cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
RANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM M. Ramli
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3184.912 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v5i2.1832

Abstract

Sekolah merupakan organisasi formal yang bergerak di bidang edukatif. Sekolah memiliki struktur yang mempunyai kedudukan tertentu, saling berinteraksi dan menjalankan peranan seperti yang diharapkan sesuai dengan kedudukannya. Struktur organisasi sekolah mendasari keputusan para pembina atau pendiri sekolah untuk proses perencanaan sekolah yang strategis. Sebuah sekolah harus diorganisasi sebagai lembaga pendidikan untuk mencapai tujauan institusional yang difokuskan untuk membantu perkembangan potensi yang dimiliki anak-anak secara maksimal, agar berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakatnya. Organisasi sekolah adalah sistem yang bergerak dan berperan dalam merumuskan tujuan pendewasaan manusia sebagai mahluk sosial agar mampu berinteraksi dengan lingkungan. Struktur sosial sekolah yaitu kepala sekolah, guru, pegawai administrasi, petugas kebersihan dan keamanan, murid laki-laki maupun murid perempuan yang masing-masing memiliki kedudukan dan peranan yang berbeda, dan saling berinteraksi satu sama lain.Kata kunci: PAI, Media Pembelajaran
Penerapan Model Pembelajaran Market Place Activity untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa Kelas XI MS-1 SMA Negeri 1 Selong Asmuni Asmuni
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.652 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v8i1.2158

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa Kelas XI-1 SMA Negeri 1 Selong melalui penerapan model pembelajaran market place activity. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus. Model pembelajaran yang digunakan adalah Pembelajaran Market Place Activity (MPA). Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi untuk mengamati tingkat aktivitas belajar dan metode tes untuk mengetahui hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang  berbentuk pilihan ganda dengan 20 butir soal, yang diberikan di setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Market Place Activity dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI PADA SISWA TUNAGRAHITA DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA NEGERI MARABAHAN KABUPATEN BARITO KUALA Sarkila Sarkila
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.536 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v7i1.1797

Abstract

Proses pelaksanaan strategi Pembelajaran PAI pada siswa tunagrahita ringan di SDLB Negeri Marabahan diawali dengan perencanaan pembelajaran yang dipersiapkan guru adalah membuat, silabus kemudian RPP dan alat evaluasi, setelah semua terkonsep dengan teratur sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai maka dimulailah pelaksanaan pembelajaran itu sendiri meliputi materi, media/alat peraga untuk mempermudah proses transper ilmu, kemudian metode dan strategi yang sesuai dengan materi yang disajikan dan terakhir setelah pembelajaran yaitu diadakannya evaluasi dan tindak lanjut sebagai bahan ukur tercapai/tidaknya pembelajaran yang disampaikan.Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembelajaran PAI pada siswa tunagrahita ringan di SDLB Marabahan yaitu :Pertama;Faktor guru terhadap penggunaan materi, media, metode dan strategi dalam pembelajaran PAI yang meliputi dari latar belakang pendidikan berkesesuaian, karena guru yang mengajar PAI adalah lulusan S1, Pendidikan Agama Islam. Faktor guru pada pengalaman mengajar pembelajaran PAIberpengalaman, karena guru yang mengajar PAI mempunyai pengalaman mengajarnya hampir 3 tahun ditambah pernah mengajar ditempat lain dan sering mengikuti kegiatan pelatihan pendidikan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam memberikan pendidikan kepada anak yang memiliki kelainan seperti siswa tunagrahita.Kedua;Faktor siswa; faktor minat dalam diri siswa terhadappembelajaran PAI yang diberikan oleh guru sangat berperan penting dalam proses transper ilmu, diawal persiapan pembelajaran siswa tertarik/senang terhadap materi yang disampaikan, semua ini dapat dilihat dari persiapan mereka sebelum pelajaran dimulai dan ketertarikan/kesenangan siswa ketika pelajaran berlangsung, saat evaluasi ahir mereka berlomba-lomba untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.Ketiga ; Faktor fasilitas. Fasilitas yang ada di SDLB mendukung terhadap pembelajaran, karena fasilitas yang ada di SDLB lengkap baik dari segi ruang belajar dan isinya, alat-alat peraga, buku-buku pegangan ataupun buku-buku penunjang, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar.Keempat ;Faktor lingkungan ; Lingkungan sekolah di SDLB Negeri Marabahan termasuk lingkungan yang kondusif dan nyaman. SDLB Negeri Marabahan, hidup layak ditengah-tengah masyarakat serta mampu diterima dengan cukup baik oleh masyarakat sebagai anggota masyarakat. Anak-anak yang belajar di SDLB pun mampu beradaptasi dengan cukup baik meskipun masih dibawah pengawasan orang tua.Kata Kunci :Strategi  dan Pembelajaran serta Tunagrahita
KONSEP ADVERSITY QUOTIENT (AQ) DALAM MENGHADAPI COBAAN (DITINJAU DARI PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS) mahmudah mahmudah; Fatimah Zuhriah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.015 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v11i1.4781

