cover
Contact Name
Muchammad Bayu Tejo Sampurno
Contact Email
m.bayutejo@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkajianseni@ugm.ac.id
Editorial Address
Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada Gedung Pascasarjana UGM Unit 2 lantai 1, Jalan Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta, 55284
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Seni
ISSN : 2356296X     EISSN : 23563001     DOI : htpps://doi.org/10.22146/jksks
Jurnal Kajian Seni (JKS) is a blind peer-reviewed academic journal that highlights performing arts and visual arts research and scholarship. JKS, a refereed journal of the Graduate School, UGM, published by Study Program Performing and Visual Arts Studies (Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa), promotes the advancement of scholarly knowledge about performance art and visual art in Indonesia and the world. Jurnal Kajian Seni was established in November 2014 and has been accredited Sinta 4 (process to reaccreditation) by the Directorate General of Higher Education, Indonesian Ministry of Education, with a printed version of ISSN 2356-296X and the online version of ISSN: 2356-3001. JKS also indexed by DOAJ, Garuda, Google Scholar, Worldcat, OneSearch, and Leiden Library University. Jurnal Kajian Seni is a space for art scholars to critically articulate and critically elaborate on issues related to performing arts and visual arts. The journal is based in Yogyakarta, Indonesia. We invite submissions of original articles from a broad spectrum of research areas, inter alia: Performing Arts, Dance Ethnology, Dance Studies, Musicology, Music Studies, Ethnomusicology, Karawitan, Theatre Studies, Performance Studies, Television studies, film studies, Visual Arts, Plastic Art, Design, Installation, Performance art, Arts and Education, Arts and Technology, Arts and Psychology, Arts and Religion, Arts and Tourism, Arts and Management, etc. Multidisciplinary and interdisciplinary research that includes performing arts and visual arts are also absolutely welcomed. The journal publishes scholarly articles, research papers, findings, artist’s projects, conversational dialogues with prominent artists, as well as reviews of books, recordings, exhibitions, and performances. Our journal is published twice a year, April and November.
Articles 160 Documents
Ideologi dan Identitas Dalang dalam Seleksi Dalang Profesional Yogyakarta Bambang Sulanjri
Jurnal Kajian Seni Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kajian Seni Vol 3 No 2 April 2017
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.694 KB) | DOI: 10.22146/jksks.30045

Abstract

This study discusses a shadow puppet show packaged in a format in the Yogyakarta Professional Puppeteer Selection Year 2008. This research data is very unique because this kind of event does not happen again until 2016. Data were collected with audio visual recordings and direct observations. Data analysis uses formal analysis to review the performance structure, and content analysis based on various theories to reveal the ideology and identity that play a role in the show. The results of this study shows that the structure of the performance is not the same as that of the common shadow puppet show due to the adjustment of the puppeteers to the rules set by the organizers. Personal and collective identity appeared in the puppet show. Here, the puppeteers could express their personal ideas without eliminating their collective identity. There were three puppeteer ideologies: conservative, development and competitive ideologies, and the ccompetitive ideology is the dominant ideology.
Transformasi Budaya Adu Zatua di Nias Sumatera Utara Maria Veronika Halawa; Aton Rustandi
Jurnal Kajian Seni Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kajian Seni Vol 3 No 2 April 2017
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.103 KB) | DOI: 10.22146/jksks.30047

Abstract

This study describes how the cultural transformation zatua shootout that occurred in Nias. Adu zatua was originally a ritual objects Nias tribe belief that is sacred. Entering the 2000s appeared reproduction shootout zatua being secular and profane objects. Cultural traditions in Nias slowly started to change and evolve into a global culture. This study aimed to determine the cultural transformation in the shootout zatua, shape and also the value that is applied. Transformation contest zatua produce objects tourism. The strong cultural tourism makes fi ghts zatua production of a commercial characterand commodities cultural objects.
Intuisi Musikal sebagai Metode Penciptaan Lagu Istikharah Cinta Karya Yedo Kurniawan dari Grup Sigma, Dumai Zulkarnaen Iskanadar; Wilma Sriwulan; Zainal Warhat
Jurnal Kajian Seni Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Kajian Seni Vol 4 No 1 November 2017
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.024 KB) | DOI: 10.22146/jksks.31722

