cover
Contact Name
Badrul Munif
Contact Email
munifbadrul2@gmail.com
Phone
+6281333281050
Journal Mail Official
munifbadrul2@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letkol Istiqlah No.109, Lingkungan Mojoroto R, Penataban, Kec. Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia 68422
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing Information Journal
ISSN : -     EISSN : 28090152     DOI : -
Core Subject : Health,
NIJ is a nursing journal which publishes scientific works for nurse practitioners and researchers. NIJ welcomes and invites original and relevant research articles in nursing as well as literature study and case report particularly in nursing.
Articles 109 Documents
The Impact Of PDCA Cycle Implementation On Nursing Management In Hospitals: A Systematic Literature Review Hapsari, Niky Isa; Chalidyanto, Djazuly
Nursing Information Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v5i1.1235

Abstract

Effective nursing management is a crucial factor in improving the quality of healthcare services in hospitals. One approach that can be applied in nursing management is the PDCA (Plan-Do-Check-Act) cycle, which aims to enhance efficiency and effectiveness in the care process. This article aims to analyze the impact of PDCA cycle implementation on nursing management in hospitals. The method used in this study is a systematic literature review with a PICOS approach, utilizing databases from PubMed and ScienceDirect. Out of the 26 articles obtained based on the keywords “PDCA Cycle” and “nursing management”, 8 articles met the inclusion criteria: (1) implementation of the PDCA method in nursing management; (2) a quantitative study with an intervention; (3) articles published no earlier than 2020; and (4) international publications. The results indicate that the implementation of the PDCA cycle on nursing management has a positive impact on both patients and nurses. For patients, outcomes include reduced complications and infection rates, shorter hospital stays, fewer side effects, and improved satisfaction. For nurses, benefits include enhanced compliance with procedures, better infection control practices, reduced workload and errors, and increased professional competency and safety. Therefore, the PDCA cycle can be considered an effective approach to improving the quality of nursing management.
The Effectiveness Of The Virtual Interactive Media InaRISK Personal On Flood Disaster Preparedness Among Adolescents Rachmawan, Ivan; Hidayat, Wahyu Santoso; Prasetyawan, Riyan Dwi; Iswahyudi, Ulul Azmi
Nursing Information Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v5i1.1258

Abstract

Floods are among the most frequent natural disasters in Indonesia and have a substantial negative impact on communities, particularly vulnerable groups such as children and adolescents. The consequences of flooding include not only material losses but also disruptions to social, educational, and health activities. Adolescents, as part of a critical developmental stage, require appropriate disaster education to increase their awareness and preparedness in facing such events. This study aims to examine the effectiveness of InaRISK Personal, an interactive virtual media developed by the Indonesian government, in improving flood disaster preparedness among adolescents. This research employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The study was conducted at SMP Negeri 1 Kalipuro, Banyuwangi, a flood-prone area in East Java. The sample consisted of 85 students, selected through simple random sampling. Data were collected using a 30-item disaster preparedness questionnaire, which had previously undergone validity and reliability testing. The data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The results revealed a significant difference between pretest and posttest scores, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the use of InaRISK Personal significantly improved students’ disaster preparedness levels. The study also observed a shift in preparedness categories, with most students moving from "almost prepared" to "prepared" or "very prepared" after the intervention. this study highlights the practical potential of InaRISK Personal as a digital tool to support school-based disaster education. While digital platforms in disaster preparedness are not entirely new, the application of InaRISK Personal among adolescents in formal education settings—particularly in disaster-prone regions—adds context-specific insights that support its wider adoption.
Gambaran Pengendalian Emosi Lansia dalam Lingkungan Padat Penduduk Perum Gardenia Kabupaten Malang Anggraini, Yulanda Wahyu; Priasmoro, Dian Pitaloka; Aminah, Tien
Nursing Information Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v1i2.211

