cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBACA ALQURAN PADA SMP NEGERI 1 BAKARANGAN KABUPATEN TAPIN Hamdan, Hamdan; Sya'bana, M. Zaki
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 2 (2019): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v9i2.3109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan dalam Membaca Alquran pada peserta didik SMP Negeri 1 Bakarangan, karena membaca Alquran itu tidak saja menjadi amal dan ibadah tetapi juga sebagai obat dan penawar bagi orang yang gelisah hatinya.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan mengambil subjek dan objek penelitian, subjek penelitian adalah siswa kelas IX D di SMP Negeri 1 Bakarangan. Melalui pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif, untuk teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data menggunakan editting, dan klasifikasi data. penelitian ini menghasilkan temuan-temuan yaitu : dari hasil wawancara guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Baca Tulis Alquran tersebut sebelum melakukan pengajaran ada hal-hal yang perlu dipersiapkan seperti, buku pembelajaran dan menyiapkan format penilaian apabila melakukan praktik membaca Alquran. Kemudian penulis melakukan observasi pada saat pembelajaran berlangsung. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membaca Alquran pada SMP Negeri 1 Bakarangan sudah masuk kategori cukup. Meski ada beberapa hal kekurangan dalam membaca Alquran tersebut.Berdasarkan  hasil analisis data, diperoleh simpulan bahwa tingkat kemampuan peserta didik kelas IX D di SMP Negeri 1 Bakarangan dalam membaca Alquran termasuk dalam kategori cukup, dengan nilai rata-rata (mean) 74,6. Kata Kunci: Kemampuan Siswa, Membaca Alquran dan SMP Negeri 1 Bakarangan
PEMAHAMAN DA’IYAH KOTA BANJARMASIN TERHADAP HADIS MENCELA MAKANAN Ainah, Noor
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 1 (2019): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v9i1.3117

Abstract

Masalah ini diangkat karena kebiasaan masyarakat sekarang yang sering mencela makanan, sehingga enggan untuk memakan makanan tersebut. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana pemahaman da’iyah tentang hadis mencela makanan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang da’iyah kota Banjarmasin berkenaan dengan hadis mencela makananPenelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan fenomenologis. Dimana sejumlah data diperoleh dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk memilih responden, peneliti menggunakan metode purpose sampling dengan menggunakan kriteria untuk membatasinya. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah da’iyah yang berada di kota Banjarmasin. Sedangkan objeknya adalah pemahaman mereka tentang hadis mencela makanan.Setelah dilakukan penelitian dan analisis terhadap data-data yang didapatkan, maka dapat dinyatakan bahwa kualitas hadis mencela makanan adalah shahih dan hadis ini tidak ada sabab wurudnya dan juga tidak bertentangan dengan al-Quran dan hadis-hadis lain. Pemahaman da’iyah kota Banjarmasin secara tekstual terhadap hadis mencela makanan itu ada persamaan yakni tidak boleh mencela makanan karena termasuk sikap kurang bersyukur atas nikmat yang telah Allah swt. Berikan. Akan tetapi juga ada perbedaan diantara pendapat-pendapat itu yakni tentang pemahaman hadis mencela makanan secara kontekstual.Kata Kunci: Hadis, Da’iyah, Mencela Makanan
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Mailita, Mailita
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 1 (2019): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v9i1.3118

Abstract

Perubahan kurikulum dari kurikulum 2006 ke kurikulum 2013 ini, cukup relevan karena mutu pendidikan di Indonesia pada umumnya masih rendah. Dalam kurikulum ini lebih ditekankan pada penanaman karakter yang sebelumya tidak ada dalam kurikulum 2006 (KTSP). Dan penanaman karakter tersebut tidak terlalu terlihat tetapi terintegrasi dalam tujuan pembelajaran. melakukan integrasi pendidikan karakter pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Martapura, misalnya integrasi melalui pembelajaran namun belum diketahui sejauhmana pengintegrasian berjalan secara optimal hal ini karena adanya faktor yang mempengaruhi diantara adalah kesulitan guru dalam pengintegrasian pendidikan karakter pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan ada beberapa guru yang kurang mengetahui tentang integrasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terletak dalam Kompetensi Inti dalam perencanaan pembelajaran.Fokus penelitian membahas pelaksaaan dan nilai-nilai pendidikan karakter yang terintegrasi dalam Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Martapura. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara dengan kepala sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam dan dokumentasi mengenai hal hal yang berhubungan dengan penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan integrasi pendidikan karakter ke dalam Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Martapura yang telah dilakukan oleh guru kepada siswa terlihat berjalan baik. Hal ini dapat dilihat dari cara guru menjelaskan dan respon siswa terhadap materi pelajaran tersebut cukup antusias. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terintegrasi meliputi lima nilai pendidikan karakter yaitu disiplin, ingin tahu, kerja sama, toleransi dan tanggung jawab. Hal ini terlihat dari pembiasaan yang dilakukan oleh guru tidak hanya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tetapi semua guru ikut andil dalam mengintegrasikan pendidikan karakter.. Kata kunci : Pendidikan Karakter, Pendidikan Agama Islam, dan nilai-nilai Karakter
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA REFORMASI (1998-SEKARANG) Aisyah, Siti
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 2 (2019): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v9i2.3159