Abstract

Tulisan ini membahas penciptaan lagu Istikharah Cinta oleh Yedo Kurniawan grup Sigma dari Kota Dumai yang mengandalkan intuisi musikal dalam penciptaannya. Lagu Istikharah Cinta diciptakan oleh Yedo Kurniawan terinspirasi dari pengalaman pribadinya sebelum menikahi perempuan pilihannya. Yedo Kurniawan menuangkan intuisi lagunya pada musik nasyid tanpa memikirkan baik atau buruk ketika dipublikasikan. Pada lirik lagu yang sarat sastra diperoleh dari pengalaman membaca buku-buku Buya Hamka. Melodi lagu merupakan pengalaman dan membayangkan tiap kejadian kemudian dilahirkan dengan suasana musik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara dan pengamatan mendalam terhadap lagu Istikharah Cinta. Lagu ini diaransemen hasil dari seleksi arranger dari beberapa kota, seperti: Dumai, Medan, Bandung, Semarang dan pilihannya pada arranger dari Yogyakarta, karena lebih cocok dengan selera musiknya. Hasilnya lagu Istikharah Cinta menjadi populer di kalangan pencinta nasyid.Kata Kunci:  musik nasyid, instuisi musikal, lagu Istikharah Cinta, Sigma
Mendengar untuk Membaca Fantasia for Piano and Orchestra, Theme From The Indonesia Pusaka Music Karya Joko ‘Lemazh’ Suprayitno Mei Artanto
Jurnal Kajian Seni Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Kajian Seni Vol 4 No 1 November 2017
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1509.315 KB) | DOI: 10.22146/jksks.32300

Abstract

Membicarakan karya komposisi dan aransemen musik dalam konteks musik di Indonesia merupakan hal yang cukup membingungkan. Semakin hari batas antara keduanya semakin dimaknai sebagai proses yang bertolak belakang, padahal sesungguhnya merupakan proses yang saling bertautan dan tidak terpisah. Persoalan ini kiranya perlu untuk segera diuraikan agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami karya musik yang semakin larut. Berbekal pengalaman dalam komposisi dan aransemen musik, Joko Lemazh dan karyanya Fantasia for Piano and Orchestra, Theme from The Indonesia Pusaka Music by Ismail Marzuki menjadi pilihan tepat untuk mengurai persoalan tersebut. Systematic musicology dan tinjauan sejarah musik menjadi pintu pertama dalam menganalisis karya. Melalui pintu tersebut pembicaraan akan mengarah pada pencarian nilai estetis dalam karya sebagai upaya memahami kedalaman antara komposisi dan aransemen musik. Dengan mempraktikan deep listening, setidaknya ditemukan empat aspek dalam membentuk kemenarikan atau attractiveness sebagai estetika musik dalam karya ini. Empat aspek tersebut meliputi kerumitan, momentum, keindahan, dan vistuositas. Merujuk uraian dalam tulisan ini, dapat dikatakan bahwa komposisi dan aransemen bukan sebuah proses yang berbeda melainkan proses yang bertautan dan tidak terpisah. Hal yang membedakan hanyalah tujuan memberi pengalaman attractiveness kepada pendengar, dan upaya ini hanya bisa dilakukan dengan kedalaman pengolahan struktur formal musiknya.
Bentuk Perkembangan Busana Pengantin Perempuan Masyarakat Gorontalo dalam Prosesi Malam Mempertunangkan Hariana Hariana; G.R. Lono Lastoro Simatupang; Timbul Haryono; SP. Gustami
Jurnal Kajian Seni Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Kajian Seni Vol 4 No 1 November 2017
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.467 KB) | DOI: 10.22146/jksks.33954

Abstract

Adat perkawinan bagi masyarakat Gorontalo merupakan peristiwa penting dan mengandung nilai-nilai budaya, di antaranya dicerminkan pada busana pengantinnya. Objek kajian penelitian ini adalah busana pengantin perempuan masyarakat Gorontalo. Fenomena perkembangan busana dari masa ke masa menjadikan busana pengantin Gorontalo juga mengalami perkembangan dari aspek bentuk. Perkembangan bentuk busana pengantin dipengaruhi faktor sosial masyarakatnya dan pengaruh perkembangan industri tekstil. Pengaruh sosial ditandai adanya perluasan masyarakat Gorontalo yang tinggal di luar daerah asal, sedangkan pengaruh bidang industri ditandai dengan alat dan bahan lebih variatif untuk membuat busana pengantin Gorontalo. Penelitian ini bertujaun menemukan bentuk perkembangan busana pengantin tahun 2013-2017, dengan objek busana madipungu sebagai busana yang dikenakan pada acara malam mempertunangkan. Analisis data dideskripsikan secara kualitatif dan disertai dengan tabel perkembangan. Hasil penelitian menemukan unsur-unsur busana pengantin perempuan yang dimodifikasi, terdiri dari aspek bentuk, tekstur, warna, ragam hias, dan cara pembentukannya.
Strategi Budaya melalui Mobilisasi Masyarakat untuk Membuat, Mengedarkan, dan Menonton Film Di Purbalingga Tunggul Banjaransari; Arie Surastio
Jurnal Kajian Seni Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kajian Seni Vol 4 No 2 April 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1710.177 KB) | DOI: 10.22146/jksks.37582

Abstract

Selain itu, kehadiran lm di Indonesia memanglah tidak begitu lentur fungsinya kepada masyarakat. Jika masyarakat masih menempatkan lm sebagai hiburan, padahal lm memiliki fungsi yang beragam, maka terjadi persoalan pada tata peredarannya. Terdapat agenda politik ekonomi tertentu yang menggiring lm memiliki fungsi atas kepentingan tertentu. Padahal lm mampu memiliki fungsi sebagai media alternatif untuk mendapatkan pengetahuan yang luas, di saat konsumsi terhadap pengetahuan di Indonesia masih saja dibatasi. Celakanya pembatasan tersebut tidak dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga kelompok-kelompok baik berbasis massa maupun berbasis modal. Persoalan tersebut sebenarnya sudah disiasati oleh kelompok CLC Purbalingga. Kelompok ini tidak lantas bergantung pada regulasi tata edar per lman di Indonesia dan budaya menempatkan lm sebagai strategi hiburan. Mereka berinisiasi mengelola ruang tontonan dan turut memberikan fasilitas berupa pengetahuan kepada siswa- siswa SMA dan SMK di Purbalingga dalam membuat lm. Hasilnya tidak hanya berbicara mengenai kuantitas jumlah lm saja, melainkan tontonan lm mampu menjadi bagian dari budaya masyarakat Purbalingga. Sedangkan produk lmnya, secara konsisten selalu mendapat apresiasi dan penghargaan dalam skala nasional maupun internasional dari tahun 2004 hingga 2018. Upaya yang dilakukan CLC Purbalingga terhadap lm dapat mengubah posisi lm tidak sebatas menjadi media hiburan saja, melainkan menjadi literasi bahkan menjadi bagian dari budaya.
Sumbangan Budaya Islam dalam Pelestarian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Tradisional di Jawa Timbul Haryono
Jurnal Kajian Seni Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Kajian Seni Vol 4 No 1 November 2017
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.415 KB) | DOI: 10.22146/jksks.38343

Abstract

Genuine culture or prehistoric culture, such as: Nusantara, is a culture that was not influenced by foreign culture. However, the development stimulates possibility of culture mixing. The mixing process between that is a dialogical process, which placed the local culture as non-passive culture. The arrival (or expansion, ed) of Islamic culture in Java does not ruin the culture that existed (pre Islamic era), but there was a mixing or acculturation. This paper deals with various wayang as the material of the mixing dialogue. The conclusion of this case is the diffusion or spreading Islamic Art adopted pre-Islam element with cultural acculturation, then the continuity of Javanese culture keep continues. In other hand, the existence of traditional art is maintained.
Menyemai Benih Nilai Multikultural melalui Pembelajaran Penciptaan Tari Kelompok di Sekolah Menengah Atas Titik Putraningsih; G.R. Lono Lastoro Simatupang; Suminto A. Sayuti
Jurnal Kajian Seni Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kajian Seni Vol 5 No 1 November 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.561 KB) | DOI: 10.22146/jksks.38999

Abstract

Negara Indonesia dengan penduduk yang multietnis perlu mengupayakan bagaimana membangun sikap menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), agar memiliki sikap untuk saling toleransi, menerima dan menghormati perbedaan. Hal itu dilakukan antara lain melalui pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA), pada khususnya pembelajaran tari dianggap strategis sebagai alat pendidikan multikultural di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana Sekolah Mengah Atas Yogyakarta menterjemahkan kurikulum 2013 dalam pembelajaran tari, bagaimana memaknai empat sifat multilingual, multidimensi, multikultural, dan multikecerdasan dalam dimensi koqnitif, affektif, dan motorik. Artikel ini difokuskan untuk mengkritisi praktik pembelajaran tari sebagai alat pendidikan dan bermanfaat untuk menyemai nilai multikultural agar siswa mempunyai sikap toleransi dan apresiatif terhadap keberagaman budaya Indonesia. Observasi dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yogyakarta dengan metode purposive sumpling, mendiskripsikan, dan mengidentifikasi sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tari dalam perspektif multikultural. Selain itu dengan kriteria menggunakan kurikulum 2013, materi tari yang diajarkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia terutama pembelajaran penciptaan tari kelompok, siswa berasal dari beberapa daerah termasuk dari desa dan kota. Hasil pengamatan bagaimana menyemai atau menanamkan nilai multikultural perlu digali dan diupayakan terus menerus melalui pembelajaran penciptaan tari kelompok. Siswa mendapat pengalaman menciptakan tari kelompok, diharapkan akan membentuk karakter kerjasama, kreatif, dan estetis. Nilai multikultural dalam pembelajaran penciptaan tari kelompok adalah toleransi, apresiatif, dan menerima perbedaan
Eksperimentasi Metode Terapi dengan Musik untuk Pasien Skizofrenia di RSJD Surakarta Elya Nindy Alfionita; Bondet Wrahatnala
Jurnal Kajian Seni Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kajian Seni Vol 5 No 1 November 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.964 KB) | DOI: 10.22146/jksks.40180

Abstract

AbstractThe object of study "Experimentation With Music Therapy Method for the Treatment of Schizophrenia in a Psychiatric Hospital Area Surakarta" aims to uncover and describe the shape of healing method performed by a team of occupational RSJD Surakarta to patients with schizophrenia. The research appears as the existence of a form of musical phenomenon in which there are adaptations as a form of healing effort to psychiatric patients with schizophrenia. Schizophrenia is classified as severe mental disorders ( psychotic ) that attacks the majority of patients at the Mental Hospital of Surakarta. Besides occupational team also did a musical experimentation that aims to find the song material in accordance with the psychological and social conditions of patients with schizophrenia This study uses the approach of ethnomusicology delivered with the theory and the concept of the four imperatives Talcot Parson as follows; adaptation, goal Attaintment, integration, and latency. Then the author uses to do research in qualitative ethnographic methods using techniques literature study, observation, and interviews. The results of the analysis found that occupational therapy is music with a tempo of 60-75 bpm is able to stabilize the emotions in schizophrenic patients. Occupational therapy with the tempo of the achievements gained 75% of the experimentation results obtained through the four models of the patient. Keywords: Schizophrenia, Occupational Therapy, Regional Psychiatric Hospital Surakarta.
Kajian Nilai Pendidikan Karakter dalam Simbolisme Visual Topeng Panji & Relevansinya pada Pembelajaran Apresiasi Seni Rupa di SMA Yasin Surya Wijaya; Slamet Subiyantoro; Lili Hartono
Jurnal Kajian Seni Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kajian Seni Vol 5 No 1 November 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.533 KB) | DOI: 10.22146/jksks.41883

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin menjelaskan nilai pendidikan karakter dalam simbolisme visual topeng Panji dan relevansinya dalam pembelajaran apresiasi seni rupa di SMA. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen pada koleksi museum, koleksi pengrajin, dan sumber pustaka lain. Data dianalisis dengan langkah reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa topeng Panji memiliki banyak simbolisme visual dari beberapa tokoh. Simbol-simbol yang ditemukan yaitu bentuk jamang, alis, mata, hidung, mulut, dan warna wajah topeng. Masing-masing simbol memiliki nilai pendidikan karakter. Nilai pendidikan karakter yang telah ditemukan relevan dalam Kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi. Dilain sisi, topeng panji dapat digunakan sebagai materi ajar dalam pembelajaran apresiasi seni rupa di SMA. Siswa dapat mengevaluasi dan mendiskripsikan sejarah, unsur seni, bentuk, dan makna topeng. Terdapat dua manfaat, pertama siswa tahu tentang seni rupa tradisi, dan kedua siswa memiliki karakter yang baik melalui hasil dari pembelajaran tersebut.

Page 5 of 16 | Total Record : 160


Filter by Year

2014 2025