cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
STUDI KELAYAKAN INVESTASI THE HIMANA CONDOTEL & RESIDENCE Sugiyarto Sugiyarto; Rheo Ramadhan; Fajar Sri Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.557 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36889

Abstract

Sebelum membangun sebuah condotel dilakukan studi kelayakan investasi. Perhitungan ini sangat penting mengingat modal yang dikeluarkan cukup besar untuk membangun sebuah condotel agar jangan sampai nantinya condotel tersebut bangkrut setelah beroperasi sekian tahun. Analisis kelayakan investasi dilakukan dengan metode Net Present Value (NPV), Revenue Cost Ratio (RCR), Internal Rate of Return (IRR), Perhitungan Analisis titik impas (Break Event Point), Return On Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak, dan Tingkat Pengembalian Modal Sendiri (Return on Equity). The Himana Condotel & Residence memiliki 7 lantai yang terdiri dari 2 lantai basemant dan 5 lantai di atas permukaan tanah dan memiliki kamar sejumlah 190 kamar dengan luas total yang disewakan 6776,6 m2. Sedangkan untuk bunga kredit yang berlaku adalah sebesar 14% per tahun berdasarkan informasi data dari Bank Mega pada tahun 2012 dengan jangka waktu pengembalian 15 tahun. Studi ini memberikan hasil bahwa biaya investasi total adalah senilai Rp 311.364.523.668,00. Penilaian kelayakan usulan proyek dilakukan dengan delapan cara teknik analisis yaitu NPV dihasilkan NPV positif sesuai yang diinginkan, RCR diperoleh 1,39 lebih besar dari 1, IRR diperoleh 17,84 % lebih besar dari suku bunga komersil 14 %, BEP diperoleh 11 tahun 7 bulan 17 hari yaitu lebih cepat dari syarat umur ekonomis 40 tahun, BEP Okupansi diperoleh 31,66 %, ROI sebelum pajak diperoleh 1,0095 lebih besar dari 1, ROI setelah pajak diperoleh 2,1576 lebih besar dari 1, RE diperoleh 1,0233 lebih besar dari 1 sehingga dapat dikatakan proyek pembangunan condotel tersebut layak untuk dikerjakan dengan harga sewa minimum kamar Rp 89.000,00/m² dan tingkat okupansi sebesar 31,66 % dari total seluruh kamar.
STUDI EVALUASI HARGA AIR PADA BENDUNGAN WONOGIRI UNTUK PLTA AKIBAT PENGERUKAN SEDIMEN Ariet Setiawan; Sugiyarto Sugiyarto; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.114 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37207

Abstract

Bendungan Wonogiri terletak di Kecamatan Wuryorejo, Kabupaten Wonogiri terletak ±10 km disebelah selatan Kota Wonogiri. Akibat banyaknya sedimen yang menumpuk dari hulu DAS Keduang merupakan masalah yang terjadi pada Bendungan Wonogiri Hal ini mengakibatkan tampungan air pada bendungan berkurang. Sehingga mengurangi kinerja pasokan pembangkit listrik tenaga air untuk PT. Indonesia Power. Studi ini dilakukan untuk mengetahui harga jual air minimal untuk pembangkit listrik yang harus dibayar oleh PT. Indonesia Power untuk biaya operasional dan pemeliharaan serta biaya pengerukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ini adalah deskriptif evaluatif, penelitian yang menggambarkan kondisi proyek tertentu dengan analisis data-data yang ada. Studi evaluasi ini mengkaji kelayakan Analisa ekonomi Bendungan Wonogiri ditinjau terhadap Nilai Rasio Biaya Manfaat (B/C), Selisih Biaya Manfaat (B-C) atau NPV, Tingkat Pengembalian Internal (IRR) serta Analisa Sensivitas. Dari hasil Hasil Analisa sensitivitas sesudah pengerukan dapat diperoleh dan B/C sesudah pengerukan sebesar 1,48, NPV sesudah pengerukan pengerukan untuk harga air pada suku bunga 11% yaitu 1,065.,884.078.824, IRR sesudah pengerukan diperoleh hasil 18,055 %, Titik Impas atau BEP tercapai setelah 34 tahun 5 bulan, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pemakaian harga jual minimal air PLTA sebesar Rp. 154,9 per kWh layak dari sisi ekonomi
PENGARUH PENAMBAHAN KOLOM TANAH SEMEN TERHADAP PERPINDAHAN VERTIKAL TANAH DASAR EKSPANSIF SAAT KONDISI MENGEMBANG. Sigiet Arief Wijanarko; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.235 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36593

Abstract

Tanah ekspansif merupakan tanah yang akan mengalami kembang susut bila terjadi perubahan kadar air. Tanah akan mengembang pada musim penghujan dan menyusut saat kering pada musim kemarau. Volume tanah yang mengembang saat kondisi basah dan menyusut dalam kondisi kering akan mengakibatkan bangunan cepat rusak, baik oleh pergeseran, pendorongan maupun penaikan konstruksi bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kolom tanah semen terhadap perpindahan vertikal tanah dasar ekspansif saat kondisi mengembang, sehingga dapat mengetahui besarnya reduksi yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan yaitu model fisik skala kecil di laboratorium. Sampel tanah dibedakan menjadi 2 macam variasi yaitu: tanah ekspansif tanpa perkuatan dan dengan perkuatan kolom tanah semen. Pengujian dilakukan dengan mengaliri sampel dengan air selama 28 hari pembasahan setiap pagi dan sore hari. Dial gauge sebanyak 5 buah diletakkan di atas pelat untuk membaca besarnya perpindahan vertikal yang terjadi saat uji pengembangan. Proving ring juga diletakkan diatas plat untuk mengetahui besarnya gaya pengembangan yang menyebabkan plat terdorong keatas. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan perkuatan kolom tanah semen, mampu mereduksi perpindahan vertikal yang terjadi sebesar 30,44 % hingga 75,47 % serta mampu mereduksi gaya pengembangan sebesar 20,00 % hingga 84,01 %.
KUAT LENTUR BALOK TULANGAN BAMBU PETUNG TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 1 DAN 2 CM PADA TIAP JARAK 15 CM Pasa, Alsenda Kemal; Budi, Agus Setiya; Purwanto, Edy
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.879 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37106

Abstract

Bambu merupakan salah satu material yang memiliki kuat tarik yang tinggi, hampir sebanding dengan baja. Tujuan ini penelitian ini adalah mengetahui kuat lentur balok tulangan bambu petung dengan menggunakan kakikan tidak sejajar tipe U lebar 1 dan 2 cm pada tiap jarak 15 cm. Penggunaan takikan bertujuan untuk memperkuat ikatan antara bambu dengan beton. Proses pengawetan dilakukan pada bambu dengan menggunakan boraks dan asam boriks. Pengujian material dilakukan untuk mengetahui spesifikasi material. Mutu beton disyaratakan minimal 17,5 MPa dengan slump 6-18 cm, perancangan menggunakan SNI 03 - 2834 - 2000. Dimensi balok adalah 1700 mm x 110 mm x 150 mm. Panjang tulangan bambu adalah 1650 mm dengan luas penampang efektif 100 mm2 untuk dua tulangan bambu. Hasil pengujian kuat lentur sebesar 6,32 MPa untuk tipe tulangan takikan 1 cm dan 9,48 MPa untuk tipe tulangan takikan 2 cm.
PENGARUH PERKUATAN SHEAR KEY TERHADAP ANGKA KEAMANAN DAN PENURUNAN MAKSIMUM PADA TIMBUNAN DI ATAS TANAH LUNAK M. Indra Aji Kurniawan; Bambang Setiawan; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.989 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41523

Abstract

Timbunan yang terletak di atas tanah lunak dapat menimbulkan permasalahan yaitu nilai penurunan yang terjadi sangat besar sehingga berdampak pada rendahnya nilai angka keamanan timbunan. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan perkuatan shear key. Penelitian ini membagi kedalam 2 tipe pemasangan, yaitu arah luar dan dalam timbunan dengan kemiringan lereng timbunan 1:2.  Variasi model yang digunakan dengan dimensi kedalaman (H) 2m, 3m, 4m, 5m dan lebar bawah (L) 1m, 2m dan 3m. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan shear key yang ditinjau dari angka keamanan dan penurunan maksimum dengan bantuan metode elemen hinga (MEH). Hasil pemograman didapatkan bahwa nilai angka keamanan maksimum yang terjadi pada arah luar sebesar 1,419  dimana mengalami kenaikkan 11,88% sedangkan penurunan maksimum yang terjadi mencapai 0,353 m. Angka keamanan maksimum pada pemasangan arah dalam sebesar 1,313 dengan prosentase kenaikkan 3,54%, dimana penurunan maksimum yang terjadi sebesar 0,409 m. Pemasangan arah luar timbunan menjadi pemasangan perkuatan paling efektif dengan dimensi optimum terdapat pada variasi (H) 4m dan (L) 3m. Perkuatan shear key dapat menjadi salah satu alternatif cara untuk meningkatkan stabilitas timbunan di atas tanah lunak.
IDENTIFIKASI TIMBULAN DAN EMISI GAS RUMAH KACA SAMPAH PASAR DI KOTA SURABAYA INDAWATI, LINA
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.265 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i4.48966

