cover
Contact Name
Sri Wahyuni Barum
Contact Email
Lppm@stikes.gunungsari.id
Phone
+6285255332550
Journal Mail Official
Lppm@stikes.gunungsari.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 293 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Berita Kesehatan
ISSN : 23561068     EISSN : 28075617     DOI : -
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Berita Kesehatan (JBK) merupakan bagian dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar. JBK merupakan wadah publikasi illmiah untuk peneliti, dosen, dan praktisi kesehatan secara umum. JBK pertama kali diterbitkan dengan ISSN 2356-1068 Volume 1 No. 1 pada tahun 2014 yang menerbitkan jurnal sebanyak dua kali dalam setahun. Awal JBK saat belum bergabungnya dua nama yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan dan Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar. Saat pertama kali, JBK dibawah naungan STIKPER pada tahun 2014 dan beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari pada bulan Agustus 2019. Saat ini artikel yang diterbitkan oleh JBK telah dilakukan telaah bersama teman sejawat yang memiliki keahlian yang relavan.
Articles 201 Documents
Pengaruh Usia Lanjut terhadap Kesehatan Lansia Sumarni, Sumarni
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.312

Abstract

Usia lanjut merupakan fase kehidupan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial yang secara bertahap dapat memengaruhi status kesehatan secara menyeluruh. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskular, muskuloskeletal, imunologis, hingga fungsi kognitif, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit degeneratif dan gangguan kronis lainnya. Selain itu, perubahan hormon, penurunan massa otot, berkurangnya kepadatan tulang, serta penurunan kapasitas metabolik turut memperburuk kondisi kesehatan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia lanjut terhadap kondisi kesehatan lansia di wilayah Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 responden lansia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner status kesehatan, wawancara terstruktur, serta pemeriksaan tekanan darah dan kemampuan mobilitas dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambah usia, semakin tinggi prevalensi penyakit degeneratif seperti hipertensi (58%), osteoartritis (43%), gangguan mobilitas (22%), depresi ringan hingga sedang (29%), dan diabetes mellitus (35%). Temuan tersebut memperlihatkan bahwa faktor usia memiliki kontribusi besar terhadap penurunan kesehatan fisik dan mental lansia. Selain aspek biologis, perubahan psikososial seperti penurunan peran sosial, meningkatnya rasa kesepian, berkurangnya dukungan keluarga, serta stres akibat perubahan fungsi tubuh turut berdampak pada penurunan kualitas hidup. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berkelanjutan melalui layanan kesehatan geriatri, edukasi gaya hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik, serta dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan dan program kesehatan lansia yang lebih komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.
Prosedur Pemeriksaan Radiografi Os Femur Pada Kasus Fraktur Tertutup Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Tahun 2025 Yulitasari, Deby; Utama, Harry Wahyudhy; Novianti, Leni; Anisah, Anisah
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.313

Abstract

Fraktur femur adalah hilangnya kontinuitas pada tulang paha. Fraktur femur dibagi menjadi dua jenis yaitu fraktur terbuka atau fraktur femur tertutup, fraktur terbuka melibatkan kerusakan pada kulit yang bisa meningkatkan resiko infeksi sedangkan, Fraktur tertutup ditandai dengan tidak adanya komplikasi dimana kulit tetap utuh dan tulang tidak menembus permukaan kulit. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui Prosedur Pemeriksaan Radiografi Os Femur Pada Kasus Fraktur Tertutup di Instalasi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan menggambarkan secara sistematis prosedur pemeriksaan radiografi os femur pada kasus fraktur tertutup di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Agustus dengan metode purposive sampling terhadap satu pasien dengan diagnosis fraktur tertutup os femur yaitu Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien Bernama Ny. B dengan klinis Fraktur Tertutup. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan, kemudian diolah secara deskriptif untuk memperjelas prosedur pemeriksaan yang dilakukan dan ditarik kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prosedur Pemeriksaan Radiografi Os Femur Pada Kasus Fraktur Tertutup dilakukan dengan menggunakan proyeksi AP (Antarior Posterior) dan Lateral dengan Faktor kv 66 dan mAs 6. Kesimpulan terdapat perbedaan Teknik radiografi Os Femur pada kasus fraktur tertutup di Instalasi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang dengan teknik radiografi Os femur kasus fraktur tertutup yang ada di teori, faktor ekposi yang digunakan jika secara teori menggunakan kv 70 dan mAs 22,34 dan jika Di Instalasi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang menggunakan kv 66 dan mAs 6. Diharapkan penelitian ini menjadi sumber informasi dan menjadi masukan pada pelayanan kesehatan.
Prosedur Pemeriksaan Radiografi Lumbosacral Dengan Kasus LBP (Low Back Pain) Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Tahun 2025 Pramita, Rensalia; Utama, Harry Wahyudhy; Susanti, Devi; Utami, Muslimah Putri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.314

