cover
Contact Name
Nike Vonika
Contact Email
jurnalrehsos@gmail.com
Phone
+6281220025612
Journal Mail Official
penerbitstks@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kesejahteraan Sosial Jl. Ir. H. Juanda No. 367 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan)
ISSN : 26856700     EISSN : 26856719     DOI : 10.31595/biyan
Core Subject : Social,
Visi: Menjadi Jurnal Ilmiah Bidang Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial yang Berkualitas dan Mempunyai Kontribusi dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pengembangan Teknologi Pekerjaan Sosial di Indonesia Misi: Mempublikasikan karya ilmiah yang mutakhir dalam bidang kebijakan dan pelayanan pekerjaan sosial untuk kepentingan penerapan teknologi pekerjaan sosial di Indonesia. Tujuan: Meningkatkan aksesibilitas informasi dan literasi masyarakat dalam bidang kebijakan dan pelayanan pekerjaan sosial di era industri 4.0. Ruang Lingkup: > Pengembangan teknologi kebijakan sosial > Pengembangan teknologi pelayanan sosial
Articles 88 Documents
COLLABORATIVE SNOWBALL THROWING DALAM PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA PKH TENTANG PENGASUHAN Sarah Nurul Fatimah; Susilawati Susilawati; Ernalia Lia Syaodih
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 5 No 1 (2023): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v5i1.611

Abstract

Collaborative Snowball Throwing merupakan teknologi hasil rekayasa di dalam kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) dalam modul perlindungan anak dengan model pembelajaran kooperatif dalam penguatan kapasitas pengasuhan anak yang melibatkan tim kerja masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan kegiatan P2K2 dengan melibatkan masyarakat. Penelitian ini difokuskan di Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan (action research). Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan P2K2 yang menyediakan pembelajaran praktis di bidang pendidikan, perlindungan anak, ekonomi, kesehatan serta lansia dan disabilitas bagi keluarga penerima manfaat selama ini masih belum berjalan optimal dikarenakan beberapa alasan sehingga belum memberikan dampak terhadap pengasuhan yang baik untuk mampu memutus anak agar tidak beraktivitas di jalanan. Sehingga hasil dari implementasi rekayasa teknologi Collaborative Snowball Throwing dalam P2K2 mampu mengoptimalkan proses pembelajaran di bidang pengasuhan dalam P2K2 karena Keluarga Penerima Manfaat  merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran Melalui implementasi rekayasa teknologi dengan dukungan lingkungan sekitar.
Penerapan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Tiga Kolom untuk Mengurangi Distorsi Kognitif Rika Dewi; Epi Supiadi; Nurjanah Nurjanah
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 5 No 1 (2023): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v5i1.635

Abstract

Distorsi kognitif yang dialami oleh seseorang harus mendapatkan penanganan yang tepat. Distorsi kognitif apabila tidak diatasi dapat menyebabkan permasalahan lain yang lebih serius seperti terganggunya kehidupan bahkan munculnya keinginan bunuh diri. Untuk menangani permasalahan tersebut diperlukan upaya yang sesuai yang mudah dilakukan dan efektif. Salah satu upaya penanganan masalah distorsi kognitif adalah dengan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Tiga Kolom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan REBT Tiga Kolom dalam mengurangi distorsi kognitif. Desain penelitian menggunakan Single Subject Desain (SSD) dengan desain reversal A-B-A. Subjek penelitian adalah gelandangan dan pengemis yang tinggal di Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang. Perilaku sasaran yang diamati adalah kemampuan berpenampilan bersih dan rapi, terlibat dalam kegiatan panti, bertanggung jawab dalam piket serta berbaur dan bertegur sapa.. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat distorsi kognitif pada klien yang diberikan REBT Tiga Kolom. Terapi ini menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan distorsi kognitif khususnya pada gelandangan dan pengemis yang ada di Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang.
EFEKTIVITAS PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KELUARGA (P2K2) PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) MASA PANDEMI COVID-19 DI KECAMATAN SARANG KABUPATEN REMBANG pribowo pribowo; Inna Justitia Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 5 No 1 (2023): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v5i1.759

