cover
Contact Name
Wilmar Maarisit
Contact Email
wmaarisit@yahoo.com
Phone
+6285242613749
Journal Mail Official
ukitwenasfmipa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon Jln. Manado-Tomohon Kelurahan Talete II (Kuranga). Kec. Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Sulawesi Utara Indonesia
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) is an Nasional journal presenting original research in Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Care, Pharmaceutical Technology. We receives manuscripts in Bahasa Indonesia and English Language. Publishing frequency 2 issues per year, on April and October.
Articles 177 Documents
Analisis Rhodamin B Pada Lipstik Yang Beredar Di Pasar Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud Aditia Biasa; Wilmar Maarisit; Douglas N. Pareta; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.837 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.308

Abstract

Lipstik merupakan kosmetik yang banyak di gunakan kaum wanita untuk memperbaiki diri, dengan tampilan warna yang beraneka macam salah satunya adalah lipstik yang berwarna merah dan merah tua. Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang di larang dalam kosmetika termasuk lipstik namun seringkali di salah gunakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ada tidaknya kandungan Rhodamin B pada lipstik yang beredar di Pasar Lirung Kab. Kepulauan Talaud. Populasi penelitian adalah sedian lipstik yang berwarna merah dan merah tua dengan 9 jenis sampel yang tidak memiliki No ijin BPOM. Penelitian ini merupakan analisis laboratorium secara deskriptif, dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian terdapat 2 sampel yaitu sampel A dan G yang memiliki warna merah muda dan memiliki nilai Rf yang sama atau memiliki selisih nilai Rf ? 0,2 antara sampel dan larutan baku pembanding.
Analisis Kandungan Rhodamin B Pada Saus Cilok Yang Beredar Di Kota Tomohon Riski Tjuana; Randy Tampa’i; Reky R. Palandi; Vlagia I. Paat
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.803 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.309

Abstract

Rhodamin B menjadi penyebab beberapa masalah kesehatan pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Rhodamin B pada Saus Cilok yang beredar di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Saus Cilok diambil pada tiga lokasi yang berbeda di Kota Tomohon. Identifikasi Rhodamin B menggunakan metode Krmatografi Lapis Tipis (KLT) dengan larutan pembanding Rhodamin B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sampel saus cilok pada tiga lokasi yang berbeda tidak mengandung Rhodamin B, hal ini dapat dilihat dari nilai Rf dari sampel saus cilok yang tidak sama dengan nilai Rf dari larutan pembanding Rhodamin B.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Bedah Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo Yuri Namotemo; Randy Tampa’i; Christel N. Sambou; Ferdy A. Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.05 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.310

Abstract

Pembedahan merupakan tindakan pengobatan yang menggunakan teknik invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani melalui sayatan yang diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Kondisi ini memungkinkan terjadinya infeksi mikroba terhadap pasien pembedahan bila infeksi tidak dicegah atau luka bekas pembedahan tidak ditangani dengan baik. Pemberian antibiotik profilaksis telah digunakan secara luas untuk menghindari dan menangani infeksi pada daerah pembedahan. Penggunaan antibiotik harus dievaluasi melalui program evaluasi penggunaan obat (EPO) untuk menjamin penggunaan obat yang sesuai. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif non-eksperimental dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada pasien bedah di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo periode Oktober 2019-Maret 2020. Hasil penelitian diperoleh profil karakteristik pasien yang menjalani operasi dengan diagnosa terbanyak yaitu pada obstetric sebanyak 172 pasien (33,20%). Dari hasil evaluasi terhadap penggunaan antibiotik profilaksis pada 518 pasien yang menjalani operasi digunakan antibiotik ceftriakson (sefalosporin generasi III) sebanyak 349 pasien (67,37%) dan Cefazolin (sefalosporin generasi I) sebanyak 69 pasien (13,32%). Ini menunjukan bahwa dalam pemilihan jenis antibiotik profilaksis belum sesuai pedoman umum penggunaan antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011. Berdasarkan dosis penggunaan, bentuk sediaan, rute pemberian, dan waktu penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sudah sesuai dengan Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik oleh Permenkes RI tahun 2011.
Evaluasi Ketersediaan Obat Antibiotik Di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud Ofrini Timpua; Randy Tampa’i; Joke L. Tombuku; Sonny D. Untu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.196 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.311

