cover
Contact Name
Dwi Fitriani
Contact Email
dwifitriani@umb.ac.id
Phone
+6285357113151
Journal Mail Official
agriculture@umb.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl Bali Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agriculture
Core Subject : Agriculture,
Menghasil karya ilmiah hasil penelitian baik peneliti, mahasiwa maupun praktisi dibidang Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Articles 96 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON (Cucumis melo L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PEMANGKASAN BUAH Taufik Akbar; Fiana Pondesta; Suryadi; Jafrizal; Rita Hayati; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.874 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3597

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian pupuk organik cair dan pemangkasan buah terhadap melon. Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Untuk mengetahui pengaruh pemangkasan buah terhadap melon, penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan bentiring permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Faktor pertama pengaruh kosentrasi pupuk organik cair nasa (N) ,yang terdiri dari 4 taraf yaitu :N0 = Tanpa pupuk (kontrol), N1 = 3mL/L pupuk organik cair Nasa, N2 = 6mL/L pupuk organik cair Nasa , N3 = 9 mL/L pupuk organik cair Nasa, Faktor kedua P1 = 1 buah ditinggalkan di tanaman, P2 = 2 buah ditinggalkan di tanaman, P3= 3 buah ditinggalkan di tanaman, Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. masing-masing unit percobaan terdiri dari 4 tanaman, sehingga terdapat 144 tanaman.Model linier aditif untuk rangcangan factorial dua faktor dengan rancangan lingkungan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Berdasarkan hasil analisis ragam pada table diatas perlakuan pupuk cair berpengaruh nyata terhadap parameter bobot buah pertanaman, berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 14, 28, 42 hst, diameter batang umur 14, 28, 42 hst, umur bunga betina, umur panen, diameter buah. Perlakuan pangkas berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang umur 28 hst, umur bunga betina, berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 14, 28, 42 hst, diameter batang umur 14, 42 hst, umur panen, diameter buah. Interaksi pupuk cair dan pangkas berpengaruh nyata pada umur bunga betina. Dengan hasil terbaik perlakuan N2 dan P3 . Kata kunci : Melon, Pupuk Organik Cair, Pemangkasan
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI (Oriza sativa. L) GALUR UNHZ 12A DI POLYBAG DENGAN PERLAKUAN UMUR PINDAH BIBIT DAN JUMLAH BIBIT Farida Aryani; Asfaruddin; Sarina; Renses Suryadi
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.851 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3598

Abstract

Keberhasilan pengelolaan tanaman padi dipengaruhi berbagai faktor, antara lain umur pindah bibit dan jumlah bibit per rumpun tanam. Umur bibit pindah harus tepat dan sesuai untuk mengantisifasi pertumbuhan akar. Jumlah bibit per rumpun tanam akan mempengaruhi populasi yang ada, yang akan mempengaruhi pertumbuhan anakan produktif. Penelitian ini dilaksanakan di perumahan Bumi Persada Indah, Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Mulai tanggal 30 Maret sampai dengan 26 Juli 2020. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah umur pindah bibit tanam bibit dengan 3 taraf perlakuan yaitu A1 : umur pindah bibit 21 hari, A2 : umur pindah bibit 28 hari, A3 : umur pindah bibit 35 hari. Faktor kedua adalah B1 : 2 batang per rumpun, B2 : 3 batang per rumpun, B3 : 4 batang per rumpun. Berdasarkan uji lanjut BNT pada taraf 5% menunjukkan bahwa umur padi 35 hari memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman, umur keluar malai dan umur panen. Jumlah bibit 2 batang per rumpun memberikan jumlah anakan terbanyak. Tidak ada interaksi antar perlakuan umur pindah bibit dengan jumlah bibit per rumpun. Kata Kunci : Padi, umur pindah bibit, jumlah bibit per rumpun, galur UNHZ 12A.
KAJIAN MUTU SIRUP BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) DENGAN VARIASI KONSENTRASI BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr) DAN CMC (Carboxyl Methyl Cellulose) Kadek Sudarsana; Andwini Prasetya; Lina Widawati; Methatias Moulina
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i2.4420

Abstract

Daging buah pedada memiliki kandungan gizi yang tinggi. Secara umum buah pedada kurang dimanfaatkan karena rasanya yang asam, sepat dan sedikit pahit jika dimakan langsung. Salah satu upaya pemanfaatan buah pedada yaitu mengolahnya menjadi sirup. Sirup merupakan larutan gula pekat (sukrosa) highfructose syrup dan atau gula inversi lainnya) dengan atau tanpa penambahan bahan tambahan makanan yang diizinkan Pemanfaatan buah pedada menjadi sirup dapat dilakukan dengan penambahan buah nanas untuk meminimalisir rasa buah pedada yang asam dan terasa sepat dan sedikit pahit serta memperbaiki warna. Pada umumnya sirup yang disimpan berubah menjadi tidak stabil, mengalami pengendapan sehingga terjadi penurunan mutu. Upaya untuk mencegah hal tersebut, perlu ditambahkan bahan penstabil sirup, salah satunya yaitu CMC (Carboxyl Methyl Cellulose). Perlakuan penelitian ada 9 macam yaitu penambahan ekstrak nanas dan CMC. Penambahan ekstrak nanas dan CMC tidak mempengaruhi sifat sensoris sirup buah pedada. Perlakuan terbaik sirup buah pedada dengan penambahan ekstrak nanas 25% dan CMC 0,5% dengan penilaian tertinggi berada pada skala agak suka. Analisis viskositas sirup pedada dengan perlakuan terbaik penambahan ekstrak nanas 25% dan CMC 0,5% yaitu 13,62 x 103 cp, analisis kandungan vitamin C sirup pedada dengan perlakuan terbaik penambahan ekstrak nanas 25% dan CMC 0,5% yaitu 12,29 mg sesuai dengan standar SNI dan Nilai R/C ratio dari analisis usaha sirup pedada yaitu 1,47 Kata Kunci: sirup, buah pedada, buah nanas, CMC
PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI GIBERELLIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) Edwar Triadi; Fiana Podesta; Dwi Fitriani; Ririn Harini; Jon Yawahar
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i2.4422

Abstract

Bawang merah ( Allium ascalonicum ) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Hal ini karena bawang merah memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Untuk meningkatkan produksi tanaman bawang merah dibutuhakan unsur hara yang cukup, salah satunya dengan pemberian beberapa pupuk kandang dan konsentrasi giberelin. Metode penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) Faktor yang terdiri dari 2 faktor dengan 16 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor – faktor yang diteliti merupakan faktor pertama perlakuan beberapa jenis pupuk kandang terdiri dari 4 taraf P0 = Kontrol P1 = Pupuk Kandang Ayam P2 = Pupuk Kandang Kelinci P3 = Pupuk kandang Kambing Faktor yang ke 2 konsentrasi giberellin terdiri dari 4 Taraf G0 = 0 ppm ( kontrol ) P1 = 50 ppm,p2 =75 ppm,p3 = 100ppm. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun perumpun, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan berat kering. Berdasarkan analisis ragam perlakuan pemberian perlakuan jenis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 42 hst, 56 hst, dan 84 hst. Berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 98 hst. Tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun pada umur 28 hst, dan 70 hst. Pemberian konsentrasi giberelin pada tanaman bawang merah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 hst dan 56 hst, akan tetapi konsentrasi giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 42 hst, 70 hst, 84 hst, dan 98 hst. Pada perlakuan berbagi konsentrasi giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun. Kata kunci : Bawang Merah, Pupuk Kandang dan Giberellin
HASIL UMBI TIGA VARITAS KENTANG (Solanum tuberosum, L) PADA JARAK TANAM Adnan; Losi Karlina; Mardia Apriansi
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i2.4442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh varitas umbi kentang dan jarak tanam terhadap hasil umbi kentang di dataran tinggi Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, dengan uji BNT pada tingkat signifikan 5%. Perlakuan eksperimental menggunakan dua factor yaitu varitas (V) dan jarak tanam (J). Faktor perlakuan pertama Varitas umbi kentang (V) terdiiri tiga varitas yaitu V1 = varitas granola, V2 = varitas atlantic dan V3 = diseere. Faktor kedua perlakuan jarak tanam (J), terdiri tiga tingkatan yaitu J1 = 80 cm x 20 cm, J2 = 80 cm x 25 cm, J3 = 80 cm x 30 cm. Berdasarkan analisis varians perlakuan varitas berpengaruh terhadap bobot umbi perbuah dan jumlah umbi pertanaman. Sedangkan perlakuan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap semua variable diameter umbi, jumlah umbi, bobot umbi perbuah dan bobot umbi pertanaman. Selanjutnya uji lanjut BNT pada taraf signifikan 5 persen, perlakuan varitas diseere (V3), berbeda nyata dengan varitas granola (V1) dan varitas atlantic (V2), terhadap bobot umbi perbuah. Sedangkan uji BNT 5 persen, perlakuan varitas atlantic (V2) berbeda nyata dengan varitas granola (V1) dan varitas atlantic (V2) terhadap jumlah umbi pertanaman. Kesimpulan : Penggunaan varitas diseere menghasilkan bobot umbi yang besar perbuah dan varitas atlantic memperoleh jumlah buah terbanyak pertanaman. Kata Kunci : Varitas, jarak tanam dan umbi kentang.
PENGOLAHAN GELAMAI BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF Hengki Kurniawan; Hesti Nur'aini; Andwini Prasetya; Methatias Moulina
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i2.4463

