cover
Contact Name
Achmad Fauzi
Contact Email
fauzi.umay@gmail.com
Phone
+628989894776
Journal Mail Official
pengmasperawat.abnus@gmail.com
Editorial Address
Jalan Swadaya No.19, Jatibening, Pondokgede, RT.002/RW.014, Jatibening, Kec. Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17412
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
ISSN : 27983226     EISSN : 27982548     DOI : https://doi.org/10.37063/abdimaskep
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Antara Abdimas Keperawatan merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil pengabdian kepada masyarakat dengan latar belakang ilmu pengetahuan dan teknologi, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat
Articles 55 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG HIV/AIDS DI SMA KABUPATEN BEKASI Bayu Laksmana Jati; Lili Farlikhatun; Elfira Sri Futriani
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.903 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i1.561

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kasus HIV/AIDS yang tinggi di dunia. Kelompok remaja memiliki resiko yang besar terhadap penyebaran kasus tersebut, sebagian besar siswa SMA memiliki perilaku acuh pada isu HIV/AIDS, sedangkan Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki tingkat HIV/AIDS yang tinggi yang seharusnya para remaja memiliki tingkat kepedulian yang tinggi pula mengenai isu tersebut. Perilaku acuh siswa tentang isu bahaya HIV/AIDS dimungkinkan karena kurangnya pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS. Metode: Metode pendidikan kesehatan yang digunakan adalah dengan cara ceramah dan diskusi. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS di SMA Kabupaten Bekasi. Rata-rata nilai pengetahuan siswa sebelum dilaksanakan pendidikan kesehatan adalah sebesar 6,8 point. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan rata rata nilai pengetahuan siswa meningkat menjadi 8,7 point. Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan tersebut merupakan dampak positif pada siswa SMA Kabupaten Bekasi dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. Dengan pengetahuan yang dimilikinya diharapkan siswa akan peduli kepada lingkungan tempat tinggalnya untuk mencegah penularan HIV/AIDS.
PENYULUHAN GIZI DAN PEMERIKSAAN KADAR HB SERTA KEK PADA REMAJA PUTRI DI BEKASI TIMUR Tatag Mulyanto; Sahrudi; Eli Indawati
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.838 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i1.562

Abstract

Pendahuluan: Anemia gizi terutama yang disebabkan oleh defisiensi zat besi merupakan kelainan gizi yang paling sering ditemui di negara berkembang dan bersifat epidemik. Anemia gizi umumnya terjadi pada perempuan dalam usia reproduktif dan anak-anak. Keadaan ini membawa efek keseluruhan terbesar dalam hal gangguan kesehatan. Anemia defisiensi besi rentan terjadi pada remaja puteri karena meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan. Metode: Metode yang digunakan untuk tercapainya tujuan pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode ceramah, diskusi dan pemeriksaan kadar Hb dan pengukuran LILA Hasil: Terjadi perubahan tingat pengetahuan remaja putri secara siginifikan terutama pengetahuan baik, yang awalnya hanya 2% setelah penyuluhan menjadi 54%. Ternyata kejadian anemia dan KEK yag terjadi pada remaja putri disebabkan remaja itu sendiri belum tahu tetang Anemia apalagi KEK. Kesimpulan: Berhasil meningkatkan pengetahuan baik menjadi diatas 50%, remaja putri di Bekasi Timur mengalami anemia sebesar 28% dan remaja putri di Bekasi Timur yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) sebesar 34%.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU LANSIA DALAM DETEKSI DINI RISIKO DAN PENCEGAHAN DEPRESI PADA LANJUT USIA DI JATIASIH Abdul Khamid; Achmad Fauzi; Chusnul Chotimah
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.105 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i1.563

Abstract

Pendahuluan: Menurut World Health Organization (WHO), gangguan Depresi menempati urutan kedua beban penyakit di dunia Tahun 2020. Data Riskesdas menyebutkan prevalensi depresi di Indonesia 6,1 per Mil dan hanya 9% yang menjalani pengobatan medis. Metode: Metode yang digunakan yaitu pembekalan / pelatihan kader tentang deteksi dan pencegahan depresi pada lansia melalui ceramah, diskusi, screening, simulasi, pre dan post test, dengan sasaran kader dipos yandu lansia yang berjumlah 30 orang. Hasil: Pemahaman kader mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 52,8 menjadi 81,8 tentang deteksi faktor risiko dan gejala serta pencegahan depresi pada lansia. dan gejala serta pencegahan depresi Kesimpulan: Kegiatan pengabmas memberikan manfaat peningkatan pemahaman kader dan peningkatan partisipasi kader dalam deteksi dini resiko dan gejala serta pencegahan depresi. Kader kesehatan diharapkan melakukan screening lanjutan kepada semua lansia diwilayahnya sehingga dapat dilakukan tindakan lanjutan dalam rangka memenuhi kesejahteraan lanjut usia.
PENYULUHAN PROTOZOA USUS PENYEBAB DIARE DAN PENYERAHAN WASTAFEL PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI RAWALUMBU Mahyar Suara; Isnaeni; Omega
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.129 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i1.564

