Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Articles
1,378 Documents
Pelatihan Keterampilan Seni Bagi Anak-Anak Paud Dan SD Di Jakarta Barat
Juniriang Zendrato
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (594.767 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.316
The children in Wijaya Kusuma District had potentials in Art but they had not fully realized and developed because of the middle to lower economic and social situation. Those children also had a great desire to learn, but no one facilitated. On the other hand, their parents could not see the art potentials in children yet, so they did not encourage and appreciate children's talents in art. The purpose of this community service was to provide the arts workshop based on their respective talents and interests. The method applied was grouping the children according to their interests and talents, namely singing, drawing or crafting, and dancing. The workshop was given for two months or eight meetings. The exhibition and children's art performances were attended by parents and the surrounding community at the last meeting. The results of the activity showed the participation of children in singing, drawing or crafting activities, and dancing. The Art exhibitions presented the paintings from used paper, pencil cases from paper pulp, and dolls from eggs. The Art performances were in the form of dances and songs. The enthusiasm of parents and the community was also seen by their visits to the exhibitions and art performances.
Pelatihan Cara Mempromosikan Sekolah Pada Yayasan Tiara Veritas Dan Rekanannya
Selvi Esther Suwu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (737.195 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.319
Kebutuhan akan pendidikan semakin maju, terlihat dari kuantitas sekolah yang meningkat. Bagi konsumen keadaan ini menguntungkan, karena dapat memilih sekolah dengan mudah. Akhirnya tercipta persaingan antar sekolah dan mengakibatkan jumlah siswa yang mendaftar berkurang. Hal ini membuat pihak sekolah berpikir untuk meningkatkan kualitas sekolahnya, namun kualitas bukan satu-satunya jalan untuk menarik konsumen. Konsumen mempunyai banyak pertimbangan ketika memilih sekolah untuk anaknya. Maka Yayasan Tiara Veritas bersama rekanannya (beberapa sekolah yang berlokasi di Kab.Tangerang dan Tangerang Kota) merasa perlu diperlengkapi mengenai promosi sekolah dan menghubungi Service Learning UPH sebagai rekanan kerjasama dalam Pengabdian Masyarakat. Penulis adalah dosen Pemasaran di UPH dan bersedia memberikan pelatihan mengenai promosi sekolah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode Pelatihan. Agar mengetahui efektifitas dari acara ini maka penulis membuat pre test dan post test. Hasilnya adalah peserta yang tadinya sudah mengerti bertambah mengerti, terutama pada bagian tips promosi peserta mengakui banyak belajar hal baru. Artinya memang sekolah bukan hanya memerhatikan kurikulum dan fasilitas secara umum tetapi pelayanan yang maksimal dari seluruh lapisan karyawan di sekolah juga perlu diperhatikan. Selanjutnya Yayasan Tiara Veritas dan rekanan meminta penulis untuk membawakan topik promosi (bagi sekolah rekanan yang tidak hadir) dan lainnya (manajemen keuangan sekolah) akan ditindaklanjuti semester depan. Kata kunci : Mempromosikan Sekolah, sekolah, guru
Penanaman Pohon Alpukat (Persea Americana) Untuk Revitalisasi Hulu Das Citarum Di Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung
MULYANINGRUM SUDIBYO;
ELLEN RUSLIATI;
ANDRE SURYANINGPRANG
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.53 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.320
Sungai Citarum mempunyai peran sangat strategis bagi kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat pada 2 provinsi berpenduduk padat di Indonesia, Jawa Barat dan Jakarta. Selain untuk irigasi pertanian dan 80 persen sumber air minum, sungai sepanjang 269 Km ini juga digunakan di sektor perikanan dan industri, serta pembangkit tenaga listrik tenaga air untuk Jawa dan Bali. Oleh karena itu, Sungai Citarum menjadi aset vital dalam mendukung kehidupan bangsa di masa depan. Namun saat ini Sungai Citarum menjadi sorotan besar secara nasional dan internasional karena dinyatakan sebagai sungai terkotor di dunia, dengan tingkat pencemaran tertinggi, 10 kali melampaui baku mutu. Oleh karena itu penanganan penanggulangan pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum harus segera dilaksanakan sebagai agenda nasional yang sinergis dan terintegrasi melalui Program Revitalisasi Hulu DAS Citarum, yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Keterlibatan Universitas Pasundan terhadap kondisi lingkungan di sekitar hulu Citarum sudah dilakukan sejak lama, tepatnya mulai tahun 2012. Sampai saat ini, 22.000 pohon alpukat telah tumbuh dan 6.000 masih di dalam polybag. Jumlah biji yang ditanam mencapai 132.000 biji. Namun, hanya 30% yang tumbuh. Pohon alpukat itu hingga kini terus dijaga agar tumbuh besar. Dipilihnya pohon alpukat karena sifatnya yang kokoh, bisa mengikat tanah, dan mudah dijumpai.
Penyuluhan Orang Tua Dan Bimbingan Belajar Anak Di Jakarta Barat
Wiyun Philipus Tangkin;
Juniriang Zendrato
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.318 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.321
The lack of parental knowledge about discipline influences the role of parents in educating their children. Thus, it forms those who lack of discipline. It became the background of Community Service carried out in the form of parental counseling and tutoring for children in Wijaya Kusuma Village, West Jakarta. This counseling aimed to make parents reflect more on their role as the main educator in the lives of their children. The learning guidance that was carried out was motivated by the attitude of children who were passive and still afraid to express themselves both in written and orally. In the implementation of this study guide, children were directed to get to know more about who they are, their families, their dreams, and their hopes. Children were trained to be able to express and describe images of themselves, their families, hopes, and ideals in oral and written forms. The methods used in tutoring varied such as games, interactive teachings, group works, and independent assignments. The results of the observations during learning were that children looked better in terms of character, which was more disciplined and showed a cooperative attitude with their friends. From the results of evaluating the implementation of counseling, parents felt that this counseling was important and useful for them in educating their children at home.
Edukasi Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Untuk Anak Sekolah Minggu HKBP PPGS
Veronica Paula;
Yenni Ferawati Sitanggang;
Deborah Siregar;
Evanny Indah;
Dina Valentina
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (70.723 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.322
Clean and healthy life behavior (PHBS) is all health behavior that is done on awareness so that family members or family can help themselves in the field of health and play on active role in health activities in the community. Clean and healthy life behavior has 12 indicators; childbirth assisted by health personnel, exclusive ASI, weighing children every month, using clean water, washing hands with water and soap, using healthy latrines, eradicating larvae at home once a week, eating fruit and vegetables each day, do physical activity every day and do not smoke in the house. School-age children as the next generation of the nation should be given health education to provide good habits that improve the health of children and their families. Two things that was focused from those indicators were health education about a helathy teeth and mouth as well as hand hygiene. The result revealed that from 29 Sunday school children, there were 17 children (58.62%) had a healthy and clean tooth, four children (13.79%) undergone a tooth filling, six children were recommended to come to a dental clinic for futher treatment of their cavity and two children (6.89%) had their tooth extraction. From the result, it can be seen that more than half children have a healthy and good tooth.
Penyuluhan Cara Menghadapi Generasi Millenial Bekerjasama Dengan Sekolah, Gereja Dan Radio
Krishervina Rani LIDIAWATI
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.985 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.324
Internet has been widely used by children and teenager which could have an impact on child development. Therefore, information about parenting millennials that can’t be separated from the internet is needed. Parenting style plays a role in ensuring healthy development of children physically, cognitive, and psychosocial. Many children can’t stay away from gadget and that affect child’s emotion, behaviour, and even achievement at school which in turn overwhelmed their parent. This problem prompted community services in the form of public education for parents done through school, church, and radio. This community services collaborate with school, church and radio station. The first public education is done for parents of students in TK Budaya school. The second public education is done for parents and Sunday school teachers of Charismatic Worship Service (CWS) church at Senen, Jakarta. The third public education is done through collaboration with Yayasan Busur Emas (YBE) in their program “Parenting with Heart” that’s broadcasted through Heartline radio 100.6 FM. These programs are done in hope of wider dissemination of information so that more parents are able to face millenials who are fluent in using digital technologies. Based informal survey done on the public education at school and church, more than 50% of parents already knew the negative effect of excessive gadget usage but still don’t have rules on using gadget at home.
Pelatihan Pembuatan Makanan Penutup Berupa Lava Cake Dan Churros Dengan Teh Hitam Kepada Ibu-Ibu Korem 052/Wijayakrama Karawaci
Sandra Maleachi;
Griselda Feliciandria;
Gabriella Faustina;
Miesyel Samantha
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.63 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.325
Industri makanan saat ini telah berkembang pesat, seiring dengan berkembangnya waktu telah banyak pula efek negatif yang timbul dengan penggunaan bahan tambahan kimia pada makanan. Maka dari itu perlu diminimalisir dengan melakukan pembuatan perisa alami sebagai alternatif yaitu dengan menggunakan teh. Teh hitam dipilih karena identik dengan cita rasa Indonesia serta mudah diperoleh dan relatif murah harganya. Menurut banyak studi, teh hitam juga merupakan bahan minuman alami yang menyehatkan karena mengandung senyawa katekin yang merupakan senyawa bioaktif yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, mengurangi kemungkinan timbulnya penyakit jantung, darah dan pembuluh darah, menyehatkan pencernaan makanan, mulut dan gigi serta beberapa penyakit infeksi lain. Tujuan PkM ini adalah pengajaran dan pelatihan kepada masyarakat, khususnya Ibu-Ibu Korem 052/Wijayakrama bagaimana cara pembuatan makanan penutup gaya barat dengan mudah dan menciptakan rasa baru yang khas Indonesia menggunakan teh hitam. Metode demonstrasi oleh instruktur dan praktik bersama para peserta di laboratorium dapur Program Studi Pengelolaan Perhotelan dipilih berdasarkan lokasi strategis dan peralatan dan perlengkapan memadai. Hasil kegiatan dapat dimanfaatkan para peserta untuk berkreasi lebih lanjut dan juga meningkatkan perekonomian keluarga jika dikomersilkan dalam skala industri rumah tangga.