Abstract

Buah pedada (Soneraatia caseolaris) merupakan komunitas tanaman yang hidup di habitat payau. Buah pedada memiliki komponen steroid, triterpenoid, flavonoid, karboksil benzene dan memiliki sifat yang memiliki analgesik dan antiflamantori. Tepung mocaf adalah tepung yang terbuat dari singkong. Keunggulan dari tepung mocaf yaitu memiliki kandungan kalsium, fosfor, serta, kaya vitamin C, mengandung fitoestrogen yang berfungsi untuk mencegah menopause dini yang biasa terjadi pada wanita. Tepung mocaf berwarna putih, tidak beraroma singkong lagi, bertekstur lembut, lebih elastis ketika digunakan sebagai bahan untuk membuat kue salah satunya gelamai. Gelamai merupakan salah satu makanan khas dari Provinsi Bengkulu yang biasa dikenal sebagai dodol. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui informasi tentang rendemen, uji organoleptic, karakterisitik mutu kima, fisika (tekstur) dan analisis usaha gelamai. Ada 9 perlakuan penelitian dengan substitusi tepung mocaf. Substitusi tepung mocaf yang berpengaruh pada warna, rasa dan aroma gelamai buah pedada. Rerata rasa gelamai buah pedada, tepung mocaf dan tepung ketan pada perlakuan 10;60;30 yaitu 3,35 (agak suka) dan perlakuan 20; 25:55 yaitu 4,25 (suka). Rerata warna gelamai dengan perlakuan 10:60:30 pada skala 3,40 (agak suka) dan perlakuan 30:20:50 pada skala 4,14 (suka). Rerata tekstur gelamai buah pedada pada perlakuan 10:60:30 pada skala 3,5 (agak suka) dan perlakuan 30:20:50 adalah 4,15 (suka). Karakteristik kimia gelamai buah pedada dengan substitusi tepung mocaf dengan rerata kadar air 39.75%, kadar abu0.58%, kadar protein 0.62%, kadar lemak 1.71%, kadar serat 1.28%, karbohidrat 65, 51% dan vitamin C 8.03 mg. Hasil analisis fisika gelamai buah pedada dengan substitusi tepung mocaf pada nilai rendemen menunjukkan nilai 49.50 sampai 50.50% dan analisis tekstur gelamai buah pedada dengan hasil perlakuan terbaik pada rerata 103 mm/g. Analisis keuntungan usaha gelamai buah pedada adalah Rp.8.302,000 dimana setiap Rp.1 yang dikeluarkan dapat menghasilkan keuntungan Rp. 1,299.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN CABE RAWIT (Capsicum frutescens L.) TERHADAP PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN NPK Yeni; Yukiman Armadi; Rita Hayati; Fiana Podesta; Jafrizal Jafrizal
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabe rawit ( Capsicum frutescenc L.) adalah salah satutanaman hortikultura dari family solanacae tidak hanya memilikinilai ekonomi tinggi, tetapi juga karena buahnya yang memilikikombinasi warna, rasa, dan memiliki banyak kandungan gizi danvitamin, diantarannya kalori, protein, lemak, kalsium vitamin A,B1, dan vitamin C. Tujuan dari penelitian Mengetahui intraksipemberian POC NASA dan NPK terhadap Pertumbuhan danHasil Tanamn Cabe Rawit (Capsicum Frutescens