Abstract

Nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP) umumnya dirasakan di area pinggang antara tulang rusuk bagian bawah dan daerah gluteal, sering disertai nyeri yang menjalar ke punggung. Gangguan neuromuskuloskeletal seperti perubahan pada otot, saraf, vertebra, dan diskus intervertebralis sering menjadi penyebabnya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan temuan radiograf dan protokol pemeriksaan vertebrae lumbosacral pada kasus LBP di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang pada bulan Mei 2025. Populasi penelitian adalah pasien yang menjalani pemeriksaan lumbosacral. Sampel pada kasus ini adalah Ny. Id yang melakukan pemeriksaan lumbosacral pada pasien Low Back Pain (LBP) yang datang ke Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei pada tahun 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengambil kesimpulan. Hasil pemeriksaan radiograf menunjukkan dextroscoliosis ringan, instabilitas lumbal, spondyloarthrosis lumbalis, serta penyempitan sela diskus pada segmen L5–S1, yang mendukung adanya perubahan degeneratif sebagai faktor penyebab LBP. Protokol pemeriksaan di instalasi tersebut meliputi proyeksi anteroposterior dan lateral, eksposi 77 kV mAs 16 untuk AP dan 80 kV mAs 25 untuk lateral, FFD 100–150 cm, ukuran film 14×17 inci, serta batas pemeriksaan dari umbilikus hingga simpisis pubis, pasien diposisikan berdiri untuk memaksimalkan visualisasi pergeseran tulang belakang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pentingnya ketelitian teknis dan interpretatif radiografer serta penerapan standar keselamatan pasien untuk meminimalkan kesalahan pemeriksaan dan meningkatkan akurasi diagnostik. Penelitian ini di harapkan untuk menjadi referensi dan menjadi lanjutan dengan sampel lebih besar disarankan untuk memvalidasi temuan. Implementasi rekomendasi ini dapat meningkatkan mutu layanan radiologi di rumah Sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.
The Effect of Semi-Fowler Position on Oxygen Saturation in the ICU Room of Bhayangkara Hospital, Makassar: The Effect of Semi-Fowler Position on Oxygen Saturation in the ICU Room of Bhayangkara Hospital, Makassar Irma Andrianys; Normalia Normalia; Hamzah Tasa; Lenora Diana Rahanbinan
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.315

Abstract

Posisi semi Fowler merupakan salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sering digunakan untuk meningkatkan ekspansi paru dan memperbaiki oksigenasi pada pasien dengan gangguan pernapasan, khususnya pasien kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU). Gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan penurunan saturasi oksigen sering terjadi pada pasien ICU akibat kondisi penyakit, penurunan kesadaran, maupun keterbatasan fungsi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi semi Fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien yang dirawat di ruang ICU RS Bhayangkara Makassar. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 16 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengukuran saturasi oksigen dilakukan menggunakan pulse oximeter sebelum dan sesudah pemberian posisi semi Fowler. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi adalah 90,13%, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 98,13%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah pemberian posisi semi Fowler. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian posisi semi Fowler berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien kritis di ruang ICU RS Bhayangkara Makassar. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai tindakan keperawatan sederhana, aman, dan efektif dalam meningkatkan oksigenasi pasien ICU.
ANALISIS HASIL CT SCAN UROGRAFI DENGAN KLINIS BATU URETER PADA URETEROVESICAL JUNCTION (UVJ) DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT SILOAM SRIWIJAYA PALEMBANG TAHUN 2025 Sindi Yuliarti; Mustika Fatimah; Anisah Anisah; Zanariah Zanariah; Muslimah Putri Utami
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.316

Abstract

Batu ureter merupakan salah satu permasalahan urologi yang sering menyebabkan obstruksi saluran kemih dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara tepat. Salah satu lokasi tersering terjadinya impaksi batu adalah Ureterovesical Junction (UVJ), yaitu bagian distal ureter yang secara fisiologis merupakan titik penyempitan. Obstruksi pada area ini dapat menghambat aliran urin dari ginjal ke kandung kemih sehingga berpotensi menimbulkan hidroureter, hidronefrosis, nyeri akut, serta gangguan fungsi ginjal. Dalam menegakkan diagnosis batu ureter, diperlukan modalitas pencitraan yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi. CT Scan Urografi saat ini menjadi standar emas dalam pemeriksaan batu saluran kemih karena mampu memberikan gambaran anatomi dan patologi secara detail, cepat, dan akurat, termasuk menentukan lokasi, ukuran, kepadatan batu, serta dampaknya terhadap sistem panggul dan ureter. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ketidaksesuaian antara hasil pemeriksaan CT Scan Urografi dengan manifestasi klinis pada pasien batu ureter di Ureterovesical Junction (UVJ) yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara pasien, serta telaah hasil pemeriksaan pencitraan radiologi. Hasil pemeriksaan CT Scan Urografi menunjukkan adanya batu ureter distal kanan berukuran sekitar ±0,5 cm pada UVJ yang menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis derajat II. Temuan radiologis tersebut sejalan dengan keluhan klinis pasien berupa nyeri pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa CT Scan Urografi efektif dalam mendeteksi batu ureter serta menilai dampaknya, sehingga berperan penting dalam penegakan diagnosis dan perencanaan penatalaksanaan medis yang tepat dalam pelayanan kesehatan.
Efektifitas Perawatan Luka Modern Dressing Dengan Metode Moist Wound Healing Berbasis Home Care Terhadap Penyembuhan Luka Pada Klien Ulkus Diabetik Normalia Normalia; Ismail Ismail; Musaidah Musaidah; Asnaeni Palembai; Irma Andrianys
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.317

Abstract

Pendahuluan: Ulkus diabetik merupakan komplikasi serius diabetes melitus yang membutuhkan penatalaksanaan luka yang tepat untuk mencegah infeksi, amputasi, dan mempercepat penyembuhan. Modern dressing dengan prinsip Moist Wound Healing (MWH) dapat mempertahankan kelembapan luka sehingga mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi trauma saat pergantian balutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perawatan luka modern dressing dengan metode MWH berbasis home care terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 10 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Kelompok intervensi mendapatkan perawatan modern dressing berbasis home care selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol diberikan perawatan konvensional menggunakan kasa steril dan NaCl 0,9%. Penilaian luka menggunakan PUSH Tool 3.0 dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney U pada α = 0,05. Hasil: Terdapat peningkatan penyembuhan luka yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,001 dan rata-rata skor penyembuhan sebesar 22,647. Kesimpulan: Metode modern dressing dengan Moist Wound Healing berbasis home care efektif mempercepat penyembuhan ulkus diabetik dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi perawatan pada pelayanan komunitas dan home care.
Hubungan Jumlah Trombosit, Nilai Hematokrit, IgG/IgM Pasien Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Blega Bangkalan Madura Fitria Wahyu Rahmadhani; Siska Nanda Widhaningrum; Erni Yohani Mahtuti
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue (DENV) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Diagnosis dan pemantauan DBD memerlukan pemeriksaan laboratorium, antara lain pemeriksaan serologi IgM dan IgG anti Dengue untuk mengetahui fase infeksi, pemeriksaan jumlah trombosit untuk menilai risiko perdarahan, serta pemeriksaan hematokrit untuk menurunkan tingkat keparahan penyakit dan mencegah terjadinya kebocoran plasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit, nilai hematokrit, dan kadar IgM/IgG pada pasien demam berdarah dengue di Puskesmas Blega, Bangkalan, Madura. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling mengunakan data sekunder pasien DBD tahun 2022–2024, dengan jumlah sampel sebanyak 42 pasien. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan jumlah trombosit dengan IgG p=0,311 dan r=0,160 serta dengan IgM p=0,584 dan r=0,087 termasuk hubungan sangat rendah dengan arah korelasi positif. Hubungan nilai hematokrit dengan IgG p=0,001 dan r=0,503 dan dengan IgM p=0,001 dan r=0,498 menunjukkan hubungan bermakna dengan kekuatan korelasi sedang dan bersifat positif. Sementara itu, hubungan antara jumlah trombosit dan nilai hematokrit p=0,309 r=0,161 yaitu hubungan sangat rendah dengan arah positif. Kesimpulan penelitian ini bahwa hematokrit berhubungan signifikan dengan antibodi demam berdarah, sedangkan trombosit tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
Lactation Massage to Improve Physiological Recovery and Breastfeeding Readiness in Post-Cesarean Mothers: A Pre-Experimental Study Rina Utami; Yanti Susan; Pipit Inda Lestari; Ummy Khairussyifa
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.326

Abstract

Latar Belakang: Pemulihan pascapersalinan melalui operasi sectio caesarea (SC) umumnya lebih lambat dibandingkan persalinan normal karena nyeri luka operasi, gangguan hormonal, dan stres emosional yang dapat menunda inisiasi menyusu dini. Salah satu intervensi komplementer yang potensial adalah dengan menggunkan pijat laktasi, yang berfungsi menstimulasi hormon oksitosin dan meningkatkan relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat laktasi terhadap pemulihan fisiologis (pengeluaran lochia dan nyeri luka) serta kesiapan menyusui dini pada ibu post SC di Rumah Sakit Mitra Plumbon tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan strategi pretes-postes satu kelompok dan menggunakan desain pra-eksperimen. Partisipan yang dgunakan dalam penelitian ini sebanyak empat puluh, pemilihan partisipan menggukanan metode accidental sampling. Bidan dan perawat terlatih memberikan intervensi pijat laktasi selama dua hari. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil:berdasarkan hasil penilitian  didapatkan adanya peningkatan signifikan pemulihan fisiologis (p=0,001; r=0,58) dan kesiapan menyusui dini (p=0,000; r=0,61). Median skor nyeri menurun dari 6,2 menjadi 2,8 dan median kesiapan menyusui meningkat dari 48 menjadi 83. Interval kepercayaan 95% menunjukkan peningkatan bermakna dalam kedua variabel. Kesimpulan: Pijat laktasi efektif mempercepat pemulihan fisiologis dan meningkatkan kesiapan menyusui dini pada ibu post SC. Disarankan teknik ini diterapkan sebagai bagian dari SOP asuhan post operasi sectio caesarea  
Hubungan Hubungan Kecukupan Energi Dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa: Pola Makan dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Alif Muhammad Yasin; Andi Rahmaniar MB; Sitti Nurintang; Kurnia Yusuf
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.327

Abstract

Kebugaran fisik merupakan indikator penting untuk menentukan kesehatan fisik dan kemampuan individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal. Pola makan seimbang dan asupan energi yang cukup berperan penting dalam menjaga kebugaran fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan tingkat kebugaran fisik siswa SMA Negeri 8 Mandai Maros. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 80 siswa yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengingat diet 2×24 jam, kuesioner frekuensi makanan (FFQ), dan Multi-Stage Fitness Test (MFT) untuk mengukur tingkat kebugaran fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan energi dan kebugaran fisik (p=0,000; r=0,407), sedangkan frekuensi makan (p=0,845; r=0,022) dan variasi makanan (p=0,863; r=0,020) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Tingkat kecukupan energi berhubungan secara signifikan dengan kebugaran fisik siswa, sedangkan frekuensi makan dan variasi makanan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Intervensi gizi berbasis sekolah harus fokus pada peningkatan asupan energi yang seimbang dan memberikan pendidikan gizi bagi remaja.
Public Health and State Legal Responsibility Nurnaeni Nurnaeni; Syamsul Bachri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.329

Abstract

Hak atas kesehatan merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam UUD NRI 1945 dan menjadi tanggung jawab hukum negara untuk memenuhinya melalui penyediaan layanan, fasilitas, pembiayaan, dan regulasi yang memadai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif untuk menganalisis kerangka hukum kesehatan di Indonesia serta implementasinya dalam memberikan hak kesehatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat dan komprehensif, mulai dari Undang-Undang Kesehatan, Sistem Jaminan Sosial Nasional, hingga BPJS Kesehatan. Namun implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain ketimpangan akses layanan kesehatan, distribusi tenaga medis yang tidak merata, pembiayaan yang belum berkelanjutan, dan lemahnya koordinasi antara pusat dan daerah. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berhasil memperluas akses layanan kesehatan, namun masih dihadapkan pada masalah defisit anggaran, kualitas layanan yang tidak seragam, serta keterbatasan dukungan untuk kegiatan promotif dan preventif. Dengan demikian, meskipun kerangka hukum telah memberikan dasar yang kuat, efektivitas penyediaan hak atas kesehatan sangat bergantung pada penguatan implementasi, pemerataan layanan, dan peningkatan kualitas sistem kesehatan nasional.