cover
Contact Name
Moh. Faizur Rohman
Contact Email
faza_veiro@uinsa.ac.id
Phone
+6285749376509
Journal Mail Official
faza_veiro@uinsa.ac.id
Editorial Address
Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. Ahmad Yani 117 Surabaya, Jawa Timur 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam
ISSN : 20884869     EISSN : 25974351     DOI : https://doi.org/10.15642/maliyah.2021.11.2
Kajian-kajian Hukum Ekonomi dan Bisnis Islam, baik berupa artikel konsepsional ataupun hasil penelitian.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 175 Documents
THE IMPLEMENTATION OF THE BRUNEI DARUSSALAM ASNAF ZAKAT EMPOWERMENT (PROPAZ) PROGRAMME: ANALYSIS OF THE 2017-2022 STUDY: IMPLEMENTATION OF THE BRUNEI DARUSSALAM ASNAF ZAKAT EMPOWERMENT (PROPAZ) PROGRAMME: ANALYSIS OF THE 2017-2022 STUDY Muhammad Hassanali Bin Mahdzidi; Azme Matali
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 16 No. 1 (2026): Juni 2026 (In Press)
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Productive Zakat, through the Asnaf Zakat Empowerment Programme (PROPAZ) in Brunei Darussalam, is an initiative to empower the economy of the asnaf (zakat recipients) by providing capital, skills training and entrepreneurial guidance. This program aims to reduce the dependence of asnaf on traditional zakat assistance which is consumptive in line with Maqasid Syariah which emphasizes preservation (hifz al-mal) and well-being (hifz al-nafs). Persistent poverty among asnaf who receive zakat assistance, lack of facing various challenges including long-term monitoring, as well as challenges in the implementation of PROPAZ such as lack of business management skills and adequate entrepreneurship education. The objective of this study is to evaluate the implementation of PROPAZ and its alignment according to the principles of Maqasid Syariah in empowering the asnaf economy from 2017 to 2022. To analyse the implementation and effectiveness of the programme and to study the long-term impact of PROPAZ on the economic survival of asnaf. The study methodology uses qualitative research methods through the analysis of official documents (MUIB JUZWAB annual report) and studies in academic form. Data were analyzed thematically to assess the effectiveness of the program, its challenges and its suitability with Maqasid Shariah. The results of the study provide guidance to improve the PROPAZ monitoring system, strengthen entrepreneurship training and expand cooperation with the private sector. This study also contributes to the academic literature on productive zakat and serves as a reference for policymakers in formulating economic empowerment programmes that are in line with Islamic values. Keywords: Productive Zakat, Maqasid Shariah, Asnaf Zakat Empowerment Program (PROPAZ)zaka
HARMONISASI PRINSIP HUKUM EKONOMI SYARIAH DAN KONTRAK DIGITAL UMKM KULINER DI ERA DIGITAL Fikritullah, Al; Putra, Aldi Febriansa; Mufadhol, Allam Tri; Jaenudin, Jaenudin; Hidayat, Agi Attaubah
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 16 No. 1 (2026): Juni 2026 (In Press)
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harmonisasi antara prinsip hukum ekonomi syariah dan penerapan kontrak digital pada UMKM kuliner di era digital. Perkembangan ekonomi digital menimbulkan tantangan terhadap keabsahan akad elektronik yang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip fiqh muamalah, seperti kejelasan objek akad, larangan gharar, dan keseimbangan para pihak. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan empiris dengan studi kasus pada pelaku UMKM kuliner berbasis digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketimpangan hukum antara pelaku UMKM dan penyedia platform digital akibat kontrak yang bersifat sepihak (standard contract) serta belum terpenuhinya unsur ijab-qabul secara syariah. Model harmonisasi yang ditawarkan adalah penerapan akad digital syariah hybrid yang mengintegrasikan prinsip wakalah bil ujrah, salam, dan istishna’ dalam sistem kontrak elektronik. Harmonisasi ini diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum, keadilan, dan kehalalan transaksi digital, sekaligus meningkatkan literasi hukum syariah bagi pelaku UMKM kuliner sebagai fondasi menuju ekonomi digital yang berkeadilan dan berkeberkahan.
