cover
Contact Name
Muh Nadzirin Anshari Nur
Contact Email
nadzirin@gmail.com
Phone
+6281342713802
Journal Mail Official
ujmpps@uho.ac.id
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo, Kampus Abdullah Silondae, Jl. Mayjend. S. Parman, Kemaraya - Kendari 93121 Sulawesi Tenggara - Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Budaya
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25023268     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jpeb.v6i2.16156
Jurnal Penelitian Budaya (JPeB) adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian mahasiswa, dosen dan pemerhati masalah-masalah kebudayaan dan Masyarakat
Articles 88 Documents
PERAN AKTOR DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA DI KABUPATEN MUNA BARAT Musakkar, Kahar; marhadi, Akhmad; Udu, Sumiman; la aso, La Aso
Jurnal Penelitian Budaya Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v8i2.46219

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan potensi pariwisata di Kabupaten Muna Barat, dan (2) menganalisisPeran Akto Dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Muna Barat. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dengan cara observasi lapangan, melakukan wawancara dan telaah data-data sekunder sebagai data pendukung lalu menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Aktor dalam Pengembangan Potensi Pariwisata di Kabupaten Muna Barat adalah sebagai berikut: (1) modal budaya yaitu kekuasan yang dimiliki oleh pemerintah, masyarakat serat tingkat pendidikan yang dimiliki. (2) Modal Sosial adalah berupa jaringan relasi serta hubungan antar individu. (3) Modal ekonomi berupa uang, serta materi dari masyarakat setempat. (4) Modal simbolik berupa gelar dan keluarga ternama serta kepunyaan barang dan benda mewah yang dimiliki bagian dari pemuda desa dalam mengarahkan anggotanya untuk kebutuhan Pembengembangan Pariwisata di Kabupaten Muna Barat Kata Kunci: Peran Aktor, Pariwisata, Pengembangan Pariwisata
VARIASI BENTUK DAN MOTIF GAMBAR CADAS GUA METANDUNO DAN GUA LIANG KOBORI Rasyidu, Muhammad; Dirman, Laode; syahrun, Syahrun; Suyuti, Nasruddin; laxmi, Laxmi; Sifatu, Wa ode; la aso, La Aso
Jurnal Penelitian Budaya Vol 9, No 1 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v9i1.47855

Abstract

Munculnya seni cadas terutama pada gua metanduno dan liang kobori disebabkan kecenderungan manusia untuk memilih gua dan tempat khusus sebagai tempat tinggal karena kebutuhan akan tempat tinggal yang lebih aman, pada panil–panil di gua tersebut memiliki variasi gambar bervariasi gambar abstrak gambar manusia, benda budaya dan gambar motif binatang Tujuan Penelitian ini adalah: Menganalisis variasi bentuk dan motif gambar cadas pada kawasan situs Metanduno dan Liang Kobori,. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, lapangan (observasi), wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara melalui tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa terdapat variasi motif bentuk kuda sebanyak 40 gambar pada gua metanduno, dengan variasi gambar berpenunggang, berpenunggang dengan senjata atau memegang sesuatu, dan juga motif kuda tidak berpenunggang, berdasarkan jenis warna bahan 15 berwarna merah kehitaman dan 25 berwarna motif berwarna jenis kuning kecoklatan, gua kobori terdapat 12 gambar kuda, variasi bentuk dengan penunggang. Motif manusia di gua Metanduno 114 motif variasi bentuk menaiki perahu, dan kuda, dan juga motif individu manusia, gua kobori untuk motif manusia terdapat 59 gambar dengan variasi warna coklat kekuningan 7 motif dan hitam 1 motif dan merah kehitama 51. Motif Perahu pada gua metanduno gambar perahu ada 24 gambar motif, mendominasi variasi warna dominan warna coklat kekuningan, variasi warna coklat kemerahan dengan bentuk tanpa layar dan pada gua kobori terdapat 3 motif dengan variasi bentuk menggunakan layar dan dayung
Ritual Mosehe Sebagai Akomodasi Konflik Keluarga Pada Masyarakat Tolaki Mekongga di Kecamatan Wundulako Montasir, La Ode; Aulia, Aliyah; Pertiwi, Annisa
Jurnal Penelitian Budaya Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v8i2.46295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui pelaksanaan ritual mosehe dalam penyelesaian konflik keluarga etnis Tolaki mekongga di Kecamatan Wundulako. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi pengamatan (observation) dan wawancara mendalam (Indeepth Interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual mosehe merupakan ritual penyucian yang dapat gunakan untuk mengakomodasi konflik keluarga baik berupa sengketa warisan dan konflik perkawinan pada etnis Tolaki mekongga di Kecamatan Wundulako, ritual mosehe dilaksanakan dalam beberapa tahap meliputi ritual pembuka, ritual inti dan ritual penutup. Ritual mosehe sangat disakralkan oleh masyarakat etnis Tolaki mekongga di Kecamatan Wundulako, dan telah terbukti efektif dalam penyelesaian konflik keluarga baik yang belum maupun yang telah ditangani oleh kepolisian dan pengadilan, bahkan dalam konteks yang sama ritual mosehe dapat meminimalisir munculnya kembali konflik baru. Ritual mosehe tidak dapat dilakukan oleh semua pemangku adat Tolaki mekongga tetapi hanya dapat dilakukan oleh busehe yang kewenangannya diwariskan melalui sistem keturunan. Kata kunci: Resolusi konflik, Kearifan lokal, Ritual mosehe, Tolaki mekongga.
Strategi Pemberdayaan Anyaman Nentu pada UMKM Hati Mulia di Kelurahan Watubangga Kecamatan Baruga Kota Kendari bainudin, Bainudin; Amandasari, Srimelni; Marhadi, Akhmad; Jalil, Abdul
Jurnal Penelitian Budaya Vol 9, No 1 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v9i1.47856

Abstract

Strategi Pemberdayaan Anyaman Nentu di UMKM Hati Mulia Kelurahan Watubangga Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Bahan baku seperti ini akan terlihat unik setelah dianyam dengan tetap menjaga kelenturannya sehingga mudah dibentuk menjadi produk ekonomis yang bernilai jual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemberdayaan UMKM Hati Mulia dalam menjalankan usahanya dan mengembangkan strategi yang telah dilakukan oleh usaha kerajinan anyaman nentu tradisional UMKM Hati Mulia di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga Kota Kendari. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pilihan rasional James S. Coleman dalam buku Understanding Social Theory, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi berkala dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan UMKM Hati Mulia dalam menjalankan usaha kerajinan anyaman nentu tradisional yaitu: (1) Memperoleh dana usaha, (2) Memperoleh bahan baku, (3) Memproduksi produk, (4) Menghasilkan produk, dan (5) Melakukan promosi, pemasaran, dan konsumsi dari UMKM Hati Mulia. Strategi pengembangan yang telah dilakukan UMKM Hati Mulia yaitu: (1) Menjalin kerjasama kerja sama dengan instansi pemerintah di Kota Kendari, dan (2) Melakukan kegiatan pelatihan mengenai kerajinan anyaman nentu serta meningkatkan kuantitas dan kualitas produk kerajinan anyaman nentu. Kata kunci : Strategi pemberdayaan, pengrajin, nentu, tradisional
Performativitas Gender dan Narasi Queer dalam Film: Kajian Komparatif atas "Portrait of a Lady on Fire," "Brokeback Mountain," dan "Memories of My Body" Berdasarkan Pemikiran Judith Butler Al Farisi, Salman; Suyuti, Nasruddin; rasiah, Rasiah; la aso, La Aso
Jurnal Penelitian Budaya Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v8i2.46786

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi performativitas gender dan narasi queer dalam tiga film berbeda, yaitu "Portrait of a Lady on Fire," "Brokeback Mountain," dan "Memories of My Body." Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran Judith Butler untuk menganalisis bagaimana karakter-karakter dalam film-film tersebut membentuk identitas gender melalui tindakan performatif. Metode kajian komparatif digunakan untuk mengeksplorasi perbedaan dan kesamaan dalam representasi performativitas gender dan narasi queer di ketiga film tersebut. Analisis film ini difokuskan pada cara ketiga film menggambarkan konstruksi identitas gender, pengelolaan performativitas gender, dan realisasi narasi queer. Hasil penelitian ini menunjukkan variasi dalam performativitas gender dan narasi queer antara ketiga film tersebut. Interpretasi karakter dalam konteks pemikiran Judith Butler memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana keberagaman pengalaman gender dan queer tercermin dalam karya seni visual seperti film. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman representasi gender dan queer dalam konteks seni visual dan menggambarkan pentingnya pemikiran teoretis Judith Butler dalam menganalisis performativitas gender. Kata kunci: performativitas gender, narasi queer, "Portrait of a Lady on Fire," "Brokeback Mountain," "Memories of My Body," Judith Butler
SIRATAN BELENGGU TRADISI: OBJEKTIFIKASI PEREMPUAN DALAM CERPEN KASUR TANAH KARYA MUNA MASYARI Poetri, Maharanny Setiawan; Dewi, Silfiyah Indriyati Kusuma
Jurnal Penelitian Budaya Vol 9, No 1 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v9i1.48151

Abstract

Cerpen Kasur Tanah karya Muna Masyari bercerita tentang ketundukan perempuan pada sistem patriarki yang dianut budaya Madura sehingga mengakibatkan objektifikasi terhadap perempuan. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis objektifikasi perempuan dalam cerpen Kasur Tanah melalui perspektif Nussbaum dengan menggunakan pendekatan feminis untuk melihat posisi perempuan lebih dalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk objektifikasi tokoh perempuan dalam cerpen Kasur Tanah karya Muna Masyari terjadi saat perempuan berupaya untuk menjalankan tradisi sortana dan judhuen. Pada tradisi sortana objektifikasi terhadap perempuan terjadi dalam bentuk instrumentality, semudian pada tradisi judhuen bentuk objektifikasi terhadap perempuan terjadi dalam bentuk instrumentality, denial of autonomy, denial of subjectivity, dan ownership. Berdasarkan pada kedua tradisi tersebut bentuk objektifikasi terhadap perempuan yang dominan terjadi adalah instrumentality. Penelitian terhadap cerpen Kasur Tanah karya Muna Masyari dengan sudut pandang Nussbaum mengharapkan pembaca untuk dapat memahami wujud objektifikasi perempuan yang tampak secara tersirat sehingga peneliti berharap penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran diri akan ekistensi perempuan yang setara dengan laki-laki sehingga objektifikasi terhadap perempuan dapat diidentifikasi, dipisahkan dari budaya, dan tidak dilanggengkan bersamaan dengan pelestarian budaya.
PERGESERAN BAHASA MUNA PADA MASYARAKAT MUNA DI KELURAHAN ALOLAMA KOTA KENDARI Djabir, Muhammad; Suyuti, Nasruddin; bahtiar, Bahtiar; la aso, La Aso
Jurnal Penelitian Budaya Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v8i2.46217

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan factor-faktor yang mempengaruhi pergeseran bahasa Muna pada masyarakat Muna di Kelurahan Alolama Kota Kendari.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Dalam mengumpulkan data ada tiga teknik yang digunakan, yaitu (1) Pengamatan (observation), (2) Wawancara (interview), dan (3) dokumentasi (documentation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor-Faktor yang menjadi penyebab terjadinya Pergeseran bahasa Muna dalam lingkup masyarakat suku Muna di Kelurahan Alolama, Kecamatan Mandonga, Kota kendari, yaitu a). Faktor tranmigrasi atau perpindahan penduduk. Transmigrasi atau perpindahan penduduk merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya pergeseran bahasa pada suatu masyarakat., b). Faktor Ekonomi. Faktor ekonomi adalah salah satu juga yang menjadi faktor penyebab yang paling banyak dalam bergesernya bahasa c). Faktor Sekolah dan Pendidikan. Faktor sekolah atau pendidikan yang dimaksid di sini adalah guru-guru bahkan siswa yang menjadi alasan beralihnya bahasa ibu ke bahasa indonesia, dan d). Faktor Sosial. Faktor social di mana masyarakat sudah menggunakan bahasa Indonesia menjadi bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari sehingga mengakibatkan Bahasa Muna kian tersisihkan. Kata kunci : pergeseran,bahasa, Masyarakat Muna.
TRADISI KAPOSAMPU PADA MASYARAKAT BUTON DI DESA BUBU KECAMATAN KAMBOWA KABUPATEN BUTON UTARA la aso, La Aso; Irawan, Yuslan; Suardika, I Ketut
Jurnal Penelitian Budaya Vol 8, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v8i2.46882

Abstract

Tradisi Kaposampu pada Masyarakat Buton di Desa Bubu Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara”. dibimbing oleh I Ketut Suardika Selaku Pembimbing I dan La Aso Selaku pembimbing II. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi Kaposampu dalam bidang olahraga pada masyarakat Buton di Desa Bubu Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara, (2) untuk menganalisis fungsi yang terkandung dalam tradisi kaposampu pada masyarakat etnis Buton di desa Bubu Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) prosesi pelaksanaan tradisi kaposampu dalam bidang Olahraga (a) tahap persiapan ((b) tahap pelaksanaan, (c) tahap akhir. (2) fungsi tradisi kaposampu yakni (a) fungsi religi/kepercayaan (b) fungsi dalam dalam masyarakat yaitu melindungi diri dari alam dan mengatur tindakan manusia. Kata Kunci : Tradisi Kaposampu,Masyarakat, Prosesi, Fungsi.