cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2017): September 2017" : 37 Documents clear
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN KOLOM BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS : HOTEL 10 LANTAI DI SEMARANG) Nugraha, Lanjar Aji; Supardi, Supardi; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.754 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36717

Abstract

Kekuatan suatu bangunan adalah ditinjau dari kemampuannya dalam menerima gaya-gaya dan beban-beban yang bekerja terhadapnya, termasuk salah satunya adalah beban gempa. Indonesia, daerah dengan tingkat resiko kegempaan tinggi mengharuskan sistem struktur yang ada memenuhi kaidah-kaidah bangunan tahan gempa yang diatur di dalam SNI 1726:2012. Kolom sebagai struktur utama bangunan memegang peranan yang sangat penting dalam bangunan tahan gempa. Adanya peraturan yang terus diperbarui mengharuskan evaluasi terhadap kekuatan dan detailing tulangan kolom bangunan yang ada perlu dilakukan sesuai dengan peraturan terbaru yaitu SNI 2847:2013. Evaluasi bangunan dilakukan menggunakan metode analisis statik ekuivalen dengan program ETABS. Berbagai macam kombinasi pembebanan gravitasi dan pembebanan gempa sesuai SNI 1726:2012 didistribusikan ke struktur bangunan. Berdasarkan hasil analisis ETABS kemudian dicari defleksi maksimum masing-masing lantai untuk mendapatkan nilai simpangan antar lantai dan didapatkan gaya dalam untuk masing-masing elemen struktur bangunan. Dari hasil tersebut dipilih kolom yang mewakili untuk dievaluasi kekuatan dan persyaratan detailing tulangannya berdasarkan SNI 2847:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh simpangan antar tingkat untuk gedung hotel 10 lantai di Semarang memenuhi persyaratan (?) < ?a/?. Kolom eksisting memenuhi persyaratan geometri struktur kolom. Hasil perhitungan kolom disajikan dalam bentuk diagram interaksi. Untuk kondisi kolom yang dievaluasi memenuhi persyaratan kekuatan kolom karena masuk area diagram interaksi dan konsep strong column-weak beam terpenuhi dengan ?Mnc ? ?1,2Mnb. Kekuatan geser nominal (Vn) pada kolom untuk semua kondisi memenuhi persyaratan Ve < ? Vn. Persyaratan detailing tulangan memanjang kolom memenuhi syarat 0,01Ag < Ast < 0,06Ag. Persyaratan tulangan transversal yang terpasang pada lo dan di luar lo memenuhi persyaratan detailing sesuai SNI 2847:2013.
STUDI KARAKTERISTIK DASPAL MODIFIKASI DENGAN BAHAN GETAH DAMAR, FLY ASH, DAN MINYAK GORENG DIBANDINGKAN DENGAN ASPAL PENETRASI Rusadi, Indra Putra; Djumari, Djumari; Setyawan, Ary
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.591 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36712

Abstract

Daspal (damar aspal) adalah salah satu jenis bioaspal yang merupakan campuran dengan bahan utamanya merupakan damar sebagai bahan pengikat dan serbuk bata yang dilebur menjadi satu dengan menggunakan minyak goreng kualitas rendah sebagai bahan peleburnya. Salah satu kekurangan utama dari daspal ini adalah rendahnya nilai daktilitas. Untuk meningkatkan nilai daktilitas tersebut, maka digunakan bahan tambah fly ash . Fly Ash berfungsi sebagai pemisah antara zat pengotor dengan daspal, meningkatkan nilai daktilitas dan menambah kemampuan kohesi atau ikatan antar partikel dari material daspal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat properties dan susunan material daspal yang dibandingkan dengan spesifikasi aspal penetrasi. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian langsung di laboratorium. Pada penelitian ini yang menjadi komposisi dasar dari daspal yaitu getah damar (100gr getah damar murni atau bongkahan + 350gr getah damar kemasan), fly ash (150gr) dan minyak kelapa sawit (205gr) yang dicampurkan dengan cara dimasak pada suhu dibawah 200oC. Sedangkan variasi minyak dimulai dari I1 sebesar 190 gr, I2 195 gr, I3 200 gr, I4 205 gr, I5 210 gr, dan I6 215 gr. Hasil dari analisis menunjukan bahwa dari setiap komposisi daspal modifikasi I1 (Getah damar 450gr, Fly ash 150gr, Minyak goreng 190gr) hingga I6 (Getah damar 450gr, Fly ash 150gr, Minyak goreng 215gr) dengan interval kadar minyak goreng 5 gram belum memenuhi syarat spesifikasi aspal keras berdasarkan penetrasi, karena pada pengujian daspal modifikasi ini nilai daktilitas dan berat jenis belum memenuhi dalam setiap spesifikasi nilai aspal penetrasi. Komposisi daspal terbaik pada pengujian ini yaitu pada daspal I4 dengan bahan penyusun getah damar bubuk 350 gr, getah damar bongkahan 100 gr, fly ash 150 gr, dan minyak goreng 205 gr dengan nilai penetrasi 68 dmm, titik lembek 56 ?C, titik nyala dan bakar 250 ?C , daktilitas sebesar 63 cm.
STUDI KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN TOWER 5 KARAWACI TANGERANG SELATAN Astuti, Mega; Handayani, Fajar Sri; Sugiyarto, Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.814 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36728

