cover
Contact Name
Nafi' Inayati Zahro
Contact Email
mjlm@umk.ac.id
Phone
+62291438229
Journal Mail Official
mjlm@umk.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Muria Kudus, Jl. Lingkar Utara UMK, PO BOX 53, Gondangmanis, Bae, Kudus, Jawa Tengah
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Muria Jurnal Layanan Masyarakat
ISSN : 26570955     EISSN : 26567342     DOI : https://doi.org/10.24176
Diterbitkan sebagai media publikasi dan desiminasi hasil penelitian dan karya ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat untuk memperkaya khasanah keilmuan pendidikan menuju tercapainya generasi emas Indonesia. Muria Jurnal Layanan Masyarakat merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muria Kudus sebagai media pengembangan dan penerapan ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Maret dan Setember
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 197 Documents
Pembuatan Silase Pakan Ternak dari Limbah Tebon Jagung sebagai Inovasi Pengolahan Hasil Pertanian Taufiqurrohman, Muhammad; Faroch, Unwanul; Jannah, Salsabella Miftahul; Amanda, Vriska Ruli; Afifi, Zaenal
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14902

Abstract

Training in making silage animal feed from corn stalks is a modern economic innovation that is relevant to improving the welfare of farmers, especially in Karangkonang Village. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of farmers in Karangkonang Village in utilizing corn tebon as an animal feed ingredient through the silage process, which can eventually be sold as an economic value product. The methods used in this training include theoretical explanation of silage making, practical demonstrations, and providing direct opportunities for participants to make their own silage. The results of this service activity show that the training participants positively understand silage making techniques and get the opportunity to feed silage to their livestock. Thus, this training not only increases the knowledge of farmers but also opens up new business opportunities that improve the economy of the Karangkonang Village community.Pelatihan pembuatan pakan ternak silase dari tebon jagung menjadi inovasi ekonomi modern yang relevan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, terutama di Desa Karangkonang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan peternak di Desa Karangkonang dalam memanfaatkan tebon jagung sebagai bahan pakan ternak melalui proses silase, yang pada akhirnya dapat dijual sebagai produk bernilai ekonomi. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi pemaparan teori mengenai pembuatan silase, demonstrasi praktik, serta pemberian kesempatan langsung kepada peserta untuk membuat silase sendiri. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan secara positif memahami teknik pembuatan silase dan mendapatkan kesempatan untuk memberikan pakan silase kepada ternak mereka. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan peternak tetapi juga membuka peluang usaha baru yang meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Karangkonang.
Pendampingan Psikoedukasi dalam Mengatasi Kecanduan Gadget dan Penyalahgunaan Teknologi untuk Kesehatan Mental Masyarakat Jayanti, Septina Dwi; Septiani, Dwi; Lathifa, Ardelia Khansa; Setiawan, R Rhoedy
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14903

Abstract

This psychoeducation program focuses on raising awareness among adolescent students at SMP N 2 Winong about the negative impacts of gadget addiction and technology misuse, as an essential step in maintaining mental health in the digital era. The goal of this program is to provide students with an understanding of the risks associated with excessive technology use and effective strategies for managing screen time healthily. The methods employed in this program include the delivery of educational content on mental health impacts, interactive discussions, and training in technology management strategies. The results of this program indicate an increase in students' understanding of the importance of balancing technology use with mental health. There was also a positive change in students' behavior regarding screen time management. It is hoped that this program will continue to support efforts to improve the mental health of students at SMP N 2 Winong in a sustainable manner.Kegiatan psikoedukasi ini berfokus pada upaya meningkatkan kesadaran siswa remaja di SMP N 2 Winong mengenai dampak negatif kecanduan gadget dan penyalahgunaan teknologi, sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan mental di era digital. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa tentang risiko penggunaan teknologi yang berlebihan serta cara-cara efektif untuk mengelola waktu layar secara sehat. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi penyampaian materi edukatif mengenai dampak kesehatan mental, diskusi interaktif, dan pelatihan strategi pengelolaan teknologi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kesehatan mental. Terdapat juga perubahan positif dalam perilaku siswa terkait pengelolaan waktu penggunaan gadget. Diharapkan, program ini dapat terus mendukung upaya peningkatan kesehatan mental siswa di SMP N 2 Winong secara berkelanjutan.
Pelatihan Digitalisasi untuk Penguatan Strategi Pemasaran dan Pengelolaan Administrasi pada Program Lingkungan Berkelanjutan Habiba, Muhammad Hilal; Ijlal, Muhammad Yusuf Luthfi; Maharani, Marsa Zulia; Anwar, Muchammad Aryadi; Rini, Gilang Puspita
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14904

Abstract

The digitalization training conducted by Team 6 of the Thematic Community Service Program (KKN) from Universitas Muria Kudus in Gribig Village, Gebog District, Kudus aimed to improve marketing strategies and administrative management through the use of digital technology. This activity involved members of PROKLIM Gribig Asri Berseri and focused on two main aspects: optimizing Instagram as a digital marketing platform for the PROKLIM Store, and utilizing Spreadsheets for bookkeeping and financial report preparation for the waste bank. The training provided practical knowledge on using Instagram to promote products and on using Spreadsheets to improve data management efficiency. The outcomes of this training are expected to increase brand awareness, boost sales, and create more transparent and accountable administrative management.Pelatihan digitalisasi yang dilaksanakan oleh Tim 6 KKN Tematik Universitas Muria Kudus di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus bertujuan untuk meningkatkan strategi pemasaran dan manajemen administrasi melalui penggunaan teknologi digital. Kegiatan ini melibatkan anggota PROKLIM Gribig Asri Berseri dan difokuskan pada dua aspek utama yaitu optimalisasi media sosial Instagram sebagai sarana digital marketing untuk Toko PROKLIM dan penggunaan Spreadsheet untuk pembukuan dan pembuatan laporan keuangan bank sampah. Pelatihan ini memberikan pengetahuan praktis tentang penggunaan Instagram untuk promosi produk dan pemanfaatan Spreadsheet untuk meningkatkan efisiensi manajemen data. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, penjualan, serta manajemen administrasi yang lebih transparan dan akuntabel.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Sempit dengan Sistem Hidroponik dan Akuaponik melalui Pemberdayaan Masyarakat Riswandha, Rio; Abimael, Yason; Kusnanda, Diva Fauza; Maula, Muhammad Hilal; Wibowo, Budi Cahyo
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14905

Abstract

The lack of vacant land is one of the consequences of rapid urbanization. Hydroponic and aquaponic systems offer alternative farming methods that do not require large areas of land. By utilizing these systems, communities can optimize limited space to improve both their quality of life and economic well-being. However, the lack of knowledge about hydroponics and aquaponics remains a major obstacle in this effort. Therefore, educational outreach and community assistance were provided to the residents of Prambatan Kidul Village. This program resulted in the creation of a water filter for aquaponic ponds, which improved water quality, and a 50% increase in participants’ understanding of hydroponic and aquaponic farming systems.Minimanya lahan kosong merupakan salah satu akibat dari urbanisasi yang cepat. Hidroponik dan akuaponik merupakan sistem tanam yang dapat dilakukan tanpa membutuhkan lahan yang besar. Dengan pemanfaatan sistem hidroponik dan akuaponik untuk mengoptimalkan lahan sempit, masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi. Namun, kurangnya pengetahuan mengenai hidroponik dan akuaponik menjadi hambatan dalam upaya mengoptimalkan lahan sempit ini. Maka dari itu, diberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat Desa Prambatan Kidul. Dari program ini dihasilkan filter air kolam akuaponik yang dapat meningkatkan kualitas air kolam akuponik serta dihasilkan 50% peningkatan pemahaman peserta mengenai sistem bercocok tanam hidroponik dan akuaponik.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Program Pengerukan Sungai sebagai Upaya Mitigasi Banjir oleh BPBD Azzahra, Chantika Kirana; Rachmadhita, Aini Sarastri; Ratri, Prapti Madyo
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14906

