Articles
617 Documents
PERILAKU CAMAT DALAM PELAKSANAAN PNPM MANDIRI DI KECAMATAN PUTUSSIBAU UTARA KABUPATEN KAPUAS HULU
Tia Arniyati Permatasari E.42009036
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 10, No 2 (2021): GOVERNANCE, EDISI JUNI 2021
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/gov.v10i2.360
The Process of Writing this inscription is intended to identify the behavior of districk in the execution of Rural Autonomous National Programme for Society Empowerment in North Putussibau Districk which is observed from the behavior of Spreading information, consultation and delegation, planning and organizing, and monitoring the programme. The title is choosen based on issue related to the programme about arrears in money from Saving and Lending for Women. Whereas the monitoring is alone correctly. This study uses a descriptive type of research with a qualitative approach. Collecting data uses interview technique and documentation. Subjects of the research are head of districk, head of economic and development section, Programme Executor Unit in North Putussibau Districk and me of the citizen who is choosen purposively. The conclusion of this study is behavior of Head of Districk which is applied in the execution of Rural Autonomous National Programme for Society Empowerment has gone on well, but there’s an obstacle that is caused by people in arrears from the programme of Saving and Leading for Women. That’s why, Head of Districk as the highest leader in districk has to do more intensive and firm monitoring in order to unit the arrears in the execution of Rural Autonomous National Programme for Society Empowerment. Keywords : Behavior of Head of Districk, Leadership, Firmness, and The executor of Rural Autonomous National Programme for Society Empowerment.
IMPLEMENTASI PROGRAM ALOKASI DANA DESA DI DESA SEJEGI KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR KABUPATEN PONTIANAK
Irman Riswandy E.42009009
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 2 (2022): GOVERNANCE, EDISI JUNI 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/gov.v11i2.378
Thesis writing is intended to identify and describe the process of policy implementation programs in the allocation of village funds Sejegi Village District East Mempawah Pontianak regency. The title of this thesis was appointed based on the existing problems in the implementation process of the village fund allocation program, implementation of the program refers to Pontianak decree No. 6 of 2010 on the Implementation of Village Fund Allocation instructions.District Government, District Government, and the Government of the village is in the process of implementation of the Leading Sector Allocation Village Fund program, the results of the study indicate that the process of implementation of the village fund allocation program is not running properly due to lack of compliance with the implementor of the duties and functions stated in regulation Regents Pontianak No. 6 in 2010.Lack of supervision of the district and sub-district to make the process of implementation of the program would be less than optimal. While the village government is implementing the policy has not done a good socialization to the community, so that the resulting lack of what touches people. key words: public policy, Impplementasi Public Policy, Rural Fund Allocation
PERAN CAMAT DALAM PEMBINAAN APARATUR PEMERINTAH DESA DI KECAMATAN NANGA MAHAP KABUPATEN SEKADAU
Edo E.42009065
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 3 (2022): GOVERNANCE, EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/gov.v11i2.395
Writing this essay is to describe and analyze the role of district head in doing development the Apparatus Village Government in Nanga Mahap District Sekadau Regency. This essay title based on concerns raised less effective performance in managing headman of the village administration is indicated as district head of carrying out its functions in building the village head, so in this essay will analyze how the district head undescribed and carry out its work in to develop the Apparatus Village Government. This research uses descriptive qualitative research types. The study was done in several stages, starting with doing research advances (pre survey), making research plan (Proposed Research), perform secondary and primary data acquisition thus doing research in the field (interview or observation), followed by data analysis and continue with manufacturing research report (essay). Research location is in District Nanga Mahap Sekadau Regency. Subjects in this study is the District Head Nanga Mahap, Head of district administration Nanga Mahap, Headman of Nanga Mahap Village, Headman of Landau Kumpai Village, Secretary of Nanga Mahap Village, and Secretary of Landau Kumpai Village. Conclusion of this study is the role of district head in doing development the Apparatus Village Government in Nanga Mahap District Sekadau Regency not optimal. It can be seen from the lack of head of sub role in providing guidance, direction as well as education and training to the village head. Therefore, the researchers hope that the district head Nanga Mahap further improve the developtment to Apparatus Village Government that the purpose of achieving the Government District of Nanga Mahap to create better governance.Keywords: Role district head, Construction, Government Reform Country.
PERENCANAAN KEBUTUHAN APARATUR SIPIL NEGARA DI DINAS PERHUBUNGAN, TELEKOMUNIKASI, INFORMATIKA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN SEKADAU
Edi Sumarno E42012086
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 4 (2022): GOVERNANCE, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/gov.v11i4.1296
Abstrak Fransiskus Edi Sumarno: Perencanaan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara di Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, Informatika, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sekadau. Skripsi. Pontianak: Program Studi Ilmu Pemerintahan Kerjasama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan FISIP Universitas Tanjungpura. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengungkapkan bagaimana sistem perencanaan kebutuhan aparatur di Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, Informatika, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sekadau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem perencanaan yang menyebabkan ketidaksesuaian kompetensi dan jumlah aparatur negara serta menganalisis beban kerja aparatur pemerintah Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif.Penulis menganalisis 4 (empat) indikator sistem perencanaan sumber daya manusia yaitu inventarisasi persedian,, peramalan (forecast), penyusunan rencana-rencana, serta pengawasan dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum perencanaan kebutuhan aparatur pemerintah telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang ada. Selanjutnya peneliti memberikan beberapa saran kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau untuk mengatur tentang perekrutan tenaga honorer oleh setiap instansi pemerintah daerah atau SKPD yang tentunya sudah diatur ketentuan dan syarat yang sesuai dengan kemampuan organisasi atau daerah. Kata kunci : Sistem, Perencanaan Kebutuhan Kebutuhan Aparatur, Jumlah dan Kompetensi, Formasi.
KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DI KANTOR KELURAHAN MARIANA KECAMATAN PONTIANAK KOTA
IDIL NUGRAHADI, Dr. Arifin, M.AB, Bima Sujendra S.IP, M.Si
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 4 (2022): GOVERNANCE, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/gov.v11i4.3389
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis Kinerja Aparatur Sipil Negara yang berada di Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota dalam meningkatkan Kualitas, Kuantitas dan Ketepatan Waktu dalam penyelesaian pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang di gunakan penulis dalam penelitian ini adalah Teori Mangkunegara yang mana terdapat tiga metode dalam rangka pengukuran kinerja yaitu: Kualitas Kinerja, Kuantitas Kinerja, dan Ketepatan waktu. Dengan hasil penelitian ini diharapkan Aparatur Sipil Negara dapat meningkatkan kinerjanya baik secara Kualitas, Kuantitas, dan Ketepatan waktu nya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Sarannya yaitu sebagai instansi pemerintahan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk lebih disiplin lagi dalam melaksanakan peraturan yang telah di tetapkan dan melaksanakan pekerjaannya masing-masing guna meningkatkan Kinerja Aparatur Sipil Negara di Kantor Kelurahan Mariana Kecamatan Pontianak Kota. Kata Kunci: Kinerja, Aparatur Sipil Negara
KINERJA APARATUR PEMERINTAH DALAM PELAYANAN PUBLIK DITENGAH PANDEMI COVID-19 DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA PONTIANAK
NOVITA LESTARI S Y Pudjianto, Bima Sujendra
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 4 (2022): GOVERNANCE, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/gov.v11i4.3390
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menjelaskan fenomena kinerja pelayanan pemerintah ditengah kasus Covid-19 pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak dengan menggunakan pendekatan proses (internal process approach), terutama memahami dan menjelaskan fenomena dalam hal efisiensi pelayanan, produktivitas, responsibilitas, dan akuntabiltas. Variabel kinerja ini penting diteliti karena didasarkan atas alasan bahwa kinerja output yang diberikan kepada lingkungan akan sangat tergantung pada tinggi rendahnya kinerja. Hal ini berarti organisasi birokrasi pemerintah tak dapat meningkat kebertanggungjawabannya (accountability), kepercayaan, menciptakan keadilan, efektivitas eksternal dan kepuasan masyarakat sebagai indikator kinerja eksternalnya tanpa memiliki kinerja internal yang baik. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan analisa data secara kualitatif serta dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak sudah hampir cukup baik dalam pelayanan terhadap masyarakat, namun masih ada bagian yang sepenuhnya belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kebingungan masyarakat dalam pendaftaran Online. Masyarakat sempat kebingungan dengan alur pendaftaran yang dilakukan mengingat keterbatasan jumlah kuota yang dilakukan Disdukcapil Kota Pontianak di masa Pandemi Covid-19. Hal tersebut yang membuat masyarakat malas untuk mendaftar secara online karena selain kuota yang terbatas juga terkendala dengan Smartphone yang mereka gunakan. Sehingga mengakibatkan penumpukan antrian secara offline. Kata Kunci : ASN, Covid-19, Kinerja, Pelayanan
KINERJA APARATUR DESA DALAM PENYUSUNANAN ADMINISTRASI UMUM DI DESA RASAU JAYA TIGA KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA
RAHMALIA WULANDARI Joko Triyono, Bima Sujendra
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 4 (2022): GOVERNANCE, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/gov.v11i4.3391
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Aparatur Desa dalam Penyusunan Administrasi Umum yang dilakukan di Kantor Desa Rasau Jaya Tiga Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan desain penelitian analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori kinerja menurut Mahmudi (2015, 18) yang terdiri dari : 1) Faktor Personal (individu), kesimpulannya adalah bahwa individu Aparatur Desa Rasau Jaya Tiga yang berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan masih rendah terutama dalam hal pemahaman tugas pokok dan fungsinya di Kantor Desa Rasau Jaya Tiga; 2) Faktor Kepemimpinan, kesimpulannya adalah Kepala Desa dalam memberikan teguran kepada aparatur dibawahnya kurang tegas apabila ada aparatur yang melanggar aturan; 3) Faktor Tim, kesimpulannya adalah Aparatur Desa dalam menjalankan tugasnya sudah cukup baik dengan saling membantu dan bekerjasama dalam menyelesaikan pekerjaannya; 4) Faktor Sistem, kesimpulannya adalah faktor sistem kerja di Kantor Desa Rasau Jaya Tiga sudah baik dan fasilitas kerja juga sudah memadai. Adapun saran yang direkomendasikan oleh peneliti adalah aparatur desa perlu diberikan bimbingan dan pelatihan terkait kinerja Aparatur Desa, kepala desa harus tegas dan berani memberikan sanksi, serta aparatur harus kompak dan solid.
PERAN DINAS PERTANIAN DAN PANGAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI KRATOM DI KABUPATEN KAPUAS HULU
HUSNA UTAMI ALFAZRI Yulius Yohanes, Ira Patriani
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 4 (2022): GOVERNANCE, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/gov.v11i4.3392
Tujuan adanya pemberdayaan masyarakat petani adalah memperoleh daya untuk dapat mengelola apa saja yang diusahakan sehingga mempengaruhi kesejahteraan hidupnya. Terwujudnya kesejahteraan petani menjadi peranan penting bagi pemerintah daerah khususnya Dinas Pertanian dan Pangan yang memangku kebijakan tersebut. Penulisan Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana peran Dinas Pertanian dan Pangan dalam pemberdayaan masyarakat petani kratom berdasarkan peran pemerintah sebagai wirausaha (enterpreneur), koordinator, fasilitator, dan stimulator. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan penentuan subjek penelitian yang terdiri dari pihak Dinas Pertanian dan Pangan, pelaku usaha dan petani kratom. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran Dinas Pertanian dan Pangan dalam pemberdayaan masyarakat petani kratom sudah cukup terlaksana tetapi belum secara maksimal. Hal ini ditinjau dari belum adanya upaya nyata yang dilakukan dalam hal pengembangan hasil produksi kratom, minimnya fasilitas sarana dan prasarana, tidak adanya anggaran dan permodalan serta dorongan yang diberikan secara langsung kepada masyarakat petani kratom. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi dari setiap perangkat daerah maupun masyarakat dan petani di Kapuas Hulu. Kata Kunci : Peran, Pemberdayaan, Petani, Kratom.
OPTIMALISASI PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA SEBERANG KAPUAS KABUPATEN SEKADAU
CLAUDIA, SINDI;
Patriani, Ira;
Sujendra, Bima
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 13, No 2 (2024): GOVERNANCE, EDISI JUNI 2024
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/gov.v13i2.4310
Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan hasil penelitian mengenai bagaimana peran pemerintah desa dalam pengembangan desa wisata di Desa Seberang Kapuas Kabupaten Sekadau sebagimana tercantum Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Pengembangan Desa Wisata sebagai salah satu pilihan bidang pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah hal yang sangat potensial bagi Desa Seberang Kapuas Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau karena di desa ini terdapat tujuan wisata berupa Gua Lawang Kuari yang sekaligus menjadi ikon Kabupaten Sekadau dan juga tersedia potensi wisata lainnya berupa warisan budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga. Namun faktor utama keberhasilan pengembangan desa wisata di Desa Seberang Kapuas adalah peran yang optimal Pemerintah Desa Seberang Kapuas dalam kapasitas nya sebagai motivator, fasilitator dan dinamisator. Metode kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara dalam pengumpulan data dipilih dalam penelitian ini untuk melihat seberapa optimal Pemerintah Desa Seberang Kapuas dalam melaksanakan peran nya dalam pengembangan Desa Seberang Kapuas sebagai desa wisata untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.Dengan melihat penerapan dari 3 aspek tersebut, maka dapat diketahui bahwa peran yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Seberang Kapuas belum optimal dan selanjutnya setelah perlu diberikan rekomendasi dan saran untuk lebih mengoptimalkan peran Pemerintah Desa dalam pengembangan desa Wisata di Desa Seberang Kapuas Kabupaten Sekadau dengan mengacu pada indikator pelaksanaan peran pemerintah desa pada masing – masing aspek tersebut. Kata kunci : Optimalisasi, Peran Pemerintah Desa, Desa WisataÂ
PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH DI BADAN KEUANGAN DAERAH KOTA SINGKAWANG
SAPUTRA, RIDHO;
Pudjianto, Pudjianto;
Sujendra, Bima
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 12, No 2 (2023): GOVERNANCE, EDISI JUNI 2023
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/gov.v12i2.3474
  Latar belakang dari peneltian ini adalah adanya masalah terkait pengelolaan aset tanah milik Pemerintah Kota Singkawang di Badan Keuangan Daerah seperti penyajian data aset tanah Pemerintah Kota Singkawang yang kurang informatif, masih adanya aset tanah yang belum memiliki dokumen kepemilikan yaitu sertifikat tanah sebanyak 1.411 bidang tanah, dan masih adanya aset tanah Pemerintah Kota Singkawang yang belum dimanfaatkan sebanyak 619 bidang tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan aset tanah milik Pemerintah Kota Singkawang di Badan Keuangan Daerah Kota Singkawang. Penelitian ini menggunakan teori manajemen aset menurut Doli D. Siregar (2004,518-520) dan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan aset tanah milik Pemerintah Kota Singkawang di Badan Keuangan Daerah masih belum optimal. Hal tersebut dibuktikan oleh beberapa faktor antara lain yaitu kegiatan labelling belum maksimal pelaksanaannya yang dibuktikan dengan sedikitnya pemasangan papan tanda kepemilikan, sebanyak 1.411 bidang tanah Pemerintah Kota Singkawang belum memiliki sertifikat tanah, pemanfaatan aset tanah yang masih belum maksimal, dan penggunaan sistem informasi manajemen aset yang belum terintegrasi.Saran dari penelitian ini adalah meningkatkan target dan memberikan batasan waktu terhadap aset-aset tanah yang akan disertifikasi, pemasangan patok beton yang jelas dan pagar, meningkatkan pemanfaatan aset tanah, dan pengembangan sistem informasi manajemen aset yang terintegrasi. Kata Kunci : Pengelolaan, Aset Tanah, Badan Keuangan Daerah.