cover
Contact Name
Moh. Faizur Rohman
Contact Email
faza_veiro@uinsa.ac.id
Phone
+6285749376509
Journal Mail Official
faza_veiro@uinsa.ac.id
Editorial Address
Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya, Jl. Ahmad Yani 117 Surabaya, Jawa Timur 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam
ISSN : 20884869     EISSN : 25974351     DOI : https://doi.org/10.15642/maliyah.2021.11.2
Kajian-kajian Hukum Ekonomi dan Bisnis Islam, baik berupa artikel konsepsional ataupun hasil penelitian.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 168 Documents
Kontroversi Zakat Profesi dalam Islam: Studi Komparatif antara Pendapat Ulama dan Implementasinya di Indonesia Saprida, Saprida; Meriyati, Meriyati; Nofiansyah, Doly; Sari, Winti
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.1.37-56

Abstract

Abstract: This research aims to understand the legal basis of professional zakat in Islam and to ascertain the opinions of scholars regarding professional zakat and its implementation in Indonesia. This study employs a qualitative research method by examining data based on literature from journals and books about professional zakat. The results of this research indicate that there are two controversial opinions regarding professional zakat: one opinion mandates professional zakat based on several verses of the Qur'an that contain the general obligation of zakat, where professional zakat is considered part of zakat, and some scholars hold that professional zakat is obligatory because it falls under the category of property zakat. However, other scholars argue that professional zakat does not have a strong basis in Islam, and those who oppose the obligation of professional zakat reason that zakat is only required on wealth that has reached nisab and has passed one year. Keywords: Controversy, Professional Zakat, Nishab, Haul, Islamic Law. Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar hukum zakat profesi dalam Islam dan untuk mengetahui pendapat ulama tentang zakat profesi dan implementasinya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualaitatif dengan mengkaji data berdasarkan kepustakaan dari jurnal dan buku-buku tentang zakat profesi. Adapun hasil penelitian dalam penelitian ini bahwa terdapat dua pendapat kontroversi terkait zakat profesi, pendapat yang mewajibkan zakat profesi mendasarkan pandangannya pada beberapa ayat Al-Qur’an yang mengandung kewajiban zakat secara umum di mana zakat profesi merupakan bagian dari zakat, sebagian ulama berpendapat bahwa zakat profesi wajib dikeluarkan karena termasuk dakam kategori zakat harta. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa zakat profesi tidak memiliki dasar yang kuat dalam Islam, pendapat yang menolak kewajiban zakat profesi beralasan bahwa zakat hanya diwajibkan pada harta yang telah mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun. Kata Kunci: Kontroversi, Zakat Profesi, Nisab, Haul, Hukum Islam.  
The Normative Framework of Family Finance in Islam: Between Religious Doctrine and Contemporary Social-Economic Discourse Nizami, Auliya Ghazna
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.1.26-48

Abstract

Abstract: This article explores the normative foundations of family finance in Islam by examining key doctrines within classical and contemporary fiqh literature. The study focuses on fundamental aspects such as financial responsibilities (nafaqah), wealth management, and intra-household economic roles. It adopts a doctrinal approach to analyze legal texts from major Islamic legal schools (madhāhib), while engaging critically with selected modern social and economic theories to enrich the normative discussion. By juxtaposing Islamic jurisprudential insights with contemporary discourses on household economics, gender roles, and financial planning, the article seeks to offer a balanced and context-aware understanding of Islamic family economy. This synthesis aims to highlight both the enduring relevance and adaptive potential of Islamic legal principles in addressing the economic realities faced by Muslim families today. Keywords: Family Finance; Fiqh; Contemporary Social-Economy Discourse.   Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi fondasi normatif keuangan keluarga dalam Islam dengan memeriksa doktrin kunci dalam literatur fiqh klasik dan kontemporer. Studi ini berfokus pada aspek mendasar seperti nafkah wajib (nafaqah), manajemen kekayaan, dan peran ekonomi intra-rumah tangga. Ini mengadopsi pendekatan doktrin untuk menganalisis teks-teks hukum dari aliran hukum Islam utama (madhāhib), sambil terlibat secara kritis dengan teori-teori sosial dan ekonomi modern yang dipilih untuk memperkaya diskusi normatif. Dengan menyandingkan wawasan yurisprudensi Islam dengan wacana kontemporer tentang ekonomi rumah tangga, peran gender, dan perencanaan keuangan, artikel ini berusaha menawarkan pemahaman yang seimbang dan sadar konteks tentang ekonomi keluarga Islam. Sintesis ini bertujuan untuk menyoroti relevansi abadi dan potensi adaptif prinsip-prinsip hukum Islam dalam mengatasi realitas ekonomi yang dihadapi oleh keluarga Muslim saat ini. Kata kunci: Keuangan Keluarga; Fiqh; Wacana Sosial-Ekonomi Kontemporer.
Kinerja Pembiayaan Murâbaḥah di KSPPS BMT NU Sidayu Tahun 2020-2023 Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah: Antara Risiko dan Profitabilitas Zaytun, Martha Hermina; Saputra, M. Nasyah Agus; Hafiliyah, Diah Fithrah; Fatichuddin, Achmad
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.1.58-82

