cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
Konsep Keyakinan dan Ajaran Islam Komunitas Aboge di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean Kabupaten Semenep, Jawa Timur Herman Taufik
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt ipai.v10i2.4059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana konsep keyakinan dan ajaran  Islam Aboge di Desa Gelaman, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif induktif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa keyakinan dan ajaran  Islam Aboge di Desa Gelaman tidak terlepas dari akulturasi kebudayaan jawa [agama kejawen] dalam hal akidah dan ibadah disandarkan pada madzhab Ahlu Sunnah Wal Jamaah dengan suluk Syekh Siti Jenar (Tarekat Syatariyyah), serta masih menggunakan dan mengamalkan kalender Jawa (perpaduan kalender hijriah dengan kalender Saka) dalam menentukan hari hari besar Islam seperti, puasa, Idul Fitri dan Idul Adha. Proses pemahaman pendidikan Islam berbasis kepada seorang Tokoh/guru, Adanya proses regenerasi pengajaran ajaran Islam Aboge yang ditularkan secara turun-temurun.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM BUKU CATATAN MOTIVASI SEORANG SANTRI (KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY) Muhammad Fajar Adyatama
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 1 (2022): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i1.6970

Abstract

ABSTRACT Today, the value of moral degradation reflected in a child's attitude we often see increasingly denying moral existence itself. In a sense, a child's attitude in a period of education is often not based on anything that a child should have in a period of education. This is in stark contrast with moral and moral education. Masrukhi says that habiburrahman in Catatan Motivasi Seorang Santri’s book seems to want to actually do what is called "moral conservation," which is to maintain good "old morality" values, and not to be allergic to taking what is also a good "new morality." Moral conservation also means human improvement and moral conservation efforts. The method used in the study is library research.The study is done by using a data collection technique by observing on Catatan Motivasi Seorang Santri’s book (second section, the second subheading: let's be an optimistic and positive person, the fourth: in fact this life is to give, the tenth: the highest of akhlakul karimah, and the thirty-second: teacher's story in a fishing village) and other resources, such as books, articles or other related articles. As this study demonstrates, the value of moral education in Catatan Motivasi Seorang Santri’s book in the second section, 2nd subheading is positive attitude, the fourth is helpfulness, the tenth is patient and the thirty-second is sensitive to situations and conditions).KEYWORDS: Education; Morality; Value.ABSTRAKDewasa ini, degradasi nilai moralitas yang tercermin pada sikap anak sering kita lihat semakin menafikan keberadaan moral itu sendiri. Dalam artian, sikap anak dalam masa-masa pendidikan sering tidak dilandasi dengan sesuatu apapun yang menjadi kewajiban anak dalam masa-masa pendidikan. Hal ini sangat bertentangan dengan pendidikan akhlak dan moral. Masrukhi mengatakan, Habiburrahman dalam buku Catatan Motivasi Seorang Santri, nampaknya ingin  benar-benar melakukan apa yang disebut dengan istilah “Konservasi Moral”, yakni mempertahankan nilai-nilai “moralitas lama” yang baik, dan tidak alergi mengambil nilai-nilai ”moralitas baru” yang juga dianggap baik. Konservasi moral juga berarti upaya perbaikan dan pelestarian akhlak yang dimiliki manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepustakaan (library research). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati pada buku Catatan Motivasi Seorang Santri (bagian kedua, sub judul ke-2: Mari Menjadi Pribadi Yang Optimis dan Positif, ke-4: Sesungguhnya Hidup Ini Untuk Memberi, ke-10: Puncak Akhlakul Karimah, dan 32: Kisah Guru di Perkampungan Nelayan) dan sumber-sumber lainnya, seperti buku-buku, artikel atau lainnya yang berkaitan dengan skripsi ini. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan moral yang ada pada buku Catatan Motivasi Seorang Santri (bagian kedua, sub judul ke-2 adalah positive attitude, ke-4 adalah tolong-menolong, ke-10 adalah sabar dan ke-32 adalah peka terhadap situasi dan kondisi).KATA KUNCI: Moral; Nilai; Pendidikan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR TAJWID Dian Kusuma Wardani; Niswatin Mukarromah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 1 (2022): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i1.6988