Abstract

Sampah Pasar mnejadi masalah yang serius di kota Surabaya karena salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca. Dan merupakan sampah terbesar kedua setelah sampah pemukiman. Pengelolaan sampah melalui paradigma baru dapat dilakukan melalui reduksi sampah, pembatasan timbulan sampah serta pemanfaatan kembali sampah sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang terlepas ke udara. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi emisi yang ditimbulkan dari sampah pasar. Pelepasan emisi gas rumah kaca dapat diidentifikasi melalui pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Pendekatan dengan LCA dilakukan dengan pendekatan 3 skenario yaitu scenario 1 sampah langsung dikirim ke TPA, scenario 2 hanya sampah sayuran, makanan, plastic, kertas dan logam di daur ulang, scenario 3 hanya sampah sayuran dan makanan yang didaur ulang. Emisi terbesar gas CH4 dan CO2 dihasilkan oleh scenario 1 sebesar 4,9 Gg/tahun, dan 237205,5 MTCO2E/tahun. Adanya daur ulang sampah kertas, plastik, logam, kaca, sayuran dan makanan akan mengurangi emisi CH4 yang signifikan dari 4,9 Gg/tahun menjadi 1,5 Gg/tahun dan mengurangi emisi CO2 dari 237205,5 MTCO2E/tahun menjadi -48167,5 MTCO2E/tahun. Daur ulang sampah sayuran dan makanan pada scenario 3 mampu mengurangi emisi CH4 yang cukup besar sehingga emisi CH4 menjadi 2,3 Gg/tahun dan emisi CO2 menjadi -245 MTCO2E/tahun.
ANALISIS STABILITAS LERENG AKIBAT BEBAN HUJAN HARIAN MAKSIMUM BULANAN DAN BEBAN LALU LINTAS (Studi Kasus : Desa Tambakmerang, Girimarto, Wonogiri) Prabawa, Desta; Surjandari, Niken Silmi; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.135 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36994

Abstract

Wonogiri merupakan daerah di Indonesia yang kondisi geografisnya terdiri atas banyak bukit dan lereng. Infrastruktur diatas lereng dan musim penghujan menyebabkan beban semakin berat sehingga meningkatkan potensi terjadi bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hujan harian maksimum bulanan dan beban lalu lintas terhadap stabilitas lereng di Desa Tambakmerang, Girimarto, Wonogiri. Data hujan yang dihitung sebagai beban lereng diamati pada bulan basah selama periode sepuluh tahun dari 2004 - 2013. Data beban lalu lintas didasarkan pada kriteria jalan. Variasi kemiringan lereng 30°, 45°, 60° dan kemiringan eksisting lereng dengan pengamatan visual 48°. Perhitungan infiltrasi air hujan yang masuk ke dalam tanah menggunakan metode Green-Ampt. Analisa stabilitas lereng menggunakan metode Morgenstern-Price dengan bantuan program Slope/W. Hasil analisa stabilitas lereng dengan kondisi sebelum hujan pada sudut 30°, 45°, 48°, dan 60° menghasilkan angka keamanan (SF) berturut-turut yaitu 2.241, 1.67, 1.59, dan 1.351. Pada kondisi setelah hujan dengan pembebanan paling besar menunjukan angka keamanan (SF) pada sudut 30° adalah 2.215, pada sudut 45° adalah 1.646, pada sudut 48° adalah 1.563, dan pada sudut 60°adalah 1.317. Hubungan angka keamanan dengan tahun analisis menunjukan bahwa bulan yang paling kritis nilai SF terjadi pada bulan Desember 2007, sedangkan rerata bulan selama kurun waktu 10 tahun bulan paling kritis terjadi di bulan Februari. Kedua kondisi tersebut menunjukan angka keamanan (SF) diatas SF kritis sebesar 1.07 sehingga lereng masih aman terhadap bahaya tanah longsor. Hasil analisa menunjukan bahwa hujan, beban diatas lereng, dan kemiringan lereng berpengaruh terhadap penurunan angka keamanan (SF).
PEMODELAN PEMILIHAN MODA ANTARA MONOREL TERHADAP BUSWAY DENGAN METODE STATED PREFERENCE Tommy Bahtiar Saputra; Amirotul MHM; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.339 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37520

Abstract

The monorail is part of the main strategy macro transportation pattern in the Jakarta, one of the routes that will be developedis cawang -east bekasi. This study aims to find the modal choice behavior modeling monorail on busway mode usingstated preference methods. In the study, the influence of the attributes used in the form of fare determination, reduction oftravel time, and waiting time. The data used in this study is the secondary data obtained from pollsters a passenger responseto the stated preference method is by providing eight different scenarios.Modelling is done by using a binomial logit models. The selection of model is obtained as follows:Umr -bwy = -5,6356 - 0,0007339(Fmrl - Fbwy) + 0,4316(TRedctnmrl -TRedctnbwy)with F is a variable fare , TRedctn is the variable reduction of travel time. Based on the obtained model, variable reductionof travel time becomes the biggest aspect in the selection mode .
ANALISIS KEBUTUHAN ARMADA DAN JADWAL OPERASIONAL BIS KAMPUS DALAM RANGKA MENDUKUNG PROGRAM GREEN CAMPUS UNS Ryan Apriyudha; Dewi Handayani; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.939 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37336

