cover
Contact Name
Ahmad Zaelani
Contact Email
jurnalimpresiindonesia@gmail.com
Phone
+62895613976252
Journal Mail Official
jurnalimpresiindonesia@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Palm Asri Pasalakan Blok C Nomor 5 Kelurahan Pasalakan Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Impresi Indonesia
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28281284     EISSN : 2810062X     DOI : https://doi.org/10.58344/jii.v2i12
The Jurnal Impresi Indonesia provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from management, economics, Education, law, Social Health and religion that belong to the social context. Published articles are articles from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues, or reviews of scientific books
Articles 854 Documents
The Significance Level of Critical Success Factors Affecting Contractor Performance in Winning Public Construction Tenders Memed Timang Palembangan; Israel Padang
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7611

Abstract

This study analyzes the Critical Success Factors (CSFs) influencing contractor performance in public construction tendering under the Ministry of Public Works in Indonesia. Using a quantitative approach and Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), data were collected from 597 contractors, comprising 161 small, 187 medium, and 249 large firms. The results reveal that the significance of CSFs varies across contractor classifications. For small contractors, performance is significantly influenced by Equipment Resources (X2), Technology and Innovation (X4), Competitive Pricing (X6), and Regulatory Understanding (X7). For medium contractors, the most influential factors are Company Qualification (X1), Equipment Resources (X2), Human Resources (X3), Document Quality (X5), and Competitive Pricing (X6). Meanwhile, for large contractors, performance is mainly driven by Equipment Resources (X2), Technology and Innovation (X4), Document Quality (X5), Competitive Pricing (X6), and Regulatory Understanding (X7). Across all classifications, Competitive Pricing and Equipment Resources consistently emerge as key determinants of tender success. The model fit indices (NFI = 0.712–0.759) confirm the robustness and validity of the developed models. These findings provide empirical evidence of how CSFs differ by organizational scale, offering theoretical contributions to construction management research and practical insights for improving competitiveness, transparency, and efficiency in Indonesia’s public procurement system.
Penerapan Standar Instalasi Tenaga Listrik Satu Fasa Golongan Tarif R1 pada Rumah Tinggal di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Fransiskus Seda; Yustinus S.B Ada; Rochani Rochani; Markus Daud Letik; Zilman Syarif
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7619

Abstract

Instalasi listrik yang tidak sesuai standar merupakan penyebab utama kebakaran rumah dan sengatan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan instalasi listrik satu fasa pada rumah tangga golongan tarif R1 (daya 450-2200 VA) di Kota Kupang terhadap standar PUIL, SPLN, dan SNI. Penelitian kuantitatif observasional ini dilakukan pada 40 sampel pelanggan yang dipilih secara purposive dari total 166.905 pelanggan di Kota Kupang. Pengumpulan data dilakukan melalui inspeksi visual komponen (kabel, sakelar, stopkontak, MCB, PHB) dan pengukuran resistansi isolasi kabel menggunakan multimeter digital serta resistansi pentanahan menggunakan earth tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,5% instalasi menggunakan kabel NYM 3x2,5 mm2 dengan merek Visicom dan Eterna. Namun, 45% dari 40 instalasi memiliki resistansi pentanahan di atas standar 5, dengan nilai tertinggi mencapai 834. Selain itu, 7,5% instalasi menunjukkan resistansi isolasi yang sangat rendah (<1 M), mengindikasikan adanya kerusakan isolasi serius. Ditemukan pula ketidaksesuaian kapasitas pengaman MCB, termasuk satu instalasi dengan MCB 25A pada kabel 2,5 mm2 yang berisiko menyebabkan kebakaran akibat beban lebih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kualitas komponen terpasang umumnya baik, kegagalan pada teknik instalasi, khususnya sistem pentanahan dan pemilihan MCB, menciptakan risiko keselamatan yang signifikan. Implikasi praktisnya adalah perlunya inspeksi berkala wajib dan penerapan Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang lebih ketat untuk mengurangi risiko kebakaran dan sengatan listrik di Kota Kupang.
Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat 12 kWp di Kampung Ugo Distrik Kombay Papua Selatan Bernolpus Tingge
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7621