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effect of murabahah financing volume, murabahah financing risk, and profitability level on the financial performance of KSPPS BMT NU Sidayu during the period 2020–2023, both partially and simultaneously. The data used were obtained from the monthly financial reports of KSPPS BMT NU Sidayu throughout 2020 to 2023. Data analysis was carried out quantitatively using the multiple linear regression method, using the assistance of the SPSS version 26 Windows-based program. The study population included 48 monthly financial report data, with random sample selection. Data analysis shows that individually, murabahah financing volume has a significant positive impact on financial performance, as evidenced by the T-count value that exceeds the T-table value and a significance level below 0.05. Simultaneously, the variables murabahah financing volume, murabahah financing risk, and profitability show a significant relationship with financial performance as indicated by the F-count value that exceeds the F-table and the significance value that meets the criteria. Keywords: Murabahah Financing Volume, Murabahah Financing Risk, Profitability, Financial Performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh volume pembiayaan murabahah, risiko pembiayaan murabahah dan tingkat profitabilitas terhadap performa keuangan KSPPS BMT NU Sidayu selama periode 2020–2023, baik secara parsial maupun simultan. Data yang digunakan diperoleh dari laporan keuangan bulanan KSPPS BMT NU Sidayu sepanjang tahun 2020 hingga 2023. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan metode regresi linier berganda, menggunakan bantuan program SPSS versi 26 berbasis Windows. Populasi penelitian mencakup 48 data laporan keuangan bulanan, dengan pemilihan sampel dilakukan secara acak. Analisis data menunjukkan bahwa secara individu, volume pembiayaan murabahah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan, dibuktikan dengan nilai T-hitung yang melampaui nilai T-tabel. Serta tingkat signifikansi di bawah 0,05. Secara simultan, variabel volume pembiayaan murabahah, risiko pembiayaan murabahah, dan profitabilitas menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kinerja keuangan sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F-hitung yang melampaui F-tabel dan nilai signifikansi yang memenuhi kriteria. Kata Kunci: Volume Pembiayaan Murabahah, Risiko Pembiayaan Murabahah, Profitabilitas, Kinerja Keuangan.
Legitimasi Hukum Trading Saham melalui Maslahah Mursalah Munir, Akhmad Sirojudin; Kusumaningtyas, Dymas Yulia Putri
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.2.148-171

