cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
KARAKTERISTIK EKSTRAK ASBUTON EMULSI MENGGUNAKAN PEREMAJA SOLAR YANG DIMODIFIKASI DENGAN ASPAL PENETRASI 60/70 (SEMARBUT ASPAL TIPE 4) Sarwono, Djoko; Suryoto, Suryoto; Rahmawati, Dian Putri
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.8 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36607

Abstract

Penelitian ekstraksi asbuton dengan metode emulsi menggunakan peremaja minyak yang sudah dilakukan masih ditemukan beberapa kendala, yaitu waktu pencampuran asbuton dan peremaja kerosin lama menyebabkan kandungan mineral banyak dan aspal yang dihasilkan dengan menggunakan peremaja premium getas. Untuk memperbaiki karakteristik ekstrak asbuton maka ditambahkan aspal penetrasi 60/70 dan mengganti peremaja. Penelitian ini peremaja yang digunakan adalah solar, karena memiliki nilai viskositas yang tinggi dan merupakan minyak berat, sehingga aspal yang dihasilkan tidak getas. Selanjutnya ekatrak asbuton dimodifikasi dengan aspal penetrasi 60/70 menjadi Semarbut Aspal Tipe 4. Tinjauan yang digunakan adalah waktu mixing asbuton dan solar untuk memperoleh kadar kelarutan ekstrak asbuton optimum dan variasi komposisi dari Semarbut Aspal Tipe 4 untuk memperoleh komposisi optimum semarbut. Hasil pengujian kadar kelarutan ekstrak asbuton diperoleh waktu mixing asbuton dan solar 2 menit 50 detik menghasilkan kadar kelarutan optimum sebesar 86,62%. Nilai daktilitas ekstrak asbuton yang dihasilkan terlalu kecil, sehingga untuk memperbaikinya ditambahkan aspal penetrasi 60/70 menjadi Semarbut Aspal Tipe 4. Hasil pengujian karakteristik Semarbut Aspal Tipe 4 diperoleh komposisi optimum yaitu kadar ekstrak asbuton sebesar 40% dan kadar aspal penetrasi 60/70 sebesar 60%, dengan hasil uji karakteristik yaitu nilai penetrasi 45,7 dmm; titik lembek 55,5 oC; titik nyala 242 oC; titik bakar 279 oC; daktilitas 54,75 cm; berat jenis 1,2304 gr/cc dan kelekatan 100%.
Kajian Kelayakan Investasi Pada Ruko Mirai Trade Center Di Kabupaten Boyolali Gigih Widiyanto; Sugiyarto Sugiyarto; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1989.167 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i3.47117

Abstract

Bisnis investasi sudah mulai menyebar di beberapa kota di Indonesia, yang paling marak adalah bisnis investasi properti. Bisnis propert semakin hari semakin dillirik kalangan masyarakat. Yang disebabkan karena bisnis tersebut selalu meningkat tiap tahunnya. Investasi pembangunan ruko yang terintegrasi merupakan salah satu pilihan yang bijak sebagai salah satu solusi akan kebutuhan masyarakat di era modern ini. Pembangunan ruko dalam prosesnya harus dapat memenuhi sebuah studi kelayakan investasi baik secara finansial maupun dapat sesuai peraturan yang berlaku. Tujuan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu mengkaji analisis kelayakan investasi  pada proyek pembangunan ruko Mirai Trade Center ditinjau dari aspek finansial yang terdriri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR) yang selanjutnya dilakukan pengujian pada tingkat sensitivitasnya yang diharapkan dapat diketahui bagaimana dampak parameter investasi yang sebelumnya sudah ditetapkan boleh berubah dikarenakan adanya factor situasi dan kondisi tertentu selama umur investasi.
STUDI PERBANDINGAN ESTIMASI KESALAHAN PADA LINEAR MODEL DAN INSTANTANEOUS MODEL DALAM MENGESTIMASI WAKTU PERJALANAN BERBASIS KECEPATAN SESAAT (LOKASI STUDI : RING ROAD UTARA SURAKARTA) Ikhsan Dwi Kurniawan; Amirotul M.H Mahmudah; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.775 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37061

Abstract

Waktu perjalanan merupakan waktu yang dibutuhkan kendaraan untuk melewati suatu ruas jalan dengan jarak tertentu dan pada kecepatan tertentu. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengestimasi waktu perjalanan pada suatu ruas jalan. Metode tersebut memiliki estimasi kesalahan yang berbeda-beda. Estimasi kesalahan merupakan selisih antara waktu perjalanan aktual dengan waktu perjalanan hasil dari estimasi. Jika hasil estimasi kesalahannya besar maka waktu perjalanan hasil dari estimasi tidak akurat. Sedangkan jika estimasi kesalahannya rendah maka waktu perjalanan hasil dari estimasi mendekati akurat. Metode estimasi waktu perjalanan yang memiliki estimasi kesalahan yang rendah nantinya dapat digunakan untuk menginformasikan kepada pengguna jalan mengenai waktu perjalanan pada suatu ruas jalan. Mempertimbangkan pentingnya mengetahui estimasi kesalahan dari metode estimasi waktu perjalanan, maka dibutuhkan studi tentang perbandingan estimasi kesalahan untuk beberapa metode estimasi waktu perjalanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan estimasi kesalahan metode estimasi waktu perjalanan antara linear model dan instantaneous model berdasarkan data kecepatan sesaat menggunakan Time Mean Speed (TMS). Lokasi penelitian berada di Ring Road Utara Surakarta dengan kondisi lalu lintas mixed traffic. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah arus kendaraan, kecepatan sesaat dan waktu perjalanan aktual. Data kecepatan sesaat dalam penelitian ini diperoleh dari cara manual dan alat speed gun. Sedangkan untuk waktu perjalanan aktual diperoleh dari survei plat nomer kendaraan. Untuk mengetahui estimasi kesalahan dari linear model dan instantaneous model digunakan uji indikator statistik, yaitu Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Mean Absolute Relative Error (MARE). Dari hasil analisis didapatkan bahwa untuk data kecepatan sesaat yang menggunakan cara manual dan alat speed gun, linear model memiliki estimasi kesalahan yang lebih rendah dari instantaneous model. Walaupun demikian, perbedaannya tidak signifikan.
PERBANDINGAN KONSUMSI ENERGI DAN EMISI GAS RUMAH KACA (CO2) PADA KONSTRUKSI PERKERASAN LENTUR Yusuf Zulianto; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37604

Abstract

Pemanasan Global (Global Warming) dan Krisis Iklim (Climate Crisis) adalah dua isu global yang semakin sering didengungkan oleh berbagai pihak belakangan ini. Penyebab utama dari pemanasan global adalah konsumsi energi dan efek gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan serta pembangkit tenaga listrik. Salah satunya adalah konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca untuk industri konstruksi, yang juga mendapatkan perhatian lebih di tahun - tahun terakhir ini. Di Indonesia penelitian - penelitian yang berhubungan dengan konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca masih sangat minim, khususnya dalam bidang konstruksi perkerasan jalan raya. Sehingga perlu diadakan penelitian mengenai konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) yang dihasilkan dalam suatu proses konstruksi perkerasan jalan raya. Penelitian ini menggunakan dua metode untuk mengestimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2), yaitu metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction dan metode konversi bahan bakar. Hasil estimasi dari dua metode tersebut kemudian akan dibandingakan secara matematis, yaitu dengan mencari selisih dan perbandingannya. Tahap yang diamati pada penelitian ini hanya pada tahap produksi campuran material, tahap transportasi, dan tahap konstruksi. Hasil estimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) dengan metode konversi bahan bakar lebih besar dibandingkan dengan hasil estimasi dengan metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction. Hasil estimasi konsumsi energi dengan metode konversi bahan bakar yaitu sebesar 3.750.151.614 MJ atau sama dengan 423,38 MJ/ton, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 278.213.526,2 kgCO2 atau sama dengan 31,44 kgCO2/ton. Sedangkan hasil estimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) dengan metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction yaitu sebesar 3.339.202.571 MJ atau sama dengan 377 MJ/ton, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 254.204.545,9kgCO2 atau sama dengan 28,7 kgCO2/ton.
EFEK SUSUT DAN RANGKAK TERHADAP REDISTRIBUSI TEGANGAN DAN LENDUTAN PADA ELEMEN BALOK PRATEGANG (STUDI KASUS HOTEL ALILA, SURAKARTA) Satya Adie Pratama; Stefanus Adi Kristiawan; Edy Purwanto Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.441 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37303