Abstract

Pendahuluan: Perubahan fisik Lansia mempengaruhi aspek psikologis. Perubahan psikologis mempengaruhi kesehatan jiwa, seperti penurunan fungsi kognitif, perubahan dalam peran sosial, dan perubahan tingkat depresi. Perubahan yang terjadi menjadi penyebab dari lansia beresiko mengalami gangguan mental emosional. Oleh karena itu pengendalian emosi lansia sangat diperlukan untuk mengurangi ketegangan emosi yang meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengendalian emosi lansia di lingkungan padat penduduk Wilayah Perumahan Gardenia RT 3, Desa Saptorenggo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasinya seluruh lansia di RT.03 berjumlah 32 orang. Teknik sampling total sampling dengan besar sampel 32 responden. Variabel yang di teliti adalah pengendalian emosi lansia. Instrumen menggunakan kuesioner Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dan skala Likert empat poin. Hasil: Penelitian didapatkan pengendalian emosi lansia sebagian besar yaitu 20 lansia (62,5%) dikategori rendah, dimana lansia tidak mampu mengendalikan emosinya. Kesimpulan: masalah pengendalian emosi pada lansia dapat disebabkan oleh faktor yang mempengaruhi ketidak mampuannya dalam mengendalikan emosi seperti faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, status pernikahan, pekerjaan dan penghasilan. Adanya masalah pengendalian emosi lansia diharapkan oleh setiap individu lansia mempunyai kemampuan dalam pengendalian emosi yang dapat dilakukan dengan cara saling terbuka kepada orang terdekat, aktivitas kegiatan dan bersabar.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Tahun 2022 Kusumawati, Diana; Maharani, Citra; Prasetyawan, Riyan Dwi
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.314

Abstract

Pendahuluan: Salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan adalah kepuasan pasien. Puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan pertama yang di tuntut untuk dapat memenuhi harapan masyarakat. Apabila pelayanan puskesmas yang diberikan baik maka akan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan pelayanan tersebut, namun sebaliknya jika pelayanan dirasa kurang memuaskan maka masyarakat semakin sedikit yang memanfaatkan pelayanan puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Bungatan. Metode: penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 50 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang faktor–faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan di puskesmas. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-square. Hasil: Hasil Analisa data faktor tangibles (bukti nyata) didapatkan nilai p-value sebesar 0,602 > α (0,05), maka tidak ada hubungan antara Tangibles (bukti nyata) dengan Kepuasan Pasien di Puskemas Bungatan, Hasil Analisa data faktor reability (Keandalan) didapatkan nilai p-value 0,02 < α (0,05), maka ada hubungan antara Reability (Keandalan) dengan Kepuasan Pasien di Puskemas Bungatan, Hasil Analisa data faktor responsiveness (ketanggapan) didapatkan nilai p-value 0,171 > α (0,05), maka tidak ada hubungan antara Responsiveness (ketanggapan) dengan Kepuasan Pasien di Puskemas Bungatan, Hasil Analisa data faktor Assurance (jaminan) didapatkan nilai p-value 0,597 > α (0,05), maka tidak ada hubungan antara Assurance (jaminan) dengan Kepuasan Pasien di Puskemas Bungatan, Hasil Analisa data faktor Empaty (empati) didapatkan nilai p-value 0,948 > α (0,05), maka tidak ada hubungan antara Empaty (empati) dengan Kepuasan Pasien di Puskemas Bungatan. Kesimpulan: Faktor Reability (Keandalan) merupakan factor yang berhubungan secara signifikan dengan kepuasan pasien. untuk itu puskemas sebagai pemberi pelayanan kesehatan harus mampu mewujudkan faktor tersebut.
Gambaran Kemampuan Keluarga dalam Perawatan Diri (Self-Care) pada Penderita Skizofrenia Irwanda, Dimas Ilham Putra; Priasmoro, Dian Pitaloka; Laksono, Bayu Budi
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.315

