cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Penyediaan Dan Pemeliharaan Fasilitas Air Bersih Dan Sanitasi Untuk Peningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Di Desa Binaan Kholis Abdurachim Audah; Alfiandri Alfiandri; Febbyandi Isnanda Pandiangan; Veralyn Meharany Sushanty; Evita Herawati Legowo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.79 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.462

Abstract

Akses terhadap air bersih dan sarana sanitasi yang layak merupakan salah satu syarat mutlak terjaminnya kualitas hidup masyarakat. Namun hingga saat ini sebagian masyarakat kita belum mendapatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik. Untuk itu diperlukan keterlibatan pihak Perguruan Tinggi dalam upaya penyediaan dan pemeliharaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak di masyarakat, khususnya untuk daerah-daerah marjinal di sekitar lingkungan Perguruan Tinggi tersebut berada. Dalam usaha ini, Universitas Swiss German berkomitmen penuh dengan secara konsisten sejak tahun 2015 membantu masyarakat melalui penyediaan dan pemeliharaan sarana air bersih dan sanitasi di daerah-daerah yang menjadi Desa Binaan. Daerah-daerah yang menjadi target kegiatan ini meliputi Kecamatan Mauk dan Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten. Fokus kegiatan adalah berupa penyediaan sarana air bersih di Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk dan sarana sanitasi di Madrasah Tsanawiyah Nurul Islam di Desa Sampora, Kecamatan Cisauk dengan sumber pendanaan diperoleh dari dana internal Perguruan Tinggi. Sarana air bersih yang telah dibangun saat ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh sekitar 60 keluarga. Sedangkan sarana sanitasi sudah dapat dimanfaatkan oleh sekitar 400 orang siswa dan guru. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa keterlibatan pihak Universitas sangat diperlukan tidak hanya pada tahap pembangunan, tetapi juga pemeliharaan fasilitas yang ada.
Aplikasi Alat Pengendali Wereng Berbasis Solar Cell Di Desa Bringin Kabupaten Malang Eddy Suprihadi; Bayu Firmanto; taufik kurrahman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.238 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.464

Abstract

Planthopper attacks often occur suddenly in the Bringin village, Malang Regency. Efforts to spray using pesticides to eradicate plant hopper attacks have been carried out, but this method is less effective due to sporadic flying ability when spraying. For this reason, an integrated pest control technique is needed in addition to using pesticides so that pest control can be carried out effectively. The Community Partnership Program aims to help farmers overcome planthopper pests in rice fields by using pest traps based on solar cell technology. The method used in the implementation of this partnership program is to provide training in integrated pest control techniques and the manufacture of prototypes of planthopper pest control based on solar cell technology, and assistance to partner farmer groups during the application of tool technology in paddy fields to monitor the effectiveness of the use of tools to control pests leafhopper. The results of the program's implementation are indicated by the installation of four units of planthopper exterminator in one of the partner's paddy fields as the location of the demonstration plot. The results of using solar cell-based pest traps on land during the dry season showed that the tool was not only able to kill the planthopper but was also effective in trapping other pests that were flying around the location of the demonstration plot. It is hoped that after the implementation of the partnership program it can motivate other farmers to implement integrated pest management that is environmentally friendly
Peran Serta Asosiasi Pengajar Hukum Ketenagakerjaan Mewujudkan Model Masyarakat Hubungan Industrial yang Harmonis Di Kawasan Industri Karawang Jawa Barat Joko Ismono; Rihantoro Bayuaji
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.435 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.465

Abstract

Di era disrupsi dewasa ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan bukan hanya perubahan yang mendasar dalam hubungan kerja pada umumnya, akan tetapi juga telah melahirkan bentuk-bentuk hubungan kerja baru yang belum diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Perselisihan hubungan industrial seringkali berawal dari perbedaan perspektif di antara masyarakat hubungan industrial dalam melihat suatu hubungan kerja. Dalam perspektif pekerja, hubungan kerja dilihat sebagai kewajiban dari pengusaha untuk memenuhi hak-hak normatif pekerja yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Sementara dalam perspektif pengusaha, tenaga kerja dilihat sebagai salah satu biaya produksi yang menjadi beban ekonomi bagi perusahaan. Asosiasi pengajar hukum ketenagakerjaan dapat berpartisipasi untuk menjembatani perbedaan perspektif tersebut sebagai suatu bentuk peran serta dalam mewujudkan model masyarakat hubungan industrial yang harmonis. Tujuan dari kegiatan ini adalah pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh asosiasi pengajar hukum ketenagakerjaan dalam bentuk kuliah umum, diskusi kelompok, dan pelatihan yang melibatkan serikat pekerja, asosiasi pengusaha, dan dinas tenaga kerja di kawasan industri Karawang Jawa Barat. Lokasi pengabdian pada masyarakat dilakukan di Kabupaten Karawang karena merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, dimana banyak terjadi perselisihan hubungan industrial
Mendobrak Pola Konvensional Pengembangan Kewirausahaan Di Era Industri 4.0: Peningkatan Peranan Perguruan Tinggi Melalui Inkubator Bisnis Dan Teknologi Muhamad Ariza Eka Yusendra; Melda Agarina, Susanti, Hendra Kurniawan, Lilla Rahmawati, Niken Paramitasari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.246 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.467

Abstract

To survive in the 4.0 industry era, everyone in business must be able to develop contemporary, digital based business models to achieve the highest level of efficiency and the best quality of products. However, many stakeholders still choose to go the conventional way with business models that are not designed to adapt to 4.0 business environment. The solution to this gap could possibly be higher education involvement as agents of change and knowledge resource to upgrade micro, small, and medium enterprises. The purpose of this community service programme was to do just that through business incubator organisations and technology by implementing Integrated Incubation System based on creative economy on cases in IBI Darmajaya. The method used was a combination of observation, interview, consultation, workshop, mentoring, coaching, and utilising new technologies. This community service programme involved partners from various business segments such as culinary entrepreneurs, appropriate technology, digital startupreneur, and student academics. This programme resulted in the partners’ newfound skill of developing contemporary business models for 4.0 industry and an increase in production, sales, profit, and business scale.
Kemasan Ulang Dan Display Produk Makanan Ringan Kelurahan Keranggan Andreas James Darmawan; Ardi Gunawan; Hilmi Fabeta
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.615 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.468

Abstract

Seiring meningkatnya persaingan dagang pada zaman sekarang, produk makanan ringan produksi para ibu rumah tangga Kelurahan Kranggan - Serpong Tangerang Selatan, membutuhkan desain kemasan dan display produk makanan ringan yang memiliki daya saing dan daya jual. Dengan adanya kerjasama institusi dengan kelurahan ini, tim penulis membuat penelitian literatur dan observasi dengan jenis dan desain kemasan makanan ringan khas daerah, hasil penelitian ini dijadikan referensi untuk perhitungan biaya untuk menentukan jenis kemasan yang sesuai. Kemudian tim penulis melangkah dari proses koordinasi antar instansi, survei lapangan, analisis data hasil survei, pembuatan desain kemasan ulang, pemilihan desain kemasan, persiapan display produk makanan ringan, dan smapai pada proses tes pasar dan kerjasama pada kantin kampus. Hal ini adalah peluang untuk memberikan bantuan layanan desain. Tim penulis berharap memiliki peluang yang sama dan / atau serupa dalam kegiatan penelitian selanjutnya ini adalah peluang luar biasa untuk memberikan bantuan layanan desain.
Implementasi Free Open Source E-Commerce (Fose) Untuk Mendukung Pemasaran Digital Pada UMKM Jamur Tiram Haryono Setiadi; Ristu Saptono; Pringgo Widyo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.514 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.469