Abstract

Dalam perkembangan dunia kontruksi, banyak pembangunan yang di peruntukkan untuk bangunan dengan bentang yang sangat panjang seperti gedung pertemuan, gedung olahraga maupun gedung lain yang tidak memperbolehkan banyak kolom di sepanjang balok. Masalah utama pada perencanaan bangunan dengan bentang yang panjang adalah resiko keretakan pada struktur balok yang terjadi akibat rendahnya kemampuan beton untuk menerima gaya tarik. Untuk mengurangi atau mencegah berkembangnya retak tersebut, diberikan gaya ke arah longitudinal elemen struktural. Gaya yang dikenal dengan gaya prategang ini bertujuan untuk mencegah berkembangnya retak dengan cara mengeliminasi atau mengurangi tegangan tarik dibagian tumpuan dan daerah kritis pada kondisi beban kerja. Namun tiap perencanaan beton prategang juga harus memperhitungkan efek jangka panjangnya. Salah satu tahapan perhitungan yang penting untuk perhitungan beton prategang adalah perhitungan besarnya kehilangan prategang akibat adanya susut dan rangkak pada beton, di mana akan berakibat pada perubahan tegangan dan lendutan pada baja pretagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih jauh tentang bagaimana pengaruh jangka panjang dari rangkak dan susut pada perencanaan balok prategang.Metode yang digunakan saat memprediksi besarnya nilai susut dan rangkak adalah metode ACI 209R, CEB-FIP 1990, dan AS 3600-2001.Nilai susut dan rangkak tersebut digunakan untuk memprediksi besarnya perubahan tegangan yang terjadi di mana pengaruh perubahan tegangan tersebut digunakan juga untuk memprediksi besarnya perubahan lendutan pada daerah kritis pada kondisi beban kerja. Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai ultimate untuk susut dengan metode ACI 209R, CEB-FIP 1990, dan AS 3600-2001 berturut-turut adalah adalah -1,062 x 10-4, -4,430 x 10-4, dan -2,735 x 10-4. Sedangkan nilai rangkak ultimate berturut-turut adalah 1,3197;1,8450;dan 1,6465. Efek susut dan rangkak pada elemen balok prategang berakibat pada pengurangan gaya prategang yang juga berakibat pada perubahan nilai tegangan dan lendutan pada beton tersebut dimana efek pengurangannya akan semakin berkurang seiring berjalannya waktu hingga mencapai ultimate dan dianggap konstan. Nilai perubahan tegangan akhir maksimum pada layer baja prategang setelah umur penelitian selama 30 tahun adalah 179,1796 Mpa. Sedangkan hasil lendutan maksimum pada akhir masa penelitian adalah 14,0877 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa perencanaan balok prategang tersebut masih sesuai dengan standar keamanan dan kenyamanan. Dimana baja masih berada pada kondisi elastis dan lendutan tidak melebihi standar kenyamanan yang ditentukan (L/300).
ANALISIS POTENSI DEMAND, ABILITY TO PAY (ATP), DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) BST KORIDOR 1 DENGAN ADANYA SISTEM CONTRA FLOW DI JALAN BRIGJEN SLAMET RIYADI PADA INSTANSI SWASTA Nugraheni, Fransisca Yunita; Yulianto, Budi; Mahmudah, Amirotul M.H
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.223 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36948

Abstract

Kota Surakarta merupakan wilayah yang setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan volume lalu lintas dan kebutuhan perjalanan masyarakat. Pemerintah Kota Surakarta menyediakan angkutan umum Batik Solo Trans (BST) yang mempunyai pendekatan dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah potensi demand, nilai Ability To Pay (ATP), dan Willingness To Pay (WTP) BST Koridor 1 di Instansi Swasta pada segmen Contra Flow di Jalan Brigjen Slamet Riyadi yaitu segmen Bundaran Gladag - Simpang 4 Gendengan.. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui demand yang hilang pada BST Koridor 1 segmen selatan (via Jalan Veteran) akibat adanya perubahan rute. Data penelitian berupa data primer dan sekunder. Data primer dilakukan dengan survei di Instansi Swasta dan survei wawancara di dalam bus BST. Sedangkan data sekunder didapat dari Instansi Swasta yang ditinjau untuk mendapatkan jumlah populasi. Populasi pegawai pada Instansi swasta yang ditinjau pada segmen contra flow sebesar 1081 pegawai. Dari hasil analisis terdapat 65,55% dari 508 responden Instansi Swasta menyatakan ketertarikan menggunakan BST Koridor 1, oleh karena itu didapatkan total potensi demand pada populasi pegawai Instansi Swasta yang ditinjau sebesar 709 orang. Nilai ATP di kalangan pegawai Instansi Swasta lebih besar dari nilai WTP sebelum dan sesudah peningkatan kualitas layanan BST Koridor 1. Namun untuk nilai WTP masih berada di bawah tarif yang berlaku pada BST Koridor 1 saat ini. Potensi yang hilang di segmen selatan sebesar 70,54% dari 336 responden, dengan potensi 912 perjalanan per minggu.
ANALISIS FAKTOR YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP KINERJA DAN PRIORITAS REHABILITASI SUBSISTEM DRAINASE SIWALUH Ekawati, Nur Puji; Muttaqien, Adi Yusuf; Sugiyarto, Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.057 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37490

