktif adalah semua kegiatan yang ada disana dan melakukan observasi pengamatan yang ada di balai ikan air tawar kutasari. Hasil yang diperoleh pada kajian ini adalah proses pembenihan ikan gurameh terdiri dari tahap pembenihan, pemijahan, dan pengambilan telur yang kemudian dijual pada petani pendeder ikan.Kelayakan usaha pada pembenihan ikan nila dan gurameh dapat dikatakan layak diusahakan dari analisis kelayakan usaha, nilai RC ratio ikan nila adalah 1,04 (=1),ikan gurameh dengan nilai 1,5 (>1). Permasalahan pada pembenihan ikan nila dan ikan gurameh adalah Faktor cuaca, hama dan penyakit.
Strategi Pemberdayaan Petani Disabilitas di Era Disrupsi Didik Widiyantono; Hanifatus Sa’diyah Widihasaniputri
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.506

Abstract

Pemberdayaan merupakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang rentan terhadap masalah kemiskinan. Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan terhadap masalah kemiskinan. Oleh karena itu kelompok masyarakat penyandang disabilitas tersebut perlu diberdayakan, dengan tujuan agar lebih berdaya, memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang lebih baik secara fisik, ekonomi, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik masyarakat difabel di kelurahan Argosari Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul; dan (2) merumuskan strategi pemberdayaan disabilitas di era disrupsi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi yang didukung studi kepustakaan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa warga penyandang disabilitas berjumlah 145 orang dengan karakteristik yang beragam. Kondisi lingkungan pedesaan menyebabkan penyandang disabilitas tersebut memiliki ketertarikan untuk melakukan beberapa usaha agribisnis. Meskipun termasuk kelompok masyarakat rentan kemiskinan namun ditemukan beberapa penyandang disabilitas memiliki sarana komunikasi berupa handphone. Kepemilikan sarana komunikasi berupa handphone dapat dimanfaatkan dalam platform utama pemasaran digital melalui Facebook, Instagram, marketplace, whatsapp dan website. Dengan adanya platform digital tersebut, produk usaha petani disabilitas dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan pasar global dengan tenaga dan biaya yang efisien.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Gula Aren di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Dwi Andaryogi; Shofia Nur Awami; Hilmi Arija Fachhriyan; Endah Subekti
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.507

Abstract

Desa Pledokan merupakan salah satu desa di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang yang mempunyai prospek dalam pengembangan usaha pengolahan gula aren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan usaha pengolahan gula aren dalam satu minggu periode produksi serta nilai BEP dan kelayakan usaha berdasarkan nilai R/C. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif serta metode penentuan lokasi menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp.119.811,-, rata-rata total penerimaan sebesar Rp.567.857,- serta rata-rata pendapatan sebesar Rp.448.046,- per satu minggu periode produksi. BEP unit usaha gula aren sebesar 5,99 kg serta BEP harga sebesar Rp.4.220,-. Nilai R/C pada usaha pengolahan gula aren dalam satu minggu produksi sebesar 4,7.
Pengaruh Pemberian Pupuk Vermikompos dan Pupuk N, P, K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Eka Wihartati; Agus Mulyadi Purnawanto; Arif Prashadi Santosa
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.508