Abstract

Desa Tambak Boyolali adalah sentra usaha mikro kecil menengah (UMKM) jamur tiram. Produk yang dihasilkan UMKM tersebut adalah baglog, jamur tiram segar, keripik jamur tiram dan bio briket. Produk-produk yang dihasilkan di desa tersebut pada dasarnya telah memiliki kualitas yang baik, karena telah diproduksi sesuai dengan Petunjuk Operasional Standar (POS). Akan tetapi UMKM tersebut masih memerlukan dukungan untuk pemasarannya. Selama ini para pembudidaya tersebut cenderung memasarkan produknya kepada pengepul di sekitar Desa Tambak dengan harga yang kurang kompetitif. Hal ini berdampak UMKM di wilayah tersebut sulit berkembang. Diperlukan dukungan pengetahuan dan ketrampilan untuk mendukung sentra ini agar berkembang. Upaya dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan sosialisasi dan pelatihan kepada anggota UMKM tentang penjualan dengan memanfaatan media internet (facebook dan instragram). Disamping itu, para pembudidaya juga diberikan dukungan berupa pendampingan untuk melakukan pemasaran di toko online khusus UMKM seperti bukalapak.com dan tokopedia.com. Sentra UMKM juga didukung dengan pembuatan website khusus pemasaran produk sentra jamur tiram dengan software berbasis Free Open source E-Commerce (FOSE) yaitu software woocommerce yang bisa diakses pada laman http://tokojamur.com. Hasil dari kegiatan ini anggota UMKM jamur tiram memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk memasarkan produknya melalui media online (E-Commerce) yaitu Facebook, Instragram, bukalapak.com, tokopedia.com serta website pemasaran UMKM jamur tiram yang telah dibangun
Implementasi Smart Security Camera Pendukung Sistem Keamanan Lingkungan Mandiri Berbasis Internet Of Thing (IoT) Haryono Setiadi; Rahmaniyah Dwi Astuti; Rini Anggrainingsih
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.935 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.470

Abstract

Secara geografis wilayah kelurahan Manahan terletak ditengah kota Surakarta. Wilayah tersebut sangat strategis karena terdapat beberapa bagunan/aset penting. Banyaknya aset penting tersebut selain membawa dampak positif bagi ekonomi warga sekitar juga membawa dampak negatif khususnya gangguan keamanan. Upaya menjaga keamanan masyarakat sebelumnya sudah dilakukan. Setiap RT terdapat sebuah sistem penjagaan keamanan yang dikenal dengan nama sistem keamanan lingkungan atau siskamling. Siskamling pada awalanya cukup efektif untuk menekan angka kriminalitas. Seiring berjalannya waktu banyak warga yang tidak bisa mengikuti sistem tersebut karena kesibukan. Hasil diskusi yang dilakukan dengan warga, diperoleh informasi bahwa pengamanan yang dilakukan kurang maksimal. Warga sepakat untuk mengunakan alat CCTV dalam membantu pengamanan lingkungan secara mandiri. Hasil dari kegiatan pengabdian berupa pemasangan alat yang membantu warga dalam mencegah terjadinya tindakan kejahatan yang mungkin terjadi pada lingkungan mereka. Alat smart security camera bisa diakses dimanapun oleh warga melalui smartphone. Implementasi ini memanfaatkan teknologi Internet of Thing (IoT). Hasil kegiatan lainnya adalah memberikan pengetahuan terkait people awareness agar warga lebih peduli terhadap keamanan lingkungan melalui sosialisasi modus-modus kejahatan yang mungkin terjadi dan bagaimana mencegahnya. Warga juga diberikan sosialisasi dan pendampingan lapangan terkait pemasangan dan pengoperasian smart security camera serta pelatihan terkait cara pengambilan alat bukti kejahatan berupa foto/video dari software.
Pemanfaatan Limbah Baglog Jamur Tiram Sebagai Bahan Baku Bio Briket Di Desa Polokarto Sukoharjo Jawa Tengah Retno Wulan Damayanti; Rahmaniyah Dwi Astuti; Haryono Setiadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.378 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.471

Abstract

Wilayah Polokarto, Sukoharjo dengan kondisi geografis 400 mdpl, mempunyai iklim tropis, kisaran suhu 25-280C dengan kelembapan udara mencapai 88%. Kondisi tersebut sangat sesuai untuk tumbuh kembang jamur tiram putih, tanpa ada rekayasa lingkungan. Kondisi ini mendukung masyarakat wilayah tersebut untuk berbudidaya jamur tiram. Seiring berkembangnya pembudidayaan jamur tiram di wilayah tersebut, teridentifikasi permasalahan berkaitan dengan limbah media baglog jamur tiram. Media baglog setelah melewati usia produktif (rata-rata 4 bulan) akan menjadi limbah padat. Pembudidaya jamur tiram di wilayah tersebut belum memanfaatkan limbah tersebut secara ekonomis. Solusi yang ditawarkan adalah dengan menjadikan limbah media tanam baglog menjadi bio briket. Bio briket dari limbah media tanam jamur tiram sangat bernilai ekonomis dan dapat dijual umum di pasaran. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah implementasi teknologi tepat guna kepada mitra yang berupa alat produksi pengepres bio briket. Selain itu mitra juga diberikan sosialisasi dan pendampingan lapangan terkait dengan pengoperasian dan perawatan alat pengepres bio briket serta sosialisasi cara mengemas bio briket agar tampilan menjadi lebih menarik sehingga produk tersebut dapat dipasarkan kepada masyarakat umum. Selama kegiatan, mitra dilibatkan secara aktif mulai dari proses pengembangan alat hingga implementasinya. Hal ini bertujuan agar mitra memiliki kesadaran untuk menggunakan, merawat dan memanfaatkan teknologi yang telah diaplikasikan.
Design Application And Its Economic Analysis Of Quick Tempe Technology In Pamulang Theofilus Christian; Tabligh Permana; Stacia Andani Fortunata; Della Rahmawati; Irvan Setiadi Kartawiria; Maria Dewi Puspitasari Tirtaningtyas Gunawan Puteri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.474 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.473

Abstract

Ipeh Tempe House in Pamulang was unable to fulfill their demand for more tempe production due to their limitation to expand the production using their own method. Quick tempe technology is a tempe production method with less production time than the common production method. Implementation of this method could increase production capacity without further infrastructure investment. Prior the implementation, the quick tempe technology was adjusted with the current production method in Ipeh Tempe House. Adjustment made was especially in the proper ratio of starter addition, the proper GDL addition method, and the maximum number of back slopping. The scheduling models of GDL tempe production method in Ipeh tempe house were designed to increase the production capacity of Ipeh tempe house, and the economic analysis was also performed to see whether the schedules suggested was feasible to do in real life, by calculating the profits generated by the schedules, and all of them were more profitable than normal method. To conclude, the procedure can create more batches, while giving more profit, but validation for the procedure and calculation is still needed to be done, other thing such as back slopping sensory test is also need to be done.
Pemberdayaan Karang Taruna dalam Peningkatkan Kemandirian Pemuda di Wilayah Penutupan Lokalisasi Moroseneng di Surabaya Woro - Utari; Mei Indrawati; Karlin Karlin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.547 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.474

Abstract

Tujuan Program Pengabdian Masyarakat /PPM ini adalah (1) untuk meningkatkan kemandirian pemuda dalam bentuk peningkatan kemampuan dan ketrampilan berwirausaha dalam mengelola suatu organisasi, (2) meningkatkan keberanian untuk melakukan hal-hal dan usaha baru di wilayah terdampak penutupan Lokalisasi Moroseneng. (3) untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Pelakasanaan PPM ini bertempat di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program pemberdayaan ini melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hasil pelaksanaan kegiatan ini antara lain; (1) terlaksananya kegiatan pertemuan antara ketua karang taruna beserta anggota dan Lurah Sememi, (2) Terlaksananya kegiatan pelatihan penyusunan rencana bisnis. (3) Terlaksananya kegiatan pelatihan manajemen pemasaran dan manajemen keuangan. (4) Dilaksanakannya pelatihan dan praktek sablon kaos, serta praktek pengelasan dan pembuatan layang layang hias. (5) adanya peningkatan pendapatan mitra

Page 33 of 138 | Total Record : 1378