Abstract

Pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga belum dapat dilaksanakan secara maksimal karena pandemi Covid-19. Pertemuan dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi whatsapp, zoom meeting dan google meet, hal tersebut membuat pendamping tidak dapat memantau perkembangan penerima manfaat Program Keluarga Harapan sesuai dengan tujuan pertemuan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran empiris dan menganalisis tentang 1) Karaktristik keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan di Kecamatan Sarang, 2) Ketepatan penentuan waktu, 3) Ketepatan penentuan pilihan, 4) Ketepatan tujuan, 5) Ketepatan sasaran P2K2 PKH masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Sarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Alat ukut penelitian ini menggunakan skala likert dengan uji validitas muka dan uji reliabilitas alpha cronbach dengan bantuan aplikasi SPSS Versi 20. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas P2K2 PKH masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Sarang berada pada kategori “tinggi” dengan perolehan skor aktual sebesar 12.083 dari skor ideal 15.132. Hal tersebut menunjukkan bahwa Efektivitas Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga sudah berjalan efektif. Berdasarkan hasil penelitian, masalah yang ditemukan di lapangan yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan pendamping dalam menentukan pilihan media dan alat yang digunakan dalam pertemuan sehingga menyebabkan penerima manfaat kurang menyerap informasi yang disampaikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti mengusulkan Program Peningkatan Kemampuan Pemanfaatan Teknologi Pendamping Program Keluarga Harapan Kecamatan Sarang
Peran Pengasuh dalam Mengembangkan Minat dan Bakat pada Anak di Yayasan Yatim Piatu & Dhuafa Rumah Harapan Rizky Rahman; Abu Huraerah
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 5 No 1 (2023): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v5i1.818

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengasuhan, minat dan bakat pada anak, peran pengasuh dalam mengembangkan minat dan bakat pada anak, faktor yang menjadi pendorong dan penghambat, upaya mengatasi hambatan, dan implikasi praktis pekerjaan sosial. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengurus, pengasuh, dan anak di Asrama 6 Yayasan Yatim Piatu & Dhuafa Rumah Harapan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi serta secara detail menggunakan koding dan kategori secara manual. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data, member checking dan rich and thick description. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pengasuh terdapat prosedur penerimaan anak asuh, pola asuh yang diberikan, pemenuhan kebutuhan dasar anak, program dan kegiatan yang dilakukan, serta waktu pelaksanaan program dan kegiatan. Minat dan bakat menunjukkan anak memiliki minat bermain bola dan bakat berpidato, menghafal, dan berpuisi. Peran pengasuh dalam mengembangkan minat dan bakat anak di asrama 6 yaitu dengan (1) mengajar, (2) membimbing, dan (3) melatih anak, dan (4) memberi motivasi dengan mengikuti program dan kegiatan yang mendukung dan menunjang minat dan bakat anak seperti yatim prestasi, muhadhoroh dan murajaah. Faktor pendorong dalam pelaksanaan peran ini yaitu ibadah, memiliki harapan, dan ingin membantu serta faktor penghambat dalam pelaksanaan peran ini yaitu ketika tidak adanya donatur, anak memiliki karakter yang berbeda, serta anak sulit diatur. Adapun upaya dalam mengatasi hambatan tersebut yaitu pengasuh berperan sebagai penengah, memberikan pemahaman, dan memberikan games. Implikasi praktis pekerjaan sosial dalam terwujudnya peran pengasuh dalam mengembangkan minat dan bakat anak, merujuk pada praktik pekerjaan sosial terdapat dua poin yang diambil oleh peneliti untuk dijadikan rujukan yaitu terdiri dari peran pekerja dan metode pekerjaan sosial Rekomendasi terhadap pengasuh untuk memberikan kegiatan-kegiatan baru yang mendukung perkembangan minat anak, Sementara untuk pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat menempatkan pekerja sosial untuk bertugas di setiap panti sebagai tenaga porfesional.
PERAWATAN BERBASIS KOMUNITAS: MENJAJAKI DUKUNGAN SOSIAL, EKONOMI, DAN KESEHATAN BAGI LANSIA DI DESA KERTAHARJA DI MASA PANDEMI COVID-19 Sulistyary Ardiyantika Sulistyary Ardiyantika; Dyah Asri Gita Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 5 No 1 (2023): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v5i1.863

