cover
Contact Name
Boby Rahman
Contact Email
kajianruangplanologi@unissula.ac.id
Phone
+6285233945781
Journal Mail Official
kajianruangplanologi@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl Kaligawe Raya Km 4, Gedung Fakultas Teknik Lantai 2 Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50112
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kajian Ruang
ISSN : -     EISSN : 28277678     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/jkr.v1i2
Core Subject : Social, Engineering,
Articles written for the Jurnal Kajian Ruang, covering the results of thoughts and research results relating to the field of study urban and regional planning directly or indirectly. 1) Spatial planning 2) Remote Sensing 3) Urban Design 4) Transportation 5) Infrastructure 6) Environmental Studies 7) Socio-Economic Area and City 8) Rural Planning 9) Disaster Mitigation 10) Islamic City
Articles 79 Documents
ANALISIS POTENSI RAWAN BENCANA KEKERINGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Fattah, Muhammad Nurkholis; Widyasamratri, Hasti
Jurnal Kajian Ruang Vol 4, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v4i1.35587

Abstract

Bencana kekeringan merupakan bencana yang sangat serius. Kelangkaan air akan sangat berdampak terhadap semua kehidupan makhluk hidup. Penelitian ini akan membahas terkait proses menganalisis potensi rawan bencana kekeringan dengan menggunakan metode literature riview. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi faktor penyebab bencana kekeringan khususnya kondisi fisik alam. Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat membantu dalam melakukan analisis dengan metode skoring dan overlay. Berdasarkan hasil analisis, rawan bencana kekeringan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelas (rendah sedang tinggi), 4 kelas (rawan, cukup rawan, sedang, sangat rawan) dan 5 kelas (sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi).
Strategi Pemerintah Desa Dukuh dalam Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Pariwisata Putra Pratama, Febian Autentika May
Jurnal Kajian Ruang Vol 4, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v4i2.38545

Abstract

Dukuh Village is in Banyudono District, Boyolali Regency, Central Java, Indonesia. Dukuh Village has a lot of tourism potential that can be increased to advance it. Currently, Dukuh Village has many tourist attractions, such as Umbul Peceren, Pengging Square, Ki Ageng Handayaningrat Grave Park Religious Tourism, and Bird Market. These tours are supervised by Village-Owned Enterprises (Bumdes). This agency was formed by village officials in 2019 to manage tourism potential in Dukuh Village. However, even though the Dukuh Village tourism sector is developing rapidly, there is still a lot of development that needs to be done so that PAD becomes better and contributes to the Boyolali Region. This research aims to see how the Dukuh Village government uses various approaches to increase local revenue and introduce tourism networks to the general public. This research was prepared through interviews, qualitative descriptive methods. The research results show that there are several strategies that can be used. One way is to start marketing and promotional efforts to increase the number of visitors who come to Dukuh Village. This research also focuses on developing and optimizing Dukuh Village tourism
PENGARUH DESA WISATA TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN, EKONOMI, SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI SEKITAR DESA WISATA Qotrunnada, Rifdah; Karmilah, Mila
Jurnal Kajian Ruang Vol 4, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v4i1.35589

Abstract

Tourism is a tourism activity that is realized in the form of activities or travel activities. Tourism activities must be supported by the availability of adequate facilities and infrastructure so that these activities can take place optimally and sustainably. According to the 2016 Ministry of Tourism Pocket Book, tourism contributed 9% to National GDP or Rp 946.09 trillion. Tourism contributes to the country's foreign exchange of Rp 120 trillion and provides employment to 11 million people. Currently, tourism is realized by what is called a Tourism Village which has the meaning of a community or society consisting of residents in a limited area having direct interaction in a management which has the care and awareness to coordinate with each other to build and be formed to empower the community as the main actors in the administration of the Tourism Village. In its development, Tourism Villages continue to develop in almost every province in Indonesia and participate in influencing the daily activities of the villagers. The purpose of this study was to determine the impact caused by the existence of the Tourism Village on changes in land use, economy, socio-culture, and the community environment around the Tourism Village using the literature review method. Based on the results of the studies that have been carried out, several indicators and parameters were found based on variables. The findings show that there is an influence caused by the existence of a tourist village on land use, economy, socio-culture in the community in the Tourism Village area.
Analisis Kualitas Aset Fisik Taman Hutan Kota Cigembor prasasti, salwa; Oktavia, Husna Candranurani
Jurnal Kajian Ruang Vol 4, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v4i1.32177