Abstract

Karangrowo Village in Kudus Regency frequently experiences flooding due to high rainfall and inadequate river conditions. This study aims to empower the village community to support the river dredging program by the Regional Disaster Management Agency (BPBD) as a flood mitigation effort. The methods used include field surveys, socialization, and community-based river dredging activities. The results show that community empowerment has successfully increased awareness and participation in maintaining river cleanliness. The positive attitude of the residents towards this program enhances the effectiveness and sustainability of the mitigation efforts. Active community involvement not only reduces flood risk but also improves disaster preparedness for the future.Desa Karangrowo di Kabupaten Kudus sering mengalami banjir karena curah hujan yang tinggi dan kondisi sungai yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dalam mendukung program pengerukan sungai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai upaya mitigasi banjir. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, sosialisasi, dan kegiatan pengerukan sungai berbasis masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga kebersihan sungai. Sikap positif masyarakat terhadap program ini meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan upaya mitigasi. Keterlibatan masyarakat secara aktif tidak hanya mengurangi risiko banjir tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana di masa depan.
Pelatihan Aplikasi Quick Count sebagai Inovasi Kurikulum Merdeka dalam Kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Susanti, Nanik; Irawan, Yudie; Handayani, Putri Kurnia
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14907

Abstract

The Merdeka Curriculum is designed to provide flexibility for educators in creating quality learning experiences tailored to students' needs. One of its co-curricular programs is the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), developed based on specific themes set by the government. P5 promotes flexible learning, collaboration, creativity, and active student participation in face-to-face activities. It encourages students to generate ideas and take real actions that impact themselves and their surroundings. At the high school level, there are seven P5 themes, while vocational schools have nine. SMA N 6 Semarang is among the schools implementing the Merdeka Curriculum and has carried out several P5 themes. In the 2023/2024 academic year, the school plans to apply the technology and engineering theme by developing a quick count application. However, challenges remain, such as the limited programming skills of students and teachers, as well as the small number of educators with expertise in information technology.Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada pendidik dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Salah satu program dalam kurikulum ini adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang dikembangkan berdasarkan tema-tema tertentu dari pemerintah. P5 mendorong pembelajaran yang fleksibel, kolaboratif, kreatif, serta meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan tatap muka. Melalui proyek ini, siswa diajak untuk menghasilkan ide dan aksi nyata yang berdampak bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Di tingkat SMA, terdapat tujuh tema P5, dan sembilan tema untuk SMK. SMA N 6 Semarang menjadi salah satu sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka dan melaksanakan beberapa tema P5. Pada tahun ajaran 2023/2024, sekolah berencana menerapkan tema rekayasa dan teknologi melalui pengembangan aplikasi quick count. Tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan kemampuan siswa dan guru dalam pemrograman serta jumlah pendidik IT yang masih sedikit.
Pelatihan English for Tour Guide bagi Pelaku Sektor Pariwisata Lokal Nurcahyo, Agung Dwi; Rusiana, Rusiana; Mutohhar, Mutohhar
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i1.14908

Abstract

The development of Desa Wisata is one alternative to improve the community’s economy, including Desa Japan in Kudus Regency, Central Java. To support this, improving human resources—especially foreign language skills—is essential. This community service aimed to provide “English for Tour Guide” training for tourism activists in Desa Japan. The training focused on practical English for guiding tourists, particularly foreigners. Participants practiced spoken English relevant to tourism settings. The training outcomes included: (1) increased confidence in speaking English, (2) improved tourism knowledge, (3) enhanced public speaking skills, and (4) better understanding and use of English for tour guiding. Through this activity, tourism activists are expected to become role models in using simple and practical English within the community.Pengembangan Desa Wisata merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, termasuk Desa Japan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Untuk mendukung program ini, diperlukan peningkatan sumber daya manusia, khususnya dalam keterampilan berbahasa asing. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan “English for Tour Guide” bagi para pelaku wisata di Desa Japan. Pelatihan difokuskan pada penggunaan Bahasa Inggris praktis dalam konteks pariwisata. Hasil kegiatan ini antara lain: (1) meningkatnya kepercayaan diri pelaku wisata dalam berbahasa Inggris, (2) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan di bidang pariwisata, (3) meningkatnya kemampuan public speaking, serta (4) meningkatnya pemahaman dan penggunaan Bahasa Inggris sebagai pemandu wisata. Melalui kegiatan ini, pelaku wisata diharapkan dapat menjadi panutan dalam penggunaan Bahasa Inggris yang sederhana dan praktis di lingkungan masyarakat Desa Japan.
Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris SD dalam Penerapan P5 Kurikulum Merdeka Nugroho, Kurniawan Yudhi; Syafei, Muh; Maharani, Mega Mulianing; Hartono, Hartono; ANwar, Choiril
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i2.15639