Abstract

Abstrak Di tengah kemunculan Pandemi COVID-19 di Indonesia sejak Maret tahun 2020, lansia menjadi salah satu kelompok yang memiliki kerentanan mengalami situasi krisis. Berbagai strategi digunakan untuk tetap menjaga stabilitas kehidupan lansia seperti yang dilakukan di desa Kertaharja, Sumedang. Dari hasil penelitian Kualitatif yang dilakukan menggunakan Teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan diskusi terfokus, diperoleh bahwa lansia di Desa Kertaharja mendapat perlindungan di bidang Sosial, ekonomi dan Kesehatan. Setelah dianalisis secara kualitatif diperoleh bahwa Perlindungan sosial sosial yang dilakukan berupa Pengajian rutinan setiap minggu di masjid dan Jumat berkah (Pembagian makanan kepada para lansia setiap hari Jumat. Di bidang Ekonomi berupa pemberian uang per 3 bulan sekali, pemberian beras dan di bidang kesehatan berupa pemberian vaksin covid gratis, senam lansia dan pemeriksaan kesehatan rutin setiap hari sabtu. Kata Kunci : Perlindungan Lansia, Pandemi Covid-19, Peningkatan Kesejahteraan
REKAYASA MODEL PERLINDUNGAN LANJUT USIA DENGAN PENDEKATAN “PENTA HELIX” DI INDONESIA Muhammad Akbar; Soni Akhmad Nulhaqim; Nandang Alamsah Deliarnoor; Risna Resnawaty
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Biyan Edisi Khusus
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur Harapan Hidup Indonesia mencapai 71,57 Tahun. Bonus demografi di 2030 diharapkan menciptakan lanjut usia produktif agar kelompok lanjut usia tidak menjadi kelompok yang rentan. Pemangku kepentingan “Penta Helix” dapat berpartisipasi dengan berbagai kegiatan. Akademisi memiliki pengetahuan dan keterampilan dengan konseptualisasi, teori yang relevan berbasis penelitian. Bisnis menjadi sarana pendukung dari pemberi dana maupun mempertahankan nilai-nilai yang ada di masyarakat sekitar melalui program CSR. Masyarakat sebagai subjek menemukenali masalah dan kebutuhan pemecahan masalah yang dilaksanakan. Media, berperan mendukung publikasi, edukasi informasi sehingga dikenal masyarakat. Pemerintah berperan sebagai pengontrol memiliki regulasi terkait perlindungan lanjut usia. Rekayasa model perlindungan lanjut usia dengan pendekatan “Penta Helix” perlu dilakukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik dengan tahap awal pencarian kata kunci sebagai penelitian "Penta Helix" melalui dari Scopus dengan menggunakan VOSviewer untuk database dasar. Penyaringan data diperoleh 47 artikel yang berkaitan kemudian menggunakan program metadata dengan memvisualisasikan tren penelitian dan memiliki peluang penelitian di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis data terkait menghasilkan 9 cluster dengan topik yang berpusat pada sektor sinergitas dan kolaborasi “Penta Helix” serta artikel penelitian sedang ditinjau yaitu penanganan perlindungan lanjut usia belum pernah dilakukan. Perlindungan kepada lanjut usia tidak hanya menjadi pemerintah dan keluarga saja namun diharapkan kolaborasi pemangku kepentingan “Penta Helix” dapat memberikan pelayanan kepada lanjut usia secara maksimal dan komprehensif. Kata Kunci : Umur Harapan hidup, Lanjut Usia; Bibliometrik; Penta Helix; Kesejahteraan Lanjut Usia.
Perubahan Sosial Masyarakat Setelah Dibentuknya Desa Wisata Kampung Caping Kecamatan Bansir Laut Kristin Apriliani Puspita Putri; Annisa Rizqa Alamri; Indah Listyaningrum; Rivella Irene; Riska Nawila; Agnes Nova Triyanasrani; Syf. Ema Rahmaniah Almutahar
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Biyan Edisi Khusus
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Tourism villages encourage social change in society that can help them develop their potential and social functioning. So that the existence of a tourist village can fully provide continuous benefits for local communities. Therefore this study aims to understand the stages of how Kampung Caping becomes a tourist spot. In this study, the tool used to analyze is Talcott Parson's AGIL theory, namely (1) adaptation, (2) goal attainment, (3) integration, and (4) latency, where this theory can see how society adapts to changes that are in the development of a tourist village. The research method used in this research is descriqualitative research, which directly reflects the atmosphere in the field directly in greater depth. In collecting data techniques are by observing, in-depth interviews, literature review, and also documentation. The results of this study confirm that there have been social changes that have occurred since 2018 now in local communities, which were originally slum areas have turned into clean, orderly, and tidy tourist areas. The community has also become more productive because there is a creative tourism community that accommodates the interests and talents of the Caping Village community, and there are culinary SMEs to support the development of the Caping Tourism Village. Abstrak Desa wisata mendorong adanya perubahan sosial pada masyarakat yang dapat membantu mereka untuk dapat mengembangkan potensi serta keberfungsian sosialnya. Sehingga keberadaan desa wisata dapat sepenuhnya memberikan kebermanfaatan secara kontinyu bagi masyarakat lokal. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk memahami tahapan mengenai bagaimana Kampung Caping menjadi tempat wisata. Dalam penelitian ini alat yang digunakan untuk menganalisis adalah teori AGIL Talcott Parson, yaitu (1) adaptasi, (2) pencapaian tujuan, (3) integrasi dan (4) pemeliharaan pola-pola, dimana teori ini dapat melihat bagaimana masyarakat beradaptasi dengan perubahan yang ada dalam pengembangan desa wisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mencerminkan suasana di lapangan secara langsung dengan lebih mendalam. Dalam pengumpulan data teknik yang digunakan ialah dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, kajian literatur dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini meyakinkan bahwa terdapat perubahan sosial yang terjadi sejak Tahun 2018- hingga saat ini pada masyarakat lokal, yang awalnya merupakan kawasan kumuh telah berubah menjadi kawasan wisata yang bersih, tertata dan rapi. Masyarakat juga menjadi lebih produktif karena adanya komunitas wisata kreatif yang mewadahi minat dan bakat masyarakat Kampung Caping, serta terdapat UKM kuliner untuk menunjang perkembangan Desa Wisata Caping.
Evaluasi Kebijakan Pembangunan Kawasan dan Distribusi Penduduk di Desa Pal IX Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Nurul Rushafah Azzahrawani; Rupita; Antonia Sasap Abao; Mutmainnah; Agus Yuliono; Habibamirasabania; Riska Nawila; Rizka Maulidia
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Biyan Edisi Khusus
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract  Regional development policies can improve the quality of life and improve population distribution. This is because regional development can open up new sources of income for residents. This study aims to evaluate the level of success of development policies, especially in the field of infrastructure in Pal 9 Village. The tool used to analyze this research is the theory of policy evaluation, where the theory measures the effectiveness of policies and directions for decision-making using size indicators in the form of a. effectiveness, b. efficiency, c. sufficiency, d. alignment, e.g. responsiveness and f. accuracy. The method in this study uses descriptive qualitative, which describes the conditions observed directly in the field in a more specific and in-depth manner. Data were collected through in-depth interviews with stakeholders who were directly involved according to the views, experiences or opinions of residents at the research location, as well as through documentation studies and relevant literature studies. The results of the study show that regional development and population distribution have shown results by running effectively, this can be seen from infrastructure development in the form of developing roads, transportation facilities and other public facilities and has increased population distribution and accessibility to accessible areas and resource systems by society.     Abstrak Kebijakan pembangunan kawasan dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperbaiki distribusi penduduk. Hal tersebut karena pembangunan kawasan dapat membuka sumber-sumber pendapatan baru bagi penduduk setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana tingkat keberhasilan dari kebijakan pembangunan terutama pada bidang infrastruktur di Desa Pal IX. Alat yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori evaluasi kebijakan, dimana teori tersebut mengukur efektivitas kebijakan dan arah untuk pengambilan keputusan yang menggunakan indikator ukuran berupa a. efektivitas, b. efisiensi, c. kecukupan, d. perataan, e. responsivitas dan f. ketepatan. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, yaitu menggambarkan keadaan yang diamati secara langsung dilapangan dengan lebih spesifik dan mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan stakeholder yang terlibat langsung sesuai dengan pandangan, pengalaman, atau opini penduduk di lokasi penelitian, serta melalui studi dokumentasi dan kajian kepustakaan yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan kawasan dan distribusi penduduk telah memperlihatkan hasil dengan berjalan secara efektif, hal ini dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur berupa pengembangan jalan raya, sarana transportasi dan fasilitas umum lainnya serta telah meningkatkan distribusi penduduk dan aksesibilitas terhadap wilayah dan sistem sumber yang dapat diakses oleh masyarakat.
PENGEMBANGAN KAPASITAS BERBASIS GENDER PADA KAMPUNG WISATA TENUN KHATULISTIWA KOTA PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT Lady Enggawati; Marini Marini; Waskito Nugroho; Rosa Baising; Raeiva Nanda Sunnia; Maya Maya
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Biyan Edisi Khusus
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan merupakan salah satu tonggak dari pembangunan, mayoritas anggota Kampung Tenun Khatulistiwa adalah perempuan, oleh karena itu pengembangan kapasitas penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian untuk menganalisis apa saja yang dilakukan oleh Kampung Tenun Khatulistiwa untuk mengambangkan kapasitas masyarakat disekitarnya. Konsep yang digunakan pada penelitian ini adalah konsep pengembangan kapasitas yaitu aktivitas yang berhubungan dengan meningkatkan kemampuan dan kapasitas individu maupun organisasi melalui berbagai upaya pelatihan, konsep ini mencakup bagaimana cara membangun dan meningkatkan kemampuan individu dalam memenuhi tuntutan pekerjaan atau tanggungjawab organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif, teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dan teknik penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling dengan total informan 5 orang. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa aktivitas yang dilakukan untuk mengembangkan kapasitas pertama pengembangan kelembagaan dengan melakukan kolaborasi antar stakeholder diantaranya pemerintah, swasta dan akademisi dan kedua aktivitas pengembangan kapasitas berupa keterampilan diantaranya pertama pelatihan tenun, kedua pelatihan pemasaran, ketiga pengambangan fashion dan pelatihan Bahasa Inggris. Kesimpulan Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa telah melakukan pengembangan kapasitas berbasis gender yang memberikan dampak pada perekonomian.
Pemanfaatan Posyandu sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Lanjut Usia Sri Putri Permata; Nurhayati Darubekti
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Biyan Edisi Khusus
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu lanjut usia merupakan salah satu program berbasis masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lanjut usia sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan lanjut usia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan adalah para lanjut usia, keluarga lanjut usia, bidan desa, kader, kepala desa dan tokoh masyarakat. Ada berbagai faktor yang menyebabkan pemanfaatan posyandu lansia belum optimal. Faktor-faktor tersebut antara lain karena para lanjut usia masih harus bekerja untuk mencari nafkah, membantu pekerjaan di rumah, tidak tahu informasi tentang posyandu lansia, tidak ada keluarga yang mengantar, menjaga cucu dan dalam kondisi sakit-sakitan. Kurangnya motivasi untuk memanfaatkan posyandu lanjut usia akan menyebabkan menurunnya kesejahteraan lansia. Dengan demikian, perlu dilakukan intervensi sebagai upaya meningkatkan motivasi masyarakat khususnya para lanjut usia dan keluarga lanjut usia untuk memanfaatkan posyandu. Sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan posyandu lanjut usia, disarankan pada pihak- pihak terkait yaitu Puskesmas, Kepala desa dan Dinas Kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan agar pemanfaatan posyandu lanjut usia dapat lebih optimal di masa yang akan datang. Kata kunci : pemanfaatan, posyandu lanjut usia, kesejahteraan, lanjut usia