cover
Contact Name
Adhar Arifuddin
Contact Email
healthytadulako@gmail.com
Phone
+6285242303103
Journal Mail Official
healthytadulako@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta KM.9, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako , Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako)
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 24078441     EISSN : 25020749     DOI : https://doi.org/10.22487
Core Subject : Health,
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) merupakan media komunikasi dan publikasi ilmiah di bidang ilmu kesehatan yang diterbitkan oleh Unit Penjaminan Mutu Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako yang. Jurnal ini terbit secara berkala 4 kali dalam setahun (Januari, April, Juli dan Oktober). Jurnal Tadulako Sehat diterbitkan pertama kali pada tahun 2015. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) menerima dan menerbitkan artikel penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran dan kesehatan.
Articles 393 Documents
EFEKTIFITAS ABU SEKAM PADI DAN ARANG AKTIF DALAM MENURUNKAN KADAR BOD DAN COD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU SUPER AFIFAH KOTA PALU Budiman, Budiman; Amirsan, Amirsan
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.98 KB) | DOI: 10.22487/htj.v1i2.11

Abstract

Latar belakang: Industri tahu saat ini sudah menjamur di Indonesia, dan rata-rata masih dilakukan dengan teknologi yang sederhana, sehingga tingkat efisiensi penggunaan air dan bahan baku masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi. Limbah yang dapat dihasilkan dari produksi tahu terdiri dari limbah padat dan cair. Limbah padat biasanya imanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara limbah cair langsung dibuang kelingkungan.Limbah cair industri tahu yang dibuang ke badan air penerima tanpa pengolahan merupakan salah satu sumber pencemar terhadap perairan yang menyebabkan kematian biota aquatik sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu.Tujuan: Untuk melihat efektifitas abu sekam padi dan arang aktif dalam menurunkan kadar BOD dan COD pada limbah cair industri tahu Super Afifah.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Experiment, dengan rancangan penelitian Non-randomized Control Group Pretest-Postest Design. Penelitian ini berlokasi di dua tempat, yaitu industri tahu Super Afifah dan UPT Laboratorium Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah, dan telah dilaksakan pada bulan September 2013.Hasil: Analisis kondisi awal pada limbah cair industri tahu Super Afifah menunjukkan kadar BOD yang masih tinggi, yaitu sebesar 333,2 mg/l, dan COD sebesar 666,4 mg/l. Dari hasil penelitian menggunakan analisis statistik dengan Uji T, diketahui bahwa arang aktif lebih efektif dibandingkan dengan abu sekam padi dalam menurunkan kadar BOD pada limbah cair industri tahu Super Afifah, dengan nilai Mean = 2,9383 untuk perlakuan menggunakan arang aktif,dan nilai Mean = 3,1167 untuk perlakuan menggunakan abu sekam padi. Sedangkan untuk kadar COD diperoleh nilai Mean = 5,8733 untuk perlakuan menggunakan arang aktif, dan nilai Mean = 6,2683 untuk perlakuan menggunakan abu sekam padi. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan agar pemilik/pengelola industri tahu dapat melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap limbah yang dihasilkan dari poses produksi sebelum dibuang agar tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEKTIVITAS AREA KAWASAN TANPA ROKOK DI PONDOK PESANTREN NURUL FALAH KAWATUNA KOTA PALU Jufri, Muhammad; Awali, Nazliani
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.3 KB) | DOI: 10.22487/htj.v1i2.12

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia daerah yang telah menerapkan kawasan tanpa rokok ini adalah Jakarta, Bogor, Palembang dan disusul Yogyakarta.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Pengawasan Pembina Kepada Santri, Disiplin Santri, Sanksi yang diberikan Kepada Santri dengan efektivitas kawasan tanpa rokok di Pondok Pesantren Nurul Falah Kawatuna Kota Palu.Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan melakukan pendekatan Cross Sectional Study yaitu antara variabel independent dengan variabel dependent dikumpulkan pada waktu bersamaan.Pengumpulan data dilakuakan dengan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri yang ada di Pondok Pesantren Nurul Falah Kawatuna Kota Palu, sejumlah 92 orang Santri. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu seluruh populasi menjadi responden berjumlah 92 orang. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat.Hasil: Penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara Pengawasan Pembina kepada Santri dengan Efektivitas Kawasan Tanpa Rokok dimana nilai P = 0,008(P = < 0,05). Tidak ada hubungan antara Disiplin Santri dengan Efektivitas Kawasan Tanpa Rokok dimana nilai P = 0,020P = < 0,05). Dan ada hubungan antara Sanksi yang diberikan kepada Santri dengan Efektivitas Kawasan Tanpa Rokok hasil dimana nilai P = 0,001(P = < 0,05). Penelitian Ini menyarankan kepada pihak Pondok Pesantren untuk memberikan penyuluhan dan meningkatkan pengawasan yang dilakukan oleh pembina, meningkatkan disiplin santri dan memberikan sanksi kepada santri yang tidak mengindahkan peraturan dilarang merokok, sehingga terwujud lingkungan kawasan tanpa rokok yang efektif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DALAM MENGENAL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN PERSALINAN DI PUSKESMAS MANAGAISAKI Rahman, Abd
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.973 KB) | DOI: 10.22487/htj.v1i2.13

Abstract

Latar Belakang :Millennium Development Goals (MDG`s) atau tujuan pembangunan millenium merupakan hasil ratifikasi pembangunan yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia. MDG’s mempunyai delapan tujuan pembangunan.Tujuan MDG’s untuk pembangunan kesehatan ada 3, salah satunya adalah meningkatkan kesehatan ibu yang mempunyai target menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar (75%) antara tahun 1990 sampai tahun 2015, Upaya untuk menurunkan kematian ibu adalah dengan mengenal secara dini tanda bahaya kehamilan dan persalinan.Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mengenal tanda bahaya kehamilan dan persalinan di Puskesmas Managaisaki.Metode Penelitian : Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study ( potong lintang), sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dengan tekhnik pengambilan sampel secara Accidental sampling.Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil mengenal tanda bahaya kehamilan dan persalinan yaitu nak mengalami penyakit ISPA yaitu 39 (65%), sebagian besar Ibu hamil memiliki pengetahuan baik dalam mengenal tanda bahaya kehamilan dan persalinan yaitu 46 (76.67%) dan sebagian besar Ibu hamil mempunyai sikap positif dalam mengenal tanda bahaya kehamilan dan persalinan yaitu berjumlah 32 (53.33%), dan sebagian besar anak mendapatkan imunisasi secara lengkap yaitu berjumlah 45 Anak (76,3%) hasil uji statistik variabelpengetahuan dan sikap ibu hamil berhubungan dengan mengenal tanda bahaya kehamilan dan persalinan.Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan mengenal tanda bahaya kehamilan dan persalinan.
EFEK ANTI BAKTERI DARI EKSTRAK LENGKUAS PUTIH (Alpinia galangal [L] Swartz) TERHADAP Shigella dysenteriae Yane Bangkele, Elli; Nursyamsi, Nursyamsi; Greis, Silvia
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.867 KB) | DOI: 10.22487/htj.v1i2.14

Abstract

Latar Belakang: Disentri basiler atau shigellosis merupakan suatu penyakit infeksi yang terjadi di kolon yang disebabkan oleh bakteri genus shigella. Telah banyak dilaporkan bahwa bakteri Shigella dysenteriae resisten terhadap berbagai macam antibiotik seperti ampicillin, tetracycline, streptomycin, dan chloramphenicol. Lengkuas putih mengandung flavonoid dan beberapa senyawa lainnya seperti tanin yang memiliki efek sebagai antibakteriTujuan: untuk mengetahui efek anti bakteri dari ekstrak lengkuas putih terhadap bakteri ShigelladysenteriaeMetode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium, post test only control group design dengan metode dilusi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Shigella dysenteriae yang diperoleh dari Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Palu, Sulawesi Tengah.Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 6,25%, 12,5%, 25% dan 50% dengan empat kali pengulangan.Shigella dysenteriae ditanam pada media yang sesuai kemudian diteteskan berbagai konsentrasi ekstrak Alpinia galanga [L] Swartz dan diamati pertumbuhannya. Efek antibakteri diukur dari Kadar Hambat Minimal (KHM/MIC) dan Kadar Bunuh Minimal (KBM/MBC).Hasil: Nilai Kadar Hambat Minimal (KHM) dari ekstrak lengkuas putih (Alpinia galanga [L] Swartz)adalah 25% dan Kadar Bunuh Minimal (KBM) adalah 50%. Kesimpulan. Ekstrak rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga [L] Swartz) memiliki efek antibakteri terhadap Shigella dysenteriae.
KARAKTERISTIK BREEDING PLACES DAN PERTUMBUHAN LARVA AEDES Aegypti Baharuddin, Alfina; Rahman, Rahman
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.954 KB) | DOI: 10.22487/htj.v1i2.15

Abstract

Latar belakang: Program pencegahan DBD yang dijalankan pemerintah saat ini dianggap kurangefektif. Hal ini ditandai dengan masih tingginya angka insiden kejadian di masyarakat yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data jumlah kejadian penyakit DBD di kelurahan Tamamaung sebanyak 16 kasus.Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik Breeding places, densitas jentik serta pertumbuhan larva Aedes aegypti pada beberapa jenis air antara lain: air hujan, air sumur gali, air selokan dan air PAM.Metode: Jenis Penelitian yang digunakan observasional dilapangan sedangkan untuk Pemeriksaan jenis air dengan metode quasy experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah warga di RW 06 Kelurahan Tamammaung sebanyak 98 rumah.. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji varian (ANOVA).Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa Jenis bahan dasar TPA yang disukai Aedes aegypti yaituGentong ditemukan sebanyak 77 (76,7%), Untuk jenis bahan dasar Non TPA yaitu jenis ban bekas yang berbahan dasar karet yaitu 8 (88,9%), kaleng bekas berbahan dasar logam/seng 5 (12,2%), dan yang paling sedikit pada tempat minum hewan bahan dasar plastik 4 (44,4%) Kepadatan Jentik Aedes aegypti Di Kelurahan Tamammaung yaitu House Index (HI) 34,7 DF (5=Sedang) Container Indeks (CI) 32,6,%, DF (8=Tinggi) dan Breteau Index (B) 168% DF(8=Tinggi). Larva Aedes aegypti paling banyak mati pada kelompok air PDAM (64%) dan mampu bertahan hidup lebih dari 6 hari pada Air selokan dengan persentase sebesar (82,8%), Total pertumbuhan larva menjadi pupa tertinggi terdapat pada air selokan dengan persentase sebesar (5,33%).Kesimpulan: Sebaiknya masyarakat menggunakan jenis bahan TPA yang permukaannya halus licin dan mudah di bersihkan untuk keperluan sehari-hari, selain kurang disukai oleh nyamuk Aedes aegypti, bahan plastik mudah dibersihkan. Masyarakat dihimbau agar membuang tempat-tempat yang sudah tidak digunakan dan berpotensial menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, seperti kaleng dan ban bekas yang berada di sekitar rumah
PEMETAAN PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN DI PULAU SAUGI KABUPATEN PANGKEP Rahman, Rahman; Nurjannatul Ma’wa, St
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.588 KB) | DOI: 10.22487/htj.v1i2.16

Abstract

Latar belakang: Penyakit penyakit berbasis lingkungan merupakan penyebab kematian di Indonesia. Pada tahun 2001, kematian yang disebabkan oleh penyakit berbasis lingkungan, diantaranya Infeksi Saluran Pernafasan Akut ISPA menduduki peringkat pertama dengan jumlah 15,7% kematian, penyakit TBC menduduki peringkat kedua dengan jumlah 9,6% kematian. Diare menduduki peringkat ketiga dengan jumlah 7,4% kematian. Secara total penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan 33% atau sepertiga total kematian seluruh kelompok umur.Sedangkan pada kelompok balita, pola penyebab kematian ini lebih tinggi lagi yaitu 30,8% kematian dan menduduki urutan pertama pola penyakit pada balita sebanyak 19,4 per 1000 balita.Tujuan: Pemetaan sebaran geografis penyakit berbasis lingkungan merupakan salah satu bentuk pengendalian yang sangat berguna agar program pengendalian penyakit disuatu daerah tepat sasaran. maka dari itu, dikembangkan system penyebaran penyakit berbasis lingkungan yang berbasis Geographis Informasi Sistem GIS yang digunakan untuk analisis data georeferensi untuk menghasilkan peta.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional potong lintang dengan pendekatan Sistem Inforamsi Geografis yng memiliki kemampuan untuk memvisualisasikan, mengeksplorasi, memilah milah data dan menganalisis data secara spasial. Pengolahan data dilakukan dengan aplikasi Arc view GIS 3,3 kemudian disajikan dalam bentuk peta. Serta pendataan karakteristik sanitasi lingkungan rumah penderita penyakit berbasis lingkungandengan menggunakan kuesioner sanitasi dasar lingkungan rumah yang disajikan dalam bentuk tabel.Hasil: Pendataan karakterisitik sanitasi lingkungan rumah penderita penyakit berbasis lingkungan di Pulau Saugi dalam hal ini penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Sistem Pencernaan Tidak Spesifik, serta Dermatitis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan. Penelitian ini menyarankan agar perlu adanya sosialisasi serta pelaksanaan sanitasi lingkungan rumah yang baik khususnya penggunaan sumber air serta pembuangan air limbah dan pengelolaansampah. Serta mengingat bahaya penyebaran penyakit berbasis lingkungan maka usaha pengendalian penyakit perlu difokuskan kearah daerah dengan status penderita dengan melihat peta berbasis GIS.
DAYA HAMBAT DEKOKTA KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Rinaldhi Tandah, Muhamad
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.513 KB) | DOI: 10.22487/htj.v2i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona hambat dekokta daun buah manggis (Garciniamangostana L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli yang bisa menyebabkansariawan dalam mulut dan vagina. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode dekokta, dengankonsentrasi 25%, 50% dan 75% dekokta daun buah manggis, aquadest sebagai kontrol negatif, dankotrimoksazol sebagai kontrol positif. Dilakukan replikasi sebanyak tiga kali setiap kelompok perlakuan.Metode pengujian daya hambat dekokta daun buah manggis menggunakan metode kertas cakram, dimanatiap konsentrasi dekokta daun buah manggis diserap oleh kertas cakram khusus pengujian zona hambat.Penelitian ini menunjukan bahwa selama 24 jam ditemukan zona hambat secara berurutan padakonsentrasi 25%, 50%, dan 75% adalah 3,3 mm, 5,8 mm, dan 7 mm. Pada kontrol negatif tidak terbentukzona hambat, sedangkan pada kontrol positif rata-rata zona hambat sebesar 5,5 mm. Diperoleh bahwaekstrak daun buah manggis dapat menghambat Escherichia coli dengan KHM ekstrak daun buah manggispada konsentrasi 25%.
PENGARUH ORIENTASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN YANG DI RAWAT DI RUANGAN MELON RUMAH SAKIT DAERAH MADANI PROPINSI SULAWESI TENGAH Sukrang, Sukrang; Sulfian, Wahyu; Feby Lestari, Katrina; Syaripudin, Syaripudin
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.156 KB) | DOI: 10.22487/htj.v2i1.18

Abstract

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI PAVILIUM CATELIA RSUD UNDATA Surianto, Surianto; Putu Pranita Sari, Ni; Jurni, Jurni
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.392 KB) | DOI: 10.22487/htj.v2i1.19

Abstract

ANALISIS RISIKO HIGH ENDEMIS DI DESA AIR PANAS KECAMATAN PARIGI BARAT KABUPATEN PARIGI MOUTONG Tarmisi, Ahmad; Arifuddin, Adhar; Herawanto, Herawanto
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.309 KB) | DOI: 10.22487/htj.v2i1.20

Abstract

Penyakit Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kejadian kusta secara global tahun 2013 menurut WHO berjumlah 215,656, Indonesia 16.856, Sulawesi Tengah 324, Kabupaten Parigi Moutong 76 kasus dan Desa Air Panas sebanyak 17 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko high endemis kusta di Desa Air Panas Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel kasus adalah penderita kusta dan sampel kontrol adalah masyarakat yang tidak menderita kusta dengan perbandingan 1 : 3. Jumlah sampel yaitu 84 yang terdiri dari 21 sampel kasus dan 63 sampel kontrol. Metode pengambilan sampel adalah total sampling dengan kriteria penderita kusta yang belum sembuh. Data diuji dengan uji OR pada batas kemaknaan (alfa 5%). Penelitian ini menunjukkan bahwa riwayat kontak (OR = 15,127 pada 95%, CI 4,572 - 50,056), kepadatan hunian (OR = 6,250 pada 95% CI 2,095 – 18,649) dan personal hygiene (OR = 7,344 pada 95% CI 2,435 – 22,144) merupakan faktor risiko terhadap kejadian penyakit kusta, penyakit kusta mempunyai dampak terhadap status gizi (OR sebesar 2,976 pada 95% CI 1,072 – 8,264). Diharapkan kepada masyarakat Desa Air Panas agar tidak kontak yang terlalu sering dan lama dengan penderita kusta, mengontrol kepadatan hunian sesuai standar rumah sehat dan menjaga pola hidup yang bersih dan sehat serta menjaga asupan gizi yang seimbang.

Page 2 of 40 | Total Record : 393