cover
Contact Name
Katarina
Contact Email
tatayuni76@gmail.com
Phone
+6285867878881
Journal Mail Official
jtki.simpson@gmail.com
Editorial Address
Jl. Agung No. 66, Krajan, Kel. Susukan. Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang (50516) Jawa Tengah.
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27228630     DOI : https://doi.org/10.46445/jtki
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia (JTKI) published twice a year in June and December. Publishing by Simpson Theological Seminary. This Journal accepted articles of colleges, Practitioners, teachers, and lectures. JTKI accepts research papers and conceptual ideas that meet the rules of writing scientific articles. The scopes of this journal published articles are: Contextual Theology, Pastoral Contextual, Anthropology and Ethnography, Theology and Culture, Theology of Missions, Evangelism theology, Contextual Missiology, Community Development, Contemporary Theology, Sociology of Religion, Theology Contemporary Issues.
Articles 76 Documents
Teologi Misi Bagi Gerakan Misi dan Komunikasi Kristen Pasca Pandemi Covid-19 Jamin Tanhidy
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.743 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.377

Abstract

Hakekat teologi misi berupa Missio Dei, Missio Christos, dan Missio Ecclesiae  adalah misi Allah (God’s Mission) berupa aktifitas Allah Tritunggal (The Truine God) menebus dunia ciptaan-Nya dari kebinasaan akibat dosa. Kerangka pemikiran teologis ini menjadi dasar pemikiran yang melandasi gerakan misi dan komunikasi Kristen pasca pandemi Covid-19 atau Era New Normal. Olehnya, gereja diajak untuk memikirkan ulang dan merekonstruksi strategi misinya dengan sikap non-eksklusif, toleran dan melayani secara holistik. Metode penelitian yang dipakai berupa studi perpustakaan dengan mengkaji teks-teks alkitab, jurnal penelitian dan buku-buku yang berkaitan dengan topik atau judul penelitian guna menjawab masalah penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa gereja perlu memberi perhatian yang lebih besar kepada isu-isu global kemanusian, mengalakkan dialog konstruktif dan terbuka dengan penganut agama lain dan meningkatkan intensitas pemanfaatan media sosial dan komunikasi virtual dalam menyampaikan dan menyebarluaskan berita Injil. 
Spiritualitas Orang Kristen Dalam Menghadirkan Kerajaan Allah di Tengah Tantangan Radikalisme Martina Novalina
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.141 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v1i1.293

Abstract

Radikalisme bukanlah sebuah istilah baru yang ada dalam kehidupan bangsa ini. Di tengah tantangan tersebut, peran spiritualitas seseorang akan sangat membantu bangsa ini, begitu juga dari kalangan spiritualitas orang Kristen; bagaimana orang Kristen bisa menghadirkan Kerajaan Allah di tengah tantangan tersebut. Pembahasan dalam artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik penulisan penelitian yang digunakan adalah literature review atau studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas orang kristen yang dihadirkan dalam masyarakat harus bisa memberikan keteduhan bagi masyarakat plural di Indonesia, bukan justru menimbulkan kegaduhan. Sikap radikal orang Kristen dalam menjalankan imannya tidak harus diwujudkan melalui demonstrasi ekstrim tetapi tindakan radikal orang kristen haruslah mampu membawa orang Kristen menjadi saksi dan membawa damai, keadilan dan kasih bagi sesamanya; menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan masyarakat. Spiritualitas orang kristen pun harus menjamah bidang pendidikan, dan pembinaan emosi. Semua hal tersebut di atas memungkinkan untuk dilakukan dalam bangsa ini dan menghadirkan Kerajaan Allah di tengah tantangan radikalisme.
Etika Teologis Dalam Memandang Tanggung Jawab Kristen Terhadap Kelestarian Budaya Nusantara Candra Gunawan Marisi; Didimus Sutanto B. Prasetya; Dewi Lidya S; Rikson Situmorang
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.852 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.367

Abstract

Indonesia merupakan bangsa yang dikarunia Tuhan dengan kekayaan akan keragaman budayanya. Kekayaan khasanah budaya nusantara telah memikat dan menarik perhatian masyarakat mancanegara. Kekaguman mereka akan budaya nusantara membawa ketertarikan untuk mempelajari corak dan keragaman budaya bumi khatulistiwa ini. Budaya yang memikat dunia manca ternyata berbanding terbalik dengan di dalam negeri sendiri, di mana masyarakat Indonesia, tidak lagi menghargai dan melestarikannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan deskriptif untuk melihat bagaimana pandangan etika terhadap kebudayaan nusantara dan begaimana tanggung jawab etika teologi dalam menjaga kelestarian kebudayaan nusantara. Dalam tanggung jawabnya melestarikan budaya nusantara, maka etika teologi berperan terhadap adanya inkulturasi dan kontekstualisasi Injil dan Budaya. Injil harus dapat menerangi kebudayaan, sehingga dalam kontekstualisasi, konteks (budaya) harus diterangi oleh teks (Alkitab). Injil lebih tinggi dari budaya, sehingga budaya nusantara yang netral dan tidak bertentangan dengan Injil harus dapat dilestarikan.
Budaya Honor Shame dalam Konteks Pelayanan pada Sebuah Gereja Kota di Bekasi David Alexander Paksoal
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.367 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v1i2.309

Abstract

Culture is the ecosystem in which an indivdiual live and interact with its society. This ecosystem shapes the how individiual and community think, feel and behave. Ministry is one of the areas in life that is affected by culture. This paper will explain about the concept of culture and more specifically the honor shame culture. The purpose of this research is to know the influence of honor shame culutre in the ministry of Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Rehobot Taman Wisma Asri Bekasi. This research will be using ethnography approach. Theoritical findings through literature study will be evaluated and descriptively explained according to the findings acquired in the field using observation and interview. According to this research, the conclusion is that the ministry of Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Rehobot Taman Wisma Asri Bekasi is influenced by the honor shame culture.Budaya merupakan suatu ekosistem di mana individu tinggal dan berinteraksi dengan lingkungan. Ekosistem ini memembentuk cara berpikir, bersikap dan berperilaku pribadi dan juga komunitas. Pelayanan merupakan salah satu bidang kehidupan yang juga terpengaruh dalam budaya. Untuk itu dalam tulisan ini akan dibahas mengenai konsep budaya secara umum dan secara khusus budaya honor shame. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari budaya honor shame dalam pelayanan di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Rehobot Taman Wisma Asri Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ethnography. Temuan teoritis berdasarkan studi kepustakaan akan dibandingkan dan dijelaskan secara deskriptif lewat temuan di lapangan yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pelayanan dalam Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Rehobot Taman Wisma Asri Bekasi, dipengaruhi oleh budaya honor shame.
Makna Penebusan Dalam Upacara Tiwah Sebagai Pendekatan Kontekstualisasi Injil Ruat Diana; Sabda Budiman; Maharin Maharin
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.256 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.381

Abstract

Budaya dalam agama Hindu Kaharingan, yaitu budaya Tiwah merupakan sebuah bentuk budaya yang dengan pelaksanaan upacara yang unik. Dalam proses pelaksaannya, upacara tiwah mengandung prosesi yang beragam dan penuh makna. Melalui makna upacara tiwah ini, penulis mengadopsikannya sebagai kontekstualisasi media untuk menyampaikan Injil. Penulis memahami pemahaman makna dan selanjutnya Kristus dalam upacara tiwah yang dilakukan oleh umat Hindu Kaharingan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan penelusuran pelaksanaan upacara Tiwah melalui wawancara dan literatur yang ada, penulis mengkaji makna dalam upacara Tiwah tersebut yang kemudian disaring dengan metode yang mengubah, dan membuah dan firman Tuhan sebagai tolak ukurnya. Yesus sebagai korban dalam upacara tiwah, Yesus sebagai jalan menuju “Lewu Tatau” , dan Yesus sebagai pengantara antara manusia dan “Ranying Hatalla”. Poin-poin tersebut menjadi hasil pembahasan dalam pendekatan kontekstualisasi Injil dalam upacara Tiwah.
Pelayanan Dalam Konteks Masyarakat Perkotaan Selvester Melanton Tacoy
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.679 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v1i1.300

