cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT NYLON PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI GAS TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS Purnawan Gunawan; Wibowo Wibowo; Aries Munandar
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.985 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37275

Abstract

Kebutuhan beton yang semakin lama semakin meningkat menjadikan beton semakin menjadi lebih berkembang dengan adanya beton ringan yang memiliki berat jenis yang lebih rendah dari pada beton pada umumnya sehingga dapat memperkecil beban sendiri elemen struktur yang mengakibatkan kebutuhan dimensi tampang melintang menjadi lebih kecil. Untuk itu, muncul berbagai penelitian mengenai beton ringan. Satu diantaranya adalah pembuatan beton ringan dengan teknologi gas.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat Nylon terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm untuk pengujian modulus elastisitas, kuat tekan, dan kuat tarik belah. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Pengujian menggunakan alat UTM (UltimateTesting Machine). Peningkatan paling maksimum terdapat pada kadar penambahan serat sebesar 1% dari berat volume beton. Berat jenis benda uji berturut-turut 0%,0,25%,0,50%,0,75%,1% adalah 1883,43 kg/m3, 1855,85 kg/m3, 1843,47 kg/m3, 1834,65 kg/m3, dan 1820,11 kg/m3, sehingga masih termasuk beton ringan karena mempunyai berat jenis dibawah 1900 kg/m3. Nilai rata-rata kuat tekan beton ringan gas dengan kadar penambahan serat nylon sebesar 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-turut adalah 9,27 MPa, 9,98 MPa, 10,71 MPa, 12,20 MPa, dan 13,94 MPa. Nilai rata-rata kuat tarik belah beton ringan gas dengan kadar penambahan serat nylon sebesar 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-turut adalah 2,00 MPa, 2,48 MPa, 2,62 MPa, 2,76 MPa, dan 2,92 MPa. Nilai rata-rata modulus elastisitas beton ringan gas dengan kadar penambahan serat nylon sebesar 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-turut adalah 4379,98 MPa, 4906,08 MPa, 5704,86 MPa, 6765,16 MPa, dan 7147,12 MPa.
STUDI KINERJA ANGKUTAN UMUM INFORMAL DI PEDESAAN (Studi Kasus Jalur Klaten - Bendogantungan - Wedi - Bayat - Njarum) Dewi Handayani; Djumari Djumari; Muhammad Abdusysyakur
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.64 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36892

Abstract

Angkutan umum di pedesaan mulai berkurang peminatnya yang berakibat pada minimnya penghasilan pengusaha angkutan umum sehingga dapat memperburuk kinerja angkutan yang sudah ada. Pada rute Klaten - Bendogantungan - Wedi - Cawas terdapat angkutan jenis MPU yang sudah tidak lagi memiliki ijin resmi beroperasi akan tetapi masih bertahan keberadaanya dengan jumlah armada yang cukup banyak. Angkutan yang dulu berplat kuning tersebut kemudian berubah menjadi angkutan berplat hitam yang pengoperasianya bersifat paratransit. Meskipun angkutan ini memiliki nilai load factor kecil tapi keberadaanya masih terus bertahan, hal ini berarti bahwa angkutan ini memiliki sesuatu yang diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kinerja angkutan tersebut dan membandingkanya dengan persepsi pengguna. Penelitian dilakukan terhadap angkutan pedesaan berplat hitam jenis MPU kapasitas 12-16 penumpang rute Klaten - Bendogantungan - Wedi - Cawas. Pengukuran kinerja dilakukan dengan metode survai pengukuran langsung di lapangan. Parameter pengukuran kinerja adalah terhadap load factor, headway, waktu tunggu penumpang, kecepatan perjalanan, waktu perjalanan. Sedangkan pengukuran persepsi terhadap pengguna dilakukan dengan metode kuisioner dengan skala lickert. Survei dilakukan pada hari libur dan hari biasa. Hasil penelitian didapatkan load factor = 34 % , Headway = 31 menit , waktu tunggu penumpang = 15 menit , waktu perjalanan = 57 menit , kecepatan perjalanan persegmen = 32 km/jam dan kecepatan perjalanan = 27,8 km/jam. Persepsi pengguna terhadap kinerja diperoleh: Ketersediaan tempat duduk baik (nilai 3,6), waktu tunggu penumpang baik (nilai 3,5), lama perjalanan baik (nilai 3,6), kecepatan perjalanan baik (nilai 3,6).
KAJIAN PENGARUH VARIASI KOMPOSISI RICE HUSK ASH TERHADAP PARAMETER BETON MEMADAT MANDIRI DENGAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Zulfa Trisnasari; Wibowo Wibowo; Endah Safitri
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.324 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36921