Abstract

Tema besar reformasi pendidikan di Indonesia telah membawa suatu konsep penerapan pengelolaan pendidikan yang berfokus pada otonomi dan independensi dalam penentuan keputusan dan kebijakan lokal sekolah dalam rangka meningkatkan mutu, efisiensi dan pemerataan pendidikannya, yang pada akhirnya akan mewujudkan suatu sekolah yang efektif dan produktif. Penerapan konsep tersebut tentunya diharapkan dapat menjawab realitas saat ini dalam penyelenggaraan pendidikan yang menekankan pada upaya peningkatan mutu, efisiensi dan efektifitas dalam penyelenggaraan pendidikannya. Dalam penerapan manajemen berbasis sekolah, madrasah memerlukan pedoman untuk menjamin terlaksananya manajemen yang mengakomodasi kepentingan otonomi madrasah, kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, dan partisipasi masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Reformasi
DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONSEP ALQURAN Nasution, Zulkipli
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 2 (2019): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v9i2.3366

Abstract

Alquran adalah petunjuk bagi kehidupan manusaia. Semua aspek kehidupan manusia dari hal yang terbesar sampai terkecil dibicarakan dengan jelas dalam Alquran. Begitu juga dengan dasar dan tujuan pendidikan Islam. Alquran menyebutkan dasar dan tujuan pendidikan Islam pada berbagai ayat Alquran untuk memberikan pedoman dan petunjuk berkaitan dengan dasar dan tujuan pendidikan Islam. Dasar pendidikan Islam menjadi pondasi yang urgen dalam meraih tujuan pendidikan Islam, karena dengan dasar dan pondasi pendidikan Islam yang kokoh akan menghasilkan tujuan pendidikan Islam yang baik dan efisien. Kata Kunci: Dasar, Tujuan Pendidikan, Alquran.
Bentuk Penciptaan Manusia dari Tanah Menurut Al-Qur’an (Kajian Mutaradif Ayat) Yulizar, Adriani
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 2 (2019): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v9i2.3420

Abstract

Sebagian  ulama menganggap bahwa dalam Al-Qur’an terdapat bentuk kata yang mutaradif dan mempunyai arti yang sama, sedangkan yang lain berpendapat bahwa terdapat kata mutaradif tetapi mempunyai sedikit perbedaan sesuai dengan konteks ayat masing-masing. Kata turab thin shalshal fakhkhar memang menunjukkan sebagai sinonim, tapi sebenarnya tidak sinonim seutuhnya, karena setiap kata tersebut mempunyai makna khusus yang tidak dimiliki oleh kata lain yang dianggap sinonim. 
Urgensi Kompetensi Kepribadian Guru dalam Sistem Pendidikan Perspektif Hadits Nabawi Irwansyah, Muhammad; Nasution, Melda Diana; Afrida, Afrida
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 2 (2019): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v9i2.3421

Abstract

Kompetensi kepribadian guru merupakan bekal utama dalam menjalankan tugasnya secara profesional. Guru seharusnya memeiliki kompetensi kepribadian, yang diantaranya memiliki kerpibadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia, dan teladan. Dalam hadis-hadis Rasulullah shallaallahu `alaihi wa sallam banyak membahas tentang sikap yang harus dimiliki seorang pendidik. Karena, pada hakikatnya Rasulullah diutus sebagai pendidik bagi umatnya, terutama dalam mendidik akhlak manusia. Rasulullah sendiri ialah seorang Nabi yang memiliki akhlak sempurna, sehingga setiap ucapan, tingkah laku serta kebiasaan Rasulullah menjadi hukum dan pedoman umat manusia setelah al-Quran.
Islam, Iman dan Ihsan dalam Kitab Matan Arba‘In An-Nawawi (Studi Materi Pembelajaran Pendidikan Islam Dalam Perspektif Hadis Nabi SAW) Anugrah, Ruri Liana; Asirin, Ahmad; Musa, Faisal; Tanjung, Alwin
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 2 (2019): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v9i2.3422