Abstract

ABSTRACTThe learning model determines the results achieved by student learning. The use of inappropriate models will make students passive in the learning process. Team Games Tournament (TGT) is a collaborative model that triggers student collaboration and creativity. This study aims to test the effectiveness of the TGT model in learning recitation of the second grade students of Wustho Madin At-Takmiliyah An-Najiyah 1 Jombang. This study uses the entire population. The method used is quasi-experimental. The data analysis method for this study used the Wilcoxon paired pair test. The results of this study indicate that the use of the TGT learning model has a significant effect on the learning outcomes of class II Wustho students.KEYWORDS: Team-Games Tournament; Tajweed; Learning Achievement. ABSTRAKModel pembelajaran menentukan hasil yang dicapaian pembelajaran siswa. Penggunaan model yang kurang tepat akan membuat siswa pasif dalam proses pembelajaran. Team Games Tournament (TGT) merupakan model kolaboratif yang memicu kolaborasi dan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model TGT pada pembelajaran tajwid pada siswa kelas II Wustho Madin At-Takmiliyah An-Najiyah 1 Jombang. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen. Metode analisis data untuk penelitian ini menggunakan uji pasangan berpasangan Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran TGT berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas II Wustho.KATA KUNCI: Team-Games Tournament; Tajwid; Hasil Belajar.
ASPEK-ASPEK KEBIASAAN EDUKATIF YANG DITANAMKAN ORANGTUA BERPROFESI SEBAGAI GURU DALAM MEMBINA PERILAKU SOSIAL ANAK DI MASYARAKAT Raudatul Jannah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i2.7755

Abstract

Abstract: The family is the main foundation for cultivating and strengthening educational values. The best education can be realized through a family built on the principles of the Koran. The rapid pace of modern currents has more or less threatened the world of education and resulted in the erosion of the morale of the nation's generation. The busyness of working parents which often leads to forgetting essential responsibilities is fatal to the child's life in the future. This research is field research. Data collection is carried out by observation, interviews, and documentation. The results of this study show that each parent has different strategies and steps in educating their children. However, parents have the same goal of realizing the best education for their children. From this research, various educational habits will be seen instilled by parents who work as teachers so that they can realize the best education for children's lives in society even though faced with various busy schedules, and time with children which tends to be limited.Keywords: Islamic Family Education; Parents are teachers by profession, children's social behavior.Abstrak: Keluarga merupakan pondasi utama dalam penanaman dan penguatan nilai-nilai pendidikan. Pendidikan terbaik dapat terwujud melalui keluarga yang dibangun atas prinsip Alquran. Pesatnya arus modern sedikit banyak telah mengancam dunia pendidikan dan berakibat pada tergerusnya moral generasi bangsa. Kesibukan orang tua bekerja yang seringkali menyebabkan lupa dengan tanggung jawab hakiki berakibat fatal terhadap kehidupan anak di masa mendatang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setiap orang tua memiliki strategi dan langkah yang berbeda dalam mendidik anak-anaknya. Akan tetapi, pada dasarnya orang tua memiliki tujuan yang sama demi mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Dari penelitian ini akan dilihat berbagai kebiasaan edukatif yang ditanamkan orang tua yang berprofesi sebagai guru sehingga dapat mewujudkan pendidikan terbaik untuk kehidupan anak di masyarakat meski dihadapkan dengan berbagai kesibukan, padatnya jadwal, serta waktu bersama anak yang cenderung terbatas.Keywords: Pendidikan Keluarga Islam, Orang Tua Berprofesi Guru, Perilaku Sosial Anak.
INOVASI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MAN 1 MOJOKERTO Lailatul Ilmiyah; Anita Maghfiroh; Aufaa Dzakiy Ardinigrum; Nur Rachma Aryani; Husniyatus Salamah Zainiyati
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i2.6998