Abstract

Abstract: This article aims to analyze the legal legitimacy of stock trading within the framework of Islamic law through the approach of maṣlaḥah mursalah as a contextual and adaptive method of istinbāṭ (legal reasoning) that aligns with the dynamics of the modern economy. Employing a normative qualitative approach and library research method, this study examines classical and contemporary sources in uṣūl al-fiqh, maqāṣid al-sharī‘ah, and the fatwas issued by the National Sharia Council–Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) related to Islamic capital market practices. The findings reveal that maṣlaḥah mursalah serves as a valid legal foundation for stock trading activities, provided that such practices comply with Sharia principles, particularly in safeguarding wealth (ḥifẓ al-māl), ensuring transactional justice, and preventing harm (raf‘ al-ḥaraj). Conceptually, maṣlaḥah mursalah functions as a bridge between classical jurisprudence and the practical demands of modern financial systems, affirming the flexibility and responsiveness of Islamic law without compromising its normative essence. The study concludes that Sharia-compliant stock trading, free from riba, gharar, and maysir, contributes to genuine public welfare through financial inclusion and equitable wealth distribution. Keywords: Maslahah Mursalah, Stock Trading, Maqāṣid Al-Sharī‘Ah, Islamic Law, Islamic Capital Market Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menganalisis legitimasi hukum praktik trading saham dalam perspektif hukum Islam melalui pendekatan maṣlaḥah mursalah sebagai metode istinbāṭ hukum yang bersifat kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif dengan metode studi pustaka (library research), mengkaji berbagai sumber klasik dan kontemporer dalam bidang uṣūl al-fiqh, maqāṣid al-sharī‘ah, serta fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang relevan dengan praktik pasar modal syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maṣlaḥah mursalah dapat menjadi dasar legitimasi hukum bagi aktivitas trading saham selama praktik tersebut memenuhi prinsip-prinsip syariat, khususnya dalam aspek perlindungan harta (ḥifẓ al-māl), keadilan transaksi, dan pencegahan kemudaratan (raf‘ al-ḥaraj). Secara konseptual, maṣlaḥah mursalah berperan sebagai jembatan antara teks fikih klasik dan kebutuhan praktis sistem keuangan modern, memungkinkan hukum Islam bersifat dinamis dan responsif tanpa meninggalkan integritas normatifnya. Temuan ini juga menegaskan bahwa praktik trading saham syariah yang terbebas dari unsur riba, gharar, dan maysir dapat memberikan kemaslahatan hakiki berupa peningkatan inklusi keuangan dan distribusi kekayaan yang lebih merata. Kata Kunci: Maṣlaḥah Mursalah, Trading Saham, Maqāṣid Al-Sharī‘Ah, Hukum Islam, Pasar Modal Syariah
Harmonisasi Regulasi Perbankan Syariah dan Konvensional di Indonesia dalam Perspektif Maqāṣid sharī’ah: Evaluasi Kebijakan dan Implikasi terhadap Pengembangan Hukum Ekonomi Syariah Pratama, Herdifa; Johari, Johari; Arliyusda, Wiry; Habib, Abdul
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.2.172-191

Abstract

Abstract: This research aims to evaluate the harmonization of sharia and conventional banking regulations in Indonesia using the maqashid sharia approach, and to examine the implications for the development of Islamic economic law. In the context of the dual banking system in Indonesia, various regulatory imbalances were found between the two systems, such as the dominance of murabahah contracts that resemble conventional credit, inconsistencies in the application of sharia accounting standards, and the weak integration of DSN-MUI fatwas into formal regulations. This research employs qualitative methods with a descriptive-normative approach, using library research and juridical-comparative content analysis. The findings show that the maqāṣid al-sharī’ah approach can serve as an evaluative framework and normative solution in building a regulatory model that not only accommodates sharia needs but also responds to economic developments, for instance, the merger of Bank Syariah Indonesia (BSI) and the increasing trend of digital financial services. It is hoped that this research will be able to provide both theoretical and practical contributions to the formulation of Islamic economic law policies in Indonesia. Keywords: Harmonization of Regulations; Sharia Economic Law; Maqāṣid al-sharī’ah; Sharia Banking. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi harmonisasi regulasi perbankan syariah dan konvensional di Indonesia dengan menggunakan pendekatan maqāṣid al-sharī’ah, serta mengkaji implikasinya terhadap pengembangan hukum ekonomi Islam. Dalam konteks dual banking system di Indonesia, ditemukan berbagai ketimpangan regulasi, seperti dominasi penggunaan akad murabahah yang menyerupai kredit konvensional, ketidak konsistenan penerapan standar akuntansi syariah, serta lemahnya integrasi fatwa DSN-MUI dalam regulasi formal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-normatif, melalui studi pustaka serta analisis isi yuridis-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maqāṣid al-sharī’ah dapat menjadi kerangka evaluatif sekaligus solusi normatif dalam membangun model regulasi yang tidak hanya mengakomodasi kebutuhan syariah, tetapi juga responsif terhadap perkembangan ekonomi, seperti merger Bank Syariah Indonesia (BSI) dan meningkatnya digitalisasi layanan keuangan syariah. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam perumusan kebijakan hukum ekonomi Islam di Indonesia. Kata Kunci: Harmonisasi Regulasi; Hukum Ekonomi Syariah; Maqāṣid al-sharī’ah; Perbankan Syariah.
Legalitas dan Implementasi Wakaf Produktif Digital berbasis Agribisnis: Studi Kasus Wakaf Pisang Cavendish pada Platform Satu Wakaf Indonesia Sholicha, Imroatus; Khusnudin, Khusnudin
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.2.192-228

