cover
Contact Name
Wilmar Maarisit
Contact Email
wmaarisit@yahoo.com
Phone
+6285242613749
Journal Mail Official
ukitwenasfmipa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon Jln. Manado-Tomohon Kelurahan Talete II (Kuranga). Kec. Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Sulawesi Utara Indonesia
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) is an Nasional journal presenting original research in Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Care, Pharmaceutical Technology. We receives manuscripts in Bahasa Indonesia and English Language. Publishing frequency 2 issues per year, on April and October.
Articles 177 Documents
Evaluasi Interaksi Obat Diabetes Pada Pasien Geriatri Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Lapangan Sawang Kabupaten Sitaro Tahun 2016 Rocky Ardiles Lawere; Gideon A. R. Tiwow; Reky R. Palandi; Yappy F. Saroinsong; Jeane Mongi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.98 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.339

Abstract

Interaksi obat yang buruk didefinisikan sebagai interaksi antara satu atau lebih obat yang mengakibatkan perubahan efektivitas atau toksisitas salah satu obat. Bukti menunjukkan bahwa obat dapat berkontribusi memperburuk sindrom geriatri sendiri atau melalui interaksi obat - obat atau interaksi obat dan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi obat diabetes pada pasien geriatri di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Lapangan Sawang. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif, variabel yang diamati meliputi: peresepan obat pada pasien diabetes geriatri, golongan dan jenis obat diabetes yang digunakan, pasien dabetes geriatri, rute pemberian obat diabetes dan interaksi obat – obat diabetes dengan obat lainnya.Hasil penelitian didapati 57 orang pasien geriatri dengan diagnosa diabetes, obat diabetes yang digunakan oleh adalah golongan biguanida yaitu metformin 500 mg dan insulin dengan nama dagangnovorapid, novomix dan levemir.
Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Di Kecamatan Tobelo Kota Kabupaten Halmahera Utara Betari Malinda Tuwongena; Ferdy A. Karauwan; Devie R. Lumy; Yappy F. Saroinsong
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.51 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.340

Abstract

Standar Pelayanan Kefarmasian sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian kepada masyarakat, maka pemerintah mengeluarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI. Nomor 35 Tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah standar pelayanan di apotek dikecamatan tobelo kota apakah baik, sedang atau buruk yang meliputih pengelolan sediaan farmasi dan pelayanan farmasi klinik.Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan memakai jenis penelitian survey dengan teknik pengambilan data melalui kuesioner. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Jumlah tenaga kefarmasian yakni apoteker 10 (dari 10 apotek). Tenaga teknis kefarmasian 7 (dari 10 apotek) dan tenaga non teknis 12 ( dari 10 apotek). sebagian besar atau 90% pemilik sarana apotek adalah milik pribadi dan hanya 10% milik BUMN/Perusahan. 20% hadir selama apotek buka, 50% hadir setiap hari pada jam tertentu, 10% hadir 2-3 seminggu dan 20% hadir 1 kali sebulan. Hasil persentase ratarata untuk skor standar pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai serta pelayanan farmasi klinik untuk 10 apotek yang menjadi sampel penelitian yang ada di Tobelo Kota adalah 71,57% atau masuk pada kategori Sedang.
Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan Tentang Penggunaan Antibiotik Ampisilin Ni Made Iwa Dewi; Joke L. Tombuku; Fransisco P. Sumalong; Hetty V. Tulandi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.905 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.341

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan tentang penggunaan antibiotik Ampisilin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan populasi adalah masyarakat di Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan yang berjumlah 357 sampel yang diambil secara Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang antibiotik ampisilin adalah cukup, ketepatan indikasi penggunaan antibiotik adalah kurang, cara penggunaan adalah cukup, bahaya resistensi adalah kurang, dan pengetahuan tentang efek samping ampisilin cukup. Kesimpulan penelitian yaitu pengetahuan masyarakat tentang ampisilin adalah kurang
Pengaruh Daya Hambat Sediaan Salep Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Adrianz Mario Tethool; Selvana S. Tulandi; Hetty V. Tulandi; Vlagia I. Paat; Nerni O. Potalangi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.443 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.356

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, Salah satunya adalah daun katuk. Penelitian sebelumnya Simbolon (2011) tentang karakterisasi simplisia dan skrining fitokimia. Hasil skrining diperoleh senyawa alkaloida, flovonoid, tanin, glikosida, dan steroida. Disamping itu, daun katuk mempunyai aktivitas sebagai antimikroba terhadap bakteri Stapylococcus aureus yang merupakan salah satu penyebab terjadinya luka borok/kronis. Staphylococcus aureus merupakan flora normal pada kulit manusia, oleh sebab itu untuk penanganannya yang rasional, penggunaan antibakteri secara topikal lebih efektif. Contoh sediaan yang digunakan secara topikal adalah salep, gel dan krim.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sediaan salep ekstrak daun katuk dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus atau tidak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan salep ekstrak daun katuk dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yang ditandai dengan adanya zona bening yang terbentuk disekitar sumuran.
Uji Efek Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Buah Sirsak (Annona muricata Linn.) Sebagai Antidiabetes Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan Tenci Lie Sarbunan; Olvie S. Datu; Wilmar Maarisit; Sonny D. Untu; Jabes W. Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.279 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.357

Abstract

Tanaman yang digunakan dalam pengobatan herbal salah satunya adalah sirsak yang termasuk dalam famili Annonaceae. Annonaceae memiliki keanekaragaman kimia, sifat-sifat biologi dan farmakologi, seperti antimikroba, antifungal, sitotoksik, antitumor, dan insektisida dari alkaloid benzilisokuinolin, asetogenin, senyawa-senyawa C-benzilflavonoid, dan diterpenoid yang dihasilkan oleh tumbuhan ini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak etanol kulit buah sirsak sebagai antidiabetes pada tikus putih yang diinduksi aloksan untuk membuat diabetes.Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium, Dengan menggunakan 15 ekor tikus yang dibagi dalam 5 perlakuan dengan 3 pengulangan.Hasil penelitian menunjukan bahwa kulit buah sirsak memiliki efek dalam menurunkan kadar glukosa darah pada dosis 50, 75 dan 150 karena dalam kulit buah sirsak terdapat senyawa-senyawa aktif yang berpontesi sebagai antidiabetes.
Studi Penggunaan Obat Diare Pada Pasien Balita Di Puskesmas Rurukan Giska P. Mandagi; Joke L. Tombuku; Fransisco Sumalong; Hetty V. Tulandi; Jabes W. Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.018 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.358

Abstract

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar dari biasanya, disertai perubahan bentuk konsistensi tinja dari lembek menjadi cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui studi penggunaan obat diare pada pasien balita di Puskesmas Rurukan, apakah penggunaan obat diare di Puskesmas Rurukan sudah sesuai dengan pedoman Kemenkes RI 2011 yang ada.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu melakukan penelusuran terhadap tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis kepada pasienbalita dalam memberikan obat diare pada pasien balita di Puskesmas Rurukan. Hasil penelitian ini menunjukan penggunaan obat diare pada pasien balita di Puskesmas Rurukan belum sesuai dengan pedoman Kemenkes RI 2011 yang dimana seluruh pasien diare pada balita bulan januari sampai Agustus 2014 masih diberikan antibiotic walaupun tanpa disertai dengan indikasi seperti kotoran berdarah yang disertai demam dan juga belum ditemukan penggunaan zink karena belum ada persediaan dari Dinas Kesehatan.
Efektivitas Antilitiasis Ekstrak Etanol Daun Nusa Indah Putih (Mussaenda pubescens) Terhadap Kadar Kreatinin Serum Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Christi Devita Laoh; Ferdy A. Karauwan; Vlagia I. Paat; Douglas N. Pareta
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.271 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.359