Abstract

Abstract. Curriculum development is very important to make it easier to achieve learning objectives. The PAI curriculum in madrasas (MI, MTs, MA) is currently still separate between each PAI subject (Qur'an Hadith, Fiqh, Aqidah, SKI) yet there is no complete integration into the main themes. Innovation in curriculum development really needs to be held, so that it doesn't just revolve around the same method, media but has its own value. This study aims to determine the innovation of Islamic religious education curriculum development at MAN 1 Mojokerto. This type of research is descriptive qualitative research. Data collection techniques in this study are observation and documentation. To innovate the PAI curriculum in madrasas, there are three perspectives that can be used as references, namely subject matter design, disciplines design, and broad filed design. One component of curriculum development is a strategy that includes methods. There are several learning methods, namely discussion methods, case studies, demonstrations and experiments, role playing, question and answer. We have encountered innovations in the development of Islamic education curriculum in Madrasahs using Subject Centered Design but have weaknesses that make the curriculum not getting better but more and more problems. One solution that can be used is the construction of the Madrasah's Collaborative Curriculum curriculum used at MAN 1 Mojokerto.Keywords: Innovation; Curriculum Developmen;, PAI; Madrasah.Abstrak. Inovasi pengembangan kurikulum sangat diperlukan untuk memudahkan mencapai tujuan pembelajaran. Kurikulum PAI di madrasah (MI, MTs, MA) saat ini masih terpisah diantara masing-masing mata pelajaran PAI (Qur’an Hadis, Fiqih, Aqidah, SKI) sehingga belum ada keterpaduan yang utuh dan terintegrasi ke dalam tema-tema pokok. Inovasi pengembangan kurikulum sangat perlu diadakan, supaya tidak hanya berputar pada metode, media namun memiliki nilai tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam di MAN 1 Mojokerto. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk melakukan inovasi pada kurikulum PAI di madrasah, ada tiga perspektif yang bisa dijadikan acuan yaitu subject matter design, diciplines design, broad filed design. Salah satu komponen pengembangan kurikulum berupa pengembanga strategi meliputi metode pembelajaran yaitu metode diskusi, studi kasus, demonstrasi, eksperimen, bermain peran, dan tanya jawab. Inovasi pengembangan kurikulum PAI di Madrasah selama ini kita temui menggunakan Subject Centered Design tetapi mempunyai kelemahan yang membuat kurikulum tidak semakin baik melainkan semakin banyak masalah yang muncul. Salah satu solusi yang dapat digunakan ialah konstruksi kurikulum yaitu Madrasah’s Collaborative Curriculum yang digunakan di MAN 1 Mojokerto.Kata Kunci: Inovasi; Pengembangan Kurikulum; PAI; Madrasah.
URGENSI MEMBACA DAN MENULIS DALAM PENDIDIKAN ISLAM BERDASARKAN SURAH AL-'ALAQ AYAT 1-5 MENURUT PERSPEKTIF TAFSIR AL-WASITH KARYA SYEKH WAHBAH AZ-ZUHAILI Adila Farizqy Nur Rahimi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i2.7801

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted on the basis of the condition of today's Muslims, especially in Indonesia, where interest in reading is low and of course the impact on interest in writing is also low. Moreover, Indonesian people who are Muslim should practice the noble teachings of Islam, namely the command to read and write in surah Al-'Alaq verses 1-5. This research aims to make readers, especially Muslims more active in studying religion through reading and writing. So that it becomes a Muslim person who is advanced, intelligent and has a learning spirit. This research uses a type of library research with the nature of the research is descriptive-analysis. Data collection techniques using documentation and literature surveys. The data analysis method used is content analysis. The results of the study show that the Urgency of Reading and Writing in Islamic Education based on Surah Al-'Alaq verses 1-5 According to the Perspective of Tafsir Al-Wasith by Syekh Wahbah Az-Zuhaili is: The command to read and write is the first revelation in Islam. Both are the key in seeking knowledge and are worth worshiping in the sight of Allah subhanahu wa ta'ala. Reading and writing have a very strong relationship. Reading and writing are gifts and favors from Allah subhanahu wa ta'ala. There are many benefits that can be obtained from reading and writing activities. In addition, it is through reading and writing that Allah teaches humans as in Surah Al-'Alaq verses 1-5. The great positive impact of the reduction of this verse is the progress and rapid development of Muslim civilization in a better direction.KEYWORDS: Islamic Education; Read and Write; Surah Al-'Alaq ABSTRAKPenelitian ini dilakukan atas dasar keadaan kaum muslimin zaman sekarang, khususnya di Indonesia yang minat bacanya yang rendah dan tentu saja berimbas kepada minat menulis yang juga rendah. Terlebih masyarakat Indonesia yang beragama Islam sudah seharusnya mengamalkan ajaran islam yang mulia yaitu perintah membaca dan menulis pada surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Penelitian ini bertujuan agar para pembaca, khususnya kaum muslimin lebih giat dalam menuntut ilmu agama melalui membaca dan menulis. Sehingga menjadi pribadi muslim yang maju, cerdas dan berjiwa pembelajar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan sifat penelitian adalah deskriptif-analisis. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan survei kepustakaan. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menujukkan bahwa Urgensi Membaca dan Menulis dalam Pendidikan Islam berdasarkan Surah Al-‘Alaq ayat 1-5 Menurut Perpesktif Tafsir Al-Wasith karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili adalah: Perintah membaca dan menulis adalah wahyu pertama dalam islam. Keduanya merupakan kunci dalam menuntut ilmu dan bernilai ibadah di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Membaca dan menulis memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Membaca dan menulis adalah karunia dan nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala. Banyak kebaikan-kebaikan yang didapatkan dengan adanya aktivitas membaca dan menulis. Selain itu, melalui membaca dan menulislah Allah memberikan pengajaran kepada manusia sebagaimana dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Dampak positif yang besar dari penurunan ayat ini adalah maju dan berkembang pesatnya peradaban umat Islam ke arah lebih baik.KATA KUNCI: Membaca dan Menulis; Pendidikan Islam; Surah Al-‘Alaq
PENDIDIKAN ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA PERSPEKTIF DEWI SARTIKA Alaika M. Bagus Kurnia PS; Nur Ihsan Affandi; Fahmi Suryo Suryo
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i2.4376

Abstract

AbstractThis study aims to find out the actions and efforts of Dewi Sartika in improving the quality of education, especially for women. It can be said that the position of a woman as a potential housewife requires honing knowledge, skills, and additional work as expected by the figure of Dewi Sartika. The problem is that nowadays there are still prospective housewives who only have certain skills. And for work and other aspects it is still considered lacking. So this needs to be improved, especially for prospective housewives, namely in the aspects of education and skills. In this problem, the author uses qualitative methods in searching related data. The data taken can be in the form of relevant journals and books. The approach applied by Dewi Sartika in solving these problems is the strategic management approach which is supported by David Hanger's theory. Meanwhile, according to Dewi Sartika, women must be able to do everything in their lives, including serving their husbands, educating children, aspects of work, and so on.The attitude of persistence and fortitude possessed by Dewi Sartika in the world of education should be an example for us. As for the secluded book owned by Dewi Sartika entitled "Kaoetamaan Wife" in which the book contains Raden Dewi Sartika's concern for a woman written in Sundanese. Therefore it is important for the writer to know Dewi Sartika's thoughts in order to improve education for women. So that women can be very sensitive to Islamic education which will be used in the household so that these women can have Islamic education that is so supportive for their children and their families who are equal, so that it will not change the obligation of women to respect men as housewives. ladder in the family. Keywords: Dewi Sartika, Kaoetamaan Wife, Strategic Management. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sepak terjang dan usaha Dewi Sartika dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya bagi kaum wanita. Bisa dikatakan kedudukan seorang wanita sebagai calon ibu rumah tangga yang dimana perlu dibutuhkan sebuah asah pengetahuan, ketrampilan, serta pekerjaan tambahan seperti apa yang diharapkan oleh tokoh Dewi Sartika. Permasalahannya yaitu pada masa kini masih dijumpai calon ibu rumah tangga yang hanya memiliki keahlian tertentu. Dan untuk pekerjaan maupun aspek lainnya masih dinilai kurang. Maka hal ini perlu untuk ditingkatkan khususnya bagi calon ibu rumah tangga yaitu dalam aspek pendidikan maupun ketrampilan. Dalam permasalahan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dalam pencarian data terkait. Data yang diambil bisa berupa jurnal, dan buku yang relevan. Adapun pendekatan yang  diterapkan oleh Dewi Sartika dalam memecahkan permasalahan tersebut yaitu pendekatan manajemen strategik yang didukung oleh teori David Hanger. Adapun menurut Dewi Sartika bahwa wanita harus bisa melakukan segala hal dalam kehidupannya diantaranya melayani suami, mendidik anak, aspek pekerjaan, dan sebagainya. Sikap kegigihan dan ketabahan yang dimiliki oleh Dewi Sartika dalam dunia pendidikan patut kita teladani. Adapun seklumit buku yang dimiliki oleh Dewi Sartika yang berjudul” Kaoetamaan Istri” yang dimana buku tersebut berisi kepedulian Raden Dewi Sartika terhadap seorang perempuan yang ditulis dalam bahasa Sunda. Maka dari itu penting bagi penulis untuk mengetahui pemikiran Dewi Sartika guna meningkatkan pendidikan bagi perempuan. Agar para kaum wanita bisa sangat peka terhadap pendidikan Islam yang akan digunakan dalam berumah tangga untuk menjadikan wanita tersebut bisa memiliki pendidikan Islam yang begitu mendukung untuk anaknya dan keluarganya yang sederajat, sehingga tidak akan mengubah kewajiban para kaum wanita untuk menghormati para kaum lelaki sebagai ibu berumah tangga dalam keluarga. Kata kunci: Dewi Sartika, Kaoetamaan Istri, Manajemen Strategik.
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QURAN DAN HADIS Suriadi Suriadi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v12i2.1991

Abstract

Abstract: Indonesia is experiencing a crisis of faith and morality. This led to the emergence of other crises. Including a leadership crisis. This crisis has become a trigger for damage in various fields experienced by the Indonesian people. Among the causes of this crisis of faith and morality is the lack of a good understanding of Islamic teachings, the lack of ability to understand the Al-Quran. This holy book should be used as a guide for life, it is not enough just to read it. It requires a good and correct understanding of the reading text of the Al-Quran, so that it can understand the messages it contains. Without sufficient understanding of the text of the Al-Quran that is read, it is impossible for the Al-Quran to be used as a guide for life. Through this study, it can be understood that there is a strong correlation between the routine of reading the Al-Quran and the ability to understand its contents, so that character education to deal with crises experienced by the nation can run well. Therefore, both must be done simultaneously.Keywords: Character Education; Al-Quran; Hadist. Abstrak: Indonesia mengalami krisis akidah dan krisis akhlak. Hal ini menyebabkan kemunculan krisis-krisis lainnya. Termasuk juga krisis kepemimpinan. Krisi ini menjadi pemicu kerusakan di berbagai bidang yang dialami oleh bangsa Indonesia. Di antara penyebab terjadinya krisis akidah dan akhlak ini adalah kurangnya pemahaman yang baik terhadap ajaran Islam, minimnya kemampuan memahami Al-Quran. Kitab suci ini seharusnya dijadikan sebagai pedoman hidup, tidak cukup hanya dibaca saja. Diperlukan pemahaman yang baik dan benar terhadap teks bacaan Al-Quran, sehingga dapat memahami pesan-pesan yang dikandungnya. Tanpa pemahaman yang cukup terhadap teks Al-Quran yang dibaca, maka tidak mungkin Al-Quran tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman hidup. Melalui kajian ini, maka dapat dipahami bahwa terdapat korelasi yang kuat antara rutinitas membaca Al-Quran dengan kemampuan memahami kandungannya, sehingga pendidikan karakter untuk menaggulangi krisis-krisis yang dialami oleh bangsa dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, keduanya harus dilakukan secara beriringan.Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Al-Quran; Hadis.
IMPLEMENTASI EVALUASI BULANAN PROGRAM TAHFIDZ DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN MAHASANTRI DI ASRAMA TAHFIDZ AL-QUR'AN BUMI GRAHA LESTARI Abdurrahman Azkiya
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 1 (2023): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i1.8659