Abstract

Studi kelayakan terhadap investasi dari suatu pembangunan proyek dibutuhkan untuk menganalisis tingkat kelayakan investasi proyek dengan jumlah nilai investasi yang besar. Studi kelayakan diperlukan untuk mengetahui beberapa kemungkinan yang terjadi terhadap suatu proyek dengan nilai investasi. Studi kelayakan yang dilakukan meliputi analisis segi finansial pembangunan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kelayakan pada proyek Pembangunan Tower 5 Karawaci, Tanggerang Selatan. Penelitian ini dilakukan analisis finansial pembangunan proyek untuk mengetahui tingkat kelayakan pada pembangunan proyek Tower 5 Karawaci, Tanggerang Selatan . Kelayakan segi finansial berdasarkan aliran kas proyek dengan 4 jenis parameter kelayakan investasi yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan analisis sensitivitas.Perubahan parameter untuk analisis sensitivitas yaitu tingkat okupansi, tingkat suku bunga. Hasil analisis kelayakan proyek dari segi finansial menunjukkan hasil tingkat kelayakan dengan Net Present Value (NPV) sebesar Rp114.710.556.925, Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,14, dan Internal Rate of Return (IRR) 17.06 % yang lebih besar dari MARR 11,8% serta Break Even Point (BEP) terjadi pada 6 tahun 3 bulan.
Kinerja Simpang Bersinyal dan Tak Bersinyal (Studi Kasus Simpang Bersinyal Gendengan dan Simpang Tak Bersinyal Jalan Dokter Moewardi - Jalan Kalitan, Surakarta) Agus Sumarsono; Fajar Sidiek Prahartanto; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36739

Abstract

Simpang Kalitan dan simpang Gendengan merupakan dua simpang yang sangat berdekatan dengan jarak antar simpang 86,05 serta memiliki arus yang padat terutama pada jam sibuk. Memperhatikan kondisi geometri jalan, volume arus lalulintas, hambatan samping dan lingkungan simpang yang merupakan daerah komersil, maka dilakukan analisis untuk mengetahui nilai kinerja masing-masing simpang kondisi eksisting. Data yang digunakan adalah data primer yaitu data volume lalu lintas, geometri simpang, waktu siklus dan kondisi lingkungan. Sedangkan data sekunder yaitu data jumlah penduduk Kota Surakarta tahun 2014. Data-data yang didapat digunakan untuk menganalisis kinerja simpang tersebut dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 . Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Simpang Tiga Kalitan dapat diperoleh arus lalu lintas simpang pada jam sibuk pagi = 2735 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) = 0,69 < 0,85, Tundaan Simpang (D) = 10,9 detik/smp. Arus lalu lintas pada jam sibuk sore = 3577 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) = 0.94 > 0,85, Tundaan Simpang (D) = 16,5 detik/smp. Sedangkan hasil analisis terhadap Simpang Gendengan diperoleh arus lalu lintas simpang pada jam sibuk pagi pendekat utara = 516 smp/jam, pendekat selatan = 318 smp/jam, dan pendekat barat = 1026 smp/jam. Derajat kejenuhan pendekat utara (DS) = 0,58 , pendekat selatan = 0,57 , dan pendekat barat = 1,27 . Panjang Antrian pendekat utara (QL) = 109 m , pendekat selatan = 115 m ,dan pendekat barat = 1080 m. Arus lalu lintas simpang pada jam sibuk sore pendekat utara = 486 smp/jam, pendekat selatan = 544 smp/jam, dan pendekat barat = 1012 smp/jam. Derajat kejenuhan pendekat utara (DS) = 0,52 , pendekat selatan = 0,97 , dan pendekat barat = 1,19 . Panjang Antrian pendekat utara (QL) = 100 m , pendekat selatan = 273 m , dan pendekat barat = 886 m
STUDI KARAKTERISTIK MARSHALL PADA LASTON (AC) DENGAN BAHAN PENGIKAT DAMAR ASPAL (DASPAL) KOMBINASI MATERIAL GETAH DAMAR, FLY ASH, OLI BEKAS DAN LATEKS Ary Setyawan; Slamet Jauhari Legowo; Ahsan Musthafa Shidiq
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.946 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36707

