cover
Contact Name
Dwi Fitriani
Contact Email
dwifitriani@umb.ac.id
Phone
+6285357113151
Journal Mail Official
agriculture@umb.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl Bali Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agriculture
Core Subject : Agriculture,
Menghasil karya ilmiah hasil penelitian baik peneliti, mahasiwa maupun praktisi dibidang Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Articles 96 Documents
ANALISIS KEBERLANJUTAN PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN PADI SECARA TERPADU TERHADAP DIMENSI EKOLOGI DAN TEKNOLOGI DI KABUPATEN MUSI RAWAS Novianto Novianto
Agriculture Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.345 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v15i1.1298

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk menilai  dan menelahah atribut dalam dimensi ekologi dan teknologi yang berpengaruh terhadap keberlanjutan pengelolaan tanaman padi secara terpadu melalui program SL-PTT dalam pengembangan tanaman padi sawah di tingkat petani dalam upaya meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan, besarnya peluang tingkat keberlanjutan terhadap penerapan pelaksanaan program SL-PTT di Kabupaten Musi Rawas melalui diujicoba menggunakan metode Multi Dimensional Scaling (MDS).  Data yang digunakan data primer  dan data sekunder.  Analisis Status Keberlanjutan Penerapan Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu di Kabupaten Musi Rawas dengan menggunakan Multidimensional Scaling (MDS) dengan mengetahui atribut dua dimensi yang dianalisis, yang terdiri dari dimensi ekologi dan teknologi. Hasil analisis RAP- Program SL PTT multidimensi dengan menggunakan metode MDS menghasilkan nilai IKB yaitu, dimensi ekologi baik atau sangat berkelanjutan dengan nilai IKB 75.90 dan dimensi teknologi cukup berkelanjutan dengan nilai IKB 73.25, pada skala sustainibilitas 0 – 100 sebanyak 21 atribut. Sedangkan berdasarkan hasil analisis RAP-Program SL-PTT menunjukan hubungan keterkaitan antar dimensi yang diukur dengan Squarred Correlation  (R2)  sebesar 0.930, ini mengindikasikan bahwa keterkaitan antara dimensi mencapai 95% atau sangat kuat.Kata Kunci    : Indeks dan Status Keberlanjutan, Pengelolaan Tanaman Padi Terpadu.
PENGARUH FREKUENSI DAN KONSENTRASI AUKSIN ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine Max L. Merril). Selvia Juliana; Yukiman Armadi
Agriculture Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.045 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v15i1.1299

Abstract

Di provinsi Bengkulu terjadinya peningkatan hasil produksi masih belum mencukupi kebutuhan di provisi itu sendiri, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Frekuensi Dan Konsentrasi Auksin Alami Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril). penelitian ini telah dilaksanakan di Jl. Danau Raya No.59, Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Pada ketinggian tempat 30 meter di atas permukaan laut. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama frekuensi pemberian auksin alami (A): A1 (1 kali 14 HST), A2: (2 kali 14 dan 28 HST), A3: (3 kali 14, 28 dan 42 HST), sedangkan faktor kedua adalah Konsentrasi Auksin Alami (B): B0 (Kontrol), B1 (1,0 ml/liter), B2 (1,5 ml/liter), dan B3 (2,0 ml/liter). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 0,5%. Hasil perlakuan frekuensi menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, berat kering tanaman dan berat 100 biji, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang dan berat basah tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril). Sedangkan perlakuan konsentrasi pada hasil penelitian ini adalah yang berpengaru nyata terhadap jumlah daun, berat kering tanaman dan jumlah polong tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril), pada penelitian ini tidak menunjukkan adanya interaksi antar frekuensi dan konsentrasi auksin alami terhadap tanaman kacang kedelai. Kata kunci : Kedelai, auksin alami, Frekuensi, Konsentrasi.
RESPON SAWI (Brassica juncea L) TERHADAP POC AIR LIMBAH BUDIDAYA LELE PLUS (ALBL PLUS) Firman Firman; Farida Aryani
Agriculture Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.509 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v15i1.1300

