cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
+02863326102
Journal Mail Official
jebe@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE)
ISSN : -     EISSN : 27162583     DOI : https://doi.org/10.32500/jebe
Journal of Economic, Business and Engineering merupakan Jurnal publikasi karya ilmiah hasil penelitian/ Skripsi/ Tesis/ Disertasi mahasiswa di bidang Ekonomi, Bisnis, dan Teknik. Journal of Economic, Business and Engineering terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu bulan Oktober dan April.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2026): April" : 25 Documents clear
PERENCANAAN MANAJEMEN PROYEK BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) UNTUK ESTIMASI BIAYA DAN PERCEPATAN PENJADWALAN PADA PROYEK RDMP BALIKPAPAN Ahdiyati, Mien; Yayan Adi Saputra; Khotibul Umam
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.10983

Abstract

Penerapan BIM dalam sektor konstruksi semakin berkembang sebagai pendekatan untuk meningkatkan kinerja proyek, khususnya dalam aspek pengendalian waktu dan biaya. Penelitian ini dilakukan pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dengan tujuan mengevaluasi pemanfaatan BIM dalam perencanaan estimasi biaya serta percepatan penjadwalan pekerjaan struktur. Metode penelitian dilakukan melalui pemodelan tiga dimensi menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit untuk memperoleh data kuantitas elemen struktur, yang selanjutnya digunakan dalam proses Quantity Take Off (QTO). Data tersebut kemudian dimanfaatkan dalam penyusunan jadwal proyek menggunakan Microsoft Project dengan pendekatan Critical Path Method (CPM). Upaya percepatan dilakukan dengan metode overlapping, yaitu dengan mengubah hubungan aktivitas dari Finish-to-Start menjadi Start-to-Start pada lintasan kritis. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penggunaan BIM mampu mempersingkat durasi proyek dari 173 hari menjadi 145 hari atau terjadi penghematan waktu selama 28 hari. Terdapat perbedaan volume antara hasil pemodelan, perhitungan manual, dan RAB yang relatif kecil, sehingga menunjukkan tingkat akurasi yang baik. Dapat disimpulkan, bahwa penerapan BIM terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi manajemen proyek konstruksi, khususnya dalam aspek estimasi biaya dan pengendalian waktu pelaksanaan.
MODELING THE IMPACT OF SUSTAINABLE TOURISM DIMENSIONS ON INTERNATIONAL TOURISM MARKET DIGITALIZATION WITH GREEN ECONOMY AS A MODERATOR Lelawatty, Poniasih; La Sudarman; Haryanto, Abel; Sudarnice, Sudarnice
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.10996

Abstract

Research on sustainable tourism focuses on ecotourism or digital technology adoption, with limited studies integrating the role of green economy principles as a moderating variable in the digitalization of the international tourism market. Therefore, this study aims to address this gap by analyzing the influence of natural resource conservation, local economic development, cultural appreciation, community participation, and green technology on tourism digitalization, while examining the moderating role of the green economy. The study was conducted at Batu Sori (Baubau City) and Waburi Park (South Buton Regency, Southeast Sulawesi), involving 150 tourists selected through purposive sampling. Data were analyzed using SEM-PLS. The results show that all independent variables have positive effects on the digitalization of the international tourism market. The green economy strengthens the influence of natural resource conservation, local economic development, and green technology, but does not significantly moderate the effects of local culture and community participation. Theoretically, this study contributes to an integrative model linking sustainable tourism, green economy, and digital tourism. Practically, the findings highlight the importance of aligning green economy policies, strengthening local economies, and adopting environmentally friendly technologies, with policy implications emphasizing digital capacity, infrastructure, and sustainable destination management strategies.
EVALUASI KINERJA RUMAH MODULAR RUSPIN TIPE 27 DENGAN RUBBER BASE ISOLATION Pranata, Yosafat; Johnny Rakhman
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11003

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari evaluasi kinerja rumah modular RUSPIN tipe 27 dengan dan tanpa rubbber base isolation dengan menggunakan metode analisis statik pushover. Penelitian ini menggunakan metode analisis numerikal metode elemen hingga untuk membuat pemodelan dan analisis bangunan rumah RUSPIN tipe 27 secara tiga dimensi untuk mendapatkan luaran yaitu kurva kapasitas bangunan gedung dan kurva spektrum kapasitas. Ruang lingkup penelitian yaitu analisis struktur untuk mendapatkan informasi kurva kapasitas dan spektrum kapasitas menggunakan metode analisis statik pushover, bangunan terletak di Bali dengan nilai SDs sebesar 0,58g dan SD1 sebesar 0,21g, perilaku dan evaluasi kinerja yang dipelajari adalah kekakuan (deformasi) struktur akibat beban gempa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa RUSPIN tipe 27 dengan rubber base isolation (RBI) menghasilkan perilaku kekakuan yang lebih rendah dibandingkan tanpa RBI, serta gaya dalam yang terjadi pada balok dan kolom lebih rendah juga. RBI berfungsi mereduksi gaya lateral (gempa) yang masuk ke bangunan. Bangunan mempunyai tingkat kinerja Immediate Occupancy (ATC-40). Hal ini mengindikasikan bahwa bangunan dapat difungsikan kembali pasca bencana tanpa terjadi kerusakan struktural.
ANALISIS PENGARUH MANUFAKTUR MESIN PENGASAH PISAU PLANAR TERHADAP AKURASI GEOMETRI DAN KEKASARAN HASIL ASAHAN Setiyawan, Trio; Melvy Wattimena , Riles; Kristiawan , Timotius Anggit; Irianto , Sugeng; Hidayati , Nur; Wahyu Asry Ningtias, Dieta; Garside, Annisa Kesy; Setya Pratama, Mahendra
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11018

Abstract

Dalam industri pengolahan kayu performa pemotongan sangat bergantung pada stabilitas sudut asah dan tingkat kekasaran permukaan mata pisau, dimana sudut yang konsisten dan kekasaran permukaan mata pisau mempengaruhi  hasil dari serutan kayu semangkin presisi sudut dan rendahnya tingkat kekasaran maka semangkin tinggi pula kwalitas hasil serutan. Penelitian ini berfokus pada manufaktur mesin pengasah mata pisau planer guna mengidentifikasi parameter pengasahan yang optimal serta mengatasi limitasi metode manual yang memiliki kendala pada aspek presisi dan efisiensi waktu. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah pendekatan Shigley, yang mencakup tahapan identifikasi kebutuhan, formulasi masalah, sintesis, analisis, optimasi, hingga evaluasi. Prosedur pengujian komprehensif dilakukan untuk memvalidasi kinerja sistem, meliputi: Uji Fungsional dan Keamanan memastikan seluruh mekanisme bekerja dengan baik dan aman. Uji Akurasi Geometris mengukur deviasi sudut asah menggunakan shadowgraph untuk memverifikasi kesesuaian antara sudut aktual dengan setting awal pada penjepit. Uji Parameter Kinematik menganalisis kecepatan rotasi batu gerinda dan kecepatan translasi meja. Hasil penelitian merealisasikan mesin pengasah pisau planer. Data eksperimental menunjukkan bahwa mesin ini mampu menghasilkan sudut pengasahan dengan tingkat presisi mencapai 99,55%. Pada parameter kecepatan sliding 0,011 m/s, diperoleh nilai kekasaran permukaan rata-rata (Ra​) sebesar 0,06 µm. Capaian ini menunjukkan kualitas permukaan yang jauh lebih unggul dibandingkan metode manual yang menghasilkan nilai Ra​ sebesar 0,235 µm. Implementasi mesin ini diharapkan dapat menjadi substitusi metode pengasahan konvensional untuk mencapai hasil yang lebih optimal, sekaligus menjadi referensi akademik dalam pengembangan teknologi pemesinan serupa di masa depan.
PEMETAAN AREA GENANGAN BANJIR SUNGAI BABON DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Ikhwanudin, Ikhwanudin; Leny Putriani; Alfiah Maulina Kusumawati; Farida Yudaningrum
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11026

Abstract

Sungai Babon adalah sungai yang melewati Kabupaten Semarang dan Kabupaten Demak. Sungai ini mengalami peluapan yang disebabkan debit sungai melewati batas normalnya. Sehingga dapat mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat yang terdampak. Dengan penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui debit rencana Sungai Babon, pemetaan area genangan banjir Sungai Babon dan luas area genangan banjir pada sekitar Sungai Babon. Dengan analisis HSS Nakayasu menggunakan kalibrasi di Sungai Babon didapatkan pemetaan dengan luasan area yang tergenang. Pemetaan area dengan luasan terbesar yang terdampak genangan banjir Sungai Babon dengan luasan kala ulang 2 tahun sebesar 9,042 km², kala ulang 5 tahun sebesar 9,859 km², kala ulang 10 tahun sebesar 10,702 km², kala ulang 25 tahun sebesar 11,312 km², kala ulang 50 tahun sebesar 11,691 dan kala ulang 100 tahun sebesar 13,73 km². Desa yang terdampak genangan banjir Sungai Babon meliputi Bandungrejo, Bangetayu Wetan, Banjardowo, Batursari, Bedono, Genuksari, Jamus, Jetaksari, Kalisari, Karangroto, Kudu, Ngemplak, Pedurungan Kidul, Pedurungan Lor, Penggaron Kidul, Penggaron Lor, Plamongansari, Purwosari, Sambungharjo, Sayung, Sriwulan, Terboyo Wetan, Tlogomulyo, Trimulyo, dan Wringinjajar.
KINERJA SAMBUNGAN MEKANIS JENIS COUPLING SLEEVE AKIBAT BEBAN MONOTONIK Riyanto, Eko Riyanto; Nuroji, Nuroji; Priastiwi, Yulita Arni Priastiwi
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11027

Abstract

Sambungan tulangan merupakan elemen penting dalam konstruksi bangunan beton bertulang. Salah satu alasan penggunaan sambungan tulangan adalah ketersediaan tulangan yang diproduksi memiliki keterbatasan panjang. Penyambungan tulangan dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu sambungan lewatan, sambungan las, dan sambungan mekanis. Penelitian ini diusulkan inovasi model sambungan mekanis berupa sistem coupling sleeve yaitu sambungan dua batang tulangan dengan selongsong berbentuk silinder yang mempunyai sayap terpisah berlubang dengan fungsi sebagai wadah untuk menancapkan baut pengencang. Penelitian bertujuan menganalisis inovasi model sambungan mekanis dengan tidak adanya eksentrisitas, serta meningkatkan efisiensi panjang sambungan, tanpa mengurangi luas penampang pada batang yang disambung. Metode penelitian pengujian sambungan mekanis berdasarkan ASTM A1034-10a yaitu metode uji tarik untuk mengevaluasi kinerja sambungan mekanis pada batang tulangan baja dengan memvariasikan panjang dan diameter coupler yang digunakan. Sebelum pengujian eksperimental di laboratorium, terlebih dahulu dilakukan simulasi menggunakan perangkat lunak ANSYS untuk menentukan panjang sambungan mekanis yang optimum dalam menahan beban serta mengetahui konsentrasi tegangan yang terjadi pada benda uji. Hasil penelitian bahwa penggunaan coupling sleeve dengan panjang 200 mm memberikan kinerja yang paling optimal dibandingkan variasi panjang lainnya. Distribusi tegangan maksimum pada sistem sambungan terjadi pada daerah baut akibat pengaruh gaya tarik dan torsi pengencangan, sedangkan tegangan pada tulangan dan selongsong relatif lebih merata. Selain itu, hasil simulasi menunjukkan bahwa gaya penjepit dari baut mampu meningkatkan gaya cengkeram selongsong terhadap tulangan sehingga transfer gaya tarik dapat berlangsung secara efektif tanpa terjadi slip. Dengan demikian, sistem coupling sleeve yang dikembangkan berpotensi menjadi alternatif sambungan mekanis yang efisien dan aplikatif pada konstruksi beton bertulang.
THE EFFECT OF PUBLIC PERCEPTION OF CARBON TRANSACTIONS IN PROMOTING ECONOMIC PROSPERITY: A SHARIA ECONOMIC APPROACH Ariani, Zaenafi; Garba, Malami Muhammad
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11032

Abstract

This study aims to analyse public perception of carbon transactions in relation to improving economic welfare through sharia economic approach, as well as to examine the role of sharia banking and financial technology (fintech) as facilitators of sustainable carbon trading in accordance with sharia principles. The method used is mixed methods with sequential explanatory design. Quantitative data collection through a survey approach using a Likert-scale questionnaire with a total of 20 questions. This instrument is designed to measure the level of understanding, economic impact, and conformity of carbon transaction practices with sharia economic values. Respondents were purposively selected to represent individuals who have knowledge or involvement in related issues totalling 51 respondents. Quantitative data analysis was followed by a qualitative approach through observation and in-depth interviews with academics, industry players and sharia economic figures to gain a contextual understanding of the survey results. The findings show that public understanding of the concept and mechanism of carbon trading from a sharia perspective is still limited. Although some people show concern for environmental issues, in-depth knowledge about carbon trading is still minimal. However, respondents who understand sharia principles argue that carbon transactions can be justified as long as they fulfil the principles of fairness, transparency and are free from uncertainty (gharar).
OPTIMIZING REGIONAL HOSPITAL SERVICES THROUGH ORGANIZATIONAL LEARNING WITH LIMITED RESOURCES Rundu Wonua, Almansyah; Ismanto, Ismanto; Abbas, Ansar; Sudarnice, Sudarnice; Fauzih, Fauzih
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11033

Abstract

Hospitals are essential in delivering healthcare services to the public, In providing quality services, hospitals are faced with challenges such as limited facilities, budgets, medical personnel, and the emergence of various ever-changing government regulations that force hospitals to follow these rules. Facing various challenges in providing quality health services, hospitals need to adopt organizational learning. Organizational learning allows hospitals to adapt, innovate, and optimize their limited resources. This Study aims to analyze the factors that affect organizational learning in order to improve public services in regional hospitals with limited resources. This research uses a quantitative approach with a survey method and data analysis using Structural Equation Modeling (SEM)-PLS with Smart PLS 3.0. The results of this study indicate that organizational culture and psychological climate are strategies to overcome the limitations of organizational resources and can support effective organizational learning for hospitals. This is due to an organizational culture that supports collaboration among individuals to exchange knowledge and experience to solve the challenges they face in the condition of limited resources, limited facilities, budgets, and medical personnel. The research contribution shows that organizational learning in regional hospitals is often hampered by several factors, but with organizational Culture consistently is one of the main determining facts of organizational learning. This study has limitations because it was conducted at a single hospital, Konawe Regional Hospital, so the results are limited in their generalizability to other organizations or sectors. Furthermore, this study focused solely on organizational culture and psychological climate variables in explaining organizational learning, so there is the possibility that other unexamined variables may also be influential, such as leadership style, absorptive capacity, knowledge management, or knowledge-sharing practices.
DURASI PENGGUNAAN NOMOR TELEPON SELULER SEBAGAI INDIKATOR RISIKO KREDIT: ANALISIS DATA EKSPLORATIF BERBASIS MACHINE LEARNING Arisandy, Yosy; Bin Salahudin, Shahrul Nizam; Bin Dasril, Yosza Bin Dasril
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11037

Abstract

Pertumbuhan pesat platform pinjaman digital tanpa agunan di Asia Tenggara menuntut sistem penilaian risiko kredit yang lebih akurat dan inklusif, khususnya bagi peminjam yang belum memiliki riwayat kredit formal. Pemanfaatan data alternatif, termasuk informasi penggunaan telepon seluler, semakin dipertimbangkan dalam pengembangan sistem credit scoring. Namun, kajian khusus yang menilai durasi penggunaan nomor telepon seluler sebagai indikator stabilitas perilaku dalam memprediksi risiko kredit masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran durasi penggunaan nomor telepon seluler sebagai prediktor risiko kredit pinjaman tanpa agunan. Studi ini menggunakan data sekunder dari dataset  lending di Kaggle yang mencakup 307.506 debitur di Asia Tenggara dengan 30 variabel terpilih. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Exploratory Data Analysis (EDA) melalui teknik univariat, bivariat, dan multivariat dengan bantuan Python pada platform Google Colaboratory. Hasil analisis menunjukkan bahwa peminjam dengan durasi penggunaan nomor telepon yang lebih pendek dan usia yang lebih muda cenderung memiliki probabilitas gagal bayar lebih tinggi dibandingkan peminjam dengan penggunaan nomor yang lebih lama. Meskipun hubungan linier relatif lemah, variabel ini menunjukkan potensi sebagai indikator stabilitas perilaku ketika dikombinasikan dengan karakteristik demografis dan status pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa indikator telekomunikasi sederhana dapat memperkaya pengembangan model credit scoring berbasis machine learning yang lebih inklusif dalam ekosistem keuangan digital.
PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI, DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA SDM PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG Husodo, Ibnu Toto; Suwandi, Putri Anggi Permata; Kristiawan, Agung
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11057

Abstract

Proyek konstruksi bangunan gedung memiliki kompleksitas tinggi yang sering memicu permasalahan kinerja, seperti keterlambatan, penurunan kualitas, dan rendahnya produktivitas tenaga kerja. Kondisi ini menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada efektivitas pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi, motivasi, dan disiplin kerja terhadap kinerja SDM menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SEM-PLS berbasis data kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan, dengan kompetensi sebagai faktor paling dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja tenaga kerja konstruksi memerlukan pengelolaan SDM yang terintegrasi melalui penguatan kompetensi, peningkatan motivasi, dan penerapan disiplin kerja secara konsisten.

Page 2 of 3 | Total Record : 25