cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Optimasi Peran Bank Sampah ”Beraksi” Sebagai Perekayasa Sosial dan Ekonomi dengan Komodifikasi Limbah Bernilai Kreatif dan Komersial Rysca Indreswari; Muhammad Rustamaji; Irsyadul Ibad; Dyah Yuni Kurniawati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.441 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.952

Abstract

Sampah telah menjadi permasalahan nasional dan menjadi isu penting dalam problematika lingkungan hidup. Setiap tahun, dapat dipastikan volume sampah akan selalu bertambah seiring dengan pola konsumerisme masyarakat dan membanjirnya beragam produk komersial. Bank sampah memegang peranan penting sebagai lokomotif rekayasa sosial dan ekonomi masyarakat dalam tata kelola sampah yang benar dan berkeadilan. Maka dari itu, tim pengabdi Universitas Sebelas Maret melalui Program Kemitraan Masyarakat melaksanakan program pengabdian masyarakat bekerja sama dengan mitra Bank Sampah Beraksi. Tujuan dari program ini adalah mengoptimalkan peran bank sampah sebagai agen perekayasa sosial melalui perbaikan perilaku penanganan sampah dan sebagai agen perekayasa ekonomi melalui komodifikasi limbah organik dan anorganik menjadi komoditas baru bernilai jual tinggi. Pada tanggal 11 Agustus bertempat di Dusun Selo, Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo telah diselenggarakan Sosialisasi “Optimasi Peran Bank Sampah ”Beraksi” Sebagai Perekayasa Sosial dan Ekonomi dengan Komodifikasi Limbah Bernilai Kreatif dan Komersial. Sosialisasi dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan. Terdapat tiga materi dalam kegiatan ini yaitu: Optimasi Peran Bank Sampah sebagai perekayasa sosial, Pemanfaatan limbah organik menjadi kompos dan media tanam, serta Pemanfaatan Botol Kaca menjadi Produk Kreatif. Warga sangat semangat melaksanakan praktek kegiatan pembuatan kompos dan menghias botol. Kompos yang bahan bakunya melimpah bisa menjadi solusi mengolah sampah dan menambah pendapatan warga. Dengan diolahnya botol kaca menjadi produk kreatif dan unik tentunya akan membantu meningkatkan nilai jual limbah botol dan menambah marak geliat sektor ekonomi kreatif di Desa Pojok.
Peningkatan Pengetahuan Terhadap Gangguan Kesehatan Mata, Telinga Hidung Dan Saluran Pernafasan Yang Berhubungan Dengan Kasus Agromedicine Rani Himayani; Helmi Ismunandar; Mukhlis Imanto; Rasmi Zakiah Oktarlina; Ari Wahyuni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2770.654 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.953

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati dan ekosistem pertanian dan perkebunan. Pekerja yang berada di sektor agrikultur seperti petani atau pekerja diperkebunan, ditemukan beberapa penyakit akibat kerja. Namun, rasio penyakit akibat kerja jauh lebih sulit untuk diukur, karena penyakit pribadi yang dimiliki oleh petani sulit diidentifikasi sebagai penyakit yang berhubungan dengan pekerjaannya. Penyakit akibat kerja cenderung sulit untuk ditegakkan karena terkadang saling tumpang tindih dengan penyakit lain di luar pekerjaan yang diderita oleh pekerja. Tujuan: Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gangguan kesehatan mata, telinga hidung dan saluran pernafasan yang berhubungan dengan kasus agromedicine pada komunitas keluarga dan pekerja di PTPN VII Way Berulu Kabupaten Pesawaran Lampung, sehingga penyakit karena pekerjaan dapat di cegah terutama saat usia produktif dan dilakukan deteksi dini untuk membantu skreening awal penyakit dilingkungan kerja di masyarakat terutama di PTPN VII Way Berulu Kabupaten Pesawaran. Metode : Metode penyuluhan masyarakat dan deteksi dini kesehatan mata, telinga hidung dan saluran pernafasan di PTPN VII Way Berulu. Hasil : Kegiatan diikuti oleh total 40 orang pekerja PTPN VII Way Berulu yang dipilih untuk menghadiri penyuluhan. Berdasarkan data hasil pengamatan pre-test, diketahui sekitar 57% peserta tidak paham mengenai pengetahuan kelainan mata merah/tukak kornea, gangguan pernafasan, rhinitis. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, nilai hasil pengamatan meningkat. Sebagian besar peserta menjadi paham.
Perbaikan Proses Produksi dan Kualitas Produk Kembang Goyang Di UMKM Ibu Supiyah Andry Panjaitan; Rudy V. Silalahi; Franco P. Putra
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.139 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.956

Abstract

UMKM merupakan salah satu penggerak ekonomi di Indonesia, dimana 60% dari PDB berasal dari UMKM. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di UMKM Ibu Supiyah, yang terletak di Kranggan, Tangerang. UMKM Ibu Supiyah adalah salah satu UMKM yang menjual aneka ragam cemilan. Dalam UMKM tersebut, ditemukan bahwa kembang goyang memiliki tingkat kegurihan dan warna yang berbeda. Selain itu, proses produksi masih bersifat tradisional. Oleh karena itu, dilakukan upaya untuk meningkatkan konsistensi gurih dan warna dari kembang goyang dan menurunkan waktu siklus dari proses produksi melalui perancangan dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP). Data didapatkan melalui wawancara dan pengamatan langsung ke UMKM Ibu Supiyah. Analisa konsistensi dari kembang goyang diukur menggunakan alat ukur Texture Analyzer untuk mengukur tingkat Hardness dan Chroma Meter untuk mengukur tingkat Lightness. Setelah SOP sudah diterapkan dalam UMKM Ibu Supiyah, diketahui bahwa persentase standar deviasi Hardness kembang goyang berkurang sebesar 8,6% dari 23,8% menjadi 15,2%. Selain itu, persentase standar deviasi lightness berkurang sebesar 1,56% dari 8,58% menjadi 7,02%. Perubahan dari penerapan SOP juga dapat dilihat secara jelas secara visual bahwa warna kembang goyang sudah lebih konsisten dari sebelum diterapkannya SOP. Melalui tabel Value Stream Mapping (VSM), dapat dilihat bahwa waktu siklus yang digunakan berkurang sebesar 680 detik dari 3485 detik menjadi 2805 detik.
Kampanye Edukasi Kesehatan Mental IG @Healthy_Mind Bagi Mahasiswa Jabodetabek Di Masa Pandemi Covid -19 Agustin Diana Wardaningsih; Richard Omar Widjaya; Marsella Erna
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.147 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.961

Abstract

Komunikasi juga dibutuhkan untuk memberikan informasi positif, membangun kesadaran dan pola pikir kritis. Salah satunya lewat cara Kampanye untuk mempersuasi dan mengedukasi dalam melakukan hal yang postitif. Merebaknya Pandemi Covid – 19, membawa perubahan baru dalam kehidupan masyarakat. Adanya pembatasan interaksi dan himbauan untuk ‘stay at home’ memunculkan salah satunya masalah kesehatan mental. Masalah kesehatan mental merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam kehidupan manusia. Menurut halodoc.com gangguan mental adalah salah satu jenis gangguan pada seseorang yang dapat mempengaruhi cara berpikir, mempengaruhi emosi, dan tingkah laku pengidapnya. Gejala yang dialami beragam, disesuaikan dengan gangguan mental yang dialami. Sebagian besar gangguan kesehatan mental muncul pada masa remaja atau di awal usia 20 tahun. Kegiatan kampanye edukasi kesehatan mental ini merupakan sebuah inisiatif untuk dapat membantu mengkomunikasikan dan mensosialisasikan kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memahami kesehatan mental. Sehingga tujuan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan mental, khususnya kepada mahasiswa/i yang berusia 18-23 tahun yang berada di Jabodetabek. Kampanye edukasi kesehatan mental tersebut akan dilakukan melalui pembuatan konten di media sosial Instagram dan Webinar. Dengan adanya kegiatan edukasi kesehatan mental ini, diharapkan mahasiswa/i yang berusia 18-23 tahun yang berada di Jabodetabek dapat menerima informasi yang bermanfaat, dan mengerti sehingga mau membuka diri dan mencari pertolongan dengan cara positif.
Aseet Sosial Pengembangan Pariwisata Pedesaan Tangguh Bencana Berkelanjutan Muhammad Muhammad; Slamet Widiyanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.378 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.962

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berlokasi di Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang dilaksanakan sejak tahun 2013-2018 telah banyak pengetahuan yang didapatkan dari proses belajar bersama masyarakat yang ditinjau dari berbagai bidang keilmuan. Fakta yang melatarbelakangi pemilihan lokasi kelompok sasaran merupakan kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi, tingkat pendidikan yang masih rendah, kemiskinan, masyarakat tidak berdaya dan lain-lain. Tujuan utama dalam kajian pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah sebagai upaya membangun kesepahaman terhadap bentuk pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat (capacity building) sehingga mampu memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat. Asset social (social mapping) pada kelompok sasaran dapat mengetahui rendahnya tingkat pengetahuan, kemiskinan dan keterampilan yang dimiliki masyarakat dan kelompok sasaran mengakibatkan mereka tidak mampu mengenali apa yang dibutuhkan dalam meningkatkan kapasitasnya beserta potensi besar yang dimilikinya. Metode dan analisis yang dilakukan dalam kajian ini lebih terfokus pada Focus Group Disscussion (FGD), wawancara mendalam, quisioner dalam upaya menjaring dan menemukenali tingkat partisipatif masyarakat dan wawancara secara terstruktur. Penelitian menggunakan rentang waktu (masa pelaksanaa) pada periode tahun 2014-2018 melalui skema Pengembangan Desa Binaan (Desbin), skema yang dikaji berdasarkan urutan waktu secara berurutan. Hasil penelitian menunjukan tingkat partisipatif yang tinggi dan mengetahui modal sosial berupa: modal ekonomi, modal alam, modal fisik, modal sumber daya manusia modal pengetahuan dan berkontribusi terhadap pengembangan potensi desa berupa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat tangguh bencana yang berkelanjutan. Kesimpulan dan hasil perhitungan modal sosial yang didapatkan dengan nilai tertinggi sebesar modal sumber daya alam sebesar (3,9), modal sosial (3,0), modal finansial (3,2), modal fisik merupakan modal yang terendah dengan nilai (2,6).
Program Pemberdayaan Masyarakat Pengusaha Ramuan Herbal Di Kelurahan Gadel Kecamatan Tandes Kota Surabaya Erwan Arist yanto; Yuli Ermawati; Aditya Surya Nanda
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.554 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.970

Abstract

Ditengah merebaknya Covid – 19 atau virus Corona berbagai produk herbal laris manis di pasaran tak terkecuali produk UMKM minuman ramuan herbal tradisional ikut terdongkrak. Momentum ini harus di manfaat sebaik mungkin oleh pelaku usaha. Mitra kami adalah Ibu Sunarti yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Yanto, berdomisili di Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya. Beliau menitipkan ramuan herbalnya di toko – toko kelontong sekitar yang memiliki lemari pendingin. Karena keterbatasan ramuan herbal yang hanya menjual produk sinom, keterbatasan administrasi pembukuan, keterbatasan IPTEK dan permodalan membuat ibu Sunarti tidak berani memperluas pasar. Padahal semangat dan potensi produk ramuan herbal sangat menjanjikan. Solusi yang di berikan yang pertama yaitu dengan melakukan uji coba penambahan varian produk. Kedua, memberikan pendampingan dan pelatihan manajemen keuangan dan usaha, Ketiga, memberikan pendampingan dan pelatihan manajemen pemasaran, baik secara offline ( pelabelan, brosur, kartu nama dan konsinyasi ) maupun online ( sosial media, marketplace ) untuk meningkatkan jangkauan pasar. Metode yang di gunakan adalah pendampingan personal terhadap mitra. Rencana yang akan dilakukan oleh tim adalah dengan memberikan pelatihan untuk manajemen usaha mereka ( mulai dari proses pengelolaan produksi, pembukuan sederhana, pemasaran efektif dan inspirasi penegusaha sukses ) dengan mendatangkan para pakar yang kompeten untuk mendongkrak usaha mereka. Setelah itu tim akan mengawal mitra untuk membuat label yang modern dan menarik dengan merek yang mereka ciptakan. Kemudian mendampingi mitra dalam memasarkan produk secara offline dan online agar jangkauan pasar lebih luas. Dengan begitu diharapkan pendapatan dan kesejahteraan mitra akan meningkat.
Pelatihan Kebersihan dan Tata Letak Rumah Tinggal (homestay) di Desa Wisata Cikolelet Lyly Soemarni Lioe; Kezia Elsty; Renata Taat; Gibran Galeb; Fauriyah Irfah; Siti Rahmawati; Donnie Wijaya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.152 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.971

Abstract

Pembangunan sebuah desa wisata perlu dilakukan dengan komitmen antar pemangku kepentingan dan masyarakat lokal secara berkelanjutan dan merata untuk semua warga desa. Sumber daya manusia merupakan hal yang perlu diperhatikan karena kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi roda penggerak aktivitas desa wisata yang membawa kontribusi ekonomi masyarakat lokal. Sumber daya manusia di desa wisata Cikolelet yang masih minim dan pengetahuan mereka mengenai pariwisata dan pengelolaannya masih terbatas, peningkatan akan pendidikan dan pengetahuan masyarakat lokal harus ditingkatkan untuk mendukung tumbuhnya sektor pariwisata di Desa Wisata Cikolelet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas pelaku wisata rumah tinggal di desa Wisata Cikolelet dengan pembekalan untuk mengelola rumah tinggal (homestay) menjadi tempat penginapan yang bersih dan nyaman bagi wisatawan. Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari penuh diikuti oleh pengelola/ pemilik rumah tinggal (homestay) dari 8 rumah tinggal yang tersedia. Metode yang digunakan berupa paparan SOP kebersihan dan tata letak ruang tinggal serta kelengkapannya, kemudian dilanjutkan dengan bekunjung ke lokasi rumah tinggal dan melakukan evaluasi antar peserta. Manfaat dari kegiatan ini memberikan gambaran terkait kebersihan, peletakkan dan kelengkapan standar yang dibutuhkan untuk menjadikan rumah tinggal nyaman bagi wisatawan dan memberikan saran praktis bagi pemilik rumah tinggal untuk menciptakan suasana nyaman dan aman.
Penyuluhan Peran Pangan Fungsional Dan Pola Hidup Sehat Untuk Menghadapi Pandemi Corona Titri S. Mastuti Pkmcsr; Intan C. Matita; W. Donald R. Pokatong; Aileen Neysha
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.323 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.972

Abstract

Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-COV2) yang mulai terdeteksi sejak awal tahun 2020 di Wuhan, Cina. Virus ini menyebabkan penyakit saluran pernafasan berat dan mengakibatkan terjadinya pandemi global. Hingga saat ini belum ditemukan obat dan vaksin yang tepat untuk mengobati maupun mencegah penularan penyakit tersebut. Sistem imunitas atau daya tahan tubuh yang baik diyakini dapat membantu tubuh dalam melawan virus dan mempercepat kesembuhan. Salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan terutama berupa pangan fungsional. Pangan fungsional bukan merupakan obat atau suplemen makanan karena pangan fungsional dapat dikonsumsi tanpa dosis tertentu dan dapat dinikmati sebagaimana makanan pada umumnya namun mempunyai manfaat bagi kesehatan. Program Studi Teknologi Pangan tergerak untuk membagikan ilmu dan wawasan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk penyuluhan mengenai pangan fungsional dan penerapan hidup sehat dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 bagi komunitas Yayasan World Harvest di Tangerang. Penyuluhan dilakukan melalui online dengan aplikasi Zoom untuk meminimalkan penularan virus. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat menambah wawasan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan hidup sehat salah satunya melalui konsumsi pangan fungsional.
Penyuluhan Peranan Pangan Fungsional Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Di Gki Pakuwon Jakarta Adolf Parhusip; Nuri A. Anugrahati; Natania Natania; Melanie Cornelia; Bryan Anders
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.785 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.973

Abstract

Masyarakat mulai menyadari akan pentingnya fungsi makanan, bukan hanya sebagai kebutuhan nutrisi melainkan juga sebagai alat penunjang kesehatan maupun sebagai obat. Makanan yang memiliki fungsi tambahan ini dikenal sebagai makanan fungsional. Sifat fungsional ini dapat merupakan karakter alami dari makanan, merupakan karakter yang ditambahkan, atau ditingkatkan. Pangan fungsional sendiri merupakan istilah yang masih baru, sehingga belum ada peraturan yang jelas mengenai batasan-batasan definisi dari pangan fungsional, serta masih rendahnya pengawasan terhadap klaim-klaim kesehatan yang dimiliki oleh pangan fungsional. Klaim fungsional dari bahan pangan juga sering dieksploitasi oleh produsen untuk meningkatkan ketakutan di masyarakat tanpa didukung oleh bukti-bukti ilmiah. Melihat banyaknya informasi yang tidak bertanggungjawab ini, pihak GKI Pakuwon bekerjasama dengan Program Studi Teknologi Pangan UPH untuk memberikan penyuluhan mengenai teknik dan cara pengolahan makanan yang aman serta pengenalan terhadap bahan pangan fungsional, dengan fokus di masa pandemi COVID-19 ini kepada jemaat yang tertarik dan terutama dalam usaha makanan yang selama ini sudah dijalankan. Pembekalan melalui webinar peranan pangan fungsional dalam kehidupan kita sehari-hari ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk membentengi diri, keluarga dan jemaat dari COVID-19. Penyuluhan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan menghubungkan masyarakat awam dengan kemajuan penelitian di bidang sains dan teknologi.
Penyuluhan dan Pelatihan Pemasaran Desa Wisata Cikolelet dengan Teknik Covert Selling Themmy Noval; Lyly Soemarni; Andi Guna; Kezia Elsty; Casey Eve; Nicholas Nicholas; Naomi Michelle Lim
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.498 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.976

Abstract

Sumber daya manusia dan ekonomi merupakan hal utama yang harus menjadi perhatian, melihat kondisi masyarakat Desa Wisata Cikolelet yang memiliki jumlah tamatan SMA yang masih minim dan kurangnya pengetahuan mengenai kegiatan kepariwisataan, dalam hal pemasaran desa wisata perlu dilakukan penguatan pendidikan dan kapasitas masyarakat lokal dimana masyarakat secara langsung dan bersama dapat membantu mengenalkan dan mempromosikan desanya. Kegiatan yang dilakukan sebagai upaya pengembangan kapasitas masyarakat desa berupa pelatihan untuk memberikan kemampuan dan peningkatan pengetahuan masyarakat lokal terkait pemasaran pariwisata dan penguatan ekonomi. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan dan pelatihan pemasaran desa wisata Cikolelet dengan teknik covert selling bagi masyarakat desa cikolelet khususnya warga yang berhubungan dengan kegiatan pariwisata. Peyuluhan dan pelatihan covert selling diajarkan kepada semua masyarakat desa terlebih mereka yang mempunyai usaha yang berhubungan dengan pariwisata desa, pelatihan covert selling mencakup teknik memahami kelebihan dan kekurangan dari desa kemudian menterjemahkan dalam kalimat dan gambar pemasaran yang bertujuan memperkenalkan desa. Peserta dan masyarakat secara aktif diberi pengetahuan untuk mengetahui kebutuhan teknik yang diperlukan oleh masing masing perserta. Kegiatan PkM ini mampu dilakukan oleh warga dan diaplikasikan sehari-hari untuk memacu semangat warga sebagai desa wisata dan untuk menjadi seorang wirausahawan yang berguna bagi perekonomian desa.

Page 56 of 138 | Total Record : 1378