Abstract

Ketersediaan energi listrik merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil seperti Kampung Ugo, Distrik Kombay, Papua Selatan, yang belum terjangkau jaringan listrik nasional. Instalasi PLTS Terpusat 12 kWp dilaksanakan sebagai solusi energi terbarukan sekaligus kegiatan praktik keinsinyuran. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan kompetensi keinsinyuran dalam perencanaan, instalasi, dan evaluasi sistem PLTS terpusat serta menilai kinerja dan manfaatnya bagi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, keterlibatan langsung dalam instalasi, studi dokumen proyek, serta evaluasi kinerja sistem. Analisis kinerja proyek dilakukan menggunakan Earned Value Method (EVM). Seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan teknis, pekerjaan sipil, instalasi mekanikal dan elektrikal, hingga pengujian dan commissioning, telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar yang berlaku. Keterlambatan minor akibat cuaca dan logistik masih dalam batas toleransi. Sistem PLTS 12 kWp beroperasi dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Implementasi rekayasa yang tepat melalui instalasi PLTS terpusat mampu mendukung elektrifikasi pedesaan dan meningkatkan kemandirian energi di wilayah terpencil.
Statistical Evaluation and Correlation Analysis of Monthly Coal Quality: Case Study in a Coal-Fired Power Plant (IPP-Kalteng-1) Ikhwan Arifin; Puma Manggala V A; Subhan Hasisi
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7628

Abstract

Coal quality consistency is essential for maintaining stable operation in coal-fired power plants. This study presents a statistical evaluation of monthly composite coal quality data collected in 2025 from a coal-fired power plant in Central Kalimantan (IPP-Kalteng-1), Indonesia. Key parameters—including total moisture, inherent moisture, ash content, volatile matter, fixed carbon, sulfur content, and calorific value—were analyzed in accordance with ASTM standard methods. Descriptive statistics and the coefficient of variation were applied to assess parameter stability, while Pearson correlation analysis was used to examine relationships between coal properties and calorific value. A multiple linear regression model was developed to evaluate the combined influence of total moisture, ash content, and fixed carbon. Model performance was assessed using Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), and the coefficient of determination (R²). Results indicate that calorific value remained stable throughout the study period, with low variability. Ash content and total moisture exhibited negative relationships with calorific value, whereas fixed carbon showed a positive effect. Although the regression model demonstrated moderate predictive accuracy (MAE = 179 kcal/kg; RMSE = 184 kcal/kg), the low R² value (0.05) suggests that additional factors influence calorific value variability.
Antara Amerika Serikat & Indonesia, Analisis Penggunaan Teknologi dalam Mendukung Komunikasi Internal Organisasi Studi Kasus INGO Wildlife Conservation Society Noviana Fazriah; Ratih Dewanti Rr
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7642

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran teknologi komunikasi dalam mendukung komunikasi internal organisasi lintas negara pada organisasi non-pemerintah internasional (INGO), dengan studi kasus Wildlife Conservation Society (WCS). Fokus penelitian diarahkan pada dinamika komunikasi antara kantor pusat WCS di Amerika Serikat dan cabang operasional di Indonesia, dengan mempertimbangkan pengaruh teknologi, struktur jaringan komunikasi, serta perbedaan budaya organisasi dan budaya nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, melalui metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen internal organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi komunikasi seperti Microsoft Teams, Outlook, Slack, dan platform berbasis cloud berperan penting dalam menjembatani jarak geografis dan perbedaan zona waktu, serta mendukung pola komunikasi vertikal, horizontal, dan diagonal di dalam organisasi. Namun, efektivitas penggunaan teknologi tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, baik teknis maupun non-teknis, seperti keterbatasan infrastruktur internet di wilayah kerja lapangan Indonesia, variasi literasi digital, serta perbedaan gaya komunikasi yang dipengaruhi oleh konteks budaya Amerika Serikat dan Indonesia. Budaya kerja Amerika Serikat yang cenderung langsung dan egaliter kerap berinteraksi dengan budaya Indonesia yang lebih kontekstual dan hierarkis, sehingga mempengaruhi partisipasi, penyampaian umpan balik, dan pengambilan keputusan dalam komunikasi digital.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan komunikasi lintas negara di organisasi global tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi, tetapi juga pada keselarasan strategi komunikasi dengan konteks budaya organisasi dan budaya lokal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunikasi berbasis teknologi yang adaptif, inklusif, dan sensitif terhadap perbedaan budaya untuk mendukung efektivitas kerja dan kolaborasi organisasi INGO secara berkelanjutan.
Kekosongan Pengaturan Hukum Benda Virtual dalam Hukum Perdata Indonesia dan Dampaknya terhadap Kepastian Hukum Pemegang Hak Galang Fauzan Prawinda; Trisadini Prasastinah Usanti; Ghansham Anand
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7646

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai bentuk benda virtual yang memiliki nilai ekonomi dan secara faktual diperlakukan sebagai objek kepemilikan dalam aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Namun demikian, hukum perdata Indonesia hingga saat ini belum memberikan pengaturan yang tegas mengenai kedudukan hukum benda virtual sebagai objek hak. Pengaturan yang ada masih terbatas pada data dan informasi elektronik, sehingga menimbulkan kekosongan hukum terhadap benda virtual. Kondisi tersebut berdampak pada ketidakpastian hukum bagi pemegang hak, khususnya terkait kepemilikan, pengalihan, serta perlindungan hukum apabila terjadi sengketa atau kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekosongan pengaturan hukum benda virtual dalam hukum perdata Indonesia serta dampaknya terhadap kepastian hukum pemegang hak. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan teori hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara doktrinal benda virtual telah memenuhi karakteristik dan prinsip kebendaan dalam hukum perdata, namun belum memperoleh rekognisi normatif yang memadai. Oleh karena itu, kekosongan pengaturan tersebut berpotensi melemahkan kepastian hukum dan perlindungan hak pemegang benda virtual, sehingga diperlukan pengembangan hukum perdata yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Bibliometric Analysis and Prisma: Sustainable Consumption in Economics Arkanudin Rizki Permono; Muhammad Imam Wicaksono; Aris Hanafiah
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7649

Abstract

able consumption has become a strategic issue in economic research due to the increasing urgency of environmental crises, climate change, and shifts in consumer behavior toward more responsible consumption patterns. These complex challenges highlight the need for a comprehensive scientific mapping to understand research trends, allocation patterns, and conceptual developments in this field. This study aims to examine research trends, allocation patterns, and implications related to sustainable consumption in economics in order to identify future research directions and strengthen theoretical contributions. The study applies a Systematic Literature Review (SLR) approach based on the PRISMA framework to systematically identify and select relevant studies. A total of 174 articles indexed in the Scopus database were analyzed. Bibliometric analysis was conducted using VOSviewer to map global academic collaboration networks, research clusters, and thematic developments. The findings indicate that sustainable consumption continues to hold strong research significance and future relevance, driven by the urgency of environmental crises and evolving consumer behavior. The global academic collaboration map is dominated by European countries, with a primary focus on developing quantitatively measurable evaluation models. The literature also emphasizes the need for standardizing comprehensive evaluation metrics, such as Life Cycle Assessment (LCA) and Material Flow Analysis (MFA). Theoretically, future research should prioritize the standardization and integration of evaluation metrics to strengthen the validity and comparability of sustainable consumption measurements. Practically, the implementation of a circular economy system requires technological innovation and cross-sector collaboration to bridge the gap between consumer attitudes and actual sustainable consumption behavior
Factors Influencing Generative AI Adoption in Government: A Case Study in BPS-Statistics of Indonesia Mutia Sayyidah; Sofian Lusa; Muhammad Rizki; Nurcholis Ramlan; Dana Indra Sensuse
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7666