Abstract

Islam makes the Al-Qur'an and Hadith as guidelines and instructions in living the life of every human being. Allah will always test His servants both in happiness and in difficulty. Lack of attention to psychological aspects makes many individuals wrong in taking action when faced with difficulties. Dr. Paul G. Stoltz initiated the adversity quotient, this field is a scientific tool for improving individual responses in the face of adversity. This concept is relevant and applicable today, because IQ, EQ and SQ alone are still not sufficient to achieve life success. Based on this, the purpose of this study is to determine the concept of adversity quotient in facing trials from the perspective of Al-Qur'an and Hadith. The method used is literature study. In this study, data sources were obtained from relevant literature such as books, journals, or scientific articles related to the selected topic. The results showed that the concept of adversity quotient in facing trials when viewed from the perspective of the Al-Qur'an Hadith has relevance to the elements contained in patient attitude. The conclusion of this research is that the concept of adversity quotient in the view of Islam is a person who is able to be patient and optimistic and never give up in facing every trial.
MEMETAKAN KISAH NABI LUTH DAN KAUMNYA DALAM ALQURAN ANTARA BAHASA LISAN DAN BAHASA TULISAN M. Alwi Kaderi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 1 (2013): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.821 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v3i1.1849

Abstract

Kisah Nabi Luth dan kaumnya dalam alquran 11:77­-83 adalah untuk menenangkan kondisi hati Nabi Muhammad Saw, sedangkan pada alquran 15: 61-75 adalah untuk memberi ancaman kepada umatNya dengan azab yang telah ditimpakan kepada kaum sebelumnya. Dari sini dapat dilihat fungsi bahasa lisan alquran terhadap kisah­ yang ada dalam masyarakat Arab. Adapun dalam perspektif bahasa lisan dan tulisan Paul Ricoeur, maka dapat dipetakan bahwa kisah yang sudah masyhur di lingkungan Arab termasuk dalam kategori bahasa tertulis, sedangkan kisah yang diuraikan alquran tentang kisah Nabi Luth dan kaumnya dengan mengkontekstualisasikan dengan keperluan yang ingin dicapainya seperti menenangkan hati Nabi Muhammad Saw dan mengancam umatNya dengan menggunakan bangunan kisah yang berbeda dapat dikategorikan sebagai bahasa lisan.  Kata Kunci: Kisah, Bahasa Lisan dan Bahasa Tulisan
KEBIJAKAN MAJELIS PENDIDIKAN AL-WASHLIYAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM KE-AL WASHLIYAHAN MADRASAH ALIYAH DI SUMATERA UTARA Mursal Aziz; Mesiono Mesiono; Syafaruddin Syafaruddin
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.497 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v9i1.3102

