cover
Contact Name
Nike Vonika
Contact Email
penerbitstks@gmail.com
Phone
+6281220025612
Journal Mail Official
penerbitstks@gmail.com
Editorial Address
Instalasi Penerbitan, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Jl. Ir. H. Juanda No. 367 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial (Lindayasos)
ISSN : 26856727     EISSN : 26856735     DOI : 10.31595/lindayasos
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial (Lindayasos) is a scholarly refereed journal to expand knowledge and promote the fields of social work, social welfare, and community development. Its major focus is on the development of social work as well as social welfare and community development issues. It aims is to explore the social work theory and practice at the micro, mezzo, and macro level. The journal wants to support the publication to embodies the aspirations and conceptual thinking of the various local, national, and international studies in the context of social work, social welfare, and community development. Jurnal Ilmiah Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial (Lindayasos) publish twice a year in June and December. The review process in this journal employs a double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa.
Articles 139 Documents
STRATEGI PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN DESA: STUDI KASUS DI DESA NAGARAWANGI, KECAMATAN RANCAKALONG, KABUPATEN SUMEDANG Endah Dwi Winarni
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 2 No 1 (2020): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.961 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v2i1.247

Abstract

Perubahan lingkungan akibat berkembangnya teknologi informasi, adanya digitalisasi, dan globalisasi membuat desa dituntut agar responsif dan adaptif tanpa kehilangan nilai-nilai karakteristiknya. Beberapa penelitian menyampaikan bahwa kapasitas kelembagaan desa menjadi hal penting guna menghadapi situasi di atas. Dengan demikian, penelitian ini membahas tentang kapasitas kelembagaan desa dalam menghadapi tantangan-tantangan di era kontemporer. Penelitian ini berargumen pentignnya menyusun strategi pemberdayaan kelembagaan desa guna pengembangan dan pembangunan desa di era kontemporer. Hasil penelitian ini adalah adanya beragam bentuk kendala kelembagaan dan bentuk program pemberdayaan yang dikategorikan dalam tiga aspek, yaitu tata laksana SDM (individu), tata laksana organisasional (kelompok), dan pengawasan (komunitas). Kesimpulan penelitian ini adalah dengan menyentuh seluruh jenjang dalam mekanisme pemberdayaan kelembagaan, baik jenjang individu, kelompok, maupun komunitas, dapat tumbuh struktur dan kultur kelembagaan desa yang transparan, akuntabel, profesional, dan responsif demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa yang mandiri dan berkelanjutan. Penelitian ini menyarankan, dalam jangka waktu terdekat, mempraktikkan program pemberdayaan yang mampu mengatasi isu pada jenjang individu berupa “responsibilitas personil perangkat-perangkat kelembagaan desa” karena lebih mendasar dalam hal kompleksitas isu, jumlah pemangku kepentingan, dan pendanaan.  Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Kata Kunci:kelembagaan desa, pemberdayaan desa, pembangunan desa.
PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PEMEBERDAYAAN KELUARGA NELAYAN DI DESA PANGANDARAN KECAMATAN PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN Nurhayani Lubis
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 2 No 1 (2020): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.964 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v2i1.248