Abstract

Urban community service is a service that must be done by the church. City context services require a contextual service approach, therefore the authors conducted a literature analysis to present an idea of the service of the city context. In serving the city context, the church must begin by equipping the congregation to witness, because the church has a role in a pluralistic society. Because of the complexity of services in the city, we need a counseling center that can help individuals who are vulnerable to mental-psychological disorders. Because poverty is a problem in the city, the church needs to be present by carrying out social actions in an effort to present God's love to others. Educational institutions also play an important role in alleviating poverty in cities, therefore educational institutions need to answer this need. The condition of the city community who keeps trying to interact and build friendships can be facilitated by creating sports groups.  AbstrakPelayanan masyarkaat perkotaan adalah sebuah pelayanan yang harus dilakukan oleh gereja. Pelayanan konteks kota memerlukan pendekatan pelayanan yang kontekstual, oleh sebab itu penulis melakukan analisis pustaka untuk menyajikan sebuah gagasan pelayanan konkteks kota. Dalam pelayanan konteks kota, gereja harus memulainya dengan memperlengkapi jemaat untuk bersaksi,  sebab jemaat memiliki peran dalam masyarakat yang majemuk. Karena kompleksitas pelayanan di kota maka dibutuhkan sebuah pusat konseling yang dapat membantu individu yang rentan terhadap gangguan mental-psikologis. Karena kondisi kemisikinan menjadi masalah di kota maka gereja perlu hadir dengan melakukan aksi Sosial sebagai upaya menghadirkan kasih Allah pada sesama. Lembaga pendidikan juga berperan penting dalam mengentaskan kemiskinan di kota, oleh sebab itu perlu lembaga pendidikan yang menjawab kebutuhan ini. Kondisi masyarakat kota yang terus berusaha berinteraksi dan membangun persahabatan dapat difasilitasi dengan membuat grup olah raga.
Gereja dalam Gerakan Misi Di Indonesia I Kadek Agustono Daud
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.971 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i2.440

Abstract

Kehidupan kristiani diciptakan Allah bukan untuk hidup menyendiri akan tetapi untuk saling bergereja. Melalui kehidupan bergereja tersebut akan tercipta suatu pengalaman sekaligus persoalan.  Akan tetapi dengan adanya peran gereja dalam melakukan gerakan misi, tentu Allah memiliki tujuan bahwa anak-anak-Nya akan mencapai suatu kedewasaan, iman yang kuat dan bertumbuh sehingga mampu menghadapi berbagai pengajaran sesat. Dalam penulisan ini, metode yang digunakan oleh penulis ialah studi literatur dengan memanfaatkan beberapa sumber seperti buku, jurnal, dan sumber-sumber lainnya.  Gereja memiliki beberapa peran penting dalam gerakan misi khususnya di Indonesia.  Peran penting gereja dalam gerakan misi ini ialah mejadi terang bagi banyak bangsa, serta mampu memimpin dengan menjadikan misi dan penginjilan sebagai tujuan utama dari kepemimpinan tersebut. Selain itu, dalam menjalankan gerakan misi tersebut, gereja perlu mempertimbangkan beberapa hal diantaranya ialah perintisan gereja-gereja baru. Perintisan gereja-gereja baru tersebut menunjukkan bahwa Allah memampukan setiap angggota-Nya untuk menjalankan panggilan-Nya.The Christian life was created by God not to live alone but to church with each other. Through the life of the church will create an experience as well as problems. However, with the church's role in carrying out missionary movements, of course God has a goal that His children will reach maturity, strong faith and grow so that they are able to face various false teachings. In this writing, the method used by the author is a literature study by utilizing several sources such as books, journals, and other sources. The church has several important roles in the mission movement, especially in Indonesia. The important role of the church in this missionary movement is to be a light for many nations, and to be able to lead by making missions and evangelism the main goal of the leadership. In addition, in carrying out the missionary movement, the church needs to consider several things, including the planting of new churches. The planting of new churches shows that God enables each of His members to carry out His calling.
Analisis Pelayanan Filipus Sebuah Konsep Teologi Kontekstual Berdasarkan Kisah Para Rasul 8: 4-25 Ijen Ijen; Polyongkico Polyongkico
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.755 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v1i2.337

Abstract

This scientific work was written by discussing several things as follows: Analysis of Philip's ministry in a contextual theology concept in Acts 8: 4-25, which explains the ministry carried out by Philip in the city of Samaria, Philip is known as a preacher of the gospel, when he succeeded in preaching the gospel in Samaria. In Samaria Philip had to face a sorcerer named Simon, the Samaritans and Philip had to give real teaching in order to be influential and reliable. In this paper the author uses a qualitative method with a literature study approach. Based on the analysis of Philip's ministry, a contextual theological study based on Acts 8: 4-25, the authors found that there were four teachings from Philip's ministry in Samaria, namely giving correct teaching, convincing with miracles, winning people who were influential, not compromising on sin. , and baptize with the Holy Spirit.
Pendekatan Kontekstual Sebagai Upaya Penginjilan Kepada Remaja Kristen Ayang Emiyati; Ayu Rotama Silitonga; Ni Kadek Sri Widyawati
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.272 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.374

Abstract

Service to Christian teenagers is essential for faith growth. Adolescents are in a phase or situation that is difficult to deal with because of developments or the effects of changing times, both positive and negative changes. The need for service to adolescents because in this phase teenagers begin to form their mindset and there is a feeling of needing or wanting to be cared for. Therefore, an approach is needed in providing contextual services to Christian adolescents. The question is how can a servant approach contextually to Christian teenagers? This paper aims to understand and understand several approaches that need to be taken in order to provide contextual service to Christian adolescents. The method used is qualitative by interviewing or direct observation to examine and understand the attitudes, views, feelings and behavior of an individual or group of people. Then this writing also uses the literature method to support writing through various journals and books. AbstrakPelayanan kepada remaja Kristen begitu penting guna pertumbuhan iman.  Remaja ada dalam fase atau situasi yang sulit dihadapi karena perkembangan atau pengaruh perubahan jaman baik perubahan secara positif maupun perubahan secara negative. Perlunya pelayanan kepada remaja dikarenakan pada fase ini remaja mulai terbentuk pola pikirnya dan ada perasaan membutuhkan, ingin diterima dengan baik, ingin diperhatikan, dipuji dan ingin dipedulikan.  Dalam melayani remaja yang juga penuh ego diperlukan beberapa pendekatan dalam melakukan pelayanan kontekstual. Yang menjadi pertanyaan ialah apa saja pendekatan yang dilakukan oleh pelayan Tuhan sehingga dapat menjalankan pelayanan kontekstual dengan lancar kepada remaja Kristen? Tulisan ini memiliki tujuan yaitu pelayan memahami dan mengerti beberapa pendekatan yang perlu dilakukan guna melakukan pelayanan kontekstual kepada remaja Kristen. Adapun metode yang digunakan ialah kualitatif dengan mewawancarai atau pengamatan secara langsung untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku individu atau sekelompok orang.  Kemudian penulisan ini juga menggunakan metode kepustakaan atau literature dengan melakukan observasi terhadap buku – buku dan jurnal untuk mendukung penulisan dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif dan holistik.
Strategi Misi Lintas Budaya Berdasarkan 1 Korintus 9:19-23 Yohanes Andi; Oktavina Tola; Yabes Doma; I Ketut Gede Suparta
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.938 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v1i1.249

Abstract

Cross-cultural mission strategy based on 1 Corinthians 9: 19-23. There are several main problems, one of which is that 1 Corinthians 9: 19-23 has been studied by several researchers and interpreters, but they look at it from another side. And also in the service really needs a strategy especially in carrying out cross-cultural services. By using a qualitative method with literature study approach and using the Hermeneutic Bible method. To find the results of the cross-cultural mission strategy carried out by Paul. Based on the analysis of the text of 1 Corinthians 9: 19-23, the author found three mission strategies in cross-cultural namely not exclusive, not selfish and does not discriminate against people based on background or social status.