Abstract

Abstract: The monthly evaluation is carried out starting from a problem, namely the low activity of students in several activities. These problems certainly have an impact on the course and objectives to be achieved from a program. This research is important in order to know how to plan and implement the monthly evaluation of the tahfidz program as well as the researchers' evaluation of the results of the monthly evaluation of the tahfidz program at the Tahfidz Al-Qur'an Dormitory Bumi Graha Lestari. This study uses a type of field research (field research) with a descriptive qualitative approach. Data was collected through observation techniques, interviews and documentation. The results showed that the monthly evaluation planning was arranged in such a way as to overcome the problem of the low frequency of student attendance at activities. The monthly evaluation had previously been carried out in 2019, but since the Covid 19 pandemic occurred in 2020, the monthly evaluation has not been carried out anymore. The monthly evaluation will be held again in 2021 with a new pattern, which has the aim of collecting data related to halaqah attendance points, ta'lim attendance points, and tahsin or tahfidz deposit points. After carrying out monthly evaluations with a new pattern, student activity was more evenly distributed and experienced a drastic increase in the frequency of attendance and the number of memorization. There seems to be a change for the better and has a very positive impact. Based on evaluation quality analysis, it is in a better and improved position than before. So this monthly evaluation activity was considered successful because it was in accordance with what was expected, namely to increase student activity in each activity. The results of this study can be used as a reference for other al-Qur'an educational institutions that wish to apply the same thing.Keywords: Evaluation, Implementation, Planning, Tahfidz ProgramAbstrak: Evaluasi bulanan dilaksanakan berangkat dari sebuah permasalahan yakni rendahnya keaktifan mahasantri pada beberapa kegiatan. Masalah tersebut tentu berdampak kepada jalannya dan tujuan yang ingin dicapai dari sebuah program. Penelitian ini penting dilakukan agar dapat mengetahui bagaimana perencanaan dan pelaksanaan evaluasi bulanan program tahfidz serta evaluasi terhadap hasil evaluasi bulanan program tahfidz di Asrama Tahfidz Al-Qur’an Bumi Graha Lestari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan evaluasi bulanan diatur sedemikian rupa agar dapat mengatasi permasalahan rendahnya frekuensi kehadiran mahasantri pada kegiatan. Evaluasi bulanan sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2019, namun sejak ada pandemi Covid 19 pada tahun 2020, evaluasi bulanan tidak dilaksanakan lagi. Evaluasi bulanan dilaksanakan kembali pada tahun 2021 dengan pola yang baru, yang memiliki tujuan untuk mengumpulkan data terkait dengan poin kehadiran halaqah, poin kehadiran ta’lim, dan poin setoran tahsin atau tahfidz. Setelah dilaksanakan evaluasi bulanan dengan pola yang baru, keaktifan mahasantri lebih merata dan mengalami peningkatan drastis dalam hal frekuensi kehadiran dan jumlah hafalan. Tampak ada perubahan ke arah yang lebih baik dan memiliki dampak yang sangat positif. Berdasarkan analisis kualitas evaluasi, hal ini berada pada posisi yang lebih baik dan meningkat dari sebelumnya. Maka kegiatan evaluasi bulanan ini dinilai berhasil karena sesuai dengan apa yang diharapkan yakni untuk meningkatkan keaktifan mahasantri pada setiap kegiatan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi lembaga pendidikan al-Qur’an lainnya yang ingin menerapkan hal serupa.Keywords: Evaluasi; Implementasi; Perencanaan; Program Tahfidz
MAKNA RUHANI DALAM RITUAL DAN ESKATOLOGI ISLAM MENURUT AL-ALUSI Ibnu Arabi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 1 (2023): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i1.9966

Abstract

Abstract: Religious life is related to issues of ritual and eschatology. These two things are comprehended and addressed differently in various circles. Among Fiqh scholars, worship (ibadah) is known as a form of formality without the ability to be creative. While some philosophers argue that worship is an irrational act. In the view of Sufism, worship in religion is something meaningful, it's just that not everyone can explore this meaning, because indeed in religion the issue of worship is understood as something supra-rational. This research uses the tafsir isyari approach and the chosen tafsir is tafsir Ruh al-Ma'ani written by al-Alusi. Data collection in the study was done by tracing the verses of the Qur'an interpreted by al-Alusi in his tafsir with isyari interpretation. From the research, it is concluded that the interpretation of Ruh al-Ma'ani by al-Alusi is one of the great books of tafsir that contains the zhahir and isyarah interpretations. The isyarah interpretation is within reasonable parameters, not in the form of a Bathiniyah interpretation.Keywords: Ruhani Meanings, Rituals, Islamic Eschatology. Abstrak: kehidupan beragama terkait dengan persoalan ritual dan eskatologi. Dua hal tersebut dalam berbagai kalangan dipahami dan disikapi secara berbeda. Di kalangan fiqh, ibadah dikenal sebagai bentuk formalitas tanpa kebolehan berkreasi. Sementara kalangan filosof ada yang berpendapat bahwa ibadah adalah tindakan irrasional. Dalam pandangan sufisme, ibadah dalam agama adalah sesuatu yang bermakna, hanya saja tidak semua orang mampu menyelami maknanya tersebut, karena memang dalam beragama persoalan ibadah dipahami sebagai sesuatu yang supra rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir isyari dan tafsir yang dipilih adalah tafsir Ruh al-Ma'ani yang ditulis oleh al-Alusi. Pengumpulan data dalam penelitian melalui;1) menelurusi ayat-ayat Alquran yang ditafsirkan oleh al-Alusi dalam tafsirnya dengan penafsiran isyari. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa tafsir Ruh al-Ma’ani karya al-Alusi, adalah salah satu kitab tafsir besar yang memuat penafsiran-penafsiran zhahir dan isyarah. Penafsiran isyarahnya batas-batas kewajaran, tidak dalam dalam wujud tafsir Bathiniyah.Keywords: Makna Ruhani, Ritual, Eskatologi Islam.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol 2, No 1 (2012): Juni Vol. 2 No. 1 (2012): June More Issue