cover
Contact Name
Dwi Fitriani
Contact Email
dwifitriani@umb.ac.id
Phone
+6285357113151
Journal Mail Official
agriculture@umb.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl Bali Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agriculture
Core Subject : Agriculture,
Menghasil karya ilmiah hasil penelitian baik peneliti, mahasiwa maupun praktisi dibidang Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Articles 96 Documents
RESPON PERTUMBUHAN SETEK BIBIT TANAMAN LADA (Piper nigrum L.) TERHADAP KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KOSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI Frenky Meilando; neti kesumawati; Rita Hayati
Agriculture Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.165 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1644

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media tanam dan ZPT air kelapa terhadap pertumbuhan setek tanaman lada.Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Pondok Kubang, Kab Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) perlakuan 1 yaitu Komposisi media tanam K1(1:4:2), K2(1:4:4), K3(1:4:6). Perlakuan ke-2 yaitu Kosentrasi ZPT alami Z0(kontrol), Z1 15%(150 ml/L air), Z2 25%(250 ml/L air), Z3 35%(350 ml/L air). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan dengan tanaman 6 tanaman setiap unit percobaan sehingga diperoleh 216 tanaman.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas 73 HST, panjang tunas 43, 53, 73 HST, jumlah daun 43, 53, 73 HST, serta berat basah tunas, dan berat kering tunas tetapi tidak berpengaruh nyata pada, persentase tumbuh, berat basah akar, dan berat kering akar. Sedangkan perlakuan kosentrasi ZPT alami menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah tunas 73 HST tetapi tidak berpengaruh nyata pada pengamatan jumlah panjang tunas, persentase tumbuh,berat basah tunas, berat basah akar, berat kering tunas dan berat kering akar. Interaksi antara keduanya berpengaruh  pada jumlah tunas 73 HST dan panjang tunas 73 HST tetapi tidak berpengaruh nyata pada Jumlah daun, persentese tumbuh, berat basah akar, berat basah tunas, berat kering akar, dan berat kering tunas. Kata kunci : Setek Lada (Piper nigrum L), komposisi media tanam, dan ZPT alami.
INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT KUDIS PADA BUAH JERUK RGL Monita Puspitasari; Irma Calista Siagian; Farida Aryani
Agriculture Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.715 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1653

Abstract

Buah jeruk RGL sering terserang penyakit kudis yang berdampak pada penurunan kualitas buah. Intensitas serangan penyakit kudis bisa bervariasi antara kebun satu dengan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan penyakit kudis buah. Penelitian dilaksanakan di empat kebun jeruk petani, Desa Pal VII, Kecamatan Bermani Ulu Raya dari bulan Maret hingga Juni 2020. Metode penelitian dilakukan secara survei. Pengamatan dilakukan terhadap perkembangan dan intensitas gejala serangan penyakit kudis buah pada 96 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patogen mulai menyerang buah pada fase pentil dengan intensitas serangan penyakit antara 12,50-29,17%. Kata kunci : Jeruk, Intensitas serangan, Kudis
RESPON TANAMAN JAGUNG UNGU (Zea mays var ceratina kulesh) TERHADAP PEMBERIAN MIKORIZA DAN DARAH SAPI YANG DIPERKAYA DENGAN BIOAKTIVATOR PADA PUPUK KANDANG SAPI Fiana Podesta; Dwi Fitriani; Suryadi Suryadi; Ririn Harini
Agriculture Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.094 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1654

Abstract

Jagung Unggu merupakan jagung yang memiliki Antosianin yang tinggi disamping rasanyanya manis, namun jagung ini belum banyak di upayakan. Salah satu permasalahan dalam meningkatan hasil tanaman jagung adalah dengan penggunaan Pupuk kandang.  Pupuk kandang yang biasa digunakan adalah pupuk kandang sapi namun permasalahannya adalah pupuk kandang sulit terdekomposisi, untuk itu perlu ditambahan bioaktivator Ragi, Nasi basih, dan Rumen sapi.  Hasil penelitian sebelumnya pada tanaman kedelai bahwa pupuk kandang yang diperkaya dengan bioaktivator berpengaruh terhadap hasil Kacang kedelai. Dari hasil penelitian terdahulu maka akan dicoba pada tanaman jagung yang menggunakan pupuk kandang sapi yang diperkaya dengan darah sapi yang telah difermentasikan dengan nasi basih, ragi dan rumen sapi serta yang diperkaya dengan bioaktivator dan Mikoriza.Kata kunci : Jagung ungu, bioaktivator, darah sapi, dan mikoriza
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP HASIL TANAMAN TOMAT (lycopersich mesculentum mill.) Anton Anton; Usman Usman; Jon yawahar; Fiana Podesta; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.286 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1656

