cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Pengkaderan Kelompok Peduli Kesehatan Reproduksi Wanita Sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Reproduksi Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana; Inayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.029 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.454

Abstract

Data Dinas Kesehatan Klaten, kejadian penyakit reproduksi wanita meningkat 3 tahun terakhir diKlaten, termasuk Kecamatan Bareng Lor, Klaten Utara. Penyebabnya adalah, tingkat pengetahuan yangkurang, malu konsultasi dan kesadaran berobat yang masih rendah. Kami bekerjasama denganMuhammadiyah Bareng Lor untuk memudahkan koordinasi. Tujuan pengabdian masyarakat inimeningkatkan pengetahuan dengan ceramah, pelatihan skrining dan pembentukan kelompok pedulikesehatan reproduksi wanita di wilayah Bareng Lor, Klaten Utara. Metode pelaksanaan kegiatan yaitusosialisasi kesehatan reproduksi wanita dengan ceramah, tanya jawab, pelatihan dan pemilihan kaderberdasarkan kriteria yang ditentukan. Kader terpilih 8 dari 51 peserta diharapkan dapat memberikanpenyuluhan kepada masyarakat dan menemukan kasus berisiko penyakit reproduksi. Awal kegiatan kadermenemukan 30 kasus wanita dengan resiko penyakit reproduksi dan menindaklanjuti pemeriksaan swabvagina, pemeriksaan ginekologi dan ultrasonografi. Hasil pemeriksaan ginekologi, semua wanita keputihandengan hasil mikrobiologi 7 peserta (24,14%) keputihan normal/fisiologis dan 75,16% keputihanpatologis. Hasil USG ginekologi 24 (80%) peserta normal dengan 5 IUD in situ, kehamilan 2 (6,67%),dan abnormal 4 (13,33%). Kesimpulan: skrining pemeriksaan kesehatan organ reproduksi secara dinidapat menemukan kasus serta melakukan tindaklanjut untuk menurunkan angka kesakitan dankematian. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dengan meningkatnya kesadaran masyarakatterhadap kesehatan reproduksi dan meningkatkan kunjungan ke pelayanan kesehatan.
Peningkatan Kualitas Majelis Taklim Ibu-Ibu Melalui Program Pendampingan Manajemen Dan Penyusunan Kurikulum Isthofaina Astuty; Meika Kurnia Pudji RDA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.421 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.455

Abstract

Pengajian ibu-ibu mampu menjadi wadah silaturahmi dan interaksi antar ibu-ibu untukmenyalurkan kebutuhan sosial mereka, bahkan dibeberapa tempat majelis taklim atau pengajian ibu-ibumampu menjadi sarana bagi ibu-ibu untuk mengembangkan potensi ekonomi rumah tangga atau bahkandaerah tertentu. Oleh karena itu pengelolaan manajemen pengajian ibu-ibu perlu mendapatkanperhatian guna mengoptimalkan peranan pejelis taklim atau pengajian ibu-ibu sebagai saranapeningkatkan kualitas hidup ibi-ibu, rumah tangga dan masyarakat pada umumnya. Permasalahan diKalurahan Buasasaran Kecamatan Danurejan, ada banyak majelis taklim atau pengajian ibu-ibu yangdilaksanakan di masjid atau mushola di wilayah Kalurahan Bausasaran. Namun materi pengajian belum direncanakan dengan baik,. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil ibu-ibu di Kalurahan Bausasran yang mendatangi pengajian dari masjid ke masjid (orang yang cenderung sama di berbagai pengajian yang berbeda) dan didominasi ibu-ibu dengan usia lanjut usia. Selain itusetiap pengajian ibu-ibu tidak memiliki adminitrasi yang bagus yang mampu menyediakan berbagaiinformasi dan data mengenai pengajian yang mereka kelola. Solusi. Beberapa masalah diatas munculkarena belum adanya kurikulum pengajian yang dikembangkan sesuai kebutuhan jamaah dan ibu-ibudi lingkungan Kalurahan Bausasran serta belum dikelolaanya pengajian ibu-ibu dengan pendekatanmanajemen yang modern. Oleh karena itu Metode untuk mengatasi masalah tersebut, langkah pertamayang harus dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi kepada pengelolaan pengajian ibu-ibu di KalurahanBausasran pentingan kurikulum pengajian dan manajemen yang baik dalam pengelolaan pengajian.Kedua pelatihan dan pendampingan penyusunan kurukulum pengajian dan pengelolaan manajemenpengajian.Luaran yang diharapkan dari program ini adaaah adanya pengelolaan majelis taklim ibu-ibuyang menerapkan manajemen yang baik, kurikulum pengajian ibu-ibu yang menjadi pedomanpelaksanaan pengajian ibu-ibu serta publikasi artikel ilmiah.
Triple Helix Dalam Pengembangan Telur Omega 3-IPB Iman Rahayu HS; Lucia Cyrilla ENSD
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.582 KB) | DOI: 10.18196/ppm.24.456

