cover
Contact Name
Badrul Munif
Contact Email
munifbadrul2@gmail.com
Phone
+6281333281050
Journal Mail Official
munifbadrul2@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letkol Istiqlah No.109, Lingkungan Mojoroto R, Penataban, Kec. Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia 68422
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing Information Journal
ISSN : -     EISSN : 28090152     DOI : -
Core Subject : Health,
NIJ is a nursing journal which publishes scientific works for nurse practitioners and researchers. NIJ welcomes and invites original and relevant research articles in nursing as well as literature study and case report particularly in nursing.
Articles 109 Documents
Gambaran Kemampuan Keluarga dalam Perawatan Diri (Self-Care) pada Penderita Skizofrenia Dimas Ilham Putra Irwanda; Dian Pitaloka Priasmoro; Bayu Budi Laksono
Nursing Information Journal Vol 2 No 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.315

Abstract

Pendahuluan: Angka gangguan jiwa di Indonesia yang semakin meningkat menimbulkan dampak salah satunya adalah semakin tingginya angka ketergantungan dalam perawatan diri (self-are). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan perawatan diri (self-are) pada pasien yang menderita skizofrenia. Metode: Desain penelitian adalah penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-care) pada penderita skizofrenia. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 161 penderita skizofrenia. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 responden. Penelitian ini dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampelgading Kabupaten Malang pada 13 – 18 Juni 2022. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Accidental Sampling dan didapatkan 70 responden. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan analisis Univariat dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-are) pasien skizofrenia hampir seluruhnya memiliki kemamuan sedang sejumlah 59 orang (84%), sebagian kecil memiliki kemampuan tinggi sejumlah 11 orang (16%), dan tidak satupun keluarga yang memiliki self-care rendah. Kesimpulan: Secara umun kemampuan self-care yang dimiliki keluarga untuk merawat anggota kemuarga yang mengalami skizofrenia pada sedang atau baik dan tinggi atau sangat baik. Penelitian ini diharapkan ada upaya dari puskemas terkait informasi bagaimana cara untuk meningkatkan perawatan diri (self-care), dan memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya mendampingi penderita skizofrenia, dan memberikan informasi tentang komitmen bagaimana cara memanajemen waktu ketika merawat pasien.
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle terhadap Lansia dengan Demensia Fransiska Erna Damayanti; Ukhtul Izzah; Diahsuri artini Rika
Nursing Information Journal Vol 2 No 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.300

Abstract

Pendahuluan: Penyakit dimensia sering terjadi pada lansia tepatnya orang di usia 65 tahun ke atas baik pria maupun wanita. Dampak dari demensia yaitu penurunan kognitif, perubahan mood dan tingkah laku. Solusi kejadian demensia tersebut dapat diberikan terapi non farmakologis yaitu terapi bermain puzzle dimana keunggulan terapi puzzle tersebut dapat melatih kordinasi mata dan tangan, melatih nalar dan melatih kesabaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap lansia dengan demensia. Metode: Rancangan penelitian ini yaitu pra eksperimental menggunakan desain one grup pre test and post test design. Penelitian ini dilakukan di UPH Graha Resos Banyuwangi tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan tehnik Purposive Sampling yaitu lansia yang mengalami demensia sesuai kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan 16 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMSE dan SOP bermain Puzzle. Analisa data menggunakan uji T Berpasangan. Hasil: Penelitian ini menemukan hasil pree test responden memiliki kemampuan daya ingat dengan skor rata-rata sebesar 13,17 dan hasil post test didapatkan skor rata-raat sebesar 21,2 sehingga didapatkan selisih atau peningkatan skor rata-rata sebesar 7,5. Setelah dilakukan analisa menggunakan uji statistik T berpasangan didapatkan p-value 0,000 (p-value<0,05) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan terapi bermain puzzle pada lansia dengan demensia Kesimpulan: Terapi bermain puzzle terbukti efektif untuk meningkatkan daya ingat pada lansia dengan demensia. Sehingga sangat direkomendasikan untuk tenaga Kesehatan dalam meningkatkan daya ingat pada lansia dengan demensia dapat menggunakan terapi bermain puzzle.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Tahun 2022 Diana Kusumawati; Citra Maharani; Riyan Dwi Prasetyawan
Nursing Information Journal Vol 2 No 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.314