Abstract

Pemeriksaan aspal beton campuran daspal dengan alat marshall dimaksudkan untuk menentukan ketahanan (stabilitas) terhadap kelelehan plastis (flow) pada campuran daspal. Damar aspal (Daspal) adalah bahan pengganti aspal yang tanpa menambahkan komposisi aspal didalamnya, karena daspal berasal dari bahan campuran getah damar, fly ash (abu terbang), lateks dan oli bekas, sehingga cukup layak dikatakan daspal merupakan bahan yang bersifat ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai karakteristik aspal beton campuran daspal melalui pengujian Marshall, juga mengevaluasi kelayakan daspal modifikasi ini sebagai bahan alternatif campuran aspal beton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan langkah awal pengujian berat jenis agregat kasar dan halus, pembuatan benda uji dan pengujian Marshall. Benda uji Marshall dibuat sesuai presentase perhitungan perkiraan awal kadar aspal rencana (Pb) dengan interval 0,5% yang menghasilkan persentase 5% ; 5,5% ; 6% ; 6,5% ; 7% dimana masing-masing persentase dibuat 3 benda uji. Evaluasi dari penelitian ini membandingkan hasil penelitian aspal beton campuran daspal dengan batas spesifikasi sifat aspal beton campuran aspal penetrasi dan asbuton. Kesimpulan dari penelitian ini adalah benda uji memenuhi spesifikasi aspal penetrasi dan asbuton kecuali pada nilai rongga dalam campuran (VIM).
PEMANFAATAN REUSED WATER DARI TURBIN UNTUK PENINGKATAN DAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO Farida Ayu Dewayanti; Mamok Suprapto; Agus Hari Wahyudi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.929 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36723

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan energi terus bertambah. Hal ini bertolak belakang dengan ketersediaan energi fosil yang selama ini menjadi bahan bakar utama. Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu alternatif penghasil listrik yang murah dan ramah lingkungan. Pembangkit listrik tenaga air skala kecil dinilai ramah lingkungan karena energi primernya menggunakan aliran air yang dapat diperbaharui. Dengan memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan debit air, potensi air diubah menjadi tenaga listrik dengan menggunakan turbin air dan generator. Penelitian ini menitikberatkan pada peningkatan daya yang dapat dihasilkan oleh PLTMH yaitu dengan cara merekayasa pengulangan jatuh air. Dalam hal ini diperlukan penambahan komponen yang meliputi pompa guna memompa kembali air menuju head awal. Energi yang dihasilkan oleh turbin-turbin dijumlahkan untuk mendapatkan energi total yang kemudian dihitung nilai benefit-nya dan dianalisis kelayakan secara ekonomi teknik. Besar potensi produksi listrik pada skenario 1 yang dihasilkan per tahun dengan menggunakan Q80 sebesar 291.128,5 kWh dengan nilai penjualan Rp 459.566.400,00. Nilai NPV > 0, yaitu sebesar Rp 2.403.924.100,00 BCR > 1 yaitu 4,5 dan IRR > 6,5 % yaitu 62,3 %, maka dapat disimpulkan secara investasi skenario 1 layak dari segi investasi. Besar potensi energi pada skenario 2 dihasilkan sebesar 291.219 kWh dengan nilai penjualan Rp 459.566.400,00. Nilai NPV > 0, yaitu sebesar Rp 2.141.877.500,00 BCR > 1 yaitu 3,4 dan IRR > 6,5 % yaitu 46,14 %, dapat disimpulkan secara ekonomi skenario 2 layak dari segi investasi. Namun didapatkan bahwa skenario 2 dianggap kurang efisien karena justru menurunkan nilai NPV, BCR, IRR pada analisis kelayakan ekonomi.
SOIL CEMENT MIXING COLUMN SEBAGAI PERKUATAN PADA TANAH DASAR LUNAK Umar, Abdulloh; Setiawan, Bambang; Dananjaya, Raden Harya
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.155 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36711