Abstract

Salah satu faktor penting dalam budidaya bawang merah adalah pemupukan. Petani cenderung menggunakan pupuk anorganik untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Solusi mengatasi pemakaian pupuk anorganik yang berlebihan yaitu dengan vermikompos. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh vermikompos dan pengurangan dosis pupuk N,P,K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Rancangan penelitiannya yaitu Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 2 faktor, yaitu vermikompos; V0 (vermikompos 0 ton/ha); V1 (vermikompos 20 ton/ha); V2 (vermikompos 40 ton/ha) dan pupuk N,P,K; P1 (pupuk N,P,K 100%); P2 (pupuk N,P,K 75%); P3 (pupuk N,P,K 50%). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari 5 sampel tanaman pada masing-masing perlakuan diaplikasikan dengan kombinasi vermikompos dan pupuk N,P,K. Variabel total panjang daun dan jumlah daun diamati pada 10-50 hst dengan interval waktu 10 hari. Pada akhir pengamatan (60 hst) dilakukan pengukuran total panjang akar, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi vermikompos dan pupuk N,P,K mampu mengurangi penggunaan pupuk N,P,K. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi vermikompos dan pupuk N,P,K dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Interaksi vermikompos 20 ton/ha dan dosis pupuk N,P,K 50% berpengaruh paling baik terhadap jumlah daun (26.23 helai), panjang daun (632.13 cm), bobot umbi segar (70.97 gram), bobot umbi kering (11.92 gram) dan bobot tanaman segar (96.52 gram).
Pengaruh Persepsi Masyarakat Perkotaan Terhadap Ketahanan Pangan Pada Desa Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara Eko Abadi Novrimansyah; Rosy Febriani Daud
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.509

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat pada realisasinya pemenuhan kebutuhan pangan seutuhnya diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah memiliki peran lebih kepada regulator sehingga tidak terjadi monopoli yang dilakukan pemerintah. Rawan pangan adalah situasi yang prihatin dan berbahaya. Kondisi itu ditandai dengan minimnya ketersediaan kalori untuk konsumsi per kapita. Begitu pentingnya, kondisi rawan pangan menjadikan kasus kekurangan pangan pada desa tertinggal di provinsi dalam suatu negara maju. Peran Pemerintah Daerah dalam pengembangan ekonomi sektor produksi dan distribusi pangan pada Desa Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara berdasarkan kebijakan pengembangan ekonomi mengacu pada peningkatan sistem produksi dan distribusi pangan, penentuan sikap masyarakat dalam rangka menjaga ketahan pangan. Penelitian ini membahas tentang persepsi masyarakat terhadap ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh persepsi masyarakat perkotaan terhadap ketahanan pangan pada Desa Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Untuk memperoleh data digunakan metode observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan skala likert. Implikasi dari penelitian ini diharapkan peningkatan ekonomi didaerah khususnya peningkatan kualitas pada sektor produksi dan distribusi pangan, pemerintah daerah lebih berkontribusi dan memperhatikan keunggulan komoditi pangan didaerah, sehingga ketahanan pangan merupakan salah satu indikator yang harus dimiliki oleh daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan didaerah.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Rentan Pasca Kondisi New Normal Pada Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Hutan Gambut di Desa Sungai Jaga A Erlinda Yurisinthae; Dedi Kurniadi; A. Hamid A. Yusra
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.510