Abstract

Produksi sayuran termasuk Sawi (Brassica juncea L) organik masyarakat kita perlu ditingkatkan  diantaranya melalui pemberian pupuk organik cair.  Pupuk Organik Cair Air Limbah Budidaya Lele kaya nitrogen (POC ALBL-PLUS) merupakan pupuk organik cair kaya  hara nitrogen, sehingga sangat berpotensi untuk diberikan pada tanaman sayuran khususnya sawi.  Penelitian respon sawi (Brassica juncea) terhadap pupuk organik cair air limbah budidaya lele kaya nitrogen (POC ALBL-PLUS) perlu dilakukan untuk memperoleh rekomendasi aplikasi POC ALBL-PLUS yang terbaik pada tanaman sawi.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktor Tunggal dengan 6 ulangan.  Aplikasi POC ALBL-PLUS sebagai perlakuan adalah; A =  0,0 g/l (kontrol), B =   5 g/l  tiap 5 hari sekali,  C =   5 g/l tiap 10  hari sekali, D = 10 g/l tiap 5 hari sekali, E =   10 g/l tiap 10 hari sekali, F =   15 g/l tiap 5 hari sekali, G =  15 g/l tiap 10 hari sekali, H = 20 g/l tiap 5 hari sekali, I = 20 g/l tiap 10 hari sekali.  Aplikasi POC ALBL-PLUS tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan umur berbunga, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun serta berpengaruh sangat  nyata terhadap berat berangkasan basah tanaman caesim (Brassica juncea L). Aplikasi POC ALBL_PLUS 5 g/l dengan waktu pemberian tiap lima hari sekali (perlakuan B) meningkatkan jumlah daun dua kali lebih banyak dan berat berangkasan basah  enam kali lebih berat dibandingkan tanpa aplikasi POC ALBL-PLUS (kontrol).Kata Kunci :  POC, Nitrogen, Sawi
RESPON SEMAI BAMBANG LANANG (Michelia champaca L.) TERHADAP PEMBERIAN ASAP CAIR Deselina Deselina; Putranto Budiono Agung Nugroho; Meika Ayu Putri Pamungkas
Agriculture Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.104 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v15i1.1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon semai bambang lanang terhadap pemberian asap cair Variabel yang diamati adalah tinggi, diameter, luas daun panjang akar, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering dan indeks mutu semai. Data dianalisis menggunakan uji t dua variabel yaitu : perlakuan dan kontrol, konsentrasi dan kontrol dan antara konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan asap cair tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan bibit bambang lanang, namun memberikan rata-rata yang lebih besar dari pada kontrol  . Antara konsentrasi asap cair terdapat perbedaan nyata terhadap tinggi, jumlah daun, panjang akar, berat basah total dan berat kering total. Penggunaan asap cair 2% adalah yang paling optimal untuk meningkatkan rata-rata beberapa variabel pertumbuhan bibit bambang lanang dubandingkan dengan konsentrasi 1%, 3% dan 4%. Kata Kunci : asap cair, semai Bambang Lanang
EVALUASI DAN PEMETAAN WERENG COKLAT PADA TANAMAN PADI SAWAH DI KECAMATAN TUGUMULYO Sumini Sumini
Agriculture Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.722 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v15i1.1302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memetakan sebaran hama wereng coklat pada tanaman padi sawah di Kecamatan Tugumulyo.  Penelitian ini dilaksanakan pada tanaman padi milik petani di Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Pada bulan Juni Sampai dengan bulan September 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei pada tanaman padi sawah di lokasi yang ditentukan secara sengaja. Metode penarikan sampel penelitian ini menggunakan metode acak sederhana  (Simple Random Sampling), dimana dari 18 Desa di Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas diambil 5 desa yang dijadikan sampel.  Adapun sampel yang dipilih secara acak dengan rincian sebagai berikut: D Tegalrejo, E Wonokerto, H Wukirsari, L Sidoharjo, dan M Sitiharjo. Dari setiap desa ditetapkan 3 petakan sawah dengan luas petakan 10 m x 10 m. Hasil penelitian diketahui bahwa Desa D Tegalrejo merupakan yang terserang hama  paling rendah dari semua Desa yang diamati sedangkan Desa E Wonokerto merupakan yang terserang hama paling tinggi. Diketahui penyebab populasi dan serangan hama wereng batang coklat tinggi yaitu penanaman yang tidak serentak, tidak adanya pergantian varietas setiap musim tanam dan penggunaan pestisida yang tidak bijaksana.Kata Kunci: Hama, Wereng Coklat, Padi
Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Kalium Nitrat (KNO3) Terhadap Pematahan Masa Dormansi Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) Alam Wijaya; Dwi Fitriani; Rita Hayati
Agriculture Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.036 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v15i1.1303

Abstract

Pembibitan kopi sering dihadapkan dengan masa dormansi biji kopi yang disebabkan oleh kulit ari biji kopi yang keras. Kalium nitrat (KNO3) dapat melunakkan kulit biji dan mempermudah air masuk ke dalam biji, sehingga mempercepat proses metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan konsentrasi kalium nitrat (KNO3) terhadap pematahan masa dormansi biji kopi robusta. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL-F), dengan faktor pertama lama perendaman (L) yang terdiri atas tiga taraf meliputi 12 jam (L1), 24 jam (L2), 36 jam (L3) dan faktor kedua konsentrasi KNO3 (K) yang terdiri atas 4 taraf meliputi 0% (K0), 0.5% (K1), 1.0% (K2) dan 1.5% (K3). Faktor lama perendaman berpengaruh nyata terhadap kecambah normal (biji), kecambah abnormal (biji), daya berkecambah (%), potensi tumbuh maksimum (%), waktu berkecambah (hr). Faktor konsentrasi KNO3 berpengaruh nyata terhadap kecambah normal (biji), kecambah abnormal (biji), daya berkecambah (%), potensi tumbuh maksimum (%) dan waktu berkecambah (hr). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara lama perendaman (L) dan konsentrasi kalium nitrat (K) terhadap efektivitas pematahan masa dormansi biji kopi robusta.Kata kunci : dormansi, lama perendaman, konsentrasi, kalium nitrat, robusta.
KERAGAAN LIMA VARIETAS SORGUM PADA TANAH ULTISOL DI DESA PETUNANG KABUPATEN MUSI RAWAS Samsul Bahri; Holidi Holidi; Reka Desantra
Agriculture Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.775 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v15i1.1304

Abstract

Penelitian ini untuk melihat keragaan dari beberapa varietas tanaman sorgum yang dibudidayakan pada tanah ultisol di Desa Petunag Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini disusun menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAK) non faktorial dengan perlakuan lima vareitas tanaman sorgum diantaranya Varietas Pahat, Varietas Kawali, Varietas Numbuh, Varietas Suri 4 dan Varietas Super 1. Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas numbu yang dibudidayakan pada tanah ultisol di Desa Petunang Kabupaten musi rawas menunjukan hasil yang terbaik baik pada sisi pertumbuhan dan produksi jika dibandingkan dengan varietas lainnyaKata kunci : Sorgum, Varietas, Ultisol
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica Junceae. L) DENGAN PERLAKUAN ARANG SEKAM BAKAR DAN PUPUK NPK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) Farida Aryani; Sri Rustianti; Sutiara Sutiara
Agriculture Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.22 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1607

Abstract

Tanaman sawi untuk pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan tanah yang subur dan gembur. Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) merupakan tanah yang kurang subur, biasa disebut sebagai lahan marginal. Salah satu permasalahan pada tanah Podsolik Merah Kuning rendahnya unsur hara. Untuk itu perlu penambahan dan perbaikan sifat fisik dan kimia tanah melalui pemupukan dengan bahan organik maupun pupuk an-organik.Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu, mulai bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2019, Rancang yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 6 tarap perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali, setiap satuan perlakuan terdiri dari 6 polybag. Tarap perlakuan tersebut adalah P0 = tanpa pemupukan,                    P1 = pemberian pupuk 200 kg/kg NPK, P2 = 5 ton/kg arang sekam bakar + 150 kg/kg NPK, P3 = 10 ton/kg arang sekam bakar + 50 kg/kg NPK, P5 = 20 ton/kg arang sekam bakar.Berdasarkan uji lanjut DMRT 5%, menunjukkan tinggi tanaman dan jumlah daun umur 8 minggu setelah tanam dengan perlakuan P1 = 200 kh/kg NPK, berbeda nyata dengan perlakuan P0, P2, P3, P4, dan P5. Perlakuan P1 memberikan hasil yang terbaik. Sedangkan untuk bobot basah pertanian dan bobor kering pertanian berpengaruh tidak nyata, perlakuan yang tertinggi adalah pada perlakuan 10 ton/kg  arang sekam bakar + 100 kg/ha NPK (P3), berarti disini pemberian arang sekam bakar + pupuk NPK cenderung memberikan hasil yang meningkat dari pada yang tidak diberikan arang sekam bakar. Kata kunci : Sawi, Arang Sekam Bakar, Podsolik Merah Kuning, NPK
PENGARUH PUPUK TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) Yemi Purnamasari; Yukiman Armadi
Agriculture Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.664 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pupuk Tandan Kosong (Tankos) Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Merah (Capsicum annum L). Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu pada bulan Oktober 2019 - Januari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu dengan menggunakan Pupuk tandan kosong (tankos) kelapa sawit Terdapat 4 level perlakuan : S0 (Kontrol), S1 (180 gr/tanaman), S2 (360 gr/tanaman), S3 (540 gr/tanaman). Diulang sebanyak 4 kali ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Setiap unit percobaan ada 9 tanaman maka di peroleh 144 tanaman, yang di jadikan tanaman sample 3 per unit tanaman. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (Anova) dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan/Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil perlakuan Pupuk tandan kosong (tankos) kelapa sawit memberikan nilai terbaik pada perlakuan S1 (180 gr/tanaman) menunjukan pengaruh nyata terhadap Umur berbunga, jumlah buah dan bobot buah/tanaman tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap Tinggi tanaman, jumlah daun dan umur panen. Kata kunci : Pengaruh, Cabai merah, Pupuk tandan kosong (tankos) kelapa sawit.
PENGARUH PEMBERIAN RHIZOBIUM DAN PUPUK SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) eva oktavidiati; Suryadi Suryadi; Jafrizal Jafrizal; Usman Usman; Diah Fournalika
Agriculture Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.95 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1641

Abstract

ABSTRAKProduksi kacang hijau di Provinsi Bengkulu  pada tahun  2016 sebanyak 400 ton.  Pada tahun 2017 terjadi penurunan produksi kacang hijau yang hanya mencapai 349 ton (BPS 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Rhizobium  dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L). Penelitian ini laksanakan pada bulan November-Januari 2021 di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang berlokasi di Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah dengan ketinggian tempat ±51 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, Faktor pertama adalah pemberian Rhizobium (R) dimana R0 = Kontrol (tanpa Rhizobium), R1 = 5 g/kg benih, R2 = 10 g/kg benih.  Faktor kedua adalah pupuk SP-36 (P)  dimana P1= 100 kg/ha, P2= 125 kg/ha, P3= 150 kg/ha masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil perlakuan pemberian Rhizobium dan pupuk SP-36 berbeda tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan dan tidak terjadi interaksi pada semua parameter pengamatan.Kata kunci : Kacang hijau, Rhizobium, Pupuk SP-36.  

Page 2 of 10 | Total Record : 96