Abstract

Materi pendidikan Islam menjadi salah satu faktor penting demi tercapainya tujuan utama pendidikan Islam, yaitu tercapainya tujuan pendidikan Islam sesuai dengan makna tarbiyah, ta‘lim, ta’dib dan tahdzib. Sehingga terbentuklah insan kamil dengan pola taqwa. Sesungguhnya, pokok dari materi Pendidikan Islam terdapat pada konsep Islam, iman dan ihsan. Dalam Kitab matan Arba‘in karangan Imam an-Nawawi terdapat beberapa hadis terkait konsep Islam dan rukun-rukunnya, konsep iman dan rukun-rukunnya, serta pembahasan konsep ihsan. Maka dalam tulisan ini penulis akan membahas Islam, iman dan ih}san dalam kitab matan arba’in an-Nawawi dan materi pembelajaran pendidikan Islam yang berbasis Islam, iman dan ihsan.
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Yuniendel, Ratna Kasni; Trinova, Zulvia
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.3431

Abstract

Abstract: This study aims to describe the learning model of Islamic Religious Education in Senior High Schools. The need for this model starts from the still weak learning of Islamic Religious Education in secondary schools with the majority of students undergoing the adolescent phase. As a result, various negative behaviors such as mass fights, promiscuity, selfishness and lack of concern for values and norms are still attached to students. Psychologically, individuals who are in their teens are in an unstable and sensitive condition. While the implementation of Islamic Religious Education in schools often pays less attention to aspects of the psychological development of students. As a result, the education carried out has less impact on the awareness of students to practice their religious teachings properly. Therefore, Islamic Religious Education based on an understanding of individual students is an alternative model to overcome weaknesses in learning Islamic religious education in high school.Keywords: Islamic education; Learning model; Senior High Schoo Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas. Perlunya model ini bertitik tolak dari masih lemahnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah menengah dengan mayoritas peserta didik yang sedang menjalani fase remaja. Akibatnya berbagai perilaku negatif seperti perkelahian masal, pergaulan bebas, egois dan kurang memperdulikan nilai-nilai dan norma masih melekat pada peserta didik. Secara psikologis individu yang menginjak usia remaja berada dalam kondisi yang labil dan sensitif. Sementara pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di sekolah seringkali kurang memperhatikan aspek perkembangan psikologis peserta didik. Akibatnya pendidikan yang dilaksanakan kurang berdampak terhadap penyadaran peserta didik mengamalkan ajaran agamanya dengan baik. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam berbasis pemahaman terhadap individu peserta didik merupakan alternatif model untuk mengatasi kelemahan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Atas.Kata Kunci: Model Pembelajaran; Pendidikan Agama Islam; Sekolah Menengah Atas
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF WAHYU PERTAMA (SURAH AL-‘ALAQ AYAT 1-5) Husaini, Husaini
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3470

Abstract

ABSTRACT: Islamic education begins with the sending of Muhammad as a prophet and apostle. The first revelation event in Hira Cave involved 3 important interrelated elements, namely the Prophet Muhammad, the revelation or message, and the Angel Gabriel AS. These three elements in the world of education can be understood as the relationship between students, materials, and teachers. The purpose of this paper is to examine the educational aspect in the first revelation (Q.S. al-'Alaq: 1-5), the research method is a library research method. The results of the study illustrate that education can be successful if in the process it cannot be separated from the attitude of the soul -especially for a teacher- who is always connected to God.KEYWORDS: Islamic Education; Revelation; Teacher. ABSTRAK: Pendidikan Islam dimulai dengan diutusnya Muhammad sebagai seorang nabi dan rasul. Peristiwa wahyu pertama di Gua Hira melibatkan 3 unsur penting yang saling terkait, yaitu Nabi Muhammad saw, wahyu atau pesan, dan Malaikat Jibril as. Ketiga unsur tersebut dalam dunia pendidikan dapat dipahami sebagai relasi antara murid, materi, dan guru. Tujuan penulisan ini adalah mengkaji aspek pendidikan dalam wahyu pertama (Q.S. al-‘Alaq: 1-5), metode penelitian adalah metode penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pendidikan dapat berhasil jika dalam prosesnya tidak terlepas dari sikap jiwa -terutama bagi seorang guru- yang senantiasa terhubung dengan Tuhan.KATA KUNCI: Pendidikan Islam; Wahyu; Guru. 

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol. 2 No. 1 (2012): June Vol 2, No 1 (2012): Juni More Issue