Abstract

Telur merupakan salah satu pangan asal hewani yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Telurmemiliki kandungan asam lemak omega 3 (DHA dan EPA) yang sangat baik bagi kesehatan tubuhterutama untuk perkembangan otakbalita dan pencegahan penyakit degeneratif pada manula. AsupanDHA dan EPA di kalangan masyarakat masih kurang dikarenakan pangan yang mengandung sumberDHA dan EPA masih terbatas. Penambahan suplemen omega 3 dalam pakan ayam petelur terbuktidapat menambah kandungan omega 3-IPB di dalam telur yang dihasilkan. Telur merupakan bahanmakanan yang mudah diperoleh dan sering diaplikasikan ke dalam berbagai olahan pangan lainnya,sehingga penggunaan telur omega 3-IPB dapat memberikan peluang peningkatan kualitas gizimasyarakat. Suplemen omega 3 dalam pakan ayam telah dipatenkan pada tahun 2005 dengan No IDP 0023652. Telur omega 3-IPB merupakan sebuah invensi yang terus dikenalkan dan dikomersialkanagar produk tersebut dapat dikenal serta dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Pengenalan telur omega 3-IPB dilakukan atas kerja sama antara berbagai pihak, yaitu pihak akademisi, wirausahawan, dan pemerintah yang terangkum dalam triple helix. Konsep triple helix menghasilkan kontribusi dari masing-masing pihak yang terlibat sehingga tercipta kolaborasi yang membuat produk telur omega 3-IPB ini telah mendapat berbagai penghargaan dan pengakuan baik di tingkat regional (Jabodetabek), nasional,maupun internasional.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kampung KB Sebagai Upaya Penanggulangan Kemiskinan Nina Herlina; Marlina Nur Lestari; Yusuf Iskandar; Ali Muhidin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.007 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.457

Abstract

Pemberdayaan perempuan melalui Kampung KB di pedesaan bukan semata-mata hanya kegiatanKeluarga Berencana yang menjadi focus kegiatan. Kampung KB merupakan istilah baru sejak programini diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada bulan Januari 2016. Tujuan Kampung KB adalahmeningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau lingkungan dengan melibatkanpembangunan di semua sektor dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas. “Kampung KB” mungkin yang ada di benak masyarakat adalah suatu tempat hunian yang kumuh, terdiri dari orang-orang atau keluarga yang penuh dengan keterbelakangan dan keterbatasan di berbagai sektor, baik pendidikan, kesehatan, penerangan, informasi dan hal-hal lain. Adapun yang menjadi tujuan daripengabdian adalah: untuk meningkatkan keterampilan dalam Pemberdayaan Perempuan MelaluiProgram Kampung KB, untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan untuk menanggulangiKemiskinan. Metode yang digunakan adalah Penyuluhan yaitu dengan ceramah dan diskusi tentangkegiatan pemberdayaan perempuan, dilanjutkan dengan praktek membuat olahan makanan sebagaipeningkatan keterampilan kaum perempuan. Adapunh hasil yang dicapai adalah semakinmeningkatnya keterampilan Pemberdayaan perempuan di kalangan masyarakat pedesaan, meningkatnyapendapatan keluarga dari hasil Pemberdayaan perempuan dan semakin tinggi partisipasi perempuandalam aktivitas di semua sektor pembangunan. Implikasi dari kegiatan ini bahwa kegiatan yangmelibatkan Pemberdayaan perempuan sangat menunjang dalam upaya penanggulangan kemiskinan dimasyarakat.
Pendidikan Dini “Sadar Virus Homoseksual Kaum Santri” Di pesantren Azam Syukur Rahmatullah; Muhammad Eko Atmojo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.145 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.458

Abstract

Homoseksual merupakan hal yang sebagian kalangan dirasa mengkhawatirkan. Perkembanganhomoseksual pun semakin luas di masyarakat, tidak terkecuali pada ranah pesantren. Banyak penelitianyang menyatakan bahwa pesantren menjadi wadah perkembangbiakan virus-virus homoseksual.Sayangnya, tidak banyak dari pihak pesantren yang menyadari bahwa homoseksual bisa mewabah dikalangan pesantren. Berangkat dari itulah, peneliti berupaya melakukan pengabdian masyarakat terkaitpendidikan dini sadar virus homoseksual santri di pesantren. Dalam hal ini pesantren yang dituju adalahPondok Pesantren Al-Kamal Tambaksari Kuwarasan Kebumen. Selain karena pondok pesantren tersebutsudah terbilang tua, juga karena tidak banyak dari stake holder, para asatidz dan santri yang memahamitentang homoseksualitas santri di Pesantren. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalahpenyuluhan dan pelatihan. Dengan sasarannya adalah dewan asatidz dan para santri remaja setingkatMadrasah Aliyah yang mukim di Pondok. Hasil dari pengabdian tersebut adalah adanya pemberlakukansosialisasi di Pondok Pesantren Al-Kamal, ada beberapa macam sosialisasi untuk membuka kesadarandiri para stake holder dan para santri terhindar dari homoseksual santri, di antaranya adalah: Pertama,Sosialisasi kepada dewan asatidz, untuk membuka wacana tentang homoseksual santri, Kedua,sosialisasi kepada para santri, baik santri putra maupun santri putri terkait bagaimana cara menghindariperilaku homoseksual santri, sehingga mereka menjadi lebih paham cara mengatasinya. Ketiga, membuatFGD (Forum Group Discussion) antara santri dan mendiskusikan bagaimana cara untuk menghidariperilaku homoseksual santri. Keempat, yakni membuat yel-yel yang berisikan tentang menjauhihomoseksual santri dan terakhir membuat slogan yang berisi menolak perilaku homoseksual santri.
Peningkatan Keterampilan Guru BK dalam Memberikan Layanan Pendidikan Seks Terhadap Siswa Melalui Penerapan E-Learning Dwi Sri Rahayu; Chaterina Yeni Susilaningsih; Chatarina Dian Indrawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.373 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.459

Abstract

Pergaulan bebas/free sex semakin meraja lela di kalangan remaja Indonesia. Penyalahgunaankecanggihan teknologi menjadi pemicu terbesar fenomena ini. Kehadiran smartphone seolah menjadikebutuhan utama individu di era milenial ini. Kecepatan akses informasi tanpa batas menjadi pupukbagi perilaku yang mengarah pada free sex. Karena kondisi tersebut, dilaksanakan PKM-S ini dengantujuan agar pendidikan seks dapat diberikan kepada remaja melalui keterampilan Guru BK dalammemanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada, yakni dengan penerapan e-learning dalam memberikanlayanan terhadap siswa. Pelaksanaan PKM-S ini meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, danpendampingan. Mitra PKM-S ini adalah SMK St. Bonaventura 1 Madiun. Kegiatan ini memperolehhasil 1) siswa mulai berani untuk membicarakan kehidupan seksnya dengan guru BK, 2) siswamengetahui dampak buruk dari perilaku seks bebas, 3) siswa mampu memfilter informasi tentang seks,4) Guru BK memberikan layanan pendidikan seks berbasis e-learning, 5) peningkatan inovasi layananBK. Mitra merasa sangat terbantu untuk memberikan pencegahan kepada siswa SMK St. Bonaventura1 Madiun agar bisa menjauhkan diri dari perilaku seks bebas. Dari PKM-S ini Guru BK memperolehketerampilan menyusun materi layanan dalam format e-material yang meliputi PPT, PDF, dan filmpendek tentang pendidikan seks. bisa disimpulkan bahwa penerapan e-learning membantu kebutuhanmitra dalam memberikan layanan pendidikan seks terhadap siswa.
Implementasi Standar Layanan Informasi Publik Berbasis Digital Di Desa Girikerto Turi Sleman Dewi Amanatun Suryani; Hari Akbar Sugiantoro; Zahra Arwananing Tyas
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.872 KB) | DOI: 10.18196/ppm.24.460

Abstract

Indonesia yang menganut sistem demokratis menerapkan model pemerintahan yang terbuka.Keterbukaan Informasi Publik merupakan kunci bagi peningkatan partisipasi masyarakat.Diterbitkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik danUndang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mengamanahkan pembentukkan PPID danpengembangan Sistem Informasi Desa. Keberadaan Desa Girikerto yang dikenal sebagai desa budayadan memiliki potensi sebagai desa wisata belum mengimplementasikan Undang-Undang tersebut.Kondisi ini dapat menimbulkan potensi ketidakpercayaan masyarakat pada pemerintah desa dankurangnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan. Tujuan Program Pengembangan DesaMitra ini adalah mewujudkan Desa unggulan dan pengembangan potensi desa yang dapat meningkatkankesejahteraan rakyat melalui penyediaan dan pelayanan informasi yang mudah diakses masyarakat.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berangkat dari konsep pemberdayaan masyarakat denganpendekatan Action Research. Cara pendekatan ini menghasilkan rumusan bersama masyarakat danpemerintah desa yaitu penatakelolaan informasi dan dokumentasi publik melalui kelembagaan PPIDdan membangun Sistem Informasi Desa berbasis digital. Dengan terbentuknya PPID dan penyampaianinformasi desa melalui website maka Desa Girikerto telah mengimplementasikan standar layananinformasi publik sesuai UU KIP. Keterbukaan Informasi Desa merupakan wujud penyelenggaraanpemerintahan yang baik dan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dengan kemudahan aksesberbasis digital.
Penyusunan Profil Dusun Dan Administrasi Kependudukan Di Padukuhan Kalipakem Muhammad Eko Atmojo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.228 KB) | DOI: 10.18196/ppm.24.461

Abstract

Administrasi kependudukan merupakan salah satu komponen paling penting untukmenjamin berjalannya roda pemerintahan. Oleh karena itu setiap pemerintah baik pusatmaupun desa harus mempunyai administrasi kependudukan dengan baik. Salah satupermasalahan yang ada di Dusun Kalipakem adalah belum adanya administrasi kependudukanyang lengkap sehingga banyak sekali data yang belum valid, selain itu sudah sekitar 10 tahuntidak pernah diadakan pendataan kependudukan. Sehingga sulit untuk mengetahui jumlahpenduduk, jenis pekerjaan, potensi dusun dan lain sebagainya. Metode atau konsep kegiatanyang akan digunakan dalam penyelesaian masalah dengan beberapa langka, yaitu: Pertama,melakukan forum group discussion serta sosialisasi kepada masyarakat. Kedua, melakukan surveiwilayah Kalipakem terutama luas wilayah dan batas wilayah. Ketiga, melakukan pendataandengan mendatangi warga Kalipakem, dari mulai jumlah KK sampai dengan jenis pekerjaandan umur. Keempat, melakukan pembuatan profil dari hasil survey di lapangan sertamelakukan olah data kependudukan dari mulai jenis kelamin, umur, jenjang pendidikan danjenis pekerjaan. Sementara itu, untuk menjamin keberlanjut Program KKN-PPM ini perludilakukan beberapa Rencana Tindak Lanjut (RTL) yaitu: Pertama, pembentukan tim surveylapangan. Kedua, pembentukan tim olah data. Ketiga, pembentukan tim desain wilayahKalipakem. Keempat, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara rutin untuk memastikanterlaksananya kegiatan KKN-PPM oleh Dosen Pembimbing Lapangan dan LP3M UMY,khususnya Divisi Pengabdian Pada Masyarakat sesuai dengan yang diharapkan.
Pelatihan Pembuatan Lembar Kerja Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di SMP Dwi Agustina; Syita Fatih ‘Adna; Nur Baiti Nasution
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.973 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.462

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dipaparkan dalam artikel ini merupakan programpengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan tujuan utama melatih guru – guru BahasaInggris yang ada di SMP 14 Pekalongan Jawa Tengah untuk memodifikasi metode kumon dalampengajaran di kelas. Kegiatan ini dilakukan karena SMP 14 memiliki permasalahan dimana banyaksiswa belum menguasai materi yang disampaikan guru dan mereka belum mencapai nilai minimal yangditentukan oleh sekolah sehingga para siswa perlu diberikan lebih banyak lembar kerja untuk latihan.Namun banyak guru masih ragu untuk menyusun lembar kerja yang sesuai bagi siswa. Programpengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu SMP 14 mengatasi permasalahan tersebut.Dalam pelatihan ini, para guru diberikan paparan terkait metode kumon, implementasinya dalam matapelajaran Bahasa Inggris, modifikasinya serta model lembar kerjanya. Dari kegiatan ini, para guruBahasa Inggris yang ada di SMP 14 Pekalongan menjadi lebih tahu tentang metode Kumon,modifikasinya dan implementasinya dalam pengajaran Bahasa Inggris. Mereka juga dapat membuatlembar kerja modifikasi kumon sesuai materi dan kebutuhan anak di kelas. Namun demikian, tantanganbaru muncul dalam pelatihan penyusunan lembar kerja modifikasi kumon ini. Artikel ini menyajikanpaparan guru terkait permasalahan baru yang mereka hadapi ketika harus menyusun dan menggunakanlembar kerja modifikasi kumon di kelas.
Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Lesson Study Eko Purwanti; Evi Puspitasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.18 KB) | DOI: 10.18196/ppm.21.463

Abstract

Sebagai ujung tombak pendidikan, guru dituntut untuk mempunyai kualitas yang tinggi sehinggapembelajaran di kelas dapat berlangsung secara maksimal. Akan tetapi, pada kenyataannya banyakditemukan pembelajaran di kelas yang berjalan kurang efektif yang ditandai dengan rendahnyapartisipasi siswa di kelas. Situasi seperti ini dapat berimbas terhadap penurunan kualitas belajarmengajar. Oleh karena itu diperlukan strategi yang efektif sebagai salah satu jalan keluar, dan salahsatunya adalah melakukan lesson study. Makalah ini bertujuan untuk melaporkan hasil pengabdianmasyarakat terkait dengan persepsi guru terhadap pelaksanaan lesson study di sekolah menengah atassebagai upaya untuk meningkatkan kualitas mengajar di kelas. Dengan menggunakan pendekatankualitatif, pengabdian masyarakat ini melibatkan sepuluh guru dari sepuluh mata pelajaran yangberbeda. Kesepuluh orang guru terbagi dalam dua kelompok lesson study dan mereka secara sukarelamelaksanakan dua siklus lesson study di kelas. Wawancara kelompok dilakukan untuk mendapatkandata terkait dengan persepsi mereka mengenai pelaksanaan lesson study. Hasil dari pengabdianmasyarakat ini menunjukkan bahwa guru-guru di sekolah tersebut mempunyai perspesi positif terhadaplesson study, yaitu 1) lesson study memberi kesempatan belajar bagi siswa, 2) lesson study memberikankesempatan belajar bagi guru, 3) lesson study meningkatkan kualitas mengajar guru, dan 4) lesson studymembuat guru melakukan refleksi pembelajaran. Para guru tersebut sepakat bahwa kegiatan lesson studylayak untuk dilanjutkan di kemudian hari.

Page 45 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue