cover
Contact Name
I Gede Yoga Permana
Contact Email
ejurnalwidyasastra@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejurnalwidyasastra@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pulau Timor Nomor 24 Banyuning, Buleleng, Bali
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu
ISSN : 19079559     EISSN : 26567466     DOI : https://doi.org/10.36663/
Fokus dari Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu adalah penelitian dalam lingkup 1. Pendidikan Agama Hindu 2. Pendidikan Kebudayaan berbasis Agama Hindu 3. Pendidikan Agama Hindu berbasis Teknologi
Articles 65 Documents
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DALAM MENUNJANG INDUSTRI 4.0 SISWA KELAS XI TBSM 2 SMK NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Putu Gede Sulendra; I Wayan Suwendra
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan aktivitas belajar pendidikan agama hindu dan budi pekerti siswa kelas XI TBSM 2 SMK Negeri 3 Singaraja melalui model pembelajaran Blended Learning dalam menunjang industri 4.0 tahun pelajaran 2020/2021, 2) untuk meningkatkan prestasi belajar pendidikan agama hindu dan budi pekerti siswa kelas XI TBSM 2 SMK Negeri 3 Singaraja melalui model pembelajaran Blended Learning dalam menunjang industri 4.0 tahun pelajaran 2020/2021. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI TBSM 2 SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2020/2021. Data tentang aktivitas belajar siswa dikumpulkan melalui tes. Analisis data dan dianalisis secara deskritif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1.) Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning dalam menunjang industri 4.0 dapat meningkatkan aktivitas belajar Pendidikan Agama Hindu siswa dan Budi pekerti kelas XI TBSM 2 SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2020/2021. Hal ini terbukti pada siklus I rata-rata aktivitas belajar siswa hanya 37% dan pada siklus II meningkat menjadi 84% pada ketegori tinggi. Jadi aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 47%. 2) Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning dalam menunjang industri 4.0 dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas XI TBSM 2 SMK Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2020/2021. Hal ini terbukti pada siklus I diperoleh nilai rata-rata kelas (M) sebesar 73,88, daya serap klasikal (DS) 73,88% dan ketuntasan belajar klasikal (KB) 55.55%. Hasil ini meningkat pada siklus II, yaitu nilai rata-rata kelas (M) menjadi 84, daya serap klasikal (DS) 84%, dan ketuntasan belajar klasikal (KB) 100%. Jadi hasil prestasi belajar siswa sudah mengalami peningkatan sebagai berikut. Rata-rata kelas (M) meningkat sebesar 10,12, daya serap siswa (DS).
PERAN PEMUDA DALAM PEMENTASAN TARI BARIS DADAP DI DESA PEDAWA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG, BALI (PERSEPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU) Ni Luh Sumawati
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kulitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemuda pementasan Tari Baris Dadap, bagaimana pementasan Tari Baris Dadap dan bagaimana prosesi upacara sebelum pementasan Tari Baris Dadap dari Peran Pemuda Dalam Pementasan Tari Baris Dadap pada masyarakat di Desa Pakraman Pedawa. Informan ditentukan berdasarkan Purposive Sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data meliputi: proses pengelompokan data, seleksi data, dan simpulan dan verifikasi data. Hasil wawancara yang dikaji dengan Teori Konstruktivisme,Teori Religi, dan Teori Makna bertujuan untuk mengetahui Peran Pemuda Dalam Pementasan Tari Baris Dadap pada masyarakat di Desa Pakraman Pedawa. Peranan pemuda di Pedawa dalam mengikuti kegiatan Ngayah di Pura sangat antusias akan tetapi tidak dengan sebagai penari, terutama sebagai penari Tari Baris Dadap, ini karena selain tariannya sakral juga karena gerakan tarian yang lumayan sulit dan juga kurangnya motivasi serta dukungan dari masyarakat, akan tetapi para penari yang sudah sering tampil mementasakan Tari Baris Dadap di setiap ada Ngusabha Ngelemekin, sangat antusias, bahkan ada juga Truna datang ke rumah pelatih Tari Baris Dadap untuk berlatih tari agar nanti saat pentas supaya benar-benar bagus dan ridak mengecewakan. Tari Baris Dadap merupakan tarian sakral dan pementasannya pun tidak boleh sembarangan, hal ini dikarenakan oleh adat dan tradisi yang ada di Desa Pedawa tersebut. Oleh karena itu ada hari-hari tertentu untuk mementaskan tarian ini, tepatnya pada hari raya Ngusabha Ngelemekin Lelintih Nemu Gelang dimana tarian ini hanya dapat ditarikan lima tahun sekali. Pertunjukan tari Baris Dadap sebagai rangkaian prosesi upakara Tawur Agung akan segera dimulai. Sebelum pementasan Tari Baris Dadap ada beberapa prosesi upacara yang dilakukan diantaranya adalah Saba Ngelemekin dan Saba Malunin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali sesuai dengan dat tradisi yang mengikuti yang namanya Lelintih Nemu Gelang (rangkaian kegiatan upacara bertemu dari awal sampai akhir seperti gelang). Sabha Ngelemekin merupakan upacara yang dilakaukan di pura desa upacara ini bertujuan untuk penyucian diri dan alam secara niskala.
MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DAN DECISION MAKING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI Kadek Dwijana Putra; I Putu Ari Sudiada; I Putu Suarnaya
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Inquiry dan Decision Making dapat meningkatkan sikap dan prestasi belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti siswa kelas XI Akuntansi SMK TI Bali Global Singaraja. Penelitian ini dirancang dengan penelitian tindakan kelas menggunakan sistem siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi-observasi dan analisis, serta refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan testing untuk data prestasi belajar, kuesioner untuk data sikap terhadap pembelajaran, wawancara dan observasi sebagai metode pelengkap. Metode analisis data digunakan analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis ditemukan sebagai berikut siklus rata-rata terhadap pembelajaran sebesar 69%, sedangkan prestasi belajar diperoleh rata-rata kelas 65,6 daya serap 65,5% dan ketuntasan belajar 59,26% secara keseluruhan siklus satu belum berhasil. Pada siklus II diperoleh sikap siswa terhadap pembelajaran rata-rata sebesar 84,3%, sedangkan prestasi belajar diperoleh rata-rata kelas 81,67 daya serap 81,67% dan ketuntasan belajar sebesar 100%. Hasil penelitian pada siklus II telah mencapai target yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Jadi penerapan model pembelajaran Inquiry dan Decision Making ternyata dapat meningkatkan sikap dan prestasi belajar pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti siswa kelas XI Akuntansi SMK TI Bali Global Singaraja tahun pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian yang direkomendasikan kepada para guru khususnya guru Agama Hindu untuk menerapkan model pembelajaran Inquiry dikombinasikan dengan Pengambilan Keputusan untuk dilaksanakan dengan tepat dan benar dalam upaya meningkatkan sikap dan prestasi belajar siswa.
MODEL PEMBELAJARAN TRI PARARTHA DIPADUKAN DENGAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI SISWA KELAS X TKJ SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Komang Sri Dewi; Dewa Nyoman Sucita
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi siswa di kelas X TKJ SMK TI Bali Global Singaraja tahun pelajaran 2021/2022 melalui model pembelajaran Tri Parartha dipadukan dengan Mind Mapping. Digunakan teori Tri Parartha dan Mind Mapping. Penelitian dirancang dengan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian sebanyak 16 orang yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan di kelas X TKJ. Prosedur penelitian menggunakan sistem siklus yang terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi evaluasi analisis, dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan tes untuk data pengetahuan akademik, kemudian observasi untuk data aktivitas siswa dalam pembelajaran. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif yang terdiri dari 3 tahapan: reduksi data, paparan data, dan analisis. Hasil penelitian sebagai berikut: pelaksanaan siklus I rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran 74,1% dan prestasi belajar dengan rata-rata (M) 77,50, Daya Serap (DS) 77,50% dan Ketuntasan Belajar (KB) 62,50% kategori Sedang. Pelaksanaan siklus II rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran 87,4% dan prestasi belajar dengan rata-rata (M) sebesar 83,75, daya serap (DS) sebesar 83,75%, dan ketuntasan belajar (KB) 100% kategori Tinggi. Disimpulkan bahwa Penerapan model pembelajaran Tri Parartha dipadukan dengan Mind Maping Dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi siswa kelas X TKJ SMK TI Bali Global Singaraja.
MODEL PEMBELAJARAN SAD GUNA DHARMA DAN DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU Ni Komang Mega Tri Yulia Antari; I Wayan Suwendra; Ni Wayan Seriasih
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji penerapan model pembelajaran Sad Guna Dharma dikombinasikan dengan Diskusi dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas XII TKJ SMK TI Bali Global Singaraja tahun pelajaran 2021/2022 dalam pelajaran pendidikan AgamaHindu. Penelitian ini dirancang dengan penelitian tindakan kelas menggunakan sistim siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tidakan, evaluasi-observasi dan analisis, serta refleksi. Metode pengumpulan data digunakan testing untuk data prestasi belajar, kuesioner untuk data aktivitas terhadap pembelajaran, wawancara dan observasi sebagai metode pelengkap. Metode analisis data digunakan analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis ditemukan sebagai berikut siklus I rata-rata aktivitas terhadap pembelajaran sebesar 54,8%,sedangkan prestasi belajar diperoleh rata-rata kelas 77,5 daya serap 77,5% dan ketuntasan belajar 0,25% secara keseluruhan siklus satu belum berhasil. Pada siklus II diperoleh aktivitas siswa terhadap pembelajaran rata-rata sebesar 89,5%, sedangkan prestasi belajar diperoleh ratarata kelas 83,33 daya serap 83,33% dan ketuntasan belajar sebesar 100%. Hasil penelitian pada siklus II telah mencapai target yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Jadi penerapan model pembelajaran Sad Guna Dharma dan Diskusi ternyata dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pelajaran Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XII TKJ SMK TI Bali Global Singaraja tahun pelajaran 2021/2022.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) BERBANTUAN KONSEP TRI KAYA PARISUDHA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI Ni Putu Ayu Tri Utami
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas X Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja melalui Penerapan Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) Berbantuan Konsep Tri Kaya Parisudha. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaa tindakan, observasi, evaluasi, analisis dan refleksi yang dilakukan pada setiap siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja, pada semester ganjil yang berjumlah 17 orang siswa, yang terdiri dari 12 orang siswa laki-laki dan 5 orang siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dan evaluasi. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Dari analisis data yang diperoleh bahwa mengalami peningkatan aktivitas, sikap dan prestasi belajar dari siklus I ke siklus II serta melampui target yang ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian sebagai berikut: hasil aktivitas belajar pada siklus I 55%, pada siklus II meningkat menjadi 86%. Hasil sikap belajar pada siklus I 59%, pada siklus II meningkat menjadi 89%. Sedangkan, hasil prestasi belajar pada siklus I rata-rata kelas (M) sebesar 69,12, daya serap (DS) sebesar 69,12% dan ketuntasan belajar (KB) sebesar 47,06%. Hasil tersebut meningkat pada siklus II menjadi sebagai berikut: rata-rata kelas (M) sebesar 82,35, daya serap (DS) sebesar 82,35% dan ketuntasan belajar (KB) sebesar 88,23%. Dengan demikian Penerapan Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) Berbantuan Konsep Tri Kaya Parisudha dapat meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas X Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja Tahun Pelajaran 2021/2022.
Pura Baturgangsia Di Desa Tinggarsari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Nilai) Gede Satria Wibawa; I Wayan Gara
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Baturgangsia merupakan salah satu Pura Kahyangan Desa yang berlokasi di Banjar Kapas Jawa, Desa PaKraman Tinggarsari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Keberadaan Pura Baturgangsia dinilai sangat unik karena di sekitar Pura ini terdapat kurang lebih 1.000 batu yang dipercaya sudah ada sejak zaman Megalitikum bebatuan berbenuk balok di Desa Tinggarsari ini kemungkinan terbentuk pada zaman Megalitikum. Batu segi enam dan segi lima tersebut dipercaya di bawa oleh 9 ekor kera sehingga Pura tersebut dinamakan Pura Baturgangsia yang merupakan stana dari Ida Ratu Mas Melanyat. Pura Baturgangsia berada di bawah tebing sehingga dibuatkan Pura Pengayatan dengan denah terdiri dari tiga halaman yaitu halaman luar (nista mandala), halaman tengah (madya mandala), dan halaman dalam (jeroan utama mandala). Upacara/Piodalan di Pura Baturgangsia dilaksanakan pada saat Purnama Kasa. Berdasarkan penjelasan diatas Pura Baturgangsia memiliki fungsi sebagai tempat melakukan persembahyangan untuk memohon anugrah, karena dipercaya sebgai kawasan suci yang keramat, banyak umat yang tangkil sembahyang, bahkan melakukan tapa semedi di sini dan banyak dari mereka yang mendapatkan paica berupa batu mulia. Umat juga mempercayai Palinggih di antara batu-batu yang dibangun menjadi Pura Baturgangsia merupakan Pura kesuburan untuk lahan pertanian mereka. Pura Baturgangsia memiliki beberapa nilai yang terkandung di dalamnya antara lain yaitu Nilai Religius, Nilai Pendidikan Tattwa, dan Nilai Pendidikan Susila.
TINJAUAN NILAI-NILAI ETIKA DALAM TEKS KIDUNG JERUM KUNDANGDYA DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DI DESA POH BERGONG KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG I Nyoman Sukrawan
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan umtuk (1) Mendiskripsikan nilai-nilai etika yang terdapat dalam kidung Jerum Kundangdya di desa Poh bergong kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng, (2) Mendiskripsikan pelaksanaan nilai-nilai etika dalam Kidung Jerum Kundangdya di des Poh bergong kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dan snowboll. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, pencatatan dokumen (dokumentasi). Pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Untuk Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini menemukan (1) nilai-nilai etika pada bait-bait Kidung Jerum Kundangdya yaitu sebagai berikut : nilai etika kesetiaan, nilai etika kejujuran, nilai etika kesopanan, dan nilai etika cinta kasih (2) Penerapannya nilai-nilai etika yang terdapat pada Kidung Jerum Kundangdya yaitu nilai cinta kasih dalam kehidupan berumah tangga. Penerapan nilai etika religius yang terdapat pada Kidung Jerum Kundangdya yaitu memberikan pengaruh pada keyakinan dalam beragama pada masyarakat di desa Poh Bergong. Penerapan nilai etika kesetiaan yang terdapat pada Kidung Jerum Kundangdya diterapakan dalam kehidupan masyarakat di desa Poh Bergong.
EKSISTENSI PURA PELAWAH KEMONG DI DESA BULIAN, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG Luh Made Ayu Widianingsih
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Pelawah Kemong keberadaannya diperkirakan berawal saat desa Banyubuah (Bulian sekarang) diserang oleh bajak laut asing (Inggris), sebagian desa dihancurkan, harta kekayaan dirampas, namum pendekar-pendekar Bulian bertahan dengan gigih dan berhasil mengusir mereka (bajak laut) meskipun banyak terjadi korban. Beberapa puluh orang bajak laut yang ditangkap, ditawan di suatu tempat dan satu persatu dari mereka diadu kekuatannya dengan sesama temannya seperti orang mengadu ayam. Itulah pangkal cerita yang menyatakan bahwa di desa Bulian diadakan Tajen Jelema atau petarung manusia. Adapun bentuk pura Pelawah Kemong hanya terdiri satu halaman saja, yang melambangkan Eka Bhuana. Selain memiliki arti panunggalan antara alam bawah dengan alam atas, seperti yang sudah dijelaskan di atas Eka Bhuana juga dapat diartikan sebagai tempat atau halaman tempat suci atau pura yang hanya terdiri dari satu halaman saja. Tidak berisi halaman seperti dalam konsep Tri Mandala, ada jeroan, jaba tengah, jaba sisi. Upacara/piodalan di pura Pelawah Kemong dilaksanakan hari buda wage/ buda cemeng dan juga bersamaan dengan upacara/piodalan di Khayangan Tiga dimana piodalan di pura Pelawah Kemong dibagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan,puncak acara, dan penutup.Berdasarkan penjelasan diatas pura Pelawah Kemong memiliki fungsi sebagai tempat melakukan persembahyangan ketika mereka melakukan perjalanan jauh untuk memohon keselamatan selain itu pura Pelawah Kemong berfungsi untuk memperoleh kekuatan.Dari cerita suci tentang keberadaan Pura Pelawah Kemong sekarang tetap dipertahankan eksistensinya oleh masyarakat Bulian dan masyarakat luar Bulian sebagai tempat memuja Tuhan dengan manifestasinya yang diyakini memiliki kekuatan religius dan adi kodrati.
NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA JINENGDALEM KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG Ni Nyoman Sariyani; I Putu Ari Sudiada
Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: mengkaji tahapan proses upacara perkawinan di Desa Jinengdalem dan nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam upacara perkawinan di Desa Jinengdalem Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Beberapa teori yang digunakan untuk mengkaji masalah yang diteliti antara lain; materi yang berhubungan dengan nilai Pendidikan Agama Hindu, dan upacara perkawinan di Desa Jinengdalem Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Penelitian ini dirancang dengan penelitian emperik jenis deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan (Sampel) yang digunakan adalah purposive sampling dengan Teknik snowball. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut. Perkawinan merupakan pertemuan seorang laki-laki dan perempuan untuk mengikat hubungan sebagai suami dan istri yang kelak membina sebuah keluarga. Upacara perkawinan merupakan pesaksian kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kepada masyarakat atau keluarga, bahwa kedua orang tersebut mengikat diri menjadi suami istri. Selain itu upacara perkawinan merupakan penyucian terhadap Kamajaya (sperma) dan Kamaratih (ovum) yang suci dan dijiwai oleh roh suci yang nantinya akan melahirkan putra yang suputra yaitu anak berbudi luhur. Perkawinan selain memiliki nilai religi juga memiliki nilai pendidikan agama Hindu yang sesuai dengan Tri Kerangka Dasar Agama yaitu tattwa, etika,dan upacara/ritual.