Abstract

Al-Washliyah sebagai organisasi pembaharu pendidikan Islam memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengembangan kualitas pendidikan Indonesia mulai tingkat dasar sampai jenjang yang paling tinggi.  Salah satu bentuk bukti pengembangan kualitas pendidikan Indonesia Al-Washliyah adalah bahwa paling tidak Al-Washliyah memiliki empat puluh lima madrasah Aliyah di Sumatera Utara. Setiap siswa wajib untuk mempelajari mata pelajaran Ke-Al Washliyahan untuk membangun karakter lulusan Madrasah Aliyah Al-Washliyah. Mata pelajaran Ke-Al Washliyahan adalah mata pelajaran wajib di madrasah Al-Washliyah. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Majelis Pendidikan PB Al-WAshliyah Nomor: Kep-001/MP.P-AW/XXI/X/2018 tanggal 30 Oktober 2018. Adapun ruang lingkup materi pembahasan pada kurikulum keAl-Washliyahan terdiri dari komponen/aspek yaitu:Organisasi al-Jam’iyatul Washliyah; Sejarah Berdirinya; Landasan akidah dan ibadah; Lambang dan lagu; dan Kiprahnya dalam bidang dakwah dan sosial. Kata Kunci: Kebijakan, Pengembangan Kurikulum dan Ke Al-Washliyahan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA RELIGIUS DI SMA NEGERI 1 LAUNG TUHUPKECAMATAN LAUNG TUHUP KALIMANTAN TENGAH Abdul Manaf
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 11, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.601 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.6136

Abstract

ABSTRACTThe planting of religious culture in SMA Negeri 1 Laung Tuhup by the principal is motivated by the current rampant promiscuity. Therefore, it is very important to instill a religious culture so that it can help students to determine attitudes in daily behavior. This study reveals what strategies are used by school principals in building religious culture at SMA Negeri 1 Laung Tuhup, Laung Tuhup District, Central Kalimantan. This research includes field research using a qualitative approach. This research method uses descriptive-qualitative. Collecting data using oral and written interviews, observation, and documentation. The principal as the research subject and the principal's strategy as the object of research. Based on the results of data analysis, the principal uses 5 strategies to build a religious culture at SMA Negeri 1 Laung Tuhup, namely determining careful planning, providing good role models to the school community, providing religious values in students, then students will get used to it. with what they are doing, and the final stage of the principal will evaluate the results of the above design so that a religious culture can be formed in the school.KEYWORDS: Religious Culture; Promiscuity; Strategy.ABSTRAKPenanaman budaya religius di SMA Negeri 1 Laung Tuhup oleh kepala sekolah dilatari oleh maraknya pergaulan bebas saat ini. Oleh sebab itu, penting sekali untuk menanamkan budaya religius agar bisa membantu siswa-siswi untuk menentukan sikap dalam berperilaku sehari-hari. Penelitian ini mengungkap apa saja strategi yang digunakan oleh kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SMA Negeri 1 Laung Tuhup Kecamatan Laung Tuhup, Kalimantan Tengah. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara lisan dan tulisan, observasi, dan dokumentasi. Kepala sekolah sebagai subjek penelitian dan strategi kepala sekolah sebagai objek penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, kepala sekolah menggunakan 5 strategi untuk membangun budaya religius di SMA Negeri 1 Laung Tuhup, yaitu menentukan perencanaan yang matang, memberikan suri tauladan yang baik kepada masyarakat sekolah, memberikan nilai- nilai keagamaan dalam diri siswa, selanjutnya para siswa akan terbiasa dengan yang mereka lakukan, dan tahap akhir kepala sekolah akan mengevaluasi hasil dari rancangan di atas agar dapat terbentuk budaya religius di sekolah.KATA KUNCI: Budaya Religius; Pergaulan Bebas; Strategi.
KONSEP MOTIVASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Abdul Khaliq
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.853 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v3i2.1861

Abstract

Motivasi dapat diartikan sebagai upaya pimpinan untuk menggerakkan (memotivasi) seseorang atau kelompok orang yang dipimpin dengan menumbuhkan dorongan atau motive dalam diri orang-orang yang dipimpin untuk melakukan tugas atau kegiatan yang diberikan kepadanya sesuai dengan rencana dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Motivasi yang dapat dikembangkan dalam lembaga pendidikan Islam: (1) Motivasi kepemilikan; (2) Motivasi berkompetisi dan (3) Motivasi kerja. Dalam Al-Qur’an dan Hadits dijelaskan beberapa motivasi kegiatan hidup manusia yang dibenarkan Allah Swt adalah: (1) Tidak ada motivasi atau tendensi apapun dalam ibadah, hidup dan mati ini kecuali semata-mata karena Allah; (2) Semata-mata ikhlas karena Allah Swt, sebab hal itu merupakan bentuk beragama yang benar; (3) Untuk mencapai kebaikan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat serta terhindar dari siksaan api neraka; dan (4) Untuk mencapai keberuntungan akhirat, sebab dengan mencari keberuntungan akhirat ini agar mendapat keberuntungan dunia.  Kata Kunci: Motivasi, Pendidikan dan Islam
Islam, Iman dan Ihsan dalam Kitab Matan Arba‘In An-Nawawi (Studi Materi Pembelajaran Pendidikan Islam Dalam Perspektif Hadis Nabi SAW) Ruri Liana Anugrah; Ahmad Asirin; Faisal Musa; Alwin Tanjung
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.765 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v9i2.3422

Abstract

Materi pendidikan Islam menjadi salah satu faktor penting demi tercapainya tujuan utama pendidikan Islam, yaitu tercapainya tujuan pendidikan Islam sesuai dengan makna tarbiyah, ta‘lim, ta’dib dan tahdzib. Sehingga terbentuklah insan kamil dengan pola taqwa. Sesungguhnya, pokok dari materi Pendidikan Islam terdapat pada konsep Islam, iman dan ihsan. Dalam Kitab matan Arba‘in karangan Imam an-Nawawi terdapat beberapa hadis terkait konsep Islam dan rukun-rukunnya, konsep iman dan rukun-rukunnya, serta pembahasan konsep ihsan. Maka dalam tulisan ini penulis akan membahas Islam, iman dan ih}san dalam kitab matan arba’in an-Nawawi dan materi pembelajaran pendidikan Islam yang berbasis Islam, iman dan ihsan.
ISRAILIYYAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP TAFSIR ALQURAN Raihanah Raihanah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4055.08 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v5i1.1827

Abstract

Orang Yahudi memiliki pengetahuan keagamaan yang bersumber dari Taurat dan orang Nasrani dari Injil, keduanya disebut Ahli Kitab. Sementara Alquran banyak mencakup hal-hal yang terdapat dalam Taurat dan Injil, khususnya yang berhubungan dengan kisah para Nabi dan umat terdahulu. Berita-berita yang diceritakan oleh Ahli Kitab yang masuk Islam disebut Israiliyat. Berita tersebut ada yang sesuai dengan Islam, ada yang batil, ada juga yang harus disikapi dengan mauquf. Penyusupan Israiliyyat ke dalam tafsir melalui periodesasi periwayatan dan pengkodifikasiannya. Tanpa disadari Israiliyyat masuk ke dalam ranah Tafsir Alquran dan hadis sampai tercampur aduk dan tidak diketahui lagi otentitas riwayat, mana yang dari Nabi dan mana yang datang dari Ahli Kitab. Kajian mendalam diperlukan untuk bisa mensikapi maraknya Israiliyyat untuk bisa mengambil intisari kebenaran kisah-kisah dalam Alquran.Kata Kunci: Israiliyyat, tafsir, Alquran, Ahli Kitab

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol 2, No 1 (2012): Juni Vol. 2 No. 1 (2012): June More Issue