cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pendampingan Ukm Tempe Mlanding Di Desa Pesido, Kecamatan Jatiroto, Wonogiri Dwi Ishartani; Ardhea Mustika Sari; Asri Nursiwi; M. Zukhrufuz Zaman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.354 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.449

Abstract

Tempe mlanding merupakan makanan fermentasi tradisional dari biji lamtoro atau sering disebut mlanding oleh masyarakat Jawa Tengah. Produk pangan berbahan baku lokal ini berpotensi sebagai sumber protein selain kedelai. Di Desa Pesido, Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, terdapat beberapa pengrajin tempe mlanding diantaranya adalah usaha tempe mlanding milik Ibu Lati Winarsih dan Ibu Tarti. Secara umum masalah yang terjadi pada proses pembuatan tempe mlanding adalah proses yang masih tradisional sehingga belum ada standar atau pengukuran parameter sehingga kualitas produk tidak konsisten. Sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut, tim pengabdian UNS telah menyelenggarakan tiga program yaitu introduksi teknologi tepat guna proses pengolahan tempe mlanding standar industri pangan, pelatihan dan penyususnan Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB). Penggunaan rak fermentasi sebagai pengganti fermentasi yang biasa dilakukan di lantai beralaskan kain terpal merupakan teknologi tepat guna yang diaplikasikan pada UKM tempe mlanding sehingga suhu fermentasi lebih stabil. Pelatihan dan penyusunan konsep CPPB dilakukan kepada pemilik UKM melalui praktik langsung. Dengan ketiga program tersebut, pemilik UKM menjadi lebih paham tentang teknik fermentasi dan produksi pangan yang sesuai standar sehingga meningkatkan konsistensi produk.
Pemanfaatan Tanaman Minyak Atsiri Sebagai Pengendali Hama Tikus Padi (Biopestisida) Di Kabupaten Sukabumi Lela Lailatul Khumaisah; Lela Mukmilah Yuningsih; Asep Kadarohman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.177 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.450

Abstract

The chemical content in essential oils have activities on microbes, biopesticides, pathogenic vector insects in humans and animals, including Mentha arvensis and Mentha piperita (mint plants) which have antifertility and antibacterial effects, Vetiveria zizanoides (vetiver root) as insects repellent, Cymbopogon nardus (lemongrass) has an activity against plant pathogenic bacteria and antifungals, and Rosmarinus officinalis (rosemary) has locomotor activity of mice and antibacterial. Essential oils are effective against target organisms, compatible, safe and non-toxic, so they have enormous potential to be developed as biopesticides in controlling rice pests. On the other hand, pests and diseases are problems that always disturb rice farmers, including in Sukaresmi and Kebon Pedes villages, Sukabumi. Therefore, the use of essential oil plants has been carried out to control rice mouse pests. This has been started from the preparation of seeds to process of planting the four types of essential oils (mint, lemongrass, and rosemary) in the fields as intercrops and the procurement of essential oil distillation sets. Based on observations, the growth and development of essential oil plants as intercropping plants on rice runs normally and its impact on rice pests, especially in mice, is quite significant with not found rats around the planting area. Keywords: Mint, lemongrass, rosemary, essential oil, biopesticide
Peduli Lingkungan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan Penerapan Tong Sampah Ceria Rahmadhani Fitri; Hendra Fahruddin Siregar; Adi Sastra PengalamanTarigan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.043 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.451

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) are children with distinct special characteristics without always showing mental, emotional or physical disabilities; One of them is Tunagrahita. The SLB C Muzdalifah is aimed at the education of disabled or individuals who do not have the ability to adapt so they need to get learning about self-development and socialization. Education in the SLB facing problems, such as the level of students ' intelligence, limited students ' independence, poor general public view, and environmental utilization as a learning medium. Garbage is the remnant of human day activities and/or solid-form natural processes (UU No. 18 year 2008). Medan Cleanliness Office recorded the volume of garbage as much as 1,535 tons of garbage/day that entered the final disposal (TPA). Trash is scattered to make the presence of neglected garbage. Implementation method with socialization and workshop so gained evaluation. Socialization is one way to give knowledge about waste and environment. Workshop with graffity that is painting garbage cans is an attraction of ABK in developing creativity. Strengthening creativity in art skills is able to explore the potential of students. The ability to describe modestly is contained with selection of objects, images and knowledge symbols is simple. This potential is able to prove that they are able to describe a single/simple topic.
Pemberdayaan Masyarakat Pasca Penutupan Lokalisasi “Moroseneng” Di Kecamatan Benowo Kota Surabaya Agung Bayu Murti; Andi Iswoyo; M. Syaiful Arif; Dian Purnama Sari; Dewi Rosaria Indah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.531 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.453

Abstract

Wilayah yang menjadi sasaran Program Kemitraan Wilayah ini adalah Kelurahan Kandangan dan Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo Kota Surabaya. Kedua Kelurahan tersebut merupakan wilayah eks Lokalisasi “Moroseneng” yang ditutup Pemerintah Kota Surabaya pada akhir tahun 2013. Permasalahan yang dihadapi mitra bidang Sumber Daya Manusia antara lain;Motivasi bekerja dan berwirausaha pasca penutupan lokalisasi masih rendah, karena terbiasa mengandalkan pendapatan dari adanya lokalisasi, Permasalahan bidang ekonomi antara lain; Munculnya banyak pengangguran/PMKS, Partisipasi masyarakat pada program-program dari Pemkot Surabaya masih rendah, Pemberdayaan masyarakat belum tergarap dengan maksimal, belum pada upaya membuat masyarakat berwirausaha secara mandiri. Permasalahan bidang Pendidikan, Sosial dan lingkungan, antara lain: kurangnya kesadaran masyarakat dalam membantu tumbuh kembang anak dan pendidikan. Target luaran yang ingin dicapai antara lain; Workshop open mind bagi pemuda dan masyarakat 1 kali, melakukan updating bakat dan minat warga melalui SKU 1 kali, pelatihan usaha mandiri 4 kali, start up business with BMC 1 kali, melakukan pendampingan setiap bulan, branding wilayah, pendampingan wirausahawan setiap bulan, pembinaan wilayah dengan Konsep Kampung Pendidikan Kampunge Arek Surabaya(KPKAS). Metode yang dipakai dalam pelaksanaan program antara lain; Koordinasi secara terus menerus dengan perangkat terkait, Studi Kelayakan Usaha, Pelatihan Usaha, Pendampingan Usaha, Perbantuan dalam hal kemudahan akses pemasaran dan jaringan, promosi usaha, akses pembinaan dari Dinas Koperasi dan UMKM dan Disperindag, Penyelenggaraan event pameraHasil yang telah dicapai adalah Terlaksananya Kegiatan Fasilitasi Inkubasi Usaha Mandiri, berupa kegiatan Motivasi Wirausaha, Kegiatan Pelatihan Produksi (peyek semanggi dan bronies kering), dan melakukan pendampingan wirausaha untuk usaha yang berpotensi dikembangkan (batik, sambel dan layang-layang) dengan pemberian ketrampilan Manajemen Usaha, Tercapainya menjadi peserta Pameran di Kelurahan kandangan dan Mlaku-mlaku nang Tunjungan,Terlaksanannya Pembinaan Wilayah dengan Konsep Kampung Pendidikan Kampunge Arek Surabaya(KPKAS), Terliputnya Kegiatan PKW ini di SBO TV, dan media cetak Jawa Pos.
PENANGANAN MASALAH GIZI BURUK DENGAN MENINGKATKAN PEMAHAMAN WARGA AKAN PENTINGNYA GIZI DI DESA PAGEDANGAN Stacia Andani Fortunata; Maria Dewi Puspitasari Tirtanigntyas Gunawan Puteri; Laurensia Christli; Tabligh Permana; Filiana Santoso
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.122 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.454

Abstract

Children malnutrition is a crucial problem in developing countries including Indonesia. The root main cause of malnutrition is due to the lack of educational background and low economical condition, resulting in inadequate protein intake that still below the Recommended Dietary Allowance (RDA). It was recorded that 6.89% of children under five years old suffered from malnutrition in Desa Pagedangan, Tangerang Selatan. To overcome this problem, community service was conducted to increase nutritional awareness and fulfill the adequate amount of ­protein in daily basis. The community service covered seminars, cooking demo, and product development of healthy food. The seminar aimed to introduce the importance and benefit of healthy diet to parents, while cooking demo aimed to give ideas and encourage parents to prepare healthy diet. Some questionnaires were distributed after seminars and cooking demo to get the feedback from participant. The results showed both cooking demo and seminars were giving beneficial contribution for participant (83% were agree). The formulation of rice porridge with overripe tempe was conducted aimed to fulfill the RDI of protein with preferable sensory acceptance. The final product showed better sensory acceptance than commercial product with mean value 6.47±0.73 for overall acceptance by hedonic taste. The total protein content per serving able to fulfill 4.5/18 RDI of infants 7-11 months old.
Payung Hukum bagi Pekerja Indonesia Reggiannie Christy Natalia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.881 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.455

Abstract

Masalah di bidang ketenagakerjaan merupakan suatu dilema yang terus menerus hadir di mana saja. Hal ini juga turut dirasakan oleh tenaga kerja Indonesia. Para pekerja cenderung memiliki low bargaining power, sehingga lebih rentan untuk dieksploitasi para pemberi kerja. Oleh karena itu, peran hukum untuk memberikan perlindungan bagi para pekerja sangatlah penting untuk mewadahi berbagai permasalahan ketenagakerjaan yang ada. Menanggapi hal tersebut, maka sangatlah penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk sadar akan hak-hak mereka yang dilindungi oleh negara. Pada akhirnya, PkM ini bertujuan untuk membekali para peserta akan pengetahuan mengenai hak-hak mereka sebagai pekerja, hal apa saja yang harus diwaspadai di lingkungan kerja, serta langkah apa saja yang harus diambil ketika terjadi permasalahan dengan pemberi kerja di dalam maupun di luar negeri. Para peserta disajikan informasi dalam bentuk visual melalui video dan presentasi power point yang berisikan permasalahan ketenagakerjaan yang sering terjadi dan perlindungan hukum yang tersedia sesuai dengan Undang-Undang 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Tani Sebagai Pilar Pemberdayaan Petani Dwi Wahyu Prasetyono
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.618 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.458

Abstract

Pemberdayaan merupakan salah satu pilar dari pembangunan manusia, yang berpijak pada konsep pembangunan berpusat pada manusia. Intervensi dalam pembangunan manusia (pemberdayaan) perlu memperhatikan keberadaan manusia sebagai bagian dari masyarakat dan lingkungannya. Karena itu pemberdayaan akan lebih baik diberikan melalui pendekatan kolektif masyarakat, melalui organisasi-organisasi dalam masyarakat yang merupakan wadah aktivitas dan pergerakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan pemberdayaan masyarakat memerlukan adanya pemahaman terhadap jaringan pengorganisasian masyarakat karena melalui jaringan itulah proses pengembangan kekuatan sosial berlangsung. Keberadaan kelompok tani bukan sekedar organisasi sebagai wadah berkumpulnya para petani, namun memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Pengembangan kapasitas kelembagaan kelompok tani, merupakan salah satu pendekatan dalam pemberdayaan kepada petani secara kolektif. Meningkatnya kapasitas kelembagaan kelompok tani, akan membawa perubahan pada para petani anggotanya. Forum-forum kelompok tani merupakan ruang publik para petani, dimana para anggota dapat berdiskusi secara terbuka tentang kehidupan, penyelesaian masalah dan pengembangan produktivitasnya. Kelompok tani menjadi penggerak perubahan sosial, melalui kelompok tani ide-ide perubahan disosialisasikan dan digerakan keberlangsungannya.
Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda di Wilayah Gerbang Kertasusila Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Farina Gandryani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.879 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.459

Abstract

Suatu kenyataan bahwa meningkatnya jumlah angkatan kerja maupun jumlah penduduk yang bekerja secara faktual masih belum dapat menurunkan tingkat pengangguran. Kondisi ini kalau dibiarkan terus tanpa adanya upaya strategis, maka jumlah pengangguran akan semakin bertambah, khususnya pada usia produktif di kalangan kaum muda. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup bagi kaum muda dan berkurangnya jumlah pengangguran. Program pemberdayaan ini dilaksanakan melalui pelatihan, bimbingan konseling dan penempatan kerja pada perusahaan-perusahaan di area Gerbang Kertasusilo (Gersik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya dan Lamongan) yang bersedia. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa selama kurun waktu sekitar 3 tahun (tahun 2012-2015), lebih dari 2.500 kaum muda (antara umur 18-24 tahun) telah diberdayakan secara ekonomi dengan mengikutsertakan mereka dalam pelatihan, bimbingan konseling dan penempatan kerja pada 15 (lima belas) perusahaan yang menjadi mitra program pemberdayaan ini. Diharapkan program ini bisa dikembangkan lebih lanjut ke depan dengan mengikutsertakan banyak pihak dalam rangka mengurangi jumlah pengangguran bagi kaum muda di Jawa Timur.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dan Pendayagunaan Aparatur Pemerintah Desa Pengalangan Kecamatan Menganti Gresik Supriyanto UWP
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.555 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.460

Abstract

Dalam rangka menggurangi angka kemiskinan desa perlu adanya program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasis pada kelompok dan komunitas. Program pemberdayaan masyarakat akan mudah terwujud, jika di support oleh sumber daya aparatur pemerintah desa yang handal. Guna meningkatkan kemampuan dan kapasitas aparat desa perlu program pelatihan dan pendampingan peningkatan ketrampilan dan keahlian bagi aparatur desa. Upaya untuk meningkatkan sektor ekonomi desa dengan cara membentuk Kelompok Tani dan GAPOKTAN dengan memberikan ketrampilan pengelolahan pupuk organik yang berbahan dasar sampah organik untuk mendorong terciptanya produk unggulan Desa berbasis pada produk pertanian sayur dan buah organik. Sedangkan pada sektor pemerintah desa upaya yang dilakukan dengan memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pelatihan pengelolaan ketata usahaan dengan berbasis TIK dan pelatihan penyusunan kebijakan desa dan program pembangunan desa yang berbasis pada analisis perumusan kebijakan yang rasional. Ada 2 (dua) hasil program kegiatan tersebut a. Sektor pertanian terwujudnya kelompok tani & GAPOKTAN, terwujudnya produk unggulan desa yaitu sayur organik dan bawang merah dan susu sapi sebagai salah penyuplai sayur organik di Pasar Ciputra dan sedang dirintis sentra pasar produk unggulan desa yang akan menjadi sentra ekonomi bagi desa dan kelurahan sekitar; b. sektor pemerintah desa hasilnya terwujudnya pemerintah desa yang efektif yang didukung ketatausahaan yang tertib, rapi berbasis TIK; dihasilkan kebijakan dan program pembangunan desa yang dirancang secara rasional dan komprehensif; serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemerintah dan pembangunan;
Implementasi Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah Kain Tenun Khas Daerah Palembang Bainil Yulina; Evada Dewata, Slamet Widodo, Eka Susanti, Pridson Mandiangan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.694 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.461

Abstract

Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah Kain Tenun khas Palembang adalah kegiatan penerapan IPTEK sebagai upaya pengembangan budaya aset daerah Palembang berupa kain tenun tajung ,blongsong dan jupri . Kegiatan ini bertujuan untuk memacu dan mengembangkan kain tenun unggulan khas daerah Palembang sebagai usaha peningkatan kualitas, kuantitas produk, distribusi dan pemasaran. KUBe Griya Kain Tuan Kentang beralamat di kawasan Tuan Kentang 4 Ulu Palembang menaungi 25 pengrajin .Kain tenun dan batik corak khusus yang unik.ini semakin populer dan terkenal dipakai sebagai bahan desain mode pakaian, asesories kalung dan tas. Terlebih Pemerintah daerah Palembang menjadikan kain tenun tersebut sebagai pakaian wajib untuk seragam dinas di hari jumat dan hari hari khusus. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi KUBe untuk meningkatkan kualitas produksinya sampai ke mancanegara. Permasalahannya KUBe Griya Kain Tuan Kentang belum mampu memproduksi secara maksimal dikarenakan pembuatan tenun tersebut masih manual dan terbatasnya tenaga pembuat Kain tenun tersebut .Pemasaran yang masih terbatas belum memanfaatkan teknologi informasi dan masih manual, manajemen pengelolaan baik keuangan maupun SDM belum dapat mengimbangi banyaknya pesanan dari pelanggan. Bentuk kegiatan yang dilakukan bertujuan agar kain tenun khas Palembang mudah dikenal, mudah didapat dan berdaya saing tinggi. Kegiatan yang dilakukan dengan mengadakan pendekatan penerapan pada masalah-masalah yang dihadapi oleh KUBe, membuat skala prioritas penetapan solusi yang dilaksananakan, prosedur kerja dan jadwal kegiatan. Kegiatan PPPUD merupakan pelaksanaan tahun pertama selama 3 tahun pendanaan. Prioritas pemecahan masalah tahun pertama perbaikan proses produksi berupa penerapan mesin semi otomatisasi sistem kendali alat tenun Penerapan E-Commerce dan Program Aplikasi Pembelian dan Penjualah berbasis Komputer, Luaran yang dihasilkan berupa teknis teknologi, pendidikan teknologi, manajemen keuangan, manajemen produksiTarget capaian tahunan berupa peningkatan nilai asset UMKM, peningkatan nilai omzet UMKM, , pertemuan ilmiah, publikasi ilmiah di jurnal nasional, jurnal internasional dan media masa serta buku ajar.

Page 32 of 138 | Total Record : 1378