cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 258 Documents
Search results for , issue "Vol 5" : 258 Documents clear
Peran Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Ketergantungan Media Sosial pada Siswa Kelas SMA: Studi Literatur Seran, Maria Imelda; Bulor, Rosa Mustika
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2394

Abstract

Social media dependence among high school students has become a worrying phenomenon in the digital age. This study aims to analyze the role of guidance and counseling services in overcoming social media dependence among high school students. The method used is a qualitative approach through a literature study by examining relevant and indexed scientific articles, books, and research reports published in the last five years. The review process was conducted systematically through the stages of searching, selecting, and critically analyzing literature sources related to social media dependence and guidance and counseling interventions. The results of the study show that social media dependence has a significant impact on students' academic achievement, mental health, and quality of social interaction. Guidance and counseling services have a strategic role in preventive, curative, and developmental efforts through the application of individual counseling, group counseling, classical guidance, and cognitive behavioral counseling. Effective intervention programs include digital literacy psychoeducation, time management training, social skills development, and strengthening collaboration between counselors, parents, and schools. Scientifically, this article contributes by presenting a comprehensive synthesis of the latest research findings on the role of guidance and counseling services in addressing social media addiction, thereby providing a conceptual and practical foundation for the development of guidance and counseling service programs at the high school level. ABSTRAKKetergantungan media sosial pada siswa SMA telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi ketergantungan media sosial pada siswa SMA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan dan terindeks, yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Proses kajian dilakukan secara sistematis melalui tahapan penelusuran, seleksi, dan analisis kritis terhadap sumber pustaka yang berkaitan dengan ketergantungan media sosial dan intervensi bimbingan dan konseling. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketergantungan media sosial berdampak signifikan terhadap prestasi akademik, kesehatan mental, serta kualitas interaksi sosial siswa. Layanan bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam upaya preventif, kuratif, dan pengembangan melalui penerapan konseling individual, konseling kelompok, bimbingan klasikal, serta konseling kognitif perilaku. Program intervensi yang efektif meliputi psychoeducation literasi digital, pelatihan manajemen waktu, pengembangan keterampilan sosial, serta penguatan kolaborasi antara konselor, orang tua, dan pihak sekolah. Secara ilmiah, artikel ini berkontribusi dengan menyajikan sintesis komprehensif temuan-temuan penelitian terkini mengenai peran layanan bimbingan dan konseling dalam menangani ketergantungan media sosial, sehingga dapat menjadi landasan konseptual dan praktis bagi pengembangan program layanan bimbingan dan konseling di tingkat SMA.
Perspektif Guru Terhadap Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learing) Di Tk Se- Kecamatan Medan Tuntungan Sitorus, Viyona Marsesa; Diputera, Artha Mahindra
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2248

Abstract

This study focuses on examining teachers' views on the implementation of deep learning approaches in kindergartens in the Medan Tuntungan District. The deep learning approach is based on three main components, namely mindful learning, meaningful learning, and joyful learning, which emphasize a learning process that is conscious, meaningful, and enjoyable for children. The research was conducted using a quantitative descriptive design through a survey method. All kindergarten teachers in the research area were involved as respondents, resulting in a sample size of 65 people using total sampling technique. Data collection was carried out using a Likert scale questionnaire, then analyzed using percentage techniques. The results of the analysis showed that the level of teacher readiness for the application of deep learning was in the very high category. Of all respondents, 33 teachers (51%) were in the very ready category, while 32 teachers (49%) were in the ready category, with no respondents classified as not ready. These findings indicate that all teachers have adequate understanding and readiness to implement the deep learning approach in early childhood education. Thus, this study provides an overview that kindergarten teachers in Medan Tuntungan District are ready to support government policies related to the implementation of deep learning in kindergarten education units.ABSTRAKPenelitian ini difokuskan untuk mengkaji pandangan guru mengenai pelaksanaan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) pada Taman Kanak-Kanak di wilayah Kecamatan Medan Tuntungan. Pendekatan deep learning bertumpu pada tiga komponen utama, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, yang menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, serta menyenangkan bagi anak. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan deskriptif kuantitatif melalui metode survei. Seluruh guru TK di wilayah penelitian dilibatkan sebagai responden, sehingga jumlah sampel mencapai 65 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket berskala Likert, kemudian dianalisis melalui teknik persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesiapan guru terhadap penerapan pembelajaran mendalam berada pada kategori sangat tinggi. Dari keseluruhan responden, sebanyak 33 guru (51%) termasuk dalam kategori sangat siap, sedangkan 32 guru (49%) berada pada kategori siap, tanpa adanya responden yang tergolong tidak siap. Temuan ini mengindikasikan bahwa seluruh guru telah memiliki pemahaman serta kesiapan yang memadai dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning pada pendidikan anak usia dini. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran bahwa guru TK di Kecamatan Medan Tuntungan telah siap mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan pembelajaran mendalam (Deep Learning) di satuan pendidikan Taman Kanak-Kanak.
Problematika Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah: Studi Kualitatif di Mathla’ul Anwar Pandeglang Humaeroh, Eneng
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2582

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has significantly influenced contemporary education, including Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) in Madrasah Ibtidaiyah (MI). The implementation of AI has the potential to facilitate teaching and learning processes; however, it also requires teachers to adapt swiftly to technological advancements. Empirical evidence indicates that teachers continue to face various challenges in effectively integrating AI into PAI instruction. This study aims to identify the key challenges of AI utilization in PAI learning at Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar, Pandeglang Regency, and to propose strategic solutions. A qualitative approach was employed through literature review, field observation, and interviews with school administrators, teachers, and students. The findings reveal that AI integration remains limited and is constrained by three major issues: inadequate technological infrastructure, low AI literacy among PAI teachers, and pedagogical as well as ethical challenges in aligning AI with Islamic educational values; consequently, this article contributes by proposing a value-based pedagogical framework to guide ethical, contextual, and effective AI integration in Islamic religious education at the primary level.ABSTRAKPerkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah memberikan pengaruh signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penerapan AI berpotensi mempermudah proses belajar mengajar, namun pada praktiknya menuntut kemampuan adaptasi guru yang cepat terhadap perkembangan teknologi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa guru masih menghadapi berbagai problematika dalam implementasi AI pada pembelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika penggunaan AI dalam pembelajaran PAI di Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar Kabupaten Pandeglang serta merumuskan solusi strategis yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pengelola madrasah, guru, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI belum terintegrasi secara optimal dan masih dihadapkan pada tiga problematika utama, yaitu keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi AI guru PAI, serta tantangan pedagogis dan etis dalam menjaga keselarasan AI dengan nilai-nilai pendidikan Islam; oleh karena itu, artikel ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka solusi berbasis pedagogi bernilai sebagai landasan integrasi AI yang kontekstual dan beretika dalam pembelajaran PAI di madrasah.
Penerapan Prinsip Teknik Industri dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Pendidikan di Perguruan Tinggi Haviana, Evan
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.2022

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of educational management in higher education institutions using an industrial engineering approach. The research focuses on evaluating administrative workflows, faculty workload distribution, the quality of academic services, and resource utilization efficiency. Methods employed include in-depth interviews, observation, documentation, Focus Group Discussions (FGD), as well as analyses based on work study, lean management, quality function deployment (QFD), and system simulation. The results indicate the presence of non-value-added administrative activities, uneven workload distribution, and suboptimal inter-unit communication. System simulations and the application of industrial engineering principles demonstrate a potential efficiency improvement of up to 30%, enhanced service quality, and increased satisfaction among students and staff. This study emphasizes the importance of integrating industrial engineering principles into educational management to create a more efficient, adaptive, and sustainable system.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen pendidikan di institusi pendidikan tinggi dengan menggunakan pendekatan teknik industri. Fokus penelitian meliputi evaluasi alur kerja administrasi, distribusi beban kerja dosen, kualitas layanan akademik, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Metode yang digunakan meliputi wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD), serta analisis berbasis work study, lean management, quality function deployment (QFD), dan simulasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas administrasi yang tidak bernilai tambah, distribusi beban kerja yang tidak merata, dan komunikasi antarunit yang kurang optimal. Simulasi sistem dan penerapan prinsip teknik industri memperlihatkan potensi peningkatan efisiensi hingga 30%, perbaikan kualitas layanan, serta peningkatan kepuasan mahasiswa dan staf. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi prinsip teknik industri dalam manajemen pendidikan untuk menciptakan sistem yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan
PERAN SELF EFFICACY DALAM MEMEDIASI PENGARUH DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP TECHNOSTRESS GURU SMA DI MAKASSAR Windasari Windasari; Lukman Nadjamuddin; M. Ahkam Alwi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2474

Abstract

Rapid technological integration in education often triggers psychological pressure among teachers, known as technostress. This study examines the mediating role of self-efficacy in the relationship between Perceived Organizational Support (POS) and technostress. Using a quantitative survey design, data were collected from 180 public high school teachers in Makassar through cluster random sampling. Instruments included the Technostress Scale, POS Scale, and Self-Efficacy Scale, with mediation analysis performed using Hayes’ PROCESS Model 4. The results indicate that self-efficacy fully mediates the relationship between POS and technostress ($b = -0.1024, 95\% \text{ CI } [-0.1797, -0.0414]$). Higher POS enhances teachers' self-efficacy, which in turn significantly reduces technostress levels. These findings highlight self-efficacy as a crucial psychological mechanism in managing digital adaptation. This study contributes to the literature on teacher well-being by emphasizing the importance of organizational support in fostering digital competence confidence. ABSTRAKIntegrasi teknologi yang masif dalam dunia pendidikan sering kali memicu tekanan psikologis pada guru yang dikenal sebagai technostress. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran self-efficacy sebagai mediator dalam hubungan antara Perceived Organizational Support (POS) dan technostress. Menggunakan desain survei kuantitatif, data dikumpulkan dari 180 guru SMA Negeri di Makassar melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi Skala Technostress, Skala POS, dan Skala Self-Efficacy, yang dianalisis menggunakan Hayes’ PROCESS Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara POS dan technostress ($b = -0,1024, 95\% \text{ CI } [-0,1797, -0,0414]$). Dukungan organisasi yang dirasakan guru mampu meningkatkan self-efficacy, yang kemudian berdampak signifikan pada penurunan technostress. Temuan ini menegaskan bahwa self-efficacy merupakan mekanisme psikologis kunci dalam moderasi dampak adaptasi digital. Penelitian ini berkontribusi pada kajian kesejahteraan guru dengan menekankan pentingnya dukungan institusional untuk membangun kepercayaan diri dalam kompetensi digital.
PENDIDIKAN SEKS DALAM KELUARGA: PERSPEKTIF ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA Sabrina Syifaurrahmah; Jefpi Milda; Muhajirin Muhajirin; Mukmin Mukmin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i1.1090

Abstract

Sex education is a very important education, including for children and teenagers. Of course, in its own application there are still pros and cons. However, in the modern era where the dissemination and access of information is very easy to obtain, it is hoped that sex education can be taught to children from an early age with patterns and teaching given according to their respective levels and based on Islamic teachings because it can guide them to a directed life. The type of research used is library research by collecting data through sources such as books, journals, articles and previous research found online then reviewed and analyzed using descriptive analysis techniques. The results showed that sex education is an effort to introduce and guide children who are not only related to sexuality, but how to respond and respond to sex itself rationally, starting from caring and protecting so that children's lives can be guided properly. The provision of sex education must be adjusted to the development of children's age so that children can receive it properly and effectively. The strategies that can be given to children regarding sex education include introducing aurat and its limits, separating beds between boys and girls, teaching children to ask permission when entering parents' rooms and maintaining genital hygiene.AbstrakPendidikan seks merupakan pendidikan yang sangat penting, termasuk bagi kalangan anak dan remaja. Tentunya dalam penerapannya sendiri masih terdapat pro dan kontra. Namun, di era modern yang mana penyebaran dan pengaksesan informasi sangat mudah untuk didapatkan, maka diharapkan agar pendidikan seks dapat diajarkan kepada anak sejak dini dengan pola dan pengajaran yang diberikan sesuai tingkatan masing-masing dan didasarkan pada ajaran Islam karena dapat membimbingnya pada kehidupan yang terarah. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research kemudian dikaji dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seks merupakan sebuah upaya mengenalkan dan membimbing anak yang tidak hanya terkait dengan seksualitas semata, namun cara menyikapi dan menanggapi seks itu sendiri secara rasional, mulai dari merawat dan menjaga sehingga kehidupan anak dapat terbimbing dengan baik. Pemberian pendidikan seks harus disesuaikan dengan perkembangan usia anak sehingga anak dapat menerimanya dengan baik dan efektif. Adapun strategi yang dapat diberikan pada anak mengenai pendidikan seks, di antaranya mengenalkan aurat dan batasannya, memisahkan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan, mengajarkan anak untuk meminta izin ketika memasuki kamar orang tua serta menjaga kebersihan kelamin.
PERAN GEREJA DALAM MENYIKAPI PERSOALAN EKOLOGI DI TAPANULI RAYA Sinambela, Pison
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.2786

