Jurnal Kajian Seni
Jurnal Kajian Seni (JKS) is a blind peer-reviewed academic journal that highlights performing arts and visual arts research and scholarship. JKS, a refereed journal of the Graduate School, UGM, published by Study Program Performing and Visual Arts Studies (Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa), promotes the advancement of scholarly knowledge about performance art and visual art in Indonesia and the world. Jurnal Kajian Seni was established in November 2014 and has been accredited Sinta 4 (process to reaccreditation) by the Directorate General of Higher Education, Indonesian Ministry of Education, with a printed version of ISSN 2356-296X and the online version of ISSN: 2356-3001. JKS also indexed by DOAJ, Garuda, Google Scholar, Worldcat, OneSearch, and Leiden Library University. Jurnal Kajian Seni is a space for art scholars to critically articulate and critically elaborate on issues related to performing arts and visual arts. The journal is based in Yogyakarta, Indonesia. We invite submissions of original articles from a broad spectrum of research areas, inter alia: Performing Arts, Dance Ethnology, Dance Studies, Musicology, Music Studies, Ethnomusicology, Karawitan, Theatre Studies, Performance Studies, Television studies, film studies, Visual Arts, Plastic Art, Design, Installation, Performance art, Arts and Education, Arts and Technology, Arts and Psychology, Arts and Religion, Arts and Tourism, Arts and Management, etc. Multidisciplinary and interdisciplinary research that includes performing arts and visual arts are also absolutely welcomed. The journal publishes scholarly articles, research papers, findings, artist’s projects, conversational dialogues with prominent artists, as well as reviews of books, recordings, exhibitions, and performances. Our journal is published twice a year, April and November.
Articles
160 Documents
Ekspresi Seni Warga Kampung Joyoraharjan
Figur Rahman Fuad;
Adam Wahida
Jurnal Kajian Seni Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kajian Seni Vol 4 No 2 April 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (740.15 KB)
|
DOI: 10.22146/jksks.46450
Tulisan ini merupakan studi terhadap ekspresi seni warga kampung Joyoraharjan, Purwodiningratan, Jebres Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi warga kampung Joyoraharjan dalam membangun kampungnya melalui kegiatan kesenian dan sejauh mana warga kampung mengelola lingkungan kampung dan mengekspresikan kreativitas seninya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan beberapa warga kampung. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa motivasi warga kampung dalam membangun kampungnya adalah memperkuat kolektivitas dalam rangka membangun identitas kampung. Ekspresi seni warga Kampung Joyoraharjan meliputi beberapa bentuk atau medium antara lain seni rupa yang terwujud dalam mural, lukisan dan musik yang berupa permainan Gejluk Lesung. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa kampung sebagai penyangga kota memiliki keterikatan dengan tradisi yang terus-menerus berusaha diartikulasikan kembali oleh warganya.
Album Kompilasi sebagai Pembentuk Habitus Musikal bagi Komunitas Jazz Jogja
Yofi Irvan Vivian
Jurnal Kajian Seni Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kajian Seni Vol 4 No 2 April 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1363.535 KB)
|
DOI: 10.22146/jksks.46451
Musisi dan penggemar musik jazz di Yogyakarta tergabung dalam Komunitas Jazz Jogja (KJJ). Yogyakarta yang predikatnya sebagai kota pelajar mampu merekonstruksi pertunjukan jazz yang dikatakan elit, salah satunya acara Jazz Mben Senin. Acara ini dipentaskan di halaman parkir gedung Bentara Budaya Yogyakarta. Akses yang mudah inilah membuat penikmat dan musisi jazz semakin bertambah di Yogyakarta. Komunitas Jazz Jogja telah memproduksi album kompilasi sebagai salah satu wujud eksistensinya. Pengisi atau grup pada album kompilasi ini tidak semuanya memiliki basik musik jazz. Melalui album kompilasi, habitus musikal anggota Komunitas Jazz Jogja terkonstruksi mengikuti benang merah pada setiap albumnya.
Kesejahteraan Psikologis dalam Proses Kreatif Aktor Teater Satu
Gladhys Elliona Syahutari
Jurnal Kajian Seni Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kajian Seni Vol 5 No 2 April 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (816.239 KB)
|
DOI: 10.22146/jksks.46588
Penelitian ini bertujuan mengobservasi keberadaan kesejahteraan psikologis aktor teater, secara khusus pada kelompok Teater Satu, Lampung. Aspek kesejahteraan psikologis diteliti melalui observasi partisipasi pada proses kreatif dan wawancara kepada aktor-aktor dari kelompok Teater Satu. Pengamatan partisipatif dilakukan pada saat kelompok Teater Satu sedang melakukan produksi pertunjukan Kursi-Kursi karya Eugene Ionesco selama dua minggu efektif pada Juli-Agustus 2016 untuk dipentaskan di SCOT Summer Festival, Jepang. Gejala kesejahteraan psikologis yang menjadi acuan pengamatan dalam penelitian ini adalah menurut ahli psikologi klinis Carol D. Ryff & Corey L. M. Keyes. Hasil pengamatan menunjukkan, karakteristik atau gejala kesejahteraan psikologis yang paling dapat teramati dalam dinamika proses kreatif aktor Teater Satu adalah pembangunan hubungan positif antar anggota kelompok, kemandirian, penguasaan terhadap lingkungan dan pertumbuhan diri, sedangkan penerimaan diri dan tujuan hidup timbul setelah empat aspek lainnya timbul dalam diri aktor.
Cerita Panji sebagai Repertoar Lakon Wayang Gêdhog Gaya Surakarta Telaah Struktur Teks, Makna dan Kaitannya dengan Pertunjukan
Rudy Wiratama
Jurnal Kajian Seni Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kajian Seni Vol 5 No 2 April 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (746.643 KB)
|
DOI: 10.22146/jksks.46736
Panji stories which based on the romance-adventure of Panji, the crown prince of Jenggala who searches his lover, Galuh or Candrakirana, has inspired a vast range of art forms in Indonesia, from dances, songs to puppetry. Wayang gědhog is one of surviving art forms concerning Panji theme, born around 15th century and developed in Javanese courts until now, despite of its lack of popularity compared with the Mahabharata and Ramayana-themed wayang purwa. Wayang gědhog in two Javanese courts in Surakarta, Kasunanan and Mangkunagaran, has flourished time by time with their own unique characteristics, which are rarely known nowadays. This uniqueness wasn’t only caused by the past values of Panji stories’ setting contexts, but also related with some actual factors which are relevant in the era of those Javanese courts. This article would discuss about Surakartanese wayang gědhog’s development history, narrative structure, meanings and the relations between Surakartanese Panji-themed stories with its performance.
Gedrukan, Regeng, dan Pemicu Semangat Gerak: Makna Pemakaian Kelinthing dalam Pertunjukan Topeng Ireng
Kiswanto Kiswanto;
Bambang Sunarto
Jurnal Kajian Seni Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kajian Seni Vol 6 No 1 November 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (611.227 KB)
|
DOI: 10.22146/jksks.47755
The discussion of art is closely related to the issue of symbols and meanings that has become the foundation on artistic buildings. This also clarifies the existence of art as one of the elements of the embodiment of culture in a society, such as the use of kelinthing in the Topeng Ireng performances. This paper uncovers and explains the forms of artistic expression symbols of the kelinthing and conception of the artist interpret as an element of the Topeng Ireng performances that developed and spread widely in Magelang and surrounding area. Ethnographic approach supported theories related, such as culture, philosophy, and aesthetics into a rationale as outlined by the scientific method in this paper. In this paper shows that the forms of artistic expression symbols of the kelinthing has various meanings associated with intrinsic value (form) and extrinsic value (content). The intrinsic value of kelinthing closely related to dance and music TopengIreng, while the extrinsic value of kelinthing closely related to sound in the show are interpreted regeng. In addition, kelinthing also be interpreted as a stimulus to the spirit of the motion of dancers. AbstrakPembahasan seni terkait erat dengan persoalan simbol dan muatan makna yang telah menjadi pondasi pada bangunan artistiknya. Hal ini sekaligus memperjelas keberadaan seni sebagai salah satu unsur perwujudan kebudayaan dalam suatu masyarakat, seperti pemakaian kelinthing dalam pertunjukan Topeng Ireng. Tulisan ini mengungkap dan menjelaskan bentuk simbol ungkap artistik kelinthing dan konsepsi seniman dalam memaknainya sebagai unsur pertunjukan Topeng Ireng yang berkembang dan tersebar secara luas di wilayah Magelang dan sekitarnya. Pendeketan etnografi dengan didukung teori-teori terkait, seperti kebudayaan, filsafat, dan estetika menjadi landasan pemikiran yang dituangkan dengan metode ilmiah dalam tulisan ini. Pada tulisan ini menunjukkan bahwa bentuk simbol ungkap artistik kelinthing memiliki makna yang berhubungan dengan nilai intrinsik (bentuk) dan nilai ekstrinsik (isi). Nilai intrinsik kelinthing berkaitan erat dengan gerak tari dan musik Topeng Ireng, sedangkan nilai ekstrinsik kelinthing berkaitan erat dengan bunyinya dalam pertunjukan yang dimaknai regeng. Di samping itu, kelinthing juga dimaknai sebagai pemicu semangat gerak penari.
Tata Ruang Perjalanan Matahari di Pondok Pesantren Pabelan Mungkid Magelang Jawa Tengah: Perspektif Arsitektur Islam
Bayu Aji Pamungkas;
Suastiwi Triatmodjo;
Samsul Maarif
Jurnal Kajian Seni Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Kajian Seni Vol 6 No 2 April 2020
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3798.936 KB)
|
DOI: 10.22146/jksks.48276
Arsitektur Islam dalam dalam tulisan ini diwacanakan dengan perspektif teori dari Nangkula Utaberta tentang Arsitektur Islam ditambah pemahaman tentang seni Islam dari Seyyed Hossein Nasr dan penafsiran Al-Quran dari Buya Hamka. Arsitektur Islam yang terwujud dalam tatanan ruang Perjalanan Matahari terlihat dalam penerapan prinsip-prinsip; pengingatan terhadap Tuhan, ibadah dan perjuangan, kehidupan setelah kematian, toleransi kultural, dan terakhir tentang kehidupan yang berkelanjutan. Tata Ruang Perjalanan Matahari di Pondok Pesantren Pabelan dapat dimaknai sebagai sebuah karya Arsitektur Islam. Pemaknaan tersebut terwujud dari pengintegrasian model tata ruang Perjalanan Matahari sebagai penggambaran kehidupan manusia, yang tidak hanya sebatas perancangan fisik tanpa isi, melainkan model tata ruang tersebut lahir dari pemahaman akan nilai-nilai Islam yang bersumber pada Al-Quran dan Hadist.
Pasar Keroncong Kotagede 2017: Sebuah Kajian Event
Dedi Novaldi
Jurnal Kajian Seni Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kajian Seni Vol 5 No 2 April 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (981.365 KB)
|
DOI: 10.22146/jksks.48293
Pasar Keroncong Kotagede sebagai event musik keroncong tahunan yang telah diselenggarakan sebanyak tiga kali di Kotagede, Yogyakarta, turut mengambil peran dalam upaya menstimulus popularitas musik keroncong. Masyarakat, penyelenggara dan media kerap menyebut event ini dengan istilah festival musik. Istilah tersebut perlu diidentifikasi. Penelitian ini akan menelusuri tentang Pasar Keroncong Kotagede 2017 bila ditinjau dari perspektif event theories akan termasuk dalam kategori event apa? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan perspektif event studies. Telaah kepustakaan dan wawancara merupakan cara pengumpulan data selain dari pengamatan langsung atas proses dan peristiwa yang sedang berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali bentuk event dari Pasar Keroncong Kotagede. Temuan dari penelitian ini mengetahui bahwa event Pasar Keroncong Kotagede adalah suatu event festival berdasarkan kategori dan karakternya dalam perspektif kajian event. Kata Kunci: Event, Festival, Keroncong, Pasar Keroncong Kotagede
The Formation of Vocal Material and Sound Production of Immanuel Choir
Epifani Omega Tutupoly;
G.R. Lono Lastoro Simatupang;
Royke B. Koapaha
Jurnal Kajian Seni Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kajian Seni Vol 6 No 1 November 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1619.862 KB)
|
DOI: 10.22146/jksks.51704
Immanuel Choir(IC) merupakan salah satu Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Kristen Immanuel (UKRIM) di kota Yogyakarta yang terbilang baru berdiri. Sebagian besar anggota IC adalah mahasiswa yang tidak memahami teknik bernyanyi yang pakem yaitu teknik vokal klasik sehingga dalam latihan IC dilakukan metode yang sedikit berbeda dengan metode vokal klasik yang pakem dalam pelaksanaannya. Meski demikian IC memiliki prestasi yang tidak kalah dengan PSM lainnya terutama dalam membawakan lagu folklor. Secara spesi k terdapat hal yang unik dari penyajian IC dalam lagu folklor, salah satunya adalah karakter suara. Hal ini membuat IC memiliki karakteristik yang berbeda dan menarik perhatian penonton dalam setiap penyajiannya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal terkait dengan produksi suara dalam penyajian lagu folklor oleh Immanuel Choir. Pendekatan yang digunakan pada artikel ini adalah musikologi. Hasil memperlihatkan bahwa IC tetap mempertahankan karakter suara yang cempreng meskipun kurang sesuai dengan teori vokal klasik tetapi IC menonjolkan aspek artistik yang mencakup ekspresi, dinamika, interpretasi dan aksi panggung.
Metode Mengajar Kendang Tunggal I Ketut Widianta
I Putu Danika Pryatna;
I Gede Arya Sugiartha;
Ni Made Arsiniwati
Jurnal Kajian Seni Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kajian Seni Vol 6 No 1 November 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.76 KB)
|
DOI: 10.22146/jksks.51868
I Ketut Widianta adalah seorang seniman karawitan Bali yang menekuni ilmu kendang tunggal dan sekaligus memiliki metode mengajar yang unik. Penelitian ini sangat penting untuk dilakukan, mengingat I Ketut Widianta memiliki metode mengajar yang sangat berbeda dengan guru-guru kendang tunggal lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap bagaimana metode mengajar beliau, dari metode mengajar yang biasa dan yang tidak biasa. Penelitian ini akan di analisis dengan metode deskriptif kualitatif, dalam implementasinya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah ditemukannya dua teknik mengajar yang dimiliki oleh I Ketut Widianta, yaitu teknik mengajar yang biasa dan tidak biasa. Teknik mengajar yang biasa diterapkan beliau dengan membagi kelas pengajaran menjadi beberapa jurusan, sedangkan teknik mengajar yang tidak biasa diterapkan beliau dengan menyuruh muridnya untuk memukul bantang kendang yang belum jadi.
Analisa Melodi pada Gending Sekati Ririg Cenik di Desa Adat Tejakula Kabupaten Buleleng
I Ketut Aditya Putra;
I Gede Arya Sugiartha;
Ni Made Arsiniwati
Jurnal Kajian Seni Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kajian Seni Vol 6 No 1 November 2019
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (31.066 KB)
|
DOI: 10.22146/jksks.52057
Gending sekati ririg cenik sebagai salah satu diantara kelima gending sekati yang ada di desa adat Tejakula kabupaten Buleleng. Pada sajiannya gending ini menggunakan barungan gamelan gong kebyar. Gending ini disajikan ketika masyarakat setempat sedang melaksanakan upacara dewa yadnya. Melodi merupakan unsur musikal yang bereperan penting dalam terbentuknya suatu karya musik. Gending sekati ririg cenik ini memiliki ciri khas atau keunikan yang dapat dilihat dari rangkaian nada yang disusun menjadi sebuah melodi. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan menganalisa melodi pada gending sekati ririg cenik. Sehingga dapat dirumuskan sebuah masalah yaitu bagaimana struktur melodi gending sekati ririg cenik di desa adat Tejakula? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu obeservasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan informasi dan pemahaman terkait dengan melodi pada gending sekati ririg cenik di desa adat Tejakula kabupaten Buleleng.