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui interaksi dan pengaruh media tanam dan pupuk kotoran kambing terhadap hasil tanaman tomat (Lycopersich mesculentum. Mill) penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan oktober sampai bulan januari 2021 di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, provinsi bengkulu, di Desa Pondok Kubang Bengkulu Tengah pada ketinggian ± 21 mdpl. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu Faktor pertama pengaruh media tanam  kontrol, M1 arang sekam, M2 arang sekam dan M3 arang sekam perlakuan ke-2 yaitu pemberian pupuk kambing kontrol, D1 : 125 gr, D2 :250 gr, D3 : 375 gr. Setiap perlakuan  di ulang 3 kali sehingga diperoleh 48 satuan percobaan dengan ditanami 3 tanaman setiap unit percobaan sehinnga diperoleh 144 tanaman hasil penelitian menunjukan perlakuan pengaruh media tanam dan pupuk kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (.Lycopersich mesculentum Mill.) menunjukan media tanam terhadap jumlah cabang 14 dan 42 hst, jumlah bunga dan jumlah buah dan antara perrlakuan pupuk kambing terhadap tinggi tanaman 14, 28 dan 42 hst, diameter batang 28 dan 42 hst, jumlah cabang 14 ,28 dan 42 hst, jumlah bunga, jumlah buah, berat buah  sedangkan pada penelitian ini terjadi nya interaksi antara perlakuan media tanam dengan  pupuk kambing pada parameter tinggi tanaman 42 hst. Kata kunci :Tomat,Media Tanam Dan Pupuk Kambing
Inovasi Pengolaha Kue Garpu dengan Subsitusi Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizuz) Ika Ika Pratita
Agriculture Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.054 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i2,Des.1691

Abstract

ABSTRAK Kue garpu adalah salah satu makanan tradisional dengantekstur renyah yang terbuat dari tepung terigu dan gula. Substitusi mocaf (modified cassava flour) dapat dilakukan untuk mengurangi kadar gluten di dalam kue garpu sekaligus memanfaatkan bahan baku lokal. Selain itu, kulit buah naga juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami dan sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tepung mocaf dan kulit buah naga terhadap kadar air, kadar serat, tekstur dan sifat organoleptik kue garpu. Pada penelitian ini terdapat 5 variasi perlakuan perbandingan komposisi bahan baku, yaitu terigu : mocaf : kulit buah naga (500:100:100), (400:200:100), (400:300:100), (200:400:100) dan (100:500:200). Analisis yang dilakukan meliputi analisis kadar air, kadar serat, tekstur dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air kue garpu berkisaran 3,70% sampai dengan 4,39%, kadar serat antara 0,74% sampai dengan 0,80% dan nilai tekstur antara 6,14 mm sampai dengan 8,65 mm. Uji organoleptik terhadap warna, tekstur dan rasa kue garpu menunjukkan berbeda nyata pada setiap perlakuan dengan nilai rerata warna berkisar antara 3,65 (agak suka) hingga 4,00 (suka), rasa berkisar antara 2,80 (agak suka) hingga 4,10 (suka) dan tekstur antara 3,25 (agak suka) hingga 4,05 (suka). Kata Kunci:  Tepung Mocaf, Kulit Buah Naga, Kue Garpu
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcalaria L) PADA PERLAKUAN PUPUK HUMANURE DAN SEKAM PADI Eka Suzanna; Sri Mulatsih; Irma Sri Lestari
Agriculture Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.043 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1699