Abstract

Penelitian ini mengkaji Peran Tokoh Masyarakat dalam Pemberdayaan Keluarga Nelayan di Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, yaitu sebagai perencana, penggerak, pengorganisasi dan sebagai pengontrol, agar keluarga nelayan mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, menjangkau sumber-sumber produktif dan mampu berpartisipasi dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan informan 4 orang tokoh masyarakat dan 3 orang kepala keluarga dengan Wawancara Mendalam, Observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tokoh masyarakat dalam pemberdayaan keluarga nelayan sudah berjalan dengan baik. Program pemberdayaan dirumuskan berdasarkan hasil asesmen, menggali kebutuhan dan permasalahan keluarga nelayan dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, berupa pemberian rastra dan sembako, latihan keterampilan usaha ekonomi produktif, mengembangkan usaha jasa pariwisata dan pemberian rumah gratis bagi yang menjadi anggota KUD. Keberhasilan pelaksanaan peran tokoh masyarakat tersebut didukung oleh faktor internal seperti motivasi yang tinggi dan pengalaman kerja serta faktor eksternal yaitu dukungan dari masyarakatnya yang masih memegang nilai-nilai gotong royong dan kepedulian yang tinggi terhadap warga masyarakat yang lainnya, serta adanya dukungan dari pejabat daerah Kabupaten Pangandaran (Bupati Pangandaran) dan pejabat yang cukup berpengaruh yaitu mantan Menteri Kelautan  serta pejabat dari Dinas Pariwisata. Kata Kunci:Peran Tokoh Masyarakat, Pemberdayaan, Keluarga Nelayan.
COPING STRATEGY PEKERJA KONTRAK DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN DASAR DI PT. SANBE FARMA KOTA CIMAHI St. Sarah Ramadhan; Lina Favourita Favourita; Wawan Heryana
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 2 No 1 (2020): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.042 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v2i1.249

Abstract

Coping strategy pekerja kontrak dalam memenuhi kebutuhan dasar di PT. Sanbe Farma Kota Cimahi merujuk pada kemampuan pekerja kontrak untuk menghadapi tekanan dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang karakteristik, keaktifan diri, perencanaan, kontrol diri, mencari dukungan yang bersifat instrumental, mencari dukungan yang bersifat emosional, penerimaan dan religiusitas pekerja kontrak dalam memenuhi kebutuhan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik simple random sampling kepada 86 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, studi dokumentasi, observasi dan wawancara tidak terstruktur. Uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka (face validity) dan uji reliabilitas menggunakan metode alpha cronbach. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisa kuantitatif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat enam aspek yang termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata skor aktual keseluruhan aspek adalah 274,25 dari skor ideal 344. Maka dapat disimpulkan bahwa pekerja kontrak sudah mampu melakukan coping strategy dalam memenuhi kebutuhan dasar dan diperlukan adanya peningkatan upaya mencari dukungan sosial bersifat instrumental. Rekomendasi program untuk pemecahan masalah yaitu “Program Peningkatan Dukungan Sosial Instrumental Pekerja Kontrak melalui Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) di PT. Sanbe Farma Kota Cimahi”. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini adalah metode social group work dengan rangkaian kegiatan pembentukan kelompok bantu diri, kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta diskusi dan berbagi pengalaman para pekerja kontrak. Program ini diharapkan dapat meningkatkan dukungan sosial instrumental pekerja kontrak dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mengatasi masalah yang dialaminya. Kata Kunci:Coping strategy; pekerja kontrak; kebutuhan dasar; kelompok bantu diri.
SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT YANG TERKENA DAMPAK PEMBANGUNAN WADUK JATI GEDE DI DESA CISURAT KABUPATEN SUMEDANG Teta Riasih
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 2 No 1 (2020): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.082 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v2i1.250