COMPARATIVE ANALYSIS OF IMBT AND AITAB HIRE-PURCHASE ISLAMIC FINANCING IN THE FRAMEWORK OF MAQASID AL-SHARIAH Mubarok, Wafiq; Rifqun Nisa; Chetrine Alya Rinaima
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 16 No. 1 (2026): Juni 2026 (In Press)
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the comparative framework of Ijarah Muntahiyah bi al-Tamlik (IMBT) as practised in Indonesia and Al-Ijarah Thumma al-Bayʿ (AITAB) as implemented in Malaysia, focusing on their doctrinal foundations, methodological reasoning, and realisation of Maqāṣid al-Sharīʿah. Using a doctrinal–comparative approach supported by textual analysis of fatwas and institutional regulations, the research identifies that the divergence between DSN-MUI’s IMBT and SAC-BNM’s AITAB reflects two complementary orientations of Islamic jurisprudence. DSN-MUI emphasises a normative–formalist logic, grounded in sadd al-dharāʾiʿ to preserve contract integrity and prevent taʿalluq, while SAC-BNM adopts a functional–pragmatic stance based on istiṣlāḥ and taḥqīq al-manāṭ to promote market efficiency and regulatory certainty. Despite structural differences, both models fulfil the higher objectives of Shariah—ḥifẓ al-māl, ʿadl, amānah, and maṣlaḥah ʿāmmah. The findings suggest that such diversity strengthens cross-border Islamic finance integration through mutual recognition of core Shariah principles and flexible adaptation in operational practices. This complementary plurality confirms that Islamic law remains capable of guiding complex financial innovations while maintaining ethical and legal coherence.
KEWAJIBAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI INSTRUMEN TANGGUNG JAWAB LINGKUNGAN PERUSAHAAN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA Annisa, Fitriana Nur
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 16 No. 1 (2026): Juni 2026 (In Press)
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas korporasi di Indonesia memicu peningkatan kerusakan lingkungan, namun implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan masih bersifat prosedural dan mengalami disonansi normatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis regulasi CSR dalam hukum perusahaan Indonesia, mengevaluasi efektivitasnya terhadap perlindungan lingkungan, serta merumuskan model penguatan hukum yang ideal. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan, penelitian ini mengkaji bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan adanya celah hukum (legal gap) akibat regulasi CSR yang terfragmentasi dari sistem hukum lingkungan. Meskipun tingkat kepatuhan formal CSR bidang lingkungan meningkat dari 38% (2019) menjadi 67% (2024), angka sengketa lingkungan justru terus melonjak. Komparasi dengan Inggris (Companies Act 2006) dan India (Companies Act 2013) menunjukkan bahwa model mandatory CSR dengan akuntabilitas terstruktur jauh lebih efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan regulasi memerlukan restrukturisasi normatif melalui integrasi sistemik antara hukum perusahaan, hukum lingkungan, dan hukum penanaman modal. Rekomendasi utama yang ditawarkan adalah pembentukan mekanisme pengawasan independen, standar pelaporan lingkungan yang terukur (measurable), serta penerapan sanksi yang proporsional demi mewujudkan perlindungan lingkungan yang substantif. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Tanggung Jawab Lingkungan, Hukum Perusahaan.
MEKANISME KEPAILITAN KOPERASI MERAH PUTIH DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA Ridlwan, M Pasca Zakky Muhajir
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 16 No. 1 (2026): Juni 2026 (In Press)
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to analyze the legal status of the Red and White Cooperative as a legal entity, examine the applicable bankruptcy mechanism under Indonesian positive law, and formulate a regulatory reconstruction to strengthen legal certainty. This research employs normative legal research using statutory and conceptual approaches by analyzing primary and secondary legal materials through legal interpretation and legal argumentation. The findings indicate that the bankruptcy mechanism of the Red and White Cooperative remains governed by Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations, while the regulations governing its establishment do not specifically regulate bankruptcy procedures. This regulatory gap creates legal uncertainty regarding strategic cooperative assets, members' legal position, and the settlement of bankruptcy. The study proposes a regulatory reconstruction that maintains Law Number 37 of 2004 as the principal legal framework while introducing specific provisions that accommodate the characteristics of the Red and White Cooperative as a national strategic program. This reconstruction is expected to strengthen legal certainty and provide balanced legal protection for all parties. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum Koperasi Merah Putih sebagai badan hukum, mengkaji mekanisme kepailitan berdasarkan hukum positif Indonesia, serta merumuskan rekonstruksi pengaturan yang mampu memperkuat kepastian hukum. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui analisis terhadap bahan hukum primer dan sekunder menggunakan penafsiran dan argumentasi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme kepailitan Koperasi Merah Putih masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004, sedangkan regulasi mengenai pembentukan dan penyelenggaraannya belum mengatur mekanisme kepailitan secara khusus. Kondisi tersebut menimbulkan kekosongan norma yang berdampak pada kepastian hukum dalam penyelesaian kepailitan. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi pengaturan yang tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 dengan mengakomodasi karakteristik Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program strategis nasional. Rekonstruksi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum dan memberikan perlindungan yang seimbang bagi para pihak.