Abstract

Indonesia memiliki keragaman hayati dalam jumlah yang cukup banyak.  Salah satu dari flora yang hidup dan banyak ditemui di Indonesia adalah Sengon (Paraserianthes falcataria L.). Kelebihan dari tanaman sengon adalah daun, buah, pohon dan akar sengon dapat dimanfaatkan secara ekonomis.Bagian yang memberikan manfaat paling besar adalah batang/katunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan, sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui respon  pertumbuhan bibit  sengon pada perlakuan beberapa dosis .pupuk humanure dan sekam padi. Adapun Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor  dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk humanure yang terdiri 4 taraf yaitu : P0 = 0 g/kg top soil; P1 = 100 g/kg top soil; P2 = 200 g/kg top soil; dan P3 = 300g/kg top soil. Faktor kedua adalah dosis sekam padi yang terdiri 4 taraf yaitu : S0 = 0 g/kg top soil; S1 = 100 g/kg top soil; S2 = 200 g/kg top soil dan S3 = 300 g/kg top soil. Sehimgga dari kedua perlakuan tersebut diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, terdapat 48 satuan percobaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis 100 g/kg topsoil dengan tanpa sekam memberikan pertumbuhan bibit sengon terbaik yang dapat dilihat dari nilai Indek Mutu Bibit terbaik (0,22) diperoleh pada interaksi perlakuan pupuk humanure 100 g/kg (P1) tanpa Sekam (S0). Begitu pula pada peubah lainnya yang meliputi Tinggi Bibit, Diameter Bibit,   berat kering tajuk dan  berat kering akar terbaik ditunjukkan pd kombinasi dosis humanure 200 g/kg top soil dengan tanpa sekam (P2S0)
PENGARUH KOMPOS JERAMI ALANG-ALANG DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Amelia Piolmi; Aslan Sari Thesiwati; Widodo Haryoko; M. Zulman Harja Utama
Agriculture Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.776 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i2,Des.2227

Abstract

Percobaan bertujuan mengetahui pengaruh interaksi kompos jerami alang-alang dan fosfor terhadap pertumbuhan dan produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) yang dilakukan di Kelurahan Ampang dari November 2020 - Februari 2021 di Kecamatan Kuranji, Kota Padang.  Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 Faktorial. Faktor pertama adalah kompos jerami alang-alang terdiri 3 taraf 0, 5, dan 10 t ha-1 dan faktor kedua adalah fosfor terdiri 3 taraf 0, 100, dan 200 kg ha-1 dan.  Hasil percobaan menunjukan bahwa interaksi kompos jerami alang-alang meningkatkan ILD, komponen hasil, tetapi interaksi kompos jerami alang-alang dan pupuk P tidak meningkatkan produksi. Kata Kunci : jagung manis, kompos jerami alang-alang, pupuk P
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAM TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) DENGAN PERLAKUAN DOSIS PUPUK BOKASHI KOTORAN SAPI Farida Aryani; Danner Sagala; Sri Mulatsih; Agus Purwanto
Agriculture Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.382 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i2,Des.2228

Abstract

Tomat merupakan tanaman hortikultura yang dapat dibudidayakan baik didataran tinggi maupun didataran rendah, tergantung varietas yang ditanam. Budidaya tanaman tomat sebagian besar masih secara konvensional yang biasa dilakukan petani, yang tidak lepas dari penggunaan bahan kimia (pupuk pestisida). Dimana hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia. Alternatif lain adalah bertanam secara organic, sistem ini secara ekonomi menguntungkan dan secara ekologi tidak merusak.Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bunga Mas, Kecamatan Seluma Timur, Provinsi Bengkulu. Penelitian dimulai pada bulan Januari sampai bulan April 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu (1) faktor, yaitu dosis pupuk bokashi kotoran sapi yang terdiri dari tujuh (7) tarap perlakuan dan tiga (3) ulang, setiap perlakuan terdiri dari lima (5) polybag, setiap polybag terdiri dari satu tanaman. Taraf dosisi pupuk bokashi kotoran sapi adalah P0 (kontrol pupuk NPK), P1(5 ton/ha), P2(10 ton/ha), P3 (15 ton/ha), P4 (20 ton/ha), P5 (25 ton/ha), P6 (30ton/ha). Hasil analisis sidik ragam dilanjutkan dengan uji BNJ 5% dan 1%. Peubah yang diamati tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering, diameter buah, jumlah buah per/tanaman, berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk bokashi kotoran sapi berpengaruh sangat nyata terhadap berat berangkasan basah dan berangkasan kering, diameter buah, berat buah pertanaman dan berpengatuh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman. Perlakukan dosis pupuk bokashi kotoran sapi 10 ton/ha (P2) memberikan hasil yang terbaik. Kata kunci : Tomat, Dosis, Pupuk Bokashi Kotoran Sapi.
Pengaruh Ektraks Daun Tembakau Dan Daun Sirsak Terhadap Hama Trips Pada Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Kedelai (Glicine Max,L.) kacang kedelai Adnan Hanafiah
Agriculture Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.793 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i2,Des.2694