Abstract

Pendahuluan: Salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien. Puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan pertama yang di tuntut untuk dapat memenuhi harapan masyarakat. Apabila pelayanan puskesmas yang diberikan baik maka akan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan pelayanan tersebut, namun sebaliknya jika pelayanan dirasa kurang memuaskan maka masyarakat semakin sedikit yang memanfaatkan pelayanan puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Bungatan. Metode: penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 50 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang faktor–faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan di puskesmas. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-square. Hasil: Hasil Analisa data faktor tangibles (bukti nyata) didapatkan nilai p-value sebesar 0,602 > α (0,05), maka tidak ada hubungan antara Tangibles (bukti nyata) dengan Kepuasan Pasien di Puskemas Bungatan, Hasil Analisa data faktor reability (Keandalan) didapatkan nilai p-value 0,02 < α (0,05), maka ada hubungan antara Reability (Keandalan) dengan Kepuasan Pasien di Puskemas Bungatan, Hasil Analisa data faktor responsiveness (ketanggapan) didapatkan nilai p-value 0,171 > α (0,05), maka tidak ada hubungan antara Responsiveness (ketanggapan) dengan Kepuasan Pasien di Puskemas Bungatan, Hasil Analisa data faktor Assurance (jaminan) didapatkan nilai p-value 0,597 > α (0,05), maka tidak ada hubungan antara Assurance (jaminan) dengan Kepuasan Pasien di Puskemas Bungatan, Hasil Analisa data faktor Empaty (empati) didapatkan nilai p-value 0,948 > α (0,05), maka tidak ada hubungan antara Empaty (empati) dengan Kepuasan Pasien di Puskemas Bungatan. Kesimpulan: Faktor Reability (Keandalan) merupakan factor yang berhubungan secara signifikan dengan kepuasan pasien. untuk itu puskemas sebagai pemberi pelayanan kesehatan harus mampu mewujudkan faktor tersebut.
Hubungan Persepsi dan Sikap Remaja tentang Vaksin Covid-19 dengan Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Rory Cinta Naya; Roshinta Sony Anggari; Haswita Haswita
Nursing Information Journal Vol 2 No 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.362

Abstract

Pendahuluan: Pemerintah berusaha agar dapat menghentikan penularan serta mengurangi angka kesakitan dan kematian yang dikarenakan Covid-19 adalah dengan penerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. Persepsi dan sikap remaja tentang vaksin Covid-19 juga bisa menjadi hal yang dapat mempenagruhi kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Hal ini dikarenakan banyaknya berita negatif tentang vaksin seperti faktor kehalalan dan keamanan vaksin Covid-19. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui hubungan persepsi dan sikap remaja terhadap vaksin Covid-19 dengan kepatuhan protokol kesehatan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional untuk mengukur hubungan antara variabel independen persepsi dan sikap dengan variabel dependen kepatuhan protokol kesehatan. Populasi sebanyak 203 dengan teknik pengambilan sampling yaitu total sampling dengan alat ukur kuesioner yaitu kuesioner persepsi, sikap, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Penelitian ini menggunakan uji statistika rank spearman yaitu mencari tingkat hubungan atau signifikansi dari suatu variabel. Hasil: Hasil uji statistik univairiat dengan menggunakan uji statistic deskriptive menghasilkan responden yang memiliki persepsi negatif sebanyak 144, sikap positif sebanyak 102, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebanyak 124 bersikap positif. Pada uji statistik bivariate dengan Spearman’s Rank diperoleh dari variabel persepsi yaitu p-value 0.180 > α 0.05 maka pada variabel persepsi tentang vaksin Covid-19 tidak ada hubungan dengan kepatuhan protokol kesehatan. Sedangkan pada variabel sikap memperoleh p-value 0.002 < α 0.05 menandakan bahwa terdapat hubungan sikap remaja terhadap vaksin Covid-19 dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di SMPN X. Kesimpulan: Pentingnya meningkatkan persepsi dan sikap remaja tentang vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan guru di sekolah agar remaja tidak memiliki persepsi yang buruk tentang vaksin dan bersedia untuk menerima vaksin tanpa mengurangi perilaku patuh terhadap protokol kesehatan.
Gambaran Tingkat Kecemasan Wanita Usia Subur yang Mengalami Keputihan Patologis Aprilina Sulistya Andari; Dian Pitaloka Priasmoro; Indari Indari
Nursing Information Journal Vol 2 No 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.378

Abstract

Pendahuluan: Keputihan yang terjadi dapat menekan kejiwaan seseorang karena keputihan dapat kambuh dan muncul kembali sehingga dapat berpengaruh pada seseorang baik secara fisiologi maupun psikologis dan dapat menimbulkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan wanita usia subur yang mengalami keputihan patologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua wanita usia subur yang mengalami keputihan di RW 08 Desa Mojosarirejo sebanyak 101 wanita. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi wanita usia subur usia 20-45 tahun yang bersedia menjadi responden dan masih mengalami menstruasi, wanita usia subur usia 20-45 tahun yang mengalami dan pernah mengalami keputihan patologis, dan wanita usia subur usia 20-45 tahun yang tidak buta huruf, jumlah sampel sebanyak 35 responden. Variabel yang diteliti adalah tingkat kecemasan Wanita Usia Subur yang mengalami keputihan patologis. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner DASS 42 yang terdiri dari 14 pernyataan tentang ansietas, yang mengevaluasi bagaimana perasaan responden, selanjutnya data yang yang terkumpul di analis dengan analisis Univariat dan di sajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 19 responden (54%), sebagian kecil mengalami kecemasan sedang sebanyak 11 responden (32%), dan sebagian kecil tidak mengalami kecemasan atau normal sebanyak 5 responden (14%). Kecemasan yang terjadi dimungkinkan karena beberapa faktor yaitu usia, pendidikan, dan pengetahuan yang kurang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diharapkan responden peduli akan kesehatannya dengan cara mencari informasi. Dengan mengetahui informasi penanganan penyakit maka akan membentuk mekanisme koping yang baik sehingga tidak salah persepsi dan menimbulkan kecemasan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berguna sebagai acuan pengembangan ilmu keperawatan dan perencanaan keperawatan melalui promosi kesehatan.
Gambaran Pengetahuan Pasien tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Fina Kartika Damayanti; Dian Pitaloka Priasmoro; Bayu Budi Laksono
Nursing Information Journal Vol 2 No 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.377

Abstract

Pendahuluan: Angka kejadian DM tipe II menunjukkan signifikan bahwa banyak masyarakat yang tidak mengetahui penyakit DM Tipe II. Kasus DM tipe II dari tahun ke tahun terjadi peningkatan 10% untuk setiap tahunnya. Kondisi ini dipengaruhi pengetahuan pada pasien mengenai dampak diabetes melitus tipe II namun tidak mengenali bagaimana cara perawatan jangka panjangnya dan bisa berakibat komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien tentang penyakit diabetes melitus tipe II. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi pasien DM tipe II yang menjalani perawatan di unit rawat jalan Puskesmas Poncokusumo sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling sehingga didapatkan sampel sejumlah 45 orang. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan pasien tentang DM Tipe II. Lokasi penelitian terbagi menjadi 2 yaitu pada unit rawat jalan puskesmas poncokusumo dan kegiatan prolanis di Desa Pandansari pada tanggal 18-22 April 2022 dilanjutkan kembali pda tanggal 16-19 Mei 2022. Instrumen penelitian menggunakan kuisoner berbentuk angket dan analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pasien tentang pengetahuan penyakit DM Tipe II lebih dari setengan jumlah responden berpengetahuan kurang sebanyak 23 orang (51%). Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa masih banyak pasien dengan penyakit kronis khususnya DM tipe II pasien masih kurang pengetahuan tentang penyakitnya. Faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah kurang dalam menerima sumber informasi dikarenakan usia mereka dan pendidikan. Dalam dunia keperawatan diharapkan perawat dapat memberikan motivasi, edukasi dan mengaktifkan peran keluarga untuk meningkatkan pengetahuan pasien terhadap penyakit yang dialaminya. Sehingga pasien lebih semangat untuk mengontrol gula darahnya dengan baik melalui pengaturan dan menjaga pola makan maupun aktifitas dirumahnya.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Motivasi Menjalankan Diet Diabetes Melitus dan Tingkat Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Fransiska Erna Damayanti; Fajri Andi Rahmawan; Ni Luh Ayu Laksmi Yudari
Nursing Information Journal Vol 2 No 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.316

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dan memiliki dampak yang serius bagi penderitanya, salah satu upaya yang dapat dilakukan supaya penderita DM tetap dapat hidup dengan sehat adalah melalui diet DM. Dukungan keluarga merupakan satu faktor penting seseorang dengan DM memiliki motivasi yang kuat untuk dapat menjalankan diet DM. tujuan penelitian ini adalah mengetahui dukungan keluarga dengan motivasi menjalankan diet dikaitkan dengan tingkat kadar gula darahnya Metode: penelitian ini merupakan survei analitik melalui pendekatan cross sectional pada 76 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Treatment Self-Regulation Questionnaire (TSRQ) dan Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS). Hasil: Analisa data yang digunakan yaitu uji korelasi rank spearman dengan menggunakan SPSS 25 for windows, diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 Dukungan Keluarga dengan Motivasi dengan keeratan korelasi 0,545 dan Dukungan Keluarga dengan Kadar Gula Darah keeratan korelasi 0,332 kuat artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi menjalankan diet diabetes melitus dan perubahan kadar gula darah pasien di RSUD Blambangan Banyuwangi tahun 2022. Kesimpulan: Keluarga perlu memberikan dukungan agar motivasi dalam menjalankan diet diabetes mellitus baik dan kadar gula darah penderita berada angka normal.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Mellitus (Gangren) dengan Masalah Keperawatan Gangguan Citra Tubuh Husnul Hotimah; Yulifah Salistia Budi; Muhammad Al Amin
Nursing Information Journal Vol 3 No 1 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i1.323

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Penyakit ini terjadi karena kelainan sekresi insulin dan kerja insulin yang tidak adekuat. Salah satu komplikasi pada diabetes mellitus yaitu gangren. Gangren adalah luka terbuka pada permukaan kulit akibat penyumbatan pembuluh darah di kaki dan neuropati perifer yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi sehingga klien sering tidak merasakan adanya luka. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu membandingkan dua klien yang menderita diabetes mellitus (gangren) dengan masalah gangguan citra tubuh. Analisis pada studikasus ini dengan cara evaluasi pekembangan pasien dan selanjutnya dibandingka antara pasien 1 dan 2 Hasil: Pada pasien 1 masalah keperawatan gangguan citra tubuh teratasi pada hari ke-3, ditandai dengan klien mau melihat bagian tubuh yang terluka, pasien tidak mengkhawatirkan kondisinya, dan pasien bersedia bertemu dengan orang lain. Pada pasien 2 untuk masalah keperawatan gangguan citra tubuh pada hari ke-3 masalah teratasi sebagian, hal ini ditandai dengan pasien mengatakan malu untuk bertemu orang lain karena luka besar di kakinya tetapi pasien mulai mau melihat tubuhnya yang luka. Kesimpulan: Dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus (gangren) dengan masalah keperawatan gangguan citra tubuh diperlukan kerja sama yang baik dari pasien, keluarga untuk support sistem, perawat sebagai penyedia layanan, institusi penyedia pembelajaran untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keberhasilan asuhan keperawatan pada pasien.
Gambaran Mekanisme Koping pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi D-III Keperawatan dalam Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di ITSK RS dr. Soepraoen Putri Ratna Wulandari; Dian Pitaloka Priasmoro; Bayu Budi Laksono
Nursing Information Journal Vol 3 No 1 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i1.324

Abstract

Pendahuluan: Penyusunan Karya Tulis Ilmiah merupakan tugas yang susah diselesaikan bagi mahasiswa, karena banyaknya hambatan. Hal tersebut membuat banyak mahasiswa putus asa, stress, cemas berlebihan, depresi, sampai tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu, dan dapat mengarah pada ide atau perilaku bunuh diri bahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme koping pada mahasiswa tingkat akhir program studi D-III Keperawatan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah di ITSK RS dr.Soepraoen. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasinya adalah semua mahasiswa tingkat akhir program studi D-III Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen sebanyak 246 orang. Sampel penelitian ada 156 mahasiswa didapatkan dengan teknik concecutive sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai alat ukur dan data yang didapatkan dianalisa menggunakan analisis univariat. Hasil: penelitian menunjukkan sebagian besar dalam kategori adaptif sebanyak 104 mahasiswa (67%) dan hampir setengah responden dalam kategori maladaptif sejumlah 52 mahasiswa (33%). Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya usia dan jenis kelamin. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan sosialisasi yang lebih intens kepada mahasiswa dari jurusan atau prodi sehingga mahasiswa akan lebih memahami dan dapat membangun koping yang adatif.
Asuhan Keperawatan pada Anak Gastroenteritis dengan Masalah Keperawatan Hipovolemia di Ruang Anak Galuh Laila Tsaqilla; Atik Pramesti Wilujeng; Rudiyanto Rudiyanto
Nursing Information Journal Vol 3 No 1 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i1.329

Abstract

Latar Belakang: Gastroenteritis adalah salah satu penyakit paling sering diderita anak – anak di seluruh dunia. Penyakit ini merupakan penyumbang ketiga angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) anak diberbagai negara termasuk Indonesia. Penyebab utama kematian penderita gastroenteritis adalah dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui feses. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada anak yang mengalami gastroenteritis dengan masalah keperawatan hipovolemia di ruang anak RSD Blambangan Banyuwangi tahun 2022. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yang mana studi kasus ini untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada anak yang mengalami gastroenteritis dengan masalah keperawatan hipovolemia yang berisi perbandingan antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus dan untuk menjawab tujuan khusus. Dalam penelitian ini menggunakan 2 klien anak berusia 1 – 5 tahun yang mengalami gastroenteritis dengan masalah keperawatan hipovolemia. Metode pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan WOD pada keluarga dan perawat. Hasil: Didapatkan pada klien 1 muncul diagnosa keperawatan hipovolemia, diare dan defisit nutrisi. Sedangkan pada klien 2 muncul diagnosa keperawatan hipovolemia, diare dan hipertermi. Intervensi yang diberikan selama klien dirawat di ruangan yaitu dengan observasi, terapeutik, edukasi, dan kolaboratif. Implementasi yang dilakukan pada klien selama tiga hari dan selama hari perawatan semua masalah teratasi pada hari ketiga dan klien diperbolehkan pulang. Kesimpulan: Pada klien yang mengalami penyakit gastroenteritis diharapkan orang tua mampu melakukan tindakan pertama untuk menangani kasus diare dengan segera memberikan cairan minum air putih secukupunya, dengan cara sedikit minum namun sering agar cairan dalam tubuh yang hilang segera digantikan dan segera rujuk ke pelayanan kesehatan.

Page 3 of 11 | Total Record : 109