cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Pengembangan Ketrampilan Pengolahan Ikan Lele Di Pondok Pesantren Asy-Syifa’ Kecamatan Bambanglipuro Kabupaten Bantul Pujastuti Sulistyaning Dyah; Widodo Widodo; Zuhud Rozaki
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.092 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.404

Abstract

Tuntutan dunia kerja yang semakin tinggi membuat ketrampilan dari lulusan pendidikan pondokpesantren harus lebih terlatih. Selain bisa menjadi bekal untuk masuk di dunia kerja, ketrampilan jugabisa untuk menunjangn hidup santri pasca lulus. Di Pondok Pesantren Asy Syifa’ ini sebelumnya sudahdibina oleh salah satu program PKM tentang budidaya ikan lele. Sebagai tindak lanjutnya, agarketrampilan santri tidak hanya sebatas beternak, santri perlu diberikan ketrampilan tentang pengolahanikan lele. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, maka melalui program PKM ini dilakukan adalah (i)pengembangan pengetahuan pengolahan ikan lele menjadi berbagai olahan frozen food berupa bakso,nugget dan lainnya, dan (ii) pengembangan ketrampilan packaging dan pemasaran produk olahan ikanlele. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan santri dan pengajar untuk bisa mengolahikan lele menjadi produk olahan bernilai tinggi untuk meningkatkan nila tambah dari ikan lele tersebut.Santri dan pengajar bertambah ketrampilannya dalam memanfaatkan ikan lele yang sedangdibudidayakan di pondok pesantren. Santri dan pengajar juga mampu
Pengolahan Sabut Kelapa Sebagai Bahan Dasar Pupuk Organik Cair Rinasa Agistya Anugrah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.768 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.405

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) merupakanprogram pemberdayaan yang akan dilaksanakan di Dusun Kadigunung, Desa Hargomulyo, KecamatanKokap, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta ini bertujuan memberikan solusi kepada Warga DusunKadigunung khususnya kelompok tani dalam inovasi pengolahan limbah sabut kelapa yang tidakterpakai menjadi produk yang bernilai guna lebih yaitu pupuk pertanian organik yang siap digunakan.KKN PPM mengembangkan kawasan Dusun Kadigunung menjadi kawasan yang bisa peduli akanlingkungan dan mampu untuk melakukan pengolahan sampah (limbah) dengan mandiri dan sangat baiksehingga mampu memberdayakan masyarakat. KKN PPM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta iniakan melakukan dengan metode pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna tinggi, melalui inovasiteknologi ramah lingkungan. Dengan inovasi mesin pencacah sabut kelapa yang ramah lingkunganmemudahkan kelompok tani dalam pengolahan limbah sabut kelapa menjadi pupuk pertanian organikyang siap pakai. Metode pengolahan limbah sabut kelapa yang pertama adalah mencacah sabut kelapamenjadi ukuran yang lebih kecil. Hasil cacahan tersebut kemudian akan difermentasi untuk dijadikanPupuk Organik Cair (POC) yang siap pakai.
Pemanfaatan Limbah Vinil Menjadi Tas Dan Souvenir Berbasis Ekonomi Kreatif Agita Risma Nurhikmawati; Wachidatul Linda Yuhanna
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.455 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.406

Abstract

Limbah vinil di Desa Setono Kecamatan Ngrambe melimpah dan belum diolah secara optimal. Limbahvinil mempunyai potensi untuk dibuat produk tas dan souvenir berbasis ekonomi kreatif. Produk yangdihasilkan pada pelatihan ini adalah kreasi souvenir dari limbah vinil yang terdiri dari tas, dompet,goodie bag, pouch bag, tas laptop, tas netbook dan tas tempat makan. Kegiatan pelatihan pembuatantas dan souvenir dari vinil ini dilakukan pada bulan Juli 2019 di kelompok Koperasi Wanita Putri JatiEmas sebanyak 30 orang. Alat yang digunakan adalah gunting, penggaris, pulpen, dan mesin jahit.Bahan yang digunakan adalah limbah vinil, kertas karton, benang, lem, retsleting, kancing, gesper danring tas. Materi yang berikan adalah pengenalan limbah vinil dan potensinya, pemilahan limbah vinil,mendesain pola, menggambar pola, menggunting, menjahit bahan vinil, menggabung potongan bahan,finishing, promosi dan pemasaran. Hasil dari kegiatan ini adalah kelompok Koperasi Wanita Putri JatiEmas mampu mengolah limbah vinil menjadi produk berupa tas souvenir berbasis ekonomi kreatif yangmendatangkan income. Sinergisitas antara Universitas PGRI Madiun, Dinas Koperasi dan UsahaMikro Kabupaten Ngawi serta kelompok Koperasi Wanita Putri Jati Emas dapat dilakukan untukkeberlanjutan program.
Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Usaha Penunjang Pariwisata: Kelompok Kusir Andong “ Kotagede I” Agnes Ratih Ari Indriyani; Sukamto Sukamto; Henry Sarnowo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.239 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.407

Abstract

Sasaran Program Kemitraan bagi Masyarakat (PKM) ini adalah masyarakat yang produktif secaraekonomi. Mitra program ini adalah kelompok kusir andong di wilayah Daerah Istimewa Yogyakartayaitu kelompok “Kotagede 1”. Tujuan program ini adalah pemberdayaan ekonomi kelompok usahaandong melalui peningkatan kinerja aspek produksi, pemasaran, sumber daya manusia dan aspekekonomi secara umum. Program-program ini kami laksanakan berdasar pada permasalahan: 1)Kurangnya kemampuan paguyuban/kelompok dalam membantu kesulitan keuangan anggota, 2)Kurangmya pemahaman pengelolaan ekonomi keuangan kelompok,3) )Belum adanya upaya pemasarandengan menggunakan media promosi dan kerjasama dengan pelaku wisata yang lain 3) Kurangnyakesadaran dalam menjaga kebersihan terutama penanganan kotoran kuda, 4) rendahnya kemampuanberbahasa Inggris praktis untuk melayani wisatawan mancanegara. Metode yang digunakan yaitumelalui pelatihan dan konsultasi, pendampingan, penerapan IPTEKS, substitusi IPTEKS danpeningkatan kualitas faktor produksi dan advokasi. Paguyuban/kelompok kusir mengalamipeningkatan kemampuan dalam mengatasi kesulitan keuangan anggota, pengelolaan keuangankelompok yang lebih baik, terhubungnya beberapa jejaring wisata dalam upaya peningkatan promosi,meningkatnya kesadaran para kusir tentang perlunya menjaga kebersihan dan peningkatankeberanian/kemampuan dalam melayani wisatawan asing dalam hal komunikasi/bahasa.Kesimpulan dari pelaksanaan program ini, kerjasama antara tim pengabdi dan kelompok mitra mampumeningkatkan keberdayaan kelompok dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Penguatan Literasi Keuangan Syariah Pada Penyandang Disabilitas Ahmad Ma’ruf; Joko Prihatin; Novia Rahmayanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.598 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.408

Abstract

Financial literacy is a basic need for everyone, including people with disabilities to avoid financialproblems. The financial sector has been effective in encouraging the development of thehousehold economy, both in terms of capability and accuracy of spending, business financing, and theaccuracy of savings and investment choices. Adults with disabilities who are members of the GADINGcommunity have a majority of secondary education with limited financial management, and are notaccustomed to household financial planning. Dissemination activities are carried out through structuredtraining that begins with a process of social analysis, needs analysis, and training design that is adaptedto disability conditions. The results of this activity are still minimal, so it needs to be repeated periodically.
Sentra Wisata Kajigelem Sebagai Destinasi Wisata Edukasi Di Desa Bangunjiwo Ambar Rukmini; Masrul Indrayana; Yuliana Endah Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.423 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.409

Abstract

Desa Bangunjiwo merupakan satu dari empat desa di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, yangsebagian besar wilayahnya adalah pegunungan. Desa tersebut memiliki potensi alam sangat indah danlengkap karena terdapatnya beberapa sendang, kedung, kampung kerajinan, dan kelompok pengolahpangan. Melalui Program Kajigelem, Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bantul telahmerencanakan pengembangan potensi wilayah tersebut menjadi kawasan wisata terpadu denganunggulan budaya lokalnya (potensi alam, kerajinan gerabah, kipas bambu, ukir kulit, pahat batu, danmakanan tradisional). Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintahan desa sedang membangun sentrawisata Kajigelem, yang nantinya juga diharapkan dapat berfungsi sebagai sentra wisata edukasi yangterletak di wilayah Desa Bangunjiwo. Untuk mewujudkan hal tersebut, telah dilakukan pemilihan lokasiyang paling strategis, pengerasan jalan menuju lokasi terpilih, dan juga pembangunan kawasan sentrawisata. Dalam makalah ini akan diulas potensi pembangunan sentra wisata Kajigelem, masalah yangdihadapi, serta solusi yang dapat dilakukan agar pembangunan sentra wisata tersebut sesuai sasaran.Harapan ke depannya adalah, Desa Bangunjiwo dikenal sebagai destinasi wisata edukasi unggul diKabupaten Bantul.
Penguatan Kelembagaan Dusun Lungguh Melalui Sistem Informasi Berbasis IT Adhianty Nurjanah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.339 KB) | DOI: 10.18196/ppm.24.410

Abstract

Dusun Lungguh, Desa Temuwuh Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Yogyakarta mempunyai beberapa masalah utama, yakni masih kurangnya teknologi yang berbasis web yang berkaitan dengan profil desa mengenai kependudukan warga, kurangnya informasi laporan keuangan desa, serta kurang menggalinya potensi yang ada di Desa Temuwuh khususnya dusun Lungguh. Berdasarkan Undang- undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, menempatkan desa sebagai pilar utama dalam pembangunan. Dalam hal ini Desa memiliki kewenangan secara otonom dalam mengatur desanya terutama kelembagaan desa. Melalui program pengabdian masyarakat pada program Penguatan Kelembagaan Melalui Sistem Informasi Berbasis IT Di Dusun Lungguh Temuwuh Dlingo Bantul Yogyakarta ini, menawarkan model untuk mengatasi beberapa masalah yang ada di Dusun Lungguh, yakni yang pertama pembuatan profil dusun, melakukan pengelolaan data dan verifikasi data serta membuat format atau desain buku profil dusun. Kedua, optimalisasi Sistem Informasi Desa dengan membuat website desa. Pada tahapan ketiga, memberikan pendampingan kepada pemerintah desa terkait cara mengelola website desa untuk dapat digunakan secara berkelanjutan. Hasil dari Program Penguatan Kelembagaan Melalui Sistem Informasi Berbasis IT ini menghasilkan buku profil yang sudah sesuai dengan dengan kondisi nyata yang ada di desa. Serta menghasilkan pengembangan website dan media social untuk memudahkan menyebarkan informasi terkait kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa.
Analisis SWOT Potensi Bisnis Koperasi Bunga Kayu Mekar Di Cilember, Bogor Iis Mariam; Nining Latianingsih; Titik Purwinarti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.198 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.411

Abstract

Dalam era teknologi informasi saat ini kecepatan berbisnis di dalam merespon perubahan akanberdampak pada organisasi agar dapat bersaing dengan usaha yang lain. Koperasi Bunga Kayu Mekaryang berlokasi di desa Cilember, Cisarua, Bogor saat ini memiliki 300 orang anggota yang tergabungdari para pengrajin yang menjual produk bunga kayu, pengrajin boneka, penjual makanan dan minumanserta pengelola Eco–Village. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasistrategi yang dilakukan pelaku usaha koperasi bunga kayu dalam membangun potensi usaha danmemasarkan produknya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknikpengumpulan data, yaitu: observasi dan wawancara dengan ketua koperasi Bunga Kayu Cilember Mekar,Kepala Desa Cilember serta Tokoh Masyarakat di desa Cilember. Hasilnya menunjukkan bahwa analisisstrategi SWOT dilakukan dalam memetakan dan mengidentifikasi potensi bisnis dalam memberdayakanpengrajin dan pelaku usaha yang tergabung dalam Koperasi Bunga Kayu Cilember Mekar, Cisarua,Bogor. Strategi yang dilakukan dalam memasarkan produknya adalah mengikuti pameran yang diadakanpemerintah daerah Bogor, ikut dalam kegiatan bazar baik di sekitar Cisarua, Bogor, berjualan di tempatwisata Bunga Matahari serta memulai penjualan bunga kayu berbasis on-line walaupun masih terbatasjumlahnya.
Diversifikasi Produk Kedelai Menjadi Produk Susu Kedelai Di Desa Jetis, Pandak, Bantul Andika Wisnujati; Rela Adi Himarosa
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.653 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.412

Abstract

Peningkatan pendapatan akan meningkatkan taraf hidup suatu masyarakat. Tujuan dari programPengabdian Masyarakat dengan skim Kemitraan Masyarakat adalah untuk memanfaatan teknologitepat guna produksi susu kedelai dan memudahkan pekerjaan manusia sehingga dapat meningkatkanproduksi susu kedelai. Pedukuhan Jetis yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh tak menentu,perlu diberi pelatihan untuk menambah wawasan dan memberikan peluang pengembangan sumber dayayang dimiliki. Subjek program kemitraan adalah warga masyarakat Jetis Desa Gilangharjo, KecamatanPandak Kabupaten Bantul. Tahapan pelaksanaan program meliputi sosialisasi program kegiatan,mengundang pakar yang kompeten pada bidang pengolahan kedelai menjadi produk susu kedelai murnidalam kemasan dan pemasaran online. Warga dilibatkan sebagai pelaku pembuat produk susu kedelaimurni dalam kemasan dan melakukan pemasaran, serta pembuatan izin produk. Target luaran yangdihasilkan dari program kemitraan masyarakat ini adalah: 1) publikasi pada media masa cetak atauonline atau repository Perguruan Tinggi, 2) peningkatan daya saing (peningkatan kualitas, kuantitas,serta nilai tambah barang, jasa diversifikasi produk, atau sumber daya lainnya), 3) peningkatanpenerapan iptek di masyaratakat (mekanisasi, IT dan manajemen), 4) perbaikan tata masyarakat (senibudaya, sosial, politik, keamanan, ketentraman, pendidikan, kesehatan), 5) inovasi teknologi tepat guna.
Creativity In Craft: Pengembangan Kerajinan Perca Batik Bernilai Komersial Titi Rahayu Prasetiani; Sri Puji Astuti; Catur Ragil Sutrisno
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.73 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.413

Abstract

Perca batik adalah sisa-sisa kain batik setelah kain tersebut digunakan sebagai bahan membuat produk,terutama produk pakaian. Perca batik selama ini hanya dijual denga harga yang sangat murah. Tujuankegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan nilai tambah dari perca batik melalui pengembangankerajinan (craft) agar bernilai komersial. Metode yang digunakan menggunakan rekayasa nilai, yaitumelalui tahap informasi, tahap kreativitas dan tahap pengujian. Hasilnya diperoleh konsep produkkerajinan berbahan baku perca berupa tas, pakaian dan aksesoris. Implikasi dari kegiatan ini diharapkanmampu meningkatkan kegiatan ekonomi daerah dan penghasilan masyarakat melalui usaha kreatifkerajinan dari perca batik ini.

Page 40 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue