cover
Contact Name
Nike Vonika
Contact Email
jurnalrehsos@gmail.com
Phone
+6281220025612
Journal Mail Official
penerbitstks@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kesejahteraan Sosial Jl. Ir. H. Juanda No. 367 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan)
ISSN : 26856700     EISSN : 26856719     DOI : 10.31595/biyan
Core Subject : Social,
Visi: Menjadi Jurnal Ilmiah Bidang Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial yang Berkualitas dan Mempunyai Kontribusi dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pengembangan Teknologi Pekerjaan Sosial di Indonesia Misi: Mempublikasikan karya ilmiah yang mutakhir dalam bidang kebijakan dan pelayanan pekerjaan sosial untuk kepentingan penerapan teknologi pekerjaan sosial di Indonesia. Tujuan: Meningkatkan aksesibilitas informasi dan literasi masyarakat dalam bidang kebijakan dan pelayanan pekerjaan sosial di era industri 4.0. Ruang Lingkup: > Pengembangan teknologi kebijakan sosial > Pengembangan teknologi pelayanan sosial
Articles 94 Documents
PENGEMBANGAN JARINGAN SOSIAL (SOCIAL NETWORK)KELOMPOK USAHA BERSAMA DAHLIA BERKARYADI KELURAHAN KARANG PAMULANG KECAMATAN MANDALAJATI KOTA BANDUNG Mohammad Fahmi Iryana; Lina Favourita, Ph.D; Meilani Setiamanah Setiamanah, MS., Ph.D
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 1 (2020): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.586 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i1.242

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami jaringan sosial KUBE Dahlia Berkarya dalam mengembangkan ekonomi lokal untuk mengentaskan kemiskinan khususnya PRSE di RW 08 Kelurahan Karang Pamulang Kecamatan Mandalajati merupakan fokus dalam pengembangan jaringan sosial dari penelitian ini. Tujuan penelitian ini menggambarkan desain pengembangan jaringan sosial dan mengevaluasi implementasi akhir.Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research). Informan dalam penelitian ini adalah pengurus, anggota KUBE, dan tokoh masyarakat di wilayah RW 08 Kelurahan Karang Pamulang Kecamatan Mandalajati Kota Bandung. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer berasal dari anggota dan pengurus KUBE Dahlia Berkarya maupun tokoh masyarakat yang peduli keberadaan KUBE Dahlia Berkarya. Data sekunder adalah dokumen yang terkait dengan KUBE Dahlia Berkarya yang dibutuhkan untuk kelengkapan penelitian. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi, observasi, wawancara, diagram venn, Focus Group Discusison).Pengembangan jaringan sosial (Social Network) yakni melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan yang dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), rencana program dilanjutkan implementasi program. Implementasi program terdiri atas kegiatan pemetaan jaringan sosial KUBE, Penetapan Jaringan Sosial KUBE, Penguatan kepercayaan pihak lain terhadap KUBE dan Penguatan Kerjasama pihak lain terhadap KUBE. Kegiatan implementasi tersebut melibatkan Dinas UMKM, Dinas Kesehatan Kota Bandung.Hasil implemenasi model dari pengembangan jaringan dapat diketahui bahwa KUBE Dahlia Berkarya mengalami peningkatan pengetahuan terhadap sistem sumber yang dapat dimanfaatkan. Kemudian KUBE Dahlia Berkarya dalam proses menjalin kepercayaan dengan membuat legalitas produk KUBE Dahlia Berkarya melalui Dinas UMKM dan Dinas Kesehatan. Sudah melakukan kerjasama dalam pemasaran di wilayah Kelurahan Karang Pamulang. Dari jaringan tersebut telah membawa perubahan terhadap perkembangan KUBE Dahlia Berkarya dan pertumbuhan ekonomi warga di RW 08 secara perlahan-lahan. Kata Kunci : Keluarga miskin, Kelompok Usaha Bersama, Jaringan Sosial
MANAJEMEN PUSAT KESEJAHTERAAN SOSIAL DESA SEKARWANGI KECAMATAN SOREANG KABUPATEN BANDUNG Annisa Purnamawati Putri; Didiet Widiowati; Dede Kuswanda
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 1 (2020): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.377 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i1.243

Abstract

Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) merupakan organisasi berbasis masyarakat yang memiliki peran dalam penanganan kemiskinan di tingkat desa/kelurahan. Nilai strategis Puskesos yaitu adanya Basis Data Terpadu (BDT) yang memuat data warga miskin dan rentan miskin di desa/kelurahan. Puskesos juga merupakan organisasi yang menggunakan pendekatan single window services untuk penyaluran bantuan sosial. Optimalisasi fungsi Puskesos salah satunya dapat dilihat dari perspektif manajemen. Penelitian ini menjabarkan manajemen Puskesos Exen-Bersama serta penerapan Model ARC untuk peningkatan efektivitas manajemen Puskesos. Manajemen Puskesos dilihat dari tingkah laku manajerial dan komponen organisasi yang terdiri dari institutional subsystem, management subsystem, dan production subsystem. Penelitian aksi dan tindakan digunakan sebagai metode penelitian serta melibatkan penerapan teknik penelitian partisipatif. Intervensi yang telah dilakukan berdampak pada perubahan pada tiga komponen organisasi berupa pengukuhan Peraturan Desa tentang Puskesos, manajemen data warga Desa Sekarwangi, dan data warga yang dapat diakses cepat. Penelitian ini memberi gambaran bahwa Puskesos sebagai organisasi pelayanan manusia dapat berperan lebih efektif dengan melakukan pembenahan aspek-aspek manajemen. Kata Kunci: Puskesos; Manajemen; single window services; Model ARC
PENGUATAN KAPASITAS PENGURUS REHABILITASI BERBASIS MASYARAKAT DALAM PELAYANAN DISABILITAS MENTAL DI DESA Puspitasari Nurul Darojati Prayoga; Rini Hartini Rinda Andayani; Dorang Luhpuri
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 1 (2020): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.296 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i1.244

Abstract

Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) merupakan organisasi lokal yang dikelola oleh masyarakat untuk memberikan pelayanan bagi disabilitas mental. Hal tersebut menjadi dasar pertimbangan pelaksanaan intervensi dengan asumsi bahwa layanan-layanan yang sudah tersedia dalam organisasi RBM perlu ditingkatkan melalui penguatan kapasitas organisasi dan sumber daya yang tersedia. Penguatan kapasitas sendiri adalah penciptaan suatu kemampuan untuk menciptakan sebuah keberhasilan melalui sebuah tindakan-tindakan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji mengenai: 1) pelayanan RBM sebelum penguatan kapasitas 2) proses intervensi penguatan kapasitas dan 3) pelayanan RBM setelah penguatan kapasitas. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain action research. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Teknik WawancaraMendalam (Indepth Interview), Observasi Partisipatif (Partisipative Observation), Penilaian Kapasitas (PEKA) dan Focus Group Discussion (FGD). Selanjutnya hasil penelitian ini diuraikan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah penguatan kapasitas kepada pengurus RBM, pemberian pelayanan RBM Desa Kebonjati bagi disabilitas mental semakin meningkat dan berkembang ke arah yang lebih baik. Penguatan yang telah dilakukan meningkatkan pengetahuan pengurus RBM tentang disabilitas mental dan penangannya serta meningkatkatnya keterampilanketerampilan pengurus dalam melakukan pelayanan. Keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan identifikasi dan asesmen, keterampilan perencanaan kerja, keterampilan perluasan jejaring kerja, keterampilan pencatatan dan pelaporan (recording), dan keterampilan penggalangan dana (fundrising). Kata kunci: Penguatan Kapasitas, Rehabilitasi Berbasis Masyarakat, Pelayanan Disabilitas Mental
AKSESIBILITAS PENYANDANG DISABILITAS FISIK TERHADAP PEKERJAAN DI KELURAHAN CIPAISAN KECAMATAN PURWAKARTA KABUPATEN PURWAKARTA Edi Chandra Juliansyah Lubis; Meiti Subardhini; Dorang Luhpuri
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 1 (2020): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.896 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i1.245

Abstract

Setiap penyandang disabilitas khususnya penyandang disabilitas fisik memiliki hak dalam pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aksesibilitas fisik dan non fisik terhadap pekerjaan bagi penyandang disabilitas fisik Aksesibilitas fisik berkaitan dengan sarana dan pra sarana yang aksesibel bagi penyandang disabilitas fisik, sehingga memberikan kemudahan dalam memanfaatkan fasilitas yang ada. Aksesbilitas non fisik dalam bidang pekerjaan seperti terwujudnya lapangan pekerjaan, tidak adanya diskriminasi dan terciptanya lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Sumber data yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari hasil indepth interviewdengan 2 informan utama dan 7 informan pendukung yang dipilih secara purposive karena terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat. Tahapan menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Data tersebut dianalisis secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk narasi, kutipan wawancara, serta penarikan kesimpulan. Hasil dari pelaksanaan penelitian menggambarkan belum adanya payung hukum yang jelas ditingkat daerah bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu faktor penyebab serta dunia usaha lokal yang belum memahami keberadaan penyandang disabilitas. Faktor intenal juga menjadi penghambat dalam menjangkau pekerjaan, dimana konsep diri penyandang disabilitas fisik yang lemah seperti rasa percaya diri dan motivasi bekerjanya rendah. Peneliti melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholders terkait dimana salah satunya membahas hak penyandang disabilitas dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. Kendala yang dihadapi dalam FGD terkait penempatan kerja yang tepat bagi penyandang disabilitas fisik. Hasil FGD tersebut adanya kesempatan kerja yang diberikan oleh aparat pemerintah dan dunia usaha dengan dibekali pelatihan keterampilan terlebih dahulu. Kata Kunci: Aksesibilitas, Pekerjaan, Penyandang Disabilitas Fisik, Konsep Diri, Focus Group Discussion (FGD)
PENGARUH ATTACHMENT BASED FAMILY THERAPY (ABFT) TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR ANAK PESERTA ULIN DIAJAR BABARENGAN (UDIBA) DI DESA LEMBANG KEC. LEMBANG KAB. BANDUNG BARAT Bayu Bagaskoro
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 1 (2020): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.041 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i1.246

Abstract

Salah satu masalah sosial yang banyak menjadi perbincangan di Indonesia adalah masalah anak putus sekolah. Hal ini dikarenakan banyak anak-anak yang tidak mendapatkan haknya sebagai anak, yaitu hak untuk mendapatkan kasih sayang, hak bermain, hingga hak untuk mendapatkan pendidikan formal, namun sayangnya banyak orangtua yang tidak memenuhi hak anak tersebut, terutama hak untuk mendapatkan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh terapi Attachment Based Family Therapy (ABFT) yang berpengaruh pada peningkatan motivasi belajar. Subyek dalam penelitian ini adalah anak putus sekolah yang mengikuti kegiatan Ulin Diajar Babarengan (UDIBA) yaitu subyek ER dan DA. Fokus dalam penelitian ini adalah peningkatan motivasi belajar yang dipengaruhi oleh attachment orang tua. Aspek dalam motivasi belajar yaitu frequensi kehadiran dan intensitas mengerjakan tugas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian Single Subjek Desain (SSD). Model penelitian yang digunakan yaitu A-B-A yang terjadi dari tiga fase anatara lain Fase A1 (baseline), Fase b (Intervensi), dan fase A2 (hasil). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, pengisian angket atau questioner, wawancara tidak terstruktur dan, studi dokumen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara perhitungan rumus dua standar deviasi (2SD) dan analisis kecenderungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Attachment Based Family Theapy (ABFT) efektif dalam meningkatkan motivasi belajar subyek ER dan DA. Jumlah frequensi kehadiran di UDIBA dan intensitas mengerjakan tugas menunjukkan adanya peningkatan. Hasil pengujian melalui dua standar deviasi (2SD) menunjukkan Perbandingan yang signifikanterhadap peningkatan motivasi belajar, kemudian analisis kecenderungan data menunjukkan adanya trend meningkat. Kata Kunci : Attachment Based Family Therapy (ABFT);Motivasi Belajar; Anak Putus Sekolah.
PENGEMBANGAN JARINGAN SOSIAL KELOMPOK USAHA BERSAMA BURUH TANI PEREMPUAN DESA TANGKIL KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN CIREBON Muhammad Mushoddiq
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.081 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i2.314