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the legality and implementation of digital productive waqf based on agribusiness through a case study of the Cavendish Banana Waqf Program on the Satu Wakaf Indonesia platform. The main issue examined concerns the legal validity and compliance of productive waqf practices with Islamic principles in the digital era. This research employs a qualitative case study approach supported by library research, focusing on legal sources such as Law No. 41 of 2004 on Waqf, Government Regulation No. 42 of 2006, DSN-MUI Fatwa No. 02 of 2002, and BWI Regulation No. 1 of 2020, along with secondary data from Satu Wakaf Indonesia’s digital reports. Data collection techniques include document analysis of legal frameworks, official waqf management reports, and academic literature on digital waqf. The findings reveal that digital productive waqf practices fulfill both formal legality requirements and maqashid sharia principles, such as hifz al-māl (preservation of wealth), tanmiyah al-māl (wealth productivity), and maslahah (social benefit). Moreover, the integration of digital technology enhances accountability, transparency, and public participation in waqf management. Theoretically, this study contributes to the development of Islamic economic law in the field of digital waqf, while practically it highlights the need for adaptive regulations and professional digital naẓīr governance. Further research is recommended to explore digital waqf models in other sectors to deepen the understanding of its contribution to sustainable Islamic economic development. Keywords: Digitalization, Productive Waqaf, Islamic Economics, Legality, Community Empowertment. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas dan implementasi wakaf produktif digital berbasis agribisnis melalui studi kasus program wakaf pisang Cavendish pada platform Satu Wakaf Indonesia. Isu utama yang dikaji adalah keabsahan hukum dan kesesuaian prinsip syariah terhadap praktik wakaf produktif di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus serta didukung oleh kajian pustaka (library research) yang menelaah sumber hukum seperti UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, PP No. 42 Tahun 2006, Fatwa DSN MUI No. 02 Tahun 2002, serta Peraturan BWI No. 1 Tahun 2020, dan data sekunder dari laporan digital platform Satu Wakaf Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen hukum, laporan resmi lembaga naẓīr, dan publikasi akademik terkait wakaf digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik wakaf produktif digital memenuhi unsur legalitas formal dan prinsip maqāṣid al-sharī’ah, seperti hifz al-māl (menjaga harta), tanmiyah al-māl (produktivitas harta), dan maṣlaḥah (kemanfaatan sosial). Temuan juga mengindikasikan bahwa integrasi teknologi digital memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi publik dalam pengelolaan wakaf. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian hukum ekonomi Islam di bidang digitalisasi wakaf, sedangkan secara praktis mendorong perlunya regulasi adaptif dan profesionalisasi naẓīr digital. Disarankan penelitian lanjutan menelaah model wakaf digital di sektor lain untuk memperluas pemahaman tentang kontribusi wakaf produktif terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah.    Kata Kunci: Digitalisasi, Wakaf Produktif, Ekonomi Islam, Legalitas, Pemberdaya Umat.
The Position of Mediation in the Settlement of Sharia Economic Disputes in Indonesia Harahap, Sarah Khairani; Mujib, Abdul
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.2.229-251

Abstract

Abstract: This study examines the strategic role of mediation in resolving Sharia economic disputes within Indonesia’s Religious Courts, where mediation is normatively recognized as a fast, cost-effective, and Sharia-aligned mechanism, yet remains underutilized in pre-litigation contexts. Using a normative-empirical method, the research analyzes primary legal instruments—such as Law No. 30/1999, PERMA No. 1/2016, PERMA No. 14/2016, and Law No. 3/2006 alongside conceptual frameworks of islah, while empirical data were obtained from the Supreme Court’s 2024 annual report, case statistics from Religious Courts in Yogyakarta, literature reviews, and interviews with certified non-judge mediators. The findings show a significant increase in mediation success rates in litigated Sharia economic cases during 2023–2024, particularly in PA Bantul, demonstrating the growing effectiveness of mediation and the strong philosophical foundation provided by Islamic principles of justice, reconciliation, and maslahah. However, the study also identifies persistent obstacles to the wider adoption of pre-litigation mediation, including the absence of mandatory regulatory requirements, limited contractual mediation clauses, low legal literacy, and misconceptions regarding the enforceability of out-of-court agreements. These results highlight the need for regulatory reform, broader integration of mediation clauses in Sharia economic contracts, and increasing public understanding to optimize mediation as a mechanism for resolving major disputes outside the court that is sharia-compliant, efficient, modern, and restorative justice-oriented. Keywords: Mediation, Sharia Economics, Dispute Resolution. Abstrak: Penelitian ini mengkaji peran strategis mediasi dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah di lingkungan Peradilan Agama di Indonesia, di mana mediasi secara normatif diakui sebagai mekanisme penyelesaian yang cepat, hemat biaya, dan selaras dengan prinsip syariah, namun masih belum dimanfaatkan secara optimal pada tahap pra-litigasi. Dengan menggunakan metode normatif-empiris, penelitian ini menganalisis instrumen hukum primer seperti UU No. 30/1999, PERMA No. 1/2016, PERMA No. 14/2016, dan UU No. 3/2006 serta kerangka konseptual tentang islah, sementara data empiris diperoleh dari Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2024, statistik perkara di Pengadilan Agama wilayah Yogyakarta, studi literatur, dan wawancara dengan mediator non-hakim bersertifikat. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat keberhasilan mediasi litigasi pada perkara ekonomi syariah selama 2023–2024, terutama di PA Bantul, yang menggambarkan meningkatnya efektivitas mediasi dan kuatnya landasan filosofis yang diberikan oleh prinsip keadilan, rekonsiliasi, dan maslahah dalam Islam. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan yang menghalangi penerapan mediasi pra-litigasi secara lebih luas, termasuk tidak adanya kewajiban regulatif, minimnya pencantuman klausul mediasi dalam kontrak ekonomi syariah, rendahnya literasi hukum, serta kesalahpahaman mengenai kekuatan eksekutorial kesepakatan mediasi di luar pengadilan. Hasil penelitian menegaskan pentingnya reformasi regulasi, integrasi klausul mediasi dalam kontrak ekonomi syariah, serta peningkatan pemahaman publik untuk mengoptimalkan mediasi sebagai mekanisme penyelesaian sengketa utama diluar pengadilan yang sesuai syariah, efisien, modern, dan berorientasi pada keadilan restoratif. Kata Kunci: Mediasi, Ekonomi Syariah, Penyelesaian Sengketa.
Peluang dan Tantangan Penerapan Blockchain pada Produk Halal di Indonesia Nurkholidah, Susi
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.2.252-270

Abstract

Abstract: Indonesia, as a country with the largest Muslim population, the need for halal products is crucial. The only basis of the halal product trust system in Indonesia is halal certificates and labels, carried out by producers who obtain halal label permits through LPPOM MUI and BPJPH. So, specific information is only for business actors and institutions that know the status and process of halal products. However, many cases of non-transparency are still needed to increase public trust in halal products, so the authenticity of halal certification and consumer trust is sometimes questioned. The role of blockchain technology is crucial to provide transparent information to every actor and consumer in the supply chain. The research method used is qualitative research, which is library research. The data analysis technique is descriptive analysis. The data used are primarily in the form of books, journals, laws and regulations, articles, and other references. The potential of blockchain as a data storage technology can help ensure transparency and security in the supply chain of halal products. Blockchain also can potentially reduce fraud and counterfeit products in halal markets, as consumers can check the product's journey from start to finish and verify that the product is completely halal and free from haram contamination. However, the application of this technology in Indonesia faces various challenges, such as limited infrastructure, unsupportive regulations, and high implementation costs. Keywords: Blockchain, Halal, Consumer, Supply Chain. Abstrak: Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, kebutuhan produk halal menjadi penting. Satu-satunya dasar sistem kepercayaan terhadap produk halal di Indonesia yaitu sertifikat dan label halal, yang dikeluarkan oleh produsen yang tlah mendapat izin label halal. Jadi, informasi spesifik hanya pelaku usaha dan lembaga yang mengetahui status dan proses kehalalan produk. Namun masih banyak kasus mengenai tidak transparansi yang sebenarnya penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen atau masyarakat terhadap adanya produk halal sehingga keaslian sertifikasi halal dan kepercayaan konsumen terkadang dipertanyakan. Agar dapat memberikan informasi yang jelas serta transparan kepada semua pihak dan konsumen dalam rantai pasokan halal, peran Blockchain menjadi sangat penting. Metode penelitian yang digunakan yaitu berupa penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini penelitian pustaka atau library research. Teknik analisis data bersifat deskriptif analisis. Data yang digunakan adalah data primer berupa buku, jurnal, peraturan, dan artikel serta referensi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan potensi blockchain sebagai teknologi penyimpanan data, memastikan transparansi dalam rantai pasokan produk halal. Teknologi ini memungkinkan pencatatan informasi yang tidak dapat diubah, sehingga dapat memberikan kepercayaan lebih bagi konsumen. Blockchain juga memiliki potensi untuk mengurangi kasus penipuan dan produk palsu di pasar halal. Meskipun demikian, penerapan teknologi ini di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur yang terbatas, regulasi yang belum mendukung, dan biaya implementasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga sertifikasi, dan pelaku industri untuk menciptakan ekosistem halal berbasis blockchain yang kuat di masa depan. Kata Kunci: Blockchain, Halal, Konsumen, Rantai Pasok