Abstract

This research aims to analyze the ecological crisis in Tapanuli Raya and to examine the role of the church as a moral and spiritual agent in responding to environmental damage. The method used is a qualitative approach through a literature study by examining various theological, scientific, and socially relevant. The results of this research showed that the ecological crisis was caused by the excessive exploitation of natural resources, the anthropocentric paradigm, and the weakness of integrating moral and spiritual values in environmental management. The impact includes ecosystem damage, pollution, biodiversity loss, and social conflicts that are detrimental to indigenous peoples. This crisis also reflects the moral failure of man in maintaining the balance of creation and responsibility to the next generations. This research also found that the church has a strategic role in building ecological moral awareness through the teaching of creation theology and the principle of stewardship. The church functions not only as a spiritual institution but also as a prophetic power that drives mindset changes, life ethics, and concrete actions. The active involvement of the church is very important in realizing ecological justice and the sustainability of life together.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis ekologis di Tapanuli Raya serta mengkaji peran gereja sebagai agen moral dan spiritual dalam merespons kerusakan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber teologis, ilmiah, dan sosial yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekologis disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, paradigma antroposentris, serta lemahnya integrasi nilai moral dan spiritual dalam pengelolaan lingkungan. Dampaknya meliputi kerusakan ekosistem, pencemaran, hilangnya keanekaragaman hayati, serta konflik sosial yang merugikan masyarakat adat. Krisis ini juga mencerminkan kegagalan moral manusia dalam menjaga keseimbangan ciptaan dan tanggung jawab terhadap generasi mendatang. Penelitian ini menemukan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran moral ekologis melalui ajaran teologi penciptaan dan prinsip stewardship. Gereja tidak hanya berfungsi sebagai lembaga spiritual, tetapi juga sebagai kekuatan profetis yang mendorong perubahan pola pikir, etika hidup, dan tindakan nyata. Keterlibatan aktif gereja menjadi penting dalam mewujudkan keadilan ekologis dan keberlanjutan kehidupan bersama.
INTEGRATING OUTCOME-BASED EDUCATION AND DIGITAL LITERACY IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING UNDER THE MERDEKA CURRICULUM: A NARRATIVE REVIEW Nurasman, Muhammad Syaiful; Firmansyah, Buyung; Pohan, Anugerah Agung
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2327

Abstract

This study addresses the growing need to integrate digital literacy within the Outcome-Based Education (OBE) framework in Indonesian language learning under the Merdeka Curriculum. The research aims to synthesize empirical evidence on the implementation of digital literacy, its impact on learning outcomes, and the challenges encountered in practice. A narrative review approach was employed by analyzing 11 empirical studies published between 2022 and 2025. The findings reveal three dominant integration patterns: authentic assessment, project-based learning (PBL), and competency-aligned curriculum tools. These approaches contribute to improved student engagement, higher-quality learning outputs, and the development of critical thinking, collaboration, and communication skills. However, the effectiveness of integration is strongly influenced by teacher digital competence, alignment between learning outcomes and assessment practices, and the availability of digital infrastructure. Key challenges include limited teacher readiness, assessment misalignment, and unequal access to technology. This study concludes that successful integration requires coherent outcome-based instructional design supported by pedagogical capacity and institutional readiness, rather than mere technological adoption. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengintegrasikan literasi digital dalam kerangka Outcome-Based Education (OBE) pada pembelajaran Bahasa Indonesia di bawah Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris mengenai implementasi literasi digital, dampaknya terhadap hasil belajar, serta tantangan yang dihadapi dalam praktik. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menganalisis 11 studi empiris yang dipublikasikan pada tahun 2022 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola integrasi utama, yaitu penilaian autentik, pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL), dan perangkat kurikulum yang selaras dengan kompetensi. Pendekatan ini berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan siswa, kualitas hasil belajar, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi. Namun, efektivitas integrasi sangat dipengaruhi oleh kompetensi digital guru, keselarasan antara capaian pembelajaran dan penilaian, serta ketersediaan infrastruktur digital. Tantangan utama meliputi kesiapan guru yang terbatas, ketidaksesuaian penilaian, dan kesenjangan akses teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi yang efektif memerlukan desain pembelajaran berbasis luaran yang koheren serta didukung oleh kapasitas pedagogis dan kesiapan institusional, bukan sekadar adopsi teknologi.

Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue