cover
Contact Name
Dwi Fitriani
Contact Email
dwifitriani@umb.ac.id
Phone
+6285357113151
Journal Mail Official
agriculture@umb.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl Bali Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agriculture
Core Subject : Agriculture,
Menghasil karya ilmiah hasil penelitian baik peneliti, mahasiwa maupun praktisi dibidang Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Articles 108 Documents
Performance of Red Chili Plants (Capsicum annum L.) in Response to Organic Fertilizer Mixture of Palm Oil Fronds, Empty Fruit Bunches, and Cow Manure Sunarti; Nurseha; Aryani, Farida
Agriculture Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v20i1.8503

Abstract

Abstract. One approach to increasing chili production is through fertilisation. The use of organic fertilizers is a viable alternative. This study aims to evaluate the response of red chili plants (Capsicum annum L.) to the application of an organic fertilizer made from a mixture of palm oil fronds, empty fruit bunches, and cow manure. The research was conducted from April to July 2024 in Lubuk Sini Village, Taba Penanjung District, Central Bengkulu Regency. The method employed was an experimental one, using a Completely Randomised Design (CRD) Non-Factorial with one factor and four replications. The treatment factor was the dose of the organic fertilizer mixture of palm oil fronds, empty fruit bunches, and cow manure, comprising five levels: D0 = Without Organic Fertilizer (NPK 200 kg ha-1), D1 = 15 t h-1, D2 = 20 t h-1, D3 = 25 t h-1, and D4 = 30 t h-1. Data were analysed using analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results showed that the D4 = 30 t h-1 dosage had a significant effect on the height and fruit weight of red chili plants. Key word: Red chili, Organic fertilizer, Palm oil fronds, and emty fruit bunches
Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi dan Jarak Tanam dalam meningkatkan Produksi Tanaman Kacnag Tanah pada Tanah Ultisol Sutejo
Agriculture Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v20i1.8556

Abstract

Tanah marginal seperti tanah ultisol memiliki keterbatasan dalam mendukung pertumbuhan tanaman karena rendahnya kandungan hara dan struktur tanah yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kotoran sapi dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada tanah ultisol. Penelitian dilakukan di Desa Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan: dosis pupuk kotoran sapi (5, 10, dan 15 ton/ha) dan jarak tanam (30×20 cm, 30×30 cm, dan 30×40 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kotoran sapi 15 ton/ha (K3) dan jarak tanam 30×40 cm (J3) memberikan hasil terbaik pada parameter panjang akar, berat akar, berat basah berangkasan, dan berat kering berangkasan. Interaksi antara pupuk dan jarak tanam tidak memberikan pengaruh nyata, namun kombinasi K3J3 tetap menunjukkan hasil pertumbuhan dan produksi tertinggi. Oleh karena itu, aplikasi pupuk kotoran sapi 15 ton/ha dengan jarak tanam 30×40 cm direkomendasikan untuk meningkatkan hasil kacang tanah pada lahan ultisol.
Pengaruh Pupuk Hayati Mikoriza Dan Frekuensi Penyiangan Gulma Pada Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Ketan (Zea mays var.Ceratina) Ferayoga, Dicky; Sajar, Suryani; Syahfitri Harahap, Ariani
Agriculture Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v20i1.8679

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dilahan penelitian Universitas Pembangunan Panca Budi di Dusun 3 Desa Sampe Cita, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 24 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, yang terdiri dari : faktor I yaitu : M0 = 0 g/tanaman pupuk hayati mikoriza, M1 = 4,5 g/tanaman pupuk hayati mikoriza dan M2 = 9 g/tanaman pupuk hayati mikoriza. faktor II yaitu : P0 = Tidak disiangi, P1 = Bergulma sampai dengan 15 HST, P2 = Bergulma sampai dengan 30 HST, P3 = Bergulma sampai dengan 45 HST dan P4 = Bebas Gulma (tanpa gulma). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan pupuk hayati mikoriza berbeda tidak nyata pada semua parameter pengamatan dan perlakuan penyiangan gulma berbeda nyata pada parameter bobot jagung berkelobot pertongkol persampel, diameter buah jagung berkelobot pertanaman, bobot tongkol jagung tanpa kelobot per sampel dan panjang tongkol berkelobot. Kata kunci: Gulma, Jagung, Mikoriza
PENGARUH PEMANGKASAN DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) (The Effect of Prunning and Planting Distance that Provides the Growth and Yield) Yukiman; Mulatsih, Sri; Asfaruddin; Aryani, Farida
Agriculture Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v20i1.8680

Abstract

ABSTRAK            Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan dan jarak tanam yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik.   Penelitian dilaksanakan dari bulan September sampai bulan Desember   di desa Air Bening, Kecamatan Curup , Kabupaten Rejang Lebong. Curup. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan yang terdiri dari 3 level yaitu ; P0 ; tanpa pemangkasan, P1 ; pemangkasan tunas pada batang, dan P2 ; pemangkasan tunas muda dan pemangkasan pucuk. Faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri 3 level, yaitu J1= jarak tanam 60 cm x 40 cm, J2 = 70 cm x 40 cm dan J3 = 80 cm x 40 cm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan meningkatkan  jumlah tangkai daun, diameter batang, jumlah bunga per tandan, jumlah buah jadi per tandan,  bobot buah per tanama, bobot buah per tandan dan bobot buah per tanaman. Pemangkasan tunas muda dan pucuk menghasilkan bobot buah tertinggi yaitu sebesar 1537,15 g/tanaman. Perlaluan jarak tanam  meningkatkan tinggi tanaman, berat buah, berat kering tanaman, jumlah buah/tanaman, bobot buah/tandan dan bobot buah/tanaman. Jarak tanam 80 cm x 40 cm menghasilkan bobot buah tertinggi yaitu sebesar 1515,22 g/tanaman Kata kunci : Tomat, jarak tanam, pemangkasan, bobot buah.
PENGARUH PEMBERIAN POC KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT CHERRY (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) Sunjaya, Rieko Rahmat; Oktavidiati, Eva; Usman
Agriculture Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v20i1.8714

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi POC kulit pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry (Solanum lycopersicum var. cerasiforme). Penelitian telah  dilaksanakan di Jalan Raya Air Sebakul-Betungan RT 09 RW 07 Kel Pekan Sabtu kec Selebar Kota Bengkulu. Dimulai pada bulan Maret-Mei 2024. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)  dengan perlakuan konsentrasi POC  kulit pisang (A) terdiri dari : A0= Kontrol (tanpa POC), A1= 40 ml/l, air A2= 80 ml/l air, A3= 120 ml/l air, A4= 160 ml/l air. Perlakuan di ulang  sebanyak 5 kali sehingga terdapat  25 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sehingga jumlah tanaman yang di gunakan sebanyak 100 tanaman. Hasil analisis ragam perlakuan POC kulit pisang menunjukkan hasil berpengaruh nyata pada peubah berat buah pertanaman panen 2 (P1) dan berpengaruh nyata pada peubah berat buah pertanaman panen 5 (P5) pada tanaman tomat cherry. Berpengaruh tidak nyata pada peubah tinggi tanaman umur 14, 28, 42 , 56 hst, jumlah daun  14, 28, 42 , 56 hst, berat buah pertanaman panen 1, 3, 4, berat total, berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Pemberian POC kulit pisang 80 hingga 160 ml/l air memberikan hasil berat buah pertanaman terbaik.    Kata kunci : POC kulit  pisang, tomat cherry
PEMANFAATAN KOMPOS CAMPURAN DAN POC BINTIL AKAR MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Budianto, Rhiki
Agriculture Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v20i1.8816

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum. L) di Indonesia telah lama dibudidayakan oleh petani sebagai usaha tani komersial. Untuk meningkatkan produksi tanaman bawang merah dibutuhkan unsur hara yang cukup, salah satunya dengan pemanfaatan kompos campuran dan POC bintil akar mix. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 16 kombinasi perlakuan dan 2 ulangan. Faktor-faktor yang diteliti merupakan faktor utama perlakuan kompos campuran (JC) terdiri dari 4 taraf, JC0 = Kontrol, JC1 = 1 Kg/plot, JC2 = 2 Kg/plot,dan  J3 = 3 Kg/plot. Faktor yang kedua POC bintil akar mix (BA) terdiri dari 4 taraf yaitu  BA0 = Kontrol, BA1 = 100 ml/liter air/plot, BA2 = 200 ml/liter air/plot, BA3 = 300 ml/liter air/plot. Parameter penelitian ini adalah jumlah daun per sampel 2,3,4 dan 5 MST (helai), umbi basah per sampel (g), dan umbi kering per plot (g), Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kompos campuran berpengaruh sangat nyata pada parameter jumlah daun per sampel (helai), dan umbi kering per plot (g), namun berpengaruh nyata terhadap parameter umbi basah per sampel (g). Pemanfaatan POC bintil akar mix berpengaruh sangat nyata pada jumlah daun per sampel (helai), dan umbi kering per plot (g), namun berpengaruh nyata pada parameter umbi basah per sampel (g). Interaksi pemanfaatan kompos campuran dan POC bintil akar mix tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter. Kata Kunci: Kompos Campuran, POC Bintil Akar Mix, Bawang Merah
THE EFFECT OF GOAT MANURE ENRICHED WITH BIOACTIVATORS AND TRICHODERMA DOSE ON THE GROWTH AND YIELD OF PURPLE CORN (Zea mays var. ceratine Kulesh): PENGARUH PUPUK KANDANG KAMBING YANG DIPERKAYA DENGAN BIOAKTIVATOR DAN DOSIS TRICHODERMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG UNGU (Zea mays var ceratine Kulesh) KURNIA SAFITRI, ISNIN; AJAT, UJANG; PODESTA, FIANA; HARINI, RIRIN; SURYADI; FITRIANI, DWI
Agriculture Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v20i1.9147

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of goat manure enriched with bioactivator and trichoderma dosage on the growth and yield of purple corn (Zea mays var ceratine Kulesh). The design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors, namely the first factor of goat manure enriched with bioactivator (A) A0 (standard NPK), A1 (goat manure with stale rice bioactivator), A2 (goat manure with cow rumen bioactivator), A3 (goat manure with yeast bioactivator), and the second factor was the dose of Trichoderma T0 (without Trichoderma dosage), T1 (15 grams of Trichoderma), T2 (30 grams of Trichoderma), T3 (45 grams of Trichoderma). Each treatment was repeated 3 times. The results of the data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) if there was no significant difference, a further Duncan's Multiple Range Taste (DMRT) test was carried out at a level of 5%. Based on the research results, the treatment of goat manure enriched with bioactivator of stale rice, rumen, and yeast significantly affected plant height at 14 hst, 28 hst and 42 hst, number of leaves at 14 hst, 42 hst, stem diameter at 28 hst, 42 hst and 56 hst, plant dry weight, root wet weight, and root dry weight. While the dose of Trichoderma had no significant effect on all parameters. and there was no interaction between goat manure and the dose of Trichoderma.
Potensi Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur:Tinjauan Berdasarkan Kondisi Geografis Dan Produksi Harmin Jandu, Inosensius; Donesius Budiman, Nikolaus; Santu, Lorensius
Agriculture Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, didukung oleh kondisi geografisyang beragam dan sumber daya alam yang melimpah. Namun, sektor ini juga menghadapi sejumlah tantanganyang menghambat pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pertanian diNTT dari sudut pandang geografis dan produksi, serta mengidentifikasi kendala dan tantangan yang dihadapi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis data sekunder dari berbagai sumber,seperti literatur, jurnal, dan data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan secaradeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTT memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, namunmenghadapi kendala seperti kondisi geografis yang ekstrim, keterbatasan infrastruktur, dan perubahan iklim.Untuk memaksimalkan potensi tersebut, diperlukan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan.Kata Kunci: Geografis, Potensi, Sektor Pertanian, Produksi
RESPON HASIL TANAMAN CABAI RAWIT DI LAHAN GAMBUT DENGAN PERLAKUAN BOKASHI RERUMPUTAN DAN PUPUK NPK 9-20-25 Faqihudien, Abdul Yusron; Saijo; Arfianto, Fahruddin
Agriculture Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v20i1.8629

Abstract

Chili plants are one of the horticultural plants from the vegetable type that have small fruits with a spicy taste. This study aims to analyze and test the effect of bokashi grass fertilizer and NPK 9-20-25 on peat soil on plant height, stem diameter, fruit weight per plant, number of fruits per plant, fruit weight per grain. The results showed that the treatment of bokashi grass fertilizer and NPK did not affect plant height, stem diameter, number of fruits per plant, fruit weight per plant. Single treatment of bokashi grass fertilizer affected plant height, stem diameter, number of fruits per plant, fruit weight per plant. Efficient treatment to obtain the sweetness level of sorghum stems is the treatment of bokashi grass fertilizer at a dose of 15 tons/ha. The highest results in this study obtained a plant height of 39.01 cm, stem diameter 8.67 cm, fruit weight per plant 32.93 g, number of fruits per plant 23, 24 fruits, fruit weight per grain 1.45 g. For better results, it is recommended to use grass bokashi fertilizer with a dose of 15 t ha-1 and cultivate cayenne pepper plants in seasons that do not have high rainfall.
PERTUMBUHAN TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L.) DENGAN PEMBERIAN ASAM HUMAT PADA BEBERAPA SISTEM PENGAIRAN Firdaus, Wahyu Nahrul; Husna, Nurul; Romza, Edy
Agriculture Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian perkotaan merupakan solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya dalam budidaya hortikultura. Salah satu komoditas sayuran yang permintaannya terus meningkat adalah kailan (Brassica oleracea L.). Namun, budidaya di perkotaan menghadapi tantangan dalam hal penyiraman yang sering kali kurang efisien jika dilakukan secara manual. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengairan yang lebih efektif, seperti irigasi kapiler dan irigasi tetes. Keberhasilan budidaya juga sangat ditentukan oleh kecukupan air dan nutrisi yang tersedia. Pemanfaatan bahan organik seperti asam humat dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen karena kemampuannya memperbaiki struktur media tanam, meningkatkan kemampuan menahan air, serta memfasilitasi penyerapan unsur hara oleh tanaman. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas IBA yang berada di Palembang, pada bulan April - Mei 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah sistem pengairan (S0: penyiraman biasa, S1: irigasi kapiler, S2: irigasi tetes), dan faktor kedua adalah dosis asam humat (H0: 0 g.l-1, H1: 1.5 g.l-1, H2: 3 g.l-1, H3: 4.5 g.l-1). Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan berpengaruh signifikan terhadap bobot panen dan bobot kering tanaman. Perlakuan sistem pengairan berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot panen, sedangkan perlakuan asam humat berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan. Kesimpulannya, kombinasi irigasi kapiler dan asam humat 3 g.l-1 memberikan hasil optimal untuk produksi kailan di lingkungan perkotaan.

Page 10 of 11 | Total Record : 108