Articles
340 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Market Place Activity untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Siswa Kelas XI MS-1 SMA Negeri 1 Selong
Asmuni, Asmuni
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2018): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jtipai.v8i1.2158
Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa Kelas XI-1 SMA Negeri 1 Selong melalui penerapan model pembelajaran market place activity. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus. Model pembelajaran yang digunakan adalah Pembelajaran Market Place Activity (MPA). Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi untuk mengamati tingkat aktivitas belajar dan metode tes untuk mengetahui hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang berbentuk pilihan ganda dengan 20 butir soal, yang diberikan di setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Market Place Activity dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
UPAYA GURU MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MIN PEMURUS DALAM KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN
Istiqamah, Istiqamah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2018): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jtipai.v8i1.2184
Proses belajar mengajar akan berjalan dengan lancar apabila ada motivasi belajar karena orang yang bekerja berdasarkan motivasi yang kuat, ia tidak akan merasa lelah dan tidak cepat bosan. Oleh karena itu, guru perlu memelihara motivasi belajar siswanya dan semua yang berkaitan dengan motivasi.Dalam konteks tersebut penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang usaha guru meningkatkan motivasi belajar siswadi MIN Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha apa saja yang dilakukan guru meningkatkan motivasi belajar siswa di MIN Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin SelatanPerumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja upaya guru meningkatkan motivasi belajar siswa di MIN Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan.Subjek dalam penelitian ini berjumlah 13 orang guru. Objek dalam penelitian ini mengenai upaya guru meningkatkan motivasi belajar siswa di MIN Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah terkumpul, data diolah dengan teknik editing dan koding kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan mengambil kesimpulan secara induktif. Setelah diadakan analisis data yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MIN Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan berjalan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari upaya yang dilakukan oleh guru melalui membuat perencanaan, menggunakan metode yang bervariasi, menggunakan media, memberikan ganjaran dan hukuman dan memberikan tugas dan hasil tugas. Kata-kata Kunci: Guru, Motivasi, Belajar, Siswa
Perbandingan Prestasi Belajar Menggunakan Strategi Paikem dengan Model Gallery Walk Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas V di MI Siti Mariam Dengan MI Darut Taqwa Banjarmasin
Sholeh, Makherus
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2017): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jtipai.v7i2.2248
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar menggunakan strategi PAIKEM dengan model gallery walk pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas V di MI Siti Mariam dengan MI Darut Taqwa Banjarmasin. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V di MI Siti Mariam ialah 60,00 termasuk dalam kategori cukup baik. 2) Prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V di MI Darut Taqwa ialah 62,50 termasuk dalam kategori baik. 3) Prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V di kelas V dari MI Darut Taqwa lebih besar dibandingkan prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V dari MI Siti Mariam dengan selisih 2,50. Tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar menggunakan strategi PAIKEM dengan model gallery walk pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas V di MI Siti Mariam dan MI Darut Taqwa Banjarmasin.
Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN Banjarmasin Selatan
Istiqamah, Istiqamah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2018): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jtipai.v8i2.2307
Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN Banjarmasin Selatan meliputi ; Pertama : Perencanaan yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan sudah cukup bagus karena guru tersebut telah mempersiapkan segala perencanaan sebelum memulai pelajaran yaitu membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Kedua: Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN Banjarmasin Selatan dapat dilihat dengan adanya beberapa strategi, pendekatan, model, metode dan media pembelajaran, adanya aktivitas guru dan siswa pada saat pembelajaran.Sedangkan evaluasi yang dilakukan guru sudah terlaksana dengan baik dalam setiap pertemuan kelas. Guru selalu memberikan pre-test dan pro-test ditambah dengan tugas latihan yang diberikan guru pada saat pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Ubudiyah Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut, meliputi: Faktor guru, yaitu dilihat dari latar belakang pendidikannya, pengalaman mengajarnya dan kemampuan guru baik dalam penguasaan materi maupun dalam penerapan strategi/metode belajar merupakan faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran. Faktor siswa, yaitu dilihat dari keaktifan siswa, kondisi kelas dan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru merupakan faktor pendukung dalam terlaksananya pembelajaran.Faktor sarana prasarana, yaitu media dan alat-alat pembelajaran yang kurang memadai dalam proses pembelajaran seperti LCD dan keadaan ruang kelas. Sehingga guru dituntut harus lebih kreatif lagi untuk menggunakan fasilitas yang ada di sekolah dan menggunakan metode dan strategi yang tepat dalam mengajar dan harus mampu menguasai keadaan kelas agar siswa merasa nyaman pada saat pembelajaran.Kata Kunci : Pembelajaran, perencanaan dan metode serta evaluasi
Keharmonisan Hubungan Antara Mahasiswa dan Dosen Penasehat Akademik di Jurusan KI-BKI UIN Antasari Banjarmasin
Romdiyah, Romdiyah;
Rahmi, Nurul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2018): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jtipai.v8i2.2347
Pertemuan bimbingan akademik antara mahasiswa dan dosen penasehat akademik dilaksanakan hanya 1 kali pertemuan setiap awal semester untuk keperluan pengisian KRS, setelah itu tidak terjadi lagi komunikasi antara dosen penasehat akademik dan mahasiswa, Bahkan ada mahasiswa yang belum pernah bertemu dengan dosen penasehat akademiknya. Hal tersebut mengindikasikan adanya disharmonisasi hubungan antara mahasiswa dan dosen penasehat akademik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keharmonisan hubungan antara mahasiswa dan dosen penasehat akademik di Jurusan KI-BKI, sedangkan jenis dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumenter.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan akademik yang berlangsung seperti rutinitas semesteran. Mahasiswa menemui dosen penasehat akademik ketika minta tanda tangan KRS, selebihnya tidak ada lagi. fenomena tersebut menunjukkan adanya ketimpangan antara fenomena dengan konsep ideal sebagai dosen penasehat akademik. Kata Kunci : Keharmonisan, Mahasiswa, Dosen Penasehat Akademik
Pendidikan Keimanan Di MTs Muhammadiyah 3 Banjarmasin
Fuady, M. Noor
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2018): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jtipai.v8i2.2367
Pada hakikatnya pendidikan Islam tak dapat dilepaskan hubungannya dari al-Khaliq, Sang Maha Pencipta. Konsep Tarbiyah, Ta’lim dan Ta’dib yang dijadikan rujukan pemaknaan dan penyusunan konsep pendidikan Islam semuanya mengacu kepada sumber utamanya, yaitu Allah Swt.Pembelajaran aqidah atau keimanan sangat urgent dalam pembentukan manusia seutuhnya, maka perlu diimplementasikan dan dikembangkan secara maksimal sehingga dapat mencapai target secara efektif dan efesien. Pembelajaran keimanan di sekolah diwujudkan dengan sebuah mata pelajaran yang dinamakan Aqidah Akhlak. Kata Kunci: Pendidikan, Keimanan, MTs Muhammadiyah
Pembinaan Profesionalisme Guru
Husaini, Rusdiana
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2018): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jtipai.v8i2.2541
Guru memiliki peran dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Guru juga memiliki peran dalam pemberian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi kepada siswa. Peran guru perlu dilanjutkan profesionalisme agar menjadi lebih baik. Guru membutuhkan profesionalisme dalam pengembangan karir.