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan desain pengembangan jaringan sosial dan mengevaluasiimplementasi akhir dari kelompok usaha bersama buruh tani perempuan desa Tangkil yang disebut SEMANGAT72.Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research). Informan dalam penelitian ini adalahanggota, pengurus kelompok, dan tokoh masyarakat di Desa Tangkil Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon. Sumberdata diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer berasal dari anggota dan pengurus kelompok maupun tokohmasyarakat yang peduli keberadaan kelompok usaha bersama. Sedangkan data sekunder adalah dokumen yang terkaitdengan kelompok usaha bersama SEMANGAT 72 yang dibutuhkan untuk kelengkapan penelitian. Teknik yangdigunakan dalam penelitian adalah studi dokumentasi, observasi, wawancara, focus group discussion. Pengembanganjaringan sosial yakni melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan yang dilakukan melalui FGD, rencana programdilanjutkan implementasi program. Implementasi program terdiri atas kegiatan pelatihan pembuatan proposal,koordinasi dan negosiasi dengan pihak lain, serta audiensi. Kegiatan implementasi tersebut melibatkan berbagai pihakseperti pemerintah desa, pondok pesantren, SMP pesantren. Hasil implementasi model dari pengembanganjaringandapat diketahui bahwa kelompok usaha bersama mengalami peningkatan pengetahuan yang dimiliki olehanggota atau pengurus kelompok dalam memanfaatkan potensi dan sumber, meningkatnya kapasitas pengurus dankelompok dalam penyusunan proposal, adanya dukungan dari pemerintah setempat yang didapatkan oleh kelompok,serta terjalinnya kepercayaan dan kerjasama dengan pihak lain terkait pemasaran dan modal. Dari pengembanganjaringan tersebut telah membawa perubahan terhadap perkembangan kelompok usaha bersama SEMANGAT 72 danpeningkatan pendapatan secara perlahan-lahan.
PENGARUH ACHIEVEMENT MOTIVATIONAL TRAINING TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI PULIH KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA ‘RS’ DI DESA CIMERANG KECAMATAN PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Amalia Kurnia Sari
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.759 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i2.315

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA merupakan salah satu permasalahan yang tidak hanya menimbulkan permasalahan medissaja, akan tetapi permasalahan psikis dan sosial, hal tersebut yang menjadi dasar dalam penelitian ini. Penelitianini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Achievement Motivational Training (AMT) terhadap Peningkatan MotivasiPulih Korban Penyalahgunaan NAPZA ‘RS’ di Desa Cimerang Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat.Penelitian ini memiliki sub-sub permasalahan dalam motivasi pulih yaitu sikap yang positif, orientasi terhadaptujuan dan kekuatan yang mendorong. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan Single SubjectDesign (SSD). Model penelitian yang digunakan adaah A-B-A yang terdiri dari tiga fase, yaitu Fase A1(sebelumintervensi), fase B (saat intervensi) dan Fase A2 (setelah intervensi) Instrumen yang digunakan adalah kuesioneryang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan teori dari David McClelland. Teknik pengumpulan data yangdigunakan adalah angkat, observasi dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisisdalam dan antar kondisi dengan cara pembuatan grafik dan pembuatan statistik deskriptif. Hasil penelitianmenunjukkan penerapan Achievement Motivational Training memiliki pengaruh untuk meningkatkan motivasipulih yang sebelumnya membuat subjek tidak adaptif dengan lingkungan. Perubahan yang terjadi setelahdilakukan intervensi subjek mengalami peningktan motivasi pulih. Kesimpulan dari penelitian ini adalahAchievement Motivational Training (AMT) berpengaruh terhadap Peningkatan Motivasi Pulih KorbanPenyalahgunaan NAPZA ‘RS’ di Desa Cimerang Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat
ADVOKASI SOSIAL UNTUK PEREMPUAN BURUH TANI KELOMPOK BARUKAYA DI DESA SUKAMENAK KECAMATAN WANARAJA KABUPATEN GARUT DWI JUHERLIN SEKAR WANGI, Sp,P.S.M,
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.456 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i2.316

Abstract

Advokasi pekerja sosial merupakan upaya untuk memperbaiki atau merubah suatu kebijakan publik sesuaidengan kehendak atau kepentingan masyarakat yang mendesak terjadinya perubahan atau perbaikan. Keterlibatanberbagai pihak dan keikutsertaan kelomppok dalam proses advokasi memberikan nilai edukasi. Tujuan penelitianadalah memperoleh dukungan dari pemerintah desa dalam rangka pengembangan model kelompok Barukaya. Metodepenelitian menggunakan Participatory Action Reseacrh dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui indepthinterview kepada empat informan yang dipilih dengan cara purposive dan terlibat langsung dalam setiap kegiatankelompok Barukaya. Untuk menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Data dianalisis secara kualitatifdan disajikan dalam bentuk narasi, kutipan wawancara, serta penarikan kesimpulan.Hasil review terhadap kelompok Barukaya dapat ditarik kesimpulan bahwa belum maksimalnya dukungan daripemerintah desa terhadap kelompok Barukaya yang ada di Desa Sukamenak. Sehingga diperlukannya upaya advokasisosial kelompok Barukaya agar mendapatkan perhatian dan dukungan yang berupa legalitas formal dari pemerintahdesa. Kegiatan yang dilakukan adalah audiensi dan public hearing, lobbying serta melakukan jejaring (networking)dengan pihak pihak-pihak terkait. Hasil penelitian advokasi sosial kelompok Barukaya adalah terciptanya dukungandari pihak pemerintah desa kepada kelompok Barukaya dengan terbitnya surat keputusan dari pemerintah desa,sehinggakedepannya kelompok Barukaya keberadaannya dijadikan model dalam pemberdayaan masyarakat lainnyadi Desa Sukamenak. Disamping diberikannya bantuan modal usaha dan jejaring kerja.
PENGEMBANGAN JARINGAN KELOMPOK USAHA BERSAMA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI (PRSE) DI DESA JAYAGIRI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Ghery Safitra Fahrun
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.541 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i2.317

Abstract

Pengembangan Jaringan Kelompok Usaha Bersama menjadi fokus dalam penelitian, tujuan penelitianmenggambarkan model pengembangan jaringan dan mengevaluasi implementasi akhir. Penelitian inimenggunakan metode penelitian tindakan partisipatif (action research). Informan dalam penelitian ini adalahanggota kelompok, pengurus kelompok, pendamping kelompok, serta tokoh masyarakat Desa Jayagiri KecamatanLembang Kabupaten Bandung Barat. Sumber data diperoleh yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.Data primer diperoleh dari pengurus kelompok, anggota kelompok, pendamping kelompok, serta tokohmasyarakat yang perduli dengan keberadaan Kelompok Usaha Bersama “Perempuan Mandiri” Desa Jayagiri.Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi, wawancara, observasi, dan Focus GroupDiskusion. Pengembangan Jaringan yakni melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan yang dilakukan melaluiFGD, rencana program, dilanjutkan dengan implementasi program, terdiri dari kegiatan penyuluhan, pelatihanpembuatan proposal, koordinasi dan negoisasi dengan pihak lain. Hasil implementasi dari model pengembanganjaringan dapat diketahui bahwa Kelompok Usaha Bersama “Perempuan Mandiri” dapat mengembangkan jaringanbaik jaringan antar personal, jaringan personal dengan kelompok, serta mengembangkan jaringan dengankelompok, organisasi dan institusi dalam memanfaatkan sistem dan sumber, adanya dukungan dari pemerintahsetempat yang didapatkan oleh kelompok. Dari pengembangan jaringan tersebut telah membawa perubahan bagiperkembangan Kelompok Usaha Bersama “Perempuan Mandiri” Desa Jayagiri.
PENGEMBANGAN KAPASITAS SEKOLAH PEREMPUAN HEBAT (SPH) DALAM PENANGANAN MASALAH PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI (PRSE) Desi Mualimah; Dwi Heru Sukoco; Bambang Rustanto
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.476 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i2.318

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang Kapasitas Sekolah Perempuan Hebat (SPH)dalam Upaya Penanganan Masalah Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) yang mencakup aspekpengetahuan, kepemimpinan, jaringan, kemampuan komunitas dan dukungan informasi. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode penelitian tindakan (action research). Sumber data adalah sumber data primer dansekunder. Sumber data primer adalah Pengurus Sekolah Perempuan Hebat (SPH). Teknik pengumpulan datadilakukan dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi dan focus group disscussion.Uji validitas data yang digunakan adalah uji credibility, uji transferability, uji dependability dan uji confirmability.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian yaitu meningkatnyakapasitas Sekolah Perempuan Hebat (SPH) baik dari aspek pengetahuan, kepemimpinan, jaringan, kemampuankomunitas, dan dukungan informasi dalam penanganan masalah Perempuan Rawan Sosial Ekonomi.

Page 2 of 10 | Total Record : 94