Abstract

Di Indonesia, dampak yang diakibatkan oleh Covid-19 jauh lebih kompleks dibanding krisis ekonomi 1997-1998 dan 2008-2009. Akibat diterapkannya PSBB, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan kesusahan dalam mencari lapangan pekerjaan sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Upaya mengatasi pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia, selain melakukan upaya dari sisi kesehatan, juga melaksanakan upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang ditujukan kepada kelompok masyarakat yang paling terdampak yaitu masyarakat miskin dan rentan miskin. Upaya yang dilakukan pemerintan antara lain Digitalisasi Ekonomi Desa yang diinisiasi oleh Kemendes PDTT. Lokasi kegiatan di Desa Sungai Jaga A, yang merupakan satu dari 183 kabupaten tertinggal di Kabupaten Bengkayang. Sebagian besar penduduk memiliki sumber pendapatan sebagai petani. Produk pertanian bersifat mudah rusak dan lebih cepat mengalami penurunan mutu, sehingga harga jual di pasaran cenderung menjadi rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian, termasuk di dalamnya adalah teknologi penngemasan, pelabelan dan pemasaran digital. Pelaksanaan kegiatan ini mengikuti beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap diseminasi, tahap evaluasi dan monitoring, serta tahap pelaksanaan penelitian mempergunakan kuesioner dan dianalisis mempergunakan pendekatan kualitatif. Terdapat tiga teknologi yang didesiminasikan, yaitu: pengemasan, pelabelan dan pemasaran digital. Pemilihan materi mempertimbangkan dinamisasi dan perkembangan masyarakat yang sudah menjadikan dunia tanpa batas dengan mempergunakan internet. Hasil dari kegiatan menunjukan bahwa semua peserta kegiatan memiliki HP. Namun yang memiliki HP android sekitar 85%. Banyaknya pengguna HP android ini adalah dampak dari pembelajaran daring dari anak-anak peserta. Seratus persen HP dipergunakan untuk berkomunikasi, namun penggunaan HP untuk mencari berita/informasi baik di bidang pertanian maupun non pertanian masih dikisaran 75%. Lebih lanjut, masyarakat melihat internet berpotensi untuk membantu petani dan pemasaran produk yang dihasilkan. Namun belum meratanya tangkapan sinyal dan menambah pengeluaran menjadi pertimbangan petani untuk belum menggunakan internet. Untuk memanfaatkan peluang pemanfaatan internet maka masyarakat disarankan membentuk kelompok usaha pemasaran. Kelompok usaha pemasaran ini dapat menjamin kuantitas dan keberlanjutan produksi. Upaya perbaikan kualitas, dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama bersama Dinas Koperasi di Kabupaten Bengkayang.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Semangka (Citrullus lanatus) di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan Erma Dwi Amelia; Joko Sutrisno; Dewi Hastuti; Sri Wahyuningsih
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.511

Abstract

Semangka merupakan komoditi tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara intensif oleh petani semangka di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan usahatani semangka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis. Penentuan sampel daerah menggunakan metode purposive sampling. Penentuan responden menggunakan metode sensus sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan kajian pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya Rp 2.703.203/MT dengan rata-rata penerimaan Rp 5.320.000/MT dan rata-rata pendapatan Rp 2.616.172/MT. Sedangkan rata-rata total biaya Rp.13.516.015/Ha dengan rata-rata penerimaan Rp 26.600.000/Ha dan rata-rata pendapatan Rp 13.083.985/Ha. Faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan usahatani semangka adalah luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK, dan pestisida. Uji F menunjukkan bahwa luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK dan pestisida berpengaruh secara simultan. Uji t menunjukkan bahwa secara parsial variabel yang berpengaruh secara nyata yaitu luas lahan dengan nilai signifikan 0,001, pupuk NPK dengan nilai signifikan 0,001, dan pestisida dengan nilai signifikan 0,077. Sedangkan untuk variabel yang berpengaruh secara tidak nyata yaitu benih dengan nilai signifikan 0,215, dan pupuk urea dengan nilai signifikan 0,268. Berdasarkan analisis data koefisien determinasi (R2) adalah 0,918 artinya 91,8% naik turunnya pendapatan usahatani semangka dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang ada di penelitian ini dan sisanya sebesar 8,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Peluang Pengembangan Teknologi Pengeringan Bawang Putih dan Enkapsulasi Bawang Putih Lokal Deliana Putri Agriawati; Nurmalia Nurmalia
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.513

Abstract

Bawang putih (Allium sativum) memiliki kandungan bioaktif yang tinggi dan beragam. Organosulfur merupakan komponen bioaktif utama pada bawang putih yang menjadi penentu rasa, aroma serta memberikan efek farmakologis, sehingga bawang putih memiliki manfaat fungsional. Bawang putih telah dimanfaatkan sejak lama sebagai bumbu masak. Teknologi pengolahan bawang putih telah banyak dikembangkan untuk menghasilkan sediaan bawang putih dalam beragam jenis olahan, salah satunya adalah bubuk bawang putih. Namun demikian, teknologi pengolahan yang tidak tepat dapat menghilangkan kandungan komponen bioaktif. Berbagai metode pengeringan (beku, vakum dan microwave) diterapkan untuk mendapatkan produk bawang putih, yang dapat mempertahankan kandungan bioaktif yang ada. Bawang putih lokal Indonesia memiliki kandungan organosulfur khususnya senyawa allisin yang tinggi sehingga menghasilkan aroma yang kuat. Ulasan ini bertujuan untuk memberikan informasi peluang pengembangan produk bawang putih dengan menggunakan teknologi pengeringan dan enkapsulasi. Informasi ulasan diharapkan dapat memberikan manfaat untuk perancangan rekayasa proses pengeringan maupun enkapsulasi bawang putih lokal yang disesuaikan dengan karakteristik fisik dan kimia ekstrak bawang putih lokal.
Pengaruh Pemberian Larutan Daun Pepaya Pada Lele yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila Ditinjau dari Histopatologi Insang, Kulit, dan Otot Dewi Susylowati; Sri Andayani; Maheno Sri Widodo
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.514

Abstract

Histopatologi dapat memberikan gambaran perubahan atau kelainan pada level jaringan. Parameter utama pada penelitian ini adalah histopatologi insang, kulit, dan otot. Penelitian menggunakan dua kontrol yaitu kontrol normal (tanpa infeksi dan tanpa perlakuan daun pepaya) dan kontrol infeksi (tanpa paparan larutan daun pepaya). Lima perlakuan yang digunakan yaitu pengobatan dengan paparan larutan daun pepaya dengan dosis 10, 15, 20, 25 dan 30 mg/mL. Hasil penelitian menunjukkan insang dan kulit ikan normal tidak mengalami hiperplasia. Otot ikan normal terlihat kompak dan rapat antara sel yang satu dengan yang lainnya. Insang dan kulit ikan yang terinfeksi mengalami kerusakan jaringan. Kerusakan jaringan juga terjadi pada perlakuan pengobatan paparan larutan daun pepaya berupa hiperplasia dengan tingkat radang, degenarasi, dan nekrosis yang berbeda-beda. Hasil skoring ikan terinfeksi tanpa pengobatan memiliki memiliki nilai yang hampir sama dengan perlakuan pengobatan pada paparan larutan daun pepaya dosis 25 dan 30 mg/mL. Hal ini diakrenakan larutan dnegan konsentrasi tinggi memberikan efek toksik. Sebaliknya, dosis 10 mg/mL kurang efektif untuk pengobatan karena bersifat bakteriostatik yaitu hanya menahan pergerakan bukan membunuh bakteri. Dosis yang tepat untuk membunuh bakteri dan tidak bersifat toksik adalah pengobatan dengan paparan larutan daun pepaya dosis 15 dan 20 mg/mL. Hal tersebut didukung oleh kelulushidupan ikan lele.
Strategi Pemasaran Benih Tanaman yang Dikemas Ulang di RBL Nusantara Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba'alawy Kota Semarang Eva Sulistyaningsih; Sri Marwanti; Rossi Prabowo; Lutfi Aris Sasongko
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.515

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal serta mengetahui strategi pemasaran benih tanaman yang dikemas ulang di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan lokasi penelitiannya dilaksanakan di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kota Semarang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Matriks IFAS, EFAS, IE, dan SWOT. Hasil penelitian pada faktor internal menunjukkan bahwa dari 9 faktor yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan menghasilkan total skor sebesar 2,95 artinya RBL Nusantara dapat dapat mengatasi kelemahan menggunakan kekuatan yang dimiliki. Faktor eksternal menunjukkan bahwa dari 8 faktor baik peluang dan ancaman menghasilkan skor total sebesar 2,72 artinya RBL Nusantara dapat memanfaatkan peluang yang ada dan menghindari pengaruh negative dari ancaman. Matrik IE unit usaha RBL Nusantara berada didaerah V yang merupakan daerah pertahankan dan pelihara. Strategi pertahankan dan pelihara bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan stabilitas RBL Nusantara, baik dalam penjualan, keuntungan, manajemen, SDM. Hal ini dapat dicapai dengan strategi penetrasi pasar melalui pasar online maupun offline, promosi, dan pengembangan produk dengan meningkatkan inovasi varian tanaman yang dijual maupun design kemasan yang menarik.