cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016" : 37 Documents clear
Prioritas Penanganan Genangan Dengan Metode Analytic Network Process (ANP) Di Kelurahan Kadipiro Bagian Timur Mamok Suprapto; Solichin Solichin; Vikry Aditya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37019

Abstract

Permasalahan sistem drainase yang berdampak pada timbulnya genangan yang merugikan sering terjadi di Kota Surakarta terutama di Kelurahan Kadipiro bagian Timur. Oleh karena itu penanganan daerah genangan perlu dilakukan untuk meminimalkan kerugian yang terjadi. Agar dapat optimal dari segi dana maupun manfaatnya, perlu dilakukan penentuan prioritas penangan daerah genangan. Dalam penelitian ini daerah genangan dipetakan dan dilakukan analisis spasial menggunakan ArcGis. Untuk menentukan daerah prioritas penanganan genangan digunakan metode Analytic Network Process (ANP). Metode ANP merupakan metode penentuan prioritas dengan bentuk model masalah berupa network dan memungkinkan terjadinya feedback hubungan antara kriteria, subkriteria dan alternif. Dari hasil analisis penelitian ini diperoleh daerah prioritas pertama genangan berada di wilayah RW 18 sampai RW 9 Kelurahan Kadipiro.
ANALISIS ROUTING ALIRAN MELALUI RESERVOIR (STUDI KASUS WADUK DIPONEGORO) Adhi Susilo; Siti Qomariyah; Agus Hari Wahyudi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.818 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36982

Abstract

Waduk Diponegoro dibangun di Kali Krengseng/Seketak yang berada dalam wilayah Kampus Universitas Diponegoro dan Lokasinya kurang lebih 250 m sebelah utara Stadion UNDIP. Kali Krengseng/Seketak sampai pada lokasi Waduk Diponegoro memiliki luas daerah tangkapan air (DTA) sekitar 1024 Ha dengan panjang sungai ± 8 km, merupakan salah satu anak sungai Kali Pengkol. Sebagian berdasarkan pada prinsip kekekalan masa dan momentum, untuk mendapatkan jawaban yang baik tentang hubungan antara debit masuk kolam penampungan, perubahan level air di kolam penampungan/waduk, dan debit yang keluar dari waduk. Perhitungan penelusuran banjir di waduk sangat tergantung dari volume waduk per level atau karakteristik kolam penampungan, dimensi pelimpah waduk, operasional air di waduk bagi pemakai air dari waduk tersebut. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana cara mengendalikan banjir yang terjadi pada saat musim penghujan dan pada saat musim kemarau tidak mengalami kekeringan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisa penelusuran banjir aliran sehingga mengetahui efektifitas fungsi bendungan sebagai bangunan pengendali banjir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode ini berupa pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisa mengenai banjir rencana Waduk Diponegoro dengan menggunakan metode Flood Routing, maka dapat menyimpulkan bahwa Waduk Diponegoro efektif sebagai pengendalian banjir dengan kala ulang 100 tahun, berdasarkan hasil penelusuran elevasi puncak bendungan mampu menurunkan debit banjir sebesar 33.799 m³/dt menjadi 20.597 m³/dt.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 1 DAN 2 CM PADA TIAP JARAK 5 CM Bagus Zaki Baridwan; Agus Setiya Budi; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.27 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36998

Abstract

Baja merupakan material tidak dapat diperbaruhi, sehingga meningkatkan harga jual dan menimbulkan kelangkaan. Alternatif lain pengganti baja sebagai tulangan balok dapat menggunakan bambu, yang mana merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat lentur pada balok beton tulangan bambu petung takikan tidak sejajar tipe u dengan lebar takikan 10 mm dan 20 mm pada tiap jarak 50 mm. Pengujian kuat lentur mengacu pada SNI 03 - 4431 - 2011. Nilai analisis kuat lentur hasil pengujian laboratorium adalah 8,7283 N/mm2 untuk takikan 10 mm dan 11,2032 N/mm2 untuk takikan 20 mm.
KORELASI INDEKS KOMPRESI (Cc) DENGAN PARAMETER KADAR AIR ALAMIAH (wn) DAN INDEKS PLASTISITAS (IP) Rostikasari, Astri; Surjandari, Niken Silmi; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.835 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37014