Abstract

Pendahuluan: Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia Salah satu sebab diare adalah infeksi protozoa usus. Penyakit diare yang disebabkan oleh protozoa usus pada siswa SD bisa terjadi karena banyak faktor, antara lain yaitu pengetahuan dan sikap tentang protozoa usus yang bisa menyebabkan diare, serta perilaku dalam pencegahan diare karena protozoa usus. Perilaku dalam hal ini yang bisa mencegah terjadinya diare karena protozoa usus yaitu menjaga personal higiene siswa, misalnya mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar. Metode: Metode yang dipakai adalah pretes-postes dan pemaparan materi. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh tim penyuluh dan pengantar oleh guru kelas. Pretes terdiri dari 4 pertanyaan multiple choice. Hasil: Dari kegiatan simulasi peragaan cuci tangan cara WHO, siswa dapat mengetahui cara mencuci tangan dengan benar untuk mencegah diare. Adanya siswa yang maju ke depan kelas juga memberi semangat teman-temannya untuk memperhatikan dan mempraktekkan. Kesimpulan: Hasil nilai pretes dan postes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa. Penyerahan washtafel dan sabun cuci tangan ke pihak sekolah bermanfaat untuk pencegahan diare bagi siswa.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN YANG AMAN Abela Mayunita; Resi Galaupa; Desridiun Kholid
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.96 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i1.565

Abstract

Pendahuluan: Upaya penurunan AKI membutuhkan aksi pada beragam level. Selain posyandu, kelas ibu hamil juga dianggap sebagai kelas yang paling efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mengenali risiko dan tanda bahaya selama masa kehamilan serta sebagai sarana penting untuk merubah sikap dan perilaku ibu hamil. Dengan adanya kelas ibu hamil ini diharapkan seluruh ibu hamil dapat memiliki kemampuan melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan sehingga ibu hamil dapat dengan nyaman melakukan proses persalinan tanpa ada kekhawatiran terhadap proses persalinan yang dihadapi dan secara tidak langsung dapat menurunkan angka kematian ibu Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan penjelasan dan pemahaman tentang tanda bahaya kehamilan melalui media gambar atau poster, PPT dan video. Hasil: Dari 29 responden 13 ibu hamil (44,82%) berpendidikan SD, 12 ibu hamil (41,37%) berpendidikan SMP dan 4 ibu hamil (13,79) berpendidikan SMA. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan responden (ibu hamil) tentang tanda bahaya kehamilan.
PELATIHAN MASYARAKAT PEDULI HIPERTENSI DI KELURAHAN JATIBENING RW 02 BEKASI Asep Barkah; Achmad Fauzi; Chusnul Chotimah
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.723 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v3i1.567

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi sering kali disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer) karena termasuk yang mematikan tanpa disertai dengan gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya .Permasalahan Mitra dan Solusi Jumlah Kasus Hipertensi yang didiagnosis oleh tenaga kesehatan di Kecamatan Jatiasih. Mengingat kasus Hipertensi lebih banyak didapatkan pada wanita dan tingginya kasus Hipertensi pada lansia. Metode yang digunakan adalah dengan melihat prosentase dari kuesioner pre dan post yang dibagikan ke peserta apakah adanya peningkatan setelah diberikan pelatihan tentang kepedulian tentang hipertensi. Metode: Metode yang digunakan adalah dengan melihat prosentase dari kuesioner pre dan post yang dibagikan ke peserta apakah adanya peningkatan setelah diberikan pelatihan tentang kepedulian tentang hipertensi. Hasil: Pelaksanan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh 3 (tiga) orang tim pengabdi dengan pokok bahasan yang disampaikan mengenai: 1. Teori hipertensi 3. Latihan cara tensi ke kader 3.Praktek pemeriksaan tensi. Kegiatan yang diawali dengan ceramah dan demonstrasi ini kemudian dilanjutkan latihan. Dari kegiatan latihan tampak bahwa peserta sangat antusias mengikuti kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan secara antusias oleh para peserta dalam sesi tanya jawab. Kesimpulan: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERTUMBUHAN JANIN Elfira Sri Futriani; Feva Tridiyawati; Mariyani
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.368 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v3i1.568

