cover
Contact Name
Imam Subarkah
Contact Email
paiiainukbm@gmail.com
Phone
+6281391089932
Journal Mail Official
paiiainukbm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar, No.55b Panggel, Panjer, Kec. Kebumen, Kab. Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, 54312
Location
Kab. kebumen,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 28082362     DOI : https://doi.org/10.33507/
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal ini fokus pada kajian kritis Pendidikan Agama Islam yang meliputi isu-isu strategi, metode, media, sumber belajar, evaluasi dan penilaian dalam pendidikan agama islam dalam dinamika pembelajaran di berbagai jenjang (dasar, menengah maupun atas) dan isu-isu lain yang relevan dengan kajian pendidikan agama islam. Jurnal PAI adalah Jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen Fakultas Tarbiyah. Panjang tulisan maksimal 20 halaman, minimal 15 halaman, A4 1,5 spasi fontasi Calibri, diserahkan dalam bentuk file format, doc., dengan Save Word 2007-3003. Pengelola menyambut baik kontribusi dalam bentuk artikel dari para ilmuan, peneliti, profesional dan mahasiswa dalam Kajian Pendidikan Agama Islam untuk dipublikasikan melalui seleksi. Tulisan dikirimkan. Redaksi berhak menyunting tanpa mengurangi maksud tulisan.
Articles 86 Documents
Filsafat Pendidikan Islam Sebagai Basis Integrasi Ilmu Pengetahuan Tsabita Salsabila; Susantrin; Muhammad Jimmi
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/pai.v5i1.3754

Abstract

Islamic Educational Philosophy as the Basis for the Integration of Knowledge. The aim of this research is to examine the Philosophy of Islamic Education which plays a role as a conceptual basis in integrating knowledge and overcoming the dichotomy between religious knowledge and general knowledge in the modern education system. Method: This research employs a qualitative approach using library research. Data were collected from various academic sources such as books, journals, and scholarly articles, and then analyzed using a descriptive-analytical method to identify concepts, patterns, and the relevance of knowledge integration from the perspective of Islamic educational philosophy. Findings: The results show that Islamic educational philosophy offers a holistic and integrative framework based on the principle of tauhid, integrating sources of knowledge derived from revelation, reason, and empirical experience. The integration of knowledge encompasses not only epistemological aspects but also axiological dimensions that emphasize moral values and social responsibility. The implementation of knowledge integration can be carried out through an integrated curriculum, learning processes that incorporate spiritual values, the holistic role of educators, and a supportive educational environment. Therefore, Islamic educational philosophy plays a strategic role in developing a holistic education system capable of producing individuals who are balanced in intellectual, spiritual, and moral dimensions.
Survei Kepuasan dalam Siklus PPEPP sebagai Strategi Penjaminan Mutu Berkelanjutan Agus Salim Chamidi
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/pai.v5i1.3781

Abstract

Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi Indonesia diatur melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Artikel ini bertujuan menganalisis peran strategis survei kepuasan stakeholder sebagai instrumen utama dalam tahap Evaluasi dan Pengendalian mutu. Dengan mengambil studi kasus pada IAINU Kebumen tahun 2026, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana data kepuasan dari berbagai stakeholder (mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, pengguna lulusan, dan mitra) diintegrasikan ke dalam kebijakan institusional dan rencana tindak lanjut (RTL). Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen Laporan Survei Kepuasan 2026 yang mencakup sepuluh program studi di empat fakultas, serta Laporan Rapat Koordinasi Penjaminan Mutu. Hasil kajian menunjukkan bahwa survei terstruktur menggunakan dimensi SERVQUAL memberikan landasan empiris bagi tahap Pengendalian, di mana temuan negatif dikonversi menjadi RTL yang terukur. Secara umum tingkat kepuasan berada pada kategori Sangat Baik, namun terdapat area perbaikan kritis: infrastruktur digital, sistem informasi terintegrasi, pendanaan penelitian, dan kompetensi teknologi lulusan. Sinkronisasi antarunit kerja (LPM, GPM, dan Prodi) menjadi faktor determinan keberhasilan peningkatan mutu berkelanjutan.
Sosiologi Lembaga Pendidikan: Politik Anggaran Sekolah dan Keadilan Layanan Pendidikan di MI Ma’arif NU 1 Sawangan Robikhatul Hidayah; Muh. Hanif
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/pai.v5i1.3840

Abstract

This article is designed to examine the politics of school budgets and the equity of educational services at MI Ma'arif NU 1 Sawangan from the perspective of the sociology of educational institutions. The focus of the study is directed at the argument that budget politics at MI Ma'arif NU 1 Sawangan determines the quality of educational services while limited funds affect facilities, teacher welfare, and student access to learning. This issue is important because educational institutions are not only places for transmitting knowledge, but also arenas for the formation of social relations, values, obedience, identity, and life opportunities for students. The research was designed with a qualitative field approach through observation, interviews, and documentation. The primary data is directed at reading three empirical books: madrasah budget documents and priorities for fund use; the condition of infrastructure, books, laboratories, internet, and learning spaces; and interviews with teachers and principals about survival strategies amidst limitations. Conceptually, this article is based on the politics of school budgets, equity of educational services, and remote madrasahs as reading tools. The article's contribution lies in the development of empirical explanations that connect the daily practices of educational institutions with broader social structures. Thus, this paper is expected to help students write articles that are not merely descriptive, but also analytical, argumentative, and relevant to improving the quality of Islamic education.
Meneladani Piagam Madinah: Praktik Toleransi dan Kerukunan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Muhammad Noor Alamsyah; Jam’ani; Rif’ah
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/pai.v5i1.3912

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi nilai-nilai Piagam Madinah sebagai landasan teologis dan sosiologis dalam membangun budaya toleransi di Pondok Pesantren Darul Hijrah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memahami dinamika kehidupan di lingkungan pesantren. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap berbagai kebijakan serta pola interaksi harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi prinsip ukhuwah dan kesetaraan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi diwujudkan secara konkret melalui integrasi kurikulum yang terencana, pembiasaan perilaku inklusif, serta keteladanan yang konsisten dari pengasuh pesantren. Temuan ini menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darul Hijrah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang menghargai perbedaan latar belakang santri secara dialogis. Simpulannya, praktik toleransi di lembaga ini telah bertransformasi menjadi identitas organisasi yang moderat, sehingga menjadikannya model pendidikan perdamaian yang sangat relevan untuk dikembangkan dalam konteks keberagaman masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Piagam Madinah, Toleransi, Pondok Pesantren, Moderasi Beragama.   ABSTRACT This study aims to deeply analyze the implementation of the Charter of Medina’s values as a theological and sociological foundation for building a culture of tolerance at the Darul Hijrah Islamic Boarding School. Employing a qualitative method with a case study approach, this research seeks to understand the dynamics of life within the boarding school environment. Data were gathered through participatory observation, in-depth interviews, and documentation of institutional policies and daily interaction patterns. The results indicate that the internalization of ukhuwah (brotherhood) and equality principles is not merely theoretical but is concretely manifested through integrated curriculum, habitual inclusive behavior, and consistent mentorship from the school leaders. These findings confirm that Darul Hijrah successfully creates an educational ecosystem that values the diverse backgrounds of its students through a consistent dialogical approach. In conclusion, the practice of tolerance has evolved into an institutional identity, making it a highly relevant model of peace education for the diverse context of Indonesian society. Keywords: Charter of Medina, Tolerance, Islamic Boarding School, Religious Moderation.  
Etika Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Tinjauan Normatif dan Implementatif Slamet Eko Syahroni; Kafilaturrahmah Kafilaturrahmah
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/pai.v5i1.3580

Abstract

This study examines the ethics of evaluation in Islamic Religious Education (PAI) through a library research approach by integrating normative Islamic principles with implementative realities. The research objectives are to identify evaluation ethics principles based on the Qur’an and Hadith, analyze potentially unfair and discriminatory evaluation practices, formulate a comprehensive code of ethics for PAI evaluation, and develop an instrument for assessing PAI teachers’ professionalism. The findings indicate that evaluation ethics principles in Islam include justice (al-’adl), honesty (ash-shidq), objectivity (al-maudhu’iyyah), and responsibility (al-mas’uliyyah) grounded in tawhid values. Problematic evaluation practices include assessment bias, discrimination, result manipulation, and lack of transparency. The formulated code of ethics encompasses principles of honesty in measurement, objectivity in assessment, justice in scoring, and commitment to student development. The PAI teacher professionalism assessment instrument includes pedagogical, personality, social, and professional competency dimensions integrated with Islamic moral values.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Motivator dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di Era Digital: Sebuah Kajian Pustaka Risalatul Mu'awanah; Fatimah Nur Isnaini; Meisa Candra Charisma; Fathonah Septiani Nur Ridha
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/pai.v5i1.3701

Abstract

The advancement of the digital era has brought significant changes to the field of education, particularly in the development of students’ religious character. While digital progress offers various benefits, it also presents challenges that may influence students’ moral and religious values. In this context, Islamic Religious Education (PAI) teachers carry a vital responsibility in guiding students toward positive character formation. This study aims to analyze the role of PAI teachers as motivators in shaping students’ religious character in the digital era. The researcher adopts a qualitative approach through library research. The findings reveal that the formation of religious character is strongly supported by the strategic role of PAI teachers as mentors, role models, motivators, and sources of inspiration. These roles are carried out through exemplary conduct, habituation of religious practices, moral guidance, and the integration of moral values within the learning process. Nevertheless, PAI teachers face several challenges, including limited digital competence, unequal access to technological infrastructure, curriculum changes, and difficulties in integrating religious values with technological development. Therefore, collaboration among teachers, schools, parents, communities, and the government is essential to strengthen Islamic Religious Education that is relevant, effective, and oriented toward the development of students’ religious character in the digital era
Kajian Etika Peserta Didik dalam QS. Al-A‘raf Ayat 204–205: Kajian Tafsir dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam Miko Andriyan
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/pai.v5i1.3737