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Evaluasi Ketersediaan Obat Antibiotik di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan obat antibiotik di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari resep rawat inap yang telah di arsipkan pada bulan juni 2019-mei 2020 di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud. Hasil penelitian menunjukan bahwa evaluasi ketersediaan obat antibiotik di RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud pada periode juni 2019-mei 2020, berdasarkan variabel yang diamati, yaitu bahwa, terdapat peresepan antibiotik yang terlayani sebanyak 99,46%, dengan tingkat kekosongan 0,54%. Terdapat 37,14% atau 13 dari 35 item obat antibiotik telah kadaluarsa, sedangkan 62,86% atau 22 item obat antibiotik yang tidak mengalami exapire date pada periode tesebut. Terdapat 14,28% atau 5 dari 35 item obat Antibiotik, tidak diresepkan, sedangkan 85,72% atau 30 item obat Antibiotik digunakan/diresepkan pada periode tersebut. Berdasarkan data persentase ketiga variabel tersebut (62,86% - 99,46%), dapat dikatakan bahwa ketersediaan obat Antibiotik di RSUD Talaud pada periode Juni 2019 – Mei 2020, dapat dikategorikan tersedia baik.
Evaluasi Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek M Manado Yanti Paula Ranti; Jeane Mongi; Christel Sambou; Ferdy Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.328 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.312

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengevaluasi sistem penyimpanan Obat di apotek M Manado berdasarkan petunjuk teknis standar kefarmasian di apotik tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk melihat sistem penyimpanan obat di Apotek M Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penyimpanan obat di Apotek M Manado belum sepenuhnya sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek tahun 2019,dapat dilihat dari hasil persentase sebesar 69,57% yang sesuai . Salah satunya dapat dilihat dari penyimpanan obat LASA/NORUM yang tidak sesuai,walaupun obat terletak dalam kelompok abjad yang sama harus diselingi dengan minimal dua obat dengan kategori LASA/NORUM diantara atau tengahnya .Banyaknya nama obat membuat medication error didasarkan pada penampilan yang mirip atau suara ketika ditulis atau diucapkan atau juga telah diidentifikasi memiliki potensi yang membingungkan.
Potensi Interaksi Obat Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Paranoid di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr.V.L Ratumbuysang Paula Rumagit; Randy Tampa’i; Douglas Pareta; Joke L. Tombuku
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.878 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.314

Abstract

Untuk mengetahui potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan interaksi obat antipsikotik haloperidol dan risperidon atau kombinasinya pada pengobatan pasien Skizofrenia Paranoid rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang. Data diambil dari rekam medik dan lembar resep pasien skizofrenia paranoid. hasil penelitian diperoleh karakteristik pasien jenis kelamin laki-laki 60%, perempuan 40%, obat antipsikotik terbanyak yang digunakan yaitu antipsikotik tipikal haloperidol 12,1% dan antipsikotik atipikal risperidon 21,6%. Golongan obat lain terbanyak digunakan adalah trihexipenidil 28,1% dan diazepam 15%. Potensi interaksi penggunaan obat antipsikotika haloperidol, risperidon dan kombinasinya berdasarkan tingkat keparahan dari jumlah kasus 337 diperoleh level serious 1,5% dengan jumlah kasus 5, level significant 94,5 % dengan jumlah kasus 318, dan level minor 4% jumlah kasus 14.
Pola Peresepan Penggunaan Obat Antihipertensi Di UPTD Puskesmas Airmadidi Yuliana Polopadang; Jeane Mongi; Wilmar Maarisit; Ferdy Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.04 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.315

Abstract

Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas masyarakat. Salah satu cara untuk mengontrol hipertensi adalah pemberian terapi farmakologis antihipertensi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan penggunaan obat antihipertensi di UPTD Puskesmas Airmadidi Minahasa Utara. Data diambil secara retrospektif dan dianalisa secara deskriptif dari buku register dan rekam medis pasien periode januari – juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 559 pasien hipertensi paling banyak terjadi pada perempuan sebesar 375 ( 67,08 % ) pasien dan pada laki – laki sebesar 184 ( 32,92 % ). Penderita hipertensi terbanyak terdapat pada kelompok usia 60 – 69 tahun sebanyak 243 ( 43,47 % ) pasien, diikuti oleh kelompok usia 50 – 59 tahun sebanyak 135 ( 24,15 % ) pasien dan terendah pada kelompok usia 80 -89 tahun sebanyak 4 ( 0,72 % ) pasien. Pemberian terapi farmakologi yang paling banyak adalah monoterapi dibandingkan politerapi. Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah ACE-I yaitu captopril dan untuk politerapi golongan obat yang paling banyak digunakan adalah CCB dan ACE –I yaitu amlodipin dan captopril. . Berdasarkan derajat hipertensi, sebagian besar monoterpi diberikan pada pasien dengan hipertensi stadium I.
Evaluasi Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Program Rujuk Balik BPJS di Apotek My Life Farma Dendengan Dalam Kota Manado Olpin Tumole; Jeane Mongi; Ferdy A. Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.368 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.316

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit seumur hidup yang tidak dapat sembuh secara permanen. Pemberian obat antihipertensi diharapkan dapat mengontrol tekanan darah pasien. Oleh sebab itu dibutuhkan kepatuhan yang tinggi dari pasien untuk tidak lupa mengkonsumsi obat antihipertensi setiap hari agar tekanan darah tetap terkontrol. Namun, beberapa fakta yang ditemui beberapa pasien hipertensi sudah tidak meminum obat antihipertensi dengan alasan sudah merasa sehat. Keberhasilan pasien hipertensi dalam pengobatan dipengaruhi dari tingkat Kepatuhan pasien dalam minum obat. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Kratonan Surakarta menunjukkan bahwa pasien hipertensi yang tidak patuh minum obat antihipertensi beresiko 3 kali untuk tidak mengalami penurunan tekanan darah [11]. .Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Program Rujuk Balik BPJS Di Apotek My Life Farma Dendengan Dalam Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional (non eksperimental ) dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Dilakasanakan di Apotek My Life Farma Dendengan Dalam Kota Manado bulan Februari 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 63% pasien patuh, 13% kurang patuh, dan 24% tidak patuh berdasarkan hasil pengisian kuisioner MMAS-8.
Evaluasi Kepuasan Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi RSJ. Prof. DR. V.L Ratumbuysang Meyske Manapode; Randy Tampa’i; Douglas Pareta; Selvana Tulandi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.128 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.317

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan pasien dalam pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr . V. L. Ratumbuysang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dimana penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan atau menguraikan suatu keadaan di dalam suatu komunitas atau masyarakat dengan mengumpulkan data angket atau kuesioner dari pasien yang menerima pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RSJ Prof Dr. V.L.Ratumbuysang. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Farmasi (IFRS) RSJ Prof Dr. V.L.Ratumbuysang pada bulan Pebruari 2020 dengan jumlah responden 95 orang.Hasil penelitian evaluasi kepuasan pada pelayanan kefarmasian di RSJ Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang secara keseluruhan adalah 70% berada dalam kategori puas, artinya pelayanan kefarmasian di RSJ Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang dari hasil evaluasi sudah memberikan kepuasan kepada pasien. Hal ini dapat dilihat pada capaian nilai kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi kualitas pelayanan yaitu : Dimensi Kehandalan nilai kepuasan pasien sebesar 67,37%, Dimensi Ketanggapan 69,74 % , Dimensi Jaminan 70,16 %, Dimensi Empati 70,53 % dan dimensi Penampilan 72,21%
Uji Daun Nusa Indah Putih (Mussaenda pubescens) Sebagai Antilitiasis Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Etrit Sabenar; Selvana S. Tulandi; Amal R. GInting; Ferdy A. Karauwan; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.861 KB) | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v4i2.336

Abstract

Ekstrak n-Butanol daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) telah diteliti untuk mengetahui ada atau tidaknya potensi Antilitiasis dengan proses ekstraksi. Pada proses ekstraksi ada beberapa tahap yaitu maserasi, destilasi fraksinasi, dan ekstraksi cair-cair. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan. Sebanyak 20 ekor tikus jantan dewasa dengan berat rata-rata 150-200 gram dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol normal (P0), kelompok etilen glikol 0,75 % (P1), kelompokekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) dosis 150 mg/kg BB (P2) dan kelompokekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) dosis 300 mg/kg BB (P3) dengan parameter pengamatan kadar kreatinin serum darah tikus dan histopatologi ginjal pada setiap kelompokperlakuan dengan pengujian selama 28 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-Butanol daun nusa indah putih berpotensi sebagai antilitiasis dimana pada dosis 150 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB tidak terdapat adanya endapan Kristal. Ekstrak n-Butanol daun nusa indah putih dosis 300 mg/kg lebih baik dapat menurunkan kadar kreatinin dibandingkan dengan dosis 150 mg/kg BB. Penurunan kadar kreatinin dan hilangnya kristal, kemungkinan karena kandungan metabolit sekunder yang ada pada daun nusa indah putih yang memiliki aktivitas diuretik yang membantu pengeluaran batu ginjal secara spontan dengan cara meningkatkan volume urine, pH dan aktivitas anti kalsifikasi.

Page 10 of 18 | Total Record : 177