L). Penelitianini dilaksanakan di Desa Tanjung Perdana, Kecamatan PondokKubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.Rancangan yang di gunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap(RAK) dengan dua perlakuan, perlakuan 1 yaitu Pupuk OrganiCair NASA P0( kontrol) P1 (5 ml/l) P2 (10 ml/l) P3 ( 15 ml/l),perlakuan ke 2 yaitu NPK M1 (5), M2 (10). dan M3 (15). setiapperlakuan di ulangi sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 36satuan setiap percobaan. Setiap satuan percobaan terdapat 4tanaman sehingga di peroleh 144 unit tanaman.hasil penelitianmenunjukkan perlakuan Pupuk Organi Cair NASA berpengaruhsangat nyata pada parameter berat basah brangkas padaperlakuan 15 ml. Perlakuan NPK berpengaruh sangat nyata padajumlah buah dan dan berat basah akar pada perlakuan 15 g.Sedangkan pada penelitian ini tidak terdapat intraksi antaraperlakuan Pupuk Organik Cair NASA dengan NPK Mutiarapada semua parameter yang di amati.Kata Kunci: Cabe Rawit ( Capsicum ftitescens L.),Pupuk OrganikCair, NASA dan NPK
PENGARUH PEMBERIAN PHOSFOR DAN INTENSITAS PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Khoirul Anam; A.Miftakhurrohmat; M. Abror; Saiful
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i2.4488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian phosfor dan intensitas penyiraman terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 24 Maret – 18 Juni 2022 di Desa Jiken Kecamatan Tulangan , Sidoarjo. Metode yg di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Secara faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama pemberian phosfor terdiri dari 25 kg/ha, 50 kg/ha, dan 75 kg/ha, sedangkan faktor kedua intensitas penyiraman yg terdiri dari 3 level yaitu 1, 2, dan 3, kali penyiraman perhari. Setiap perlakuan di ulang 3 kali, sehingga di peroleh 27 satuan percobaan. Variabel pengamatan terdiri dari jumlah daun, penjang tanaman, jumlah anakan, berat basah, berat kering. Data di analisa menggunakan ANOVA yang di lanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Didapatkan hasil bahwasannya terjadi interaksi yang nyata pada umur 21 hari & 28 hari (HST) pada variabel pengamatan jumlah daun, dan variable pengamatan berat basah terjadi interaksi sangat nyata. Kombinasi phosfor 75 kg/ha dengan intensitas penyiraman 3 kali perhari mendapatkan hasil pertumbuhan daun tanaman bawang merah tertinggi 30,00 helai, berat basah umbi per rumpun 39,00 gr, tidak ada pengaruh nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah anakan, dan berat kering per rumpun. Kata kunci : Bawang Merah , Pemberian Phosfor, Intensitas Penyiraman.
PENGARUH INTENSITAS PENYIANGAN DAN PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum. L ) Yoga Izzul Haq; Al Machfud WDP; M. Abror
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i2.4511