Abstract

Permasalahan subgrade akan muncul jika subgrade merupakan tanah lunak. Perlu dilakukan perkuatan atau perbaikan tanah agar tanah dapat digunakan untuk pembangunan. Salah satu metode yang menarik yaitu metode untuk memperbaiki tanah lunak kohesif dengan cara membuat kolom semen-tanah seperti soil mixing column dengan pencampuran insitu. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perilaku penambahan soil mixing column terhadap lendutan pada tanah dasar (subgrade) lunak, dan membandingkan lendutan antara pengamatan dengan pendekatan menggunakan rumus Hetenyi (1974). Metode penelitian yang digunakan yaitu pemodelan skala laboratorium. Sampel tanah dibedakan menjadi 4 macam Variasi, yaitu: tanah lunak tanpa perkuatan (varasi A), dengan perkuatan soil mixing column (Variasi B), dengan penambahan subbase di atas perkuatan (Variasi C), dan dengan penambahan base course di atas subbase (Variasi D). Pengujian lendutan dilakukan dengan meletakkan pelat besi di atas setiap Variasi kemudian dibebani dengan beban berulang baik pada posisi sentris pelat maupun posisi eksentris pelat. Dial gauge sebanyak 5 buah diletakkan di atas pelat untuk membaca lendutan yang terjadi saat uji pembebanan. Hasil penelitian ini menunjukan perkuatan soil mixing column (Variasi B) mampu mereduksi lendutan yang terjadi sebesar 59,77% (untuk beban sentris) dan 59,85% (untuk beban eksentis) terhadap lendutan pelat diatas tanah tanpa perkuatan (Variasi A). Perbandingan lendutan antara pengamatan dengan metode pendekatan rumus Hetenyi (1974) secara menunjukkan grafik lendutan yang hampir sama dan nilai lendutan lebih besar bila dibandingkan degan pendekatan Hetenyi.
Pengaruh Konsentrasi Klorida Terhadap Laju Penetrasi Ion Klorida Ke Dalam Beton High Volume Fly Ash-Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) Hardianti, Hilda; Kristiawan, Stefanus Adi; Wibowo, Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.747 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36727

Abstract

Bangunan yang berada pada wilayah perairan terutama laut sangat rentan terkena korosi akibat lingkungan air yang asam. Hal tersebut mempengaruhi umur layan struktur bangunan baik dari segi fungsi maupun kemampuannya dalam memenuhi layanan. Berdasarkan latar belakang tersebut,tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju penetrasi ion klorida pada beton HVFA-SCC. Pada penelitian ini didasarkan pada rumus Hukum Ficks kedua dan menggunakan metode eksperimental dengan membuat 5 benda uji dengan ukuran 20 x 20 x 10 cm. Dari 5 benda uji, 4 benda uji digenangi larutan klorida 1%-4% dan 1 benda uji tidak digenangi larutan klorida. Metode yang digunakan dalam pengujian penetrasi ion klorida didasarkan pada standar AASHTO T 259, ASTM 1556 dan Uji X-Ray Fluoresensi (XRF). Hasil dari pengujian tersebut bertujuan untuk mendapatkan parameter yang mempengaruhi penetrasi klorida ke dalam beton pada tahap inisiasi korosi, yaitu koefisien difusi (D), konsentrasi klorida di permukaan beton (Cs) dan pengaruh waktu terhadap umur layan tahap inisiasi. Dengan parameter tersebut dapat digunakan untuk menentukan umur layan dengan batasan nilai klorida kritis (Ccr) dan tebal selimut beton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi klorida lingkungan 2% adalah yang paling kritis menyerang pada beton. Jika beton terus berada pada lingkungan asam, akan semakin tinggi kandungan klorida dalam beton. Umur layan beton pada klorida lingkungan 1%-4% terhadap ketebalan selimut beton 5 cm diprediksi sampai umur 37 tahun. Prediksi ketebalan selimut beton pada klorida lingkungan 1%-4% terhadap umur layan 50 tahun sebesar 6 cm.
PENGHITUNGAN OPTIMASI BAJA TULANGAN PADA PEKERJAAN SHEAR WALL DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL DAN AUTOCAD (Studi Kasus Pembangunan Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya) Khalifah, Suciati Nur; Hartono, Widi; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.088 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36746

