cover
Contact Name
Wahid Fathoni
Contact Email
prosidingsemnasumy@gmail.com
Phone
+6282136574140
Journal Mail Official
semnasppm@umy.ac.id
Editorial Address
Gedung D Lt 2, LP3M UMY Jln Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55813
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat
ISSN : 2775376X     EISSN : 27753786     DOI : https://doi.org/10.18196/ppm
Prosiding Hasil Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian, Pubikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai wujud diseminasi kegiatan ilmiah pengabdian masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Indonesia. Prosiding seminar nasional hasil program pengabdian masyarakat terbit satu kali setiap tahun. dengan tema dan topik bahasan (klaster kajian) yang dirancang secara tematik oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiayh Yogyakarta.
Articles 1,338 Documents
Penguatan Sistem Informasi Manajemen Organisasi (SIMO) Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Aisyiyah Ranting Segoroyoso, Pleret, Bantul, Tahun 2018-2019 Dian Eka Rahmawati; Erni Zuhriyati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.128 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.444

Abstract

Kelompok mitra belum memiliki pengetahuan tentang Sistem Informasi Manajemen Organisasi (SIMO) menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pengarsipan dan pengelolaan data-data organisasi masih dilakukan secara manual. Dengan kondisi tersebut, kelompok mitra seringkali mengalami kesulitan, seperti arsip yang hilang serta data organisasi yang tidak terstruktur dan tersistem.Selain itu, kelompok mitra juga belum memiliki komputer sebagai sarana pendukung manajemenorganisasi, bahkan penguasaan program komputer dan aplikasi media sosial untuk kebutuhanmanajemen informasi organisasi masih sangat terbatas. Berdasarkan latar belakang tersebut, makakegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penguatan SIMO berbasis TIK bagipengurus Aisyiyah Ranting Segoroyoso, Pleret, Bantul. Metode yang dilakukan adalah dengan pelatihandan pendampingan SIMO untuk mengatasi persoalan yang dihadapi oleh pengurus Aisyiyah RantingSegoroyoso, Pleret, Bantul. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan SIMO berbasis TIK yangtelah dilakukan, saat ini kelompok mitra telah menguasai aplikasi ms office, memiliki akun media sosialorganisasi, memiliki sarana komputer, dan mampu mengaplikasikannya untuk pengelolaan organisasi.
Ekonomi Keluarga Mantap Dan Kuat Berbasis Perempuan Terampil Mandiri (Emak Ptm) Pada Ibu Rumah Tangga Di Sedayu, Bantul Arianti Arianti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.515 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.445

Abstract

Masalah ekonomi memberi dampak pada kondisi kesehatan manusia. Kondisi seperti ini banyak terjadipada warga di Sedayu Bantul, yang memiliki kondisi ekonomi menengah ke bawah. Kondisi ekonomiyang semakin sulit menyebabkan budaya berhutang pada rentenir yang berakibat pada kondisi yangsemakin terpuruk dan berdampak pada kondisi kesehatan. Industri rumah tangga terbukti memberimanfaat pada perbaikan ekonomi masyarakat. Tujuan dari pengabdian EMAK PTM adalah untukmeningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui keterampilan menjahit yang akan meningkatkanderajat kesehatan di masyarakat. Metode yang dilakukan pada EMAK PTM adalah pemberian saranamenjahit, pelatihan menjahit hijab instan dan mukena selama satu bulan, dan focuss group discussion.Hasil yang dicapai setelah satu bulan pelaksanaan EMAK PTM antara lain meningkatnyaketerampilan menjahit pada 18 ibu rumah tangga, bertambahnya pendapatan ibu rumah tangga sebesar5000-6000 rupiah dalam satu hari, dan terbentuknya industri rumah tangga hijab dan mukena dengannama dagang “Mak-Mou”. Simpulan EMAK PTM mampu menambah ketrampilan dan meningkatkanpendapatan para ibu rumah tangga.
Inisiasi Pengelolaan Simpan Pinjam Berbasis Syariah Pada Kelompok Arisan Ibu-Ibu Di Brajan Edi Supriyono; Arni Surwanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.628 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.446

Abstract

Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah kelompok simpan pinjam ibu-ibu yang dikelola secarakonvensional di Brajan, Tamantirta, Kasihan, Bantul. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah: 1)mengubah praktik pengelolaan simpan pinjam selama ini dengan model yang berlandaskan pada hukumislam, 2) meningkatkan profesionalisme pengelolaan simpan pinjam dengan menerapkan sistemadministrasi dan keuangan yang lebih baik, 3) meningkatkan melakukan penilaian kelayakan peminjam,4) meningkatkan kapasitas pendanaan, 5) meningkatkan kemampuan menentukan SHU. Metode yangakan dicapai untuk pencapaian tersebut adalah dengan: 1). melakukan penyuluhan tentang simpanpinjam menurut hukum islam. 2) Penyuluhan tentang Administrasi transaksi keuangan, 3) Penyuluhantentang penentuan kelayakan peminjam dan besarnya pinjaman yang diberikan, 4) Penyuluhan tentangcara meningkatkan kapasitas pendanaan. 5) pelatihan menentukan besarnya SHU. Hasil pengabdianmasyarakat adalah :1) peserta pelatihan sangat antusias mengikuti penyuluhan simpan pinjam menuruthukum islam; 2). Peserta pelatihan mampu memahami administrasi transaksi keuangan; 3) pesertapelatihan mampu memahami menentukan kelayakan peminjam; 4) peserta mampu memahami carameningkatkan kapasitas pendanaan; 5) Peserta mampu memahami cara penentuan besarnya SHU.Simpulan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah mitra sangat menerima program pengabdian ini danakan merealisasikannya dalam pengelolaan simpan pinjam secara syariah.
Pemberdayaan Aisyi’ah DIY Dalam Penanggulangan Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Dapur Balita Nur Chayati; Azizah Khoiriyati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.034 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.447

Abstract

Dalam situasi terjadinya bencana, kelompok balita menjadi salah satu kelompok rentan yangmemerlukan perhatian lebih karena kekhususan akan kebutuhannya. Meskipun saat bencana terjadiketerbatasan dalam penyediaan makanan, kebutuhan gizi balita harus dipastikan tetap tercukupi gunamenjamin pertumbuhan dan perkembangannya. Lembaga Lingkungan Hidup dan PenanggulanganBencana Pimpinan Wilayah Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (LLHPB PWA DIY) adalah salahsatu lembaga sosial yang berkonsentrasi terhadap permasalahan lingkungan dan kebencanaan, denganmenggerakkan potensi wanita. Banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia, mengharuskan lembaga initurut berperan dalam manajemen bencana. LLHPB memfokuskan pada keberlajutan program gunamencetak relawan wanita yang mahir dalam pengelolaan dapur balita saat tanggap bencana.Pembentukan kader Aisyiah dalam rangka upaya peningkatan kualitas pengelolaan dapur balita telahdilakukan melalui tiga program kegiatan yang meliputi workshop pengelolaan dapur balita, pembentukanKader Aisyiah peduli balita saat bencana, serta pelatihan pengelolaan dapur balita. Luaran yang telahdicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah tersusun modul pengelolaan dapur balita, serta terbentukkader-kader Aisyiyah yang siap diberangkatkan untuk mengelola dapur balita saat terjadi bencana diberbagai wilayah di Indonesia. Tindak lanjut kegiatan adalah sosialisasi hasil pelatihan kepada anggotadaerah dan cabang, serta pengadaan simulasi terintegrasi.
Peningkatan Ketrampilan Kwt Pendopo Melalui Pengolahan Toga Di Desa Kranggan, Kulon Progo Innaka Ageng Rineksane Rineksane; Dina Wahyu Trisnawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.268 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.448

Abstract

TOGA atau Tanaman Obat Keluarga merupakan kegiatan menanami pekarangan dengan tanamanyang berkhasiat obat. Tanaman obat yang dimaksud termasuk rempah-rempah, tanaman sayur dantanaman buah. Istilah toga bermakna penataan pekarangan, yaitu pengelolaan pekarangan melaluipenanaman tanaman berkhasiat obat sehingga dapat memenuhi kebutuhan obat tradisional bagikeluarga maupun masyarakat. Kegiatan pengolahan hasil panen TOGA selain menyediakan obatalternatif bagi keluarga juga memberikan nilai tambah pekarangan atau lingkungan rumah sehinggadapat membantu peningkatan kesejahteraan keluarga. Masyarakat yang dapat menerapkan togatersebut diantaranya adalah kelompok wanita tani. Kelompok wanita tani (KWT) Pendopo yang ada didesa Kranggan, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo merupakan kelompok wanita tani yangtelah memanfaatkan lahan pekarangan atau lingkungan rumah sebagai wadah penyedia kebutuhan gizikeluarga melalui penanaman tanaman sayuran. Namun demikian, upaya tersebut belum optimalkarena kurangnya pengetahuan anggota akan teknologi pengolahan berbagai tanaman obat. Olehkarena itu penerapan Ipteks bagi Masyarakat melalui pengolahan hasil panen toga untuk peningkatanketrampilan KWT Pendopo di Desa Kranggan, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo. Kegiatanyang telah dilakukan meliputi survey kebun TOGA, uji produk TOGA, peningkatan pengetahuananggota KWT tentang toga dan pengelolaannya, pengolahan hasil panen tanaman berkhasiat obat danpemanfaatannya, demonstrasi dan praktek pengelolaan toga, serta pendampingan pemeliharaan toga.Hasil pre test dan post test menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman anggota KWT Pendopoterhadap proses dan bahan pembuatan gujahe serta kunyit asam mengalami peningkatan sebesar 100%dan 95,1%, setelah mereka mendapatkan penyuluhan serta melakukan praktek pembuatan gujahe dankunyit asam. Luaran yang diharapkan dari program ini adalah produk hasil olahan TOGA yangdiproduksi oleh KWT Pendopo. Selain itu luaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah publikasiilmiah di jurnal pengabdian Berdikari.
Kelembagaan Kelompok Wanita Tani Di Dusun Soka Desa Seloharjo Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Sriyadi Sriyadi; Jazaul Ikhsan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.382 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.449

Abstract

Dusun Soka terletak di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Dusun ini terdiri dari6 RT dan 300 Kepala Keluarga. Dusun Soka dipimpin oleh seorang kepala dusun yang dalammembangun pedukuhannya didukung Kelompok Kegiatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa(POKGIAT LPMD), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Tingkat Pedukuhan (PKK Dusun),Karang Taruna, Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, Posyandu Anak, Posyandu Lansia, danjuga Takmir Masjid. Mata pencaharian penduduk Dusun Soka, sebagian besar dari mereka merupakanpetani. Di urutan kedua perekonomian DusunSoka disokong oleh penduduk yang bermata pencahariansebagai buruh. Selebihnya penduduk Dusun Soka berprofesi sebagai wiraswasta seperti pedagang danpengrajin. Dan beberapa menjadi Pegawai Negeri Sipil. Berdasarkan pemetaan secara partisipatifdengan masyarakat permasalahan yang dihadapi adalah belum terdapatnya Kelompok Wanita Tanipada hal sebagian besar ibu-ibu terlibat pada usahatani. Solusi yang ditawarkan adalah pembentukanKelompok Wanita Tani (KWT) beserta fasilitasnya, pelatihan manajemen Organisasi KelompokWanita Tani beserta pendampingannya, pelatihan manajemen administrasi Organisasi KelompokWanita Tani beserta pendampingannya, pelatihan manajemen keuangan Organisasi Kelompok WanitaTani beserta pendampingannya, pelatihan pembuatan pupuk kompos beserta pendampingannya, danpembagian dan penanaman buah-buahan di pekarangan masyarakat di Dusun Soka Desa SeloharjoKecamatan Pundong Kabupaten Bantul DIY. Hasil pengabdian menunjukkan terbentuknya KelompokWanita Tani (KWT) ‘Soka Makmur”, pelatihan manajemen Organisasi, pelatihan manajemenadministrasi, pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pembuatan pupuk kompos, pembagian danpenanaman buah-buahan di pekarangan masyarakat terlaksana dengan baik. Perlu pendampingan olehpemerintah dan perguruan tinggi yang berkesinambungan demi berhasilnya program Kelompok WanitaTani (KWT) Soka Makmur.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Di Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional Ahmad Mustanir; Hariyanti Hamid; Rifni Nikmat Syarifuddin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.763 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.450

Abstract

Permasalahan yang dihadapi Kelompok Wanita Tani Lestari adalah masih banyak anggota kelompokyang belum memiliki pengetahuan pentingnya berorganisasi untuk membantu perekonomian keluarga,manajemen dan administrasi organisasi yang masih belum tertib dan teratur, banyak yang tidak mengertidan sama pemahamannya tentang budidaya pertanian, pengaturan waktu pembagian kerja dalammengurusi organisasi dan usaha pertanian dengan kesibukan di urusan rumah tangga sertapermasalahan kesulitan mencarikan lahan yang tepat bagi sebagian anggota untuk Kebun Bibit Desa(KBD). Tujuan dalam Program Kemitraan Masyarakat ini adalah pendampingan untukmemberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari dalam menyelesaikan permasalahannya.Metode yang ditawarkan untuk membantu permasalahan mitra adalah : 1).Melakukan pendampingandan penyuluhan tentang pentingnya bekerjasama dalam berorganisasi dan pembagian kerja untukmenunjang perekonomian keluarga serta pengaturan manajemen dan tata tertib administrasi.2).Pelatihan dan pendampingan pelaksanaan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). 3).Pelatihandan pendampingan pelaksanaan Transect. 4).Penyuluhan tentang keorganisasian dan kewirausahaanpertanian. 5).Penyiapan lokasi kebun bibit desa. Hasil dan kesimpulan kegiatan pendampingan mampumeningkatkan keberdayaan Kelompok Wanita Tani Lestari utamanya pada meningkatnya pengetahuan,kemampuan manajemen dan keterampilan dari Kelompok Wanita Tani Lestari dalam berorganisasi.Serta mampu membuat sebuah perencanaan partisipatif melalui Metode Transect dan ParticipatoryRural Appraisal (PRA) untuk menyiapkan sebuah kebun bibit desa baru bagi anggotanya.
Pemberdayaan Perempuan Pesisir Menggerakkan Perajin Ikan Asap Menggunakan Tik Sebagai Media Promosi Ike Desi Florina; Itsna Hidayatul Khusna
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.953 KB) | DOI: 10.18196/ppm.25.451

Abstract

Di Indonesia, perempuan sedang didorong untuk ikut dalam menggerakkan ekonomi keluarga.Salah satu strategi pemberdayaan masyarakat adalah dengan menggunakan TIK (teknologi informasidan komunikasi). Desa Suradadi, Kabupaten Tegal ekonomi bergerak di bidang perikanan dan kelautan.Salah satu produk olahan hasil laut di desa tersebut adalah ikan asap, dan perempuan sebagai penggerakproduksi olahan hasil laut. Permasalahan muncul saat hasil ikan melimpah dan pengrajin ikan asaptidak sanggup memasarkan produk. Selama ini metode penjualan dilakukan masih tradisional dankurangnya promosi. Media sosial telah mengubah interaksi sosial yang ada di masyarakat, termasukkebiasan mereka membeli sebuah barang. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan pengrajin ikan asapagar bisa menguasai TIK dan menggunakan strategi promosi yang baru. Metodenya dengan memberikanliterasi mengenai TIK dan melakukan pelatihan. Kegiatan literasi TIK, yakni memberikan pemahamanpentingnya penggunaan TIK, khususnya untuk melakukan promosi penjualan melalui pemasaran online.Kemudian mitra dilatih menggunakan smartphone dan media sosial sebagai sarana promosi produk, jugapelatihan pengambilan gambar guna maksimalisasi promosi online. Hasilnya adalah meningkatnyapengetahuan mitra tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk promosi prduk.Terlihat dari pemahaman dan penguasaan mitra akan penggunaan smartphone dan keberhasilan mitramenggunakan media sosial, terbukti dengan pengelolaan akun yang kini sudah dilakukan mandiri olehmitra.
Penguatan Daya Saing Badan Usaha Milik Desa Di Kabupaten Bogor Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Melalui Identifikasi Analisis SWOT Herman Herman; Dion Ahmad Armadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.971 KB) | DOI: 10.18196/ppm.24.452

Abstract

Meski sudah banyak regulasi terkait upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan desa,ternyata kesadaran aparatur desa di Kabupaten Bogor untuk mendirikan lembaga keuangan mikromaupun BUMDesa masih kurang, padahal berbagai upaya pemerintah pusat maupun daerah yangbertujuan agar ekonomi dapat berkembang dan mandiri, tapi belum juga dimaksimalkan. Apalagi dalamUU No 6/2014 tentang Penggunaan Dana Desa itu sudah berjalan tiga tahun, tapi penggunaanyaoleh desa di Kabupaten Bogor lebih terfokus pada fisik, tapi ke pemberdayaan masyarakatnya kurang.Tujuan dari kegiatan pendampingan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BumDesa) Badan UsahaMilik Desa (BumDesa) mendapatkan pelatihan dan pendampingan aspek bisnis dan tata kelola yangpada akhirnya BUMDesa memiliki kemampuan organisasi yang profesional dan dapat memiliki dayasaing diera revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan untuk menentukan model dan kebutuhanpelatihan dan pendampingan maka terlebih dahulu dilakukan analisis, analisis yang digunakan adalahmenggunakan analisis SWOT. Analisis menunjukkan para pengurus BUMDesa memerlukanpendampingan berupa pelatihan dan pendidikan, model pendampingan yang tepat adalahpendampingan melalui Klinik dan Sekolah BUMDesa. Universitas Pakuan telah melakukanpendampingan melalui Klinik dan Sekolah BUMDesa yang telah didirikan dan hasilnya beberapaBUMDesa telah memiliki tata kelola yang baik.
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Posdaya Berbasis Masjid dalam Pemberdayaan Masyarakat Andri Meiriki
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.616 KB)

Abstract

Sebuah gagasan program pemberdayaan masyarakat yang disebut dengan Pos Pemberdayaan Keluarga(Posdaya) memberikan cerminan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat lahir dari, oleh dan untukmasyarakat itu sendiri. Prinsip utama program ini adalah mengimplementasikan nilai-nilaikegotongroyongan ditengah masyarakat. Posdaya adalah sebuah gerakan dengan ciri khas bottom upprogramme, kemandirian dan pemanfaatan sumberdaya lokal untuk solusi bagi permasalahanmasyarakat itu sendiri. Salah satu bentuk pengembangan program Posdaya adalah Posdaya BerbasisMasjid, Posdaya ini bertujuan untuk membangun sinergisitas antara peran masjid sebagai pusatpemberdayaan umat dengan fungsi-fungsi keluarga yang harus dijalankan. Tujuan penelitian ini adalah :1) mengetahui bentuk dan jalannya program Posdaya berbasis masjid Pesantren Rakyat Al-Amin DesaSumberpucung Kabupaten Malang, 2) mengetahui pola pemberdayaan Posdaya berbasis MasjidPesantren Rakyat Al-Amin bagi penguatan kapasitas kelembagaannya. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untukpenguatan kapasitas kelembagaan Posdaya berbasis masjid dibutuhkan pendekatan kolaboratif danmembangun pola relasi atau kemitraan dengan membangun sinergi bersama kelembagaan pemerintahan,civil society dan private sector. Implikasi sekaligus rekomendasi dari penelitian ini adalah diperlukannyakoordinasi yang berkelanjutan diantara semua kelembagaan yang ada serta terbangunnya jaringankomunikasi dan informasi yang berlangsung secara intens agar kegiatan dan program dapat terus berjalandengan baik.

Page 44 of 134 | Total Record : 1338


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): SIBISA - Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat UMY 2024 Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023 Vol. 5: 2: December 2022 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2022: 5. Produktifitas dan Daya Saing Industri Pangan 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat 2021: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan 2020: 7. Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi) 2020: 6. Kinerja Kelembagan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana 2020: 5. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup 2019: 5. Pemberdayaan Kaum Perempuan 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah 2018: 4. Penguatan Inovasi Ekonomi dan UMKM Bagi Pemerintah Daerah 2018: 3. Penguatan Inovasi Kesehatan dan Obat Bagi Pemerintah Daerah 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera 2018: 1. Penguatan Inovasi Sosial Humaniora Bagi Pemerintah Daerah More Issue