Abstract

Pendahuluan: Salah satu penyebab masih rendahnya pengetahuan ibu pada saat kehamilan adalah kurangnya pemberian konseling, informasi, dan edukasi. Pregnancy card adalah merupakan kartu kecil yang terdiri dari beberapa lembar kertas yang sudah dijilid dan yang berisi tentang pengetahuan pertumbuhan janin mulai dari 4 minggu sampai 40 minggu. Metode: Tahap pelaksanaan yaitu menghadirkan ibu hamil diberikan penyuluhan dan diskusi tentang pertumbuhan janin. Kegiatan ini sebelumnya diberikan pre test dan post tes setelah kegiatan selesai. Hasil: Pada saat monev (Post Test) peserta diberikan kuesioner yang isinya sama pada saat Pre Test. Dari hasil post test didapatkan nilai antara 75 – 85, jadi ada peningkatan yang signifikan dibandikan saat Pre test yang nilai tertinggi hanya 65, akan tetapi masih ada beberapa ibu hamil yang masih kurang paham dengan pengetahuan tentang pertumbuhan janin, sehingga masih perlu dilakukan penyuluhan lagi agar ibu hamil bisa paham tentang pertumbuhan janin. Kesimpulan:. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabmas terlaksana dengan baik, dibuktikan ada kenaikan dari pre ke post test, dan ibu hamil jadi tahu tentang pertumbuhan janin pada ibu hamil.
PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG SEBAGAI PEDOMAN HIDUP SEHAT PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN JATIBENING Isnaeni; Abdul Khamid; Yulia Agustina
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.776 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v3i1.569

Abstract

Pendahuluan: Sehat jasmani merupakan impian semua orang. Untuk mendapatkan jasmani yang sehat diperlukan asupan makanan yang sehat dan gizi seimbang. Gizi seimbang adalah dimana susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaraganan atau variasi makanan. Di Indonesia, pengetahuan dan perilaku untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang dengan berprinsip pada empat pilar yaitu keanekaragaman makanan, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal masih rendah. Metode: Memberikan penyuluhan mengenai gizi seimbang dan pelatihan mengenai pengolahan makanan sehat dengan gizi seimbang. Hasil: Sebelum penyuluhan dan pelatihan mengenai gizi seimbang, dilakukan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang. Kemudian dilakukan penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang. Kesimpulan:. Masyarakat Jatibening mengetahui dan memahami mengenai gizi seimbang dalam konsumsi makanan sehari-hari
PENYULUHAN DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI KELURAHAN JATIBENING Eli Indawati; Omega DR Tahun; Sahrudi
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.63 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v3i1.570

Abstract

Pendahuluan: Tingkat penularan Covid-19 yang masih cukup tinggi khususnya di wilayah Jabodetabek menjadi perhatian untuk segera dilakukan upaya yang dapat membantu masyarakat agar waspada dan terhindar dari Covid-19. Masih minimnya tingkat kesadaran dan pola kebersihan masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab tingginya penularan Covid-19. Metode: Sosialisasi, penyuluhan, pembagian masker, penyebaran poster, publikasi melalui digital platform, dan monitoring serta evaluasi terkait penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19. Hasil: Hasil yaitu (1) wawasan dan pengetahuan masyarakat meningkat tentang disiplin protokol kesehatan Covid-19, (2) masyarakat memiliki masker kain sebagai alat pelindung diri untuk mencegah penularan Covid-19, (3) masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi tentang bahaya Covid-19, (3) masyarakat dapat mengakses informasi disiplin protokol kesehatan Covid-19 secara online, serta (4) kesadaran masyarakat meningkat untuk saling mengajak masyarakat lain agar menjaga diri dari penularan Covid-19. Kesimpulan:. Dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya penularan Covid-19 sehingga tergerak untuk menerapkanprotokol kesehatan Covid-19 dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.
PENYULUHAN BAHAYA ROKOK UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN REMAJA MENGENAI DAMPAK BURUK ROKOK BAGI KESEHATAN DI KELURAHAN JATIBENING Mahyar Suara; Asep Rusman; Kusnanto
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.97 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v3i1.571

Abstract

Pendahuluan: Rokok merupakan masalah besar bagi kesehatan masyarakat. Selain dari segi kesehatan, rokok juga mempengaruhi kepribadian perokok itu sendiri. Biasanya remaja usia remaja sudah mengenalrokok. Menurut mereka, kalau tidak merokok maka mereka dianggap tidak gaul. Semua hal tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh remaja yang aktifitas merokok bahkan menjadi salah satu budaya dalam sosial mereka. Kegiatan pengadian masyarakat di kelurahan jatibening ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak buruk rokok bagi kesehatan. Metode: Melakukan observasi, studi pustaka, perumusan kiat dan langkah yang bisa dilakukan, penyuluhan tentang bahaya rokok dengan metode ceramah, dan evaluasi. Hasil: Hasil pengisian kuesioner 92,89% siswa sudah sadar akan bahaya yang dapat ditimbulkan akibat merokok, sedangkan 7,11% masih belum memahami bahaya yang dapat ditimbulkan akibat dari merokok. Kesimpulan:.Penyuluhan terkait bahaya rokok guna meningkatkan kesadaran remajaakan besarnya dampak buruk rokok bagi kesehatan diikuti dengan baik oleh siswa dan seluruh siswa mendengarkan penyuluhan secara tertib dan sebesar 92,89% siswa mengetahui dampak akibat merokok.