Abstract

Artikel ini mengkaji etika peserta didik dalam perspektif QS. Al-A’raf ayat 204–205 dengan pendekatan tafsir tarbawi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menganalisis tafsir klasik dan kontemporer, seperti Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Misbah, serta literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa QS. Al-A’raf ayat 204–205 tidak hanya mengatur adab mendengarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga mengandung prinsip pedagogis yang relevan dengan etika belajar peserta didik, yaitu sikap fokus, tenang, rendah hati, dan kesiapan spiritual dalam menerima ilmu. Asbābun nuzūl ayat ini memperkuat bahwa adab merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan sebelum transfer pengetahuan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk peserta didik yang berilmu, beradab, dan berkarakter.
Implementasi Model Inquiry Learning dalam Mengembangkan Potensi Membaca Al Qur’an Peserta Didik di MAPK Al Hidayah Termas Baron Nganjuk sony eko ADISAPUTRO
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/pai.v5i1.4040

Abstract

Pola pembelajaran yang didominasi metode ceramah dan talaqqi menyebabkan peserta didik lebih banyak menerima informasi secara pasif tanpa melalui proses berpikir kritis dan reflektif. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya pengembangan potensi membaca Al-Qur’an, baik dari aspek pemahaman kaidah tajwid, keterampilan membaca, maupun sikap dan motivasi belajar. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan dan kemandirian peserta didik, salah satunya melalui penerapan model Inquiry Learning yang menekankan pada proses penemuan pengetahuan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji perencanaan pembelajaran Al-Qur’an berbasis Inquiry Learning, (2) menganalisis pelaksanaan model Inquiry Learning dalam meningkatkan potensi membaca Al-Qur’an peserta didik, serta (3) mengidentifikasi respon peserta didik terhadap penerapan model tersebut di MAPK Al Hidayah Termas Baron Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Narasumber penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru mata pelajaran Al-Qur’an, serta peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran dilaksanakan secara terarah dan sistematis dengan melibatkan peran kepala madrasah dalam penentuan kebijakan, waka kurikulum dalam pengembangan perangkat pembelajaran, serta guru dalam penyusunan modul ajar dan LKPD berbasis inkuiri; (2) pelaksanaan pembelajaran menunjukkan adanya perubahan menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, di mana peserta didik aktif dalam proses mengamati, bertanya, mengumpulkan data, menganalisis, dan menyimpulkan, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator; (3) respon peserta didik mengalami perubahan bertahap, dari kebingungan awal menjadi antusias, aktif, serta lebih percaya diri dalam membaca Al-Qur’an, disertai peningkatan motivasi dan pemahaman terhadap kaidah tajwid.
Strategi Guru PAI dalam Menanamkan Karakter Religius Siswa pada Era Digital di SMP Negeri 10 Lubuk Linggau Muhamad Akip; Fitri Yani; Alta Hairil
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/pai.v4i2.3183

Abstract

The rapid advancement of digital technology has influenced education, particularly in shaping students’ religious character. In the digital era, broad access to unfiltered information often contradicts Islamic values, leading to a decline in students’ religious awareness, especially at the junior high school level. This poses a challenge for Islamic Education (PAI) teachers, as observed at SMP Negeri 10 Lubuk Linggau, where some students show decreased manners, respect, and participation in religious activities. This qualitative field research employed interviews, observations, and documentation with PAI teachers, students, the school principal, and student affairs staff. The findings reveal that teachers implement habituation and role-modeling strategies through collective prayers, congregational worship, Qur’an recitation, and regular sermons, while also utilizing digital media in teaching. School support and teacher collaboration serve as supporting factors, whereas the main obstacles include limited parental involvement, low student interest, and the influence of social media.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN TIKTOK TERHADAP SIKAP KEAGAMAAN MAHASISWA PAI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Amir Nurr
JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/pai.v4i2.3360

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of the intensity of TikTok use on the religious attitudes of UMY PAI students of the 2021 batch. This type of research is field research, while the approach used is a quantitative approach with data collection techniques through questionnaires distributed to UMY PAI students of the 2021 batch. The analysis was carried out using a simple linear regression model. The results showed that the use of the TikTok application by students in consuming religious content was in the moderate category with an average score of 53.81. These results indicate that most students use the TikTok application neither too excessively nor too minimally. Meanwhile, the religious attitudes of PAI students of the 2021 batch were mostly in the good category, the average value of students' religious attitudes was 52.57. These results indicate that the majority of students have quite high religious attitudes, which are most likely influenced by factors such as social environment, spiritual experience, life needs, intellectual development, religious motivation and age. The results of the simple regression test showed that the intensity of TikTok application use had an influence of 32.7% on students' religious attitudes. This means that the more active students are in accessing and utilizing religious and positive content on TikTok, the more their religious attitudes will increase.