Screening Kesehatan Sistem Reproduksi Perempuan Menopause Di Satu Gereja, Di Tangerang
Prisca Adipertiwi Tahapary;
Eva Berthy Tallutondok;
Fransiska Ompusunggu;
Belet Lydia Ingrit;
Dwi Yulianto Nugroho
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (680.107 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.326
Walaupun menopause adalah hal normal pada perempuan diatas umur 50 tahun, namun dijumpai data kecemasan menghadapi menopause pada perempuan di Tangerang Selatan. Dampaknya perempuan enggan memeriksakan kesehatan sistem reproduksi karena mempunyai persepsi tidak perlu periksa kesehatan jika tidak sakit. Fenomena tersebut juga dijumpai di salah satu gereja di Tangerang dimana setiap minggu diketahui ada perempuan sakit dan dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu perlu dilakukan screening kesehatan reproduksi pada perempuan menopause. Metode screening sistem reproduksi perempuan menopause (n=30) untuk mendeteksi peredaran darah jantung - otak, syaraf otak, kepadatan tulang, kadar gula dalam darah, organ reproduksi melalui alat Quantum Resonance Magnetic Analyzer dengan tiga kategori hasil risiko, hati-hati, dan aman. Hasil: diketahui usia ≥ 60 tahun (50%) dengan kategori ‘hati-hati’ diketahui masalah paling dominan yaitu gangguan peredaran darah di jantung - otak (96,67%), sedangkan pada kategori ‘risiko’ gangguan paling dominan yaitu ‘tingginya gula dalam darah (76.67%). Lalu hasil dilaporkan kepada dokter klinik gereja untuk memberikan rujukan ke rumah sakit. Kesimpulan: responden tersebut mempunyai kecenderungan mengalami masalah penurunan fungsi kognisi seperti cepat lupa disertai penyakit degeneratif pada lanjut usia: Diabetes Melitus, Dementia, dan Osteoporosis. Rekomendasi diperlukan literature review tentang dampak menopause terhadap kejadian penyakit degeneratif.
Perumusan Strategi Bumdes Tarumajaya Kawasan Hulu Sungai Citarum Kabupaten Bandung
Ellen Rusliati;
Mulyaningrum Mulyaningrum
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.036 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.327
Pengabdian ini dimaksudkan agar BUMDES Tarumajaya menjadi outlet bagi produk yang dihasilkan penduduk setempat dan memiliki kinerja yang baik, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan penduduk. Program normalisasi dan rehabilitasi kawasan hulu sungai Citarum menuntut peran masyarakat agar memberi kontribusi pada normalisasi dan rehabilitasinya. Metode yang dilakukan dengan survey, wawancara, serta pelatihan mengenai manajemen bisnis yaitu memanfaatkan peluang dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Hasil identifikasi menunjukkan peluang dan kekuatan lebih banyak daripada ancaman dan kelemahannya. Matrik eksternal menunjukkan total skor 2,36 dan matriks internal 2,31. Berdasarkan analisis eksternal internal, menunjukkan BUMDES Tarumajaya berada pada kuadran V, yaitu ditahan dan dijaga, serta strategi yang tepat adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Program yang dapat dilakukan, antara lain melakukan aktivitas pemasaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi termasuk di dalamnya penelusuran alternatif pengembangan produk baru, sehingga dapat meningkatkan keragaman dan kualitas produk yang dijual serta memahami perkembangan selera konsumen dan pesaing.
Peningkatan Kesadaran Mahasiswi Akan Sampah Gelas Minuman Plastik Di Universitas Pelita Harapan Dengan Pendekatan Desain Produk
Devanny Gumulya;
Irvin Aditya Parapak;
Luther Tjunawan;
Nabila Andini Nareswari;
Indarto Indarto;
Yosefin Suhanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (518.511 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.328
We currently live in the constantly changing urban life that has created unsurmountable waste, as we used to buy, use, and throw when it reaches its end of life. With this habit, Indonesia has become the second largest plastic waste contributor in the world. The product design students who are millennials generation must be aware of this issue, as they are the future of our nation. With the product design approach, the students are asked to recycle the plastic waste that is polluting UPH’s environment. From the interview and observation, founded that there is 6.000 plastic cup used monthly. The plastic cup is categorized under polypropylene and polyethylene plastic in which both are thermoplastic, a kind of plastic that is pliable when given certain heat. The process starts with collecting, sorting, cleaning; then the waste is ready to be recycled with many exploration techniques with non-heated or heat process using a hot press machine on 1200C - 1600C to get new material that has good aesthetic and structure quality. After the waste is successfully made into functional products, the results are socialized to students from other disciplines through a workshop in which to participate he or she must bring their own plastic waste. This community service has reduced plastic cup waste in UPH by 1% and raising millennials' awareness about plastic waste. Hopefully, the process and the workshop program can change their perception that plastic cups are not waste but as a material that ready to be used again and can be made into functional products.