Abstract

Solidaritas sosial, kepedulian sosial  antar warga yang merupakan inti kehidupan sosial menjadi perhatian penelitian ini. Di desa Cisurat terdapat 464 kepala keluarga yang termasuk Orang terkena Dampak Pembangunan (OTD) waduk Jatigede.  Setelah rumah dan lahannya tergenang waduk Jatigede banyak permasalahan sosial yang muncul dan  yang paling dominan terjadi perubahan pada dimanika sosial masyarakat Desa Cisurat termasuk persoalan solidaritas sosialnya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif survey deskriptif, yang menggambarkan solidaritas sosial masyarakat yang terkena dampak pembangunan waduk Jatigede di desa Cisurat dalam memenuhi kebutuhan keluarganya dengan sampel berjumlah 116 Keluarga. Hasil  penelitian menunjukkan  secara keseluruhan, skor solidaritas sosial masyarakat terkena dampak pembangunan waduk Jatigede terhadap pemenuhan kebutuhan hidup keluarga diperoleh 9739, termasuk dalam kategori sedang yang   dilihat dari aspek saling percaya antar warga,  aspek kesetiaan antar warga, dan aspek sepenanggungan dan kerjasama masyarakat,  artinya masyarakat yang terkena dampak pembangunan waduk Jatigede aspek senasib sepenanggungannya perlu ditingkatkan   dan belum bisa mengembangkan kerjasama dalam pemenuhan kebutuhan hidup keluarganya. Sehingga ke depan  masyarakat bisa ditingkatkan kesadarannya untuk merancang kegiatan bersama yang bisa dijadikan dasar agar solidaritas sosial masyarakat tetap terjaga. Kata Kunci:Solidaritas Sosial, Masyarakat terkena dampak Pembangunan. Pemenuhan kebutuhan keluarga.
MODAL SOSIAL MASYARAKAT BONOKELING DALAM PELESTARIAN LUMBUNG PACEKLIK DI DESA PEKUNCEN KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS Reni Irkhatin; Milly Mildawati; Ade Subarkah
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 2 No 1 (2020): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.844 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v2i1.251

Abstract

Modal sosial menunjuk pada bagian-bagian dari organisasi sosial seperti kepercayaan, norma dan jaringan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang modal sosial masyarakat Bonokeling dalam pelestarian lumbung paceklik di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data dan gambaran yang jelas mengenai: 1) Karakteristik informan, 2) Rasa saling percaya yang dibangun masyarakat Bonokeling, 3) Pola jaringan yang terjalin pada sesama masyarakat Bonokeling dan pihak luar, 4) Norma yang berlaku pada masyarakat Bonokeling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang dengan teknik purposive sampling yaitu pertimbangan dan tujuan tertentu.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi non partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa modal sosial masyarakat Bonokeling dalam upaya melestarikan lumbung paceklik cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya rasa saling percaya yang dibangun sesama masyarakat Bonokeling mengalami kemerosotan partisipasi dari generasi muda. Pola jaringan yang terjalin cukup baik, masyarakat Bonokeling menjalin jaringan dengan sesamanya dan pihak luar yaitu penjual padi. Norma yang berlaku dalam pelestarian lumbung paceklik sudah baik ditandai dengan masyarakat yang memiliki aturan serta sanksi. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti mengusulkan program “Optimalisasi Modal Sosial Melalui Manajemen Pengelolaan Lumbung Paceklik”. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas modal sosial dalam melestarikan lumbung paceklik yang ada pada masyarakat Bonokeling khususnya generasi muda. Kata Kunci:Modal Sosial; Masyarakat Bonokeling; Lumbung Paceklik
MODAL SOSIAL MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA PANTAI MUARAREJA INDAH DI KELURAHAN MUARAREJA KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL Firda Dwi Anjani; Aribowo; Ade Subarkah
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 2 No 2 (2020): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.271 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v2i2.319

Abstract

Modal Sosial merupakan aset masyarakat yang dalam pemanfaatannya dapat memberikan keuntungan ekonomi(economic gain) dan manfaat sosial (social benefit). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang: 1)Karakteristik informan, 2) Rasa saling percaya (trust) masyarakat dalam pengelolaan pariwisata, 3) Jaringan ataujejaring masyarakat dalam pengelolaan pariwisata, serta 4) Nilai atau norma yang melembaga bagi masyarakat dalampengelolaan pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatandeskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 6 orang masyarakat dengan status sosial yang berbeda yaitumasyarakat setempat, pemerintah kelurahan, dan anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis). Teknik pengumpulandata yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, obeservasi partisipatif moderat dan studidokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data digunakan melalui ketekunan pengamatan dan triangulasi. Teknik analisisdata dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkanmodal sosial masyarakat dalam pengelolaan pariwisata digambarkan lemah, baik pada bonding social capitalkhususnya belum ada pertukaran pengetahuan dan informasi antara masyarakatnya maupun pada bridging socialcapital khususnya jejaring antara masyarakat dan stakeholder yang masih berjalan sporadis. Berdasarkan hasilpenelitian, peneliti mengusulkan program “Optimalisasi Bridging Social Capital melalui Program PEPEK(Penguatan, Pertukaran Pengetahuan, dan Keberlanjutan) dalam Pengelolaan Pariwisata Pantai Muarareja Indah diKelurahan Muarareja Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal”.
KERENTANAN MASYARAKAT DESA BALERANTE, KEMALANG, KLATEN, TERHADAP ANCAMAN BENCANA LETUSAN GUNUNG MERAPI Atika Wahyu Wijayanti; Lina Favourita Sutiaputri; Wawan Heryana
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 2 No 2 (2020): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.423 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v2i2.320

Abstract

Kerentanan bencana merujuk pada ketidakmampuan dalam menghadapi risiko bencana. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran mengenai Kerentanan Masyarakat Terhadap Ancaman Bencana Letusan GunungMerapi di Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten yang meliputi karakteristik responden, aspekkerentanan fisik, aspek kerentanan sosial, aspek kerentanan ekonomi, aspek kerentanan lingkungan dan harapanharapan masyarakat Desa Balerante. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode destkriptif. Respondendalam penelitian ini merupakan masyarakat Desa Balerante sebanyak 63 orang sebagai responden dengan teknikpenarikan sampel yaitu “cluster sampling” atau area sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan angket, observasi dan studi dokumentasi. Uji validitas data dengan menggunakan face validity atauvaliditas muka dan uji reliabilitas dengan menggunakan metode rumus Cronbach Alpha. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kerentanan masyarakat terhadap ancaman bencana letusan Gunung Merapi di Desa Balerantetermasuk dalam kategori tinggi. Kerentanan masyarakat terhadap bencana letusan Gunung Merapi terjadi dalambidang sosial, ekonomi dan lingkungan. Upaya untuk mengurangi tingkat kerentanan masyarakat terhadap ancamanbencana letusan Gunung Merapi melalui peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat terhadappenanggulangan bencana berbasis masyarakat, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mempersiapkan dirimenghadapi ancaman bencana letusan Gunung Merapi berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan danmeningkatkan keberfungsian system sumber yang dapat diakses oleh masyarakat sekitar.
KERENTANAN MASYARAKAT KAMPUNG 200 TERHADAP ANCAMAN TANAH LONGSOR DI KELURAHAN DAGO KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG Lola Apriani Dwiyanti; Aribowo; Ade Subarkah
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 2 No 2 (2020): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.965 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v2i2.321

Abstract

Kerentanan merupakan suatu kondisi masyarakat yang mengarah atau menyebabkan ketidakmampuandalam menghadapi ancaman bahaya. Penelitian ini dilakukan di Kampung 200 Kelurahan Dago yangmerupakan daerah yang memiliki kemiringan dan tanah yang labil. Tujuan penelitian ini untukmengetahui gambaran kerentanan masyarakat Kampung 200 terhadap ancaman tanah longsor yangmencakup: 1) Karakteristik informan, 2) Kerentanan fisik, 3) Kerentanan sosial, 4) Kerentanan ekonomi,dan 5) Harapan informan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatifdengan metode deskriptif. Penentuan informan dengan purposive sampling berjumlah lima orang tokohmasyarakat dan satu orang informan dari masyarakat yang terkena dampak dari ancaman tanah longsor.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) wawancara mendalam, 2) Focus Group Discussion(FGD), 3) observasi, dan 4) studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Kampung200 Kelurahan Dago termasuk dalam kategori rentan terhadap ancaman tanah longsor. Kerentanan yangdialami masyarakat dibagi menjadi tiga, yaitu kerentanan fisik, kerentanan sosial, dan kerentananekonomi. Kerentanan fisik yang dihadapi masyarakat disebabkan karena kampung 200 yang berada di wilayah yang curam dan mempunyai kemiringan. Kerentanan sosial disebabkan karena masyarakatkurang memiliki kapasitas untuk menghadapi ancaman tanah longsor. Kerentanan ekonomi disebabkankarena mayoritas masyarakat tidak memiliki aset tabungan sehingga tidak memiliki kemampuan untukmenghadapi ancaman tanah longsor. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan programyaitu “Program Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kampung 200 dalam Pengurangan Kerentananterhadap Ancaman Tanah Longsor melalui Kelompok Siaga Bencana (KSB)”. Program tersebut dianalisismenggunakan analisis SWOT dengan melihat kekuatan, kekurangan, peluang, dan ancaman.
EKSPLOITASI TERHADAP ANAK JALANAN DI KOTA BANDUNG Boi Kasea Tumangger; Susilawati; Teta Riasih
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 2 No 2 (2020): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.622 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v2i2.322

Abstract

Anak dapat berada dalam situasi buruk seperti berada di jalanan. Anak di jalanan sangat rawan mendapatkan perlakuaneksploitasi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang mendalam tentang pengalamaneksploitasi anak jalanan di Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo Kota Bandung. Penelitian deskriptif inimenggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus jamak terhadap empat kasus anak. Sumber data terdiridari sembilan informanterdiri dari empat anak jalanan dan empat orangtua anak jalanan dan satu tokoh masyarakatyang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan studi dokumentasi. Adapun teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan ujikredibilitas,pengujian transferability, pengujian dependability, dan pengujian konfirmability. Analisis data kualitatifdilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukankeempat anak jalanan mengalami bentuk eksploitasi ekonomi dan eksploitasi fisik yang dilakukan oleh orangtua dansaudara kandung anak tersebut. Kemiskinan dan ketidaktahuan orangtua terhadap hak-hak anak menyebabkanterjadinya eksploitasi tersebut. Eksploitasi tersebut kerap mengakibatkan anak kelelahan dan sakit, malas belajar danbersekolah, hubungan konflik dengan keluarga serta sering terjaring razia satpol PP.
KESIAPAN DIRI CALON PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KECAMATAN LIMO KOTA DEPOK Yahya Ayyashy Farhani; Ajat Sudrajat; Didiet Widiowati
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 2 No 2 (2020): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1463.955 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v2i2.323

Abstract

Ojek online merupakan salah satu aplikasi baru dalam dunia transportasi akibat dari kemajuan revolusiindustri Kesiapan adalah keadaan yang diwujudkan dalam tingkat perkembangan dari kematangan untukmelakukan sesuatu hal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) karakteristik responden, 2)kondisi fisik responden dalam menghadapi kesiapan diri, 3) kondisi mental responden dalam menghadapikesiapan diri, 4) kondisi emosional responden dalam menghadapi kesiapan diri, 5) kebutuhan respondendalam menghadapi kesiapan diri, 6) motif responden dalam menghadapi kesiapan diri, 7) tujuan respondendalam menghadapi kesiapan diri, 8) pengetahuan responden dalam menghadapi kesiapan diri, 9)keterampilan responden dalam menghadapi kesiapan diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifdeskriptif dengan sumber data diperoleh dari 25 responden dengan Insidental Sampling yang diperolehdengan angket, observasi, dan studi dokumentasi. Alat ukur yang digunakan yaitu skala likert dan ujivaliditas muka (face validity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan diri calon pengemudi ojekonline di Kecamatan Limo Kota Depok berada pada kategori tinggi. Namun untuk betul2 beralih profesimasih banyak pengemudi ojek konvensional yang belum mau beralih menjadi pengemudi ojek online. Olehkarena itu, ditawarkan program “Peningkatan Kapasitas Organisasi Ojek Konvensional denganPembentukan Paguyuban ngojek plus Di Kecamatan Limo, Kota Depok”.

Page 2 of 14 | Total Record : 139