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui Pengaruh Intensitas Penyiangan DanPemupukan terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah. dilaksanakan pada bulan April 2022- bulan Juni 2022 di Desa Jiken Kecamatan Tulangan, Sidoarjo menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) di susun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor yaitu faktorpertama intensitas penyiangan dengan tiga taraf yaitu penyiangan 1 kali , penyiangan 2 kali, dan penyiangan 3 kali sedangkan faktor kedua dengan tiga taraf intensitas pemupukan yaitupemupukan 1 kali , pemupukan 2 kali, dan pemupukan 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari Panjang Tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Berat Basah (gram),berat kering (gram) dan jumlah umbi. Data di analisis menggunakan analisis ragam (anova) jika terjadi pengaruh dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi yang nyata pada kombinasi intensitas penyiangan danintensitas pemupukan terhadap jumlah daun sedangkan intensitas penyiangan berpengaruh sangat nyata terhadap variabel berat basah dan jumlah umbi bahwa intesitas penyiangan 3 kalimemberikan hasil maksimal namun tidak signifikan 2 kali penyiangan dan intensitas pemupukan memberikan pengaruh nyata terhadap berat kering dengan intesitas pemupukan 3 kali memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan maupun produksi bawang merah.menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi pada parameter pengamatan (panjang tanaman, berat basah umbi, berat kering umbi dan jumlah umbi). Pada variabel panjang tanamantertinggi bawang merah 28.03 cm, jumlah daun 26.89 helai, berat basah umbi per rumpun 26.93 gram, berat kering umbi per rumpun dengan daun 40.33 gr, berat kering umbi perrumpun tanpa daun 25.41 gram Kata kunci : penyiangan, pemupukan, bawang merah
RESPON PERTUMBUHAN MENIRAN HIJAU MERAH (Phyllanthus tenellus Roxb) TERHADAP PEMBERIAN DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK UREA Vina Pamungkas; Eva Oktavidiati; Yukiman Armadi; Rita Hayati
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i2.4570

Abstract

Meniran merupakan tanaman obat yang biasanya lebih banyak di manfaatkan pada bagian daunnya.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan meniran hijau merah (Phyllanthus tenellus Roxb) terhadap pemberian dosis pupuk kandang ayam dan pupuk urea. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Juli 2022 di Jalan Danau, Dusun Besar, Kec. Singaran Pati, Kota Bengkulu. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan pertama yaitu Pemberian Pupuk Kandang Ayam (P) yaitu : P0 (Kontrol), P1 (Pupuk Kandang Ayam 10t/ha), P2 (Pupuk Kandang Ayam 20t/ha), P3 (Pupuk Kandang Ayam 30t/ha). Perlakuan Pupuk Urea (N) yaitu : N0 (Kontrol), N1 (Pupuk Urea 100kg/ha) dan N2 (Pupuk Urea 200kg/ha). Berdasarkan taraf yang dicobakan dari kedua faktor perlakuan tersebut, maka diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing kominasi perlakuan diulangi 3 kali dan diperoleh 36 satuan percobaan dan setiap satuan percobaan terdiri dari 5 tanaman sehingga terdapat 180 tanaman yang akan diamati pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pengaruh dosis pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata pada jumlah cabang 6 MST, berat basah total, berat kering batang, berat kering total, berpengaruh nyata pada jumlah daun majemuk 2 MST, jumlah cabang 12 MST, dan berat basah batang. Perlakuan pemberian dosis pupuk urea berpengaruh nyata pada diameter batang 8 MST dan berpengaruh tidak nyata pada parameter yang lain. Sedangkan pengaruh dosis pupuk Urea berpengaruh nyata pada diameter batang 8 MST pada tanaman meniran hijau merah (Pyllanthus tenellus Roxb). Untuk mengetahui respon pertumbuhan meniran hijau merah (Phyllanthus tenellus Roxb) terhadap pemberian dosis pupuk kandang ayam dan pupuk urea maka data diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan excel dan tabel Anova, maka dilakukan analisis ragam (uji F). Jika berpengaruh nyata maka di lanjutkan dengan uji DMRT 5%. Kata Kunci: Pupuk Kandang Ayam, Pupuk Urea dan Meniran Hijau Merah

Page 5 of 10 | Total Record : 96