Abstract

This Community Service Program (PkM), designed to span one year, aims to enhance the competencies of elementary school English teachers in implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) within the framework of the Merdeka Curriculum. The program addresses various challenges teachers face in understanding and effectively applying the P5 concept in learning activities. A qualitative method with a case study approach was employed to assess the program's impact, utilizing data collected through interviews, observations, and analysis of teacher lesson plan documents. The findings indicate that participants demonstrated significant improvement in their understanding and application of the P5 concept in classroom settings during the implementation of PkM activities. Teachers were able to design and execute project-based learning aligned with the values of Pancasila and the Merdeka Curriculum. Classroom observations revealed increased student engagement in the learning process. Moreover, teachers showed greater confidence in integrating character education into their teaching. In conclusion, intensive training and mentoring effectively improved teachers’ competencies in implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project. This progress significantly supports the successful implementation of the Merdeka Curriculum in the participating elementary schools. The outcomes of this program are expected to contribute to the development of teacher training models that can support broader educational programs.
Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa dalam Mewujudkan Akuntabilitas Keuangan Desa Susanto, Arief; Khotimah, Tutik
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i2.15762

Abstract

Transparent, accountable, and law-compliant village financial management is an essential requirement in good village governance. The Government of Indonesia has developed the Village Financial System (Siskeudes) as an official application to support integrated village financial management. However, challenges remain at the village operator level, particularly in terms of technical understanding of the application’s use. This training activity was conducted in Sambiroto Village, Gajah District, Demak Regency, with the aim of improving the competence of village officials in operating Siskeudes. The methods used included lectures, demonstrations, hands-on practice, and technical mentoring. The results of the training showed an increase in participants’ skills in data entry, report preparation, and budget validation. This training is expected to serve as an initial step toward more orderly, transparent, and regulationcompliant village financial management. Pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan merupakan tuntutan penting dalam tata kelola pemerintahan desa. Pemerintah Indonesia telah mengembangkan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sebagai aplikasi resmi untuk mendukung pengelolaan keuangan desa secara terintegrasi. Namun, masih terdapat kendala di tingkat operator desa, khususnya terkait pemahaman teknis dalam penggunaan aplikasi. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Desa Sambiroto, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, dengan tujuan meningkatkan kompetensi perangkat desa dalam mengoperasikan Siskeudes. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan teknis. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam memasukkan data, menyusun laporan, dan melakukan validasi anggaran. Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan keuangan desa yang lebih tertib, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Biopori Kompos: Inovasi Hijau Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Estyaningtyas, Nandita Rahma; Mayariah, Alya; Ramadana, Muhamad Izra; Nirmala, Dinda Ayu; Rahmawati, Noor Indah
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i2.15970

Abstract

The management of organic waste remains a serious challenge in many regions, particularly in residential and rural areas. One innovative solution that can be applied is the use of biopore absorption holes as a natural composting medium. This article discusses the implementation of biopore composting through a participatory approach based on community empowerment. The implementation methods include socialization, technical training, the construction of biopore holes, and monitoring community participation in utilizing household organic waste. The results of the activity indicate an increase in public awareness of waste management, a reduction in the volume of organic waste disposed of, and the production of compost fertilizer that can be used for environmental greening. These findings demonstrate that biopore composting not only serves as an environmentally friendly appropriate technology but also as a means of ecological education and community participation strengthening. Therefore, the implementation of biopore composting has strong potential to be widely replicated as a sustainable organic waste management strategy. Pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah, terutama di lingkungan perumahan dan pedesaan. Salah satu solusi inovatif yang dapat diterapkan adalah penggunaan lubang resapan biopori sebagai media pengomposan alami. Artikel ini membahas penerapan biopori kompos dengan pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pembuatan lubang biopori, hingga monitoring partisipasi warga dalam pemanfaatan sampah organik rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, berkurangnya volume sampah organik yang dibuang, serta terciptanya pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan lingkungan. Temuan ini membuktikan bahwa biopori kompos bukan hanya berfungsi sebagai teknologi tepat guna ramah lingkungan, tetapi juga sebagai sarana edukasi ekologis dan penguatan partisipasi komunitas. Dengan demikian, penerapan biopori kompos memiliki potensi untuk direplikasi secara luas sebagai strategi pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.