Abstract

Indeks kompresi (Cc) merupakan salah satu parameter yang sangat berpengaruh pada penurunan yang terjadi akibat proses konsolidasi tanah pendukung, terutama pada lapisan tanah lunak. Untuk mendapatkan parameter indeks kompresi (Cc) dilakukan pengujian laboratorium dengan alat uji oedometer. Akan tetapi pengujian ini banyak memakan waktu serta diperlukan adanya pengawasan dan ketelitian, maka sering diinginkan untuk memperoleh nilai indeks kompresi (Cc) dengan menggunakan parameter tanah lainnya yang lebih mudah untuk ditentukan. Terdapat rumus-rumus empiris yang dapat digunakan untuk memudahkan dalam mencari nilai indeks kompresi (Cc) yang telah dibuat oleh para peneliti terdahulu antara lain Naccl et al. (1975) untuk lempung yang dibentuk kembali (remolded clays), Azzouuz (1976) untuk tanah lempung Chicago dan tanah organik, gambut dan Nugrahanto (2014) yang melakukan penelitian untuk mencari persamaan indeks kompresi (Cc) tanah dengan parameter batas cair (LL), angka pori (eo) dan indeks plastitas (IP) untuk tanah yang ada di Pulau Jawa dan Kalimantan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari persamaan indeks kompresi (Cc) dengan parameter kadar air alamiah (wn) dan indeks plastisitas (IP) dengan menggunakan tanah yang ada di beberapa wilayah di Pulau Sumatera dan dibandingkan dengan indeks kompresi (Cc) hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan data dari lapangan yang berupa data sekunder, kemudian dipilih dengan batasan nilai indeks plastisitas >17% dan prosentase butiran halus >50%. Sebanyak 2/3 dari data sekunder dianalaisis dengan metode statistika untuk mendapatkan persamaan regresi linier. Dilanjutkan dengan uji signifikansi (uji t), uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas dan verifikasi dengan Cc penelitian sebelumnya. Hasil dari data yang dianalisis dengan metode statistika menghasilkan persamaan Cc = 0,0055(IP) dan Cc = 0,0049wn, korelasi terbaik didapatkan dari dari persamaan Cc = 0,0049wn dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,9243 atau 92,43%. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa persamaan indeks kompresi, Cc = 0,0055(IP) dan Cc = 0,0049wn menghasilkan nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan indeks kompresi (Cc) hasil penelitian sebelumnya.
SISTEM PEMELIHARAAN ASET BERBASIS ANDROID UNTUK BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS EVALUASI GEDUNG-GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA) Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto; Sri Cipto Purnomo
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.454 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36984

Abstract

Setiap aset tidak pernah terlepas dan membutuhkan pemantauan dan pemeliharaan. Proses pemeliharaan diperlukan supaya seluruh komponen dan elemen aset dapat dioperasikan dan berfungsi sesuai dengan harapan. Jika kondisi suatu aset dipantau dalam keadaan yang kurang baik, maka kegiatan operasi akan mengalami gangguan sehingga memerlukan tindakan perbaikan dan pemeliharaan. Seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi pada saat ini, dimana telah dikembangkan beberapa terobosan baru seperti smartphone berbasis sistem operasi android, jaringan internet yang semakin meluas, serta adanya sistem pelacak berupa GPS maka hal tersebut tentunya akan semakin memudahkan proses pemantauan aset di lapangan. Mengingat betapa pentingnya kegiatan pemantauan ini sudah selayaknya kegiatan ini dikembangkan dengan bantuan teknologi informasi tentang berbagai metode untuk mengetahui tingkat kerusakan aset sebagai dasar dalam pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan. Untuk merealisasikan keinginan tersebut tentunya pihak terkait membutuhkan aplikasi dan system penunjang yang efektif untuk memastikan proses pemantauan secara keseluruhan dapat dikelola dengan baik.. Dari hasil analisa dan pengecekan terhadap sistem di lapangan dapat disimpulkan bahwa dengan mengembangkan aplikasi berbasis android pada smartphone ini dapat diketahui tingkat kerusakan maupun kondisi dari elemen bangunan dengan lebih cepat, efektif dan efisien, dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
PENGARUH HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN TERHADAP STABILITAS LERENG DI DAS KEDUANG WONOGIRI (Studi Kasus : Desa Tambakmerang, Girimarto, Wonogiri) Muhammad Bithriq Yusyfa; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.167 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37000

