cover
Contact Name
Dwi Fitriani
Contact Email
dwifitriani@umb.ac.id
Phone
+6285357113151
Journal Mail Official
agriculture@umb.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl Bali Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agriculture
Core Subject : Agriculture,
Menghasil karya ilmiah hasil penelitian baik peneliti, mahasiwa maupun praktisi dibidang Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Articles 96 Documents
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Dalam Berbagai Konsentrasi Pada Tanaman Sawi Pokcoy (Brassica rapa L) Lola Pitaloka; Sunarti; Sri Rustianti
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman sawi pokcoy terhadap pemberian ekstrak kulit bawang merah dalam berbagai konsentrasi yang dibudidayakan secara organik dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari ekstrak kulit bawang merah yang dapat memberikan merespon pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pokcoy yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di Jl. Merapi Raya, Kelurahan Padang Nangka. Kecamatan,Singgaran Pati Kota Bengkulu dari bulan September Sampai Desember 2023. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Blender, polybag, cangkul, timbangan digital, gembor, hand sprayer, penggaris, alat tulis, parang/pisau, meteran, waring, dan kamera. Bahan yang digunakan yaitu benih pokchoy, kulit bawang merah, media tanah, pupuk kandang sapi dan air. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Sebagai perlakuan adalah konsentrasi limbah kulit bawang merah dan perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Perlakuan terdiri dari 5 taraf yaitu: K1 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 100 g/l air. K2 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 150 g/l air. K3 : Konsentrasi limbah kulit bawang merah 200 g/lt air. K4 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 250 g/lt air. K5 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 300g/lt air. Ulangan 3 kali dan setiap satuan percobaan ada 5 tanaman yang diamati. Total terdapat 75 tanaman yang diamati. Hasil sidik ragam yang bebeda nyata akan diuji lanjut dengan menggunakan Ducan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf uji 0,05. Peubah yang diamati adalah Tinggi Tanaman, jumlah daun, Berat basah dan Berat Kering tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak kulit bawang merah dengan berbagai konsentrasi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati (tinggi tanaman minggu ke-2, ke-4, ke-6, jumlah daun minggu ke-2, ke-4, ke-6, berat basah dan berat kering). Perlakuan konsentrasi terbaik didapat pada perlakuan K5 (300 g/l air). Kata Kunci : Ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L), Pupuk organic cair, Sawi Pokcoy (Brassica rapa L)
Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) Budi Santosa; Yurma Metri
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6674

Abstract

  Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting dan utama di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Rendahnya produktivitas tanaman padi di Indonesia saat ini dikarenakan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penerapan jarak tanam yang belum sesuai dilapangan, dimana para petani cenderung menganggap bahwa semakin sempit jarak tanam maka hasil tanaman padi akan semakin banyak karena akan semakin banyak populasi tanaman yang ditanam. Jarak tanam adalah pola pengaturan jarak antar tanaman dalam bercocok tanam yang meliputi jarak antar baris dan deret. Jarak tanam akan berpengaruh terhadap produksi tanaman karena berkaitan dengan ketersediaan unsur hara, cahaya matahari serta ruang bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jarak tanam yang paling tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah. Penelitian telah dilaksanakan pada lahan sawah petani di Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok, yang terletak diketinggian lebih kurang 470 m dari permukaan laut pada bulan Maret s/d Juli 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kelompok, dengan plot percobaan berukuran 2 x 2 m. Perlakuan beberapa jarak tanam dalam penelitian ini terdiri dari 5 taraf yaitu : A. Jarak tanam 10 x 10 cm, B. Jarak tanam 15 x 15 cm, C. Jarak tanam 20 x 20 cm, D. Jarak tanam 25 x 25 cm dan E. Jarak tanam 30 x 30 cm. Data pengamatan dianalisis sidik ragamnya, jika terdapat perbedaan yang nyata dimana F hitung P lebih besar dari F tabel 5%, dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa produktivitas padi sawah tertinggi diperoleh pada perlakuan jarak tanam 20 x 20 cm dengan konversi potensi hasil sebesar 8,20 ton/ha. Kata kunci : jarak tanam, hasil, padi sawah
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa Var. Crispa) Dengan Pemberian Naungan Andi Pratama; Usman Yasin; Jafrizal; Eva Oktavidiati; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6675

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa Var. Crispa) dengan pemberian naungan. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kuala Alam Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu dengan ketinggian tempat 10 mdpl. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 5 ulangan. Yakni N0 (tanpa naungan), N1 (25%), N2 (50%) dan N3 (75%). Berdasarkan taraf yang dilakkukan, maka diperoleh 4 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga mendapatkan 20 satuan percobaan, setiap percobaan terdiri dari 8 tanaman sehingga terdapat 180 tanaman yang diamati dalam percobaan ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemberian naungan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 7 sampai dengan 35 HST, jumlah daun 28 dan 35 HST, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan berat akar tanamanPemberian naungan 50% hingga 75% dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan berat kering. Pemberian tanpa naungan menunjukan umur panen tercepat dan pemberian naungan 25% sampai dengan 75% memberikan penambahan berat akar (9,05gr- 9,85gr). Kata Kunci : Selada Merah (Lactuca sativa Var. Crispa), Naungan.
PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L) Dion Putra Pratama; Eva Oktavidiati; Jafrizal Jafrizal
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6696

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis sayuran dari famili Cucurbitaceae yang sudah populer ditanam petani di Indonesia. Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, mentimun juga berperan dalam bidang kosmetik banyak diguanakan sebagai masker muka dan masker kantung mata. Tujuan “Pengaruh Pemangkasan  berpengaruh nyata Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L)”. Penelitian ini dilaksanakan Jln Rafless Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung mulai pada bulan Juni  2023 sampai bulan Agustus 2023 pada ketinggian tempat ± 10 mdpl.  Dalam metode penelitian ini yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan yaitu Pemangkasan pucuk (P) yaitu :  P0 = Tanpa Pemangkasan, P1 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 8, P2 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 10, P3 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 12, P4 =  Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 14. Berdasarkan hasil analisis ragam, bahwa perlakuan pemangkasan berpengaruh sangat nyata pada parameter berat buah pertanaman.  Berpengaruh tidak nyata pada parameter panjang buah umur 7,14,21 dan 28 hst, hari muncul bunga, jumlah buah, panjang buah, berat buah pertanaman dan diameter buah  pada tanaman  mentimun. Saran : Untuk mendapatkan hasil mentimun yang lebih maksimal dengan pengerjaan budidaya lebih muda dan efisien dapat dilakukan pemangkasan pucuk pada ruas 8. Kata kunci : Pemangkasan, Hasil, Mentimun
Bioherbisida Berbahan Ekstrak Air Dari Organ Batang Ratun Tanaman Sorgum Yang Dibudidayakan Di Lahan Inceptisols Edi Susilo; Parwito; Dia Novita Sari; Eny Rolenty Togatorop; Susi Handayani; Hesti Pujiwati; Wismalinda Rita
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6697

Abstract

Alelopati merupakan istilah yang mengungkapkan kejadian alami dari penghambat kimiawi oleh tanaman yang menghambat pertumbuhan tanaman di sekitarnya. Sumber ekstrak yang berasal dari batang ratun tanaman sorgum dari varietas berbeda mempunyai potensi bioherbisida yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak air organ batang ratun tanaman sorgum yang dibudidayakan di lahan Inceptisol terhadap perkecambahan test plant. Berangkasan sebagai bahan ekstrak air disiapkan pada Pebruari sampai Juni 2023 di Kandang Mas Kota Bengkulu dan uji bioassay dilakukan Juli 2023 di Bentiring Permai Kota Bengkulu. Penelitian menerapkan rancangan acak lengkap faktor tunggal. Perlakuan yang diterapkan yaitu kontrol, batang Super 2, batang Suri 4, dan batang Ketan, Unit percobaan berupa cawan petri, dan percobaan diulang empat kali. Metode Penerapan metode bioassay pada cawan Petri pada percobaan ini. Setiap cawan petri diberi 10 ml ekstrak air, 25 biji kacang hijau varietas Vima 1 ditanam dan diinkubasi tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air yang berasal dari ratun batang Super 2 khususnya dan semua perlakuan ekstrak air dari batang ratun sorgum (Ketan dan Suri 4) pada umumnya mampu menghambat perkecambahan test plant tertinggi dibanding dengan kontrol. Kata Kunci : batang, bioassay, ekstrak, Inceptisols, ratun
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L. ) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA Ummi Kholifah; Rita Hayati; Usman; Dwi Fitriani; Yukiman Armadi
Agriculture Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i1.6730

