cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pengembangan Varian Batik Ikat Celup Dusun Hendrosalam Melalui Olshop Di Era Pandemi Dewi Suprobowati; Mulus Sugiharto; Miskan Miskan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.834 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.982

Abstract

Pemanfaatan zat pewarna alam untuk tekstil menjadi salah satu alternatif pengganti zat pewarna berbahan kimia. Adapun zat pewarna alami diperoleh dari alam yang berasal dari hewan(lac dyes) atau tumbuhan seperti akar,kayu,batang, daun serta kulit dan bunga,getah bunga (lac dye). Contoh warna alami Tegeran,Mahoni,kelengkeng,kluwih. Ada dua teknik membuat batik jumputan pertama teknik ikat dan kedua teknik jahitan.Ikat celup menghias kain dengan cara diikat atau dijumput sedikit, dengan tali atau karet, dijelujur, dilipat sampai kedap air, lalu dicelup dengan pewarna batik. Proses pembuatan batik ikat celup kainnya diikat atau dijahit dan dikerut menggunakan tali. Seperti yang dilakukan oleh Perajin Batik Assalam RYY Dusun Hendrosalam RT 02 RW 04 Gresik. Permasalahan Mitra aspek produksi , produk yang dihasilkan masih sederhana, desainnya terbatas. Solusi yang ditawarkan diberikan Pelatihan Varian batik ikat,Syaal,Jilbab,Masker,baju,tempat tisu.dll.Aspek manajemen permasalahannya cara pemasaran konvensional,serta kurang tertib administrasi. Solusi yang ditawarkan diberikan pelatihan pemasaran Via online (whatsapp,LINE, Instagram) dll, Pelatihan Administrasi keuangan menggunakan (MS Excell).Melalui pelatihan dan pendampingan diharapkan kelompok tersebut menjadi mandiri dan bisa menghasilkan karya batik ikat celup yang bagus, serta bisa dipasarkan dalam jangkauan yang lebih luas.
PPM Pengrajin Panci Kampung Lajuk Porong Sidoarjo Muharom Muharom; Krisnadi Hariyanto; Siswadi Siswadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.068 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.986

Abstract

UMKM Porong "Lajuk" Pot Craftsmen are located in Lajuk Village, Porong District, Sidoarjo Regency. This lajuk village has an average population of livelihoods as craftsmen. Until now, the partner had several problems that hindered the development of his business, including the production aspect, namely the process of giving a hole to the pan which often misses from the desired point or even the pan hole is too large so that it cannot be used to stick the pan handle. Aspects of management, partners do not have a proper marketing plan and do not have financial records so that it hinders any decisions in developing a business. Solutions in solving the problem are: 1) Designing a TTG (Appropriate Technology) machine design to make a pan hole by identifying the size of the pan hole so that the machine matches what the partner wants. 2) Provide training and mentoring by conducting discussions, interviews, and determining actual marketing problems, 3) Providing training and assistance in making financial reports and providing materials according to needs. The output target of this solution is to produce a machine design to perforate the pan as needed, have a marketing plan, and have a detailed financial report according to the partner's pan business conditions.
Pemberdayaan Kelompok Tani Sawah Payo Kabupaten Tanah Datar Dalam Pelatihan Pembuatan Rhizokompos Yulmira Yanti; Hasmiandy Hamid; Yaherwandi Yaherwandi; Noveriza Hermeria
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.997 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.989

Abstract

Kelompok tani Sawah Payo Nagari Gunung Rajo Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar mempunyai potensi dalam produksi pupuk organik, hal ini didukung oleh sisa hasil pertanianseperti jerami dan gulma tanaman pahitan Tithonia diversifolia, serta limbah peternakan (kotoran hewan) yang melimpah. Pemanfaatan limbah pertanian, tanaman gulma, maupun peternakan masih belum maksimal. Pengolahan limbah pertanian dan peternakan menjadi kompos yang dilakukan oleh sebagian besar petani di Nagari Gunung Rajo belum menggunakan proses fermentasi, sehingga hasil dan kualitasnya kurang maksimal. Tujuan kegiatan pemberdayaan kelompok tani ini adalah memberikan pengetahuan tentang proses pembuatan pupuk organik dari penyedian bahan baku, pembuatan bio-aktivator, dan pengemasan hasil produksi. Metode yang digunakan dengan pelatihan terstruktur dan praktik langsung pembuatan pupuk organik atau yang lebih dikenal dengan kompos. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pemberdayaan ini adalah kelompok tani mampu membuat pupuk organik rizokompos berbahan limbah pertanian, gulma, limbah peternakan dan rizobakteri secara mandiri dengan kualitas hasil produksi yang baik yang mampu meningkatkan hasil pendapatan masyarakat setempat
Ceramah Edukasi Digital Marketing Pada Gki Taman Aries dan GKI Kemang Pratama Bekasi Selvi Esther Suwu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.904 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.993

Abstract

The existence of a pandemic in 2020 changes the life of people's purchasing behavior, namely those who usually shop at traditional and modern markets because of fear and the government's appeal to continue to carry out all activities from home, switch shopping from home. As a result, many shops and shopping centers have closed and resulted in many people being laid off. Covid19 cannot predict when it will end and people still have to struggle to live, so against this background the aim of PkM GKI Taman Aries and GKI Kemang Pratama is to hold events to meet the needs of congregations and communities who need additional knowledge about general economic subject matter so that can make a business or defend his business with more creative endeavors. Participants came from various regions in Indonesia reaching 448 people at PkM GKI Taman Aries and at GKI Kemang Pratama participants could watch on YouTube because the event was broadcast live. The author as a lecturer responded to this event by speaking about digital marketing as part of PkM. The method of implementing PkM is in the form of educational lectures using the internet media, namely Zoom. The results obtained from the two PkM activities were that the participants thought that educational lectures increased knowledge, that the author's presentations could be understood clearly, the discussion was practical and concise.
PEMBERDAYAAN SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH) Martini Martini; Windarto Windarto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.682 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.995

Abstract

Indonesia memiliki predikat sebagai penyumbang sampah nomer 2 di dunia. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dapat menjadi penghasil sampah terbesar selain pasar, rumah tangga, industri dan perkantoran. Sampah yang dihasilkan sekolah kebanyakan adalah jenis sampah kering dan hanya sedikit sampah basah. Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa kertas, plastik dan sedikit logam. Sedangkan sampah basah berasal dari guguran daun pohon, sisa makanan dan daun pisang pembungkus makanan. Sekolah dapat dipakai sebagai media pembelajaran bagi siswa-siswinya. Salah satu parameter sekolah yang baik adalah berwawasan lingkungan. Dengan sistem pemilahan ini diharapkan anak didik dapat belajar betapa sampah yang semula kotor dan menjijikkan ternyata memiliki nilai jual. Mata pelajaran ekonomi dapat dipelajari dari seonggok sampah di sekolah. Anak didik akan menyadari bahwa peluang kerja ada di sekitarnya, bukan hanya dicari tapi dapat juga diciptakan. Dalam perancangan pengelolaan sampah di sekolah, para siswa perlu dilibatkan secara aktif. Kegiatan pameran dan kompetisi berkala dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Menulis di blog atau majalah dinding merupakan latihan yang bagus untuk menumbuhkan jiwa-jiwa mengelola sampah. Sehingga muncul kesadaran baru bahwa, “Sampah bukan masalah, tetapi peluang”.
Peningkatan Usaha Susu Kedelai Skala Industri Rumah Tangga Di Tengah Wabah Covid-19 Yuli Ermawati; Nurleila Jumati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.521 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.996

Abstract

Banyak UMKM yang sempat terpuruk sejak wabah Covid’19 melanda dunia termasuk Indonesia. Salah satu UMKM tersebut adalah produsen susu kedelai atau sari dele. Mitra kami adalah produsen sekaligus pedagang susu kedelai di kecamatan Benowo Kelurahan Sememi Kota Surabaya. Keterbatasan IPTEK seperti pemasaran yang masih konvensional dan tidak adanya manajemen usaha serta keuangan menjadi faktor yang memperlambat perkembangan usahanya. Tujuan yang akan dicapai dalam program ini adalah perluasan pangsa pasar dengan menyentuh teknologi informasi, manajemen usaha dan tata keuangan yang lebih tertib, serta upaya pemanfaatan limbah hasil susu kedelai agar lebih produktif. Metode yang digunakan adalah pendampingan personal terhadap mitra. Langkah pendampingan dengan memberikan pelatihan dan pencerahan untuk manajemen usaha, pelabelan yang modern, pemasaran secara offline dan online agar jangkauan pasar mereka lebih luas. Selain itu juga memberikan inspirasi dan mendorong agar limbah yang dihasilkan susu kedelai bisa lebih bermanfaat. Hasil dari metode pendampingan yang diberikan adalah yang pertama kemasan produk untuk susu kedelai dirubah sedemikian rupa dan mulai dipasarkan secara online dan offline melalui sistem konsinyasi. Yang kedua adalah manajemen usaha menjadi lebih rapi dan didukung dengan pembukuan sederhana yang mulai rutin dilakukan. Yang ketiga adalah pemanfaatan hasil limbah pengolahan susu kedelai yaitu menjadi nugget,cookies, serundeng dan keripik dari ampas susu sari kedelai.
Psikoedukasi Pendidikan Seksualitas: “Love, Sex And Dating” Pada Remaja Krishervina Rani LIDIAWATI; Erni Julianti Simanjuntak; Wiwit Puspitasari Dewi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.374 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.1004

Abstract

Remaja dijelaskan sebagai masa transisi atau peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa dan tahap terjadinya kematangan seksual atau dikenal dengan istilah pubertas. Perubahan-perubahan secara fisik ini belum diikuti kematangan dalam berpikir jangka Panjang sehingga pengambilan keputusan kerapkali kurang mempertimbangkan resikonya. Pada masa pubertas ini, banyak remaja yang menjalin hubungan dan memiliki kedekatan dengan pasangan lawan jenis (Dari & Ratnawati, 2015). Terbatas dan kurangnya pemngetahuan dalam memahani love, sex dan dating berdampak pada gaya pacaran yang salah atau tidak sehat. Salah satu indikasi pacaran yang tidak sehat adalah terlibat dalam perilaku seks beresiko dan dampak yang dapat ditimbulkan yaitu, hamil di usia dini, HIV/AIDS, dan infeksi menular seksual. Menanggapi fenomena sosial yangberkembang dalam kehidupan remaja dewasa ini, maka pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk seminar untuk mengedukasi siswa remaja SMA tentang love, Sex and Dating (LSD). Diharapkan melalui psikoedukasi ini, siswa dapat memahami perilaku-perilaku LSD yang sesuai dengan usia mereka dan dapat diterima dalam masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi 61 siswa dapat memahami definisi cinta, pacaran yang sehat dan tujuan dari pacaran.
Pendampingan Pembuatan Produk Handsanitizer Berbasis Alkohol Pada Kelompok Pkk Desa Fajar Baru Agung Abadi Kiswandono; Nurhasanah Nurhasanah; Pigo Nauli; Rizky Prabowo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.016 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.1009

Abstract

Kedekatan dengan lembaga pendidikan SLTA, PTN maupun PTS seperti Universitas Lampung, UIN Bandar Lampung, Universitas Bandar Lampung (UBL) dan kedekatan dengan pusat bisnis, yakni pasar tradisional untung, minimarket dan kuliner malam memberikan peluang kepada masyarakat Desa Fajar Baru untuk dapat meningkatkan wirusaha. Produk-produk skala rumah tangga yang mempunyai peluang untuk dapat dikembangkan salah satunya adalah handsanitizer. Pada kondisi saat ini, dimana pandemi corona virus dieases (covid) 19 terus meluas, maka penggunaan handsanitizer sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat karena produk tersebut dapat memutus penyebaran covid 19. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendampingan kepada kelompok mitra, yaitu PKK Desa Fajar Baru dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pembuatan produk handsanitizer berbasis alkohol. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan, pelatihan, dan praktek. Hasil dari pelatihan dan pendampingan kepada kelompok mitra adalah keterampilan dan pengetahuan dalam pembuatan produk handsanitizer. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pengukuran terhadap pencapaian tujuan instruksional khusus dari kegiatan yang dilaksanakan dengan parameter pengukuran menggunakan pretest dan posttest untuk mengetahui Pengetahuan umum peserta tentang pembuatan dan fungsi handsanitizer, bahan baku untuk pembuatan dan merk produk. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan mitra mengalami kenaikan rata-rata dari 36,0 menjadi 85,5% setelah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat tentang pembuatan handsanitizer.
Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Organik di Desa Binaan UMN Indiwan Seto Wahjuwibowo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.173 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.1017

Abstract

Salah satu faktor pendukung aspek Smart Village adalah pengelolaan limbah masyarakat baik berupa sampah organik maupun anorganik. Pengelolaan sampah organik maupun anorganik merupakan suatu faktor pendukung utama. Apabila sampah ini tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan beberapa akibat yaitu: 1) Sampah bisa menyebabkan pencemaran udara karena terdapat gas-gas yang menimbulkan bau yang tidak sedap; 2) Penumpukan sampah mengakibatkan kondisi ketidaknyamanan kehidupan lingkungan sekitarnya; 3) minim oksigen terjadi karena selama proses perombakan sampah menjadi senyawa- senyawa yang diperlukan oksigen yang telah diambil dari udara sekitar tempat pembuangan sampah; 4) gas yang dihasilkan selama proses pembusukan sampah bisa membahayakan kesehatan karena bisa jadi sampah tersebut mengandung gas beracun; 5) menyebabkan terjadinya penularan penyakit melalui hewan, misalnya lalat atau serangga lain; 6) Tempat pembuangan sampah menjadi tempat yang kurang indah dipandang dan lingkungan tersebut tidak nyaman untuk ditempati. Itulah yang membuat sejumlah dosen di Universitas Multimedia Nusantara melakukan sosialisasi dan praktik mengubah sampah organic menjadi pupuk cair organic dengan teknik yang sederhana memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di desa. pemanfaatan pupuk organik untuk tanah sangat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan permeabilitas tanah, dan mengurangi ketergantungan lahan pada pupuk anorganik. Selain itu, pupuk organik juga berperan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme tanah. Efek positifnya, dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga tanah menjadi gembur dan mudah menyerap air
Pemanfaatan Media Vlogging Untuk Pengembangan Pemasaran Desa Wisata Kabupaten Lebak (Sawarnah Dan Bayah) Yoyoh Hereyah; Cheryl Kanza AW
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.798 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.1018

Abstract

Akses internet yang luas dan tidak terbatas sering dimanfaatkan untuk berbagai hal bisa untuk bermain sosial media, game online, belanja online, dan internet juga bisa dimanfaatkan untuk memberikan informasi, menghasilkan keuntungan seperti produk yang dikenal khalayak luas baik produk makanan, minuman, wisata atau yang lainnya. Kampung tematik adalah kampung yang disokong oleh pemerintah yang bertujuan untuk membenahi semua wilayah secara masif dan tepat sasaran dengan melakukan beberapa hal seperti perbaikan jalan, perbaikan rumah, pembuatan saluran drainase, penghijauan, pelatihan UMKM hingga pembentukan destinasi wisata baru. Maka dari itu, pemanfaatan digital dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kampung tematik dengan melakukan komunikasi pemasaran yang cepat dan mudah dapat produk yang dihasilkan oleh kampung tematik mendapat perhatian besar dari khalayak. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan arahan tentang bagaimana mempromosikan kampung dalam memasarkan produk hasil dengan menggunakan media sosial yang baik dan benar melalui pemanfaatan Media Vlooging. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada semua golongan terutama remaja yang merupakan bagian dari kampung tematik mengenai pemanfaatan digital dan penggunaan sosial media dengan menggunakan media Vlogging. Metode kegiatan yang dilakukan adalah dengan Presentasi, Tanya Jawab dan Praktek. Khalayak sasaran berjumlah 50 orang yang diantaranya adalah anak – anak, remaja dan orang dewasa. Kegiatan akan dilakukan di Desa Sawarnah dan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, dengan harapan warga sekitar dapat memanfaatkan komunikasi digital untuk memasarkan daerah wisata dengan efisien sehingga dapat membantu pengembangan daerah wisata dan meningkatkan perekonomian setempat.

Page 57 of 138 | Total Record : 1378