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi di Karanganyar adalah timbulnya genangan pada daerah tertentu bila intensitas hujan tinggi. Kondisi saluran yang ada sudah tidak banyak menunjang terhadap kondisi perkotaan mengingat sudah semakin pesatnya pertumbuhan kota. Selain itu juga kondisi bangunan pelengkap sebagian besar tidak terkontrol, karena kurangnya pemeliharaan. Pemeliharaan sistem drainase termasuk rehabilitasi sangat diperlukan agar sistem drainase dapat berfungsi dengan baik. Keterbatasan anggaran Pemda Karanganyar menuntut diadakannya penetapan prioritas rehabilitasi saluran drainase. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Evaluatif. Analisis perhitungan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP ) dan program komputer Criterium Decision Plus (CDP) versi 3.0. Kriteria yang menjadi dasar penentuan prioritas rehabilitasi adalah Partisipasi Masyarakat, Tingkat Kerusakan Saluran, Luas Area Layanan, Estimasi Biaya Rehabilitasi. Hasil pengolahan akhir dari metode AHP menunjukkan bahwa Partisipasi masyarakat merupakan faktor paling berpengaruh dalam rehabilitasi saluran di Subsistem Drainase Kali Siwaluh yaitu diatas 5 %, Prioritas rehabilitasi saluran drainase mikro DAS Kali Siwaluh diprioritaskan pada Sal.Jl.P.Senopati dimana hasil skor pada analisis AHP pada saluran ini mencapai skor tertinggi yaitu 0,095 atau 9,5 %, Langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mitigasi dampak kinerja sistem drainase mikro dan kerusakan saluran di subsistem drainase Siwaluh antara lain dengan dengan pembuatan SRAH, Program pemeliharaan yang lengkap dan menyeluruh, Peningkatan partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan dan saluran drainase di sekitarnya, dan Meningkatkan kerjasama antara lembaga terkait dengan masyarakat.
KINERJA STRUKTUR GEDUNG TINGGI DENGAN PEMODELAN DINDING GESER SEBAGAI CORE WALL ( STUDI KASUS : GEDUNG MATARAM CITY ) Sekar Arum; Agus Supriyadi; Agus Setiya Budi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.423 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37190

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi gempa bumi karena berada di antara tiga lempengan tektonik, yaitu lempeng Eurasia, Pasifik, Filipina, dan Indo-Australia. Gempa bumi mengakibatkan rusaknya struktur bangunan, bahkan memakan korban jiwa. Karena itu, bangunan yang aman dan handal menjadi suatu keharusan. Salah satu cara untuk menjaga kestabilan struktur tersebut adalah dengan menggunakan dinding geser baik dinding penuh maupun sebagian. Core wall adalah salah satu jenis Shearwall. Penempatan core wall pada inti bngunan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja struktur berdasarkan Kinerja Batas Layan dan Kinerja Batas Ultimit. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan menggunakan software ETABS. Hasil analisis diperoleh displacement maksimum gedung arah X adalah 0.1827m dan arah Y adalah 0.1957m, sehingga apabila ditinjau dari kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit gedung dinyatakan memenuhi syarat (aman)sesuai SNI 3-1726-2002.Maksimum total drift arah X adalah 0.00279 dan arah Y adalah 0.00299. Maksimum total inelastik drift arah X adalah 0.00277 dan arah Y adalah 0.00298, sehingga jika ditinjau berdasarkan ATC-40 termasuk dalam kategori level Immediate Occupancy.
KAJIAN PEMULIHAN PENETRASI BETON RINGAN DAN BETON RINGAN BERSERAT ALUMINIUM MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR PECAHAN GENTENG PASCA BAKAR DENGAN VARIASI WAKTU RENDAMAN AIR Mediyanto, Antonius; Widhiyono, Eko Prasetyo; Prayitno, Slamet
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.395 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36706

Abstract

Beton merupakan bahan struktur yang sering digunakan di sebuah konstruksi. Kebakaran yang sering terjadi mengakibatkan kerusakan pada beton. Penelitian ini membahas seberapa besar nilai penetrasi beton ringan dan beton ringan berserat aluminium pada kondisi pasca bakar dan setelah mendapat perawatan ulang (water curing) untuk mengetahui waktu curing optimal yang ditinjau dari nilai penetrasinya. Penelitan ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan benda uji berupa silinder beton sebanyak 30 buah. Benda uji dicetak di dalam pipa PVC dengan ukuran diameter 8,5 cm dan tinggi 15 cm. Benda uji tersebut diuji pada dua kondisi berbeda yaitu tanpa pembakaran dan dengan pembakaran pada suhu 5000C. Variasi yang diberikan pada benda uji adalah variasi campuran yaitu beton ringan dan beton ringan berserat aluminium dan variasi perawatan setelah pembakaran yaitu tanpa perawatan, perawatan selama 28 hari, 42 hari, dan 56 hari. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa beton yang dibakar pada suhu 500°C dapat bertambah nilai penetrasinya dengan menambahkan serat aluminium dan curing. Nilai penetrasi beton ringan dengan variasi tanpa pembakaran, variasi pembakaran 500°C, variasi pembakaran 500°C + curing 28 hari, variasi pembakaran 500°C + curing 42 hari, dan variasi pembakaran 500°C + curing 56 hari adalah sebesar 2,83 cm; 3,83 cm; 3,33 cm; 3,17 cm; 2,83 cm. Pada beton ringan berserat aluminium dengan variasi yang sama yang diberikan pada beton ringan didapatkan nilai penetrasinya sebesar 2,67 cm; 4,00 cm; 3,50 cm; 3,33 cm; 3,00 cm. Pemulihan optimal beton terjadi pada perawatan selama 56 hari. Pada beton ringan terjadi pemulihan sebesar 66,67% dan pada beton ringan berserat aluminium terjadi pemulihan sebesar 75,19%.
KAJIAN KUAT DESAK DAN MODULUS ELASTISITAS BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAH ACCELERATOR MENGGUNAKAN ANALISIS MIKROSTRUKTUR Wibowo, Wibowo; Safitri, Endah; Septian, Frezha Nur
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 3 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.764 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i3.36497

Abstract

Bangunan dengan konsep penggunaan bersama memerlukan struktur yang kuat dan tahan lama. Salah satu faktor pentingnya adalah penggunaan beton yang memiliki kekuatan dan kualitas baik. Perlu dikembangkan inovasi beton yang bukan hanya kuat dan tahan lama namun juga mudah pengerjaannya dan cepat dalam proses pengeringan dan pengerasan. Salah satu inovasinya adalah beton mutu tinggi (High Strength Concrete - HSC) menggunakan bahan tambah accelerator. Accelerator berfungsi mempercepat pengikatan dan meningkatkan kuat tekan pada umur awal. Penelitian ini mengkaji kuat desak dan modulus elastisitas beton mutu tinggi dengan bahan tambah accelerator dengan kadar 2% dari berat semen menggunakan analisis mikrostruktur pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Penelitian dilakukan mulai dari pengujian agregat, kuat desak, modulus elastisitas dan mikrostruktur. Pengujian kuat desak menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Pengujian mikrostruktur menggunakan metode Surface Area Analysis (SAA). Benda uji berbentuk silinder diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Persentase kenaikan kuat desak rata-rata beton dengan bahan tambah accelerator terhadap beton tanpa bahan tambah pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari adalah 26,08%; 21,71%; 17,49% dan 28,49%. Persentase peningkatan nilai modulus elastisitas pada umur 7, 14, 21 dan 28 adalah 8,97%; 7,63%; 6,31% dan 10,13%. Persentase penurunan nilai volume pori pada umur 7, 14, 21 dan 28 adalah 17,24%; 17,86%; 12,50% dan 22,73%.