Abstract

Wonogiri adalah sebuah kabupaten yang berada di sebelah selatan Jawa Tengah dengan karakteristik daerah yang berbukit-bukit. Daerah perbukitan di Wonogiri tersebut memiliki lereng-lereng yang labil sehingga mudah mengalami longsor. Kemungkinan terjadinya longsor akan semakin meningkat saat musim hujan dengan adanya beban air hujan. Melihat dari besarnya pengaruh curah hujan terhadap kelongsoran, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bulan-bulan basah yang dapat menyebabkan peningkatan potensi longsor akibat beban hujan harian maksimum pada satu titik lereng eksisting dan pemodelan lereng lain dengan kemiringan tertentu. Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng dengan pengaruh hujan maksimum pada satu kondisi profil lereng eksisting dan beberapa variasi kemiringan lereng dengan menggunakan metode Fellenius. Data hujan yang digunakan adalah data hujan pada bulan basah, yaitu Januari, Februari, Maret, April, November, dan Desember selama periode sepuluh tahun dari 2004 - 2013. Parameter tanah yang digunakan adalah hasil uji undisturbed sample tanah yang diambil langsung dari Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto,DAS Keduang, Wonogiri dan diuji di Laboratorium Mekanika Tanah UNS. Variasi kemiringan lereng 30°, 45°, 60° dan kemiringan eksisting lereng dengan pengamatan visual 48°. Perhitungan infiltrasi air hujan pada lereng menggunakan metode Green-Ampt. Analisa stabilitas lereng menggunakan metode Fellenius. Analisis stabilitas lereng yang dilakukan pada kondisi sebelum hujan menghasilkan nilai safety factor (SF) berturut-turut untuk sudut 30°, 45°, 48°, dan 60° adalah 2.1823, 1.6638, 1.5934, 1.3649. Sedangkan pada kondisi setelah hujan dengan beban hujan terbesar analisis stabilitas lereng menghasilkan nilai safety factor (SF) berturut-turut untuk sudut 30°, 45°, 48°, dan 60° adalah 2.1628, 1.6480, 1.5749, 1,3534. Kedua kondisi tersebut menghasilkan nilai safety factor (SF) yang lebih besar dari batas minimum SF lereng stabil 1.25, sehingga diketahui bahwa lereng tersebut aman terhadap longsor. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa sudut kemiringan lereng dan beban hujan harian maksimum bulanan sangat mempengaruhi nilai safety factor (SF).
PENGARUH BITUMEN MODIFIKASI ETHYLENE VINYL ACETATE (EVA) PADA ASPHALT CONCRETE DAN THIN SURFACING HOT MIX ASPHALT TERHADAP PENGUJIAN UNCONFINED COMPRESSIVE STRENGTH (UCS) DAN INDIRECT TENSILE STRENGTH (ITS) Ryan Kurniawan; Ary Setyawan; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.119 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37016

Abstract

Salah satu modifikasi pada perkerasan jalan adalah melakukan modifikasi pada bitumen dengan Ethylene Vinyl Acetate (EVA) agar campuran untuk jalan dapat bekerja dengan maksimal dan tahan lama. EVA yang merupakan polimer plastomer memiliki sifat plastis saat didinginkan dan elastis saat dipanaskan.Pada penelitian ini dilakukan pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) dan Unconfined Compressive Strength (UCS) pada campuran Asphalt Concrete (AC) dan Thin Surfacing Hot Mix Asphalt (TSHMA) dengan bitumen yang dimodifikasi dengan EVA yang selanjutnya dibandingkan dengan campuran yang menggunakan aspal penetrasi 60/70. Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan pada nilai ITS dan UCS, baik pada campuran AC maupun TSHMA. Nilai ITS pada campuran AC dan TSHMA dengan modifikasi EVA didapatkan sebesar 809,5342 KPa dan 407,4462 KPa lebih besar dibandingkan pada campuran AC dan TSHMA tanpa modifikasi EVA yaitu sebesar 637,13 KPa dan 407,4462 KPa. Pada pengujian ITS, penambahan EVA meningkatkan nilai ITS pada AC sebesar 27,06 % dan pada TSHMA sebesar 90,70 %. Sedangkan nilai UCS pada campuran AC dan TSHMA dengan modifikasi EVA yaitu sebesar 6028,500 KPa dan 43513,557 KPa lebih besar dibandingkan pada campuran AC dan TSHMA tanpa modifikasi EVA yaitu sebesar 4508,65 KPa dan 876,06 KPa. Pada pengujian UCS, penambahan EVA meningkatkan nilai UCS pada AC menjadi 1,34 kali dan pada TSHMA menjadi 49,67 kali. Dengan adanya peningkatan nilai ITS dan UCS, maka modifikasi EVA pada aspal ini dapat digunakan untuk perkerasan jalan di Indonesia untuk meningkatkan umur layan jalan.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 1 DAN 2 CM PADA TIAP JARAK 5 CM Arieffyanto, Farid; Budi, Agus Setiya; Supardi, Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.071 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36995

Abstract

Beton bertulangan bambu merupakan komponen struktur alternatif pengganti dari beton bertulangan baja. Hal tersebut dikarenakan bambu memiliki kuat tarik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat lentur pada balok beton tulangan bambu petung vertikal takikan tidak sejajar tipe u dengan lebar 1 cm dan 2 cm pada tiap jarak 5 cm. Benda uji yang digunakan adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm dengan total benda uji 12 buah. Enam buah menggunakan tulangan bambu petung dengan lebar takikan 1 cm dan enam buah menggunakan tulangan bambu petung dengan lebar takikan 2 cm. Dimensi bambu petung yang digunakan adalah 1650 x 20 x 5 mm. Mutu beton direncanakan fc' = 17 Mpa (minimal). Pengujian kuat lentur balok dilakukan pada umur 28 hari dengan memberikan dua titik beban terpusat pada 1/3 bentang balok dari tumpuan. Pola keruntuhan pada balok beton tulangan bambu petung terletak antara 1/3 bentang tengah dan 5 % L dari tepi 1/3 bentang tengah. Nilai kuat lentur berdasarkan analisis pada balok beton tulangan bambu petung dengan lebar takikan 1 cm adalah 9,509 N/mm2 dan balok beton tulangan bambu petung dengan lebar takikan 2 cm adalah 8,596 N/mm2.
PREDIKSI PASOK DAN KEBUTUHAN AIR SUNGAI CILIWUNG RUAS HULU BENDUNG KATULAMPA Mamok Suprapto; Agung Prasetyo; Agus P Saido
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.255 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36986

Abstract

Sungai Ciliwung saat ini memasok air bagi wilayah Jabodetabek. Kebutuhan air meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, sedangkan air ciliwung jumlahnya relatif tetap. Oleh sebab itu, perlu adanya kajian keseimbangan air di DAS Ciliwung. Penelitian dilakukan di ruas hulu Bendung Katulampa. Kebutuhan air bersih diperhitungkan sebesar 100 liter/hari/orang. Debit andalan dihitung berdasarkan analisis transformasi hujan menjadi debit menggunakan metode hidrograf satuan sintetik Snyder. Parameter yang digunakan adalah Standard lag sebesar 0,6dan Peaking koefisien sebesar 0,2. Data hujan yang digunakan dari stasiun penakar hujan Gunung Mas, Gadok, dan Katulampa. Debit andalan yang digunakan adalah 90% yang diperoleh dengan metode Weibull. Hasil analsis menunjukkan bahwa debit andalan yang ada di Sungai Ciliwung ruas hulu Bendung Katulampa berkisar antara 0 m3/dt dan 2,9 m3/dt. Prediksi kebutuhan air bersih untuk jumlah penduduk 280.214 orang pada tahun 2013 sebesar 0,19 m3/dt. Peramalan debit untuk 10 tahun yang akan datang dengan metode Neural Network menunjukkan bahwa pada tahun 2023 Sungai Ciliwung akan memiliki debit andalan berkisar antara 0 m3/dt dan 2,88 m3/dt. Debit andalan ini diprediksi masih bisa mencukupi kebutuhan air domestik untuk 357.736 orang sesuai dengan prediksi jumlah penduduk tahun 2023, dengan kebutuhan air bersih sebesar 0,25 m3/dt.
ANALISIS ANGKA KEAMANAN (SF) LERENG SUNGAI CIGEMBOL KARAWANG DENGAN PERKUATAN SHEET PILE Etika Cahyaning Utami; Niken Silmi Surjandari; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.596 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37002

Abstract

Lereng didefinisikan sebagai permukaan tanah yang tidak horizontal. Longsor dapat terjadi pada permukaan tanah yang memiliki perbedaan ketinggian. Diperlukan perkuatan tambahan untuk mengurangi longsor pada lereng. Salah satu perkuatan tambahan adalah sheet pile. Menanamkan sheet pile ke dalam tanah dapat menambah angka keamanan (SF) lereng. Dengan menggunakan bantuan perangkat lunak (software) komputer, analisis angka keamanan (SF) dapat dipermudah. Software yang sering digunakan dalam analisis ini adalah Plaxis 8.2 2D. Lereng yang diperkuat dengan sheet pile memiliki nilai SF yang lebih tinggi daripada lereng yang tidak diberi perkuatan. Nilai SF tertinggi pada perkuatan ini adalah 1,748. Nilai ini dimiliki perkuatan sheet pile yang ditanam di antara Lapisan tanah 1 dan 2.

Page 2 of 4 | Total Record : 37