Abstract

Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) untuk menurunkan kadar kreatinin pada tikus urolitiasis pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan. Sebanyak 20 ekor tikus jantan dewasa dengan berat rata-rata 150-200 gram dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol normal (P0), kelompok etilen glikol 0,75 % (P1), kelompok ekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) dosis 150 mg/kg BB (P2) dan kelompok ekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) dosis 300 mg/kg BB (P3) dengan parameter pengamatan kadar kreatinin serum darah tikus pada setiap kelompok perlakuan dengan pengujian selama 28 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian etilen glikol selama 14 hari pada kelompok perlakuan (P1) nilai kreatinin serum mencapai 1.13 mg/dL (p<0.05) dibandingkan dengan konrol normal (P0) 0.66 mg/dL (p<0.05) dengan kreatinin normal tikus 0,2-0,8 mg/dL. Hal ini disebabkan karena etilen glikol merupakan agen nefrotoksik yang membantu pembentukkan batu kalsium oksalat diginjal sehingga tikus menjadi urolitiasis (batu ginjal). Kesimpulannya adalah bahwa ekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) memiliki efektivitas dalam menurunkan kadar kreatinin dalam darah pada tikus urolitiasis.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia galanga (L) Willd) Sebagai Analgesik Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Julia Brigita Sumonda; Jeane Mongi; Ferdy A. Karauwan; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.951 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol rimpang lengkuas putih sebagai analgesik pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan asam mefenamat sebagai pembanding.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Kristen Indonesia Tomohon. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada Bulan November 2018 – Desember 2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian ekstrak etanol rimpang lengkuas putih yang diberi dosis berbeda 25 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, dan 100 mg/kgBB, menunjukan adanya efek analgesik pada hewan uji. Bila dibandingkan dengan kontrol positif obat asam mefenamat efek penurunan analgesik lebih tinggi dari ekstrak rimpang lengkuas putih, sedangkan pada kontrol negatif dengan pemberian CMC1 % efek penurunan analgesik lebih rendah, dosis 100 mg/kgBB rimpang lengkuas putih lebih banyak memberikan efek analgesik. Kesimpulannya adalah ekstrak rimpang lengkuas putih memiliki efek analgesik sebagai penurun rasa nyeri.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Batang Sereh (Cymbopogon citratus) Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Delon Sermatang; Sonny D. Untu; Yessie K. Lengkey; Hariyadi Hariyadi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.294 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.361

Abstract

Penggunaan bahan obat alam lebih disukai karena diyakini mempunyai efek samping yang lebih kecil dibandingkan pengobatan modern yang menggunakan bahan sintetis. Pengobatan tradisional dewasa ini sangat populer dan semakin disukai oleh masyarakat. Dalam pekerjaan sehari-hari, manusia selalu dihadapkan pada bahaya-bahaya tertentu, misalnya bahaya yang berpontensi mengalami resiko luka. Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis kulit normal akibat proses patalogis yang berasal dari internal dan eksternal dan mengenai organ tertentu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol batang sereh terhadap luka sayat pada tikus putih serta mengetahui konsentrasi yang efektif untuk penyembuhan luka sayat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dengan mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari tiga perlakuan yaitu konsentrasi 12,5%, konsentrasi 25% dan konsentrasi 50% dengan tiga kali ulangan.Hasil penelitian menunjukan bahwa semua perlakuan mengalami efek penyembuhan luka, tetapi konsentrasi 50% mempunyai efektivitas lebih cepat dalam penyembuhan luka sayat dengan efektivitas 100%.
Formulasi Dan Pengujian Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Dengan Berbagai Variasi Basis Salep Stevanie elisabeth Davis; Selvana S. Tulandi; Olvie S. Datu; Franky Sangande; Douglas N. Pareta
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.747 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.362

Abstract

Salep merupakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar, akses langsung kejaringan dan memiliki nilai estetika lebih. Tujuan penelitian untuk mengetahui sediaan salep yang cocok untuk ekstrak etanol daun Hibiscus rosa-sinensis L. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan empat basis salep yaitu basis hidrokarbon, basis absorpsi, basis serap air dan basis tercuci air. Pengujian kestabilan dilakukan dalam dua kondisi yaitu kondisi sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat pada suhu 5oC dan 35oC, pada masing-masing suhu selama 12 jam disimpan bergantian hingga 10 siklus, dengan parameter pengujian meliputi pemeriksaan organoleptik, daya sebar, homogenitas dan pH. Hasil pengujian dari basis hidrokarbon, basis absorpsi, basis serap air dan basis tercuci air dapat diformulasikan sebagai sediaan salep untuk ekstrak daun Hibiscus rosa-sinensis L. tetapi basis hidrokarbon dan basis absorpsi lebih cocok. Karena uji daya sebar lebih besar, derajat keasaman berada pada rentan pH kulit manusia, basis salep bercampur homogen dengan ekstrak daun Hibiscus rosa-sinensis L.

Page 11 of 18 | Total Record : 177