Abstract

Pada pelaksanaan suatu proyek konstruksi tidak dapat dihindari munculnya sisa material. Sisa material yang paling banyak dijumpai yakni sisa-sisa potongan baja tulangan, maka perlu dilakukan penghitungan yang teliti dan tepat dalam menentukan jumlah kebutuhan material tulangan yang akan digunakan dalam proyek. Salah satu cara untuk meminimalisir munculnya sisa material baja tulangan adalah dengan membuat suatu penghitungan bar bending schedule. Untuk mempermudah dalam proses penghitungan dapat dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel dan AutoCAD. Microsoft Excel digunakan untuk melakukan penghitungan kebutuhan tulangan karena di dalamnya terdapat program tambahan berupa Add-In Solver yang dapat digunakan untuk menganalisis data sehingga diperoleh hasil yang optimal. Metode yang digunakan dalam proses penghitungan kebutuhan tulangan struktur shear wall adalah linear programming dengan meminimumkan sisa potongan baja tulangan, sedangkan AutoCAD digunakan untuk menampilkan gambar hasil penghitungan. Dari hasil optimasi yang dilakukan menunjukkan waste baja tulangan yang minimum serta terjadi penghematan kebutuhan tulangan shear wall untuk masing-masing tipe yakni sebesar 38,66% pada shear wall tipe 2, 26,67% pada shear wall tipe 3, dan 51,89% pada shear wall tipe 9 dan 10. Hal ini dapat diartikan bahwa penggunaan program bantu pengerjaan bar bending schedule dinilai cukup efektif jika dibandingkan dengan penghitungan manual di lapangan.
KAJIAN PEMULIHAN PENETRASI BETON RINGAN DAN BETON RINGAN BERSERAT ALUMINIUM MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR PECAHAN GENTENG PASCA BAKAR DENGAN VARIASI WAKTU RENDAMAN AIR Mediyanto, Antonius; Widhiyono, Eko Prasetyo; Prayitno, Slamet
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.395 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36706

Abstract

Beton merupakan bahan struktur yang sering digunakan di sebuah konstruksi. Kebakaran yang sering terjadi mengakibatkan kerusakan pada beton. Penelitian ini membahas seberapa besar nilai penetrasi beton ringan dan beton ringan berserat aluminium pada kondisi pasca bakar dan setelah mendapat perawatan ulang (water curing) untuk mengetahui waktu curing optimal yang ditinjau dari nilai penetrasinya. Penelitan ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan benda uji berupa silinder beton sebanyak 30 buah. Benda uji dicetak di dalam pipa PVC dengan ukuran diameter 8,5 cm dan tinggi 15 cm. Benda uji tersebut diuji pada dua kondisi berbeda yaitu tanpa pembakaran dan dengan pembakaran pada suhu 5000C. Variasi yang diberikan pada benda uji adalah variasi campuran yaitu beton ringan dan beton ringan berserat aluminium dan variasi perawatan setelah pembakaran yaitu tanpa perawatan, perawatan selama 28 hari, 42 hari, dan 56 hari. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa beton yang dibakar pada suhu 500°C dapat bertambah nilai penetrasinya dengan menambahkan serat aluminium dan curing. Nilai penetrasi beton ringan dengan variasi tanpa pembakaran, variasi pembakaran 500°C, variasi pembakaran 500°C + curing 28 hari, variasi pembakaran 500°C + curing 42 hari, dan variasi pembakaran 500°C + curing 56 hari adalah sebesar 2,83 cm; 3,83 cm; 3,33 cm; 3,17 cm; 2,83 cm. Pada beton ringan berserat aluminium dengan variasi yang sama yang diberikan pada beton ringan didapatkan nilai penetrasinya sebesar 2,67 cm; 4,00 cm; 3,50 cm; 3,33 cm; 3,00 cm. Pemulihan optimal beton terjadi pada perawatan selama 56 hari. Pada beton ringan terjadi pemulihan sebesar 66,67% dan pada beton ringan berserat aluminium terjadi pemulihan sebesar 75,19%.

Page 2 of 4 | Total Record : 37