Abstract

Pemanfaatan ruang terbuka hijau yang berkualitas masih menjadi permasalahan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Oleh sebab itu, strategi pemanfaatan ruang perlu dilakukan secara kreaktif dengan menyediakan sarana dan parasarana yang memadai untuk meningkatkan kualitasnya. Taman Hutan Kota Cigembor merupakan salah satu bentuk dari pemanfaatan RTH publik yang dikelola oleh pemerintah Kabupaten Ciamis. Dari perolehan observasi diketahui bahwa terdapat fenomena-fenomena yang menunjukkan penurunan kualitas aset fisik Taman Hutan Kota Cigembor. Riset ini dilakukan untuk menganalisis kualitas aset fisik yang ada di Taman Hutan Kota Cigembor berdasarkan Determinant Factor For Quality Of Green Open Space menggunakan dimensi Fasilitas, Aksesibilitas dan Keamanan. Metode riset yang diterapkan adalah riset deksriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data riset dikumpulkan dengan cara observasi, penyebaran kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas aset fisik yang telah dilakukan diketahui bahwa kualitas aset fisik dimensi fasilitas berkategori kurang baik, dimensi aksesibilitas berkategori baik, dan dimensi keamanan berkategori tidak baik. Sehingga secara keseluruhan kualitas aset fisik Taman Hutan Kota Cigembor masih masuk kedalam kategori kurang baik.
Kinerja Pelayanan Bus Rapid Transit Dalam Menunjang Kebutuhan Transportasi Perkotaan Candra, Aringga Diky Dwi; Muttaqien, Abied Rizky Putra
Jurnal Kajian Ruang Vol 4, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v4i2.36783

Abstract

AbstrakKinerja pelayanan merupakan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh moda transportasi yang dapat dilihat dari faktor muat, waktu tempuh, waktu antara, dan kecepatan hingga tercapainya tingkat kepuasaan yang dirasakan oleh pengguna moda transportasi massal. Transportasi adalah moda pergerakan yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan angkutan umum bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan aktifitas sehari-hari. Angkutan umum merupakan suatu moda atau alat transportasi baik darat, laut dan atau udara yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat dalam melakukan aktivitas dan pergerakan barang dan orang. Angkutan umum dalam perkembangannya tidak dapat dipisahkan dari sistem transportasi, bagi masyarakat pengguna angkutan umum belom banyak memiliki pilihan lain untuk melakukan aktifitas selain menggunakan angkutan umum. Bus Rapid Transit BRT adalah trasnportasi massal yang berbasis sistem transit yang memiliki kualitas tinggi dalam melakukan mobilitas pada daerah perkotaan dengan mengedepankan pelayanan yang aman, nyaman, dan harga terjangkau. Dalam mobilitasnya dan pelayanan BRT menggunakan sistem satu pintu dimana penumpang hanya dapat naik dan turun pada hante atau shalter yang disediakan oleh pengelola. Tujuan utama dalam penulisan artikel ini untuk mengetahui tingkat kepuasaan masyarakat dan kinerja pelayanan Bus Rapid Transit dalam menunjang transportasi di daerah perkotaan.Kata Kunci: Kinerja Pelayanan, Bus Rapid Transit, Tingkat Kepuasaan Masyarakat  AbstrackService performance is the ability and potential possessed by modes of transportation which can be seen from the factors of load, travel time, time between, and speed until the level of satisfaction felt by users of mass transportation modes is achieved. Transportation is a mode of movement that is used to meet the needs of public transportation for the community to carry out their daily activities. Public transportation is a mode or means of transportation either by land, sea and/or air which functions to meet the mobility needs of the community in carrying out activities and the movement of goods and people. Public transportation in its development cannot be separated from the transportation system, for people who use public transportation do not have many other options to carry out activities other than using public transportation. Bus Rapid Transit BRT is a transit system-based mass transportation that has high quality in carrying out mobility in urban areas by prioritizing safe, comfortable and affordable services. In its mobility and BRT services use a one-door system where passengers can only go up and down at the bus stops or shelters provided by the manager. The main objective in writing this article is to determine the level of community satisfaction and the performance of Bus Rapid Transit services in supporting transportation in urban areas.Keywords: Rapid Transit Bus Service Performance, Community Satisfaction Level
Kajian Potensi Daya Tarik Wisata Heritage di Indonesia Damayanti, Rima Ayu; Puspitasari, Ardiana Yuli
Jurnal Kajian Ruang Vol 4, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v4i1.36639

Abstract

ABSTRACTIndonesia, known as a pluralistic country, has diverse forms of cultural expression including tangible culture and intangible culture. Both of these are important factors in attracting tourists to travel to a tourist area, in particular, heritage tourism. Attraction can be defined as something that has the potential to be used as a tourist attraction because it has unique characteristics to attract someone to visit a heritage tourist destination in the form of historical buildings, cultural attractions, customs and ways of life. The author is interested in studying the correlation between heritage tourism attractions and tourist attractions that aim to explore the potential of an area so that the welfare of tourists and local communities can experience an increase due to the optimal quality of attraction management. The method used is a descriptive approach and literature review both sourced from articles and journals that have to do with the study of heritage tourist attractions in Indonesia. The results of the discussion show that tourist interest when visiting tourist attractions is influenced by 3 aspects, namely something to see, something to do, and something to buy. First, something to see includes the uniqueness of cultural heritage buildings not only because of their age, but also because of their history, such as Borobudur Temple, GWK Statue, and historical buildings in Tangerang City and Semarang Old Town. In addition, something to see can be in the form of annual festivals/events and cultural exhibitions, for example the old city festival; Second, something to do, namely in the form of tour packages in the form of a program to explore the heritage area management body or photo hunting in heritage tourism; Third, something to buy in the form of souvenirs to special foods, including handicrafts and processed regional specialties. The management of the heritage tourism potential of an area is still found to have various shortcomings so that practical solutions are needed to improve it which aims to improve the quality of potential tourist attractions that present the image and identity of the tourist area as a heritage tourist attraction.Keywords: Attraction; Tourism Attraction; Potential; Heritage Tourism    ABSTRAKIndonesia yang dikenal sebagai negara majemuk mempunyai bentuk ekspresi budaya yang beragam meliputi budaya benda (tangible culture) dan budaya tak benda (intangible culture). Kedua hal tersebut menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan untuk melakukan wisata ke suatu daerah wisata, khususnya, wisata heritage. Atraksi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang berpotensi dijadikan daya tarik wisata karena mempunyai sifat unik guna menarik seseorang untuk berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata heritage baik berupa, bangunan bersejarah,  atraksi budaya, adat istiadat maupun cara hidup masyarakat. Penulis tertarik untuk mengkaji terkait dengan korelasi antara daya tarik wisata heritage dengan atraksi wisata yang bertujuan menggali potensi suatu daerah sehingga kesejahteraan wisatawan maupun masyarakat lokal dapat mengalami peningkatkan karena kualitas pengelolaan atraksi yang optimal. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan deskriptif dan literatur review baik bersumber dari artikel dan jurnal yang terdapat kaitannya dengan kajian atraksi daya tarik wisata heritage di Indonesia. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa minat wisatawan ketika berkunjung pada daya tarik wisata dipengaruhi oleh 3 aspek, yaitu something to see, something to do, serta something to buy. Pertama, something to see meliputi keunikan bangunan cagar budaya bukan hanya karena usianya, tetapi juga karena sejarahnya, seperti Candi Borobudur, Patung GWK, dan bangunan bersejarah di Kota Tangerang dan Kota Lama Semarang. Selain itu, something to see dapat berupa festival/event tahunan serta pameran budaya contohnya festival kota lama; Kedua, something to do yakni berupa paket tour berupa program menjelajah badan pengelola kawasan heritage ataupun hunting foto di wisata heritage ; Ketiga something to buy  berupa cinderamata hingga makanan khas, diantaranya kerajinan tangan maupun olahan makanan khas daerah. Pengelolaan potensi pariwisata heritage suatu daerah masih ditemukan berbagai kekurangan sehingga diperlukan solusi praktis untuk memperbaikinya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas potensi daya tarik wisata  yang mempresentasikan citra dan identitas kawasan wisata sebagai obyek wisata heritage.Kata Kunci: Atraksi; Daya Tarik Wisata; Potensi; Wisata Heritage
Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir terhadap Dampak Perubahan Iklim Silalahi, Eprial Ruliandi
Jurnal Kajian Ruang Vol 4, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v4i2.39777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di kawasan pesisir yang bekerja sebagai nelayan, serta mengidentifikasi strategi adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh perubahan iklim terhadap aspek sosial ekonomi dalam masyarakat. Pengaruh terhadap aspek sosial ekonomi ini tidak selalu bergantung pada musim kalender. Hilangnya sebagian spesies yang menjadi penanda penentuan musim, serta meningkatnya intensitas badai di laut yang mengganggu kegiatan penangkapan ikan saat melaut. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk mengubah adaptasi masyarakat di kawasan pesisir dalam menyesuaikan diri dengan perubahan iklim. Jenis jenis strategi adaptasi dibagi menjadi diversifikasi aktivitas ekonomi, menjaga hubungan baik dengan nelayan lain, menemukan daerah tangkapan baru, dan memanfaatkan hubungan sosial serta menggerakkan anggota keluarga.
Analisis Sarana dan Prasarana Penunjang Pariwisata Halal Pratistawiningrat, Purba; Karmila, Mila
Jurnal Kajian Ruang Vol 4, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v4i1.36656

Abstract

ABSCTRACTHalal tourism or sharia tourism is a tourism activity with the facilities and services provided according to Islamic law. Of the several journals found, there are several journals that do not support the criteria for halal tourism. At present the problem of halal tourism regarding the facilities and infrastructure that support it does not meet the halal criteria determined based on the MUI fatwa 108/DSN-MUI/X/2016 concerning guidelines for organizing tourism based on sharia principles. The purpose of the article he compiled was to find out how the availability of facilities and infrastructure is in accordance with the search for supporting halal tourism. This study uses the analytical literature review method. This is carried out by searching and reviewing journals that have been written by previous authors to be reviewed again with the aim of knowing what things are considered in determining the availability of halal tourism facilities and infrastructure. Based on the results of the analysis, it is known that the facilities and infrastructure supporting halal tourism have not been fulfilled completely because they are still being developed by the tourism manager and the government and it is hoped that halal tourism can be optimal and can attract tourists to get to know more about halal tourism.Keyword: Halal Tourism, Facilites and services, ABSTRAKPariwisata halal atau wisata syariah merupakan kegiatan berwisata dengan adanya fasilitas serta layanan yang disediakan sesuai syariat islam. Dari beberapa jurnal yang ditemukan terdapat beberapa jurnal yang tidak mendukung terkait kriteria pariwisata halal. Pada saat ini permasalahan pariwisata halal mengenai sarana dan prasarana yang mendukung didalamnya belum memenuhi kriteria halal yang ditentukan berdasarkan fatwa MUI 108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Tujuan dari disusunnya artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana sesuai dengan kriteria penunjang pariwisata halal. Penelitian ini menggunakan metode kajian literature analisis ini dilakukan dengan melakukan penelusuran dan meriview atas jurnal-jurnal yang pernah ditulis oleh penulis sebelumnya untuk dikaji kembali dengan tujuan yaitu untuk mengetahui hal apa saja yang dipertimbangkan dalam menentukan ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata halal. Berdasarkan hasil analisis diketahui Sarana dan prasarana penunjang pariwisata halal belum terpenuhi secara lengkap karena masih dalam pengembangan oleh pengelola wisata maupun pihak pemerintah dan diharapkan pariwisata halal tersebut dapat optimal dan bisa menarik para wisatawan untuk lebih mengenal pariwisata halal.  Kata Kunci: Pariwisata halal, sarana dan prasarana
Potensi Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Guna Lahan Pratiwi, Putri; Rahman, Boby
Jurnal Kajian Ruang Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v5i1.44521

Abstract

ABSTRAKRuang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Seiring dengan perkembangan wilayah yang pesat, ketersediaan RTH semakin terancam oleh peningkatan pembangunan infrastruktur dan perumahan. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan kehidupan, seperti peningkatan suhu, berkurangnya kualitas udara, dan menurunnya daerah resapan air. Menurut Permen ATR KBPN No. 14 Tahun 2022 luasan Ruang Terbuka Hijau dialokasikan 10% untuk RTH privat dan 20% lainnya untuk RTH publik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kesesuain dan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dari tujuh studi kasus. Metodologi yang digunakan adalah diskriptif yaitu menggunakan studi litelature. Terdapat tujuh studi kasus yang dikaji dalam penelitian ini. Hasil dari tujuh jurnal yang dikaji adalah Ruang Terbuka Hijau Publik yang mendominasi yaitu hutan kota, rekreasi, dan jalur hijau. Namun untuk Ruang Terbuka Hijau Privat yang mendominasi yaitu sawah dan kebun.Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau, Kesesuaian, Ketersediaan ABSTRACKGreen Open Space is an elongated area/path and/or cluster, whose use is more open, where plants grow, both those that grow naturally and those that are deliberately planted. According to the Law, the area of Green Open Space is allocated 10% for private RTH and another 20% for public RTH. The aim of this research is to examine the suitability and availability of Green Open Space from seven case studies. The methodology used is descriptive, namely using literature studies. There are seven case studies examined in this research. The results of the seven journals studied were that public green open spaces dominated, namely urban forests, recreation and green lanes. However, private green open spaces that dominate are rice fields and gardens.Keywords: Green Open Space, Suitability, Availability
Menilik Sebab Akibat Perubahan Penggunaan Lahan di Kabupaten Sleman Setyoko, Alfi
Jurnal Kajian Ruang Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v5i1.44154

Abstract

PPerubahan penggunaan lahan di Kabupaten Sleman tidak dapat dihindari seiring dengan perkembangan zaman, juga peningkatan jumlah penduduk. Kebutuhan akan lahan akan terus bertambah tetapi luas lahan tidak dapat bertambah atau cenderung tetap. Interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dipungkiri, sedikit banyak akan selalu berkaitan dengan penggunaan tanah. Kaitannya dalam penggunaan lahan, masyarakat cenderung ingin memanfaatkan tanahnya untuk memperoleh nilai tanah atau lahan yang lebih tinggi sehingga tidak sedikit terjadi pemanfaatan atau penggunaan tanah yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini akan memetakan secara luas dan mendalam dengan sumber berbagai literatur yang digunakan untuk melihat secara komprehensif dan memperkenalkan model analisis berbagai faktor yang berpengaruh dalam konversi lahan di Kabupaten Sleman. Berbeda dengan penelitian yang sebelumnya yang hanya membahas pada daerah tertentu, penelitian ini membahas seluruh Kabupaten Sleman secara menyeluruh. Penelitian ini juga mengisi kesenjangan studi terkait dengan konversi lahan pertanian dengan pendekatan spasial dan kebijakan yang lebih luas, sehingga mampu untuk dijadikan landasan perencanaan tata ruang di Kabupaten Sleman Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting dari wilayah Kabupaten Sleman serta mengetahu faktor atau sebab-sebab maupaun dampak yang ditimbulkan dari perubahan penggunaan lahan yang berada di Kabupaten Sleman. Sehingga nantinya dapat dijelaskan beberapa faktor penyebab perubahan penggunaan lahan yang terdiri atas faktor ekonomi, faktor sosial, faktor aksesibiltas, faktor penduduk maupun faktor kebijakan atau peraturan yang berlaku serta dampaknya. Terkait dengan hal tersebut diulas juga mengenai berbagai solusi kebijakan yang diperlukan untuk kontrol sehingga mampu mencegah laju konversi lahan pertanian yang masif.