Abstract

Rapid technological developments hold great potential, one of which is generative AI. Technology that is easily accessible and user-friendly tends to spread quickly, and BPS-Statistics of Indonesia is no exception. The challenges currently faced by BPS-Statistics of Indonesia, such as rapid data growth, high data demand, and data analysis and representation, encourage the institution to be adaptive to new technologies that can accelerate work processes. This research aims to determine the factors influencing the acceptance and use of generative AI (GenAI), such as ChatGPT, Gemini, and others, among BPS-Statistics of Indonesia employees, using Behavioral Intention as the central mediating variable that bridges the influence of these predictor factors on Use Behavior. The model also examines the relationships between external factors, such as Social Influence and Trust, and Perceived Usefulness and Perceived Ease of Use, as well as their effects on Attitude. Additionally, it evaluates the influence of Hedonic Motivation, Facilitating Conditions, Perceived Severity, and Perceived Vulnerability on Behavioral Intention. Based on a survey of 166 respondents at BPS-Statistics of Indonesia, the results reveal that Attitude has a significant influence on Behavioral Intention, while Perceived Severity has a significant negative influence on Behavioral Intention. Furthermore, Behavioral Intention is also shown to have a significant positive influence on Use Behavior. These findings contribute theoretically to the development of technology adoption models in the public sector and have practical implications for BPS-Statistics of Indonesia in formulating AI usage policies.
Representasi Nilai Keikhlasan Tokoh Boma pada Pagelaran Wayang Kulit Gagrag Surakarta Lakon Seperti Boma Lila Legawa Dalang Ki Sigid Ariyanto Andika Krisna Putra; Yohan Susilo
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7686

Abstract

Wayang kulit adalah seni pertunjukan tradisional Jawa yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai moral, budaya, dan spiritual. Salah satu nilai penting yang sering disampaikan adalah nilai keikhlasan, yang tercermin dalam karakter tokoh-tokoh dalam lakon wayang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai keikhlasan pada tokoh Boma dalam pagelaran wayang kulit gagrag Surakarta dengan lakon Seperti Boma Lila Legawa yang dibawakan oleh dalang Ki Sigid Ariyanto. Pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui kajian dokumentasi pertunjukan, analisis dialog, alur cerita, dan karakterisasi tokoh Boma dalam lakon tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Boma digambarkan sebagai sosok yang mengalami proses batin menuju sikap lila legawa, yaitu menerima kenyataan hidup dengan kesadaran, ketulusan, dan keikhlasan. Nilai keikhlasan ini tercermin dalam sikap Boma menghadapi konflik, menerima takdir, dan melepaskan ambisi pribadi demi kepentingan yang lebih besar. Representasi nilai keikhlasan dalam wayang kulit gagrag Surakarta menunjukkan bahwa keikhlasan bukan hanya sikap pasrah, tetapi juga kedewasaan moral dan spiritual yang lahir dari kesadaran diri. Pesan etis tentang keikhlasan dapat disampaikan melalui pertunjukan wayang kulit secara simbolik dan estetis kepada masyarakat.
Peran Program Patriot dalam Menanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan Generasi Muda Heru Sujaryanto; Winarno Winarno; Triana Rejekiningsih
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7693

Abstract

Menurunnya nasionalisme generasi muda menjadi tantangan serius bagi kehidupan berbangsa, ditandai oleh lemahnya pemahaman nilai dasar negara, rendahnya kepedulian terhadap kondisi bangsa, dan melemahnya semangat kebangsaan. Kondisi ini semakin diperparah oleh perkembangan teknologi informasi yang memudahkan akses terhadap konten radikalisasi, sehingga diperlukan pendidikan dan pembinaan karakter yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Patriot dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda dan mengevaluasi efektivitas program tersebut dalam memperkuat kesadaran nasional dan karakter bangsa yang inklusif.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi terhadap dokumen program, kurikulum, modul kegiatan, serta laporan pelaksanaan Program Patriot. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Patriot berperan penting dalam menanamkan nilai kebangsaan melalui sosialisasi nilai, interaksi sosial lintas kelompok, serta pembentukan kesadaran identitas kebangsaan yang inklusif. Program ini juga berfungsi sebagai media pendidikan karakter untuk mendorong generasi muda memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan tanggung jawab. Program Patriot efektif dalam memperkuat kesadaran nasional, meningkatkan kohesi sosial, dan menumbuhkan komitmen generasi muda terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 11 (2025): Indonesian Impression Journal (JII) Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Indonesian Impression Journal (JII) Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Impresi lndonesia Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Impresi Indonesia More Issue