Upaya Peningkatan Mutu Pembelajaran Guided-Inquiry Learning dan Motivasi Belajar
Handayani, Hambali
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 2 (2018): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jtipai.v8i2.2599
Dengan dilaksankannya Kurikulum 2013 ada tuntutan perubahan dalam proses pelaksanaan belajar mengajar di dalam kelas, dari pengajaran kepada pembelajaran. Motivasi belajar sebagai salah satu faktor penting dalam mencapai perubahan dalam belajar siswa, dapat ditentukan oleh metode mengajar guru untuk membelajarkan siswa. Kooperatif learning dalam bentuk inkuiri terbimbing (guided-Inkuiri Learning) sebagai salah satu metode dalam pembelajaran dapat menumbuhkan motivasi siswa dan hasil belajar siswa dalam belajar. Dari hasil penelitian yang sudah dilaksakan dapat ditemukan jawaban bahwa kooperatif leraning dengan menggunakan metode mengajar guided leraning dapat menumbuhkan bahkan meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman siswa dalam mencapai tujuan belajar. Hasil belajar peserta didik menjadi lebih bisa diukur berdasarkan indikator capaian pembelajaran, baik kognitif, afektik, psikomotoriknya.
PERANAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK DIDIK DI SDN PARING GULING KECAMATAN BUNGUR KABUPATEN TAPIN
Mudhiah, Mudhiah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 1 (2019): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jtipai.v9i1.3092
Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) dengan mengambil lokasi penelitian di SDN Paring Guling Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru Pendidikan Agama Islam dan anak didik di SDN Paring Guling Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin. Sedangkan objeknya adalah peranan Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter anak didik di SDN Paring Guling Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin. Untuk mengumpulkan data menggunakan 3 macam teknik yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengambilan kesimpulan menggunakan metode induktif, yaitu memaparkan dari temuan yang bersifat khusus menjadi suatu kesimpulan yang umum.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Pendidikan Agama Islam di SDN Paring Guling Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin sudah cukup baik, meskipun pada prosesnya sewaktu-waktu masih dijumpai kesulitan dikarenakan tingkat kecerdasan dan kecakapan anak didik yang berbeda-beda dalam proses penerimaannya. Namun usaha pihak sekolah khususnya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam sudah menjalankan perannya semaksimal mungkin dalam setiap kegiatannya di sekolah dalam rangka pembentukan karakter di SDN Paring Guling Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter dan SDN Paring Guling
PENDIDIKAN MELALUI PROGRAM MA’HAD AL-JAMI’AH KEPADA MAHASISWI DI ASRAMA II PUTERI UIN ANTASARI
Masyithah, Masyithah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 1 (2019): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/jtipai.v9i1.3095
Hasil penelitian adalah pendidikan melalui program kepada mahasiswi di asrama puteri II Ma’had al-Jami’ah UIN Antasari Banjarmasin adalah kegiatan dilaksanakan dan dikonsentrasikan pada malam hari yaitu dimulai pukul 18.00 sampai 06.00 WITA. Kegiatan harian yaitu halaqoh dilaksanakan pada malam Senin, dan malam Kamis. Kegiatan mingguan tausiah keagamaan dilaksanakan pada malam Senin, malam Rabu, malam Sabtu, dan malam Minggu kegiatan maulid habsyi atau membaca surah Al- Kahfi, malam Kamis kegiatan muhadharah dan qiamul lail dilaksanakan setiap malam. Semua kegiatan dilaksanakan dan diawasi oleh murabbiyah dan dewan musyrifah selama pemondokan. Murabbiah memberikan bimbingan serta mengontrol kelancaran kegiatan program berlangsung yang dibantu oleh musyrifah.Metode yang digunakan adalah punishment, ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan metode drill.Kendala yang dihadapi pembimbing adalah kemampuan mahasiswa dibawah standar Ma’had al-Jami’ah, minat dan ketidak ikhlasan hati mahasiswa dalam mengikuti program asrama serta waktu yang relatif singkat berkisar 45 menit sehingga pembelajaran kurang maksimal.Evaluasi kegiatan program yang dilakukan terhadap mahasiswi melalui dua bentuk evaluasi yaitu bentuk lisan dan praktek ibadahyang dilakikan diakhir pemondokan wajib dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh mahasantriawti/ mahasiswi untuk penentuan kelulusan asrama. Kata Kunci: Pendidikan, Program, Ma’had al-Jami’ah