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, semakin banyak pula pembangunan infrastruktur di dunia. Pada era teknologi sekarang ini, timbulah berbagai inovasi untuk memodifikasi beton. High strength self compacting concrete (HS-SCC) atau beton mutu tinggi memadat mandiri merupakan salah satu inovasi dalam pembuatan beton. Di Indonesia sendiri saat ini sedang banyak melakukan penelitian mengenai pengadaan bahan alternatif sebagai pencampur atau pengganti semen pada beton SCC. Bahan tambah kimia yang digunakan berupa superplasticizer yang berguna untuk memudahkan dalam pengerjaan beton (workabilitas), sedangkan bahan tambah mineral yang digunakan adalah rice husk ash (abu sekam padi). Abu sekam padi berfungsi untuk meningkatkan kuat tekan beton karena bersifat pozzolannik dan mengandung unsur silika yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan variasi komposisi rice husk ash pada beton mutu tinggi memadat mandiri. Dalam penelitian ini kandungan SiO2 (silika) pada abu sekam padi sebesar 84,91% dan kadar variasi abu sekam padi yang digunakan sebesar 0%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5% terhadap berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berukuran 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian yang dilakukan terhadap parameter self compacting concrete yaitu fillingability, passingability dan segregation resistance serta pengujian kuat tekan beton pada umur 14 dan 28 hari dengan menggunakan Compressing Testing Machine (CTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan kadar variasi 5% abu sekam padi memberikan hasil yang baik untuk pengujian terhadap parameter self compacting concrete dan kuat tekan maksimal terjadi pada beton umur 28 hari dengan penambahan abu sekam padi 10%, yaitu 57,15 MPa.
PENGARUH CURING AIR LAUT PADA BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM PADI DITINJAU TERHADAP KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS OF RUPTURE Pricillia Mindrasari; Kusno Adi Sambowo; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.513 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37407

Abstract

Waterfront city merupakan suatu gagasan pembangunan yang mulai banyak diterapkan di negara-negara maritim termasuk Indonesia.Penggunaan beton di Indonesia tidak lepas dari bangunan-bangunan di tepi pantai ataupun bangunan air yang sering digunakan yaitu beton precast yang sering digunakan pada konstruksi dermaga (pier,jetties), landasan pacu pesawat di tepi pantai, mercusuar ataupun jembatan sebagai penghubung antar pulau. Adanya inovasi baru dengan menggunakan bahan tambah abu sekam padi yang berguna untukmengembangkanjenis material bahanbangunan yang bertujuan agar didapat betonyang berkualitas tinggi, ramah lingkungan, ekonomis, tahan lama, dan mudah dalam pengerjaannya. Pada analisis pengujian XRF abu sekam padi,diperoleh kandungan terbesar yaitu SiO2 yaitu sebesar 82,59%, yang mana menunjukkan bahwa kandungan silica yang ada pada abu sekam padi sangatlah besar. Hal ini bisa meningkatkan mutu kuat tekan beton. Metode penelitian yang dilakukan pada perawatan (curing)terhadap benda uji yaitu dengan merendam benda uji pada air normal diam dan air laut yang dalam keadaan bergeraksampai berumur28 hari dengan pelepasan bekisting selama 1 hari setelah cor. Pada prosescuring, air laut dan air normaldiberi gelombang menggunakan alat abrasi buatan (power liquid filter).Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan bahan tambah abu sekam padi pada beton mutu tinggi mempengaruhi nilai kuat tarik belah dan modulus of rupture dimana akan meningkat hingga kadar 15% dari berat semen dan menurun pada kadar 20% dari berat semen. Reaksi kalsium klorida (CaCl2) yang terkandung dalam air laut menyebabkan kuat tarik belah dan modulus of rupture beton meningkat lebih cepat dibandingkan dengan perlakuan air tawar pada umur yang sama.
STUDI PARAMETRIK PENGARUH KUAT TEKAN BETON DAN GAYA PRATEGANG AWAL TERHADAP DIMENSI PENAMPANG T BALOK BETON PRATEGANG (STUDI KASUS HOTEL ALILA, SURAKARTA) Aufan Armando Syaifullah; Stefanus Adi Kristiawan; Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.947 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37045

Abstract

Pada perencanaan struktur dengan bentang yang panjang, dibutuhkan gaya konsentris atau eksentris yang diberikan ke arah longitudinal elemen struktural, gaya tersebut disebut gaya prategang. Akan tetapi balok prategang memiliki harga yang tinggi dibanding dengan balok konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penampang yang lebih optimum dan mengkaji lebih jauh tentang bagaimana pengaruh optimasi yang di aplikasikan dalam perencanaan luas penampang balok prategang pada elemen balok prategang gedung Hotel Alila Solo dengan bentang 42 m. Perhitungan yang dilakukan menggunakan fungsi konstrain yang mengacu pada SNI 7833 - 2012. Diperoleh nilai luas penampang yang lebih kecil yaitu 2,7503 m2 dari semula 3 m2, dan juga terdapat suatu pola optimasi yang menghubungkan antara parameter fc, parameter luas penampang (A), dan parameter gaya prategang (P). Semakin besar nilai fc dan P, maka semakin kecil nilai luas penampang (A), akan tetapi pada nilai tertentu, nilai A menjadi konvergen atau mendatar.
KUAT DESAK DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN AGREGAT BATU APUNG DENGAN PENAMBAHAN SERAT BAMBU Ageng B. Prakosa; M. Irvan Syah Putra; Vian P. Utomo; Nur K. Handayani; Alhadiid Alhadiid; Stefanus A. Kristiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37587

Abstract

Beton merupakan salah satu material penting dari sebuah bangunan karena keunggulan yang kuat dalam kondisi tekan. Namun beton mempunyai beberapa kelemahan yaitu berat jenisnya yang tinggi dan ketahanan tariknya yang rendah. Penelitian ini ditujukan untuk mengurangi berat jenis beton yang tinggi dengan cara mengganti agregat kasar dengan batu apung serta memperkuat ketahanan tariknya ditambahkan serat yang berasal dari bambu limbah dari produksi kandang unggas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bambu hasil dari limbah produksi kandang unggas terhadap beton ringan agregat batu apung. Beton ini mengusung tema konsep green concrete diharapkan menjadi beton yang ramah lingkungan dikarenakan menggunakan limbah produksi kandang unggas dan secara tidak langsung telah mengurangi limbah organik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 45 buah dengan variasi persentase serat bambu 0%-2%. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan didapatkan bahwa pengaruh serat terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton ringan agregat batu apung belum signifikan. Dari hasil juga didapatkan beton ringan yang telah dibuat sudah memenuhi kriteria berat volume beton ringan yaitu < 1840 kg/m3 yang didasarkan pada SNI 03-3449-2002.
ANALISIS KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG BAMBU PETUNG TAKIKAN TIPE U JARAK 10 CM, PADA LEBAR TAKIKAN 2 CM TERHADAP TULANGAN BAJA Dhani Ulfa Dwi Nugrahani; Agus Setiya Budi; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.957 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37286

Abstract

Dewasa ini laju pertumbuhan penduduk di dunia menjadi semakin pesat, membuat angka pertumbuhan naik dari tahun ke tahun. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk terutama di Indonesia, membuat kebutuhan ekonomi menjadi naik, sehingga permintaan kebutuhan rumah dengan struktur yang aman dan ekonomis pun meningkat, sedangkan ketersediaan bahan baku biji besi untuk pembuatan tulangan baja yang merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui semakin menipis dan langka, membuat harga tulangan menjadi naik. Para ahli struktur dunia telah meneliti kemungkinan penggunaan bahan lain dengan memanfaatkan bambu sebagai tulangan beton. Bambu merupakan tanaman yang mampu tumbuh dimana - mana dan kapasitas produksi bambu per tahunnya cukup melimpah. Bambu dipilih sebagai tulangan alternatif beton karena merupakan produk hasil alam yang renewable, murah, mudah ditanam, pertumbuhan cepat, dapat mereduksi efek global warming serta memiliki kuat tarik sangat tinggi yang dapat dipersaingkan dengan baja. Bambu mempunyai kekuatan tarik yang cukup tinggi, antara 100 - 400 MPa, setara dengan ½ sampai ¼ dari tegangan ultimate besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berapa kapasitas lentur balok beton bertulangan bambu petung takikan tipe "u" dengan jarak takikan 10 cm pada lebar takikan 2 cm. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 6 buah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm. Tiga buah menggunakan tulangan baja, Tiga buah menggunakan tulangan bambu petung dengan dimensi 1650 x 20 x 5,2 mm menggunakan takikan tipe "U" dengan jarak takikan 10 cm pada lebar takikan 2 cm. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode three point loading. Ditinjau dari kapasitas lenturnya, momen hasil pengujian balok bertulangan bambu petung takikan tipe U dengan jarak takikan 10 cm lebar 2 cm pun setara 38,11% terhadap balok dengan tulangan baja polos diameter 8 mm. Pola keruntuhan pada balok beton dengan tulangan baja maupun pada balok beton dengan tulangan bambu petung tipe "u" dengan jarak takikan 10 cm pada lebar takikan 2 cm terletak antara 1/3 bentang tengah. Keruntuhan yang demikian termasuk dalam keruntuhan lentur.
STUDI GELOMBANG KEJUT PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAN MENGGUNAKAN EMP ATAS DASAR ANALISIS HEADWAY (Studi Kasus Pada Simpang Bersinyal Jalan Ir. Sutami- Jalan HOS Cokroaminoto-Jalan Petir) Ambara, Duncan; Sumarsono, Agus; Mahmudah, Amirotul M.H
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.596 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36903

Abstract

Simpang bersinyal Jalan Ir. Sutami-Jalan HOS Cokroaminoto-Jalan Petir merupakan salah satu simpang bersinyal 3 fase yang ada di Kota Surakarta yang sering mengalami kemacetan pada jam sibuk, khususnya pada pendekat simpang Jalan Ir. Sutami bagian barat dan timur. Untuk itu dilakukan studi gelombang kejut di pendekat simpang Jalan Ir. Sutami bagian barat dan timur menggunakan nilai EMP dengan dasar analisis headway. Penelitian dilakukan pada hari Kamis, 15 September 2016 pada jam puncak pagi jam 05.30-08.00 WIB. Pengambilan data arus, kecepatan, waktu headway, dan waktu penormalan menggunakan rekaman video sedangkan untuk pengambilan data panjang antrian menggunakan pengukuran manual. Langkah selanjutnya adalah mencari hubungan matematis antara arus, kecepatan dan kepadatan menggunakan model greenshield, yang menghasilkan kecepatan arus bebas (Sff), kepadatan saat macet (Dj), dan jumlah kendaraan maksimal (Vm). Hasil-hasil tersebut digunakan untuk menghitung nilai gelombang kejut. Analisis waktu headway menghasilkan nilai EMP MC= 0,41 dan HV= 1,29 yang selanjutnya nilai tersebut digunakan untuk merubah jumlah kendaraan menjadi satuan mobil penumpang (smp). Setelah itu dilakukan perhitungan gelombang kejut dengan nilai tertinggi yang terjadi pada pendekat simpang Jl. Ir. Sutami Barat Lajur Kiri dengan nilai ?AB= -1,339 km/jam, ?CB= -13,697 km/jam, ?AC= 12,193 km/jam. Selanjutnya dilakukan perbandingan rata-rata nilai uji validasi MAPE panjang antrian dan waktu penormalan dengan EMP atas dasar analisis headway dengan EMP atas dasar MKJI pada setiap pendekat simpang. Nilai MAPE untuk panjang antrian dengan EMP headway lebih kecil dibandingkan nilai MAPE dengan EMP MKJI, yakni 5,00 % berbanding 5,76 %. Sedangkan Nilai MAPE untuk waktu penormalan dengan EMP headway juga lebih kecil dibandingkan nilai MAPE dengan EMP MKJI, yakni 3,65 % berbanding 4,20 %. Sehingga penggunaan EMP headway lebih baik daripada EMP MKJI.
EVALUASI FUNGSI BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN (CHECK DAM) PENGKOL BERDASARKAN PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN KALI KEDUANG KABUPATEN WONOGIRI Tanty Rahayu; Suyanto Suyanto; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.457 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36932

Abstract

Check Dam Pengkol merupakan salah satu check dam yang berada di Bengawan Solo hulu Das Keduang. Check Dam Pengkol selesai dibangun pada tahun 2008. Tujuan dibangun check dam untuk memperlambat laju sedimentasi ke Waduk Wonogiri. Laju erosi dan sedimentasi DAS Keduang pada daerah Check Dam Pengkol seluas 6260 ha menggunakan metode USLE sebesar 57136 m3/th. Estimasi volume sedimen selama 8 tahun menggunakan Persamaan Meyer - Peter Muller sebesar 320064,9827 m3. Tampungan sedimen Check Dam Pengkol sebesar 413553 m3 dan sisa umur check dam adalah 1,2 tahun. Untuk memperpanjang umur check dam, maka check dam perlu didesain ulang. Desain ulang check dam berdasarkan SNI 2851:2015. Berdasarkan debit banjir rencana yang dihitung menggunakan Metode HSS Nakayasu sebesar 607,068 m3/detik, tinggi jagaan Check Dam Pengkol didesain ulang menjadi 1,5 m dan tinggi muka air di atas peluap 3,2 m. Lebar mercu sebesar 2 m disesuaikan dengan jenis sedimen yaitu pasir dan kerikil. Tinggi bendung utama direncanakan ulang setinggi 5 meter sehingga tampungan mati dan tampungan dinamis semakin panjang. Tampungan check dam meningkat menjadi 823846 m3 dan umur check dam hingga tampungan penuh adalah selama 2,5 tahun. Desain baru Check Dam Pengkol aman terhadap geser, guling, piping dan daya dukung pondasi.
PEMODELAN HUJAN DEBIT UNTUK ANALISIS KEKERINGAN PADA DAS TEMON Frandy Eko Yulianto; Rintis Hadiani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.394 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37473

Abstract

Drought is a natural phenomenon highly affecting the availability of ground water reserve, required for either farminginterest or human need. In some areas, the water availability can be met and in certain period of time, it can be criticalbecause its amount is reduced substantially. Drought occurs not only because the decreased rainfall, but also becausethe decreased soil penetration/accommodation power as the result of the damaged penetration areas due to the inappropriateland use.This study employed a simulated neuron network Artificial Neural Network that was a mathematical model with linearfunction to generate flow rate. The drought analysis built on the drought threshold with probability of 0.5 called Qnormal(Q50). From the resulted flow rate, the deficit and drought duration, as well as the beginning of dry season every year,would be estimated.From the result of analysis it could be seen that nearly every year from 2007 to 2012 in certain month, the flow ratewas lower than the normal one (Q50), thereby there was a potential drought every year. The highest drought deficit was19.870m3 /s occurring in 2012, while, the longest drought duration occurred on the average for six months in 2007,2008, 2009, and 2012 from May to October. The beginning of dry season time was different each year and occurred inthe first month when the flow rate was lower than the normal one (Q50).