Abstract

Pendahuluan: Angka gangguan jiwa di Indonesia yang semakin meningkat menimbulkan dampak salah satunya adalah semakin tingginya angka ketergantungan dalam perawatan diri (self-are). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan perawatan diri (self-are) pada pasien yang menderita skizofrenia. Metode: Desain penelitian adalah penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-care) pada penderita skizofrenia. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 161 penderita skizofrenia. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 responden. Penelitian ini dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ampelgading Kabupaten Malang pada 13 – 18 Juni 2022. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Accidental Sampling dan didapatkan 70 responden. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan analisis Univariat dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keluarga dalam perawatan diri (self-are) pasien skizofrenia hampir seluruhnya memiliki kemamuan sedang sejumlah 59 orang (84%), sebagian kecil memiliki kemampuan tinggi sejumlah 11 orang (16%), dan tidak satupun keluarga yang memiliki self-care rendah. Kesimpulan: Secara umun kemampuan self-care yang dimiliki keluarga untuk merawat anggota kemuarga yang mengalami skizofrenia pada sedang atau baik dan tinggi atau sangat baik. Penelitian ini diharapkan ada upaya dari puskemas terkait informasi bagaimana cara untuk meningkatkan perawatan diri (self-care), dan memberikan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya mendampingi penderita skizofrenia, dan memberikan informasi tentang komitmen bagaimana cara memanajemen waktu ketika merawat pasien.
Gambaran Pengetahuan tentang Perawatan Kaki pada Pasien Diabetes Melitus Yulianti, Fitri; Priasmoro, Dian Pitaloka; Zakaria, Amin
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i1.376