Abstract

Program green campus UNS dimulai 2013 dengan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor pribadi di lingkungan kampus UNS mulai dari mahasiswa sebagai bagian terbesar dari civitas academica di UNS. Untuk menjamin kelancaran aktifitas mahasiswa di dalam kampus, perlu moda transportasi alternatif, salah satunya adalah penyediaan bis kampus. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan jumlah kebutuhan armada dan jadwal operasional bis kampus. Metode perhitungan jumlah kebutuhan armada menggunakan nilai headway yang terjadi karena kebutuhan pergerakan saat ini. Pendekatan pemilihan moda dilakukan dengan deskriptif kuantitatif dari 328 responden mahasiswa dengan pilihan moda transportasi berjalan kaki, menggunakan sepeda angin atau naik bis kampus. Hasil penelitian menyatakan waktu pelayanan bis kampus mulai pukul 06.30 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB setiap hari kerja Senin sampai dengan Jumat. Terbagi atas rute barat dan rute timur. Rute barat sepanjang 1,578 km, membutuhkan jumlah armada maksimal sebanyak 15 unit, waktu sirkulasi yang dibutuhkan 24,37 menit dengan headway pada hari kerja selain hari Jumat berkisar antara 1,8 menit sampai dengan 3,23 menit dan headway pada hari Jumat berkisar antara 1,8 menit sampai dengan 5,17 menit. Rute timur sepanjang 0,995 km, membutuhkan jumlah armada maksimal sebanyak 15 unit, waktu sirkulasi yang dibutuhkan 18,27 menit dengan headway pada hari kerja selain hari Jumat berkisar antara 1,8 menit sampai dengan 3,11 menit dan headway pada hari Jumat berkisar antara 1,75 menit sampai dengan 5,00 menit.
Analisis Optimum Bitumen Content dan Suhu Pemadatan Pada Campuran Split Mastic Asphalt (SMA) dengan Limbah Plastik High Denstity Poly Ethylene (HDPE) Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Arofa, M Fauzan; Sarwono, Djoko; Djumari, Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.621 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36604

Abstract

Permasalahan dalam kontruksi perkerasan jalan salah satunya adalah bahan baku yang tidak dapat diperbaharui yaitu aggregat. Dilain pihak Indonesia mempunyai permasalahan lain yaitu melimpahnya limbah yang sulit terurai kembali seperti plastik. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa plastik yang digunakan sebagai pengganti sebagian aggregat dapat meningkatkan nilai stabilitas pada campuran aspal beton lapis aus (Gunadi,2013). Dalam penelitian kali ini, plastik tutup botol bekas HDPE digunakan sebagai pengganti sebagian aggregat pada campuran SMA. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi apakah limbah plastik sebagai aggregat memberikan pengaruh terhadap karakteristik Marshall serta mendapatkan suhu terendah pemadatan yang dapat diterapkan pada campuran SMA. Metode pembuatan benda uji yang digunakan adalah Central Composite Design (CCD) dengan tahap pertama menggunakan variasi kadar aspal dan variasi kadar plastik yang tersebar dalam 9 kombinasi. Pada tahap kedua menggunakan variasi suhu pemadatan sebesar tersebar dalam 5 variasi suhu. Hasil pengujian dianalisis menggunakan software minitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stabilitas terbesar pada kombinasi aspal 6,5% dan plastik 40% yaitu sebesar 2597.76 kg. Nilai flow terbesar 10.9 mm pada kombinasi aspal 7% plastik 30%. Sedangkan nilai marshall quotient (MQ) terbesar 314.183 pada kombinasi aspal 6.5% plastik 40%. Hasil ini menunjukkan bahwa plastik HDPE terbukti dapat meningkatkan karakteristik marshall dengan hasil terendah pun telah memiliki nilai stabilitas, flow dan MQ yang jauh diatas rata-rata. Kadar aspal optimum pada penelitian ini sebesar 6.95% dan kadar plastik optimum sebesar 33.5721% yang didapatkan dengan menggunakan program minitab. Pada penelitian ini juga dengan adanya variasi suhu pemadatan memiliki stabilitas terkecil yaitu pada suhu 100?C sebesar 1117.3kg dan terbesar pada suhu 140?C sebesar 2077.71kg. Hal ini menunjukkan bahwa suhu dibawah standar suhu pemadatan dapat diterapkan untuk mempermudah pengendalian suhu di lapangan karena telah memiliki nilai stabilitas yang tinggi jauh melebihi syarat stabilitas campuran split mastic asphalt (SMA).