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kebun Percontohan STIPER Rejang Lebong, 25 Maret sampai  25 Juni 2015, pada ketinggian 600 meter diatas permukaan laut (BP4K Rejang Lebong, 2012). Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK-Faktorial) Faktor pertama ektraks daun tembakau (T)  yaitu : T1 = 50 gram ektraks daun tembekau/2 liter air + 2 sendok ditergen, T2 = 75 gram ektraks daun tembakau/2 liter air + 2 sendok ditergen, T3 = 100 gram ektraks daun tembakau/2 liter air + 2 sendok ditergen. Faktor kedua ektraks daun sirsak (S) yaitu : S1 = 50 gram ektraks daun sirsak/2 liter air + 2 sendok ditergen, S2 = 75 gram ektraks daun sirsak/2 liter air + sendok ditergen, S3 = 100 gram ektraks daun sirsak/2 liter air + 2 sendok ditergen, S4 = 125 gram ektraks daun sirsak/2 liter air + 2 semdok ditergen. Jumlah tanaman  (TxS) x t x U = 4 x 3 x 8 x 3 = 288 tanaman.Variabel yaitu : 1. Tingkat intensitas daya serangan hama, 2. Jenis hama aphids dan trips menyerang masa vegetative, 3. Bobot basah (gr), 4. Bobot Kering (gr)            Berdasarkan uji lanjut BNT pada taraf 1 persen, perlakuan tunggal ektraks daun tembakau T1 (50 gram ) berbeda sangat nyata dengan perlakuan T2 (75 gram) dan T3 (100 gram), terhadap bobot basah biji kacang kedelai. Sedangkan ektrak daun sirsak S4 (125) berbeda sangat nyata terhadap S1 (50 gram), S2 (75 gram), dan S3 (100 gram) terhadap bobot biji basah. Kombinasi perlakuan ektrak daun tembakau 50 gram dengan ekstrak daun sirsak 125 (T1S4) berbeda sangat nyata dengan perlakuan lain terhadap bobot biji basah dan bobot biji kering, (Tabel, 2).                Kesimpulan : 1. Perlakuan ektraks daun tembakau (T1) 50 gram, dapat mengendalikan hama aphids dan trips pada tanaman kacang kedelai., 2. Perlakuan tunggal ektraks daun sirsak (S4) 125  gram, dapat mengendalikan hama apids dan trips pada tanaman kacang kedelai 3. Kombinasi ektraks daun tembakau 50 gram dengan ektraks daun sirsak 125 gram (T1S4) memperoleh tingkat serangan hama aphids dan trips 0 persen, serta menghasilkan bobot biji basah dan bobot biji kering yang optimal.         Saran : Komposisi ektraks daun tembakau dan ektraks daun sirsak sangat baik digunakan sebagai pestisida nabati, pada komposisi yang ideal diperoleh reaksinya sangat tahan terhadap seraangan hama aphids dan trips.Kata Kunci : Kedelai, Tembakau, sirsak, Aphids, Trips
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L) TERHADAP PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN NPK DI TANAH ULTISOL Kes Monika Sari; Yukiman Armadi; Rita Hayati; Fiana Podesta; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.174 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i2,Des.2764

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (vigna radiata. L) Terhadap Pupuk Organik Cair Nasa dan NPK.di Tanah Ultisol.  Penelitian  ini mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu faktor pertama Pupuk Organik Cair Nasa (P) : P0 ( Kontrol ), P1 (5 ml/ L air/ polibag ), P2 ( 10 ml/ L air/ polibag ), dan  P3 ( 15 ml/ L air/ polibag ), Sedangkan faktor kedua NPK (N) : N1 ( 50 kg ton/ha ), N2 ( 75 kg ton/ha ) dan N3 ( 100 kg ton/ha ), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan Hasil data analisis mengunakan Analisis Sidik Ragam ( ANOVA ) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Dunca’s Multiple Range Test ( DMRT ) taraf 5%. Hasil perlakuan pupuk Organi Cair Nasa menunjukan pengaruh nyata terhadap berat basah tanaman, diameter batang, jumlah polong, panjang polong, dan berat biji kering. Sedangkan NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan. dan tidak terjadi interaksi antara Pupuk Organik Cair Nasa dan NPK terhadap semua pengamatan.Kata kunci : Kacang Hijau, Pupuk Organi Cair Nasa, NPK

Page 3 of 10 | Total Record : 96