Abstract

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi pemberian NPK dan POC Nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang mierah, miengietahui Riespoin piertumbuhan dan hasil tanaman bawang mierah tierhadap NPK dan POiC Nasa.  Pienielitian ini tielah dilaksanakan di Kiel. Kandang Limun Kiec. Muara Bangkahulu.  Pienielitian ini mienggunakan Rancangan Acak Kieloimpoik Faktoirial (RAKF) disusun siecara poila faktoirial diengan 3 ulangan.  Tierdiri dari 2 faktoir yaitu : Faktoir piertama adalah NPK : N0= Kointroil ( tanpa pierlakuan ), N1= 100 kg/ha, N2= 150 Kg/ha, N3= 200 Kg/ha.  Faktoir kiedua adalah POiC Nasa : P1= 2 ml/litier, P2= 3 ml/litier, P3= 4 ml/litier.  Tierhadapat 12 Koimbinasi pierlakuan, bierdasarkan hasil siemua paramietier tanaman tidak tierjadi intieraksi antara NPK dan POiC Nasa pada siemua paramietier piengamatan.  Pada pierlakuan NPK tinggi tanaman 42 hst bierpiengaruh nyata, dan tinggi tanaman 56 hst bierpiengaruh sangat nyata,bierpiengaruh tidak nyata pada paramietier lainnya.  Tierhadap pierlakuan POiC Nasa bierpiengaruh tidak nyata pada siemua paramietier bawang mierah Kata Kunci : Bawang merah, NPK, POC Nasa
PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea) DI TANAH MARGINAL MELALUI APLIKASI PUPUK HAYATI Trichoderma sp. Sumini, Sumini; Kriswantoro, Haris; Khairunisa, Dinda
Agriculture Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i2.7260

Abstract

This research aimed to determine the increase in green mustard growth on marginal land through the application of trichoderma sp biofertilizer. This research was carried out in Muara Enim Village, West Lubuklinggau I District, Lubuklinggau City from July to September 2024. This research used a non-factorial randomized block design with 6 levels of treatment, namely: T0: No application of biological fertilizer (control), T1: Application of biological fertilizer at a dose of 60 grams/polybag, T2: Application of biological fertilizer at a dose of 100 grams/polybag, P3: Application biofertilizer dose 140 grams/polybag, T4: Application of biofertilizer dose 180 grams/polybag, T5: Application of biofertilizer dose 220 grams/polybag. The research results showed that trichoderma sp biological fertilizer has a very real influence on the growth of mustard greens on marginal land. Providing trichoderma sp biological fertilizer at a dose of 220 grams/polybag was able to show the best results at plant height, namely 31.03 cm, number of leaves 16.50, leaf length 20.27 cm, leaf width 13.01 cm and root length 35 .91 cm. The application of trichoderma sp biological fertilizer is not only able to increase soil fertility but is also able to protect plants from soil pathogens. Keywords: Microorganisms, Pathogens, Trichoderma sp.
Inggris Muhammad Noor Ariefin; Hilda Bahagia, Rosalia; Jelatu, Silfanus
Agriculture Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i2.7277

Abstract

Tomatoes are one of the most commonly cultivated vegetables. This vegetable is multipurpose, especially as a daily cooking spice, a raw material for tomato sauce, and has a delicious and slightly sour taste. Considering its still low production, it is necessary to develop cultivation efforts to increase its yield. This study aims to determine the effect of different planting distances on the growth and yield of tomato plants (Solanum lycopersicum L). The research was conducted in La'o Village, Wali Subdistrict, Langke Rembong District, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara, from April to July 2024. The method used in this study was a Randomized Block Design, consisting of 4 treatment levels: J1: 50x40 cm, J2: 50x50 cm, J3: 40x30 cm, and J4: 40x40 cm. Each treatment level was repeated 4 times, resulting in 16 experimental units. Each experimental unit contained 10 plants, with a total of 160 plants. Observations were made by examining 5 sample plants per experimental unit, with a total of 80 sample plants. The parameters observed in this study included: plant height (cm), number of leaves (blades), number of branches, flowering age (days), stem diameter (mm), number of harvested fruits (g), and fruit harvest weight (g). The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) or F test at the 5% level. If significant differences were found, Duncan's Multiple Range Test was conducted at the 5% level. Research results show that various planting distances do not have a significant effect on all parameters. The ideal planting distance for tomato plants is observed with the following treatments: J3 (40 x 30 cm) for plant height, J2 (50 x 50 cm) for the number of leaves, J1 (50 x 40 cm) for flowering age, stem diameter, and J4 (40 x 40 cm) for the fresh weight of harvested fruit.
KARAKTERISASI MORFOLOGI HAMA PADA TANAMAN PADI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DI DESA TRANTANG SAKTI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR Ali, Mufti; Nanang Rifa'i, Muhamad; Pratama, Lisa; Tyas, Wening; Lestari, Irma
Agriculture Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i2.7287

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hama berdasarkan karakter morfologi pada tanaman padi system tanaman jajar legowo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Trantang Sakti, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur dari bulan Juli hingga September 2024 di lahan sawah dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan identifikasi. Pengambilan sampel jenis hama dengan cara penyapuan menggunakan peralatan net serangga dan mengamati secara langsung pada areal tanaman padi sawah. Koleksi serangga hama dibawa ke laboratorium Sains dan Teknologi untuk diidentifikasi menggunakan kunci identifikasi. Jenis-jenis hama,yang berhasil diidentifikasi kemudian dideskripsi berdasarkan karakter morfologi dari setiap jenis hama yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada areal pertanaman padi di Desa Trantang Sakti terdapat 10 (sepuluh) jenis hama yaitu kumbang koksi (Coccinellidae), semut rangrang (Oecophylla Smaragdina), tikus (Muridae), wereng batang coklat (Nilaparvata lugens), orong-orong (Gryllotalpidae), ulat grayak (Mythimna separata), penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata), walang sangit (Leptocorisa acuta), belalang hijau (Valanga nigricornis) dan keong mas (Ampullaridae). Kata Kunci : Karakterisasi, morfologi hama, tanaman padi, jajar legowo.
PENGARUH APLIKASI POC ECO-ENZYME TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) PADA TANAH ULTISOL Fadilah S, Oktaviani; Wartono; Sumini, Sumini
Agriculture Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i2.7288

Abstract

This research aimed to determine the effect of POC eco-enzyme application on the growth and production of celery plants in ultisol soil. This research was carried out in Rahmah Village, South Lubuklinggau District 1, Lubuklinggau City from April to June 2024. This research used an experimental design method with a randomized block design prepared by non-factorial, consisting of six treatment levels with 4 replications. The treatments tried in this research were the following concentrations of liquid organic fertilizer eco-enzyme: E0: No POC Eco-enzyme treatment (control), E1: POC Eco-enzyme concentration 1.00ml/liter, E2: POC Eco-enzyme concentration 1.25ml/liter, E3: POC Eco-enzyme concentration 1.50ml/liter, E4: POC Eco-enzyme concentration 1.75ml/liter, and E5: POC Eco-enzyme concentration 2.00ml/liter. The results of the research showed that the application of POC eco-enzyme to the growth and production of celery plants had a real to very significant effect on all the variables observed and in the E4 treatment, namely the application of eco-enzyme with a concentration of 1.75 ml/liter showed the best results on growth and production. celery plants in ultisol soil. Keywords: Ecoenzyme, Growth Hormone, Organic Fertilizer

Page 8 of 10 | Total Record : 96