Abstract

Pendahuluan: Pada penderita diabetes melitus banyak yang menghiraukan kebersihan kaki dan perawatan kaki yang salah satu anggota tubuh merupakan tempat yang mudah mengalami luka diabetes. Luka pada kaki ditandai dengan tergores atau terbukanya permukaan kulit mengakibatkan kuman,kotoran atau bakteri masuk dan menjadikan infeksi pada kaki. Sehingga perawatan secara baik untuk menanggulangi terjadinya infeksi pada kaki. Tujuan penelitian ini mengetahui pengetahuan tentang perawatan kaki pada pasien diabetes melitus. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif jenis kuantitatif,populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pasien dipoli rawat jalan puskesmas poncokusumo kabupaten malang yang menderita diabetes melitus berjumlah 60 orang, kemudian dilakukan pemilihan sampel menggunakan teknik puposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 52 orang. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar pengetahuan cukup sejumlah 31 orang (59,6%), sebagian pengetahuan baik sejumlah 11 orang (21,2%), sebagian kecil pengetahuan kurang sejumlah 10 orang (19,2%). Hal ini dimungkinkan karena umur, jenis kelamin, pendidikan, dan lama menderita sakit. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada pihak puskesmas untuk aktif memberikan edukasi kepada penderita, serta penderita dapat melibatkan anggota keluarganya untuk membantu melakukan perawatan.
Effectiveness Of Providing Breast Care Education On Mother Skills In Breastfeeding Mothers Filiasari, Fanesha Ayuni; Nuzula, Firdawsyi; Prayitno, Siswoto Hadi
Nursing Information Journal Vol. 5 No. 2 (2026): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast care is essential for every pregnant mother to ensure smooth breast milk production. With sufficient breast milk production, the baby's nutritional adequacy will be met.  Breast care is an important thing to pay attention to in preparation for breastfeeding, because the breast is an important organ that produces breast milk. This research aims to evaluate and determine the extent to which providing breast care education can improve mothers' skills. The quantitative research method uses a pre-experimental method, using a one-group pretest-posttest approach. a population of 500 respondents with a purposive sampling technique was 83 respondents with the criteria of breastfeeding mothers 0-6 months (exclusive breastfeeding) in the work area of the Kalibaru Kulon Community Health Center. Data was collected in the form of breast care SOPs and checklist sheets according to the SOP. The statistical test results of the Wilcoxon test are known as Asymp.sig. (2-tailed) has a value of .000 < 0.05, it is concluded that there is an influence of breast care education on maternal skills in breastfeeding mothers in the working area of the Kalibaru Kulon Community Health Center. Providing breast care education regarding maternal skills to breastfeeding mothers is very important to facilitate the release of breast milk, and helps increase blood flow and keep the milk ducts from becoming blocked, helping to keep the breasts and nipples healthy and clean
The Effectiveness Of Yoga Therapy And Exercise Therapy On Sleep Quality In Patients With Chronic Kidney Disease: A Systematic Review Reptes, Puteri Hirika; Yulia, Yulia; Edison, Chiyar; Yona, Sri
Nursing Information Journal Vol. 5 No. 2 (2026): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sleep disturbances are highly prevalent among patients with Chronic Kidney Disease (CKD), occurring both in the pre-dialysis stage and among individuals undergoing hemodialysis or peritoneal dialysis. These disturbances can significantly impair overall quality of life. Various factors contribute to sleep disorders in CKD patients, including the accumulation of uremic toxins, pain, pruritus, dyspnea, anxiety, and the side effects associated with dialysis therapy itself. Physical activity-based interventions, such as aerobic exercise and yoga, have shown substantial potential in improving sleep quality. The objective of this systematic review is to evaluate the effects of yoga and aerobic exercise interventions on sleep quality in patients with CKD. A comprehensive literature search was conducted using databases including ProQuest, PubMed, Scopus, the International Journal of Health Sciences and Research, Springer, and the Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research. Only full-text articles published in English between 2019 and 2024 were included. The review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020 guidelines. Thirteen studies were identified: 11 Randomized Controlled Trials (RCTs), 1 quasi-experimental study, and 1 qualitative study. Analysis of the 11 RCTs revealed that various interventions—particularly yoga, aerobic exercise, and cognitive behavioral therapy (CBT) were employed to improve sleep quality. Among these, yoga and aerobic exercise were found to significantly enhance sleep quality in CKD patients, especially those undergoing hemodialysis, with aerobic exercise demonstrating more consistent benefits. Conversely, CBT did not produce significant improvements in sleep quality compared to the control group, though it did show limited effects on reducing depressive symptoms and dysfunctional beliefs. The quasi-experimental study examined the impact of yoga exercise and found it to be a contributing factor to improved quality of life, including better sleep. The qualitative study employed a phenomenological approach to explore the subjective experiences of CKD patients with fatigue caused by poor sleep, aligning with the study's aim of understanding this phenomenon from the patient’s perspective.
Family Support Related To Self-Harm Behavior Of Students Of The Bachelor Of Nursing Study Program Pamungkas, Akhmad Yanuar Fahmi
Nursing Information Journal Vol. 5 No. 2 (2026): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v5i2.1326

Abstract

Self-harm is a psychological disorder that needs serious attention and priority in prevention and treatment of mental health efforts. Self-harm behavior is a high-risk act committed by a group of adolescents than adults. The purpose of this study was to analyze the relationship of family support to self-ham behavior in female students of Bachelor of Nursing Science Study Program. This research design uses a Cross-sectional design, using Purposive Sampling technique. The number of respondents in this study amounted to 46 female students. Data collection through a closed questionnaire distributed using a family support questionnaire and a Self-harm questionnaire.  Data analysis using the chi-square correlation test to determine the relationship between the two variables. The results of family support obtained 19 people (41.3%) were in the moderate family support category, and the results of Self-harm were 26 people (56.5%) respondents were in the mild self-harm category. The results of this study obtained a Pearson Chi-Square value with SPSS 27 of 13.985 with a significance value of p value 0.001 < α = 0.05, it can be stated that there is a relationship between family support and self-harm behavior in female students of Bachelor of Nursing Science Study Program at STIKES Banyuwangi 2024. It can be concluded that the greater the support provided by the family, the less likely someone is to do Self-harm.

Page 11 of 11 | Total Record : 109